YUDITHA MILANDIAN UKAT
· Thesis · Open Access
PENGARUH MODAL KERJA DAN LIKUIDITAS TERHADAP RETURN ON ASSETS ( ROA) PADA KSP KOPDIT TIMAU INDAH
NAMA : YUDITHA M. UKAT
NIM : 18190168
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
FAKULTAS : EKONOMI
ABSTRAKSI
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah kondisi return on assets (ROA) pada KSP Kopdit Timau Indah 2017-2021 masih di bawah standar yang ditetapkan yaitu 7% dan adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu. Permasalaahan yang diambil adalah bagaimana kondisi dan pengaruh efektivitas modal kerja dan likuiditas terhadap return on assets (ROA) pada KSP Kopdit Timau Indah.
Tujuan dari penelitian ini yatu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh efektivitas modal kerja, likuiditas terhadap return on assets (ROA) KSP Kopdit Timau Indah. Metode dalam penelitian ini adalah meliputi populasi dan sampel. Populasinya yaitu berupa laporan keuangan (neraca dan rugi laba) KSP Kopdit Timau Indah Periode 2006-2022. Sampel penelitian ini adalah laporan keuangan (neraca dan rugi laba) KSP Kopdit Timau Indah Periode 2017-2021. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.variabel bebas dalam peneltian ini terdiri dari efektivitas modal kerja (X1) dan Likuiditas (X2) sedangkan variabel terikat yaitu ROA (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi.Teknik analisiis data dalam penelitian ini adalah analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Tinggkat efektivitas modal kerja pada KSP Kopdit Timau indah tahun 2017-2021 tergolong tidak efektif,sebagian besar perputaran modal kerja kurang dari 3,5 kali. Tingkat likuiditas KSP Kopdit Timau Indah tahun 2017-2021 rata-rata 200%-250% tergolong efektif. Berdasarkan uji determinasi diperoleh nilai R Square 0,485 yang berarti variansi data variabel independent dan dapat menjelaskan variansi data variabel independent sebesar 0,485 atau 48,5%, sedangkan sisanya 51,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ikut dalam pengujianHasil persamaan regresi yaitu Y= -1048,114-33,194 x 1+ 0,029 x2. Berdasarkan uji anova /uji F diperoleh Fhitung sebesar 0,940 atau 9,40 Ftabel 19,00 bertada positif berarti sama-sama efektivitas modal kerja dan likuiditas berpengaruh positif terhadap ROA. Hasil koefisien determinasi adalah besarnya kotribusi X1 dan X2 terhadap Y sebesar 0,485 atau 48,5% sedangkan sisanya 51,5% dijelsakan oleh variabel lain yang tidal ikuut dalam pengujian Nilai konstanta (a) sebesar-1048,114 bertanda negatif menunjukkan. Koefisien regresi efektivitas modal kerja (X1) sebesar 33,194bertanda positifmenandakan bahwa jika efektivitas modal kerja naikdengan asumsi variabel lainnya (likuiditas) dianggap tetap, maka berpengaruh terhadap return on asset. Koefisien regresi likuiditas (X2) sebesar 0,029bertanda positif menandakan bahwa jika likuiditas naik dengan asumsi variabel lainnya (efektivitas modal kerja) dianggap tetap, maka akan return on assets akan naik.
bahwa ketika ada perubahan pada variabel efektivitas modal kerja dan likuiditas atau konstan, nilai return on assets ( ROA) akan menurun.
Berdasarkan hasil penelitian di ajukan saran kepada KSP Kopdit Timau Indah agar Koperasi lebih memperhatikan tingkat keefektivan modal kerja koperasi selama periode tertentu tetapi pinjaman tersebut tidak mempunyai tanggungan atau bunga yang besar. Pinjaman tersebut dapat digunakan untuk menjamin kewajiban lancar ,maka return on assets (ROA) yang diperoleh akan optimal.
Kata kunci: modal kerja, Liikuidtas, Return On Assets (ROA
OSKAR JAGA DEWA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PERMAINAN TENIS MEJA DENGAN PENDEKATAN TAKTIS PADA KELAS VIII SMPN 4 LOLI.
Oskar Jaga Dewa1*, David Loba2, Alventur Baun3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Berdasarkan latar belakang masalah, rendahnya hasil belajar materi tenis meja para siswa SMPN 4 Loli terhadap kegiatan yang diadakan di sekolah dan juga para siswa SMPN 4 Loli masi kurang pembelajaran tenis meja oleh karna itu guru berperan dalam membimbing siswa meningkatkan ketrampilan dalam pendekatan taktis tenis meja dan juga memberikan motivasi belajar.
Tujuan penelitian:untuk meningkatkan permainan tenis meja dengan pendekatan taktis pada siswa kelas VIII SMPN4 Loli.
Metode penelitian: Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)karena dalam penelitian ini merupakan pada upaya pemecahan masalah ataupun perbaikan yang di rancang menggunakan penelitian tindakan kelas yang bersifat lefleftif dan kolaboratif.
Hasil dan pembahasan: Hasil dalam penelitian ini mempunyai dua siklus dan presentase hasil ketrampilan tenis meja siklus 1 dan 2, analisis permasalahan persentase siswa SMPN 4 Loli yang tuntas (NA tes Teknik dasarn permainan tenis meja> 75) pada siklus 1 hanya 54,7%. Namun, persentase ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 89,7% pada siklus 2. Hal tersebut menjelaskan bahwa persentase siswa SMPN 4 Loli yang tuntas semakin baik setelah siswa diberi Tindakan berupa pembelajaran Teknik dasar permainan tenis meja melalui dengan pendekatan taktis.
