WENDELINUS TAE
· Thesis · Open Access
WENDELINUS TAE (15380068). Persepsi Masyarakat Tentang Konversi Hutan Mangrove Menjadi Lahan Tambak Garam Di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka : ALFRED G. O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si, sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama didekat muara, sungai, laguna dan pantai yang terlindung dengan substrat lumpur atau lumpur berpasir. Konversi lahan mangrove menjadi lahan tambak garam secara besar-besaran juga terjadi di Desa Weseben Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Garam menjadi program dari pemerintah Kabupaten Malaka yang baru saja di kembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sehingga perlu adanya pembuatan lahan tambak garam.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah semua masyarakat di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka dengan jumlah 254 KK. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling yaitu berjumlah 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data menggunakan koesioner (angket). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dengan presentase.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan masyarakat tentang hutan mangrove sebesar 86,11 % responden mengetahui secara baik tentang mangrove serta fungsi-fungsinya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 8,33 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 5,56 %. Untuk pengetahuan masyarakat tentang tambak garam diperoleh nilainya adalah 72,22 % responden mengetahui secara baik tentang tambak garam serta pengelolaannya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 5,56 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 22,22 %. Sedangkan Persepsi masyarakat tentang konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka diperoleh nilai sebesar 73,61 % responden memahami secara baik tentang tujuan konversi serta manfaatnya, dengan berturut-turut masyarakat yang tergolong dalam kategori sangat baik diperoleh nilai sebesar 18,06 %, dan kategori cukup baik dengan nilai sebesar 8,33 %.
DIONESIA ROSWITA MAU
· Thesis · Open Access
Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Produk ini memiliki cita rasa yang lezat serta aroma yang khas disebabkan karena adanya penambahan bumbu-bumbu sehingga menghasilkan aroma yang khas.Produk ikan tibu tongkol memiliki daya awet yang rendah, dikarenakan ikan tibu tongkol merupakan produk semi basah sehingga menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba pembusuk, yang dapat berpengaruh pada masa simpan produk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai kadar air, pH, dan tingkat penerimaan panelis, yang disimpan pada suhu dingin. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian nilai kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: tingkat penerimaan panelis pada uji organoleptik, pada parameter warna memiliki nilai 4.70-3,40 (kemasan polyethylene) dan 4.65-1.55% (kemasan aluminium foil). Pada parameter aroma memiliki nilai 4.78-2.04 (kemasan polyethylene) dan 4.74-3.08 (kemasan aluminium foil).Pada parameter tekstur 4.48-2.30 (kemasan polyethylene) dan 4.47-1.96 (kemasan aluminium foil). Pada parameter rasa memiliki nilai 4.64-2,68 (kemasan polyethylene) dan 4.52-1.52 (kemasan aluminium foil). Pada parameter kadar air memiliki nilai 66.00-64.67 (kemasan polyethylene) dan 67.22-65.30 (kemasan aluminium foil). Pada parameter pH memilki nilai 5.90-5.50 (kemasan polyethylene) dan 5.80-5.40 (kemasan aluminium foil). Kata kunci: Ikan Tibu, Kemasan, Lama Penyimpanan SUMMARY DIONESIA ROSWITA MAU (163931O6). The Effect of Packaging Type on the Quality and Shelf Life of Tibu Tongkol Fish Products Typical of East Manggarai Which Are Stored At Cold Temperatures: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Tibu fish is one of the typical foods of East Manggarai Regency, which has similarities with pepes fish, however, the tibu fish processing method is still traditional, namely where tibu fish is greased with spices and salt and uses young bamboo sticks as a container and the top of the bamboo sticks is covered using serei leaves. This product has a delicious taste and a distinctive aroma caused by the addition of spices so as to produce a distinctive aroma. Cob tibu fish products have low durability, because cob tibu fish is a semi-wet product so that it becomes a suitable medium for the growth of putrefactive microbes, which can affect the shelf life of the product. The purpose of this study was to determine the value of moisture content, pH, and reception rate of panelists, which were stored at cold temperatures. This research was carried out in May-June 2022, located at the Exact Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang for product manufacturing, testing of water content values, pH, and organoleptic testing. This study used a factorial Complete Randomized Design (RAL). Factors that are tried are packaging and storage time. The variables tested were moisture content, pH and organoleptic testing such as color, aroma, texture and taste. Based on the results of research on cob tibu fish products, it can be concluded that: the panelist's acceptance rate on organoleptic tests, on color parameters have values of 4.70-3.40 (polyethylene packaging) and 4.65-1.55% (aluminum foil packaging). On the aroma parameters have values of 4.78-2.04 (polyethylene packaging) and 4.74-3.08 (aluminum foil packaging). On texture parameters 4.48-2.30 (polyethylene packaging) and 4.47-1.96 (aluminum foil packaging). On the taste parameters have values of 4.64-2.68 (polyethylene packaging) and 4.52-1.52 (aluminum foil packaging) . Keywords: Tibu Fish, Packaging, Storage Length
MARIA GODELIFA SERAN
· Thesis · Open Access
Maria Godelifa Seran (16381528) Analisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda pada ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Pohon Duri Oesapa Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Donny M. Bessie, S.Pi.,M.Si, Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Mangrove memiliki peran penting bagi kehidupan makluk hidup diperairan dan daratan. Ekosistem mangrove menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi), peredam badai dan gelombang, penangkap sedimen, habitat (tempat tinggal), tempat mencari makan (feeding graund), dan tempat pemijahan (spawning graund) bagi biota perairan Salah satu biota yang sering dijumpai diekosistem mangrove adalah moluska dan moluska yang paling banyak ditemui pada ekosiste mangrove yaitu gastropoda. Gastropoda mempunyai peranan penting dari segi ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelimpahan dan keanekaragaman gastropoda yang meliputih analisis mangrove dan gastropoda dengan kerapatan jenis, kelimpahan Relatif, kelimpahan jenis, Indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan dominansi. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelimpahan jenis dan keanekaragaman gastropoda diPesisir Pantai Pohon Duri Oesapa mulai dari yang tertinggi hingga terendah yaitu masing-masing pada stasiun 1 memiliki 1.208 ind/m² yang terdiri dari 33 jenis gastropoda dan stasiun 2 memiliki 0.918 ind/m² yang terdiri dari 49 jenis. Kelimpahan jenis tertinggi Clithon dispar dengan jumlah 0,325 ind/m² dan jenis Nerita histrio dengan jumlah 0,297 ind/m². Kelimpahan jenis terendah yaitu Clypeomorus subbrevicula, Nassarius gaudiosus, Nassarius pullus, Clithon squamulata, Clithon soerbianus, Clithon francoisi, Nerita signata, Nerita dydima, Nerita squamulata dengan presentase 0,091%. Dari kedua stasiun ini kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman dikategorikan sedang dan dominansi dikategorikan rendah.
