RIVALDI K.Y. ALLE
2021 · Thesis · Open Access
This study is about types of teacher’s questions and students’ responses toward teachers’ questions . The writer conducts this study under the title “An Analysis of Teachers’ Questions and Students’ Response in English Classroom in Teaching and Learning Process”. There were two videos involved in this study. The first video was about 34.37 minutes and the second video was about 16.10 minutes. The writer collected the data through watching the videos . The collected data were analyzed using qualitative descriptive method. The findings revealed that there were five types of teacher’s questions used by the teachers, they were yes/no questions (33,7%), short answer questions (18,1%), open ended questions (11,7%), display questions (22,0%) and referential questions (14,2%) . Three types of students responses used by the students , they were student response (specific) was 48,1%, student response (open-ended or student-initiated) was 46,7% and the last student response (nonverbal) 5,2%. Key Words: Teacher’s questions, students’ responses, English classroom
ALAN MARDY KALINGGORU
2021 · Thesis · Open Access
The study of this research is entitled “Advantages and Disadvantages of E-Learning in English Lesson during Covid-19 Pandemic at Adhyaksa 2 Junior High School’’. The aim of this study is to find out the advantages and disadvantages of E-Learning in English Lesson during covid-19 pandemic at Adhyaksa 2 Junior High School. The method used is descriptive qualitative. The data collected from interviewed English Teacher and 15 students at 8 grade. The result shows that the teacher have Advantages in easily to compile and deliver the material through Application without limitation of time. However, teacher has disadvantages in how to use and how to master E-Learning method due to Difficult to develop teaching material and feel fail to guide students to understand any material directly due to lack of socialization about E-Learning from Government. The students have advantages in helped students focus to learn independently, helping students easily to find English material and the answer of a task on the internet through Smartphone and helped students mastery the use of Electronical device for learning purposes. However, students have more disadvantages from E-Learning on English material as the materials are not understandable for students due to lack of explanation form English Teacher who makes student have bad score and achievement in English lesson. Moreover, E-Learning depends on electricity also good signal, created opportunities for students to cheat freely on internet and force parents to spend more budget for mobile data package per month.
AYUB MESAKH RIWUDJAMI
2021 · Thesis · Open Access
Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah loyalitas. Suatu perusahaan dapat bertahan jika dalam segala kegiatan didukung oleh loyalitas dari para karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan loyalitas kerja adalah dengan memperhatikan kualitas lingkungan kerja karyawan. Lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting untuk menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Selain itu, stres kerja juga perlu diperlihatkan karena stres yang berlebihan dari para karyawan akan membuat situasi dan lingkungan kerja suatu perusahaan akan menjadi lebih buruk, terutama saat pandemi covid-19 saat ini.
Tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan serta bagaimana hubungan antara lingkungan kerja dengan loyalitas kerja dan hubungan stres kerja dengan loyalitas karyawan pada Bella Vita Hotel Kupang, karena peneliti menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi karyawan saat jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Kupang semakin banyak.
Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah lingkungan kerja, stres kerja, dan loyalitas karyawan. Menurut Saydam (2009:385) loyalitas adalah tekad dan kesanggupan menaati, melaksanakan,, dan mengamalkan sesuatu yang dipatuhi dengan kesadaran dan tanggung jawab. Tekad dan kesanggupan harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta pembuatan tugas. Nitisemito (2009) menyatakan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerjaan dan dapat mempengaruhi seorang karyawan dalam menjalankan tugas tugas yang dibebabnkan kepadanya. Menurut Mangkunegara (2013:87) stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres tidak timbul begitu saja namun sebab–sebab stres timbul umumnya diikuti oleh faktor peristiwa yang mempengaruhi kejiwaan seseorang, dan peristiwa itu terjadi di luar dari kemampuannya sehingga kondisi tersebut telah menekan jiwanya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada Bella Vita Hotel yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi ranks spearman menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa lingkungan kerja pada Bella Vita Hotel Kupang berada dalam kategori sangat baik, stres kerja karyawan dalam kategori cukup tinggi, dan loyalitas karyawan dalam ketegori baik. Indikator dari masing masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan bantuan tabel distribusi frekuensi.
Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis uji korelasi rank spearman diketahui bahwa lingkungan kerja mempunyai hubungan positif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,041 dan correlation coefficient sebesar 0,462 yang berarti semakin baik lingkungan kerja, semakin tinggi pula loyalitas karyawan, dan sebaliknya. Sedangkan stres kerja mempunyai hubungan negatif dengan loyalitas karyawan yang ditunjukkan dengan nilai sig(2-tailed) sebesar 0,042 dan correlation coefficient sebesar -0,459 yang berarti semakin tinggi stres kerja, semakin rendah loyalitas karyawan, dan sebaliknya.
YATMI A. BENU
2021 · Thesis · Open Access
Penilaian kinerja merupakan kegiatan mengevaluasi atau mengukur seberapa jauh setiap orang melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan kemudian diukur dengan sebuah standar untuk dikomunikasikan. Penilaian kinerja pada penelitian ini adalah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur jika diukur dengan alat balance scorecard. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan evaluasi bagi organisasi tentang balance scorecard sebagai alat ukur kinerja organisasi dan juga diharapakan menjadi bahan pertimbangan dalam memperbaiki kekurangan kinerja organisasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh orang lain. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan alat balance scorecard. Balance scorecard merupakan suatu alat manajemen yang dapat membantu organisasi dalam mewujudkan visi dan strategi kedalam aksi dengan memanfaatkan sekumpulan indikator keuangan maupun non keuangan yang semuanya terjalin suatu hubungan sebab akibat. Penilaian kinerja pada penelitian ini didasarkan pada tiga perspektif balance scorecard yaitu perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Penghitungan skor untuk setiap perspektif dihitung berdasarkan indikator kinerja pada setiap perspektif. Penghitungan skor untuk steacholder perspektif dihitung berdasarkan empat indikator kinerja yang pertama, panjang jalan dalam kondisi baik mempeoleh skor diatas dari 90% maka kinerja pada inkator ini dikatakan baik, kedua, jumlah daerah irigasi dalam kondisi baik memperoleh skor diatas dari 90% atau kinerja untuk indikator baik, ketiga, persentase ketersediaan jalan ke 22 pariwisata estate belum bisa disimpulkan karena belum ada target pada indikator ini, keempat, Jumlah embung dalam kondisi baik, memperoleh skor diatas dari 90% maka kinerja pada indikator ini dikatakan baik. Penghitungan skor untuk perspektif pelanggan dihitung berdasarkan tujuh indikator kinerja, untuk enam indikator kinerja belum bisa dihitung skornya karena nilai realisasi kinerja belum diisi dan untuk indikator kinerja persentase rumah tangga air layak memperoleh skor dibawah dari 70% maka kinerja untuk indikator ini dikatakan buruk. Penghitungan skor perspektif proses internal berdasarkan satu indikator kinerja yaitu kesesuaian fungsi dan pola ruang mempeoleh skor sebesar 70% yang jika dibandingkan dengan kriteria penilaian kinerja maka kinerjanya dikatakan sedang. Untuk perspektif pertumbuhan dan pembelajaran penghitungan skor berdasarkan satu indikator kinerja yaitu persentase pencapaian SPM perumahan rakyat dan kawasan permukiman, penghitungan skor untuk indikator belum bisa dihitung karena data realisasi belum diisi.
