Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 16 dari 195

ANALISIS KINERJA KUANGAN UNTUK MENGUKUR KESEHATAN KEUANGAN KOPERASI (STUDI KASUS PADA KANTOR PUSAT KSP KOPDIT SAMI JAYA KOTA KUPANG)

APRILIANA ADE LETO
· Thesis · Open Access

Pada era globalisasi saat ini perkembangan dunia usaha yang berbentuk koperasi semakin maju, hal ini menyebabkan persaingan diantara koperasi yang lainnya semakin ketat. Koperasi merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh sekelompok orang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagai lembaga ekonomi atau badan usaha yang berwatak sosial yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya, koperasi harus menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat dalam mengelola dana mereka. Dalam suatu organisasi dalam mencapai suatu tujuan mampu menganalisis kinerja untuk mempertahan keberadaan atau eksistensi koperasi serta mengantisipasi persaingan diantara koperasi yang ada diperlukan suatu sistem pengelolaan dan manajemen koperasi sebaik mungkin salah satunya dengan melakukan evaluasi den penilaian kinerja koperasi. Koperasi sebagai perusahaan (cooperatif enterprise) memerlukan penilaian kinerja sesuai dengan prestasi yang dinilainya secara periodik, mengingat keberhasilan usaha koperasi akan menentukan tingkat kesehatan usahanya. Dari penjelasan tersebut untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan koperasi, maka perlu dilakukannya pengukuran terhadap kinerja keuangan pada tiap akhir periode tertentu, dan ini merupakan salah satu tindakan penting yang harus dilakukan oleh Koperasi guna mengetahui prestasi dan keuntungan yang dicapainya melalui indikator-indikator pengukuran tingkat kesehatan keuangan dengan harapan koperasi beroperasi secara normal dan mampu memenuhi semua kewajibannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk menilai tingkat kesehatan koperasi maka perlu dilakukannya pengukuran terhadap laporan keuangan koperasi terhadap kinerja keuangan. Dimana penilaian kinerja keuangan koperasi dapat dilakukan dengan menganalisis rasio–rasio keuangan koperasi, diantaranya rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio rentabilitas dan rasio aktivitas dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 06/Per/M.KUKM/V/2006 tentang Pedoman Koperasi Berprestasi. Pada penelitian ini objek penelitian akan dijadikan sampel penelitian adalah Laporan Keuangan KSP Kopdit Sami Jaya Kota Kupang dari tahun 2017-2021. Dan berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 06/Per/M.KUKM/V/2006 Tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi, Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) adalah kondisi atau keadaan koperasi yang dinyatakan sehat, cukup sehat, kurang sehat, tidak sehat dan sangat tidak sehat. Maka berdasarkan hasil penelitian yang diteliti hasil Perhitungan Kinerja Keuangan KSP Kopdit Sami Jaya Kota Kupang Periode 2017-2021 yang terdiri dari delapan rasio memperoleh skor sebesar 975 dan bobot sebesar 24. Dari hasil perhitungan tersebut mendapatkan skor sebesar 40.62. Sehingga untuk menilai penetapan tingkat kesehatan KSP Kopdit Sami Jaya Kota Kupang Periode 2017-2021 berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia, Nomor 06/per/M.KUKM/V/2006 Tanggal 1 Mei 2006 mendapatakan hasil kriteria Sangat Tidak Sehat dengan klarifikasi D atau perolehan standar <55. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa rasio yang belum memenuhi standar yang ditetapkan, diantaranya yaitu Rasio Return on asset, Rasio Return On Equity dan Perputaran Asset. Selain dari pada itu juga masih terdapat beberapa rasio yang masih tergolong rendah yaitu Net Profit Margin, Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Dari perolehan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan koperasi KSP Kopdit Sami Jaya Kota Kupang belum mampu mengelola laporan keuangan secara efektif dan efisien

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMAS ADVENT NUSRA NOELBAKI TAHUN AJARAN 2022/2023

ZARDAK YULIUS TOLEU
· Thesis · Open Access

Perkembangan zaman saat ini telah memasuki revolusi 5.0 yang ditandai dengan semakin pesatnya pertumbuhan teknologi yang memudahakan Dalam kerangka kerja kurikulum nasional inilah sesungguhnya literasi sains dapat dibangun dengan efektif dan optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif Menurut Sugiyono (2013) metode penelitian kualitatif adalah metode yang digunakan untuk menyelidiki, menggambarkan, menjelaskan, menemukan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh social yang tidak dapat dijelaskan, diukur atau digambarkan,melalui pemdekatan kuantitatif metode ini digunakan untuk meniliti pada kondisi objek yang alamiah. Hasil penelitian diperoleh melalui penyebaran instrument tes yang di gunakan adalah soal pisa AKM 2019. yang bertujuan untuk memperoleh data mengenai tingkatan kemampuan literasi sains siswa kelas XI mipa di SMAS Advent Nusra Noelbaki Data pada Diagram menunjukkan bahwa rata-rata persentase literasi sains siswa pada 3 aspek(konten, proses, dan konteks) menunjukkan < 50%). Hal ini relevan dengan hasil penelitian Ibrahim & Aspar (2006) bahwa ada keterkaitan antara pengetahuan sains dan aplikasi sains. Ditinjau dari aspek konten persentase rata-ratanya hanya mencapai 76%, artinya penguasaan konsep-konsep sains (biologi) cukup rendah. Ditinjau dari aspek proses, menunjukkan persentase rendah yaitu mencapai 65%.. Ditinjau dari aspek konteks menunjukkan perolehan sangat paling rendah diantara 3 aspek kemampuan literasi sains lainnya yaitu mencapai 56%, Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran biologi belum dikaitkan dengan konteks, artinya dalam membelajarkan konsep-konsep biologi guru belum mengkaitkan dengan kehidupan nyata keseharian siswa

