DELFI OBAJA SILA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN POLA PEMBELAJARAN PENJASORKES PERMAINAN BOLA VOLI PADASIS WAKELAS XII SMA EFATA SOE Delfi Obaja Silla1*, Agustinus J. Nafie2, Melvianus Selan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Hingga saat ini belum diketahui upaya guru untuk dapat mengembangkan suatu pola pembelajaran penjasorkes melalui permainan bola voli pada Siswa SMA Efata Soe sehingga dalam proses belajar mengajar dpat menjadi efektif dan efesian. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan pola pembelajaran penjasorkes permainan bola voli pada siswa kelas XII SMA Efata Soe. Metode penelitian: Kualitatif deskriptif naturalistik untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1. Observasi, 2. wawancara, dan 3. dokumentasi. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai instrumen kunci sedangkan yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah 1.kepala sekolah, 2.guru, 3. siswaemua data temuan yang didapatkan dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif yang dikembangkan oleh Sugiyono. Hasil dan pembahasan: Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi dan kreativitas pengajar sehigga dapat terciptanya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien yang diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses model pembelajaran yang berbasis langsung, model pembelajaran berbasis masalah, model pembelajaran kontekstual serta model pembelajaran berbasis cooperative. Simpulan: Pola pembelajaran Penjasorkes harus lebih koparatif dengan model-model pembelajaran yang sedang berkembang dan yang dikembangkan oleh guru itu sendiri sehingga mampu memberikan pembelajaran yang efektif. Katakunci: 1. Pola Pembelajaran Penjasorkes. 2. Permainan Bola Voli. ABSTRAK TEACHER’S EFFORT in DEVELOPING LEARNING METHOD of PHYSICAL EDUCATION, HEALTH and RECREATION STUDY PROGRAM of VOLLEYBALL GAME to XII GRADE STUDENTS of SMA EFATA SOE Defri obaja Silla¹, Agustinus J. Nafie²,Melvianus Selan³ ¹²³ Physical Education, Health,and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education,Artha Wacana Christian University,Kupang, Indonesia. [email protected] Background : Until now, it is unknown yet of teachers’ effort in developing a physical Education learning of volleyball game to SMA EFATA SOE students in order to get effective and efficient teaching and learning process. Research aims : The aim of this research to know the teachers effort in developing the learning method of Physical Education game to XII grade of SMA EFATA SOE. Reasearch Method : The method that used is naturalistic descriptive qualitative that able to gain data based on reallity to what the researcher seen and heard in the research place that taking ± 2 months. The techniques of gaining data are 1. Observation,2. Interview and 3. Documentation. The role of the researcher in this research will be the key instrument. The informant are 1. Headmaster,2. Teachers.3. students. All data that gained were analyzed by using qualitative data anlysis technique developed by Sugiyono. Results and discussion : The quality learning is highly dependent on the motivation and creativity teachers to create an effective and efficient teaching and learning process that measured by students attitude and abillity by direct – based learning models, problem-based learning models, contextual learning models and cooperative-based learning model. Conclussion : the Physical Education learning method must be more cooperative with the developing methods right now andit is developed by teachers themselves so they are able to provide effective learning. Key Word : 1. Learning method of Physical Education, Health and Recreation Studi Program. 2Volleyball game.
WIHELMINA CHRISTANTI MANAFE
· Thesis · Open Access
Judul: Deskripsi tentang Pengiriman Anggota Polri dalam Misi Perdamaian PBB di Darfur, Sudan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : faktor apakah yang menyebabkan anggota Polri yang mengikuti seleksi FPU (Formed Police Unit) dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB ke Darfur, Sudan tidak lulus seleksi ? Tujuan penelitian adalah : mengetahui faktor apakah yang menyebabkan anggota Polri yang mengikuti seleksi FPU dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB ke Darfur, Sudan tidak lulus yang bermanfaat secara teoritis dan praktis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah anggota Polri sebagai Formed Police Unit (FPU). Sedangkan variable terikat dalam penelitian ini adalah tentang Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB. Pengumpulan bahan hukum yang dilakukan melalui kegiatan studi Kepustakaan dan melakukan wawancara (interview). Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa untuk mencapai Formed Police Unit harus mengikuti beberapa prosedur untuk mengikuti misi perdamaian PBB di Sudan yaitu:1).Tahap seleksi yaitu tahap seleksi administrasi meliputi syarat pendaftaran secara internal oleh Markas Besar Polri melalui pemberitahaun online mengenai persyaratan yang harus dilengkapi oleh anggota Polri seluruh Indonesia yang akan mengikuti misi perdamaian dan tahapan seleksi yaitu: Pemeriksaan Administrasi (Rikmin), tes psikologi dan wawancara psikologi, Assessment untuk jabatan Kasatgas dan Wakasatgas, kesamaptaan Jasmani, menembak, mengemudi, kemampuan bahasa inggris, komputer, test kompetensi bidang mekanik TI/AC/Genset/Ranmor/MTO, simak BMN, bensat/keuangan, manage, kualifikasi medis/paramedis dan water treatment. 2). Tahap pelatihan yang meliputi pelatihan fisik, mental dan pengetahuan. 3). Tahap rencana pengiriman. Dalam rencana pengiriman ini harus menunggu menunggu Assessment dari tim Assessment And Advisory Visit (AVV) PBB untuk memastikan Indonesia siap mengirimkan pasukan dan logistik untuk mendukung perdamaian dunia. Baik menyangkut kesiapan fasilitas, sarana, prasarana, perlengkapan, senjata, maupun performance atau kemampuan, setelah itu menunggu persetujuan DPR dan Presiden yang dituangkan dalam MOU Indonesia dan PBB sesuai dengan jumlah personil yang telah di siapkan berdasarkan permintaan PBB. Berdasarkan pada pembahasan di atas, maka dapat simpulkan bahwa prosedur pengiriman anggota Polri Polda NTT dalam misi PBB harus mengikuti 3 tahapan dalam proses pengirman yaitu: Seleksi administrasi anggota dari masing-masing Polda di seluruh Indonesia yang meliputi syarat pendaftaran dan tahapan seleksi, latihan pra operasi dan rencana keberangkatan yang dituangkan dalam MOU antara Indonesia dan PBB.