RENI DELILA BUAN
2021 · Thesis · Open Access
Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa belum terlibat aktif dalam mengikuti pembelajaran dalam kelas, karena pembelajaran masih berpusat pada guru tanpa adanya pembelajaran yang bervariatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode resitasi dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas VIIASMP Negeri14 kupang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitulembar observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran dan tes hasil belajar siswa.Teknik analisis data yang digunakan yaitu menghitung persentasi hasil belajar dan keterlaksanaan sintaks pembelajaran.Penelitian ini dilakukan dalam satu siklus yaitu Siklus I dengan empat tahapan yaitu perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi.Dari hasil penelitian diperoleh jumlah persentasehasil belajar siswa pada siklus I sebesar 80%.Sedangkan jumlah persentase untuk lembar keterlaksanaan sintaks pada siklus I adalah 87%, terjadinya peningkatan dikarenakan dalam penerapan metode resitasi dengan berbantuan LKS sangat efektif dimana dalam metode ini terdapat tiga fase, yaitu fase pemberian tugas, pelaksanaan tugas dan mempertanggungjawabkan tugas.Dalam setiap fase ini guru atau peneliti berperan aktif agar mampu membimbing, mengarahkan siswa agar siswa termotivasi serta mampu untuk mengerjakan tugas sesuai dengan arahan yang diberikan.Metode ini juga dibantu dengan menggunakan LKS sehingga siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam mengerjakan tugas yang diberikan hal ini yang membuat siswa terlihat lebih termotivasi dan aktif dalam mngerjakan tugas yang diberikan.Dengan demikian disimpulkan penerapan metode resitasi dengan berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
MARIA DORTI SUWO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
“PENGARUH EKSTRAK DAUN BINAHONG
(Andredera cordifolia (ten.) steenis) TERHADAP PERTUMBUHAN
BAKTERI Escherichia coli.”
Suwo D. M* Nge S. T** Ballo A**
Tanaman herbal di Indonesia telah banyak digunakan sebagai bahan obat tradisional. Salah satu bahan alami ialah Binahong (Anredera Cordifolia Steenis). Daun binahong memiliki kandungan senyawa aktif yang antara lain flavonoid, terpenoid, alkanoid, saponin. Daun binahong memiliki khasiat untuk melancarkan dan menormalkan peredaran darah, mencegah stroke, asam urat, maag, menambah dan mengembalikan vitalitas daya tahan tubuh, ambeien, melancarkan buang air kecil, buang air besar, diabetes, rematik dan sariawan berat. Binahong memiliki efek antiinflamasi dan bisa mengurangi rasa nyeri pada luka bakar, sebagai antimikroba, penyembuhan luka bakar dan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun binahong (Andredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yang terdiri dari 4 perlakuan 1 kontrol dengan 3 ulangan yaitu pemberian ekstrak daun binahong 25 mg/ml, 50 mg/ml, 75 mg/ml, 100 mg/ml. Data dianalisis secara statistik menggunakan analisis variansi ANOVA satu jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat berkisar antara 24mm sampai dengan 27,67mm dikategorikan sebagai daya hambat kuat.
Kata kunci : Uji antibakteri, daun binahong, E. coli
ARDITUS BAROS
2021 · Thesis · Open Access
ARDITUS BAROS (15390060). Suitability Study of Good Manufacturing Practices and Standard Sanitation Operational Procedures on the Production of Iodized Salt at Cv. Raja Baru Kupang City: (UMBU PL DAWA S.Pi, M.Sc Advisor I and YUNIALDI H. TEFFU, S.Pi, M.Si Advisor II) Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang. Province of East Nusa Tenggara (ENT) is one of the provinces that has potential to develop districes very large salt pond business. Salt ponds in ENT in 2016/2017 recorded 10 out form 23 districts and cities having a land area of 343.6 ha with annual production reaching 8,945.78 tonnes so that in 1 year can produce for 2 ha of land can only produce around 26 tonnes of salt. This number shows that it has not been maximal in describing salt production in ENT (Anonymous, 2017). Salt is one of the necessities that is a complement to food needs and as a source of electrolytes for the human body. However, in the salt production process, food safety and hygienic equipment must be maintained. Therefore, this study aims to determine the production process and to determine the suitability of Good Manufacturing Practices (GMP) and Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) in the production of iodized salt in CV. Raja Baru Kupang City. This research was conducted by observing how to produce iodized salt and seeing the suitability of Good Manufacturing Practices (GMP) and Standard Sanitation Operational Procedure (SSOP) in the Iodized Salt Production Industry at CV. Raja Baru, Kupang City. This research was conducted from November to December 2020 at CV. Raja Baru, Kupang City. This research uses a compoarative descriptive, with the application of GMP and SSOP treatment. The results of this study indicate that the application of GMP and SSOP in CV. Raja Baru has met SNI standards 3556-2010. The application of GMP / CPB which is applied in CV. Raja Baru, with a suitability level of 78.26% and a non-conformity level of 21.74%, therefore the GMP / CPB applied in CV. Raja Baru is very much in accordance with the applicable standards, so that the product is safe for consumption. the application of SSOP which is applied in CV. Raja Baru with the conformity level reaching 71.43% and the non-conformance level reaching 28.58%. Therefore, the SSOP applied in CV. Raja Baru needs to think again or improve such as employee health control, sanitation, and pest prevention so that the products consumed are safe for consumption.