Simpulan: Upaya meningkatkan keterampilan tenis meja dengan pendekatan taktis menunjukan presentase ketuntasan sebesar 89,7% bagi siswa kelas VIII di SMPN 4 Loli
Katakunci:Keterampilan, penerimaan tenis meja, pendekatan Taktis.
PAULINDO Y.R. HENUK
· Thesis · Open Access
RINGKASAN
PAULINDO Y. R. HENUK (17382830). Analisis Usaha Penangkapan Menggunakan Mini Purse seine Di Perairan Nuse Kabupaten Rote Ndao. Di bawah bimbingan: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II pada Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Penelitian ini dilakukan di perairan Nuse, Kecamatan Ndao Nuse selama 1 (satu) bulan dengan responden sebanyak 10 pemilik kapal. Dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, seluruh analisis penelitian ini bersandar pada metode deskriptif komparatif dengan maksud untuk menjelaskan apa usaha perikanan tangkap dengan alat tangkap mini purse seinse di perairan Nuse.
Suatu usaha dikatakan layak apabila usaha tersebutdapat memberikan keuntungan bagi pelaku usah tersebut. Adapun usaha penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan selama ini berjalan dengan baik tetapi para nelayan belum ada yang melakukan analisis usaha penangkapan menggunakan mini purse seine yang berada di Perairan Nuse Kabupaten Rote Ndao.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode surveidengan teknik wawancara (daftar pertanyaan) dan observasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung secara semi struktur terhadap masyarakat yang pekerjaan utamanya melakukan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap mini purse seine data sekunder diperoleh dari data instansi terkait.
Biaya investasi yang dikeluarkan oleh nelayan desa Nuse untuk pembelian kapal, mesin, alat tangkap dari rata-rata 10 responden yaitu Rp, 3.633.832. Besarnya biaya variabel yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha penangkapan menggunakan mini purse seine Responden (nelayan) Desa Nuse bervariasi tergantung kebutuhannya dengan rata- rata Rp,8.891.500 biaya tetap diperuntukan untuk biaya operasional berupa pembelian bahan bakar minyak (BBM), perawatan alat tangkap dan upah ABK yang dikeluarkan oleh Nelayan Desa Nuse dengan nilai rata-rata sebesar Rp,1.191.550. Perhitungan R/C Ratio usaha penangkapan menggunakan mini purse seine di Desa Nuse dengan rata-rata sebesar 1,26 dan hasil perhitungan ROI (Return on investment) Usaha penangkapan menggunakan mini purse seine di Desa nuse dengan rata-rata nilai ROi sebesar 70% sedangkan hasil perhitungan BEP (Break event point) atau titik impas usaha penangkapan nelayan Desa Nuse menunjukan usaha tersebut mengalami keuntungan dengan nilai BEP rata-rata sebesar Rp,8.891.500.
Dapat disimpulkan bahwa usha penangkapan Menggunakan mini purse seine di Desa nuse dengan menggunakan Analisis ROI, R/C Ratio dan Break even poin (BEP) menunjukan bahwa usaha penangkapan di desa nuse yang dijalankan dengan pendapatan perbulan sebesar 70% dan sangat menguntungkan
Kata kunci: Usaha, mini purse seine, Nuse, Rote Ndao.
NERISON DIAN BENU
· Thesis · Open Access
ABSTRAKSI
Menurut Baldric Siregar (2015:31) dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Sektor Publik, Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) yang dialokasikan kepada daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaandesentralisasi”.
Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh dana perimbangan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variable Intervening Kabupaten Timur Tengah Selatan.Objek penelitian ini adalah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Timor Tengah Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah data Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus pada pemerintah daerah kabupaten Timor Tengah selatan yang meliputi 32 kecamatan. Pada penelitian ini sampel di ambil dengan metode sampling Jenuh.Sampling Jenuh adalah teknik penetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitaf, yaitu dengan mengumpulkan, mengolah dengan perhitungan dengan menggunakan Uji Statistik Deskriptif , Uji Asumsi Klasik, dan Analisis Jalur (Path Analisys). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Studi dokumentasi. Studi dokumentasi adalah suatu metode pengumpulan data dengan cara mendapatkan dokumen dokumen keuangan pada bagian akuntansi atau keuangan yang bersesuaian dengan masalah penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap PAD dengan belanja modal sebagai variabel intervening kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rico Novianto dan Rafiudin Hanafiah (2015), dan Ebit Julianti Darwanis Jalaluddin (2012), dimanan ditemukan bahwa dana perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal daerah.
