ELDA LEDIANA LAU
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA WHATSAPP TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK BAGI SISWA
Elda Lediana Lau1*, David Loba, S.Pd., M.Pd2, Yahya J. Palinata, S.Pd., M.Or3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Masalah yang penulis jumpai adalah pada proses pembelajaran daring, guru menggunakan media WhatsApp sebagai media pembelajaran sehingga dengan penggunaan media WhatsApp adakah pengaruh terhadap hasil belajar siswa
Tujuan penelitian: Kegiatan penelitian ini memiliki tujuan yang hendak di capai adalah untuk megetahui Pengaruh Penggunaan Media WhatsApp terhadap Hasil Belajar PJOK Bagi Siswa
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif
Hasil dan pembahasan: Hasil belajar PJOK dari hasil rekapitulasi nilai hasil ulagan harian atletik siwa kelas VII B SMP Negeri 20 Kota Kupang 75, 16% dan Pembahasan pengaruh media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar PJOK bagi siswa bersadarkan hasil rekapitulasi pengaruh pengunaan media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar di kelas VII B SMP Negeri 20 Kota Kupang 84, 31%
Simpulan: Berdasarkan nilai r dari output, diperoleh nilai rhitung 0,030305191 dan rtabel 0,240. Karena nilai rtabel 0,240 < rhitung 0,030305191 yang berarti Ha di terima dan Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam menggunakan media sosial WhatsApp terhadap hasil belajar siswa.
Katakunci: WhatsApp, hasil belajar
SEBA KELABEKA
· Thesis · Open Access
Peran perempuan merupakan suatu prilaku yang dilakukan dan diharapkan berdasarkan dengan status sosial, dengan melakukan apa yang seharusnya dilakukan untuk memenuhi harapan bagi diri sendiri dan harapan bagi orang lain. Peran seorang perempuan dalam jemaat sebatas menjadi seorang diaken dan bekerja didapur. Tugas yang diberikan kepada mereka berdasarkan dengan pemahaman budaya dan sistem sosial yang berkembang dan telah mendarah daging dalam kehidupan jemaat, bahwa perempuan adalah orang yang lemah dan tugas mereka untuk melahirkan anak, mengurus anak dan berada didapur untuk bekerja. Bahkan seorang anak perempuan telah diberikan pemahaman sejak kecil, tentang bagaimana tugas mereka yang berada didapur untuk menyiapkan segala hal untuk semua orang, dan tidak diperbolehkan berada di depan. Hal ini mempengaruhi perempuan ketika diminta untuk terlibat dalam setiap kegiatan, mereka merasa tidak pantas dan tidak kepercayaan diri.
Dari masalah yang dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai perempuan dan perannya dalam pelayanan gereja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan jemaat tentang peran perempuan baik dalam gereja maupun masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perempuan selalu ditempatkan pada urutan kedua berdasarkan dengan sistem budaya yang sudah ada sejak dahulu. Maka Fakilau ( Mariam Lakapada) menjadi sosok perempuan yang telah mendobrak sistem kebudayaan dengan melakukan pembaharuan dan membuktikan bahwa perempuan juga memiliki nilai yang sama dengan laki-laki yaitu semua setara, sebab Tuhan sendiri tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan dengan melihat pada sistem budayanya dan sistem sosial tetapi Tuhan datang untuk semua orang tanpa terkecuali.
RUTH NAOMI FANLEHI
· Thesis · Open Access
Gong dan moko merupakan alat musik yang dapat dipakai oleh masyarakat dalam suatu acara seperti penyambutan kepada tamu, peminangan perempuan dan juga sebagai simbol kepada orang yang telah meninggal. Masyarakat Mataru Barat memahami gong dan moko sebagai salah satu benda sakral yang harus dibawa ketika melihat orang yang telah meninggal. Masyarakat Mataru Barat memahami gong dan moko sebagai benda sakral yang wajib dibawa oleh anak laki-laki dan anak perempuan ketika memasuki tenda duka. Gong dan moko yang dibawa oleh anak laki-laki dan perempuan harus diberikan kepada saudara perempuan dan saudara laki-laki dari si mati (nengfala/mayolfala)
Dari masalah yang telah dipaparkan, maka penulis melakukan penelitian mengenai gong dan moko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang makna gong dan moko dalam upacara Kematian. Tempat penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman dengan teknik masyarakat Mataru tentang gong dan moko merupakan suatu penyakit yang dapat mengakibatkan sakit penyakit, kecelakaan dan kematian. Masyarakat Mataru Barat memahami bahwa ini merupakan suatu budaya yang harus dilakuka jika tidak dilakukan maka masyarakat akan mendapatkan tantangan. Oleh karena itu masyarakat perlu memahami bahwa gong dan moko bukan sebagai benda sakral yang dapat membawa bencana tetapi sebagai simbol yang dapat mempersatukan antara anak laki-laki dan perempuan kepada saudara-saudara dari orang yang telah meninggal dan juga memberi tanggung jawab untuk melihat keluarga yang ditinggalkan.