ONI J NENOHAY
2021 · Thesis · Open Access
RINGKASAN
ONI J. NENOHAY (14390038). Studi Kualitas Garam Tambak Tradisional di Desa Oeteta dan Garam Masak Tradisional di Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Garam adalah hasil dari proses penguapan air laut dan bantuan sinar matahari dimana air laut merupakan tempat bermuaranya sungai, baik sungai besar maupun kecil. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui proses produksi garam tambak tradisional di Desa Oeteta dan proses produksi garam masak tradisional di Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Mengetahui kualitas kadar air, kadar NaCl, mineral (Mg, K, Ca) logam berat (Pb, Cd) dan iodium pada produk garam tradisional yang dihasilkan oleh petani garam di Desa, Oeteta dan Desa Pariti Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober - Desember 2019 di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Eksakta UKAW untuk melakukan pengujian organoleptik dan kadar air sedangkan di Laboratoriun PT. Saraswati Indo Genetic Bogor untuk melakukan pengujian, kadar NaCl, mineral logam berat dan iodium. Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif.
Hasil penelitian garam tradisional di Desa Oeteta dan Desa Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang kadar air garam tambak yaitu 4,94% dan garam masak yaitu 4,93%, kadar NaCl garam tambak yaitu 71,71% dan garam masak yaitu 80,25%, iodium garam tambak yaitu 0,765 mg/kg dan garam masak yaitu 1,28 mg/kg, magnesium garam tambak yaitu 1015,9 mg/100g dan garam masak yaitu 491,72 mg/100g, kalsium garam tambak yaitu 145,86 mg/100g dan garam masak yaitu 486,675 mg/100 g, kalium garam tambak yaitu 309,485 mg/100g dan garam masak yaitu 185,06 mg/100g, organoleptik parameter warna garam tambak dan garam masak yaitu putih normal, organoleptik parameter bau garam tambak dan garam masak yaitu normal tidak berbau, logam berat cadmium dan timbal garam tambak dan garam masak tidak terdeteksi
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Teknik pembuatan garam tambak meliputi pengisian air laut bak pembenihan 1-7 masing-masing selama 1 minggu, pengaliran air tua di meja 1-5, penjemuran dibawah sinar matahari selama 1 minggu, kristal garam tambak dan distribusi. Sedangkan teknik pembuatan garam masak meliputi pengambilan bahan baku, penyaringan selama 2 jam, pemasakan selama 4 jam, Kristal garam, penyiangan selama 1 jam, pengemasan dan distribusi. Garam tambak di Desa Oeteta dikategorikan tergolong pada garam K3 dengan kadar air 4,94%, NaCl 71,71%, warna garam coklat dan bau garam normal. Sedangkan garam masak di Desa Pariti dikategorikan juga tergolong pada garam K3 dengan kadar air 4,93%, NaCl 80,25%, warna garam coklat dan bau garam normal
HENDRIKUS ILE LETON
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
STUDI DESKRIPTIF HASIL BELAJAR PSIKOMOTORPEMBELAJARAN PJOK PADA MASA PANDEMI
COVID-19 DI SD INPRES OESAPA KOTA KUPANG
Hendrikus Ile Leton1*, Lukas M. Boleng2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikan jasmani merupakan program pembelajaran yang memberikan perhatian yang proporsional dan memadai pada domain-domain pembelajaran, yaitu psikomotor, kognitif, dan afektif.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui dan menganalisis gambaran hasil belajar psikomotor pembelajaran PJOK pada masa pandemi COVID-19 di SD Inpres Oesapa Kota Kupang.
Metode penelitian:Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Dalam metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan naturalistik sebagai instrument utama.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah obserasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Data yang terkumpul dianalisa secara sistematis, objektif, dan akurat. Secara umum penelitian ini menunjukan bahwa, gambaran hasil belajar harian sudah baik seperti sebelumnya pembelajaran offline dan perlu ditingkatkan. Hasil yang ditemukan adalah sebagai berikut dalam gambaran hasil belajar online siswa pada masa pandemi COVID-19 di SD Inpres Oesapa memperoleh hasil belajar dengan baik berdasarkan kriteria penilaian yang ditentukan. Peneliti menyarankan pada siswa diharapkan lebih serius dalam mengikuti kegiatan pembelajaran online. Peneliti menyarankan kepada Guru PJOK diharapkan lebih tegas untuk memperhatikan secara khusus siswa yang lalai dalam pembelajaran online dan untuk orang tua/wali siswa diharapkan agar memperhatikan waktu belajar anak di rumah. Karena siswa lebih banyak memiliki waktu ketika di rumah (pembelajaran online).
Simpulan:Berdasarkan uraian yang telah dikaji, maka peneliti dapat menyatakan bahwa dalam gambaran hasil belajar online pada masa pandemi COVID-19 di SD Inpres Oesapa memperoleh hasil belajar dengan baik dalam rana psikomotor, berdasarkan kriteria penilaian yang ditentukan.