DENSIANA LURUK SERAN
· Thesis · Open Access
DENSIANA LURUK SERAN (17381978) Seleksi Varietas Unggul Rumput Laut Kappaphycus spp. yang Dibudidayakan dengan Metode Lepas Dasar di Perairan Tablolong. Wilson L. Tisera, S.Pi.,M.Si., Ph.D dan Rockie R. L. Supit., S.Pi., M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Kappaphcus merupakan salah satu rumput laut panghasil karaginan yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan komoditas ekspor perikanan Indonesia di pasar dunia. Seleksi varietas merupakan salah satu metode yang diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan mengurangi penyakit. Desa Tablolong, di Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya Kappaphycus spp. yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui varietas rumput laut Kappaphycus spp. yang memberikan pertumbuhan yang lebih baik dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice yang dibudidayakan di Perairan Tablolong.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 7 minggu pada bulan Juni sampai Agustus 2021. Kappaphycus spp. yang diuji adalah Varietas Tambalang hasil kultur jaringan dari Rote, Varietas Sacol dari Sulamu, Varietas Sacol dari Semau dan Varietas Cottonii dari Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental, dengan metode budidaya adalah metode lepas dasar. Data pertumbuhan dan penyakit ice-ice di ambil setiap 7 hari sekali. Pengukuran parameter kualitas air berupa suhu, salinitas, kecepatan arus, Ph dan kecerahan. Data pertumbuhan yang dianalisis adalah Pertumbuhan Harian, Pertumbuhan Spesifik dan Pertumbuhan Mutlak. Sementara data penyakit adalah Insiden dan Intensitas penyakit.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertambahan berat Kappaphycus spp. tertinggi di Perairan Tablolong adalah Sacol Sulamu dengan nilai rata-rata tertinggi 844,50 gram pada minggu ke tujuh dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 295,60 gram pada minggu ke tujuh. Pertumbuhan harian dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu yaitu 13,00 gram/hari, sedangkan pertumbuhan terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 2,85 gram/hari. Pertumbuhan spesifik dengan nilai rata-rata tertinggi pada Sacol Sulamu yakni 5,73 %/hari, sedangkan pertumbuhan spesifik terendah pada Cottonii Pasir Panjang dengan nilai 2,18%/hari. Pertumbuhan mutlak dengan nilai rata-rata tertinggi Sacol Sulamu 744,5 gram dan nilai terendah Cottonii Pasir Panjang yakni 195,6 gram. Untk Insiden penyakit ice-ice, Cotonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 61,85 % sedangkan paling rendah Sacol Sulamu dengan nilai 34,02 %. Untuk Intensitas penyakit, Cottonii Pasir Panjang memiliki nilai paling tinggi dari awal penelitian sampai akhir dengan rata-rata 19,80 % sedangkan paling rendah Tambalang hasil Kultur jaringan Rote dengan rata-rata 3, 88 %.
ALDIAN MAEHEN
· Thesis · Open Access
Penangkapan Ikan Sidat (Anguilla sp.) dilakukan menggunakan alat tangkap pancing ulur (line fishing) dengan menggunakan jenis umpan gurita. Umpan gurita yang digunakan oleh masyarakat dalam melakukan penangkapan tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan sidat yang efektif.