MARGARETHA IRMALINDA NABUT
· Thesis · Open Access
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI
SIMPAN PINJAM CU SERVIAM PENFUI KOTA KUPANG
Oleh :
Margaretha Irmainda Nabut
Nim : 18410286
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang.subyek dalam penelitian ini adalah pengurus koperasi dengan laporan keuangan sebagai obyek penelitian. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kinerja keuangan Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang tahun2018 sampai 2020 berdasarkan rasio keuangan yang terdiri dari rasio liquiditas rasio solvabilitas, rasio rentabilitas, rasio profitabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan yang digunakan menggunakan teknik dokumentasi.teknik analisis data menggunakan deskriptif dengan rumus : current ratio,debt to asset,return on invesment, dan return on equity.Rasio likuiditas menurut Fred Westondalam Kasmir (2016:110), merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Menurut Kasmir (2016:151), bahwa‘Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan yang dibiayai dengan utang.
Rasio rentabilitas adalah hasil akhir dari serangkaian kebijakan dan keputusanyang dibuat oleh sebuah perusahaan. Sementara rasio lain dapat memberikan petunjuk yang berguna dalam mengevaluasi kinerja perusahaan,Rasio pendapatan menunjukkan dampak kumulatif dari likuiditas,dan solvabilitas . Menurut Kasmir (2016:196),bahwa:“rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja keuangan berdasarkan (1) Rasio liquiditas pada tahun 2018 current ratio sebesar 124,22% dengan kriteria “kurang baik” .pada tahun 2019 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 124,90% dengan kriteria “kurang baik” .peningkatan ini disebabkan oleh karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.pada tahun 2020 perolehan current ratio mengalami peningkatan sebesar 126,76% dengan kriteria “ kurang baik”peningkatan ini disebabkan karena setiap tahun jumlah total aktiva dan hutang lancar semakin meningkat.(2) rasio solvabiitas pada tahun 2018 sebeesar 80,50 engan kriteria buruk .pada tahun 2019 debt to asset sebeesar 80,06% dengan kriteria buruk kemudian pada tahun 2020 debt to asset sebesar 78.88% dengan kriteria buruk.(3) rasio rentabilitas pada tahun 2018 return on invesment sebesar 1.30 dengan kriteria sangat baik dan pada tahun 2019 return on invesment sebesar 1,27% dengan kriteria sangat baik kemudian pada tahun 2020 return invesment sebesar 1,15%.Berdasarkan analisis yang dilakukan ,kinerja keuangan koperasi simpan pinjam cu serviam penfui kota kupang bernilai 25 dengan kriteria sangat baik.(4) rasio profitabilitas pada tahun 2018 return on equity yang di peroleh sebesar 7,17% dengan kritria kurang baik .pada tahun 2019 retirn on equity yang diperoleh sebesar 6,86% dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 return on equity yang diperoleh sebesar 6,40% dengan kriteria kurang baik juga.
Berdasarkan hasil penelitian , pada tahun 2018 nilai koperasi yang dihitung berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor:06/Per/K.KUKM/V/2006 Tentang Pedoman Penilaian Koperasi Berprestasi/Koperasi Simpan Pinjam Cu Serviam Penfui Kota Kupang memperoleh nilai sebesar 25 dengan
kriteria sangat baik,pada tahun 2019 nilai koperasi sebesar 25 dengan kriteria kurang baik dan pada tahun 2020 juga nilai koperasi yang diperoleh sebesar 25 dengan kriteria kurang baik.
Kata kunci : kinerja keuangan koprasi,rasio liquiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabil
FREDERIKA OA KELEN
· Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pengelolaan Keuangan Dana Desa Pada Desa Mata Air Kecamatan kupang Tengah Kabupaten Kupang, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengellaan keuangan dana desa pada desa Mata Air pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 sudah menjalankan siklus keuangan desa dengan baik mulai dari penyusunan rencana anggaran hingga pada siklus pertanggungjawaban anggaran dana desa. Sehingga dapat dikategorikan efektif hanya saja pengaruhnya adalah penundaan terhadap pencairan dana desa pada tahun berikutnya.
untuk mengetahui penerapan Permendagri No. 113/2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Mata Air kecamatan kupang tengah kabupaten kupang mengetahui hambatan dalam penerapan; dan upaya yang harus dilakukan dalam penerapan Permendagri No. 113/2014 di Desa Mata Air kecamatan kupang tengah kabupaten kupang. Metode kualitatif-deskriptif digunakan untuk menggambarkan dan menginterpretasikan data mengenai pengelo-laan keuangan Desa yang ditemukan di lapangan kemudian ditarik sebuah kesimpulan.
Pengumpulan data dilaksanakan dengan studi dokumentasi dan wawancara. Kemudian teknik analisis data cara mereduksi, menyajikan hingga memverifikasi data. Hasil dari penelitian ini yaitu secara garis besar pengelolaan keuangan Mata Air belum sepenuhnya sesuai dengan Permendagri Nomor 113/2014. Beberapa kendala yang dihadapi diantaranya dalam perencanaan Desa tidak tepat waktu menyampaikan Raperdes tentang APBDesa. Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan bertentangan dan tidak sesuai dengan Permendagri. Kemudian, laporan setiap bulan tidak disampaikan kepada Kepala Desa. Serta pembinaan dan pengawasan dari pemerintah daerah yang kurang maksimal.
Keuangan Desa dikelola berdasarkan asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Pengelolaan Keuangan Desa dikelola dalam masa 1 (satu) tahun anggaran yakni mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember. Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa.
1. Kepala Desa adalah pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa dan mewakili Pemerintah Desa dalam kepemilikan kekayaan milik desa yang dipisahkan.