NINDY ALFAYON MESAH
· Thesis · Open Access
Penelitian ini didasari karena adanya pandemic Covid-19 yang menyebabkan perekonomian Usaha Mikro Kecil Menengah mengalami penurunan pendapatan. Kondisi keuanagan UMKM Parawisata di Desa Nemberala selama pandemi covid-19 banyak yang mengalami keterpurukan dan hal mengancam keberlangsungan usaha UMKM Pawisata di Desa Nemberala. Pemerintah melalui PMK No. 86 tahun 2020 memberikan insentif pajak bagi UMKM yang terdampak covid-19 di perpanjang hingga bulan juni 2021 yang terdapat dalam PMK No.09/PMK/03/2021 Penelitian dengan judul “Analisis Dampak Covid-19 Dan Pemanfaatan Insentif Pajak Terhadap Keberlangsungan UMKM Parawisata Di Desa Nemberala“ bertujuan untuk mengetahui dampak covid-19 dan pemanfaatan insentif pajak terhadap keberlangsungan usaha pada UMKM Parawisata di Desa Nemberala. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang berada di Desa Nemberala dengan kriteria UMKM parawisata yang memanfaatkan insentif pajak dengan 15 responden. Teknik analisis data menggunakan dokumentansi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahw dampak dari covid-19 mengakibatkan kunjungan wisatawan menurun serta diberlakukannya PPKM membuat UMKM yang berada di Desa Nemberala yang merupakan UMKM sektor parawisata di Desa Nemberala mengalami kelumpuhan. Semakin lama pandemi covid-19 tidak tertangani oleh pemerintah sehingga berdampak pada keberlangsungan usaha UMKM Parawisata di Desa Nemberala. Selain itu, penelitian ini juga menunjukka bahwa pemanfaatn insentif pajak berpengaruh positif terhadap keberlangsungan usaha kuliner dan tenun ikat. Sedangkan pemanfaatan insentif pajak tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha dagang. Kata kunci : Usaha Mikro kecil Menengah, Dampak Covid-19, Insentif Pajak, Keberlangsungan Usaha.
GETREDA STEFANIA DOKI
· Thesis · Open Access
ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DAERAH SEBELUM DAN SELAMA COVID DI KOTA KUPANG ABSTRAK Penelitian ini didasari karena adanya salah satu virus berbahaya yang disebut Covid-19 . Dengan adanya covid bukan hanya berdampak pada kesehatan saja tapi sangat berdampak juga pada aktivitas ekonomi. Penelitian dengan judul “Analisis Penerimaan Pajak Daerah Sebelum Dan Selama Covid Di Kota Kupang“ bertujuan untuk melihat perbandingan penerimaan pajak daerah sebelum dan selama covid terhadap pendapatan pajak hotel, restoran, hiburan, reklame dan penerangan jalan. Pajak daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Daerah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah kumpulan data realisasi penerimaan pajak kota Kupang dari pajak hotel, restoran, hiburan, reklame dan penerangan jalan dari bulan Januari – Desember 2019 dan bulan Januari – Desember 2020. Penelitian ini menggunakan uji T-pa ired Sampel Test dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji penerimaan pajak hotel dan hiburan menggunakan T-paired Sampel Test mengalami perbedaan sebelum dan selama covid. Sedangkan penerimaan pajak restoran, reklame dan penerangan jalan tidak mengalami perbedaan sebelum dan selama covid. Kata kunci : Pajak Daerah, Covid-19, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan
ADELINA SAI
· Thesis · Open Access
ABSTRACT
The aims of this research is (1) to find out translation procedures applied by translator in translating the book Active English Conversation 1st edition from English to Indonesia, (2).To find out the dominant type of translation procedures from English to Indonesia applied in active English conversation textbook. In this research the writer used qualitative method to find out the translation procedures and quantitative method to find out the percentages of translation procedures. The result of this research is (1) the writer find out that there are 156 data of translation procedures applied on Active English Conversation Textbookconsist of (a) Borrowing is 16 data (10,25%), (b) Calque is 18 data (11,53%), (c) literal translation is 113 data (71, 51%) and (d) Transposition is 8 data (5, 12%) , equivalence 1 data (0, 64%) . (2) The dominant type of translation procedure from English to Indonesia applied inactive English conversation textbook is literal translation has 113 data (71, 51%).
Keywords: Language, Translation, Translation Procedures, Textbook.