ANGRIANY BESSIE
· Thesis · Open Access
Garam krosok merupakan usaha komoditi yang dilakukan petani garam, bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan yang menjadi mata pencaharian utama yang menunjang kehidupan setiap harinya. Selain itu garam krosok dapat membantu perekonomian rakyat pada saat musim kemarau. Kelompok usaha garam Tiberias merupakan salah satu kelompok usaha garam yang terletak di Kelurahan Oesapa Barat Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Kelompok usaha garam ini berdiri sekitar tahun 1979, pada saat itu, kelompok masak garam ini menggunakan bahan baku dari tanah tambak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengetahui teknik pembuatan garam krosok, organoleptik (warna dan Bau), Kadar Air, NaCl dan logam berat Kadmium (Cd), Merkuri (Hg) dan Tembaga (Cu) Di Kelompok Tiberias Kelurahan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2022 ada beberapa tahap yaitu Pengujian Organoleptik di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pengujian Kadar Air, NaCl dan logam berat ( Cd, Hg dan Cu) di PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif meliputi metode survei dan wawancara di lapangan, melalui teknik pengambilan sampel sebanyak 3 kali pengambilan yaitu pada petak 1, petak 2 dan petak 3, Sedangkan metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengujian di laboratorium. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air yaitu 6,86%, Kadar NaCl 85,08% organoleptik parameter warna dan bau garam tergolong pada garam K3 (kualitas sedang) dan logam berat (Cd, Hg dan Cu) tidak terdeteksi. Kata Kunci : Garam, NaCl, dan Organoleptik SUMMARY ANGRIAN BESSIE (16391610). Analysis of the Quality of Krosok Salt in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village as a Basic Material for Making Salt for Consumption: Umbu P. L. Dawa S.Pi, M.Sc as a firt advisor and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Sias a second advisir). Fishery Products Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Salt is one of the strategic commodities because apart from being a basic human need, it is also useful as an industrial raw material. For the needs of human consumption salt, salt has been used as a means of fortification of iodine substance into iodized salt for consumption in order to overcome disturbances due to iodine deficiency. Tiberias salt business group is one of the salt business groups located in Oesapa Barat Village, Kelapa Lima District, Kupang City. This salt business group was founded around 1980, at that time, this salt cooking group used raw materials from pond soil. The purpose of this study was to determine the technique of making krosok salt, organoleptic (color and odor), moisture content, NaCl and heavy metals Cadmium (Cd), Mercury (Hg) and Copper (Cu) in the Tiberias Group, Oesapa Barat Village. This research was carried out in June-July 2022 in several stages, namely Organoleptic Testing at the Exact Laboratory of the Artha Wacana Christian University Kupang, testing for Moisture Content, NaCl and heavy metals (Cd, Hg and Cu) at PT SaraswatiIndo Ganethech, Bogor. This research uses qualitative and quantitative methods. Qualitative methods include survey methods and field interviews, through sampling techniques 3 times, namely in plot 1, plot 2 and plot 3, while the quantitative method used in this study is the method of testing in the laboratory. The results of this study indicate that the value of water content is 6.86%, NaCl content of 85.08% organoleptic color and odor parameters of salt belong to K3 salt (medium quality) and heavy metals (Cd, Hg and Cu) are not detected. Keywords : Salt, NaCl, and Organolepic
YOSEP KAREL LANGMA'A
· Thesis · Open Access
YOSEP KAREL LANGMA’A (15380027) Analisis Hasil Tangkapan Ikan Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang : Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas
Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Provinsi NTT ini memiliki potensi yang cukup besar bagi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan untuk melakukan kegiatan penangkapan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya nelayan.
Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang banyak memberikan manfaat bagi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil tangkapan ikan menggunakanalat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang yang meliputi komposisi jenis ikan, produksi hasil tangkapan dan Nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) dengan penelitian ini menggunakan metode survei
Hasil penelitian menunjukan Komposisi jenis hasil tangkapan utama Mini Purse Seine yang terdapat di Perairan Teluk Kupang yaitu; ikan Layang, Selar, Lemuru, kembung, Tongkol dan Tembang, hasil tangkapan yang paling banyak tertangkap yaitu ikan tembang dengan jumlah 10.500 individu dengan presentase 34,56% sedangkan jenis hasil tangkapan terendah yaitu ikan Selar dengan jumlah 2.520 individu dengan presentase 8,29 %. Dan produksi hasil tangkapan tertinggi pada jenis ikan tembang berkisar dari 341,19hari/kg-678,96 hari/kg dengan rata-rata 1500.00 kg dan nilai terendah berkisar dari 63,23 kg-198,20 kg dengan rata-rata 360,00 kemudian nilai Catch Per Unit Effort (CPUE) hasil tangkapan Mini Purse Seine berkisar antara 6,85-68,00 dari 6 jenis ikan.
