ONISIFORINITA INYA KADORA
2021 · Thesis · Open Access
Praktik kawin tangkap adalah salah satu cara memperistri seorang perempuan oleh masyarakat di Sumba. Para perempuan yang ditangkap secara paksa merasakan luka batin, trauma, ketakutan, dan keluarga juga mengalami kesusahan dalam bidang ekonomi. Realitas di GKS Jemaat Waidamisi banyak korban praktik kawin tangkap tidak terdata, namun berdasarkan data dari tahun 2000-2021 ada 4 orang korban praktik bawa lari secara paksa, 3 tidak dapat lari dari perkawinan tersebut, 1 berhasil lari dan kembali ke keluarganya. Perempuan yang ditangkap berumur 20-24 tahun dan telah mereka menamatkan pendidikan di Sekolah Menangah Atas. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab praktik kawin tangkap yang mempengaruhi pelayanan pastoral gereja kepada perempuan korban, dan merefleksikan persoalan ini menurut tinjauan pastoral yang menolong perempuan korban praktik kawin tangkap, serta bagaimana melakukan pelayanan pastoral yang baik untuk korban. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan penelitian lapangan dengan mewawancarai pihak gereja, pemerintah dan para perempuan korban praktik kawin tangkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan sebagai korban praktik tersebut sangat terpuruk. Pendampingan pastoral gereja bagi mereka belum terlalu fokus kepada korban dan dibuat dalam ibadah PKS (Pembacaan Kitab Suci) sehingga korban tidak secara bebas menceritakan apa yang dirasakan. Gereja merupakan tempat pelayanan pastoral dijalankan, sehingga tugas gereja menguatkan mereka yang ada dalam keterpurukan untuk terus bertumbuh secara baik. Pendampingan gereja juga untuk membebaskan para perempuan yang ada dalam ketakutan. Perempuan dan laki-laki adalah ciptaan yang segambar dengan Allah, sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama. Dalam prakarsa pernikahan juga laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk menentukan dengan siapa mereka akan menikah. Saat Yesus menolong para perempuan yang ada dalam keterpurukan maka gereja juga memiliki tugas untuk menolong perempuan.
DESMON SAKEOS MANU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SUPERITEMTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 5AMABI OEFETO TIMUR SATAP TAHUN AJARAN 2020/2021
Manu D. S)* NomleniF.TH)** KorohT)**
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Amabi Oefeto Timur Satap. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Superitemterhadap hasil belajar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 45 siswa dan sampel kelas VIIA dan kelas VIIBberjumlah 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS For Windows versi 25.0. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung>ttabelatau 7,967>2,048dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen . Hal ini dapat dilihat dari adanya pengaruh terhadap pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran Superitem memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 78,51 %, C2 78,33% , C3 72,22% dan C4 68%. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami, menerapkan dan menganalisis apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan adanya pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Superitem terhadap hasil belajar siswa.
Kata kunci : PembelajaranSuperitem, Hasil Belajar Siswa.
MUALIM AGWARIUS BABIS
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA SISWA KELAS VIII SEMESTER I SMP N 3 AMABIOEFETOTAHUN AJARAN 2019/2020
Babis, M. A)* Meha, A, M)** Nggadas,D.E.P)**
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran invenstigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa di SMP Negeri 3 Amabi Oefeto tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajarankooperatif investigasikelompokterhadap kemampuan berpikir kratif siswa kelas VIII SMP N 3 Amabi Oefeto. Penelitian ini akan dilaksanakan di SMP NEGERI 3 AMABI OEFETO tahun ajaran 2020/20201 sebagai tempat untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dan menggunakan desain penelitian post test only, populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII dengan jumlah siswa 20 orang dan sampel penilitian ini kelas VIIIA dan kelas VIIIB dimana kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang dengan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay. Parameter yang diukuryaitukemampuan berpikir kreatif.Analisis data yang digunakan adalah Uji-t dengan bantuan spssmenunjukan bahwa nilai signifikan 0,004 < 0,05 dan nilai t-hitung 3,050 > 2,02439 t-tabel maka H0 di terima artinya bahwa adanya pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa pada taraf signifikan 95%.Dari hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa mencapai kriteria penilain untuk kelas ekseperimen dengan indikator kelancaran 91,5%, keluwesan 80,5%, keaslian 67% , elaborasi 80,5% dankelas kontrol mencapai kriteria peniliaian indikator kelancaran 78%, keluwesan 69%, keaslian 52,5% , elaborasi 80,5%. Penggunaan investigasi kelompok dalampembelajaran pada materi sistem rangka dapat menghasilkan kemampuan berpikir kreatif siswa baik. Dimana dalam pembelajaran investigasi kelompok terdapat interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.