Kata Kunci : Dana Perimbangan, Pendapatan Asli Daerah, Belanja Modal
ROCKY Y. LALAN
· Thesis · Open Access
PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DAN SISTEM BONUS TERHADAP KECURANGAN AKUNTANSI PADA PT. POS INDONESIA (PERSERO) KABUPATEN KUPANG
ROCKY Y. LALAN (16191933)
[email protected]
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2022
ABSTRAK
Kecurangan akuntansi untuk saat ini menjadi masalah yang serius dalam sebuah perusahaan, baik itu perusahaan swasta maupun perusahaan milik negara (BUMN). Perlu adanya penanganan yang serius dalam upaya menurunkan tingkat kecurangan akuntansi dalam perusahaan. Beberapa faktor yang patut diperhatikan adalah sistem pengendalian internal dan sistem bonus. Dengan adanya sistem pengendalian yang baik maka diharapkan akan dapat meminimalisir terjadinya kecurangan yang mungkin timbul dari dalam perusahaan. Pengendalian internal merupakan bagian dari sistem proteksi terhadap kecurangan yang di desain untuk mencegah iregulitas dan upaya deteksi dini terhadap kecurangan (Silverstone, 2007). Sistem bonus juga merupakan salah satu bentuk upaya dari pihak perusahaan untuk mencegah terjadinya kecurangan, hal ini karena salah satu tujuan dari bonus sendiri adalah untuk mensejahterakan karyawan dari segi menambah penghasilan sedangkan, salah satu faktor pendorong terjadinya kecurangan adalah kebutuhan. Pihak karyawan biasanya melakukan kecurangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris pengaruh sistem pengendalian internal dan sistem bonus terhadap kecurangan akuntansi pada PT. Pos Indonesia (Persero) Kabupaten Kupang, dengan subjek penelitiannya yaitu pejabat dan staff pada perusahaan yang berpeluang lebih melakukan kecurangan. Jumlah pegawai pada PT. Pos Kupang adalah 138 orang dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Survey ini merupakan Confirmatory Research dengan mendistribusukan kuesioner pada kantor pos sebanyak 30 kuesioner. Dari 30 kuesioner yang disebarkan, semuanya dikembalikan (respon rate 100%). Untuk analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IMB SPSS versi. 25.
Hasil studi menunjukan bahwa sistem pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi dan sistem bonus berpengaruh terhadap kecurangan akuntansi. Artinya penurunan tingkat kecurangan akuntansi tidak sepenuhnya bergantung pada sistem pengendalian internal, sedangkan semakin tinggi bonus yang diberikan maka akan mengurangi tingkat kecurangan akuntansi. Hasil studi ini memberikan saran bahwa ; 1) sistem pengendalian internal harus ditingkatkan dan harus diterapkan secara efektif, 2) pihak manajemen perusahaan harus mempertimbangkan pemberian bonus kepada karyawan dalam upaya mengurangi terjadinya kecurangan akuntansi.
Kata kunci : Sistem Pengendalian Internal, Sistem Bonus, Kecurangan Akuntansi.
RICHARD JULYANTO FAU
· Thesis · Open Access
Pesisir pantai Oesapa merupakan sebuah ekosistem yang berperan penting bagi kelangsungan hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Sama halnya dengan peran pesisir pantai Oesapa, masyarakat sekitarpun memiliki peran yang penting bagi kelangsungan hidupnya. Cara masyarakat memanfaatkan pesisir pantai tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat. Mereka memperlakukan pesisir pantai sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini mengakibatkan pesisir pantai menjadi kotor, air laut menjadi tercemar dan juga terjadi abrasi pantai. Tujuan penulisan adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga dan memelihara ekosistem yang ada dan bagaimana cara yang seharusnya dilakukan manusia terhadap ekosistem. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode Kualitatif-Deskriptif.
Ekoteologi memfokuskan diri pada bagaimana perilaku manusia yang seharusnya terhadap ekosistem. Ekoteologi sekaligus merupakan kritik atas pemahaman yang selama ini dianut manusia yang membatasi diri pada komunitas sosial. Dalam dimensi ekoteologi, didapati bahwa krisis ekosistem yang sekarang terjadi tidak lepas dari sikap dan cara pandang manusia terhadap alam. Manusia memandang alam sebagai obyek yang harus dieksploitasi demi tercukupnya kebutuhan tanpa memikirkan dampaknya. Dalam pemanfaatannya, pesisir pantai Oesapa menjadi penyambung hidup bagi masyarakat. Pesisir pantai Oesapa menyediakan semua yang dibutuhkan oleh masyarakat. Namun dalam pemanfaatannya, pesisir pantai juga sering dibuat sebagai tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran. Pencemaran yang terjadi ini meliputi pencemaran air, pencemaran tanah dan juga pencemaran udara. Pencemaran yang terjadi ini diakibatkan oleh sampah-sampah yang dibuang tidak pada tempatnya. Dalam ekoteologi, masyarakat Oesapa sebagai manusia yang diberi tanggung jawab untuk memelihara kelestarian alam ciptaan-Nya. Maka dari itu, penatalayanan menjadi basis dari bagamimana pemanfaatan ekosistem pesisir pantai. Masyarakat terpanggil untuk mengelola dan mengusahakan laut sebagai bagian dari pelayanannya kepada Allah. Pemerintah maupun gereja sebagai bagian dari ekosistem sungai perlu membantu masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem demi keberlanjutan kehidupan. Dengan demikian, tercipta suatu relasi antara masyarakat Oesapa dan laut yang harmonis. Dalam relasi tersebut, baik masyarakat maupun laut membangun sebuah persekutan yang terus memuliakan Allah sebagai Sang Pencipta.