YANDRI PRASETIA BENU
· Thesis · Open Access
YANDRI P. BENU (16382402) Analisis Kandungan Karbon pada Biomassa Lamun di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kabupaten Kupang: Ir. YOHANES MERRYANTO S, M.Si., Ph.D dan ALFRED G.O. KASE S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemanasan global (global warming) mengakibatkan dampak perubahan iklim. Hal ini diakibatkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer sehingga terjadi peningkatan suhu di permukaan bumi. Karbondioksida (CO2) adalah contoh gas rumah kaca yang memberikan pengaruh terbesar. Lamun adalah salah satu tanaman yang memiliki kemampuan menyerap karbon di atmosfer dan menyimpannya dalam bentuk biomassa melalui proses fotosintesis. Lamun yang terdapat di Perairan Lalendo dan Perairan Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang membentuk suatu komunitas yang luas dengan kelimpahan individu dan keragaman jenis lamun yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume, biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan pada jaringan lamun bagian atas substrat (daun dan tangkai) dan bawah substrat (akar dan rimpang). Pengambilan data lapangan dilakukan pada tegakan semua jenis lamun yang ditemukan di dalam transek kuadran di lokasi penelitian. Perhitungan volume tegakan menggunakan persamaan tabel kerapatan dan nilai biomassa menggunakan nilai berat kering yang dikonversi dengan nilai kerapatan. Sedangkan, perhitungan karbon diperoleh melalui tahap pengukuran berat abu, bahan organik, konstanta nilai karbon (1,724) kemudian nilai biomassa dikonversikan dengan nilai karbon sehingga mendapatkan nilai akhir kandungan karbon. Selanjutnya, nilai karbon yang telah diperoleh pada setiap jenis lamun dijumlahkan untuk mendapatkan nilai estimasi total stok karbon pada masing-masing stasiun. Hasil penelitian menunjukan nilai total rata-rata stok karbon pada bagian bawah substrat lebih besar dibandingkan bagian atas substrat pada kedua lokasi penelitian. Nilai rata-rata stok karbon di Perairan Lalendo yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 309,21 gC/m2 (73%) dan bagian atas substrat sebesar 113,82 gC/m2 (27%). Sedangkan nilai rata-rata stok karbon di Perairan Tablolong yaitu, jaringan bawah substrat sebesar 466,72 gC/m2 (76%) dan bagian atas subtsrat sebesar 146,75 gC/m2 (24%). Sedangkan nilai estimasi total stok karbon per stasiun menunjukan sumbangan stok karbon di perairan Tablolong lebih besar dibandingkan di perairan Lalendo didasarkan pada nilai estimasi total rata-rata stok karbon yaitu pada Perairan Tablolong sebesar 613,47 gC/m2 dibandingkan Perairan Lalendo sebesar 423,04 gC/m2.
LAURENTIA CHRISTINA TAY REMA
· Thesis · Open Access
Teluk Kupang merupakan kawasan pesisir dan laut yang terletak di bagian barat Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kawasan Teluk Kupang menyimpan berbagai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang berekonomis penting bagi masyarakat. Wilayah ini telah dipilih dan ditetapkan sebagai salah satu sentra pengembangan industri perikanan yang ada di Kota Kupang dengan hasil tangkapan unggulan adalah tongkol, tuna, tenggiri, layang selar, kembung, kerapu, ekor kuning, kakap, bambangan, dan cakalang.Ikan tongkol (Euthynnus sp.) merupakan jenis ikan scrombridae (ikan pelagis), terdapat di perairan hangat Indo-Pasifik Barat dan Laut Nusantara. Ikan tongkol memiliki beberapa jenis yaitu tongkol lisong/bullet tuna (Auxis rochei), tongkol krai/frigate tuna (Auxis thazard), tongkol komo/little tuna/kawakawa (Euthynnus affinis), tongkol abu-abu/ longtail tuna (Thunnus tonggol), Ikan Tongkol (Euthynnus sp.). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendugaan status stok terhadap ikan tongkol (Euthynnus sp.) yang tertangkap di Perairan Teluk Kupang agar tidak terjadinya pemanfaatan yang berlebihan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret – April 2022, dengan lokasi penelitian yaitu di Pelabuhan Perikanan Oeba. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara langsung kepada responden, responden dalam hal ini adalah para nelayan. Data sekunder diperoleh dengan mengumpulkan referensi (data hasil tangkapan ikan target) yang bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Nilai lestari MSY (Maximum Sustainable Yeild) ikan tongkol di Perairan Teluk Kupang 148.73 ton pertahun dengan upaya penangkapan optimum 187.12 trip per tahun dan keberadaan populasi ikan Tongkol (Euthynnus sp.) di Perairan Teluk Kupang belum mengalami over fishing, dimana hasil penangkapan yang paling tinggi di tahun 2010 sebanyak 101.92 tetapi belum mencapai nilai MSY yang di tentukan yaitu 148.73 ton per tahun.