ERLANDO YUBIO LEKIDADILA
· Thesis · Open Access
Teaching practice is an integral component of the initial teacher education program. However, students undergoing teaching practice have some concerns about their experience. They have a number of worries and anxieties, which result in high levels of stress. Various factors can cause students to be anxious about teaching practices such as the methods used in teaching, classroom and material management, or inconsistencies in the way students are evaluated by tutors. This study aims to determine the anxiety of preservice teachers about teaching practices, what the possible sources of student teacher anxiety. Methods: For this purpose, the pre-service teacher anxiety scale was used to collect data and provide student-teacher questionnaires. The participants were 8 student teachers of the Department of English Teaching from the Faculty of Education. Findings and Results: Findings indicated that student teachers were anxious about factors such as evaluation, classroom management, and lack of self-confidence. In addition, they were more anxious about evaluation and classroom management than pedagogy and staff, and teacher-student relations. The findings also reveal that student teacher anxiety before and during their teaching practice may be due to several inconsistencies: the way student teachers are assessed and evaluated, the varying expectations of mentors and supervisors related to their performance in class, lack of congruence among mentors. Regarding their approach to teaching practice, and finally, poor quality of feedback provided to student teachers by their mentors and supervisors
AURELIA THERESIA BETE SEU
· Thesis · Open Access
ABSTRACT
This thesis is under the title “An Analysis of Rhyme and Meaning Found in Hase Hawaka Lyric at Lasiolatvillage. The problem of this study are what are the types of rhyme in Hase Hawaka lyric? And what are the dominant types of meaning in Hase Hawaka lyric?. The aim of study are to find out the types of rhyme and dominant types of meaning in Hase Hawaka lyrics. Qualitative research is used as a method in this study. The data were taken from four members of the community or in tetun language is called Makoanwhich means speakers. Consisting of village official and descendats of king, in Lasiolat village, Belu regency. Sofyan in hamzah theory of rhyme and leech theory of meaning, are both the main theories for analyzing data. Based on the analysis of the rhyme and meaning of Hase Hawaka lyrics. The writer finds 65 stanza which are classified as 6 continues rhymes, 8 double rhymes, 2 broken rhymes and 3 dominant meaning, all of which include conocative meaning.After describing the rhyme and meaning, the writer hopes that this research can provide information or knowledge about the rhyme and meaning of HaseHawaka lyric to in society the Fatulotu village, Lasiolatsubdistrict, Belu Regency.
Keyword: Rhyme, Meaning, Hase Hawaka
LUKAS ROMAN NAMA
· Thesis · Open Access
Latar belakang hingga saat ini belum diketahui pelaksanaan Tinjauan pola pembinaa prestasi atlet pada club sepak bola angkasa Dirgantara Kota Kupang, dapat berlangsung secara efektif.
Tujuan: untuk mengetahui proses peklaksanaan kegitan pola pembinaan prestasi pada atlet tersebut.
Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil dan Pembahasan: ini mengungkapkan bahwa: kegiatan pola pembinaan prestasi atlet pada club sepak bola Angkasa Dirgantara Kota Kupang dilaksanakan berdasarkan program latihan dengan tujuan dapat mengembangkan bakat dan kemapuan pada atlet untuk dapat mencapai suatu keberhasilan atau prestasi melalui bakat yang di kembangkan. Dalam pelaksanaanya kegiatan pola pembinaan prestasi atlet sepak bola masih ada kendala yang dihadapi tetapi adanya bimbingan dari pelatih terhadap atlet maka dapat mencapai hasil pengembangan bakat yang maksimal dan optimal untuk sebagai satu fondasi yang kuat dalam pencapaian prestasi yang diharapkan baik dari atlet maupun pihak club.
Simpulan: kegiatan pelaksanaan pembinaan berdasarkan struktur atau sesuai dengan pola pelatihan pembinaan yang sudah di tetapkan berdasarkan penetapan Asosiasi Sepak Bola Profinsi (ASPROF) untuk dapat menjadikan atlet pada club tersebut mencapai target pembinaan
ALFIRA YUNINGSI NATONIS
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pengawasan Fungsional Dan Penerapan Sistem Akuntansi Terhadap Akuntabilitas Keuangan Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang didistribusikan secara langsung pada Pegawai Negeri Sipil Pada Badan Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan jumblah 47 orang. Skala pengukuran data dengan skala ordinal dengan teknik analisis data berupa analisis pendahuluan yang berisikan deskripsi atau gambaran umum secara lengkap tentang konsep atau variabel penelitian menurut konsep dan indikator empirik dengan tujuan untuk melihat kecendrungan hasil penelitian, dimana dalam analisis pendahuluan ini terdapat uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis lanjutan yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan alat bantu aplikasi SPSS ( Statistical Product and Services Solutions ) versi 24, dimana dalam analisis lanjutan ini terdapat koefisien determinasi dan uji t. Hasil penelitian ini adalah pengawasan fungsional dengan indikator pemerintah yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, nepotosme, pemeriksaan program pengelolaan keuangan, pengujian, penilaian, monitoring, evaluasi kegiatan terdapat pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H1 diterima. Hal ini didukung dengan hasil analisis data yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,246 dan signifikan sebesar 0,014 yang lebih besar dari 0,05. Penerapan sistem akuntansi dengan indikator dokumen sumber pembukuan, catatan, prosedur, laporan keuangantidak berpengaruhsignifikan terhadap akuntabilitas keuangan memberikan arti bahwa H2 ditolak. Hal ini didukung dengan hasil analisis yang menunjukkan nilai koefisien beta unstandarlized sebesar 0,178 dan signifikan sebesar 0,277 yang lebih besar dari variabel 0,05.
Hasil penellitian ini adalah Pengaruh Pengawasan Fungsional (X1) berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas Keuangan dan Penerapan Sistem Akuntansi (X2) tidak berpengaruh signifikan positif terhadap Akuntabilitas keuangan.