2. Sekretaris Desa. Sekretaris Desa bertindak selaku koordinator pelaksana teknis pengelolaan keuangan desa.
3. Bendahara. Bendahara di jabat oleh staf pada Urusan Keuangan. Bendahara mempunyai tugas : Menerima, menyimpan, menyetorkan/membayar, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan penerimaan pendapatan desa dan pengeluaran pendapatan desa dalam rangka pelaksanaan APBDesa.
Tahapan Pengelolaan Keuangan Desa yaitu sebagai berikut :
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan: Sekretaris Desa menyusun Rancangan Peraturan Desa tentang APBDesa berdasarkan RKPDesa tahun berkenaan.
2. Pelaksanaan.
Semua penerimaan dan pengeluaran desa dalam rangka pelaksanaan kewenangan desa dilaksanakan melalui rekening kas desa.
3. Penatausahaan.
Penatausahaan dilakukan oleh Bendahara Desa. Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran menggunakan buku kas umum; buku Kas Pembantu Pajak; dan buku Bank.
4. Pelaporan.
Kepala Desa menyampaikan laporan realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota berupa laporan semester pertama dan laporan semester akhir tahun.
Laporan semester pertama berupa laporan realisasi APBDesa.
Laporan realisasi pelaksanaan APBDesa disampaikan paling lambat pada akhir bulan Juli tahun berjalan.
Laporan semester akhir tahun disampaikan paling lambat pada akhir bulan Januari tahun berikutnya.
5. Pertanggungjawaban
Kepala Desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa kepada Bupati/Walikota setiap akhir tahun anggaran.
Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa ditetapkan dengan Peraturan Desa.
Peraturan Desa tentang laporan pertanggungjawaban realisasi pelaksanaan APBDesa dilampiri.
format Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Pelaksanaan APBDesa Tahun Anggaran berkenaan
format Laporan Kekayaan Milik Desa per 31 Desember Tahun Anggaran berkenaan format Laporan Program Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang masuk ke desa.
YUSUF SEBU KALALA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
APBDes memiliki fungsi sebagai dokumen resmi yang mempunyai kekuatan, dimata hukum yang menjamin kelayakan sebua rencana kegiatan dari segi anggaran, sehingga dapat mengoptimalkan kelayakan hasil rencana kegiatan secara teknis kerena dokumen ini menpunyai kekuatan hukum, maka dokumen ini bersifat mengikat pemerintah Desa dan semua pihak yang yang terkait. Untuk melaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, APBDes ini juga menjamin tersedianya anggaran yang pasti uuntuk melaksanakan rencana kegiatan.
Berdasarkan hal tersebut peneglolaan keuangan desa oleh perintah desa harus dikelola secara tertib taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan akuntabel pengelola APBDes dituntut dapat melaksanakannya sesuai apa yang sudah menjadi aturan hal ini transparansi dari para aparatur desa sangat dibutuhkan, menurut dwiyanto (2008), transparansi tidak hanya penting dalam penyelenggaraan pemerintah, tetapi juga dalam penyelengaraan pelayanan publik. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari angaran pendapatan dan belanja negara(APBN) yang diperuntukan pada desa yang ditaransfer melalui angaran pendapatan belanja daerah (APBD) kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelengaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat di transfer melalui kas rekening desa. Setiap priodik selalu diadakan evaluasi pelaksanaan APBDes yang mengundang BPD, perangkat desa dan toko masyarakat, evaluasi ini dilakukan untuk mewujudkan transparansi dalam APBDes dan diharapkan adanya usulan-usulan demi berjalanya program. Dan dalam pertanggungjawaban administrasi kami selalu membuat laporan pertanggung jawaban tahunan demi melaksanakan prinsip akuntabilitas Anggaran pendapatan dan belanja Desa(APBDes) adalah rencana tahunan pemerintah desa yang oleh kepala desa bersama badan pemuryawaratan desa melalui peraturan desa.
transparansi juga memiliki kontribusi yang sangat penting terhadap upaya penegakan hukum dan pemberantasan praktis korupsi, korupsi dan nepotisme (KKN). Dalam upaya pemerantasan KKN ini, peran transparansi menjadi sangat besar. Rendahnya transparansi sering memberi peluang dan kesempatan kepada para pemegang kekuasaan untuk menyala gunakan kekuasaan. Mengingat Indonesi berada pada peringkat ke-90 terkorup di seluruh 174 negara yang diperiksa.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran pendapatan belanja Desa di Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Jenis penilitian adalah kualitatif diskriftif teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan Dukumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemerintah Desa Penfui Timur telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendapatan belanja Desa berdasarkan peraturan Mentri dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 Tentang pengelolaan keuangan Desa.
Pemerintah Desa Penfui Timur bertanggungjawab kepada Bupati, BPD, dan masyarakat untuk merencanakan kegiatan yang telah disusun dalam Musyawara Desa. Prinsip transparansi sesungguhnya dibangun atas imformasi yang bebas. Bebas diakses oleh siapa saja yang membutuhkannya, dan pemerintah berkewajiban untuk memberikan imformasi tersebut kapada masyarakat Desa terutama berkaitan dengan sesuatu yang telah dilakukan dan tidak dilakukan untuk urusan public.
Keterbukaan akses imformasi rencana kegiatan yang telah disusun disampaikan kepada masyarakat luas dengan pemasangan baliho berisi imformasi APBDes. Pada saat pelaksanaan Tim pelaksana kegiatan bertanggungjawab atas pelaksanaan program kerja.