ANDI DERYES FAOT
· Thesis · Open Access
PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II B KUPANG Andi Deryes Faot ABSTRAKSI Perkembangan dan pertumbuhan suatu bangsa, baik sekarang maupun akan datang tentunya tidak bisa terlepas dari penerapan manajemen.Sumber Daya Manusia memiliki peranan yang sangat penting sebagai potensi penggerak seluruh aktivitas didalam suatu organisasi segala potensi yang dimiliki sumber daya manusia dapat dimanfaatkan sebagai usaha untuk meraih keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Dessler (2003:36) yaitu : Strategic Human Resource Management is the linking of Human Resource Management with strategic role and objectives in order to improve business performance and develop organizational cultures and foster innovation and flexibility”. Terlihat bahwa para pimpinan organisasi harus mengaitkan pelaksanaan manajemen sumber daya manusia dengan strategi organisasi untuk meningkatkan kinerja serta mengembangkan budaya organisasi yang akan mendukung penerapan inovasi dan fleksibilitas. Dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sisdiknas pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Hafid, et.al. 2014:30). Simamora (2004 : 273) Pelatihan (training) mengandung maksud untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan/keterampilan serta merubah sikap/perilaku karyawan ke arah yang produktif. Pelatihan mempunyai manfaat pada karier jangka panjang karyawan, untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di masa yang akan datang. Istilah kinerja berasal dari kata Job performance atau actual performance (prestasi kinerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Mangkunegara dalam Subekhi dan Jauhar,2012:193). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai pada lembaga pemasayarakatan perempuan kelas II B Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 40 orang dan jumlah Populasi sebanyak 68 orang pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil uji parsial pertama penelitian ini menunjukan variabel pendidikan (X1) tidak berpengaruh secara signifikan kinerja pegawai lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang, hal ini terlihat dari signifikansi pendidikan (X1) 0,779 > 0,01 dan nilai t hitung 0,2822,431 t tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan (X1) terhadap kinerja pegawai(Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Hasil uji regresi kedua secara parsial kedua signifikansi pada variabel pelatihan diketahui nilai signifikansi variabel pelatihan (X2) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B kupang sebagai berikut. nilai signifikansi variabel pelatihan 0,0000,01 dan t hitung 5,588 > 2,431 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima dan H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan variabel pelatihan (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada lembaga pemasyarakatan perempuan kelas II B Kupang. Kemudian pada uji simultan (uji F)diketahui nilai signinifikansi untuk variabel pendidikan (X1) dan pelatihan (X2) secara simultan terhadap variabel Kinerja (Y) adalah sebesar 0,0000,01 dan nilai F hitung 15,611>F tabel 2.43145 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pendidikan (X1) dan pelatiahan (X2) secara simultan terhadap Kinerja pegawai (Y). Selanjutnya hasil uji koefisien determinasi (uji R2) diketahui nilai R squre 0,428 hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel pendidikan (X1) dan pendidikan (X2) secara simultan terhadap variabel kinerja (Y) adalah sebesar 45,8% sisanya dijelaskan oelh variabel-variabel lain yang tidak ikut dalam analisis.Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai sehingga Penelitian selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai.
DESIKE M R TAFULI
· Thesis · Open Access
DESIKE M. R TAFULI (16384150). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Teres, Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Salah satu daerah yang menyediakan habitat bagi makroalga adalah perairan Pantai Teres yang terletak di Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di perairan Pantai Teres yang ditinjau dari kepadatan, keanekaragaman, keseragaman, dominasi dan frekuensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan dan metode survei. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode transek sebanyak 5 transek dengan jumlah kuadran tiap-tiap transek adalah 5 kuadran. Pengukuran kualitas perairan meliputi suhu, salinitas, arus, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di Perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen terdiri dari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophyta serta 11 spesies. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Bornetella oligospora (sebesar 64,44 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Bornetella oligospora (sebesar, 43,80%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Sargassum sp. Dimana kepadatan jenis (sebesar 33,88 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,98%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan Pantai Teres Kelurahan Buraen tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan stabil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 1), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Bornetella oligospora. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (1) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 24)%.
MARIA YUNITA MAKLEAT
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) Untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. 2) Untuk mengetahui pengaruh pemahaman akuntansiterhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Sampel dalam penelitian ini adalah UMKM yang ada di Kabupaten Malaka khususnya 27 responden yang ada di Kecamatan Rinhat. Jenis pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh secara langsung dari lapangan. Data primer adalah data yang digunakan dalam penelitian yang diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan penyusunan laporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan thitung lebih besar dari ttabel (14,736>2,052) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,024 0,05). (2) Terdapat pengaruh signifikan pemahaman akuntansi terhadap pelaporan keuangan UMKM berdasarkan SAK ETAP. Hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar thitung lebih besar dari ttabel (2,418>2,052).
GORDIANUS PIRU
· Thesis · Open Access
GORDIANUS PIRU (15380038) Analisis Usaha Pedagang Ikan di Pasar Ikan Pasir Panjang Kota Kupang: ALFRED G. O. KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D dan BEATRIX M. REHATTA, S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Perikanan merupakan salah satu komoditas yang potensial di daerah Nusa Tenggara Timur. Kondisi geografis ini sangat menguntungkan dan memungkinkan Nusa Tenggara Timur sebagai daerah sentra produksi perikanan Kota Kupang memiliki potensi perikanan tangkap yang sangat baik di Kelola dan dimanfaatkan oleh para pedagang ikan dalam usaha meningkatkan ekonomi keluarga dengan usaha dagang ikan di pasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil usaha pedagang ikan di Pasar Pasir Panjang Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang didukung menggunakan metode survey dengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Metode analisis data menggunakan persamaan yaitu, pendapatan bersih, Return on Investment (ROI), Break Even Point (BEP), Benefit Cost Ratio (BCR).
Hasil penelitian menunjukkan Nilai return on investmen (ROI) yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 1,34. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai B/C Rasio perbulan yang diperoleh dalam usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang yaitu 7,29. Angka ini menunjukan secara ekonomis usaha usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang layak untuk dijalankan. Nilai Break Even Point (BEP) usaha penjualan ikan di pasar ikan Pasir Pasir Panjang akan mencapai titik impas, BEP produksi pada penjualan sebanyak 31 kg dan BEP harga akan mencapai titik impas pada level harga minimum Rp.47.000 pada penjualan total produksi 34 kg.
Kata Kunci : Pasar Ikan, ROI, BEP, BCR.