AGUSTINUS BRIA TEFI
· Thesis · Open Access
Prestasi kerja lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau nilai.Prestasi juga merupakan suatu hasil yang dicapai seseorang setelah ia melakukan suatu kegiatan. Tanpa adanya suatu prestasi kerja yang tinggi, mengakibatkan tugas-tugas pekerjaan yang diselesaikan kurang baik.Semakin pegawai yang prestasi kerja tinggi, maka produktivitas instansi secara keseluruhan akan meningkat dan instansi dapat bertahan dalam persaingan kinerja. Penilaian prestasi kerja ini dapat dilihat dari tingakat kecakapan, kedisiplinan, kepribadian dan tanggungjawab setiap pegawai dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Memasuki era globalisasi, kebutuhan mutlak akan sumber daya manusia yang tangguh tidak dapat dipungkiri dalam menghadapi abad baru ini, organisasi akan memenuhi suatu bentuk persaingan yang sangat kompleks dengan variasi, intensitas dan cakupan memungkinkan belum pernah ditemui sebelumnya, sehingga organisasi membutuhkan orag-orang yang tangguh, yang sanggup beradaptasi dengan cepat untuk setiap organisasi yang terjadi, yang sanggup bekerja dengan cara-cara baru melalui kecakapan dengan tugas-tugasnya, prestasi kerja mempunyai unsur kemampuan, kecakapan, disiplin kerja, dan ketelitian sehingga dapat memberikan hasil kerja yang lebih baik atau menonjol, Robin dan Judge ( 2011 : 68)
Keterampilan kerja merupakan salah satu faktor dalam usaha mencapai suksesnya pencapaian tujuan organisasi. Tujuan keterampilan kerja yaitu untuk dapat memudahkan suatu pekerjaan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan secara efektif dan efesiensi tanpa adanya kesulitan hinngga akan menghasilkan suatu kinerja pegawai yang baik. Tujuan pengembangan pegawai adalah untuk memperbaiki efektifitas kerja pegawai dalam mencapai hasil-hasil kerja yang telah ditetapkan. Perbaikan efektifitas kerja dapat dilakukan dengan cara memperbaiki pengetahuan pegawai, keterampilan maupun sikap pegawai itu tersendiri terhadap tugas-tugasnya.
Sikap kerja merupakan tindakan yang diambil pekerja dan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pekerja tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan (Purwanto,2008:67). Sikap kerja adalah penilaian kesesuaian antara alat kerja yang digunakan oleh pekerja dalam kerja dengan ukuran antropometripekerja dengan ukuran yang sudah ditentukan (Rahayu,2005:72).pada saat bekerja sangat perlu diperhatikan dimana sikap kerja harus dalam keadaan seimbang agar dapat bekerja dengan nyaman dan tahan lama (Murulalia,2010:145).
Kenneth (2000:129) menjelaskan bahwa sikap kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang mencerminkan pengalaman yang meyenangkan dan tidak menyenangkan dalam pekerjaannya serta harapan-harapannya terhadap pengalaman masa depan. Sikap kerja sebagai tindakan yang akan diambil pegawai dan kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.
Prestasi kerja merupakan suatu keahlihan yang diharapkan oleh instansi dari pegawainya dalam rangka mengembangkan dan melancarkan sikap perkerjan organisasi.sehingga tujuan organisasi atau instansi dapat tercapai. Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral atau etika, Rivai (2013 : 92).
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu, Hasibuan (2014 : 94).
Prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya, (Mangkunegara, 2012 : 67).
Prestasi kerja merupakan tingkat kecakapan seseorang pada tugas-tugas yang mencakup pada pekerjaannya, (Sutrisno, 2016 : 150)
Justine sirait (2006 : 128) menjelaskan bahwa “ prestasi kerja adalah proses evaluasi atau unjuk kerja pegawai yang dilakukan oleh organinisasi.”
Dengan melihat batasan tersebut dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.Prestasi kerja mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam aktivitas manajemen sumber daya manusia.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas Analisis pengaruh keterampilan kerja dan sikap kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitaf, dengan teknik pengambilan sampel peneliti mengunakan teknik pengambilan data kuisioner. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 45 orang dan jumlah Populasi sebanyak 37 orang pegawai dalam yang ada pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuju-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut: untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel Keterampilan Kerja (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi kerja pada pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari signifikansi Keselamatan Kerja (X1) 0,506> 0,05 dan nilai hitung 1,902 <2,03224 ttabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel Keterampilan kerja (X1) prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.
Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel sikap kerja (X2) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu., hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel sikap kerja (X2) 0,738> 0,05 dan t hitung 0,1902< 2,03224 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel sikap kerja (X2) terhadap Prestasi kerja (Y) pada kantor dinas koperasi usaha kecil menengah(UKM) kabupaten belu.. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor -faktor lain yang mempengaruhi Produktivitas Karyawan, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap Prestasi kerja
ERMALINDA BANU
· Thesis · Open Access
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan dari penelitian adalah bagaimana penggunaan dana desa terhadap perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana- Kabupaten Timor Tengah Utara dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa tersebut. Tujuan dari penelitian dilakukan untuk mengetahui tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur di masyarakat desa tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari lapangan/obyek penelitian dan dideskripsikan atau diuraikan secara kualitatif untuk menjawab permasalahan yang ada. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah daftar pertanyaan yang terdiri dari sejumlah pertanyaan (5) untuk mengumpulkan data dari beberapa nara sumber/informen yakni 3 orang pejabat di desa Tapenpah dan 2 orang staf/anggota BPD desa tersebut yang tahu tentang bagaimana penggunaan dana desa dalam perkembangan infrastruktur di desa Tapenpah dan apa saja kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa tersebut dalam menggunakan dana desa untuk perkembangan infrastruktur di desa ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisis pendahuluan dan analisa lanjutan. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah, Kecamatan Insana-Kabupaten Timor Tengah Utara dalam tiga tahun anggaran yakni dari tahun 2019-2021 menunjukkan hasil yang cukup signifikan dimana penggunaan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa di 3 tahun anggaran tersebut membuahkan hasil yang baik dengan persentase kerja dalam setiap program kerja di setiap tahun anggaran dari 3 tahun anggaran tersebut mencapai 100% hasil capaiannya sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat desa Tapenpah ke taraf yang lebih baik lagi. Selain hasil dari penggunaan dana desa untuk perkembangan/pembangunan infrastruktur desa Tapenpah, penulis juga mendapatkan jawaban dari kendala-kendala yang dihadapi pemerintah desa Tapenpah dalam menggunakan dana desa untuk pembangunan infrastruktur desa tersebut yakni kendala kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terbatas, Keterlambatan Pencairan Dana Desa untuk Pembangunan Infrastruktur Desa dan Kenaikan Harga Barang dan Jasa yang tidak Stabil dari waktu ke waktu yang juga turut berdampak negatif terhadap pembangunan infrastruktur di desa Tapenpah ini. Di bagian akhir dari penulisan skripsi ini, penulis menyarankan dua ide yang harus diterapkan oleh pembaca dan penulis sebagai peneliti yakni penelitian ini bisa menjadi acuan bagi pembaca untuk mendapatkan jawaban dari apa yang ingin diketahuinya dan tulisan ini juga dapat memberikan kontribusi akademik atau ilmiah bagi penulis sebagai peneliti yang akan melakukan penelitian lanjutan dengan masalah yang masih berkaitan erat dengan penulisan skripsi ini
ANTONIA MISSA
· Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul “Pengaruh pendapatan Asli Daerah Dana Aloksi umum Dana Alokasi khusus dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Modal Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2018-2020”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dana Alokasi umum Dana Alokasi Khusus Dan Dana Otonomi Terhadap Belanja Daerah provinsi Nusa Tenggara timur.. Penelitian ini dilakukan pada pemerintahan .Metode pengumpulan data dalam penelitian ini berupa .Metode pengambilan Data dalam penelitian ini yang diambil dari Bursa efek dari Tahun 2018-2020. . Teknik Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Regresi Linear Berganda dan hasil Analisis .dalam penelitian ini PAD,DAU,DAK,secara simultan dan signifikan berpengaruh Terhadap Belanja Modal.