RIO RENALDI NESNATUN
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS IKAN AIR TAWAR DI PERAIRAN DANAU NEFO KO’O DESA APREN KECAMATAN AMARASI KABUPATEN KUPANG
Nesnatun, R, R)* Kase, A,G,O )** Rafael, A)**
Ekosistem perairan tawar terbuka dibedakan menjadi dua yaitu ekosistem perairan tawar yang mengalir dan ekosistem perairan tawar yang menggenang. Keanekaragaman ikan diperairan dapat mendeskripsikan tingkat kompleksitas ekosistem perairan.Indeks keanekaragaman biasa digunakan sebagai ukuran kondisi suatu ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasijenis-jenis ikan air tawar diperairan DanauNefo Ko’o. Metode penelitian yang digunakan adalahPurposive Samplingdengan menentukan titik pengambilan sampelikan yang diidentifikasi diperairan Danau Nefo ko’o.Hasil penelitian menunjukkan jenis ikan yang ditemukan di Danau Nefo Ko’o Desa Apren Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang dapat di kategorikan dalam tiga family yaitu Cichlidae,Channidae dan Anabantidae. Family Cichlidae ditemukan dua jenis yakniOreochromis niloticus(Nila/Ik’kase)dan Oreochromis mossambicus(Mujair/Ik’kaesmetan)sedangkan family Channidae dan Anabantidae,masing-masing ditemukan satu jenis yakni Channa striata(Gabus/Ik’kauna)dan Anabas testudineus(Betok/Ik’metan).Oreochromis niloticus(Nila/Ik’kase)memiliki kelimpahan tertinggi yakni 1,67 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 50,00% pada waktu pengamatanpagi dan 1,13 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 37,78%, pada waktupengamatan sore. Channa striata(Gabus/Ik’kauna)memiliki indeks kelimpahan yang relatif cukup tinggi pada semua waktu pengamatan yakni 0,73 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 22,00% pada waktu pengamatan Pagi, dan 0,53 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 57,14%, pada waktu pengamatan siangyakni 0,93 ind/m2 dengan kelimpahan relatif 31,11%, pada waktu pengamatan soreOreochromis mossambicus(Mujair/Ik’kaesmetan) dan Anabas testudineus(Betok/ Ik’metan) paling sedikit ditemukan yakni 0,13ind/m2 dengan kelimpahan relatif 14,29%,pada waktu pengamatan siangdan 0,33ind/m2dengan kelimpahan relatif 11,11 % pada waktu pengamatan sore.
Kata kunci :Jenis-Jenis Ikan Air Tawar, O. niloticus, O.mossambicus, C. striata, A. testudineus.
NOVINI KARERI TOGA
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS PERILAKU MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI SEMESTER IV DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR SAAT PANDEMI COVID-19
Toga, N. K)* Meha, A. M)** Ngginak, J.)**
Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya dalam aspek pendidikan. Dengan adanya pandemi ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan tentang pelaksanaan pembelajaran di Indonesia yaitu pembelajaran harus dilaksanakan secara online atau jarak jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 di Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, dalam proses pengumpulan data penulis melakukan teknik pengumpulan dengan pengisian kuesioner melalui whatsAap group mahasiswa untuk mengetahui analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 dan dokumentasi. dokumentasi yang di perlukan dalam penelitian ini adalah sebuah cara yang di lakukan untuk menyediakan dokumen-dokumen dengan menggunakan bukti yang akurat dari informasi yang di dapatkan sehingga bisa di percaya dalam suatu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 secara keseluruhan memperoleh hasil tingkat capaian responden pada indikator alokasi waktu mengakses media sosial sebesar 83.33%, banyaknya akun media sosial yang dimiliki sebesar 100%, kegunaan media sosial sebesar 91.33%, serta dampak yang di timbulkan dalam mengakses media sosial sebesar 92.66%, sehingga di peroleh kesimpulan bahwa analisis perilaku mahasiswa pendidikan biologi semester IV dalam penggunaan media sosial sebagai sumber belajar saat pandemi covid-19 termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata tingkat capaian responden dari ke empat indikator sebesar 91.83%. Sumber belajar adalah hal penting dalam pembelajaran untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar. Pemanfaatan media sosial adalah salah satu sumber belajar yang paling efektif digunakan dalam pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid-19. Walaupun saat ini tersebarnya wabah virus corona tetapi proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan lancar dengan memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar dengan baik dan benar guna mencapai tujuan pembelajaran.
AGUSTINA GOLE
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Kombinasi Pupuk Gandasil Dan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) (GOLE, A)* (Solle, H.R.L)** (Hendrik, A. Ch)** Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditi hortikultura yang memiliki nilai komersial yang cukup baik dan mempunyai nilai ekonomis yang sangat tinggi setelah kubis krob, kubis bunga dan brokoli. Tanaman selada mengandung mineral, vitamin, antioksidan, potassium, zat besi, folat, karoten, vitamin C dan vitamin E. Pupuk gandasil merupakan pupuk daun yang lengkap berbentuk kristal dengan kandungan umum yaitu Nitrogen, Fosfor, Kalium dan Magnesium yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Air kelapa muda dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman dilihat komposisi kimia seperti mineral, vitamin, gula, asam amino, dan fito hormon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk gandasil dan air kelapa terhadap pertumbuhan selada dan berapakah konsentrasi pupuk gandasil dan air kelapa yang dapat memacu pertumbuhan selada. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi pupuk gandasil dan air kelapa muda dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 54 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ANOVA, apabila terdapat pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan maka dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5 %. Beradasarkan hasil ANOVA, pupuk gandasil dan air kelapa muda berpengaruh signifikan (ρ0,05) terhadap parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun dilanjutkan uji DMRT menunjukkan tinggi tanaman paling baik terdapat pada perlakuan G2Ak 2gr/200ml dengan rata-rata tinggi tanaman 13,54 cm, jumlah daun 7 helai, panjang daun 4,84 cm dan lebar daun 2,4 cm. Dengan demikian pupuk gandasil dan air kelapa muda berpengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan. Kata Kunci : Selada, Gandasil, dan Air kelapa. Keterangan : * Penulis ** Pembimbing