MARIA ELISABETH SOI
· Thesis · Open Access
ABSTRAKSI
Kabupaten Sikka merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah perairan yang cukup luas untuk penangkap ikan tuna sirip kuning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dimana metode ini tergolong dalam metode survei yang bersifat deskriptif. Metode survei merupakan metode yang dilakukan terhadap objek yang cukup banyak dalam kurun waktu yang diteliti selanjutnya dikaji tetapi hanya sebagian dari beberapa populasi. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan yaitu pengambilan sampel ikan Tuna Sirip Kuning dengan melakuan pengukuran panjang dan berat ikan tuna, tingkat kematangan gonad (TKG), Indes Kematangan Gonad (IKG), Insbah kealamin dan faktor kondisi (FK) dilakukan secara langsung di lapangan. Hasil menunjukkan bahwa Sebaran ukuran panjang dari 28 individu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli hingga Agustus 93-180 cm. Hubungan panjang berat ikan tuna sirip kuning yang tertangkap di perairan Sikka pada bulan Juli dan Agustus memiliki nilai b >3 yaitu tipe pertumbuhan allometrik positif, sedangkan bulan Agustu adalah isometrik. Ikan tuna sirip kuningyang tertangkap di perairan Sikka dari bulan Juli sampai dengan Agustus dengan (TKG) terbanyak adalah ikan betina dengan TKG II dan III. Sedangkan ikan jantan yang banyak ditemukan pada TKG II. Indeks kematangan gonad ikan tuna sirip kuning pada bulan Juli-Agustus yaitu ikan jantan dan betina bulan Juli beriksar antara 1,197,5,301dan 6,485 %, bulan Juli Jantan dan betina yaitu 1,197-5,301 dan 6,485% dengan nilai sebesar 1,525-1,388 dan 0,773%; nilai IKG di bulan Agustus untuk ikan jantan dan betina yaitu 1,427-5,908 dan 6,279% dengan nilai sebesar 1,759-2,140 dan 2,401%. Ratio kelamin ikan tuna sirip kuning yang tertangkap pada bulan Juli-Agustus dengan proporsi betina > jantan. Faktor kondisi dari ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ditemukan pada bulan Juli-Agustus berkisar antara 1,67-1,42 cm.
Kata kunci: Biologi, reproduksi, Rasio kelamin, TKG, IKG, Faktor kondisi Sikka.
ABSTRACT
Sikka Regency is one of the regencies in East Nusa Tenggara which has a wide area of water for catching yellowfin tuna. The method used in this research is a survey method, where this method is classified as a descriptive survey method. The survey method is a method that is carried out on quite a lot of objects in the period of time being studied and then studied, but only part of some of the population. Primary data obtained directly from the field, namely yellowfin tuna sampling by measuring the length and weight of tuna, gonad maturity level (TKG), Gonad Maturity Index (IKG), natural insbah and condition factors (FK) carried out directly in the field. The results show that the length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) The length distribution of 28 individual yellowfin tuna (Thunnus albacares) caught in Sikka waters from July to August was 93-180 cm. The relationship between length and weight of yellowfin tuna caught in Sikka waters in July and August has a value of b>3 which is positive allometric growth type, while August is isometric. Yellowfin tuna caught in Sikka waters from July to August with the most (TKG) were female fish with TKG II and III. While the male fish were mostly found in TKG II. The gonadal maturity index of yellowfin tuna in July-August were male and female fish in July ranging between 1,197,5,301 and 6,485%, in July Male and female fish were 1.197-5,301 and 6,485% with values of 1,525-1,388 and 0.773%; IKG values in August for male and female fish were 1.427-5.908 and 6.279% with a value of 1.759-2.140 and 2.401%, respectively. Sex ratio of yellowfin tuna caught in July-August with the proportion of females > males. Condition factors of yellowfin tuna (Thunnus albacares) found in July-August ranged from 1.67-1.42 cm.
Key words: Biology, reproduction, sex ratio, TKG, IKG, Sikka condition factor
JONI ARYANTO NYANYI
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Judul penulisan ini “Penggunaan Metode Show and Tell (S&T) dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata Siswa Kelas II SMP N 11 Kota Kupang” Rumusan masalah penelitian ini adalah Apakah penggunaan metode Show and Tell (S&T) untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas 2 SMP N 11 Kota Kupang? Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kuantitatif. Data penelitian ini diambil dari perlakuan kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMP N 11 Kota Kupang.Penulis mengumpulkan dan menganalisis penggunaan metode Show and Tell (S&T) untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas dua SMP N 11 Kota Kupang kemudian mempresentasikan hasilnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan metode Show and Tell (S&T) dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa kelas dua SMP N 11 Kota Kupang.Hal ini dapat dilihat berdasarkan nilai uji-t yang menunjukkan bahwa signifikansi uji 0,000 0,05. Artinya terdapat perbedaan nilai antara Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol. Penulis berharap penelitian ini dapat menambah pengetahuan tentang metode Show and Tell (S&T) dalam belajar mengajar.