SAN DOMINGGUS BANANI
· Thesis · Open Access
Rumusan masalah : Bagaimana pertimbangan hakim sehingga memutuskan tindak pidana perdagangan barang tidak sesuai standar kesehatan sangat redah dibawah ancaman pidana menurut undang-undang? Tujuan penelitian : Untuk mengetahui bagaimana pertimbangan hakim seingga memutuskan tiandak pidana perdagangan barang yang tidak sesuai standar sangat rendah dibwah ancaman pidana menurut undang-undang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Barang Tidak Sesuai Standar Di Bawah Ancaman Pidanan sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan-putusan kasus tindak pidana perdagangan barang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Perdagangan Barang Tidak Sesuai Standar adalah sebagai berikut: Barang yang di perjual belikan memiliki harga yang rendah, Adanya Faktor-Faktor Yang Meringankan Terdakwa
MELANIA KLOWE TEFBANA
· Thesis · Open Access
Penelitian analisis rasio keuangan untuk mengevaluasi tingkat kesehatan dan perkembangan usaha “Pada KSP Pintu Air Di Desa Lado Gahar Kecamatan Nita Kabupaten Sikka” dalam penelitian adalah laporan keuanagan sebagai objek penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laporan neraca pada ksp pintu air di desa lado gahar kecamatan nita kabupaten sikka tahun 2018-2021 berdasarkan analisis rasio keuanagan yang terdiri dari (1) Permodalan (2) kualitas aktiva produktif (3) Manajemen (4) Efisiensi (5) Likuditas (6) Krmandirian dan Pertumbuhan (7) Jati diri Koperasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan dan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Current ratio, Debt to Asset ratio, Debt to Equity ratio, Rentabilitas Modal Sendiri, Net profit Margin dan Return on Asset. Permodalan adalah perbandingan antara modal sendiri terhadap total asset. Terdiri atas 1) Simpanan Pokok (2) Simpana wajib (3) Dana Cadangan (4) Hiba.
Aktiva produktif sering juga disebut earning asset atau aktiva yang menghasilkan, karena penempatan dana tersebut untuk mencapai tingkat penghasilan yang diharapkan. Aktiva produktif adalah kekayaan koperasi yang mendatangkan penghasilan bagi koperasi yang bersangkutan. Aktiva produktif yang diklasifikasikan adalah jumlah aktiva produktif yang kolekbilitasnya tidak lancer .
1. Manajemen Menyusun rencana kerja jangka pendek dan panjang termasuk menentukan sasaran usaha yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.
2. Menyusun struktur organisasi yang efektif dan efisien.
3. Mengawasi pelaksanaan kegiatan bisnis
Efisiensi Rasio ini menggambarkan sampai seberapa besar KSP koperasi mampu memberikan pelayanan yang efisien kepada anggotanya dari penggunaan asset yang dimilikinya.
Kemandirian dan Pertumbuhan Aspek ini didasarkan pada rentabilitas aset, rentabilitas ekuitas dan kemandirian operasional.
Jati Diri Koperasi adalah penilaian untuk mengukur keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu mempromosikan ekonomi anggota. Dalam hal penilaian tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam yang digunakan untuk menghitung rentabilitas adalah:
1. Rasio partisipasi bruto
Rasio partisipasi bruto adalah tingkat kemampuan koperasi dalam melayani anggota, semakin tinggi/besar persentasenya semakin baik.
2. Rasio promosi ekonomi anggota
Rasio ini mengukur kemampuan koperasi memberikan manfaat efisiensi partisipasi dan manfaat efisiensi biaya koperasi
MERITA FATIMA LAWAK
· Thesis · Open Access
Tujuan pendirian koperasi adalah mensejahterakan anggotanya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Meskipun demikian,sebagai badan usaha koperasi tetap bertujuan mencari laba.Dari kegiatan usahanya koperasi akan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dianalisis. Dari hasil analisis dapat mengetahui pengaruh perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi pada koperasi solidaritas kupang.Permasalahan yang dikaji dan penelitian ini adalah pengaruh perputaran modal kerja terhadap rentabilitas ekonomi.objek penelitian ini adalah koperasi solidaritas kupang. Metode analisis yang digunakan adalah analisiss kualitatif dengan menghitung modal kerja dan rentabilitas ekonomi. Berdasarka rumusan masalah dan landasan teori maka yang menjadi konsep penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan dengan indicator empiric yaitu relevan,andal, dan dapat dipahami, yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi solidaritas kupang yang menjadi smpel penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi solidaritas kupang tahun 2018-2020
DOMINGGUS MITA TALI
· Thesis · Open Access
Judul Skripsi adalah Analisis Yuridis Pertimbangan Hakim Judex Yuris Membatalkan Putusan Judex Factie Dalam Tindak Pidana Perbankan. Permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pertimbangan hakim judex yuris membatalkan putusan judex factie dalam tindak pidana perbankan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim judex yuris membatalkan putusan judex factie dalam tindak pidana perbankan. Sifat penelitian ini adalah deskripsi dan Jenis penelitian ini adalah normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan hakim judex yuris membatalkan putusan judex factie dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana perbankan.
Berdasarkan hasil penelitian yang menjadi pertimbangan hakim judex yuris membatalkan putusan judex factie dalam tindak pidana perbankan, yaitu:
1. Judex factie salah menerapkan hukum
2. Perbuatan terdakwa terbukti memenuhi unsur dakwaan.
Saran/ rekomendasi penulis terhadap para penegak hukum, terkhususnya, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri agar:
1. Diharapkan Hakim Tidak lagi salah menerapkan unsur kesalahan terkait praktek perbankan yang tidak sehat.
2. Diharapkan Hakim Tidak lagi salah menerapkan unsur kesalahan terkait terdakwa tidak mencegah pt. ilham teguh melakukan pencaitan keuangan
ATRIANI NOVETI FEOH
· Thesis · Open Access
AN ANALYSIS ON HOMONYMS IN DELA-OENALE, A LANGUAGE OF ROTE IN EASTERN INDONESIA
ABSTRACT
Atriani N.Feoh1 Thersia M. Tamelan2 Ifoni Ludji3
English Education Study Program Faculty Of Teacher Training And Education Artha Wacana Christian University
[email protected]
This thesis is entitled "An Analysis on Homonyms in Dela-Oenale, A Language of Rote in Eastern Indonesia". This research problem of this study were, (1) What are the homonyms in Dela-Oenale language? (2) What are the types of homonyms in Dela-Oenale Language? The purpose of this study were: (1) To describe the homonyms in Dela-Oenale language in Rote, (2) To describe the types of homonyms in Dela-Oenale language in Rote. The method used in this study is a qualitative descriptive method, data taken from five informants from the Oenitas village community, West Rote District who are native speakers of the Dela-Oenale language. In analyzing the data, the writer used the theory of homonyms and types of homonyms, namely same spelling – category, same category – different spelling and different category – same spelling proposed by Saeed (2016). The results of data analysis, the writer found 75 homonym words. Of the 75 homonyms found, all belong to the type of homonym, namely the same spelling and pronunciation but different meanings. In addition, the writer also found a number of examples of words that are homophones-like totaling 11 words. Examples of homonyms are the word fula1 “get ligther skin” and fula2 “month”. Examples of homophone-like words with long and short vowels are the words “they” and see “anchor”. Finally the writer concluded that this research can provide information or knowledge about homonyms in the Dela-Oenale language for people in Oenitas, West Rote District of West Rote Regency. In addition, the author also hopes that the younger generation in Oenitas Village, West Rote District of Rote Ndao Regency, must maintain and preserve the regional language as one of the cultural treasures that must be preserved
Keywords: Homonyms, Dela-Oenale Language
YOHANES MAWO KABO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
DAERAH TERHADAP BELANJA MODAL UNTUK PELAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN KUPANG
Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Terhadap Belanja Modal Untuk Pelayanan
Publik Di Kabupaten Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Keuangan Daerah atau anggaran daerah merupakan rencana kerja pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) dalam satu periode tertentu. Selanjutnya Anggaran daerah atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah adalah instrumen kebijakan yang utama bagi pemerintah daerah. Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005, Keuangan Daerah merupakan semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang termasuk didalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban daerah tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuangan daerah merupakan semua hak dan kewajiban pemerintah daerah dalam bentuk uang (rupiah) yang dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan penyelenggaraan pemerintahan daerah Belanja modal yang dialokasikan oleh pemerintah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait dengan kinerja keuangan daerah diantaranya: PAD, desentralisasi fiskal, efektivitas keuangan daerah, dan efisiensi.
Dalam hal ini peneliti mengangkat 4 variabel yaitu PAD, desentralisasi fiscal, efektivitas, dan efisiensi. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat pemerintah Kabupaten Kupang. Kemudian data diproses menggunakan analisis corelasi. Sampel yang digunakan adalah realisasi anggaran dari periode 2015-2019. Dari hasil pengolahan data diketahui Berdasarkan hasil uji pada variabel pendapatan asli daerah (X1) yang dilakukan menunjukan bahwa pendapatan asli daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap belanja modal untuk Bpelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menggambarkan bahwa PAD yang semakin tinggi maka belanja modalnya semakin tinggi juga yang bisa di alokasikan oleh pemerintah daerah Pendapatan adi daerah yang meningkat akan memberikan manfaat untuk menyediakan fasilitas pedik melalui pembangunan sarana dan prasarana terutamanya pembangunan infrastuktur yang berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya hasil uji pada varibel Desentralisasi Fiskal (2) yang dilakukan menunjukan bahwa Desentralisasi Fiskal secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang cukup kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan bahwa pemerintah dearah mampu melaksanakan otonomi daerah, menggali sumber-sumber keuangan sendiri, mengelola dan menggunakan keuangan sendiri yang sakup memadai untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah daearah dan penyediaan barang public.
Selanjutnya hasil uji variabel pada Efektivitas Keuangan Daerah (X3) yang dilakukan menunjukan bahwa Efektivitas Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada Kabupaten Kupang. Hal ini menunjukan dengan adanya hubungan yang kuat dimana pemerintah daerah memiliki kemampuan dalam merealisasikan PAD yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah.
Selanjutnya hasil uji variabel pada Efisiensi Keuangan Daerah (X4) yang dilakukan menunjukan bahwa Efisiensi Keuangan Daerah secara parsial memiliki hubungan (corelasi) yang sangat kuat terhadap Belanja modal untuk pelayanan publik pada kabupaten kupang. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik efisiensi pengelolaan keuangan daerah semakin rendah berarti kinerja keuangan daerah dalam menghitung besarnya biaya yang dikeluarkan untuk merealisasikan seluruh pendapatan yang diterimanya, sehingga dapat diketahui cara memungut pendapatannya efisien atau tidak.