KURNIATI APRIYETY LUDJI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Pandangan semua orang terhadap Allah ditentukan oleh pengalaman hidup bersama dengan Allah atau bagaimana mereka membangun relasi dengan Allah. Tetapi, pandangan-pandangan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan yang ada di sekitar pribadi-pribadi yang berefleksi tentang Allah. Untuk itulah, ketika Pengakuan Iman GMIT sebagai pengakuan bersama warga GMIT berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu, jemaat memaknai dan memahaminya dalam relasi yang mereka bangun dengan Allah dalam pengalaman-pengalaman hidup sehari-hari. Maka tulisan ini mengkaji tentang bagaimana pemahaman jemaat GMIT Lopo Maus Tualeu memaknai Allah seperti seorang Ibu. Hal ini menarik karena pada dasarnya jarang sekali orang berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu karena budaya kekristenan sering berbicara tentang Allah yang adalah Bapa. Tulisan ini dikaji dalam metode penelitian deskriptif-analitif yang diharapkan dapat mendeskripsikan pemahaman jemaat dengan baik dan bisa dianalisis secara ilmiah. Berdasarkan hasil penggambaran dan analisa bisa dilihat bahwa jemaat memiliki pemikiran beragam tentang Allah. Mereka memahami Allah sebagai yang Mahakuasa, Pencipta kehidupan dan yang selalu ada menolong mereka. Sedangkan, berbicara tentang Allah seperti seorang Ibu mereka terbagi dalam dua pendapat. Pertama, sebagian merasa bahwa Allah itu dalam sifat dan kasih-Nya memang seperti seorang Ibu. Untuk menyapa atau menyebut Allah dengan Ibu, bisa saja dan bukan suatu hal yang sangat perlu diperdebatkan, karena yang diperhatikan adalah pengorbanan Allah yang seperti Ibu. Kedua, sebagian merasa bahwa Allah yang diajarkan kepada mereka dan yang tahu sebagaimana tercatat dalam Alkitab adalah Allah yang dalam rupa Bapa. Apalagi Allah di dalam Yesus Kristus berupa wujud manusia laki-laki. Sehingga mereka sangat keberatan jika harus menyapa Allah dengan Ibu. Meski demikian, semua setuju bahwa pemeliharaan Allah yang merasakan adalah seperti Ibu yang memeliihara dan mengasuh. Allah bisa dimaknai dalam pribadi Ibu adalah ketika orang-orang mulai melihat Allah sebagai Roh yang berpribadi dan berelasi dengan ciptaan-Nya. Refleksi akan relasi dari pengalaman hidup sehari-hari akan mampu memaknai bahwa Allah mengasihi layaknya seorang Ibu yang mengasihi. Terlepas dari itu juga, Alkitab sendiri mencatat dan menyaksikan bahwa kasih Allah seperti seorang Ibu. Hanya saja tidak terlalu banyak yang mengkaji dan membicarakannya lebih serius. Metafora dan pemaknaan akan Allah seperti seorang Ibu sangat menolong dalam memaknai kehidupan sebagai anugerah pemberian Allah. Melihat Allah sebagai Ibu yang memelihara akan membuat manusia lebih bertanggungjawab akan kehidupannya dan juga kehidupan ciptaan lain. Kata-kata Kunci : Allah, Ibu, Pengakuan Iman, Relasi, Makna, Metafora.
EPA PRODITUS LAUKAMANG
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRACT
THE ROLE OF PHYSICAL EDUCATION, SPORT, AND HEALTH TEACHER’S IN DEVELOPING THE STUDENTS MENTALLY WHEN OFFLINE AND ONLINE LEARNING AT SMA NEGERI 8 KUPANG CITY
Epa Proditus Laukamang1*, Andreas J. F. Lumba2, Erwin S. Neolaka3
1,2,3Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Artha Wacana Christian University, Kupang, Indonesia
2Physical Education, Health, and Recreation Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University, Kupang, Indonesia
[email protected]
Background: Teachers are professional educators with the main duty are educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, evaluating, and developing students in education. This study refers to the research problem regarding how is the role of physical education teachers in developing the students' mentally during offline and online learning.
Research Objectives: This study aims to find out the role of physical education teachers in mentally development of students when offline and online learning.
Research Method: This study used a qualitative research. The subject in this study is the physical education teacher at SMA Negeri 8 Kupang City. The data collection techniques that used in this study are observation, interviews, and documentation, the data analysis used was descriptive qualitative.
Result and Discussion: Physical education teacher's role in developing students' mentally can be done well in learning, because the physical education teachers are able to apply their role as an educators who are responsible for students in physical education, sport, and health learning. In the implementation of education, the teachers have a very important duty, namely guiding and directing the students so that they can grow and develop optimally.
Conclusion: The physical education teachers play an important role in the developing the students’ mentally when learning in the classroom nor the field so that students are more than disciplined and on time in learning. The physical education teachers can motivate the students with an appreciation or sanction given to students.
ANGELUS A KEJURU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
UPAYA GURU MELATIH MOTORIK KASAR SISWA KELAS III DENGAN PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL SIKIDOKA
Angelus A. Kejuru1*, Magdalena Rambu P. Wasak2, Melvianus Selan3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: PerkembanganMotorikkasarsangatpentingbagianak,karenajikaanaktidakmampumelakukangerakanfisik yang baikakanmenumbuhkan rasa tidakpercayadiridankonsepdirinegatifdalammelakukangerakanfisik.
Tujuan penelitian: Untukmengetahuiupayagurumelatihmotorikkasarsiswakelas III denganpendekatanpermainantradisionalsikidokadi SD InpresNaikoten 1 Kota Kupang.