Identifikasi Escherichia coli dan Salmonella sp. Pada Potongan Ikan Tuna Madidihang (Thunus albacares) dan Air Cuciannya di Pasar Oebobo Kota Kupang

ZAKEOS TASUIB
· Thesis · Open Access

Salah satu upaya perbaikan kualitas gizi masyarakat adalah dengan peningkatan konsumsi ikan. ikan tuna sirip kuning (Thununnus albacares) merupakan salah satu spesies ikan tuna yang memiliki kandungan gizi yang tinggi. Di pasar Oebobo, ikan tuna madidihang yang sudah dipotong–potong ini biasanya diletakan diatas meja tanpa bahan penutup atau tanpa dikemas. Dikhawatirkan potongan – potongan ikan tersebut terkontaminasi dengan bakteri karena mengalami kontak langsung dengan udara dan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bakteri Escherchia coli dan Salmonella sp pada ikan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) potongan, yang dijual di Pasar Oebobo. untuk mengetahui tingkat cemaran Escherchia coli pada air yang digunakan para pedagang ikan tuna madidihang di Pasar Oebobo Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu suatu metode yang digunakan untuk membandingkan data penelitian yang diproleh dengan fakta-fakta yang ada dan menjelaskan hubungan antara satu faktor dan faktor lainnya (Anonim, 2010). Sedangkan untuk uji laboratorium digunakan metode pengujian Escherichia coli dan Salmonella sp yang mengacu pada SNI (Anonim 1994). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat cemaran bakteri Escherichia coli pada sampel ikan tuna madidihang yang dijual di pasar Oebobo kota kupang yang diambil dari meja penjual pertama adalah 4,5 APM/gram, Pada sampel yang diambil dari meja penjual kedua jumlah MPN adalah 3,6 APM/gram. Pada sampel ikan yang diambil dari meja penjual ketiga hasil yang diperoleh ≤ 3 APM/gram. Hasil pengujian identifikasi Salmonella pada ikan tuna madidihang (Thunnus albacares) potong serta air yang digunakan untuk mencuci ikan pada sampel satu, dua, dan tiga adalah negatif per 25 g. Berdasarkan hasil pengujian pada air yang dipakai untuk pencucian ikan total koliform pada sampel air yang diambil dari 3 tempat yang sama dari 3 penjual ikan di pasar Oebobo terbanyak pada sampel air yang diambil dari meja penjual ketiga yaitu 92 AMP/ml. Pada sampel air yang diambil dari meja penjual pertama dan kedua diperoleh jumlah total APM yang sama yaitu 4,5 AMP/ml.

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA (MOLLUSCA) DI HUTAN MANGROVE OESAPA BARAT

BEBY BERTI LYGRESYON SINDELU
· Thesis · Open Access

Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem alamiah dengan nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, juga daerah yang produktifitasnya tinggi karena ada serasah dan terjadi dekomposisi serasah sehingga terdapat detritus. Hutan mangrove memberikan kontribusi besar terhadap detritus organik yang sangat penting sebagai sumber energi bagi biota yang hidup di perairan sekitarnya. Gastropoda merupakan kelompok terbesar dari filum Mollusca, yang menguntungkan misalnya, dijadikan bahan makanan. Dan juga berperan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Dengan cara mencacah-cacah daun menjadi bagian-bagian kecil kemudian akan dilanjutkan oleh organisme yang lebih kecil yaitu mikroorganisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas Gastropoda (Mollusca) yang terdapat pada hutan Mangrove di Oesapa Barat, yang berkaitan dengan kepadatan, keanekaragaman jenis, keseragaman, dominansi, kelimpahan spesies dan pola sebaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode line transect dan purposive sampling supaya dapat menentukan transek pada lokasi penelitan. Dalam penelitian ini menggunakan 3 stasiun yang dapat mewakili lokasi penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 plot dengan jarak setiap plot 20 m, tegak lurus dari garis pantai ke arah darat (tegak lurus terhadap garis pantai sepanjang zonasi hutan mangrove). Hasil dari penelitian ini ditemukan 6 spesies gastropoda meliputi Telescopium telescopium, Monodonta canalifera, Littoraria scabra, Terebralia palustris, Cerithideopsilla dan Cerithidea balteata. Struktur komunitas kepadatan gastropoda yang paling Banyak ditemukan yaitu spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 0,56 (ind/ m²), Struktur komunitas gastropoda keanekaragaman didapatkan hasil yaitu H’1.079077, Struktur komunitas keseragaman gastropoda di lokasi penelitian pada stasiun 1 (0,2), stasiun 2 (0,05) dan stasiun 3 (0,23). Kelimpahan jenis gastropoda yang paling Tinggi terdapat spesies Monodonta canalifera dengan Nilai 14, Jenis gastropoda yang paling dominan di lokasi penelitian yaitu 0,23 dan pola sebaran gastropoda di Hutan Mangrove Oesapa Barat sebarannya secara acak dan mengelompok.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN ANAK OLEH IBU KANDUNG