Masyarakat ikut dilibatkan dalam pelaksanan dalam bentuk papan imformasi proyek. Dalam tahap pelaporan pertangungjawaban pemerintah Desa bertangungjawab untuk memberikan pelaporan secara berkala kepada BPD dan Bupat. Secara umum transparansi dan akuntabilitas diDesa Penfui Timur Kecmatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang sudah berjalan dengan baik, walaupun masi ada beberapa kelemahan yang diperbaiki
Populasi dari penelitian ini adalah Transparansi dan akuntabilitas peremrintah Desa dalam pengelolaan anggaran pendapatan belanja Desa Desa Penfui Timur dalam 3(tiga) anggaran. metode pemilihan sampel adalah Struktur pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja Desa. dalam kurung waktu 3 (tiga) tahun jenis data yang digunakan kualitatif hasil dari Dukumentasi yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari catatan- catatan yang berhubungan dengan objek yang diteliti melalui teori yang telah dipelajari pada saat kuliah, buku-buku
Kata kunci: Transparansi Akuntabilitas pengelolaan APBDes
GABIA KOLIMON
· Thesis · Open Access
Rumusan masalah yang penulis kaji adalah Mengapa Putusan Hakim Judex Factie Menabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Judex Juris Membatakan Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat.Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: Untuk Mengetahuhi Alasan Pertimbangan Hakim Judex Factie Menabulkan Gugatan Penggugat Sedangkan Judex Juris Membatakan Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat Dalam Sengkta Kepemilikan Tanah. Jenis metode Penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum Primer yang terdiri dari Putusan Hakim serta Peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif .
Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu alasan Putusan Judex Factie mengabulkan gugatan penggugat antara lain :
1. Gugatan penggugat sempurna
2. Penggugat membuktikan tergugat melakukan perbuatan melawan hukum
Alasan Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Judex Factie Dan Menjatuhkan Putusan Menolak Gugatan Penggugat Yaitu :
1. Judex Factie tidak menerapkan pasal 32 ayat (2) peraturan pemerintah nomor 24 tahun 1997 tentang pendaftaran tanah
2. Tergugat memiliki sertifikat hak milik atas tanah telah melampoi waktu 5 (lima) tahun
Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah agar dalam menjatuhkan putusan, Hakim harus mempertimbangkan asas keadilan,asas kepastian hukum dan asas kemanfaatan hukum.
ARITMAT STEVEN J. TLONAEN
· Thesis · Open Access
Skripsi dengan judul: Ritus Pen ulan dan sub judul: Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Persepsi Jemaat Imanuel Sanam Kasis Amabi Oefeto Timur Tentang Pen ulan ditulis oleh Aritmat Tlonaen. Penulis meneliti tentang Pen ulan karena jemaat khususnya dan masyarakat Desa Muke pada umumnya masih percaya bahwa Pen ulan atau sorgum yang tumbuh di musim hujan berpotensi menghalangi hujan untuk tidak turun sehingga menyebkan terjadinya kekeringan. Sebab itu, sorgum yang tumbuh liar harus dimusnahkan. Dengan pendekatan teologi kontekstual, penulis menekankan bahwa sorgum bukanlah tanaman yang membawa kutuk. Segala jenis kutukan ataupun sumpah serapa tidak dapat menghilangkan berkat kasih setia Tuhan. Penelitian ini dapat membantu jemaat/masyarakat untuk lebih takut kepada Allah dan melakukan kehendak-Nya daripada takut kepada gejala alam.
AGRIPHINA HALENA MABILEGI
· Thesis · Open Access
Terbentuknya Jemaat Ebenhaezer Motaulun dimulai dari sebuah persekutuan doa yang didirikan oleh Elias Kehi pada tahun 1990. Untuk melaksanakan kegiatan peribadatan dan persekutuan doa, maka dipakailah rumah Elias Seran Kauk sebagai tempat untuk beribadah. Pada saat kekristenan sudah masuk dan berkembang di Jemaat Ebenhaezer Motaulun, Jemaat masih hidup dengan menyembah kepada berhala atau benda-benda yang berada di sekeliling yang dipercaya memiliki kekuatan. Selain itu jemaat juga masih melakukan tradisi yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Salah satu tradisi yang dilakukan ialah tradisi Hamis Batar (Syukur Panen Jagung). Tradisi Hamis Batar adalah sebuah tradisi yang dilakukan dengan tujuan sebagai pengucapan syukur kepada wujud tertinggi. Tradisi ini dilakukan ketika musin panen jagung. Tujuan tradisi ini dilakukan ialah sebagai ungkapan syukur kepada leluhur atas semua hasil panen yang didapat. Tradisi ini dilakukan juga dengan maksud sebagai ungkapan permohonan kepada leluhur agar memberikan berkat. Tradisi ini masih dilakukan karena menurut Jemaat Ebenhaezer Motaulun, ketika mendapatkan hasil panen dan sebelum memakan maka harus melakukan tradisi ini. Hal ini dikarenakan Ketika tradisi ini tidak dilakukan maka ketika memakan mereka akan sakit.