Katakunci: Hasil Belajar; Pandemi; Covid-19
SELFIANA MARIA PRISILA NITTI
2021 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul“ Analisis Pengaruh KompensasiDan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang”,dengan persoalan penelitian dalam penelitian ini terdiri dari :(1)Bagaimana kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan ?,(2)Bagaimana lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh Nya terhadap kepuasan kerja karyawan?,serta tujuan dari penelitian ini adalah:(a)Untuk menganalisis kompensasi karyawan di PDAM Kota Kupang dan pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan,(b)Untuk menganalisis lingkungan kerja di PDAM Kota Kupang dan pengaruh-Nya terhadap kepuasan kerja karyawan. Dalam tinjauan empiric digunakan hipotesis yang di angkat dalam penelitian ini adalah:H1:Diduga bahwa terdapat pengaruh Kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM) Kota Kupang. H2:Diduga bahwa terdapat pengaruh Lingkungan Kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah (PDAM )KotaKupang). H3: Diduga bahwa terdapat pengaruh secara bersamaan tara Kompensasi(X1) dan Lingkungan Kerja (X2)terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) Perusahan air minum daerah(PDAM )Kota Kupang.Konsep-konsep penelitian ini meliputi:1)Kompensasi,untuk mengukur kepuasan kerja karyawan PDAM Kota kupang dengan menerima insentif,tunjangan,asuransi dan cuti.2)Lingkungan Kerja,untuk mengukur kenyamanan karyawan PDAM Kota Kupang dengan suasana kerja,hubungan kerja dengan rekan kerja,fasilitas,3)kepuasan kerja karyawan sebagai merupakan penilaian,perasaan atau sikap karyawan PDAM Kota Kupang mendapatkan kepuasan dan kenyamanan pada pekerjaan dengan skala pengukuran interval.Metode penelitian digunakan rumusan analisis linear berganda:Y=a+βX1+βX2+e,data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program IBM SPSS22,dalam pengujian penelitian statistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa :1)Kompensasi(X1) memilik pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y)Pada PDAM Kota Kupang,hal ini dapat dibuktikan dengan hasil koefesien beta(ß)ß=0,084 dan signifikan pada taraf signifikansi 0,514,sehingga signifikasi kompensasi(X1)0,514>0,05 dan nilai t-hitung 0,665< t-hitung 2.08596.maka H0 diterima Ha ditolak yang berarti terdapat pengaruh negative pada variable kompensasi(X1) terhadap kepuasan kerja karyawan(Y).2)Lingkungan kerja karyawan(X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan,hal ini dapat dibuktikan dengan nilai koefesien regresi(ß2)sebesar0.444 artinya jika linghkungan kerja berubah satu satuan,maka kepuasan kerja karyawan akan bertambah,dan nilai signifikansi sebesar 0,090>0,05, serta nilait-hitung 1.782 maka dapat diasumsikan bahwa (H)
Diterima Ha ditolak yang artinya terdapat pengaruh positif pada variable lingkungan kerja(X2) terhadap kepuasan kerja karyawan (Y) PDAM Kota Kupang.3)Uji F(simultan) nilai F-hitung sebesar 2.507>nilai F-tabel sebesar 3,47 dan tingkat signifikan 0,107>0,05 maka H0 diterima dan H3 ditolak,dapat disimpulkan bahwa terdapat variable kompensasi (X1)dan Variabel lingkungan kerja karyawan (X2) bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan(Y) pada PDAM Kota Kupang.4)R2 menyatakan bahwa nilai sebesar11,3%
SEVERIUS GEOVANI NAISOKO
2021 · Thesis · Open Access
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN PANTAI
DESA PAKUBAUN KECAMATAN AMARASI TIMUR
KABUPATEN KUPANG
ASBTRAK
SEVERIUS G. NAISOKO
NIM. 16382693
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA
KUPANG
2021
PENGESAHAN ABSTRAK SKRIPSI
Judul Sripsi : Struktur Komunitas Makroalga Di Perairan Pantai Desa Pakubaun Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang
Nama Mahasiswa : Severius Geovani Naisoko
Nomor Induk mahasiswa : 16382693
Program Studi : Manajemen Sumberdaya Perairan
MENGESAHKAN
PEMBIMBING I
Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D
PEMBIMBING II
Imanuel J. Emola, S.Pi.,M.Si
Dekan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Umbu P. L. Dawa, S.Pi.,M.Sc Rektor
Universitas Kristen Artha Wacana
Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si
RINGKASAN
SEVERIUS G. NAISOKO (16382693). Struktur Komunitas Makroalga di Perairan Pantai Desa Pakubaun, Kecamatan Amarasi Timur Kabupaten Kupang. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D dan IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Makroalga adalah salahvsatu organisme tingkat rendah yang keberadaannya sangat melimpah, termasuk di perairan pantai Desa Pakubaun Struktur komunitas merupakan salah satu kajian yang dipelajari dalam syn-ekologi yang mencakup tentang keragaman, keseragaman, dominasi dan kelimpahan. Pesisir pantai Desa Pakubaun terletak di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Daerah ini merupakan salah satu daerah pesisir pantai yang memiliki potensi sumberdaya alam cukup melimpah termasuk makroalga. Informasi ilmiah tentang struktur komunitas makroalga di perairan pantai Desa Pakubaun, Amarasi Timur, Kabupaten Kupang belum ada. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makroalga di Perairan Pantai Desa Pakubaun, Amarasi Timur meliputi: kepadatan jenis dan relatif, keanekaragaman, keseragaman, domiansi dan frekuensi jenis dan relatif.
Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel makroalga yaitu menggunakan metode transek kuadrat dengan menarik meter rol tegak lurus garis pantai dan menempatkan sejumlah kuadrat. Jumlah transek sebanyak 4, masing-masing transek diletakkan 5 plot. Jarak antar transek adalah 100 meter dan jarak antar plot adalah 5 meter.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi jenis makroalga yang ditemukan di perairan pantai Desa Pakubaun terdiridari 3 divisi yaitu Chlorophyta, Phaeophyta dan Rhodophytaserta 8 jenis. Kepadatan jenis makroalga tertinggi adalah Enteromorpha intestinalis (sebesar 297,6 ind/m2), dan kepadatan relatif adalah Enteromorpha intestinalis (sebesar 87,11%). Kepadatan jenis dan relatif terendah adalah Ulva lactuca, dimana kepadatan jenis (sebesar 0,75 ind/m2) dan kepadatan relatif (sebesar 0,22%). Keanekaragaman jenis makroalga di perairan pantai Desa Pakubauan tergolong rendah, keseragaman jenis makroalga tergolong tidak merata dengan nilai E mendekati 0, dominansi jenis makroalaga dengan nilai (C= ~ 1) artinya terdapat spesies yang mendominasi spesies lainnya atau struktur komunitas dalam keadaan labil. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi dengan rata-rata (sebesar 0,178), dengan frekuensi kemunculan terbanyak adalah jenis Enteromorpha intestinalis. Nilai frekuensi jenis makroalga tertinggi (sebesar 1,00) dan frekuensi relatif tertinggi (sebesar 38,46%.
Kata kunci: Struktur komunitas, makroalga, perairan, pantai.
SUMMARY
SEVERIUS G. NAISOKO (16382693). Structure of Macroalgae Community in Coastal Waters of Pakubaun Village, East Amarasi District, Kupang Regency. WILSON L. TISERA., S.Pi. M.Si, Ph.D and IMANUEL J. EMOLA, S.Pi, M.Si as Advisors I and II. Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University, Kupang.