ANDY TEFBANA
· Thesis · Open Access

Judul skripsi: “Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Anak Oleh Ibu Kandung”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.Mengapa ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak ? 2.Mengapa pelaku tindak pidana pembunuhan anak, Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan? Tujuan penelitian ini adalah: 1.Untuk mengetahui penyebab ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak. 2.Untuk mengetahui alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan anak. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian hukum normative.yaitu dengan mengkaji putusan nomor 3175/Pid.B/2010/PN.Sby, dan putusan kasasi nomor 2778K/Pid.Sus/2012. Penelitian ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penyebab ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak dan alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan sedangkan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan anak dan Variabel terikat adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pembunuhan anak oleh ibu kandung. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder,dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka: Penyebab Ibu kandung melakukan pembunuhan terhadap anak adalah : 1. Karena yang bersangkutan takut ketahuan melahirkan diluar nikah. 2. Tidak ada tanggung jawab dari ayah biologis terhadap bayi dalam kandungan. Alasan Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan adalah : 1. Perbuatan terdakwa terbukti sesuai surat dakwaan. 2. Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana. Alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan adalah : 1. Perbuatan terdakwa terbukti sesuai surat dakwaan. 2. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana. Saran dari penelitian ini yaitu: 1.Terhadap majelis hakim agar lebih teliti dalam melihat setiap fakta hukum yang ditemukan dalam melakukan pemeriksaan setiap perkara,khususnya dalam tindak pidana pembunuhan anak yang dilakukan oleh ibu kandung. 2. Bagi setiap wanita di Indonesia agar dalam keadaan yang menghimpit dirinya namun tidak merampas nyawa anaknya dengan cara apapun. 3.Terhadap setiap orang tua agar selaku melakukan pengontrolan yang intens terhadap setiap aktivitas anak, lebih utama aktivitas anak diluar jam sekolah.

Karakteristik Konsentrat Protein Ikan Dari Tetelan Tuna Loin Yang Diekstraksi Dengan Pelarut Isopropil Alkohol.

CLAUDIA YANETHE WILLI
· Thesis · Open Access

Konsentrat protein ikan merupakan produk yang dihasilkan dengan cara menghilangkan lemak dan air sehingga menghasilkan konsentrat dengan protein yang tinggi. Tujuan dari penelitian karakteristik konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang diekstraksi dengan pelarut isopropil alkohol adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui perlakuan ekstraksi terbaik menggunakan pelarut isopropil alkohol terhadap karakteristik kimiawi (kadar air, kadar lemak, kadar protein, dan kadar abu) dan organoleptik pada konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang dihasilkan, (2) Mengetahui perlakuan ekstraksi menggunakan pelarut isopropil alkohol terhadap jumlah mikroba pada konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang dihasilkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022, yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk analisis rendemen, uji organoleptik, kadar air, uji mikroba dan di Laboratorium Nutrisi Dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang (kadar lemak, kadar protein dan kadar abu ). Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik konsentrat protein ikan dari tetelan tuna loin yang diekstrak dengan pelarut isopropil alkohol yaitu pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik terbaik pada perlakuan 3 kali esktraksi dengan kenampakan 7,27, bau 7,71, dan tekstur 9,00 sudah memenuhi SNI-01-2346-2006, pengujian karasteristik kimiawi untuk perlakuan terbaik terhadap kadar air, lemak, protein, dan abu yaitu pada perlakuan 3 kali ekstraksi kadar air 3,55%, kadar lemak 2,98%, kadar protein 80,79% termasuk ke dalam golongan KPI tipe B menurut ketetapan standard mutu FAO (1976), kadar abu 1,25% memenuhi nilai standar mutu yang ditentukan oleh SNI 01-2715-1996, angka lempeng total 2,4 x 104 koloni/g di bawah nilai maksimum yang ditentukan oleh SNI 7388:2009.

DESKRIPSI TENTANG SEBAB DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENADAHAN HEWAN CURIAN DI WILAYAH KABUPATEN SUMBA BARAT

TOMMY ERITHO UMBU DINGU NDAPAMERANG
· Thesis · Open Access

Judul penelitian ini adalah “Deskripsi Tentang Sebab Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Penadahan Hewan Curian Di Wilayah Kabupaten Sumba Barat”. Rumusan masalah yaitu Faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Sifat penelitian yaitu bersifat deskriptif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Hukum Normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor penyebab terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat dan akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan tentang tindak pidana penadahan hewan curian. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penadahan hewan curian di Kabupaten Sumba Barat yaitu : 1) Faktor Ekonomi. 2) Faktor Penegakan Hukum. Akibat hukum dari tindak pidana penadahan hewan curian terhadap pelaku, korban dan barang bukti yaitu : 1) Akibat hukum bagi pelaku yaitu pelaku di pidana penjara dan membayar biaya perkara kepada pelaku penadahan hewan curian tersebut. 2) Akibat hukum bagi korban yaitu korban mengalami kerugian materil. 3) Akibat hukum bagi barang bukti yaitu barang bukti dikembalikan kepada pemilik hewan curian tersebut. Saran, Kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau teliti jika ingin memperoleh ataupun mendapatkan sesuatu barang untuk mengecek apakah barang tersebut hasil tindak kejahatan atau tidak. Kepada pemerintah agar lebih aktif untuk mensosialisasikan aturan mengenai tindak pidana penadahan dikarenakan masyarakat sering berdalih tidak mengetahui bagaimana meneliti barang yang hendak diperoleh.