Kata kunci: Kinerja Keuangan, Belanja Modal Untuk Pelayanan
LOUFANY SUSANA TOEPOE
· Thesis · Open Access
“FUNGSI TETU UIS NENO”
(Suatu Kajian Budaya Terhadap Pemahaman Marga Sonbai Di Desa Kauniki Kecamatan Takari Kabupaten Kupang)
Toepoe, L S.)* Nuban Timo, E I.)** Tnunay, P.)**
ABSTRAK
Kauniki merupakan salah Desa tradisional yang berada di wilayah Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. Selain sebagai desa tradisional, Kauniki juga merupakan eks ibukota kerajaan Oenam pada masa kekuasaan dinasti Sonbai. Sebagai wilayah tradisi dan sejarah di tanah Timor, kekuasaan Sonbai mewarisi berbagai kebudayaan dalam peradaban kerajaan Oenam bagi masyarakat di Kauniki. Salah satu tradisi yang masih dipraktekan oleh masyarakat Kauniki yang menyebut diri sebagai suku Sonbai ini adalah Tetu Uis Neno. Tetu Uis Neno adalah bagian pemberhalaan pada masa lalu, namun pada perkembangan masa kini masih dilaksanakan ritual keagamaan suku Sonbai. Oleh karena itu, dengan gambaran tersebut salah satu persoalan dalam rumusan masalah ini yaitu bagaimana pendangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno? dan Apa saja fungsi Tetu Uis Neno menurut masyarakat suku Sonbai? Rumusan ini sebagai objek penelitian yang dilakukan guna mencapai tujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat terhadap Tetu Uis Neno dan fungsi Tetu Uis Neno. Untuk memperoleh data yang penting terkait penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif penelitian dengan dua teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara di samping kajian dokumen. Berdasarkan metode itu, maka hasil yang diperoleh antara lain: a) menurut pandangan masyarakat suku Sonbai, Tetu Uis Neno adalah media penyembahan tunggal kepada Uis neno (mezbah) yang masih bernuansa ritual penyembahan; b) Pendapat marga Sonbai bahwa Tetu Uis Neno adalah warisan yang dipegang turun-temurun, dan pada Tetu Uis Neno manusia dapat berkomunikasi dengan Uis Neno; c) Tetu Uis Neno memiliki fungsi antara lain: sebagai tempat peribadatan (fungsi religius), media pemersatu (fungsi sosial), fungsi keterwakilan (represtasi Uis neno), sarana penghubung manusia dengan Uis Neno (fungsi relasi), media pembelajaran (fungsi pendidikan), keteraturan hukum (fungsi norma), dan media perwujudan jawaban (fungsi mistis). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tetu uis neno adalah mezbah yang dimanfaatkan sebagai alat penyembahan yang berfungsi bagi masyarakat suku Sonbai di Desa Kauniki;
Kata Kunci: Pandangan, Fungsi, Tetu Uis Neno
FEBI APRIANA AMALO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian intern yang ditetapkan pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKNL) Kupang. Pembahasan dilakukan dengan cara membandingkan antara kinerja di KPKNL Kupang dengan undang-undang dan peraturan Pemerintah nomor 60 tahun 2008 tentang sistem pengendalian internal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, tujuannya adalah menggambarkan secara sistematis tentang fokus penelitian. Data diperoleh melalui wawancara dengan Kepala KPKNL Kupang beserta para jajaran yang ada di KPKNL Kupang terkait dengan sistem pengendalian intern. Data diperoleh dalam bentuk profil singkat KPKNL Kupang, struktur organisasi, Job Description, Standart Operational Procedure (SOP) KPKNL, dan dokumen-dokumen lain yang diperlukan.
Penelitian menunjukkan bahwa secara umum KPKNL Kupang kinerja karyawannya sudah sesuai dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku. Namun untuk sistem pengendalian intern masih perlu perbaikan dalam hal menetapkan kebijakan-kebijakan tidak tertulis terkait jabatan yang tidak ada distruktur organisasi, Job Description, penyaluran informasi kepada karyawan, serta penetapan sanksi kepada pengguna barang yang melanggar aturan yang berlaku.
Kata Kunci : Analisis Sistem Pengendalian Intern, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKNL).
JUNIASTI ANGELIEN GA
· Thesis · Open Access
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENJUALAN KREDIT DEALER MOTOR GRASIA WAINGAPU ABSTRAK NAMA : JUNIASTI ANGELIEN GA NIM 1 : 8190116 FAKULTAS : EKONOMI PROGRAM STUDI : AKUNTANSI TAHUN PENULISAN : 2023 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan efektivitas pelaksanaan sistem pengendalian intern penjualan kredit di Dealer Motor Grasia waingapu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil wawancara. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui wawancara dan dokumentansi. Sampel yang digunakan 2 orang karyawan yang memahami penjualan kredit. Penjualan kredit sangat penting dalam suatu perusahaan guna menarik minat para konsumen akan produk dan jasa yang ditawarkan sehingga nantinya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Sehingga sistem pengendalian intern sangatlah berpengaruh terhadap penjualan kredit, karena sistem penegndalian intern merupakan prosedur atau sistemm yang dirancang untuk mengontrol, mengawasi, mengarahkan perusahaan untuk tercapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan, maka perlu adanya pengendalian intern. Pengendalian intern ditetapkan agar kegiatan operasi berjalan dengan efektif dan efisien. Efektif yang dimaksud adalah mengerjakan sesuatu dengan akurat, tepat waktu, obyektif dan menyeluruh sesuai dengan tujuan organisasi. Setiap organisasi didirikan atau dibentuk untuk mengejar efektivitas, karena eksistensi dan pertumbuhan yang bersangkutan dapat mengemban visi dan misi untuk melaksanakan tugasnya dengan tingkat ketangguhan yang tinggi. Informasi yang diperoleh dari wawancara mengenai unsur-unsur penjualan kredit dapat dijelaskan sebagai berikut. Struktur organisasi memisahkan tanggung jawab secara tegas, fungsi penjualan terpisah dari fungsi kredit yakni fungsi penjualan dipegang bagian pemasaran dan fungsi kredit oleh direktur. Fungsi pencatatan piutang terpisah dari fungsi penjualan dan fungsi kredit yakni pencatatan piutang dipegang bagian akuntansi. Fungsi pencatatan piutang digabungkan dengan fungsi penerimaan kas, fungsi penyimpanan digabungkan dengan fungsi pengiriman oleh bagian gudang, dan transaksi penjualan kredit dilaksanakan oleh fungsi keuangan dan penagihan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada sistem pengendalian intern penjualan kredit di dealer motor grasia telah diterapkan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari pembagian kerja dan tangggung jawab pelaksanaan sistem pengendalian intern di perusahaan sudah bisa dijalankan. Tetapi belum bisa dikatakan efektif karena masih ada karyawan yang merangkap sekaligus 2 bagian pekerjaan, dan pembeli yang membayar tagihan lewat dari jatuh tempoh yang ditetapkan, dan masih ada pembeli yang kabur ketika karyawan mau menagih hutang.