Macroalgae are low-level organisms that are very abundant, including in the coastal waters of Pakubaun Village. Community structure is one of the studies studied in syn-ecology which includes diversity, uniformity, dominance and abundance. The coastal area of Pakubaun Village is located in East Amarasi District, Kupang Regency. This area is one of the coastal areas that has abundant natural resource potential, including macroalgae. There is no scientific information regarding the structure of the macroalgae community in the coastal waters of Pakubaun Village, East Amarasi, Kupang Regency. This study aims to determine the structure of the macroalgae community in the coastal waters of Pakubaun Village, East Amarasi including: species and relative density, diversity, uniformity, dominance and species and relative frequency.
The method used in macroalgae sampling is using the quadratic transect method by pulling the roller meter perpendicular to the coastline and placing a number of squares. The number of transects is 4, each transect is laid out 5 plots. The distance between transects is 100 meters and the distance between plots is 5 meters.
The results showed that the composition of the macroalgae species found in the coastal waters of Pakubaun Village consisted of 3 divisions, namely Chlorophyta, Phaeophyta and Rhodophyta and 8 species. The highest density of macroalgae is Enteromorpha intestinalis (297.6 ind / m2), and the relative density is Enteromorpha intestinalis (equal to 87.11%). The lowest species density and relative density was Ulva lactuca, where the density was (0.75 ind / m2) and the relative density was (0.22%).The diversity of macroalgae species in the coastal waters of Pakubauan Village is low, the uniformity of macroalgae is classified as uneven with an E value close to 0, the dominance of macroalgae with a value (C = ~1) means that there are species that dominate other species or the community structure is unstable. The highest value of macroalgae species frequency with an average (amounting to 0.178), with the highest occurrence frequency was species Enteromorpha intestinalis. The highest value of macroalgae species frequency (amounted to 1.00) and the highest relative frequency (amounted to 38.46%.
Key words: Community structure, macroalgae, coastal, waters.
ANELDA PORSIANA
2021 · Thesis · Open Access
ANALISIS PENDAPATAN PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PULAU LUANG KECAMATAN MDONA HYERA KABUPATEN MALUKU BARAT SKRIPSI OLEH ANELDA PORSIANA NIM 15380037 FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG 2021 PENGESAHAN ABSTRAK SKRIPSI Judul Sripsi : "Analisis Pendapatan Pembudidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii Di Pulau Luang Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat” Nama Mahasiswa : Anelda Porsiana Nomor Induk mahasiswa : 15380037 Program Studi : Manajemen Sumberdaya Perairan MENGESAHKAN PEMBIMBING I Alfred G. O. Kase, S.Pi,M.Si,Ph.D PEMBIMBING II Rockie R. L. Supit, S.Pi.,M.Si Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Umbu P. L. Dawa, S.Pi.,M.Sc Rektor Universitas Kristen Artha Wacana Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si RINGKASAN ANELDA PORSIANA (15380037) analisis pendapatan petani rumput laut kapphycus alvarezii di Pulau Luang Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya. Alfred G. O. Kase S. Pi, M. Si.Ph.D dan Rockie R. L. Supit S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pulau Luang adalah salah satu pulau yang berada di wilayah Kabupaten Maluku Barat Daya tepatnya di Kecamatan Mdona Hyera dengan Desa Lelang sebagai pusat kecamatan. Pulau Luang saat ini merupakan sentra penghasilan rumput laut terbesar di kabupaten MBD (Maluku Barat Daya) selain dari Kecamatan Wetar barat, Romang, Pulau Wetang serta Pulau Masela. Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pulau Luang Kecamatan Mdona Hyer Kabupaten Maluku Barat Daya yang berlangsung selama 2 bulan yaitu bulan Juli-Agustus 2020. Dengan Judul Analisis Pendapatan Petani Rumput Laut Di Pulau Luang. Metode yang di gukan adalah metode budidaya long line banyak diminati oleh masyarakat Pulau Luang, karena alat dan bahan mudah untuk didapat dan digunakan lebih tahan lama serta lebih ekonomis. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Tingkat penerimaan rata-rata petani rumput laut (Kappahycus alvarezii) di Pulau Luang Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya sebesar Rp 24.567.142/musim tanam dan tingkat pendapatan petani rumput laut (Kappahycus alvarezii) yaitu sebesar Rp 10.550.92 / musim tanam dan Analisis kelayakan usaha budidaya rumput laut (Kappahycus alvarezii) ditinjau dari R/C yaitu sebesar 1,752 berarti usaha budidaya rumput laut tersebut layak diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya BEP(Q) diperoleh hasil sebesar 57,888 Kg Sedangkan ditinjau dari BEP(Rp) dari usaha budidaya rumput laut di Pulau Luang Kecamatan Mdona Hyera Kabupaten Maluku Barat Daya adalah sebesar Rp 218.207/musim tanam. Kata kunci : Analisis, Pendapatan, Pembudidaya, Kappahycus alvarezii, Kecamatan Mdona Hyera SUMMARY ANELDA PORSIANA (15380037) Analysis Of The Income Of Seaweed farmers kapphycus alvarezii in Luang Island District Mdona Hyera Southwest Maluku Regency. Alfred G. O. Kase S. Pi, M. Si, Ph.D and Rockie R. L. Supit S.Pi, M.Si as mentors I and II. Water Resources Management Study Program Faculty of Fisheries and Marine Sciences Artha Wacana Christian University Kupang. Luang Island is one of the islands located in the Southwest Maluku Regency precisely in Mdona Hyera District with Auction Village as the center of the sub-district. Luang Island is currently the largest seaweed earning center in MBD (Southwest Maluku) district apart from west Wetar District, Romang, Wetang Island and Masela Island. This research was conducted in the waters of Luang Island, Mdona Hyer District, Southwest Maluku Regency, which lasted for 2 months, namely July-August 2020. With The Title of Seaweed Farmers Income Analysis In Luang Island. Gukan method is a long line cultivation method is in great demand by the people of Luang Island, because tools and materials are easy to obtain and use more durable and more economical. The results showed that the average acceptance rate of seaweed farmers (Kappahycus alvarezii) in Luang Island District Mdona Hyera Southwest Maluku Regency amounting to Rp 24,567,142 / growing season and the income level of seaweed farmers (Kappahycus alvarezii) of Rp 10,550.92 / growing season and analysis of the feasibility of seaweed cultivation business (Kappahycus alvarezii) reviewed from R / C that is, 1,752 means that the seaweed cultivation business is worth trying because it is greater than the number 1. Furthermore, BEP(Q) obtained a yield of 57,888 Kg while reviewed from bep(Rp) from seaweed cultivation business in Luang Island District Mdona Hyera Southwest Maluku Regency amounted to Rp 218,207 / growing season. Keywords : Analisis, Income, Kappaphycus alvarezii, Mdona Hyera sub District
KARTIKA MARCUS
2021 · Thesis · Open Access
Setiap organisasi sangat membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir, bertindak serta terampil dalam mewujudkan keberhasilan suatu organisasi. Kinerja merupakan tingkat pencapaian hasil atas terlaksananya tugas tertentu. Sedangkan kinerja organisasi merupakan tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.