MOTIF, BENTUK DAN AKIBAT HUKUM ANGGOTA POLRI MELAKUKAN PELANGGARAN KODE ETIK DI WILAYAH HUKUM POLDA NUSA TENGGARA TIMUR

DOMINICUS SAVIO YEMPORMASE
· Thesis · Open Access

Judul skripsi : “Motif, Bentuk Dan Akibat Hukum Anggota Polri Melakukan Pelanggaran Kode Etik Di Wilayah Hukum Polda Nusa Tenggara Timur”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Apa motif anggota Polri melakukan pelanggaran kode etik? 2) Bagaimana bentuk anggota Polri melakukan pelanggaran kode etik?, 3) Bagaimana akibat hukum anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahu motif anggota Polri melakukan pelanggaran kode etik. 2) untuk mengetahui bentuk anggota Polri melakukan pelanggaran kode etik. 3) untuk mengetahui akibat hukum anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian adalah penelitian normatif yang menggunakan variabel bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, bentuk dan akibat hukum anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Keputusan Komisi Kode Etik Profesi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka yang menjadi motif anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik yaitu : a) Anak tidak diterima menjadi anggota Polri, b) Mencari keuntungan, c) Untuk memenuhi hasrat seksual, d) malas kerja, e) ketidakharmonisan keluarga. Bentuk anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik yaitu : a) Meninggalkan tugas karena kecewa anak tidak lulus anggota Polri, b) Melakukan Penipuan, c) Berzinah, d) tidak masuk kantor lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turt tanpa izin pimpinan, e) cerai tanpa izin pimpinan. Akibat hukum anggota Polri yang melakukan pelanggaran kode etik yaitu : a) Diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH), b) Kehilangan hak pensiun, c) Demosi/ Tahan Pangkat.

Studi Proporsi Daging Ikan Layur (Trichiurus sp) Dan Ikan Tembang (Sardinella sp) sebagai Bahan Penyedap Rasa Alami.

SITTI ZAKIAH NUBATONIS
· Thesis · Open Access

Latar belakang: Proporsi ikan terdiri dari bagian yang dapat dimakan (edible portion) berupa daging dan bagian yang dibuang (processing waste) berupa sisik, kepala, tulang dan kulit. Penyedap rasa alami merupakan salah satu bahan tambahan (zat aditif) yang diberikan pada masakan dengan tujuan untuk memperkuat rasa pada masakan dan digunakan secara instan supaya masakan menjadi lebih lezat dengan takaran bumbu yang sedikit. Berdasarkan beberapa informasi yang penulis kumpulkan belum ada penelitian tentang pembuatan penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami. Tujuan penelitian: Penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami adalah sebagai berikut: (1) Mengetahui proporsi ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan alternatif penyedap rasa alami, (2) Mengetahui karakteristik uji organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) serta kandungan kadar air, protein, lemak dan asam amino dari penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp). Metode penelitian: Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2022 untuk pembuatan studi proporsi daging ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan tembang (Sardinella sp) sebagai bahan penyedap rasa alami di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Lab Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada untuk pengujian kadar lemak dan protein serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian asam amino. Hasil dan pembahasan: Proporsi pembuatan penyedap rasa alami dari ikan layur (Trichiurus sp) dan ikan temang (Sardinella sp) yang dapat digunakan adalah 75%. Simpulan: Karakteristik organoleptik yang dimiliki oleh ikan tembang menunjukan bahwa ikan tembang lebih baik digunakan sebagai bahan dasar pembuatan penyedap rasa dibandingkan ikan layur. Berdasarkan analisis kimia pada penyedap rasa hasil uji kadar air belum memenuhi syarat mutu SNI, analisis kadar protein, kadar garam, memenuhi syarat mutu SNI 01-4273-1996, asam amino esensial yang dominan adalah asam glutamat dan aspartat sedangkan asam amino non esensial yang dominan adalah leusin dan arginin.