Metode penelitian: Pendekatanmasalah yang digunakandalampenelitianiniadalahPendekatankualitatifnaturalistikdenganjenispenelitiandeskriptifkualitatifdenganmenggunakanteknikpengumpulan data yaituobservasi, wawancara, dandokumentasi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkandarihasilpenelitiandantemuandilapanganmelaluihasilobservasidanwawancaramakaupaya guru melatihmotorikkasarsiswakelas III denganpendekatan permainantradisionalsikidokadi SD InpresNaikoten 1 Kota Kupang,melalui. 1).Peran guru dalammenerapkanpermainantradisionalsikidoka dalam melatih motorik kasar siswa. 2). Guru penjasorkesmemodifikasikanlapanganpermainantradisionalsikidokadenganpenambahanbeberapakotak. 3). Rasa senangsiswakelas III memainkanpermainantradisionalsikidoka. 4). Gerakandalampermainantradisionalsikidoka mendukung untuk melatih motorik kasar siswa.5).Kemauansiswakelas III untukbelajarbermainpermainantradisionalsikidoka. 6). Dukungan dari kepala sekolah menjadikan permainan tradisional sikidoka salah satu pendekatan untuk melatih motorik kasar siswa.
Simpulan: Upaya guru melatih motorik kasar siswa kelas III dengan pendekatan permainan tradisional sikidoka di SD Inpres Naikoten 1 Kota Kupang sudah berjalan dengan baik. Karena siswa mampu memainkan permainan tradisional sikidoka dengan baik.
Katakunci: Upaya guru; motorik kasar; permainan tradisional sikidoka.
KRISTA V. BERE MAU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
TINJAUAN TENTANG PEMBINAAN SEPAKBOLA PUTRI
PADA CLUB GIRLS FOOTBALL PROJECT DI KABUPATEN
TIMOR TENGAH SELATAN
Krista viana Bere Mau1*, Andreas J. F. Lumba2, Julian J.Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Sepakbola adalah cabang olahraga yang paling populer di dunia yang mainkan menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) pemain inti dan beberapa pemain cadangan.
Tujuan penelitian:Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan sepakbola putri padaclub girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskrptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui pembinaan sepakbola putri pada club girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian yang didapat adalah: 1) pemassalan, 2) pembibitan, 3) prestasi.
Simpulan:Pembinaan sepakbola putri pada club girls football project di Kabupaten Timor Tengah Selatan dilakukan dengan menerapkan aspek-aspek untuk meningkatkan kemampuan para pemain; kepribadian atlet, kondisi fisik, keterampilan teknik, latihan taktik, dan latihan mental.
Katakunci: Pembinaan, Sepakbola
AGNES HARLENCI ORANCE TANA
2021 · Thesis · Open Access
Masalah yang diidentifikasikan adalah: 1) Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Jasmani dalam Mencapai Tujuan Pendidikan. 2) Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Keberhasilan Belajar Penjasorkes. 3) Bagaimana Kreativitas Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. 4) Seberapa Besar Kreativitas yang Dilakukan Oleh Guru dalam Proses Pembelajaran Penjasorkes. Kemudian Rumusan Masalah, yaitu Bagaiman kreativitas guru dalam proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe? Tujan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kreativitas guru dalam proses pembelajaran penjasorkes. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru penjasorkes dan siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Kemampuan kreativitas guru penjasorkes terhadap proses pembelajaran Penjasorkes di SMA Kristen 1 Soe guru sudah melakukan kemampuan kreativitasnya berdasarkan lima aspek, yaitu1) Kelancaran berpikir (fluency of thinking), 2) Keluwesan berpikir (flexibility), 3) Elaborasi (elaboration), dan 4) Originalitas (originality) dan 5) mengembangkan (Redefinition). Saran bagi guru agar menambah pengetahuan yang berhubungan dengan proses pembelajaran baik teknik atau cara mengajar agar proses pembelajaran dapat berjalan lancer dan siswa, terus bersemangat dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti pembelajaran Penjasorkes.
RUT PUTRI DETHAN
2021 · Thesis · Open Access
Jemaat GMIT Bet’elOesapa Tengah merupakan salah satugerejatertua di Kupang.Gerejainimemilikimimbarberbentukcawanperjamuan kudus denganmaknateologiskhusus.Secarade factojemaatinisudahadasejakTahun 1825 haliniditandaidenganberdirinyaSekolah Rakyat (SR) 3 tahun dan Pos PekabaranInjil (PI). Sejaktahun 1875 pelayananSakramenBaptisan Kudus yang pertamadijalankan di jemaatini. Penelitianiniberfokus pada presepsiJemaatBet’elOesapa Tengah, Klasis Kota Kupang Timur, terhadappemaknaanMimbardalamIbadah Kristen. MenelitipandanganJemaatmengenaimimbarmenjadipentingkarenapemahamantentangmimbarinisudahmulaiberkembangdalamJemaat Betel Oesapa Tengah dan adapemahaman yang berbeda-beda. Hal initurutmempengaruhipemahamanJemaat Betel Oesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawan. Ada yang memahamimimbarsebagaialatuntukpemberitaanfirmansaja, namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Denganmengetahuipemahamanteologismerekagerejabisamerawat, memelihara dan melestarikanpemahamanteologis yang ada. BerdasarkantradisiCalvinistik,ibadah Kristen berpusat pada pemberitaanFirmanatauKhotbah dan perayaanPerjamuan Kudus.Kristus juga "hadirdalamfirman-Nya, karenaDiasendirilah yang berbicaraketika Kitab Suciitudibacakan di dalamgereja.Pemberitaanfirman Allah juga dipahamisebagaiteofanibarudalambentukkesaksianfisik.Lokasimimbar yang berada di tengah-tengahjemaatmemilikikepentinganpraktis dan simbolis.Lokasimimbar juga menunjukkankeyakinanteologis para reformistentangpersamaan spiritual esensialdari para pelayan dan orangawam.PewartaanAlkitabmenyimbolkan Sang Sabda yang hidup, terusberbicara dan berdiam di antaraumat-Nya.UntukmengetahuipemahamanteologisJemaat GMIT Bet'elOesapa Tengah tentangmaknamimbar dan maknamimbarcawan, denganmetodepenelitiankualitatif dan