YOHAN HANOK LENGGU
· Thesis · Open Access
Kepatuhan wajib pajak merupakan suatu ketaatan untuk melakukan ketentuan-ketentuan atau aturan-aturan perpajakan yang diwajibkan atau diharuskan untuk dilaksanakan. Dalam system self assessment, wajib pajak diberikan keleluasaan untuk menghitung, menyetor, melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya. Kepatuhan Wajib Pajak juga merupakan faktor utama yang mempengaruhi realisasi penerimaan pajak, dimana tingkat kepatuhan Wajib Pajak dalam hal ini dinilai dengan prilaku Wajib Pajak, dalam melaksanakan kewajiban mengisi dan menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) secara benar, lengkap, jelas, dan tepat waktu sesuai dengan perundang-undangan perpajakan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kepatuhan wajib pajak pada Narrow Restaurant dan Seed Resort yang berlokasi di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi. Informan ditentukan dengan teknik snow ball sampling, yaitu Penggalian data melalui wawancara mendalam dari satu responden ke responden lainnya. Fokus yang diteliti dalam penelitian ini adalahuntuk mengetahui kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi pelaksanan kewajiban perpajakan PB1 dan PPh pasal 4 ayat (2) pada usaha Narrow Restaurant dan Seed Resort.
Hasil tinjauan menunjukan bahwa dalam proses penyetoran serta proses pelaporan pajak PPh pasal 4 ayat (2) pada Narrow Restaurant dan Seed Resort telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Akan tetapi masih terdapat salah satu restoran yaitu Narrow Restaurant yang belum memahi proses perhitungan mengenai besaran Pajak Penghasilan yang harus dibayarkandan juga dari hasil yang diteliti seringkali terlambat dalam proses penyetoran serta proses pelaporan pajak PPh pasal 4 ayat (2) maka dapat dikatakan Narrow Restaurant perlu memberikan perhatian lebih dalam pelaksanan kewajiban pajak, diharapakan agar tidak melebihi dari batas waktu yang telah ditetapkan.
Berdasarkan hasil yang diteliti dapat disimpulkan bawah Narrow Restaurant dan Seed Resort tersebut telah memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan pajak yang berlaku di indonesia. Penelitian yang dilakukan mengenai kepatuhan wajib pajak padaNarrow Restaurant dan Seed Resort dapat ditarik kesimpulan bahwa Pemilik Narrow Restaurant dan Seed Resort sudah memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak dalam hal pembayaran PajakRestoran PB1 sebesar 10% (Perda No. 1 tahun 2012).
FITRY THERESIA WILA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penerapan otonomi daerah seutuhnya membawa konsekuensi logis berupa pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah berdasarkan manajemen keuangan yang sehat. Oleh karena itu diperlukan system pengeloloan keuangan daerah yang baik dalam rangka mengelola dana APBD secara transparan efisien, efektif dan akuntabel. Salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja pemerintah kabupaten dalam mengelola keuangan daerahnya adalah melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan dilaksanakan ( Halim,2017:231).
Kinerja keuangan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakn untuk mengevaluasi efisien dan efektivitas dari aktivitas kinerja keuangan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu. Menurut Sucipto (2013) pengertian kinerja keuangan adalah penentuan ukuran – ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba, kinerja keuangan adalah kemampuan perusahaan dalam meneglola dan mengendalikan sumber daya yang dimilikinya.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan Kabupaten Sumba Barat tahun 2017 – 2020
Ada pun persoalan dalam penelitian ini yaitiu : Bagaimana pemerintah daerah dilihat dari Rasio Kemandiriran, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio Efektivitas. Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio Efisiensi, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio keserasian, Bagaimana Kinerja Keuangan dilihat dari Rasio pertumbuhan. Metode dalam penelittian ini adalah dokumentas. Adapun hasil dari penelitian ini :
Untuk Rasio kemandirian Pemerintah Kab. Sumba Barat yang diukur dalam 4 tahun, dimana untuk tahun 2017 rasio kemandirian sebesar 14,2%, yang termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, untuk tahun 2018 rasio kemandirian mengalami penurunan menjadi 12,1%, yang juga masih termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, untuk tahun 2019 rasio kemandirian kembali mengalami penurunan menjadi 11,8% yang juga masih termasuk dalam kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%, dan untuk tahun 2020 rasio kemandirian kembali mengalami penurunan menjadi 9,1%, yang termasuk dalam Kategori rendah sekali dan termasuk dalam pola hubungan instrutif karena berada diantara 0% dan 25%.