UJI KUALITAS KARAGENAN RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) PADA LOKASI BERBEDA DI PERAIRAN SABU RAIJUA

HOFNI NGINE
· Thesis · Open Access

Kabupaten Sabu Raijua merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak dibagian selatan. Masyarakat Desa Lobohede, Desa Menia, Desa Kudjiratu dan Desa Ledeunu Kabupaten Sabu Raijua sebagai kawasan budidaya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii. Rumput laut dapat dipanen bila usia pemeliharaan mencapai 30-45 hari. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan teknik penanganan pascapanen rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Sabu Raijua, mengetahui kualitas karagenan rumput laut Kappaphycus alvarezii yang dibudidayakan di Perairan Sabu Raijua. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2022 di Kabupaten Sabu Raijua, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian karagenan rumput laut di Desa Lobohede, rendemen 67,23%, kadar air 8,27%, kadar abu 26,24%, viskositas 59,65cP dan Kekuatan gel 89,75 g/cm2. Desa Menia, rendemen 60,09%, kadar air 7,04%, kadar abu 29,75%, viskositas 31,75cP dan Kekuatan gel 80g/cm2. Desa Kudjiratu, rendemen 65,62%, kadar air 8,82% kadar abu 26,71%, viskositas 36,01cP dan Kekuatan gel 80,5 g/cm2. Desa Ledeunu, rendemen 58,32%, kadar air 8,16%, kadar abu 26,84%, viskositas 35,95cP dan Kekuatan gel 68 g/cm2. Petani rumput laut kering di Desa Lobohede, Desa Menia, Desa Kudjiratu dan Desa Ledeunu Kabupaten Sabu Raijua dengan parameter rendemen, kadar air, kadar abu, dan viskositas telah memenuhi syarat mutu yang ditetapkan FAO (1986), FCC (1981), dan EEC (1978), sedangkan parameter kekuatan gel belum memenuhi syarat mutu yang ditetapkan FAO (1986).

DESKRIPSI TENTANG PEMAKNAAN KATA BERJUMLAH DALAM PASAL 83 AYAT (1) UNDANG UNDANG NOMOR 39 TAHUN 1999 TENTANG HAK ASASI MANUSIA OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

SHELLA MENTARI BERLIANI
· Thesis · Open Access

Judul:Deskripsi Tentang Pemaknaan Kata Berjumlah Dalam Pasal 83 Ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Oleh Mahkamah Konstitusi. Permasalahannya adalah: 1). Alasan-alasan yuridis apakah yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia? 2). Mengapa Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia?Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan-alasan yuridis yang melandasi pemohon mengajukan Constitutional Review terhadap Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dan untuk mengetahui Mahkamah Konstitusi memberi pemaknaan terhadap kata berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang berguna secara teoretis dan praktis. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu:alasan pengujian dan pemaknaan Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 83 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Terhadap UUD RI 1945dan variabel terikat yaitu:Putusan Mahkamah Konstitusi30/PUU-XX/2022dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dan analisis penulis terhadap putusan diperoleh jawaban bahwa:Alasan-alasan yuridis yang melandasi pemohon mengajukan judicial review terhadap Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yaitu:Pertama, Pasal 83 ayat (1) UU HAM khususnya sepanjang frasa “Anggota Komnas HAM berjumlah 35 (tiga puluh lima) yang dirumuskan secara limitatif.Kedua,Pasal 83 ayat (1) UU HAMtidak mencerminkan kedudukan Presiden sebagai pemegang kekuasaan pemerintahan Negara. Ketiga, Pasal 83 ayat (1) UU HAM menimbulkan adanya ketidakpastian dalam proses seleksi dan menimbulkan multitafsir.Keempat,Pasal 83 ayat (1) UU HAM membatasi yang hak warga negara untuk menjadi Anggota Komnas HAM; KelimaPasal 83 ayat (1) UU HAMmenutup partisipasi publik dalam rangka menjaga transparansi dan akuntabilitas proses.Alasan Mahkamah Konstitusi membatalkan kata berjumlah pada Pasal 83 ayat (1) Undang Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia karena:Pertama, Mahkamah Konstitusi memberikan pemaknaan kata “berjumlah” 35 (tiga puluh lima) yang diatur secara imperatif menjadi fakultatif.Kedua, Mahkamah Konstitusi memberikan kepastian hukum dengan memberikan pemaknaan kata berjumlah 35 menjadi berjumlah paling tinggi.

DESKRIPSI TENTANG PEMAKNAAN FRASA PENYIDIK TINDAK PIDANA ASAL DALAM PENJELASAN PASAL 74 UNDANG UNDANG NO. 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG OLEH MAHKAMAH KONSTITUSI

RAHMA WATI
· Thesis · Open Access

Judul: Deskripsi Tentang Pemaknaan Frasa Penyidik Tindak Pidana Asal Dalam Penjelasan Pasal 74 Undang Undang No. 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang oleh Mahkamah Konstitusi. Pokok permasalahannya: 1). Alasan-alasan apakah yang melandasi pemohon mengajukan permohonan uji materil tentang penjelasan Pasal 74 Undang Undang No. 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang? 2). Mengapa Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menjatuhkan putusan menyatakan frasa penyidik tindak pidana asal bertentangan dengan UUD RI 1945? Tujuan dari penelitian ini adalah: 1). Untuk mengetahui Alasan-alasan permohonan uji materil dan 2) untuk mengetahui alasan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menjatuhkan putusan menyatakan frasa penyidik tindak pidana asal bertentangan dengan UUD RI 1945. Sifat dari penelitian ini adalah deskritif kualitatif dengan jenis penelitian normatif. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: alasan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menjatuhkan putusan menyatakan frasa penyidik tindak pidana asal bertentangan dengan UUD RI 1945 dan variabel terikat yaitu: putusan Mahkamah Konstitusi dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan studi kepustakaan / dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian dan analisis putusan diperoleh jawaban bahwa: 1. Alasan-alasan yang melandasi pemohon mengajukan permohonan constitutional review yaitu: a. Pemohon sebagai PPNS hak konstitusionalnya dirugikan. b. Pasal 74 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang membatasi para pemohon tidak memiliki kewenangan. 2. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia menjatuhkan putusan menyatakan frasa penyidik tindak pidana asal bertentangan dengan UUD RI 1945 karena: a. Penjelasan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang bertentangan dengan UUD 1945 b. Adanya ketidaksinkronan antara norma Pasal 74 dan Penjelasan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang; c. Diskriminasi penanganan tindak pidana pencucian uang bagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil

MOTIF,MODUS,DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENCURIAN SARANG BURUNG WALET HASIL BUDIDAYA

RONNY HEBRON TUAN
· Thesis · Open Access

Judul penelitian ini adalah “Motif, Modus, Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Pencurian Sarang Burung Walet Hasil Budidaya”. Rumusan masalah yaitu Motif apa yang menyebabkan pelaku melakukan tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya?, bagaimana Modus Pelaku melakukan tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya? dan Bagaimana Akibat hukum dari tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya terhadap pelaku, korban dan barang bukti? Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui Motif yang menyebabkan pelaku melakukan tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya, Untuk mengetahui Modus pelaku melakukan tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya, dan Untuk mengetahui akibat hukum dari tindak pidana pencurian sarang burung walet hasil budidaya terhadap pelaku, korban, dan barang bukti. Dengan metode penelitian yang bersifat “Deskriptif” diartikan bahwa penelitian ini diberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, menyimpulkan ,serta dapat menganalisisnya, dengan Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif yang mencakup penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkroniasi vertical dan horizontal. Dan menggunakan normative dengan mengkaji Putusan No.80/Pid.B/2017/PN.MGL, No.21/Pid.B/2020/PN.PNN, No.146/Pid.B/2020/PN.PSB, No.212/Pid.B/2020/PN.TNR, No.6/Pid.B/2022/PN.SBS . Hasil Penelitian menunjukan bahwa :1)Motif para terdakwa melakukan pencurian sarang burung walet adalah karena faktor ekonomi dan juga faktor kurangnya pengamanan. 2) Modus para terdakwa melakukan pencurian yaitu dengan cara terdakwa membuka gembok/engsel pintu rumah sarang burung walet, atau melalui lubang tempat keluar masuknya burung walet dan setelah terdakwa masuk kedalam kemudian mengambil sarang burung walet dan dimasukan ke dalam kantong plastik hitam yang sudah disiapkan sebelumnya. 3) akibat hukum yang di terima oleh : a)Akibat hukum bagi para pelaku yaitu terdakwa dikenakan pidana penjara dan membayar biaya perkara .b) Akibat hukum bagi korban yaitu akibat hukum untuk korban tidak ada dikarenakan dalam putusan Majelis Hakim tidak ada biaya penggantian kerugian bagi para korban dan mengalami kerugian materil. c) Akibat hukum bagi barang bukti yaitu barang bukti dirampas dan dimusnahkan.

Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penjualan Amunisi Oleh Anggota TNI

GALATIA CALVINSKYFIM TENIS
· Thesis · Open Access

INTISARI : Skripsi ini berjudul : “Kajian Kriminologi Terhadap Tindak Pidana Penjualan Amunisi Oleh Anggota TNI” Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1. Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia? dan 2. Bagaimana akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi? Tujuan Penelitian adalah 1. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia. 2. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi. Metode penelitian penulisan ini bersifat “Deskriptif” dan berjenis “Normatif”. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI dan penegakan hukum terhadap tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah Putusan Pengadilan Militer tentang tindak pidana menjual amunisi oleh anggota TNI. Hasil penelitian penulis terhadap permasalahan penelitian ini antara lain sebagai berikut: 1. Faktor penyebab terjadinya tindak pidana penjualan amunisi oleh anggota Tentara Nasional Indonesia adalah, faktor untuk memperoleh keuntungan, faktor permintaan pesanan amunisi, dan faktor tekanan dari atasan. Akibat hukum terhadap anggota TNI yang melakukan penjualan amunisi adalah, pidana pokok, berupa pidana penjara , dan pidana tambahan, berupa pemecatan dari dinas militer TNI-AD Adapun saran dari penulis terhadap konteks permasalahan penelitian ini antara lain, diharapkan anggota TNI yang masih berdinas tidaklah tergiur akan nilai-nilai material (uang) serta tidak mengambil printah dari atasan dalam melakukan suatu tindakan yang diketahui bahwa tindakan tersebut merupakan tindakan pidana berupa penjualan amunisi, dan juga diharapkan para penegak hukum (Hakim) dapat meniru tindakan-tindakan hukum yang diambil atau diputuskan oleh para penegak hukum militer yang tepat dan tegas.