Berkaitan dengan masalah yang di atas, maka tujuan skripsi ini untuk mengetahui perjumpaan antara kekristenan dan tradisi Hamis Batar dan mengapa jemaat masih melakukan tradisi ini, sebab sudah ada gereja di Motaulun. Tujuan ini dapat dicapai melalui penelitian lapangan dalam metode penelitian kualitatif agar mendapatkan data yang akurat. Pada saat penulis melakukan penelitian, penulis menemukan fakta bahwa gereja merasa resah dengan jemaat yang masih melakukan tradisi Hamis Batar, alasannya karena menurut jemaat selain Tuhan yang menjaga tanaman dan yang memberi berkat ada juga kuasa lain yang menjaga yakni para leluhur. Gereja selalu memberikan pemahaman yang benar kepada jemaat. Melihat dari masalah yang disanpakan, penulis akan meninjau dari sudut pandang Historis Teologis. Dalam menyelesaikan masalah yang diangkat penulis, maka penulis menggunakan ciri-ciri pendekatan dari 5 tipologi Neiburh yaitu tipologi Kristus di atas kebudayaan. Dalam menangapi masalah ini maka gereja sangat berperan penting. Gereja perlu memberikan pemahaman kepada jemaat bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diberikan oleh Tuhan dan semuanya milik Tuhan bahkan kebudayaan sekalipun.
ALFITA RAMBU MBALU
· Thesis · Open Access
Tulisan ini membahas tentang misi GKS dalam perjumpaan Injil dan Marapu di GKS Jemaat Kanatang. GKS Jemaat Kanatang merupakan salah satu gereja yang menjalankan misinya sejak lama dan mengalami banyak pergumulan. Ditemukan permasalahan dimana orang-orang Kristen yang kembali mempraktekkan ritual Marapu. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi gereja. Penulis memakai pemahaman misi dari Gerrit Singgih yaitu misi tidak hanya berfokus pada pemuridan, tetapi perlu untuk pemeliharaan anggota gereja melalui pembinaan.
Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif dalam penelitian melalui observasi dan wawancara mendalam. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang mengetahui tentang sejarah pelaksanaan misi di GKS Jemaat Kanatang. Dalam penelitian yang dilakukan, penulis menemukan ada perubahan-perubahan pola misi dalam setiap periode pelaksanaan misi. Secara jelas digambarkan bahwa pada awalnya para pekabar Injil masih berpatokan pada kristenisasi. Namun, dalam perkembangannya gereja menyadari kebutuhan jemaat dan masyarakat sehingga lebih fleksibel. Dalam pelaksanaan misi GKS Jemaat Kanatang ditemukan faktor-faktor pendukung yakni wawasan misiologis zendeling, kurangnya pemahaman ajaran kekristenan, adanya tenaga pelayan, upaya pembinaan warga jemaat, gereja yang berusaha hadir bagi semua orang dan faktor-faktor penghambat pelaksanaan misi, yakni adat, pengakuan negara terhadap Marapu sebagai aliran kepercayaan, majelis jemaat.
Misi yang inklusif dan gereja yang inklusif sangat penting bagi pelaksanaan misi di GKS dan GKS Jemaat Kanatang. Dengan ini gereja dapat menjangkau setiap lapisan masyarakat untuk menjawab persoalan yang dihadapi. Yesus sendiri telah menunjukkan misi yang inklusif tanpa membuat tembok pemisah melainkan hadir bagi semua orang, yang kaya dan yang miskin, yang tertindas dan yang menindas.
AMELIA YAKOBA FAAH
· Thesis · Open Access
Tradisi tari Mali’u Ei adalah sebuah tradisi tari yang berasal dari Rote. Tradisi tari Mali’u Ei berasal dari dua kalimat yaitu Mali’u (pukul) dan Ei (kaki). Tradisi tari Mali’u Ei biasanya dilakukan pada momen kedukaan, lebih tepatnya setelah penguburan jenazah. Di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur terdapat tradisi tari Mali’u Ei yang biasanya dilakukan ketika ada jemaat yang mengalami kedukaan karena kehilangan orang terkasih seperti suami, istri, anak, orang tua dan keluarga. Kedukaan karena kehilangan orang terkasih melalui peristiwa kematian adalah suatu hal yang mengejutkan. Kedukaan adalah bagian dari hidup yang tidak tampak terluka tapi sakit. Kedukaan karena kematian membuat keluarga yang ditinggalkan merasa sedih dan sepi. Seseorang yang berduka akan mengalami penderitaan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pastoral dalam tradisi tari Mali’u Ei dan dampak pelaksanaan bagi keluarga duka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif untuk melihat fenomena tradisi tari Mali’u Ei dalam momen kedukaan di jemaat GMIT yang ada dalam lingkup pelayanan Klasis Rote Timur. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa dalam tradisi tari Mali’u Ei juga terdapat fungsi pastoral yaitu tradisi tari Mali’u Ei dilakukan dengan tujuan untuk menopang dan memulihkan keluarga yang sedang berduka. Oleh karena itu, gereja perlu untuk menghargai budaya sebagai sarana pastoral dan memanfaatkan tarian untuk menopang dan memulihkan.
SAMUEL ADIKA SUNI
· Thesis · Open Access
Skipsi ini mengkaji akan pemikiran Edward W. Said mengenai Orientalisme. Said merupakan seorang tokoh intelektual kelahiran Palestina, yang menjadi terkenal setelah ia mengemukakan akan konsep pemikirannya yakni Orientalisme, pemikiran ini pada kemudian hari menjadi dasar munculnya bidang ilmu postkolonial. Baginya tidak ada invidu atau kelompok tertentu yang lebih tinggi atau lebih superior dari pada yang lain, sebab semuanya memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang kemudian akan menjadi identitas mereka.