Rasio Kemandirian yang masih rendah menggambarkan kemampuan keuangan daerah Pemerintah Kab. Sumba barat dalam membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan daerah masih sangat tergantung bantuan dari pemerintah pusat. Jadi Kemandirian Keuangan Pemerintah Kota Medan secara keseluruhan dapat dikatakan masih rendah, hal ini menggambarkan bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern masih sangat tinggi. Daerah belum mampu mengoptimalkan PAD untuk membiayai pembangunan daerahnya.
Kesadaran dan partisipasi masyarakat akan pembayaran pajak dan retribusi juga salah satu hal yang menyebabkan PAD yang dihasilkan Pemerintah Kab. Sumba barat sedikit dan belum bisa dapat diandalkan untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.
Rasio efektivitas atas pendapatan daerah untuk tahun 2018 sampai tahun 2020 berfluktuatif, untuk tahun 2018 rasio efektivitas sebesar 103,1%, yang termasuk dalam kategori sangat efektif karena berada diatas 100%. Pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 82,6% dan termasuk dalam kategori cukup efektif karena berada pada 75%-89%, dan untuk tahun 2020 kembali mengalami peningkatan menjadi 104,1%.
Untuk rasio efektivitas pemerintah daerah Kab. Sumba Barat adalah sangat baik, hal ini tentu dipengaruhi oleh realisasi pendapatan yang lebih besar dari anggaran setiap tahunnya.
Rasio efisiensi untuk pemeritah daerah Kab. Sumba Barat tergolong tidak efisien dikarenakan jumlah belanja yang tinggi dan tidak seimbang dengan jumlah pendapatan deerah, Dengan meningkatnya rasio efisiensi atas pendapatan Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat menunjukan bahwa kinerja dari pendapatan daerah Kab. Sumba Barat mengalami penurunan karena besarnya belanja yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kab. Sumba Barat untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Kab. Sumba Barat. Untuk tingkat rasio belanja modal untuk tahun 2017 sampai tahun 2020 mengalami peningkatan. Untuk pengeluaran dana yang dilakukan oleh pemerintah Kab. Sumba barat untuk tahun 2017 sampai tahun 2020 masih dapat dikatakan cukup baik, hal ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah Kab. Sumba barat dalam pembelanjaan modal cukup mampu dalam menjalankan kegiatan untuk kebutuhan pembangunan daerah tersebut.
Rasio pertumbuhan untuk tahun 2018 terbilang cukup baik, namun pada tahun 2019 dan 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pendapatan daerah yang terjadi pada pemerintah Kab. Sumba Barat untuk tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan yang signifikan, hal ini terjadi dikarenakan kurang maksimalnya jumlah pendapatan yang diterima Pemerintah Kab. Sumba Barat.
Dapat disimpulkan bahwa Rasio kemandirian pemerintah Kab. Sumba Barat terus mengalami penurunan dari tahun 2017 – 2020, hal ini mengindikasikan bahwa Kemandirian Keuangan Pemerintah Kab. Sumba Barat secara keseluruhan dapat dikatakan masih rendah, hal ini menggambarkan bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern masih sangat tinggi
Daerah belum mampu mengoptimalkan PAD untuk membiayai pembangunan daerahnya.Untuk rasio efektivitas pemerintah daerah Kab. Sumba Barat adalah sangat baik, hal ini tentu dipengaruhi oleh realisasi pendapatan yang lebih besar dari anggaran setiap tahunnya Untuk rasio efisiensi pemerintah Kab. Sumba Barat tergolong tidak efisien dikarenakan pendapatan daerah yang tidak seimbang denagan anggaran belanja daerah atau belanja daerah lebih besar dari pendapatan Kab. Sumba Barat.
Untuk rasio belanja modal pemerintah Kab. Sumba Barat tegolong cukup baik karena berada diatas 20% dan rasio pertumbuhan pemerintah Kab. Sumba Barat tergolong kurang baik karena mngalami penurunan yang cukup sigifikan khususnya pada tahun 2019 dan 2020.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan Daerah, Rasio Kemandirian, Rasio Efektifitas, Rasio Efesiensi, Rasio Keserasian Dan Rasio Pertumbuhan.
NIA DANIATI ARLENI BAIT
· Thesis · Open Access
In general, the morphology of citrus plants consists of three basic organs, namely roots, stems and dann. Leaves are one of the plant parts that can be used for morphological and anatomical identification because each andn carries substantial information that can be used to identify various types of plants. In terms of morphology, citrus leaves can be studied from the shape and shape of oranges. While the general anatomy of oranges consists of epidermis, cuticle, stomata, mesophyll, palisade tissue and vascular tissue. The purpose of this study was to determine the morphological and anatomical characteristics of Local Jeruk Leaves (Citrus sp.) found in South Central Timor Regency. This study used observation and experiment methods with sampling and oranges in South Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province and observations were made at the Biology Laboratory of Artha Wacana Christian University Kupang. The data analysis used was cluster analysis. This step was intended to assess the similarity between accessions of citrus plants using the dendogram analysis method. aurantifolia), peppercorns (Citrus grandis). In terms of morphology of citrus species, the four types observed showed differences that the characteristics of the leaves were single and moss green and dark green in color and single leaf shape and oval and oval in shape, leaf base tapered rounded leaf tips slightly blunt with a slight indentation inward and tapered. Leaf margins, oval in the middle of the leaves form a round indentation, with leaf margins with small, large and grooved teeth. Meanwhile, the anatomical characteristics of the leaves of the four types of citrus plants also have similarities where the shape of the stomata is included in the anosmotic category, namely the stomata type with guard cells surrounded by a number of cells. which do not differ from other epidermal cells in shape and size.