metodepenulisandeskriptif-analisis-reflektif. PenelitimenemukanbahwapemahamanteologisJemaatBet’elOesapa Tengah terhadapmimbarberbentukcawandipahamisebagaisimbolpengorbananKristus di ataskayusalib demi penebusandosaumatmanusia; TercurahnyaDarahAnakDomba (Yesus); PergumulanYesussaatberdoa di tamanGetsemani; Merefleksikankasih dan anugerahdari Allah lewatperistiwapaskah; TempatpemberitaanFirman Allah. Namunada juga yang mengkultuskanmimbar. Keberadaanmimbardalamibadah Kristen memilikisimbolkehadiran Allah.pusatdalamibadah Kristen ialahpemberitaanfirman. DalampemberitaanFirmanadasuaraTuhan, pengampunan, pemeliharaan, tuntunan, kehidupan dan kabarbaik yang diberitakanmelaluimimbar.Karena sejakdahulumimbardipergunakandalamibadah Kristen, makamimbartidakbisadilepaskandaripemberitaanFirman.MimbarJemaatBet’elOesapa juga menjadisimbolgambaranimanJemaatOesapa yang terdahulu. Memeliharatradisi juga berartimemeliharapersekutuan dan nilai-nilaiteologiskristiani.Dari uraiantersebut, kiranyadengankerendahhatigerejasalingmembukadiriuntukmemberikanpemahamanteologis yang benartentangmimbar.
FRIEDMA CHRISTINE NOMSEO
2021 · Thesis · Open Access
Tindakan disiplin gereja atau siasat gereja dilakukan oleh GMIT untuk menata kehidupan anggotanya menjadi murid Kristus yang taat dan dengan rela hati melakukan apa yang diajarkan kepada mereka. Pemahaman jemaat dalam penerapan tindakan disiplin gereja di jemaat GMIT Imanuel Oenali sangatlah beragam. Pemahaman jemaat yang berbeda sampai pada anggapan disiplin gereja yang diberikan tersebut merupakan sebuah hukuman yang diberikan oleh gereja kepada anggota jemaatnya. Pemahaman tersebutlah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian bagaimana pemahaman jemaat mengenai tindakan disiplin gereja dan penerapannya di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif sehingga bisa mendalami permasalahan tersebut, mengambil sampel dan melakukan wawancara sehingga memperoleh informasi dengan lebih akurat. Hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut dapat diketahui dampak penerapan tindakan disiplin gereja yang diberlakukan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut penulis menemukan bahwa anggota jemaat yang menerima tindakan disipli gereja menarik diri dari pelayanan yang diberikan kepada mereka. Melihat faktor serta dampak yang terjadi dalam jemaat, penulis kemudian mendialogkannya dengan teologi pastoral, mengingat teologi pastoral dalam hal pendampingan dan percakapan pastoral tidak dapat terpisahkan dengan tindakan disiplin gereja yang diaplikasikan di jemaat GMIT Imanuel Oenali. Percakapan dan pendampingan pastoral yang dilakukan serta pemahaman jemaat dalam memahami tindakan disiplin gereja tersebut akan mempengaruhi proses tindakan disiplin gereja di jemaat ini. Oleh sebab itu maka pemahaman yang tepat dalam jemaat tentang tindakakan disiplin gereja ini akan akan membantu anggota sidi tersebut dalam melewati tindakan disiplin gereja dalam jemaat.
HELDA MARDIANA YUSELINA DJARAWADU
2021 · Thesis · Open Access
Pendeta adalah hamba Tuhan yang ditugaskan dengan dua jabatan yaitu organisasi dan pelayanan di mana ia harus bertanggunjawab secara organisatoris serta menjalankan fungsi kenabian, kerasulan dan gembala untuk melayani di mana ia hidup dan ditugaskan dalam gereja. Dalam menjalankan panggilan sebagai pengikut Kristus tidak terlepas dari situasi di mana antara memilih menjalankan panggilan sebagai pengikut-Nya atau harus memusatkan perhatian pada kepentingan diri sendiri dan keluarga. Panggilan menjadi pengikut Kristus ialah panggilan untuk setia dan mengambil bagian dalam penderitaan bersama-Nya. Penderitaan yang dialami pengikut-pengikut Kristus bukan karena akibat yang ditimbulkan oleh pengikut-pengikut Kristus, tetapi sebagai konsekuensi yang harus diterima sebagai bagian dari melayani Kristus. Hal tersebut bukan hanya dialami dari luar, tetapi dari dalam keluarga dan diri pengikut itu sendiri. Melihat kedua tanggungjawab antara pelayanan dan keluarga, terkadang menimbulkan dinamika dalam keluarga pendeta di mana bisa saja ada yang merasa sebagaimana yang terjadi dalam keluarga pendeta yang melayani di jemaat GMIT Kota Kupang, di mana anggota keluarga merasa terabaikan, dilema, adanya keraguan terhadap pasangan, cemas, kurangnya waktu bersama oleh karena mereka diperhadapkan dengan kesibukkan pendeta. Penulis bertujuan agar memberi dasar teologis terhadap makna dari sebuah keluarga pendeta dalam jemaat, untuk itu metode yang digunakan penulis yaitu penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Dimana penulis melakukan wawancara mendalam dengan keluarga pendeta-pendeta yang sedang melayani di jemaat GMIT Kota KupangKlasis Kota Kupang. Karena itu sangat perlu untuk merefleksikan tentang kisah Allah memanggil Abraham dari antara kaum keluarganya dan berjanji kepadanya “Allah akan memberikan tanah dan keturunan kepadanya dan Allah akan memberkatinya”. Anaknya Ishak sebagai penerus keturunanya, kemudian Yakub dan ia juga menerima tugas yang sama yaitu demi keselamatan umat manusia dan supaya semua kaum di muka bumi menerima berkat (Kej. 12:3). Hal yang sama juga diberikan Allah kepada Yakub dan keturunannya. Allah memulai penyelamatan dengan satu orang dan satu keluarga untuk menjadi alat dari suatu realitas bersama yang baru. Dasar teologis ini menjawab dinamika antara pelayanan dan keluarga pendeta di mana keluarga pendeta adalah komunitas yang juga ditetapkan Allah sebagai wadah untuk menyatakan rencana-Nya bagi dunia. Allah sebagai pembentuk keluarga memiliki misi agar keluarga pendeta menjadi komunitas yang memancarkan dirinya sebagai terang di tengah-tengah kehidupan jemaat. Karena itu pendeta perlu memberi pemahaman dan mempersiapkan keluarga agar keluarga pendeta memberi nilai tertinggi kepada Allah dan menjalankan pelayanan dengan segala konsekuensi yang harus diterima.