Penelitian ini dilakukan untuk dapat menggali serta medeskripsikan mengenai pemikiran Oreintalisme milik Said, dan kemudian mencari akan relevansi dari pemikiran ini bagi kehidupan masyarakat di Indonesian dan NTT serta kehidupan bergereja dan Berteologi terkhususnya di GMIT. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, serta menganalisis karya-karya yang berkaitan dengan pemkiran ini dalam rangka untuk menemukan pokok dari pemikiran Orientalisme serta relevansi-relevansi yang ada dalam pemikiran ini.
Melalui penelitian yang dilakukan, Penulis menemukan bahwa pemikiran Said mengenai Orientalisme ini merupakan sebuah upaya dalam menentang ketidakadilan berupa dominasi yang dilakukan oleh satu pihak (Barat) yang lebih kuat kepada pihak yang dianggap lebih lemah (Timur), baik melaui, unsur sosial, politik, budaya, dan agama. Upaya ini juga memiliki berbagai dampak buruk berkepanjangan yang dialami oleh Timur yang menjadi target dari pihak yang merasa lebih unggul tersebut (Barat). Beberapa dampak yang cukup tampak yakni struktur berpikir yang cenderung berkiblat kepada Barat, identitas bangsa maupun diri yang semakin pudar, pemikiran yang cenderung mengagungkan bangsa Barat dan sebagainya.
Tidak dapat dikatakan bahwa upaya dominasi dari bangsa Barat baik yang terdahulu maupun yang ada pada masa kini hanya memberikan dampak yang buruk, ada juga berbagai macam dampak yang baik yang tentunya dirasakan bersama, baik perkembangan pemikiran, teknologi, dan lain sebagainya. Namun dalam perkembangan inilah timbul dampak buruk yang mengakibatkan identitas baik secara individu maupun etnis yang sebenarnya menggambarkan siapa kita perlahan mulai memudar. Banyak upaya yang telah dicanangkan untuk dapat mengatasi akan hal ini baik dari pihak Pemerintahan hingga pada pihak Gereja, contohnya seperti bulan budaya yang dicanangkan oleh GMIT yang membuat warga Gereja nyaman dan bangga menggunakan pakaian adat ke Gereja, serta penggunaan ornament-ornamen dari berbagai macam etnis serta penggunaan berbagai macam Bahasa daerah membuat warga Gereja semakin mengenal akan jati diri mereka, atau keaslian dari diri mereka. Penekanan akan menjaga identitas menjadi sangat penting bagi kita untuk dapat mempertahanaknya di tengah gempuran keberagaman yang ada.
ANISA PUTRI MELINDA DJO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
KETELADANAN HIDUP
FAKULTAS TEOLOGI, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG
Anisa Putri Melinda Djo
Email: [email protected]
Keteladanan hidup adalah pokok tulisan yang dibahas dalam skripsi ini. Latar belakang penulis mengambil pokok ini ialah karena dalam kehidupan warga Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), secara khusus di Jemaat GMIT Ora Et Labora Oebaun. Kenyataannya terdapat para orang tua yang suka melakukan hal-hal yang menyimpang, seperti; mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, berselingkuh, berzinah, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, mengeluarkan kata-kata kotor, membuat onar dalam lingkungan sekitar seperti berkelahi, memfitnah, hidup dalam hutang, tidak setia dalam mengikuti ibadah-ibadah. Hal ini mengakibatkan munculnya pandangan yang buruk terhadap orang tua yang seharusnya mendidik dan menjadi teladan bagi kehidupan keluarga.
Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 dan mencoba melihat ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua. Lalu seperti apakah peraturan bagi perilaku Kristen yang harus dimiliki oleh orang tua? Hal ini akan nampak melalui tafsiran teks surat Titus 2:1-5. Penulis menafsirkan teks surat Titus 2:1-5 ini menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks surat Titus 2:1-5 ini.
Secara khusus teks surat Titus 2:1-5, menjelaskan tentang peraturan bagi perilaku Kristen bagi jemaat di Kreta yang harus dimiliki oleh orang tua. Pengaruh ajaran yang berkembang pesat waktu itu, menjadi suatu ancaman bagi kehidupan persekutuan dalam gereja dan keluarga. Hal ini membuat Paulus meminta kepada Titus untuk berbicara tentang apa yang sesuai untuk ajaran yang sehat yang menekankan pada peraturan bagi perilaku Kristen kepada para orang tua dengan memuat unsur-unsur tanggung jawab sebagai penatua yang harus dilakukan oleh orang tua. Orang tua harus hidup benar dan tidak menyimpang agar mereka dapat mendidik anak-anak mereka kepada kehidupan yang benar dan Firman Allah tidak dihujat. Demikian pula dengan orang tua masa kini, mereka harus menyadari bahwa menjadi teladan merupakan eksistensi diri dan tanggung jawab mendidik adalah tugas utama orang tua berdasarkan peraturan bagi perilaku Kristen yang Paulus tekankan.