Usaha untuk meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya adalah dengan memperhatikan terjadinya konflik di dalam lingkungan kerja. Konflik dapat juga berakibat stres yang secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Stres atau tekanan dalam jiwa seorang karyawan akan berdampak pada kinerja karyawan. Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan dan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja pegawai. Jumlah responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 100 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner. Dan penelitian ini menggunakan skala interval.
Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan teknik pengujian hipotesisnya uji t,uji F dan uji R2 (koefisien determinasi). Berdasarkan analisis data yang dilakukan maka hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Y = 33,453 + 0,340 + 0.171X2. Nilai konstanta : 33,453 artinya apabila nilai dari variabel konflik kerja (X1), dan stres kerja (X2) sama dengan nol maka variabel kinerja karyawan (Y) =22.286 nilai konstanta yang diperoleh sebeser 33,453 menunjukan bahwa apabila konflik kerja dan stress kerja dianggap konstan dapat meyebabakan kinerja pegawai meningkat sebesar 33,453. Nilai koefisien regresi variabel konflik kerja sebesar 0,340. Artinya jika variabel konflik kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,340 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan. Nilai koefisien stress kerja sebesar 0,171 artinya jika variabel stress kerja meningkat sebesar satu satuan maka menyebabkan kinerja pegawai meningkat sebesar 0,171 dengan anggapan bahwa variabel lainnya konstan.
Berdasarkan tabel output spss bahwa Pengaruh konflik kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur, diketahui hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3.544 dan nilai t tabel sebesar 1.9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,01. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa konflik kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Pengaruh stress kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT, berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi spss dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 2.217 dan nilai t tabel sebesar 1,9847 dengan tingkat signifikan sebesar 0,05. Karena nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel dan tingkat signifikan lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,029 maka dapat disimpulkan bahwa stress kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Peternakan Propinsi NTT. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis maka kesimpulan sebagai berikut Konflik Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur. Stress berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur
VIKTORIA BETE HALEK
2021 · Thesis · Open Access
Pegawai merupakan sumber daya yang penting bagi organisasi, karena memiliki bakat, tenaga dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya, kinerja suatu organisasi tidak terlepas dari kinerja individu dan para anggotanya, apabila kinerja individu membaik maka secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerja organisasi. Keberhasilan suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pegawai dengan kinerja yang baik akan membawa kemajuan dalam organisasi yang lebih baik, sehingga dapat berkembangnya jiwa profesionalisme kerja yaitu dengan cara peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan disiplin kerja. Secara teoritis apabila Pegawai mempunyai pengalaman kerja tinggi maka dapat meningkatkan kinerja Pegawai. Meninjau berbagai hal yang telah dipaparkan sebelumnya. Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang memfokuskan manajemen Sumber Daya Manusia sebagai salah satu faktor yang penting.Upaya dalam meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia mereka, menjadikan motivasi kerja disiplin kerja sebagai factor utama dalam meningkatkan kinerja para Pegawai. Salah satu cara untuk mendapatkan pegawai- pegawai yang mempunyai kinerja yang baik yaitu dengan cara memotivasi kerja para Pegawai, sehingga dalam melaksanakan setiap pekerjaan ,mereka bekerja dengan baik dan cekatan. Diikuti dengan penegakan disiplin yang secara teratur maka akan tercipta kondisi yang tertib dan nyaman, juga dapat mengurangi penyimpangan yang dilakukan oleh para Pegawai.
Pengalaman Kerja merupakan pengetahuan atau keterampilan yang telah diketahui dan dikuasai seseorang yang akibat dari perbuatan atau pekerjaan yang telah dilakukan selama beberapa waktu tertentu. Disiplin Kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan pegawai agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma- norma social yang berlaku. K i n e r j a P e g a w a i adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Pada tahap ini akan di deskripsikan indikator empirik dari konsep pengalaman kerja, disiplin kerja dan kinerja pegawai berdasarkan data yang di kumpulkan menggunakan koesioner dan dan diketahui sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Pada tahap anaalisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda dengan tujuan menguji pengaruh dari masing-masing variabel terikat. Model persamaan regresi yang dapat di tuliskan dari hasil tersebut dalam bentuk regresi adalah Y=5,749+0,276X1+0,454 X2+e dan hasil t menunjukan nilai t hitung dari variabel bebas pengalaman kerja sebesar 2,065 dan tingkat signifikan 0,044 > 0,01 shingga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Di peroleh nilai F hitung 5,556 dengan nilai signifkan sebesar 0,007 serta angka R square sebesar 0,191 sedangkan sisanya dipengaruhi oleh atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini.
Dalam penelitian ini hasil hasil menunjukan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) memeiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,065 dengan tingkat signifikan 0,044 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. dalam penelitian ini hasil menunjukan bahwa variabel disiplin kerja (X2) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y) pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Hal ini dapat di lihat dari hasil pengujian yang memiliki nilai t hitung sebesar 2,546 dengan tingkat signifikan 0,014 sehingga variabel bebas berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang.