MERI ANJELITA KOLO PAU
· Thesis · Open Access
ABSTRAK Sumber daya manusia yang merupakan motor penggerak serta ujung tombak dalam sebuah organisasi atau perusahaan yang memiliki peran penting demi tercapainya tujuan yang telah di rencanakan. Tanpa adanya SDM yang berkualitas serta memiliki visi yang sesuai dengan kebutuhan dari sebuah organisasi tentunya akan sangat merugikan dan membuat perusahaan tersebut sulit untuk berkembang dan mencapai tujuannya (Sihombing, dan Verawati, 2020:389). Permasalahan yang terkait sumber daya manusia selalu menjadi topik utama bagi organisasi agar tetap terus bertahan dalam persaingan di era modern ini. Walaupun dukungan sarana. Prasarana, serta sumber dana yang memadai, akan tetapi tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, kegiatan perusahaan tidak dapat diselesaikan secara baik. Sebagai ujung tombak, SDM akan menentukan keberhasilan dalam setiap langkah yang dilakukan organisasi. Tuntutan organisasi untuk mempertahankan, mengembangkan serta memperoleh SDM yang berkualitas di era globalisasi yang penuh persaingan semakin mutlak di perlukan sesuai dengan dinamika usaha yang selalu ada. Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan di dalamnya terdapat kerjasama untuk melaksanakan pekerjaan, selain mengarah pada pencapaian tujuan, kualitas kerja secara operasional harus dapat memberikan pelayanan yang bisa memberikan kepuasan kepada nasabah atau pelanggannya (Herawati, 2018:958). Menyadari begitu pentingnya Sumber Daya Manusia bagi perusahaan, maka suatu perusahaan harus memiliki karyawan yang punya keahlian serta keterampilan di bidangnya, sesuai dengan pendidikan yang mereka dapat. Selain itu juga sumber daya manusia saat ini memiliki peran yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan harus memperhatikan Sumber Daya Manusia baik dari segi pelayanannya untuk mengoptimalkan kepuasan nasabah. dengan pelayanan yang baik tentunya akan memberikan kontribusi dalam mencapai tujuan sebuah perusahaan lebih dari itu pelayanan yang baik yang diberikan juga merupakan nilai jual yang lebih untuk menarik minat nasabah dalam melakukan transaksi diperusahaan. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul “Analisis Hubungan Pengembangan Sumber daya Manusia Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Dan Kepuasan Nasabah (Studi Kasus Pada Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Soe” Adapun yang menjadi persoalan mendasar dalam penelitian ini yakni Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan meningkatnya kualitas pelayanan nasabah Bank BRI Cabang Soe serta Bagaimana Hubungan Pengembangan Sumber Daya manusia dengan kepuasan nasabah Bank BRI Cabang Soe. Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif, dengan menggunakan analisis Koreasi Product Momen Berdasarkan Persoalan yang telah dijabarkan diatas maka hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM. 2. Adanya korelasi atau hubungan yang signifikan antara pengembangan Sumber Daya Manusia (Y) dengan Kepuasan Nasabah (X2) dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM 3. Berdasarkan nilai korelasi kualitas layanan dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.328 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. 4. Berdasarkan nilai korelasi kepuasan nasabah dan pengembangan SDM ditemukan nilai korelasi sebesar 0.347 dimana lebih kecil dari 0.5 maka dapat kategorikan korelasinya rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengembangan SDM (Y) dengan kualitas pelayanan (X1) dan Kepuasan nasabah (X2) hal tersebut dapat dilihat dari hasil Koreasi Product moment dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,014, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,014 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan pengambangan SDM, dan dengan nilai Signifikansinya adalah sebesar 0,009, karena signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,009 0,05) maka Ha diterima jadi terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan nasabah dengan pengambangan SDM, dengan jumlah responden yang diteliti berjumlah 56 orang Pegawai BRI Cabang Soe. Berdasarkan hasil peelitian dan landasan teori menyatakan adanya hubungan yang erat dan signifikan kedua variabel kualitas pelayanan dan kepuasan nasabah terhadap Pengembangan SDM. Adapun Implikasi teoritis yang digunakan dalam penelitian ini yakni: Pengembangan Sumber Daya Manusia menurut Richard Swanson (1998) adalah sebuah proses pengembangan atau melepaskan keahlian manusia melalui pengembangan organisasi serta pelatihan personil dengan tujuan meningkatkan kinerja. Kualitas pelayanan menurut Hermawan (2018) yakni rangkaian bentuk istimewa dari suatu produksi atau pelayanan yang mampu memberikan kemampuan untuk memuaskan kebutuhan serta keinginan masyarakat, kepuasan nasabah menurut Kotler (2004:10) yakni tingkatan dimana anggapan kerja (perceived performance) produk akan sesuai dengan harapan seorang pelanggan. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka peneliti memberikan saran yakni kepada pihak BRI Cabang Soe agar kepastian pemberian jaminan rasa keamanan kepada nasabah saat melakukan transaksi di kantor lebih ditingkatkan lagi demi keamanan dan kenyamanan nasabah terkait kemudahan layanan pada kepuasan nasabah memiliki skor rendah sehingga peneliti mengharapkan pihak BRI Cabang Soe agar setiap jenis pelayanan yang ada di buat menjadi lebih mudah untuk diakses oleh para nasabah. Kata Kunci: Pengembangan SDM, Kualitas Layanan, Kepuasan Nasabah
PAULUS B. TAOLIN
· Thesis · Open Access
PAULUS B. TAOLIN (16384223) Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Nunhila dan Nunbaun Delha, Kota Kupang. Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi., M.Si selaku Pembimbing I dan Donny M, Bessie, S.Pi, M.Si, selaku Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana. Makroalga merupakan tumbuhan thallus (Thallophyta) dimana organ-organ berupa akar, batang dan daunnya tidak terdiferensiasi dengan jelas (tidak sejati). Pesisir pantai Nunhila dan Nunbaun Delha Kecamatan Alak Kota Kupang, Merupakan salah satu daerah pesisir yang memiliki potensi sumberdaya makroalga yang cukup melimpah. Makroalga di Nunhila dan Nunbaun Delha memiliki keanekaragaman spesies (biodiverisity) yang tinggi namun organime ini sangat rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan atau tekanan ekologis baik secara alami seperti gelombang arus dan musim menjadi faktor pemicu perubahan habitat makroalga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas makroalga di kawasan perairan Pantai Nunhila dan Nunbaun Delha. Penelitian ini menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi makroalga yang ditemukan perairan pantai Nunhila dan Nunbaun Delha berasal dari 3 divisi Chlorophyta terdiri dari 4 spesies yaitu Chaetomorpha intestinali, Ulva Reticulata, Enteromorpha intestinalis dan Ulva lactuca. Divisi Phaeophyta terdiri dari 2 spesies yaitu Sargassum sp dan Padina australis. Divisi Rhodophyta terdiri dari 3 jenis yaitu Gracilaria salicornia, Acanthophora specifera dan Gigartina sp. Nilai indeks keanekaragaman Pantai Nunhila 0,89 dan Nunbaun Delha 0,89 (H') tergolong rendah, indeks keseragaman Pantai Nunhila yaitu 0,93 dan Nunbaun Delha 0,93 (E) tergolong merata dan indeks dominansi (D) Pantai Nunhila 0,13 dan Nunbaun Delha 0,14 menunjukan tidak ada jenis yang mendominansi.