ROMELTON N. SELAN
2021 · Thesis · Open Access
Skripsi ini ditulis oleh Romelton N Selan sebagai pra-syarat dalam menyelesaikan perkuliahan. Judul yang diberikan untuk skripsi ini yaitu “Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah” dengan sub judul yaitu “ Suatu Tinjauan Teologi Pastoral Terhadap Efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Kalsis Kota Kupang Barat”. dalam penulisan skripsi ini, penulis dibimbing oleh Pdt Endang D. Koli M.Si Teol sebagai pembimbing 1 dan Pdt Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th, MA, sebagai pembimbing 2. Sebelum memasuki pernikahan calon mempelai akan diberikan pemahaman tentang arti menikah dan pemahaman berkeluarga, sebagai bekal dalam membentuk rumah tangga yang akan mereka hadapi setelah menikah melalui pastoral gereja, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Namun, pemberian bekal melalui Penggembalaan Pra-Nikah yang tidak efektif memberi pengaruh dalam kehidupan pernikahan, karena tidak dapat membantu mereka untuk membangun rumah tangga dengan baik. Kekudusan pernikahan yang semestinya menciptakan rumah tangga yang saling melengkapi di dalam Kristus, menjadi tidak berarti bagi sebagian jemaat masa kini. Hal ini perlu menjadi perhatian, karena fenomena ini terjadi dalam kalangan gereja, terkususnya Jemaat GMIT Ararat Haukoto. Faktor-faktor yang menimbulkan masalah ini terjadi karena kurangnya pemahaman jemaat tentang materi Penggembalaan Pra-Nikah. Pemberian materi berkisar pemahaman teologis selama 3 minggu dan kebutuhan non teologis hingga mencapai batas waktu selama kurang lebih 3 bulan. Kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, yaitu materi tentang teologis dan non teologis hanya diberikan dalam 2-3 minggu saja. Hal ini kemudian menghasilkan kurangnya pemahaman calon mempelai dalam rumah tangga dan berdampak pada kehidupan rumah tangga mereka. Adapun tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui konteks jemaat Ararat Haukoto di mana pengembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri dipraktikan, untuk mengetahui proses dan efektivitas Penggembalaan Pra-Nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto, serta untuk mengetahui dan mengembangkan refleksi teologis pastoral terhadap efektivitas pengggembalaan pra-nikah bagi calon suami isteri di Jemaat GMIT Ararat Haukoto Klasis Kota Kupang Barat. Untuk menjawab tujuan dari penulisan skripsi ini, maka penulis menggunakan metode yang dibagi dalam dua bagian yaitu metode penelitian yang mencakup : Penelitian pustaka, dan penelitian lapangan serta observasi, atau teknik pengumpulan data yang paling utama dalam penelitian. Di mana adanya pengamatan atau peninjauan secara langsung terhadap objek untuk mengetahui kebenarannya. Selain observasi, penulis juga menggunakan wawancara dengan teknik snow balling, Di mana penelitian akan berakhir ketika tercapai kejenuhan data atau tidak ada data yang baru lagi dari informan yang diwawancara. Adapun metode yang kedua yakni metode penulisan, yaitu deskriptif, analitis, dan reflektif. Setelah melakukan penelitian dan analisis, penulis mendapati bahwa Penggembalaan Pra-Nikah yang dilakukan ternyata tidak efektif. Hal ini terjadi karena pemberian materi yang kurang efektif, disertai dengan waktu yang terbatas, sehingga menghasilkan kurangnya pemahaman dan penerapan jemaat terhadap materi Penggembalaan Pra-Nikah dalam rumah tangga mereka. Kenyataan yang demikian mengundang perhatian, terutama gereja untuk bagaimana merefleksikan kembali peran, fungsi dan kehadiran gereja ditengah-tengah jemaat. Dalam kaitannya dengan fenomena yang dikemukakan di atas, gereja perlu untuk menata kembali tugas pastoral, yakni Penggembalaan Pra-Nikah. Karena itu, telah diuraikan juga sebuah materi dan metode yang diusulkan untuk mewujudkan penggembalaan Pra-Nikah yang efektif.