THOMAS BELANIMUS HALE
2021 · Thesis · Open Access
Kota kupang terletak diujung bagian barat pulau timur juga merupakan ibu kota provinsi Nusa tenggara timur,memiliki 6 ( enam) kecamatan yakni:kecamatan alak, maulafa,kota lama,kota raja,oebobo dan kelapa lima dengan 51 kelurahan.luas wilayah kota kupang 260,127 km2. Dengan panjang garis pantai sebesar 27 km serta luas perairan laut sebesar 120 km2 terkandung potensi lestari smberdaya perikanan tangkap berupa; potensi ikan pelagis sebesar 12.000 ton/tahun dan ikan demersal 42.000 ton/tahun,potensi lahan budidaya laut seluas 40,75ha. Serta potensi luas lahan budidaya air tawar seluas 28,13m2 . Komsumsi ikan kota kupang pada tahun 2015 sebesar 23,43 kg/kapitan/tahun(64,2 Gr/ orang/hari) dengan kenaikan rata-rata sebesar 20,68%. jumlah penduduk kota kupang per Desember 2014 sebanyak 503.763 jiwa dengan laju pertumbuhan rara-rata 3,78% serta tingkat kepadatan sebesar 1.526km2. sekitar 30,51% penduduk(83.910 jiwa)bermukim di wilyah pesisir, tepatnya pada 2(dua) kecamatan yakni: kecamatan alak dan kelapa lima yang terdiri dari kelurahan pantai. Sedangkan yang berprofesi sebagai nelayan sebanyak 5,52%(4.629 jiwa), pemasaran hasil perikanan sebanyak o,60%(506 jiwa), serta pengelohan hasil perikanan sebanyak 0,13% (112jiwa)
Prestasi Kerja menurut Anwar Prabu Mangkunegara (2005) “Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”. Prabowo (2005) mengemukakan bahwa prestasi lebih merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk mengetahui sejauh mana seseorang mencapai prestasi yang diukur atau dinilai.
Kemampuan adalah sifat yang di bawa sejak lahir/dipelajari yang memungkinkan seseorang menyelesaikan tugasnya (Gibson, 1989). Kemampuan menunjukkan potensi orang untuk melaksanakan tugas/pekerjaan (Gibson, 1989 ) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugasnya merupakan perwujudan dari pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh (Kenneth H. 27 Blanchard, 1986 Kematangan pekerjaan (kemampuan) dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan sesuatu.
Hal ini berkaitan dengan pengetahuan dan ketrampilan Hasibuan (2001) adalah: “Tunjangan Kesejahteraan karyawan adalah balas jasa pelengkap (material dan non material) yang di berikan berdasarkan kebijaksanaan, tujuannya untuk mempertahankan dan 30 memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat”.
Dengan pemberian tunjangan tersebut diharapkan berpengaruh terhadap semangat dan kegairahan kerja pegawai sehingga tujuan organisasi dapat tercapai Hasil Penelitian (2015) yang berjudul” Pengaruh Kemampuan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasaan Kerja Serta Kinerja Pegawai Pada Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi Kalimatan Barat “Menyatakan Bahwa Kemampuan Kerja Berpengaruh signifikan terhadap prestasi pegawai.sesuai dengan judul yang di teliti” Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang Dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang. Konsep-konsep penelitian ini adalah: a. Prestasi kerja (Kinerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya”. Kemudian menurut Hasibuan (2001) mengemukakan “Prestasi kerja (Kinerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas tugas.
Dari hasil penelitian ini menujukkan bahwa Pengaruh Kemampuan Kerja Pegawai Dan Tunjangan Kesejahteraan Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Kelautan Dan Perikanan Kota Kupang.oleh karena itu pihak dinas kelautan dan perikanan kota kupang juga harus pemberian prestasi berupa pujian serta adanya kesempatan untuk beraktifitas bagi pegawai akan setia terhadap perusahaan.
MAMY HERLINA KOEN
2021 · Thesis · Open Access
PEMBUATAN EKSTRAK KARAGINAN RUMPUT LAUT Kappahycus alvarezii YANG DIPEROLEH DARI PANTAI AKLE SEMAU SELATAN
Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan rumput laut penghasil karaginan. Karaginan merupakan salah satu jenis hidrokoloid yang diekstrak dari rumput laut golongan ganggang merah merah (Rhodophyceae). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginformasikan tentang ekstrak karaginan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) serta mengetahui karakteristik hasil ekstraksi karaginan berupa rendemen, kadar abu dan kadar air. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Anova satu jalur (One Way Anova). Jika ada pengaruh yang signifikan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Penelitian ini menggunakan berbagai konsentrasi KOH yang berbeda P1 (0,1 N), P2 (0,2 N), P3 (0,3 N) dan P4 (0,4 N) masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rendemen tertinggi sebesar 31.83% pada perlakuan konsentrasi KOH 0,4 N dan kadar abu karaginan memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi 0,4 N dengan nilai 80.20% sedangkan kadar air memiliki nilai tertinggi pada perlakuan konsentrasi KOH 0,1 N dengan nilai 66.71%
NGURU KOLO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACK ANALISIS TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA ( Studi Di Desa Ledeae Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua ) Nama : Nguru Kolo Nim : 16193650 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Akuntansi Jalur Minat : Sektor Publik Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Desa dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dab Belanja Desa di Desa Ledeae Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua, Dibimbing Oleh Pembimbing I Bapak Jusuf Aboladaka.SE.,M.Si dan Pembimbing II Ibu Yuningsih Nita Kristiani.S.St.,M.Ak dengan diuji oleh Bapak Dr. Nitaniel Hendrik.SE.,M.Si dan Ibu Renya Rosari.SE.,M.Si Akuntansi pemerintahan memiliki tiga tujuan pokok, yaitu pertanggungjawaban, manajerial, dan pengawasan. Pertanggungjawaban yang dilakukan pemerintah merupakan perwujudan dari penyediaan informasi mengenai setiap tindakan atau kegiatan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan pemerintah selama satu periode. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pemerintah untuk meningkatkan pembangungan di tingkat pedesaan. Anggaran pendapatan dan Belanja Desa berasal dari pendapatan Transfer yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat/APBN dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ledeae Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengukur akuntabilitas dan transparansi desa yang mendapatkan jumlah ADD, DD dan Hasil Pajak Kabupaten Yang dibagi ke Desa. Hasil deskripsi didapat melalui pengukuran dengan membandingkan undang-undang Permendagri 113 tahun 2014 dengan kegiatan lapangan yang sesungguhnya. Hasil penelitian berdasarkan Permendagri 113 tahun 2014 menunjukkan bahwa secara garis besar pengelolaan Anggaran pendapatan Dan Belanja Desa di Desa Ledeae sudah akuntabel dan transparan pada tahapan penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawabannya. Didukung pula dengan masyarakat yang turut aktif dalam melakukan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh penerapan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas Kepala Desa dalam pengelolaan APBDes di Desa Ledeae pada Dana Desa, Alokasi Dana Desa dan Lain-innya melalui kegiatan yang meliputi: Perencanaan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Pertanggungjawaban. Secara umum trasparansi dan akuntabilitas di Desa Ledeae Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua sudah berjalan dengan baik, walaupun masih ada beberapa kelemahan yang masih harus diperbaiki.