Total Koloni Bakteri dan Cemaran Salmonella sp. pada Ikan Tongkol (Euthynus sp) yang Dijual di TPI Oeba dan Pasar Inpres Kota KUpang

AGNES APRIANI MATILDIS KERANS
· Thesis · Open Access

Salah satu hasil perikanan yang ada di Kota Kupang adalah ikan tongkol (Eutynnus sp.). Tingkat produksi dan konsumsi ikan ini cukup tinggi jika dibandingkan hasil perikanan lainnya. Penanganan ikan pasca panen di Kupang saat ini masih sangat memprihatinkan dari segi keamanan dan kesegarannya. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan ikan setelah ditangkap mengakibatkan ikan yang sampai ke tangan penjual terakhir sebelum konsumen, mutunya sudah menurun, mengandung cemaran kimia, fisik dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ikan tongkol yang didaratkan dan dijual di pasar Inpres dan Oeba sudah tercemar oleh Salmonella sp serta seberapa jauh kemunduran mutu ikan dilihat dari kandungan ALT serta organoleptik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif serta pengujian laboratorium yang mengacu pada SNI. Hasil penelitian menunjukan bahwa total plate count paling tinggi pada air cucian Pasar Inpres 2 × 107 CFU/ml dan paling rendah pada ikan di TPI Oeba 1 × 102 CFU/gram. Hasil pengujian Salmonella sp pada semua sampel ikan maupun air cucian ikan pada kedua lokasi mendapatkan hasil negatif dalam 25/gram ikan dan 25/ml air cucian ikan. Hasil pengujian organoleptik Ikan tongkol pada kapal penangkap, TPI Oeba pagi dan Pasar Inpres pagi masih sangat segar dari segi kenampakan (mata, insang dan lendir), daging, bau dan teksur dan layak untuk dikonsumsi dengan nilai organoleptik lebih dari 7. Sedangkan untuk penjualan ikan tongkol pada TPI Oeba siang dan Pasar Inpres siang mutunya sudah semakin menurun dengan nilai organoletiknya rata-rata kurang dari 7.

DESKRIPSI TENTANG PENEGAKKAN HUKUM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DENGAN MUTILASI

MARIA DORETA BRITINI JANGGU
· Thesis · Open Access

Judul : “Deskripsi Tentang Penegakkan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Dengan Mutilasi”. Permasalahannya adakah sebagai berikut : Mengapa putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dengan mutilasi ada yang lepas dari segala tuntutan hukum? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Alasan hakim menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dengan mutilasi. Manfaat dari penelitian ini secara praktis dan teoritis. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian normative. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variable bebas yaitu : Penegakkan hukum terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dengan mutilasi dan variable terikat yaitu : putusan pengadilan tentang pembunuhan berencana dengan mutilasi dengan sumber bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer,sekunder, tersier dengan studi kepustakaan/dokumen yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian dan analisis hasil penelitian adalah : Alasan hakim menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dengan mutilasi adalah : a. Perbuatan terdakwa terbukti melalui surat dakwaan b. Perbuatan terdaakwa tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum

KARAKTERISTIK MUTU BAKSO IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii)

GODELIPUS PAYONG
· Thesis · Open Access

Bakso Ikan merupakan salah satu hasil pengolahan hasil perikanan yang sudah cukup populer dan disukai masyarakat Indonesia karena mempunyai rasa yang enak, mudah dicerna dan sangat praktis cara menghidangkannya. Berdasarkan informasi-informasi yang penulis kumpulkan sudah terdapat peneliti lain juga yang membuat bakso ikan menggunakan bahan utama, yaitu ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) namun bahan tambahanya menggunakan tepung jagung nikstamal. Oleh karena itu penulis akan melakukan penelitian yang berjudul “Karakteristik mutu bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Tujuan dari penelitian karakteristik mutu bakso ikan cakalang (katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (E. cottonni)adalah sebagai berikut: (1)Untuk mengetahui karateristik (organoleptik) dari produk bakso ikan cakalang Kkatsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). (2) Untuk mengetahui kadar air, kadar protein dan kadar lemak pada produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan penambahan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022 yang bertempat di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), uji organoleptik. Kemudian uji kadar air, kadar lemak dan kadar protein di Laboratorium Nutrisi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan variabel yang diteliti. Analisis kuantitatif digunakan untuk menerangkan data berupa angka yang didapat dari hasil pengamatan uji kadar air, kadar protein dan lemak. Sedangkan analisis kualitatif hasil dari uji organoleptik. Hasil dari penelitian ini adalah karasteristik dari produk bakso ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), dengan variasi penambahan tepung rumput laut (Eucheuma Cotonii) yaitu 0%, 10% dan 20% pada tingkat penerimaan panelis berdasarkan organoleptik sensori terbaik pada perlakuan 10% dengan kenampakan 7,50, bau 7,7, rasa 7,8 dan tekstur 7,64. Serta Kandungan air 58, 95%, kandungan protein 34,19% dan kandungan lemak 0,56%

Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penculikan Anak

GEOVANNI DICKNAZIO TOY MOSES
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi ini adalah “Deskripsi Tentang Terjadinya Tindak Pidana Penculikan Anak” jurusan ilmu hukum, dengan rumusan masalah sebagai berikut : Apa penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Bagaimana modus operandi pelaku dalam melakukan tindak pidana penculikan terhadap anak ?, Apa akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak ?, dan tujuan penelitian sebagai berikut : a. untuk mengetahui penyebab terjadinya tindak pidana penculikan anak. b. untuk mengetahui modus dari pelaku tindak pidana penculikan terhadap anak. c. untuk mengetahui akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah penelitian normatif yang meliputi penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum, dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan bersifat deskriptif yang artinya mencoba menggambarkan, mendeskripsikan atau menguraikan masalah faktual terkait dengan rumusan masalah diatas. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel Bebas atau variabel berpengaruh atau variabel yang mempengaruhi variabel dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum dari pelaku tindak pidana penculikan anak. b. Variabel Terikat atau variabel output yaitu ubahan terikat yang dipengaruhi adanya pengubah variabel bebas, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana penculikan anak. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka yang menjadi kesimpulan dimana penulis menemukan beberapa faktor sesuai dengan permasalahan yang sudah penulis uraikan diatas adalah : a. Motif atau penyebab terjadinya tindak pidana penculikan terhadap anak (Pelaku ingin mempunyai anak atau keturunan,Pelaku ingin mengambil barang perhiasan milik anak korban, Pelaku ingin melakukan perbuatan cabul terhadap anak korban). b. Modus operandi pelaku tindak pidana penculikan (Pelaku menggunakan tipu muslihat, serangkaian kebohongan dan membujuk anak untuk ikut dengannya, Pelaku memanfaatkan situasi sepi disekitar rumah korban). c. Akibat hukum bagi pelaku tindak pidana penculikan anak (Para pelaku dikenakan penahanan, Para pelaku dipidana penjara dan membayar denda, Para pelaku dibebankan membayar biaya perkara).

KARAKTERISTIK IKAN TALI (ABSAL) YANG DIPRODUKSI SECARA TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DESA MARU KECAMATAN PULAU PURA KABUPATEN ALOR

ABIA ALVA KAGO
· Thesis · Open Access

Ikan tali (absal) adalah salah satu produk olahan tradisional dengan menggunakan metode pengeringan. Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air bahan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga dapat memperlambat laju kerusakan produk akibat aktivitas biologi dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai (kadar air, kadar protein, kadar garam, kadar abu dan kadar abu tak larut asam) dan penilaian organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) terhadap ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor. Penelitian ini telah dilaksanakan selama bulan Juni sampai Agustus 2022, yang dilakukan dalam 2 (dua) tahap dengan tempat yang berbeda. Pengambilan sampel di Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor, pengujian organoleptik, kadar air, kadar protein dan kadar garam di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana dan pengujian kadar abu dan abu tak larut asam di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana. Ikan tali (absal) yang diproduksi secara tradisional oleh masyarakat Desa Maru untuk pengujian secara objektif nilai kadar air (15,51%-18,06%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar protein (14,30%-15,57%), kadar garam (1,08%-1,62%) memenuhi SNI 8273-2016, kadar abu (0.7%-2,1%) dan kadar abu tak larut asam (0,4%-0,6%) tidak memenuhi SNI 8273-2016. Ikan tali (absal) khas Desa Maru Kecamatan Pulau Pura Kabupaten Alor merupakan produk olahan tradisional sehingga mempunyai kenampakan, aroma, tekstur dan rasa cenderung disukai panelis.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT INVESTASI DI KSP KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG

APRIANA BERTHA KLAU
· Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN KREDIT INVESTASI DI KSP KOPDIT SWASTI SARI KOTA KUPANG Oleh : APRIANA BERTHA KLAU Nim: 18410074 Koperasi sebagai usaha masyarakat diharapkan mampu memperkuat dirinya sebagai suatu badan usaha yang tangguh dan mandiri. Koperasi juga berlandasan pada prinsip-prinsip koperasi, sekaligus gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Prinsip-prinsip koperasi merupakan dasar kerja koperasi sebagai badan usaha serta ciri khas dan jati diri koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain (Ali, 2002: 4). Koperasi dapat tumbuh dan berkembang tidak lepas dari falsafah Negara yaitu Pancasila dan UUD 1945 yang terjalin erat dalam bentuk asas kekeluargaan. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) adalah koperasi yang kegiatannya usaha simpan pinjam yang memberikan pinjaman kepada anggotanya dengan ketentuan membuka usaha atau menggunakan pinjaman tersebut untuk mengembangkannya. Oleh karena itu sebuah badan usaha harus menjaga kinerjanya agar banyak anggota yang tertarik untuk meminjam dan menyimpan uangnya maka menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak koperasi. Dalam penelitian ini dilakukan pada koperasi Swasti Sari yang berada diKelapa Lima, Kota Kupang. Dalam penelitian ini difokuskan pada permintaan ini kredit investasi yang sebagai pembahasan, kredit ini termasuk kredit produktif dan membahas jumlah faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan akan kredit investasi tersebut.Salah satu faktor yang menpengaruhi adalah suku bunga dan laba. Suku bunga merupakan persentase nilai harga dari penggunaan uang atau juga sebagai imbalan sewa atas penggunaan uang dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan laba merupakan indicator yang digunakan untuk menilai prestasi perusahaan melalui kinerja operasional perusahaan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwasecara parsial suka suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan kredit investasi pada KSP Kopdit Swasti Sari Kupang dan secara parsial laba berpengaruh positif dan signifikan permintaan kredit investasi pada KSP Kopdit Swasti Sari Kupang. Kata Kunci : Tingkat Suku Bunga, Laba , Permintaan Kredit Investasi