FONY MARLIN NINU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Kehamilan sebelum menikah seringkali digambarkan sebagai suatu situasi kehidupan yang penuh dengan tekanan baik dari keluarga, masyarakat bahkan gereja. Perempuan yang hamil sebelum menikah harus siap untuk menerima segala bentuk konsekuensi dari perbuatan yang dilakukannya. Kasus kehamilan sebelum menikah juga sering terjadi di lingkup pelayanan Jemaat GMIT Soleman Neonmat Klasis Soe Timur. Rata-rata perempuan yang hamil sebelum menikah di tempat ini adalah pelajar sekolah menengah atas atau dengan kata lain merupakan anak-anak remaja. Dengan alasan mengurangi kehamilan sebelum menikah, gereja GMIT Soleman Neonmat membuat suatu kesepakatan. Kesepakatan ini mengharuskan perempuan yang ingin membawa anaknya ke gereja untuk dilayani, terlebih dahulu harus membayar uang sesuai jumlah yang telah disepakati. Jumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dampak dan faktor-faktor yang ditimbulkan dari pembayaran denda oleh perempuan yang hamil sebelum menikah kepada gereja serta merefleksikannya kasus ini menurut sudut pandang pastoral.Tujuan ini dapat dicapai dengan melakukan penelitian lapangan dan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk memperoleh data yang akurat dengan metode penulisannya adalah metode studi kasus. Metode studi kasus membantu untuk mengerti masalah dengan menderksripsikan, menganalisa, merefleksikan dan memberikan tawaran aksi pastoral yang dapat dipakai oleh gereja dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, faktor pemberlakuan denda yaitu gereja belum secara penuh memahami tentang konsep penebusan salah. Pemberlakuan denda sebagai bentuk pembersihan diri seolah-olah menandakan bahwa manusia dapat berusaha seorang diri dengan menggunakan harta untuk membersihkan diri dari dosa yang telah dilakukan. Semua manusia adalah makhluk yang berdosa. Oleh karena dosa itu Allah melalui Yesus Kristus berinisiatif untuk memperbaiki relasi yang telah rusak antara manusia dengan Allah serta manusia dengan sesamanya. Dosa yang dilakukan oleh manusia hanya dapat dibersihkan dengan darah yang kudus dan itu semua nyata dalam karya Yesus Kristus di kayu Salib. Kata Kunci: Pastoral, Hamil Sebelum Menikah, Denda, Penebusan Salah.
FITRIANA LODIA BENU
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP ANAK YANG BELAJAR
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI RUMAH PADA MASA PANDEMI
COVID-19
(STUDI PADA SISWA SMP DIKELURAHAN NONBES KECAMATAN
AMARASI KABUPATEN KUPANG TAHUN 2020)
Benu.F (*) Ledo J (**)
Pabala.PPengertian Perhatian Orang Tua adalah ayah dan ibu yang bertanggung jawab
atas pendidikan. Dengan demikian perhatian orang tua dapat dinyatakan sebagai
perhatian yang diberikan dari ayah dan ibu.Tujuan penelitian ini adalah Untuk
mengetahui kebutuhan anak yang belajar di rumah selama pendemi covid-19
dan Untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang di alami orang tua ketika
mendampingi anak yang belajar di rumah selama pendemi covid-19.di
Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten kupang, Tahun 2020.
dengan mengambil sampel pada semua orang tua yang memiliki anak usia
sekolah di RW 007 Kelurahan Nonbes kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang:
25 orang tua yang berjumlah 25 kepala keluarga. Dalam Penelitian ini, peneliti
Menggunakan Metode Deskripsi Kualitatif Sedangkan Pengumpulan Data
Dengan Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dari
25 Orang Tua Yang Menyiapkan Fasilitas Belajar Sebanyak 15 (60%) dan
yang menyiapkan situasi belajar sebanyak 10(40%). Penulis Dapat
menyimpulkan bahwa selama masa pendemi covid-19 perhatian orang tua
terhadap anak yang belajar pendidikan agama kristen di rumah sangat berbeda
dengan pembelajaran normal atau seperti biasanya, jika pada pembelajaran
normal orang tua tidak selalu memberikan banyak perhatian tetapi selama masa
pendemi covid-19 orang tua di tuntut untuk menjadi pendidik, pembimbing
serta menyiapkan fasilitas belajar dan menyiapkan situasi belajar yang aman dan
nyaman.