ROJITA SOARES PINTO
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK “PENGARUH LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP AKTIVITAS EKSTRAK KASAR LIPASE DARI BIJI KESAMBI (Schleichera oleosa)’’ Pinto, S, R. )* **) Ledo, S, E, M **) Solle, L, R, H Enzim lipase merupakan Salah satu enzim yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan bioteknologi. Lipase dapat dihasilkan dari hewan, mikroba (bakteri, yeast, fungi) dan tumbuhan, salah satunya tumbuhan kesambi. Bagian tumbuhan kesambi yang dapat menghasilkan lipase adalah pada biji. Perkecambahan merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang berkembang menjadi tumbuhan muda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap aktivitas ekstrak kasar lipase dan kadar protein dari biji kesambi .Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen dengan variasi waktu perkecambahan, yang dianalisi menggunaakan regresi linear sederhana dan deskriptif kuantitatif dengan rumus uji aktivitas lipase dan aktivitas spesifik. Berdasarkan hasil penelitan yang didapatkan uji aktivitas hidrolisis lipase pada kecambah biji kesambi tertinggi adalah hari ke 12 sebesar 46,66 U/mL, sedangakan kadar protein tertinggi pada hari ke 4 sebesar 6,91 mg/mL, dan aktivitas spesifik tertinggi pada hari ke 12 sebesar 15,40 U/mg . Sehingga semakin lama proses perkecambahan biji kesambi, maka semakin tinggi aktivitas lipase dan aktivitas spesifiknya. Kata Kunci :Lipase, Perkecambahan, Uji Aktivitas Hidrolisis Keterangan: *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II
MARIA MAGDALENA KARATA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK “PEMANFAATAN BIJI KAYU BESI PANTAI (MILLETIA PINNATA L.) UNTUK SINTESIS LIPASE MELAUI SOLID STATE FERMENTATION (SSF)” Karata M. M* Ledo M.E.S** Sabuna A. Ch** Biji kayu besi pantai mengandung minyak nabati sehingga dapat digunakan untuk bahan baku biodiesel. Menurut penelitian Arpiwi dkk (2013), komposisi utama asam lemak minyak kayu besi pantai M. pinnata L. terdiri dari asam oleat (51%), linoleat (19%), palminat (11%) dan stearat (6%) Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah biji kayu besi pantai M. pinnata L. dapat digunakan sebagai media pertumbuhan fungi lipolitik yang diisolasi dari biji Milletia pinnata L untuk sintesis lipase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam 4 tahap yaitu 1) Isolasi fungi Lipolitik Indegenus dari biji kayu besi pantai; 2) fermentasi substrat padat pada bungkil biji kayu besi pantai; 3) ekstraksi enzim lipase; 4) analisis lipase menggunakan metode titrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada isolasi fungi lipolitik terdapat lima ciri yang berbeda yaitu pada isolat FLMK1 warna koloni kuning kecoklatan dan warna spora kuning tua dengan aktivitas lipase 602,5 U/mL, isolat FLMK2 warna koloni hijau tua dan warna spora cokelat kehitaman dengan aktivitas lipase 452,5 U/mL, isolat FLMK3 warna koloni cokelat dan spora berwarna cokelat tua dengan aktivitas lipase 502,5 U/mL, isoalat FLMK4 warna koloni hitam dan spora berwarna hitam dengan aktivitas lipase 515 U/mL, isolat FLMK5 warna koloni cokelat dan spora berwana hitam dengan aktivitas lipase 562,5U/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktivitas enzim lipase ada isolat FLMK1 dengan ciri koloni berwarna kuning yang tertinggi adalah 602,5 U/mL dan yang terendah adalah 452,5 U/mL pada isolat yang ke dua. Kata kunci : Biji kayu besi pantai(Milletia pinnata L), SSF, Lipase Keterangan * : Peneliti **: Pembimbing
JELI YANTI ASA
2021 · Thesis · Open Access
Jagung manis (Zea mays saccharata) merupakan salah satu sumber pangan yang mudah ditemukan, tetapi pemanfaatannya belum optimal di Nusa Tenggara Timur. Jagung manis mengandung karbohidrat, lemak, protein, dan beberapa vitamin serta mineral. Perlu diciptakan makanan bergizi tinggi dengan harga yang murah, salah satunya adalah yoghurt susu jagung manis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisikokimia yoghurt ditinjau dari parameter kandungan gizi, dan kadar asam laktat pada yoghurt susu jagung manis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu 1) pembuatan yoghurt susu jagung manis dengan 4 perlakuan yaitu, kontrol (10 % biokul plain ), K1 (20 % biokul plain), K2 (30 % biokul plain), K3 (40 % biokul plain): 2) Uji proksimat: 3) Uji kadar asam laktat. Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan protein tertinggi sebesar 6,50 % terdapat pada yoghurt K1, sedangkan untuk kandungan karbohidrat tertinggi sebesar 12,73 % terdapat pada yoghurt K1 dan lemak terendah yaitu 0,87 % pada yoghurt K1. Hasil uji kadar asam laktat menunjukkan terjadi perubahan setelah proses fermentasi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Yoghurt susu jagung manis memiliki karakteristik fisikokimia tekstur semi padat, warna putih, aroma normal, rasa asam, protein tertinggi pada perlakuan K1 dengan nilai 6,50 %, karbohidrat tertinggi pada perlakuan K1 dengan nilai 12,73 %, lemak terendah pada perlakuan K1 dengan nilai 0,87 %, dan kadar asam laktat tertinggi pada perlakuan K3 dengan nilai 2,07 %