Kata Kunci: Metode Show and Tell (S&T), Penguasaan Kosa Kata
JERLIANA HOAR
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meniliti analisis hubungan faktor personal dan faktor organisasional terhadap komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu faktor personal dan faktor organisasional sebagai variabel independen dan komitmen oraganisasional sebagai variabel dependen. Keberlangsungan sebuah kantor sangat tergantung pada peran tenaga kerja, mulai dari pimpinan hingga pekerja tingkat dasar. Hal ini bukan berarti kantor mrengeksploitasi para pekerjanya, tetapi para pekerjalah yang menjadi tombak utama sebuah perusahaan untuk bertahan dan berkembang pesat. Tenega kerja atau sering disebut pegawai maupun pegawai maupun karyawan memiliki fungsi untuk mempertahankan produktifitas perusahaan, menjalin hubungan baik dengan pihak internal maupun eksternal perusahaan dan menjaga nama baik kantor dengan menciptakan produk yang berkualitas dan selalu berinovasi. Untuk mendapatkan pegawai atau karyawan yang membantu perusahaan mencapai tujuannya, dibutuhkan sebuah komitmen organisasional. Kantor dinas dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka merupakan unsure penyelenggaraan pemerintah yang menjadi kewenangan daerah bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil serta tugas pembantuan tugas yang ditugaskan kepada daerah. Salah satu misi yaitu berusaha menata dan membangun kinerja aparatur melalui manajemen efisien agar dicapai suatu pelayanan yang prima dengan kualitas standar yang sifatnya dapat memuaskan masyarakat. Untuk mencapai tujuan organisasi, manajemen sumber daya manusia sebagai pengelola anggota organisasi tudak hanya mampu menghasilkan anggota yang berkualitas dari segi kemampuan dan keahlian bagi organisasi, namun juga dapat memperkuat komitmen organisasi anggotanya. Hal menjadi permasalahan untuk saat ini adalah tingkat kedisiplinan dan kemangkiran yang merupakan tindakan yang paling sering seperti ini memperlihatkan kurang adanya tanggung jawab dalam mengmban tugas sebagai pegawai yang menjabat baik secara struktural maupun fungsional dimana berperan sebagai pengambilan kebijikan dan keputusan di semua ini Guna mendapatkan solusi terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia dengan harapan para pegawai tersebut memeliki derajad kepuasan kerja tintti dan komitmen organisasional yang tinggi terdapat institusinya untuk saat sekarang dan dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor personal dengan komitmen oragnisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka dan untuk menganalisis hubungan faktor organisasional dengan komitmen organisasional pada dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini primer dimana metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner disebar di seluruh pegawai kantor dinas pencatatan sipil dan kependudukan kabupaten malaka. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 49 reponden. Dengan pengelolaan data primer menggunakan teknik analisis Statistical Package for Social Sciene (SPSS). Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa faktor personal dan faktor organisasional secara simultan dari hasil output hasil korelasi terlihat dari r = 0,548, terletak antara 0,41 - 0,70 yakni hubungannya kuat. yang Artinya faktor personal memiliki hubungan yang kuat dengan komitmen organisasional. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor personal dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi pertama (H1) diterima. Hasil uji korelasi product moment terlihat dari r = 0,338, terletak antara 0,21 0,40 yang menyatakan bahwa adanya hubungan tapi tingkat hubungannya lemah. Yang artinya faktor organisasional memiliki korelasi yang lemah dengan komitmen oragnisasional. Jika faktor organisasional meningkat maka komitmen organisasional juga akan meningkat. Dari tabel diatas juga terlihat bahwa tingkat signifikan sebesar 0,018 0,05 sehingga dapat disumpulakn bahwa terdapat hubungan antara faktor organisasional dengan komitmen organisasional atau Hipotesisi kedua (H2) diterima.
HERMANUS NAMU WALI
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualiatas sumber daya manusia,pemanfaatan teknologi informasi,sistem pengendalian intern dan pengawasan keuangan daerah terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah Pendekatan penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Responden dalam penelitian ini 30 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel jenuh. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuisioner. Data penelitian diolah dengan menggunakan SPSS. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linear berganda. Sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pemanfaatan teknologi dan informasi berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Sistem pengendalian intern berpengaruh terhadap nilai informasi laporan keuangan. Pengawasan keuangan daerah secara individual mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap nilai informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah kabupaten sumba barat Pengujian hipotesis pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap nilai informasi pelaporan keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada kualitas sumber daya manusia sebesar 2,874 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,93 lebih besar dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh kualitas sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan. (2) Pengujian hipotesis pemanfaatan teknologi informasi terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah. Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pemanfaatan teknologi informasi 2.262 lebih besar t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan 0,008 lebih kecil dari 0,05 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif terhadap terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah . Itu berarti Ho di terima Ha di tolak. (3)Pengujian hipotesis Pengaruh sistem pengendalian internal terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada sistem pengendalian internal sebesar 2,03 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,005 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .(4)Pengujian hipotesis pengawasan keuangan daerah terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .Dari hasil uji diatas bahwa nilai t hitung pada pengawasan keuangan daerah sebesar 3,043 lebih besar dari t tabel sebesar 2,059 dengan tingkat signifikan sebesar 0,007 lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengawasan keuangan daerah berpengaruh positif terhadap nilai pelaporan informasi keuangan daerah .