SEMRI ANDERIAS FANMEY
· Thesis · Open Access
ABSTRAK KRISTUS TIDAK TERBAGI-BAGI FAKULTAS TEOLOGI UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG Semri Anderias Fanmey Email. [email protected] Masalah pokok yang dikaji dalam skripsi ini adalah realita di mana terjadinya perpecahan dalam jemaat mata jemaat GMIT Elim Nenas. Jemaat tersebut terpecah-pecah oleh karena adanya perselisihan pendapat, sikap mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok tertentu, tidak saling mengasihi sebagai saudara seiman serta pengkultusan pemimpin. Berdasarkan masalah-masalah tersebut, jemaat terbagi-bagi dalam empat kubuh. Melihat persoalan yang terjadi, penulis tertarik untuk menafsirkan teks surat 1 Korintus 1:10-13 yang juga membahas mengenai perpecahan dalam jemaat, di mana dalam jemaat Korintus pun terjadi perpecahan dan terbagi-bagi dalam 4 golongan, antaranya golongan Paulus, golongan Apolos, golongan Kefas dan golongan kristus, berdasarkan realita perpecahan yang terjadi, Paulus memberikan nasihat kepada jemaat korintus untuk menjaga persatuan dengan harus seia sekata dan sepikir sependapat agar dapat mengendalikan potensi perpecahan dalam jemaat. Hal-hal ini akan nampak melalui tafsiran surat Korintus 1:10-13. Untuk menemukan kerygma dalam teks ini, penulis menafsirkannya menggunakan metode historis kritis, yaitu menggali sejarah terbentuknya teks dan menemukan maksud serta tujuan yang mendasari peristiwa dalam teks Korintus 1:10-13 ini. Penulis menemukan dua pokok kerygma yaitu kasih Kristus yang utuh merupakan dasar persekutuan dan menjaga persekutuan sebagai saudara seiman. Kedua kerygma ini memberi penjelasan bahwa persekutuan sebagai jemaat yang dibangun dalam tubuh Kristus, perlu dijaga keutuhannya agar jemaat tidak boleh terpecah-pecah, serta refleksi teologisnya bagi mata jemaat GMIT Elim Nenas.
MERSIANA NENU
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) KOPDIT SOLIDARITAS STA. MARIA ASSUMPTA PERIODE 2017-2021
Modal kerja merupakan unsur yang cukup penting dalam suatu badan usaha termasuk koperasi. Modal kerja berkaitan dengan aktiva lancar koperasi yang berperan dalam menjaga kelancaran aktivitas usahanya,sehingga dapat dijadikan alat ukur likuiditas koperasi selama periode tertentu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sumber dan penggunaan modal kerja pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Solidaritas Sta.Maria Assumpta. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis berupa laporan keuangan yang terdiri dari neraca pada tahun 2017 Sampai dengan 2021. Data laporan keuangan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis sumber dan penggunaan modal kerja, serta analisis rasio modal kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2017-2021 terjadinya peningkatan modal kerja yang cenderung mengalami peningkatan, hal ini menunjukkan bahwa koperasi sudah bisa dikatakan mampu mencukupi kebutuhaannya dalam membiaya kegiatan operasional yang bersifat rutin. Sumber modal kerja yang telah dilakukan pada Koperasi Solidaritas Sta. Maria Assumpta pada tahun 2017-2021 terdiri atas beberapa item yaitu : Kenaikan akumulasi penyusutan asset tetap, penurunan biaya perolehan asset tetap,kenaikan simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela, cadangan umumu, cadangan resiko, cadangan koperasi, hibah dan shu tahun berjalan. Sedangkan Penggunaan modal kerja pada Koperasi Solidaritas Sta. Maria Assumpta pada tahun 2017-2021 terdiri atas beberapa item yaitu:Kenaikan penyertaan, kenaikan biaya perolehan asset tetap dan bertambahnya asset lain-lain
ICHA RENALIA DENGGA
· Thesis · Open Access
Penelitian dengan judul “Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari likuidias yang menggunakan rasio Current Ratio (CR) dan profitablitas yang mengunakan rasio Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder serta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan tahunan dari tahun 2018-2020. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dengan kriteria tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 perusahaan maufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018 – 2020, dan data yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian sebanyak 11 perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2020. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel likuiditas yang menggunakan rasio Current Ratio (CR) tidak berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2020. Sedangkan, variabel profitabilitas yang menggunakan rasio Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2018-2020.
REGINE MADELAINE EVANGELISTA NATASYA PANDY
· Thesis · Open Access
John Dewey adalah seorang filsuf pragmatisme yang percaya bahwa sesuatu dikatakan benar jika berdampak nyata dan bermanfaat dalam kehidupan. Melalui tulisan ini akan dibahas secara positif dan kritis mengenai pandangan pragmatisme Dewey. Pandangan ini melihat manusia sebagai adalah sarana untuk mencapai hakikat kebenaran dan kepastian, jika berpijak pada pengalaman. Menurut Dewey, pengalaman adalah basis pendidikan, atau dalam terminologi Dewey sendiri, pengalaman sebagai sarana dan tujuan pendidikan. Oleh karena itu, bagi Dewey, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu proses penggalian dan pengolahan pengalaman secara terus-menerus
Mengingat akan pentingnya hal ini, penulis melakukan suatu kajian dengan sebuah judul Pendidikan Berbasis Pengalaman dengan sub judul Studi Mengenai Pendidikan Berbasis Pengalaman Dari Pemikiran John Dewey Dan Sumbangsihnya Bagi Pendidikan Agama Kristen Di LPKA Kupang. Kajian yang penulis lakukan ini menggunakan metode pustaka (library research) yang bersifat deskriptif analitis. Sumber data kajian ini adalah LPKA Kupang dan buku-buku serta jurnal tentang pandangan John Dewey. Hasil kajian yang ditemukan penulis adalah pendidikan dapat menjadikan pengalaman sebagai basis, tujuan, dan sarana yang menunjang Pendidikan terkhususnya pendidikan Agama Kristen di LPKA Kupang.