MARINA YULIANA NAIFETO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK IDENTIFIKASI JENIS BIVALVIA DI PANTAI PURU KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG Naifeto, Y, M)* Rafael, A)** Bullu, N)** Bivalvia adalah bagian dalam kelas moluska yang memiliki dua cangkang atau sering disebut kerang. Bivalvia merupakan biota yang hidup diperairan laut, payau serta tawar yang hidup menetap disubstrat dasar perairan. Bivalvia hidup dengan membenamkan diri dalam pasir atau lumpur dan menempel pada bebatuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis Bivalvia yang terdapat di Pantai Puru, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah transek garis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive sampling pada stasiun pengamatan yang ditentukan secara sengaja. Berdasarkan hasil kegiatan penelitian yang telah saya lakukan di pantai Puru Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. Hasil pengamatan dan koleksi fauna Bivalvia pada empat stasiun yaitu : Barbatia obliquata, Mactra violacea,Donax townsendi, Gafranium pectinatum,Paphia undulata.
APLONIA SELAN
· Thesis · Open Access
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraanpemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat (PP 8/2006). Menurut Lili (2018) Dana Desa ialah dana yang diterima Desa setiap tahun yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sengaja diberikan untuk desa dengan cara mentransfer langsung lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota yang dipakai untuk mendanai segala proses penyelenggaraan urusan pemerintah atau pembangunan desa dan memberdayakan semua masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi alokasi Dana Desa Nasi. Jenis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yaitu penulis mengumpulkan data histori seperti Laporan Realisasi penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2016– 2019. Hasil peneliitian menunjukan bahwa Implementasi alokasi Dana Desa di Desa Nasi kecamatan Amanatun Utara di lihat dari penjabaran anggaran belanja desa lebih diprioritaskan untuk bidang pembangunan fisikdan masih terdapat banyak permasalahan, dalam proses implementasi kegiatan baik di bidang perencanaan dana Desa, pelaksanaan dana desa, pelaporan dana desa, pengawasan keuangan Desa APBDes. Perencanaan adalah suatu proses penentuan sesuatu yang ingin dicapaikan di masa yang akan datang serta menetapkan tahapan-tahapan yang dibutuhkan untuk mencapainya. Hal ini menjadi penting sebab perencanaan merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan. Dalam perencanaan keuangan desa, diperlukan rencana tahapan yang strategis. Salah satu yang dapat direncanakan dalam hal tersebut adalah cara mengalokasikan dana desa dengan sebaik-baiknya. Pada tahap perencanaan penggunaan APBDes didahului dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdesa) dengan melibatkan BPD, LPMD, dan tokoh masyarakat lainnya. Perencanaan APBDes dilakukan dengan menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat melalui musyawarah desa. APBDes adalah salah satu pendapatan desa yang penggunannya terintregasi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Oleh karena itu, program perencanaan dan kegiatannya disusun melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa. Kata Kunci : Implementasi Dana Desa dan pemberdayaan Ekonomi Masyarakat.
FALERIO FUNAN
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
MODEL LATIHAN SHOOTING SEPAK BOLA PADA PS ANGKASA KUPANG
Falerio Funan 1, Andreas J. F. Lumba2, Fredik Edison Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Model Latihan shooting adalah suatu bentuk atau cara dalam suatu proses latihan yang menggunakan bentuk-bentuk dan bervariasi. Shooting merupakan faktor penentu dalam mencapai tujuan dari permainan sepakbola
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti adalah Untuk mengetahui proses pelaksanaan latihan shooting di PS Angkasa Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu rangkaian kegiatan untuk mendapatkan data-data dari tempat penelitian sesuai dengan kenyataan yang dilihat dan didengar peneliti secara langsung, dengan membutuhkan waktu selama ± 2 (dua) bulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Proses model latihan shooting yang di terapkan PS Angkasa Kupang sangat efektif dan dilaksanakan berdasarkan program yang sudah di siapkan. Model latihan shooting yang di gunakan antara lain 1) Shooting menggunakan punggung kaki, 2) Shooting menggunakan kaki bagian dalam, 3) Shooting menggunakan kaki bagian luar. Dengan variasa tengangan bola diam, bola bergerak, dan melewati rintangan.
Simpulan: Dengan adanya pengembangan latihan yang dilaksanakan oleh PS Angkasa ini sangat membantu para atlet dalam mengembangkan bakatnya di bidang olahraga yang diminatinya. Sehingga dapat memberikan nilai positif kepada setiap atlet dalam menekuni setiap latihan yang diberikan.
Kata kunci: Latihan shooting, PS Angkasa kupang