JEFRIYANUS LEDI DIMA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
UPAYA MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU PJOK PADA MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN (MGMP) DI KOTA KUPANG
Jefriyanus Ledi Dima1*, Ramona M. Mae2, Yahya J. Palinata3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Guru merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan. Profesionalisme guru PJOK masih banyak kekurangan, seperti guru sering membiarkan siswa bermain dan belajar sendiri dalam pembelajaran walaupun saat pembelajaran penuh atau tidak. Kemudian dilihat dari sisi fasilitas, pembelajaran olahraga masih sangat kurang memadai sehingga pembelajaran kurang optimal.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada musyawarah musyawarah mata pelajaran di Kota Kupang.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang digunakan sebagai cara atau prosedur untuk mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil wawancara dan hasil penelitian mengenai upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang, menunjukkan bahwa guru dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran, guru mengikuti kegiatan diklat, mengikuti kegiatan esktrakurikuler, melaksanakan kegiatan perlombaan dan pertandingan serta guru mempunyai kompetensi yang baik dalam melakukan pembelajaran sehingga dapat menjadi guru yang profesional.
Simpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa upaya membangun profesionalisme guru PJOK pada MGMP Kota Kupang sudah baik hal ini sesuai dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Sedangkan dari segi faktor yang mempengaruhi upaya membangun profesionalisme guru PJOK yaitu sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Kata kunci: Profesionalisme Guru; MGMP; pendidikan jasmani
GISELA DOLVIANA BERE
· Thesis · Open Access
Masalah yang diambil dalam penelitan ini adalah pengaruh risiko bisnis dan risiko keuangan terhadap profitabilitas. Adapun persoalan yang diangkat adalah Apakah terdapat pengaruh risiko bisnis terhadap profitabilitas? Dan Apakah terdapat pengaruh risiko keuangan terhadap profitabilitas?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah risiko bisnis berpengaruh terhadap profitabilitas dan tujuan ke dua adalah untuk mengetahui apakah terdapat risiko keuangan berpengaruh terhadap profitabilitas.
Adapun konsep dari penelitian ini adalah Profitabilitas, risiko bisnis dan risiko keuangan. Profitabilitas adalah Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubunganya dengan penjualan, total aktiva maupun modal sendiri. Risiko bisnis adalah risiko yang dialami perusahaan saat menjalani aktifitas operasi, perusahaan tidak mampu untuk mendanai kegiatan operasional. Risiko keuangan adalah suatu tambahan risiko yang dibebankan kepada para pemegang saham biasa sebagai hasil dari keputusan untuk mendapatkan pendanaan melalui utang.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sub sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam periode 2017-2021. Sampel yang dipilih dalam penelitian ini adalah 14 perusahaan manufaktur sub sektor telekomunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah sumber data yang di peroleh melalui media perantara atau secara tidak langsung. Data ini berupa laporan keuangan yang sudah di publikasikan oleh perusahaan manufaktur sub sektor telekomunikasi yang memenuhi kriteria sampel penelitian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2021 yang dapat diakses melalui Situs www. idx.co.id
Berdasarkan Hasil Uji Determinasi model summary diperoleh nilai (R2) sebesar 0,428 atau 42,8%. Hal ini menunjukkan bahwa risiko bisnis dipengaruhi oleh risiko keuangan sebesar 42,8%. Sedangkan pengaruh sisanya sebesar 42,8% merupakan variabel lainnya yang tidak di teliti dalam penelitian ini. Hasil uji regresi secara parsial risiko bisnis (H1) menunjukkan nilai Koefisien (β1) adalah 0,006 dengan tingkat signifikansi 0,001 kurang dari 0.05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini diiterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa risiko bisnis berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas
Selanjutnya Hasil uji regresi secara parsial risiko keuangan Menunjukkan nilai Koefisien (β2) sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan positif risiko keuangan dengan profitabilitas. dengan tingkat signifikansi 0,960 lebih dari 0.05 maka hipotesis kedua dalam penelitian ini diitolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa risiko keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
YUMARLIN NDAUMANU
· Thesis · Open Access
Biaya operasional merupakan biaya yang tidak terlepas dari kegiatan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasi perusahaan, dengan tujuan perusahaan baik yang besar maupun yang kecil adalah memperoleh laba atau keuntungan perusahaan. Net Profit Margin merupakan suatu indikator penting dalam mencapai tujuan perusahaan besarnya net profit margin yang di peroleh dapat dilihat dari bagaimana perusahaan melakukan strategi untuk meminimmalisir biaya yang akan dikeluarkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biaya operasional terhadap profitabilitas (NPM) pada perusahaan Otomotif yang terdaftar di bursa efek indonesia. Apabila nilai profitabilitas tinggi dalam suatu perusahaan dapat membantu perusahaan memproleh laba dengan baik karena semakin tinggi nilai profitabilitas maka semakin tinggi juga kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Jika perusahaan dapat menekan Biaya Operasi, maka perusahaan akan dapat meningkatkan laba, demikian juga sebaliknya bila terjadi pemborosan biaya akan mengakibatkan menurunnya laba.