DEA ARINDA ARIESTA MBADO
2021 · Thesis · Open Access
Kemiskinan merupakan suatu standar hidup yang rendah yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah orang. Kemiskinan biasanya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok seperti pangan, pakaian, dan papan sebagai tempat berteduh. Nusa Tenggara Timur secara khusus Kota Kupang yang adalah ibu kota provinsi pun tidak luput dari persoalan kemiksinan tersebut. Oleh karena itu pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang terdampak kemiskinan secara khusus kepada anak-anak yang berpotensi terlantar dengan membangun panti asuhan. Menanggapi persoalan kemiskinan tersebut, maka Gereja juga turut terpanggil untuk menyatakan keprihatinannya melalui peran sosial Gereja. Dalam penulisan ini, penulis akan menggambarkan tentang peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba bagi pemeliharaan anak-anak Panti Asuhan Kristen ( PAK) GMIT 221 Oeba dipandang dari teori Teologi sosial. Tujuannya agar Gereja-gereja masa kini bisa dapat belajar dari peran sosial tersebut untuk lebih memfokuskan arah keterlibatannya dalam menanggapi persoalan sosial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dan penelitian pustaka. Penelitian pustaka yang digunakan adalah dengan menggunakan sejumlah literatur yang dapat menunjang penelitian ini. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan lokus penelitian ialah Panti Asuhan Kristen(PAK) GMIT 221 Oeba. Untuk mengetahui mengenai peran sosial GMIT Ebenhaezer Oeba, maka penulis memilih beberapa orang seperti pendeta, penatua, diaken, pengurus panti dan juga anak-anak panti untuk memberikan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian sesuai teori teologi sosial yang penulis gunukan untuk mengkaji peran sosial Gereja, maka hal yang penulis temukan ialah peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba didasari pada motifasi yang benar yaitu dengan melihat pada apa yang Yesus lakukan sehingga tindakan itu diteruskan kepada anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221 yang datang dari latar belakang kemiskinan. Peran sosial Gereja yang dilakukan oleh gereja juga memiliki ciri pembeda dengan peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah. Peran sosial yang dilakukan oleh gereja juga turut menolong anak-anak tersebut untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Hal selanjutnya yang penulis temukan ialah melalui peran sosial ini, GMIT Ebenhaezer Oeba melakukan tindakan pemeliharaan yang ditunjukan melalui pengelolaan dan pendanaan bagi keberlangsungan hidup anak-anak di Panti Asuhan Kristen GMIT 221. Peran sosial yang dilakukan oleh GMIT Ebenhaezer Oeba merupakan bentuk pemeliharaan Allah bagi anak-anak Panti Asuhan Kristen GMIT 221.
APRIYANTO PANDULU LAMADUAN
2021 · Thesis · Open Access
Ritus kematian merupakan warisan budaya yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan orang Sumba Timur di Jemaat Kambajawa, karena di dalamnya termuat nilai, norma atau aturan-aturan yang mengatur sistim kehidupan bersama, yang diwarisi dari generasi-ke-generasi. Tidak dapat dipungkiri praktik ritus kematian telah menimbulkan persoalan di kalangan Jemaat Kambajawa, karena dipandang telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Praktik ritus ini, sangat berkaitan erat dengan aliran kepercayaan Marapu, yang memiliki perbedaan konsep berpikir dengan ajaran iman Kristen. Akan tetapi, praktik ritus kematian masih tetap dilakukan oleh jemaat, dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya. Melihat fenomena ini, penulis merasa penting untuk mengkaji secara mendalam terkait dengan pelaksanaan ritus kematian dengan berbagai unsur pemahaman di dalamnya, dan pandangan GKS Jemaat Kambajawa terkait hal ini. Oleh karena itu, penulis menggunakan metode penilitian kualitatif untuk membantu penulis ketika melakukan penilitian lapangan dan penilitian pustaka untuk merefleksikan secara teologis terkait persoalan tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa pelaksaan ritus kematian dilakukan dengan pemahaman-pemahaman yang keliru dan bertentangan dengan ajaran gereja. Beberapa jemaat masih menganggap bahwa keselamatan dapat dicapai melalui usaha mereka ketika menjalankan ritus kematian dengan sebaik mungkin. Penyebab masih dilakukannya praktik ritus kematian di kalangan jemaat, karena dipengaruhi oleh faktor budaya, kekerabatan dan lingkungan sosial yang menuntut mereka untuk melakukan hal tersebut. Jemaat berada dalam keadaan dualisme. Pada satu sisi, jemaat masih menjalankan tradisi budaya mereka, dalam hal ini pelaksanaan ritus kematian, sedangkan di sisi yang lain mereka adalah orang Kriten yang telah mengaku percaya bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Gereja terus menggumuli persoalan ini untuk menolong jemaat agar dapat memahami, bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaan ritus kematian, telah menyalahi aturan dan ajaran gereja. Kematian merupakan siklus hidup manusia, yang dapat terjadi kapan saja. Orang Kristen meyakini bahwa setelah kematian bukan akhir dari segala sesuatu, tetapi jalan menuju kepada kemuliaan Tuhan Allah. Yesus Kristus telah mati untuk keselamatan manusia dan inilah kabar baik bagi ciptaan-Nya. Oleh karena itu, kehidupan orang Kristen bukan lagi untuk mencari keselamatan melainkan untuk menghargai keselamatan yang sudah diterima. Dengan menyadari akan persoalan ini, maka penting sekali untuk memberikan pemahaman-pemahaman yang jelas kepada jemaat, dan bagaimana cara yang seharusnya dilakukan mereka ketika berhadapan dengan peristiwa kematian.
AYUB ANA KAMI
2021 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS KEMAMPUAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MATA KULIAH MICROTEACHING.
Kami.A.A)* Nomleni.Th.F)** Manu.N.S.T)**
Salah satu keterampilan yang diajarkan dalam mata kuliah Microteaching adalah keterampilan menggunakan media pembelajaran, namun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mata kuliah Microteaching, bahwa masih didapati mahasiswa yang dalam kesiapan mengajarnya tidak menggunakan media pembelajaran sebagai alat yang dipakai untuk menyampaikan makna pesan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian.Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran Biologi pada mata kuliah Microteaching.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 6 kelas B Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang yang berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, rubric penilaian, dan video pembelajaran dari mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditemukan bahwa media yang paling banyak digunakan adalah media charta, karena media charta adalah mediah yang paling mudah diperoleh.Kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran masih kurang, hal ini dikarenakan mahasiswa kurang mampu menggunakan media pembelajaran yang bervariasi. Kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menggunakan media pembelajaran ini sangat berdampak pada tingkat motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, serta bisa membuat siswa merasa bosan dalam kelas.
Kata kunci : Kemampuan mahasiswa, media pembelajaran Biologi, mata kuliah Microteaching.