DONA ANGELA BULLU
· Thesis · Open Access
Penghindaran pajak adalah upaya untuk meminimalkan beban pajak terutang yang dimiliki namun tidak melanggar peraturan dengan memanfaatkan kelemahan ketentuan perpajakan. Penelitian inibertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh faktor- faktor finansial (profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan)terhadap penghindaran pajak dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunderserta pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan cara mengumpulkan laporan keuangan triwulan setiap perusahaan pada tahun 2020 dan 2021. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 46 perusahaan transportasi yang terdafar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2020 dan 2021. Sehingga, untuk sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling yang kemudian didapatkan sampel sejumlah 40 data dari 5 perusahaan transportasi selama kurun waktu triwulan I, II, III, IV 2020- I, II, III, IV 2021. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linier berganda serta uji yang digunakan yaitu uji statistik deskriptif, , ujiasumsi klasik, dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel profitabilitas dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara parsialterhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19, sedangkan variabel leverage berpengaruh secara parsial terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19. Dan secara simultan variabel profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap penghindaran pajak di saat pandemi covid-19.
YETRI N. NABUASA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Yetri N. Nabuasa,2017. Judul skripsi “Faktor-faktor Penyebab Jemaat Tidak Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian (Studi di Jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022)”. Skripsi Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi(IPTH) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang.
Nabuasa.N.Y (*) Pellu L.H. (**) Pabala.P.P (**)
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor apakah yang menyebabkan jemaat tidak mengkonsumsi makanan pada upacara adat kematian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor Penyebab Jemaat Tidak Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian (Studi di Jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun 2022.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif. Penelitian bersifat kualitatif karena berupa penelitian yang prosedurnya menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan.
Lokasi penelitian ini dilakukan di jemaat Bet’el Sambet Klasis Amanatun Utara. Yang menjadi informasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga jemaat Bet’el Sambet secara keseluruhan berjumlah 1001 orang, maka mengingat keterbatasan banyaknya informasi maka responden yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 20 orang jemaat. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan wawancara dan angket. Dari hasil pengolahan data dan analisis, penulis menarik kesimpulan bahwa Agama tidak mengajarkan bahwa jemaat tidak boleh mengkonsumsi makanan pada saat upacara adat kematian, akan tetapi jemaat mempunyai kepercayaan terhadap mitos yang menyebabkan jemaat tidak mengkonsumsi makanan pada upacara kematian karena arwah orang yang meninggal memegang atau mencelupkan tangan pada makanan yang disajikan di atas meja dan arwah orang yang meninggal berbicara dengan jemaat. Dalam dunia kesehatan orang yang meninggal pasti mengeluarkan aroma tidak sedap jika orang tersebut sebelum meninggal mengidap suatu penyakit tertentu. Saran (1) Gereja perlu memberikan pastoral kepada jemaat yang tidak mengkonsumsi makanan pada saat upacara kematian agar jemaat dapat mengkonsumsi makanan pada upacara kematian. (2) Jemaat harus diberi pemahaman bahwa kesehatan tidak akan terganggu bila mengkonsumsi makanan pada upacara kematian dan jemaat tidak akan mengidap suatu penyakit apapun. (3) Kepercayaan jemaat untuk tidak dapat mengkonsumsi makanan pada upacara kematian perlu dihilangkan sehingga jemaat bisa mengkonsumsi makanan pada upacara kematian.
Kata Kunci : Mengkonsumsi Makanan Pada Upacara Adat Kematian.
Keterangan: Penulis(*) Pembimbing
YUSTINUS OLE AWA
· Thesis · Open Access
TRADISI TAGU DALAM GEREJA
Yustinus Ole Awa
Program Studi: Teologi Agama Kristen, Fakultas Teologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, Indonesia
Email: [email protected]
Tradisi tagu adalah, sebuah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Rara. Tagu, berarti menanggung hewan yang akan disembelih dalam sebuah ritus. Namun, seiring berjalannya waktu, tradisi tersebut dibawa masuk ke dalam gereja, sebagai sebuah cara pemberitaan injil agar masyarakat Rara dapat menerima injil dan menjadi orang kristen . Tagu, dilakukan dalam gereja pada momen-momen tertentu, seperti hari raya natal dan hari raya paskah. Adapun tujuan dari pelaksanaan tagu dalam gereja, tidak seperti yang dilakukan dalam kepercayaan Marapu. Jika, dalam kepercayaan Marapu, yang menjadi tujuan pelaksanaan tradisi ini adalah sebagai korban yang diberikan kepada Marapu dan juga sebagai salah satu cara untuk meminta petunjuk dari pada yang Ndapa Tekki Ngara, Ndapa Suma Tamo tentang jalan hidup manusia, maka pelaksanaan tagu dalam gereja tidaklah bermaksud demikian. Tujuan, pelaksanaan tagu dalam gereja ialah sebagai bentuk ungkapan syukur umat kepada Allah, atas semua yang Allah lakukan dalam kehidupan manusia, terkhususnya atas keselamatan yang Allah kerjakan dalam Yesus Kristus dan dianugerahkan kepada manusia. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi pergeseran makna, maksud dan tujuan pelaksanaan tradisi tagu. Gereja, sebagai sebuah persekutuan orang-orang percaya, memiliki kewajiban untuk terus memelihara dan melestarikan tradisi tersebut sebagai sebuah identitas. Penulis mengkaji masalah tersebut dengan menggunakan tipologi Richard Niebuhr tentang Kristus Mentransformasi, di bawah judul :Tradisi Tagu Dalam Gereja, dengan sub judul “Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Tradisi Tagu di GKS Jemaat Rara