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahan Otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Data penelitian yang digunakan dari tahun 2018-2021. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 perusahaan dan pada sampel penelitian 12 perusahaan. Analisis data yang di gunakan mengunakan regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS 26.
Hasil penelitian ini menjukkan bahwa biaya operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas
MISREN ADIRTO BAUN
· Thesis · Open Access
Tujuan penelitian untuk mengetahui untuk menguji pengaruh likuiditas terhadap Siklus hidup perusahaan, untuk menguji pengaruh laverange terhadap Siklus hidup perusahaan dan untuk menguji pengaruh ROE terhadap Siklus hidup perusahaan
Pada tahun 2016 secara rata-rata total aktiva lancar sebesar Rp22.144.600 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp25.611.194 juta sehingga ada kenaikan sebesar Rp3.466.694 juta atau meningkat 15,65%. Pada tahun 2018, rata-rata total aktiva lancar sebesar Rp25.596.732 juta yang turun dibanding tahun 2017 sebesar Rp14.462 juta atau terjadi penurunan sebesar 0,06%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata aktiva lancar berjumlah Rp25.068.194 juta yang turun sebesar Rp528.538 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi penurunan 2,06%. Kemudian pada tahun 2020, jumlah rata-rata aktiva lancar Rp25.652.384 juta yang naik sebesar Rp584.189 juta dibandingkan tahun 2019 atau terjadi kenaikan 2,33%. Akhirnya pada tahun 2021, total aktiva lancar adalah Rp34.278.050 yang meningkat dibanding tahun 2020 sebanyak Rp8.946.665 atau mengalami peningkatan 33,67%.
Pada tahun 2016, secara rata-rata total utang sebesar Rp26.789.573 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp32.223.169 juta sehingga ada kenaikan Rp5.433.596 juta atau meningkat 20,28%. Pada tahun 2018, rata-rata total utang sebesar Rp36.879.008 juta yang naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp4.655.840 juta atau terjadi kenaikan sebesar 14,45%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata utang berjumlah Rp39.055.489 juta yang naik sebesar Rp2.176.481 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi kenaikan 5,90%. Pada tahun 2020, jumlah rata-rata utang Rp46.563.898 juta yang naik sebesar Rp7.510.409 juta dibandingkan tahun 2019 atau terjadi kenaikan 19,23%. Akhirnya pada tahun 2021, total utang adalah Rp50.454.304 juta yang meningkat dibanding tahun 2020 sebanyak Rp3.888.406 juta atau mengalami peningkatan 8,35%.
Pada tahun 2016, secara rata-rata total laba bersih sebesar 4.247.518 juta kemudian pada tahun 2017 sebesar Rp5.104.035 juta sehingga ada kenaikan Rp856.517 juta atau meningkat 20,17%. Pada tahun 2018, rata-rata total laba bersih sebesar Rp5.348.352 juta yang naik dibanding tahun 2017 sebesar Rp334.417 juta atau terjadi kenaikan sebesar 6,55%. Selanjutnya pada tahun 2019, jumlah rata-rata laba bersih berjumlah Rp6.182.554 juta yang naik sebesar Rp744.202 juta dibandingkan tahun 2018 atau terjadi kenaikan 13,68%
IRMAN R. PAUT
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MATERI SENAM LANTAI LONCAT KANGKANG
Irman Roset Paut1*, Ramona M Mae2, Fredik E Nope3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
Email. [email protected]
Latar belakang:Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang beranggapan bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan secara ilmiah, artinya belajar akan lebih bermakna jika anak bekerja dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya, bukan sekedar mengetahuinya.
Tujuan penelitian: penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Pembelajaran KontekstualDalam Materi Senam Lantai Loncat Kangkang di SMP N 1 Fatuleu.
Metodepenelitian:Penelitian ini menggunakan metode deskiriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi serta teknik analisi data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sampel pada penelitian ini bagaimana implementasi pembelajaran kontekstual dalam materi senam lantai loncat kangkang.
Hasil dan pembahasan: Sumber data diperoleh langsung dari hasil Wawancara dengan Guru Penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, pembahasan pembelajaran kontekstual adalah metode pembelajaran yang membantu peserta didik untuk menemukan dan membangun materi yang dipelajari dengan kondisi kehidupan nyata sehari-hari.
Simpulan: Dari hasil penelitian ini maka peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran loncat kangkang di SMP N 1 Fatuleu, guru penjasorkes masih menggunakan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab, alangkah lebih baiknya guru penjasorkes mencoba metode pembelajaran yang lebih afektif untuk membuat siswa-siswi juga turut aktif dalam mengikuti pembelajaran loncat kangkang, karena itu metode pembelajaran yang cocok untuk membuat pembelajaran loncat kangkang lebih menyenangkang adalah metode pembelajaran kontekstual.
Katakunci: Kompetensi guru; Implementasi pembelajaran kontekstual dalam materi senam lantai loncat kangkang.