Kata Kunci : Kualitas Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi, Sistem Pengendalian Intern, Pengawasan Keuangan Daerah, Terhadap Nilai Informasi Pelaporan Keuangan pemerintah daerah
REXI A. FALAKA
· Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Penerapan Standar Akuntansi dalam menyusun laporan operasianal pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Alor, dan membuktikan bahwa penerapannya sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pada penelitian ini menggunakan metode kompratif untuk membandingkan pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah dan Laporan operasional Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Alor. Data yang digunakan dalam penelitian data primer. Dengan teknik pengumpulan data yaitu Dokumentasi. Dengan hasil yang diperoleh yakni Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah dalam menyusun Laporan opersional telah diberlakukan sesuai dengan PP No 71 tahun 2010. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penyusunan Laporan operasional pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten alor secara keseluruan telah sesuai dengan PSAP No.12 Tentang Laporan Operasional. This study aims to analyze the application of accounting standards in compiling operational reports at the Regional Finance and Assets Agency of Alor Regency, and prove that its implementation has been running in accordance with applicable regulations. This study uses a comparative method to compare the statements of Government Accounting Standards and operational reports of the Regional Finance and Assets Agency of Alor Regency. The data used in the research are primary data. With data collection techniques, namely Documentation. With the results obtained, namely the application of government accounting standards in preparing operational reports, it has been implemented in accordance with PP No. 71 of 2010. The results of this study indicate that the preparation of operational reports at the Alor Regency Financial and Regional Assets Agency as a whole is in accordance with PSAP No. 12 concerning Operational Report.
ATICHA ELISABETH AFO
· Thesis · Open Access
ATICHA ELISABETH AFO (18380069). Studi Sampah Anorganik di Lokasi Budidaya Rumput Laut Perairan Kupang Barat Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D, sebagai Pembimbing I dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Pesisir Kupang Barat saat ini menjadi salah satu lokasi sentra dalam pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Kupang, yang memiliki tiga desa potensi dalam pengembangan potensi rumput laut, yaitu Desa Bolok, Desa Tablolong dan Desa Tesabela. Survei awal, lokasi budidaya di ketiga desa ini memperoleh buangan sampah, baik oleh pembudidaya sendiri maupun oleh aktivitas masyarakat sekitarnya, kegiatan budidaya rumput laut juga menghasilkan sampah, terutama sampah plastik yang bisa mencemari ekosistem sekitar. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui kepadatan sampah anorganik padat di lokasi budidaya rumput laut di Desa Bolok, Desa Tesabela dan Desa Tablolong. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2022 di areal budidaya rumput laut perairan Kupang Barat. Pengambilan data menggunakan metode belt transek dengan 3 stasiun pengamatan dan setiap stasiun pengamatan dengan panjang transek 100 m dan lebar transek 10 m. Analisa data yang digunakan dengan Kepadatan mutlak adalah kepadatan sampah melalui perhitungan jumlah potongan dan berat sampah masing-masing kategori atau jenis dibagi dengan luas area tiap lokasi, sedangkan kepadatan relatif adalah kepadatan sampah yang didapat melalui perhitungan jumlah potongan sampah dan berat sampah tiap kategori dibagi dengan total potongan jenis sampah dan total berat seluruh jenis sampah kemudian dikalikan 100 sehingga mendapatkan presentasinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah anorganik yang ditemukan adalah dari lima kategori yaitu plastik, logam, kaca, karet dan jenis lainnya. Berdasarkan pengamatan dari data yang ada kategori jenis sampah yang paling dominan di semua lokasi adalah kategori jenis sampah plastik. Kepadatan mutlak dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 adalah plastik 0,17 item/m2 dan berat tertinggi di stasiun 3 plastik 1,34 gr/m2, sedangkan untuk jumlah terendahdi stasiun 2 karet 0,0003item/m2 dan stasiun 3 kaca 0,0003 item/m2 sedangkan untuk berat terendah di stasiun 2 yaitu karet 0,026 gr/m2. Kepadatan relatif dengan jumlah tertinggi di stasiun 3 plastik dengan presentasi 93,84 % dan berat tertinggi plastik di stasiun 3 dengan presentasi 65,79 %, untuk jumlah terendah di stasiun 3 kaca dengan presentasi 0,21 % dan berat terendah stasiun 1 jenis logam dengan presentasi 0,81 %.
SUSANA HAULILO
· Thesis · Open Access
Cemilan stik merupakan salah satu makanan ringan atau jenis kue kering dengan di olah dari bahan dasar tepung terigu, tepung tapioka, atau tepung sagu, dan telur, yang berbentuk pipih panjang dan cara penyelesaiannya dengan cara digoreng, mempunyai rasa gurih serta bertekstur renyah sehingga banyak disukai oleh kalangan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda terhadap karakteristik kimiawi, Mikroba dan Organoleptik Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma cottonii).
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2022 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan Cemilan Stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii), Pengujian Organoleptik, Kadar Air, Kadar Lemak, Dan Total Mikroba Angka Lempeng Total (ALT). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 2 x 5 dengan 2 kali ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu Mikroba Angka Lempeng Total (ALT), kadar lemak, kadar air, dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa.
Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk cemilan stik Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dapat disimpulkan Produk cemilan stik rumput laut dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda memiliki nilai kadar air 2,65-4,72%, kadar lemak 28,18-42,04%, sedangkan pengujian organoleptik berpengaruh sangat nyata pada jenis kemasan poliethylene dan polypropilene (Standing Pouch) dan lama penyimpanan 0 (nol) minggu sampai 4 (empat) minggu masih bisa diterima oleh konsumen Produk cemilan stik rumput laut Eucheuma cottoni dengan kemasan dan lama penyimpanan yang berbeda masih diterimah konsumen dari total ALT 0 (nol) minggu sampai 4 minggu dengan total bakterinya 3,35x104 koloni/gram.