Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 139 dari 195

ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI ASET TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (PSAP) NO. 07 TAHUN 2010 PADA DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

JOYCE RINA SEDEH
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul “Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah (PSAP) No. 07 Tahun 2010 Pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlakuan akuntansi aset tetap pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT berdasarkan PSAP N. 07 tahun 2010 dalam kegiatan operasional instansi. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan studi dokumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa Neraca, catatan atas laporan keuangan dan Kartu Inventaris Barang (KIB) tahun 2018. Teknik analisis data yang digunakan yaitu penjodohan pola (pattern matching) yaitu membandingkan antara teori utama yaitu PSAP No. 07 / 2010 dengan praktik / kondisi yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan akuntansi Aset Tetap pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT yang meliputi pengakuan, pengukuan, pengeluaran, penyusutan, dan pengungkapan pada periode 2017-2018 dapat disimpulkan sudah sesuai dengan ketentuan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah Nomor 07. Namun penghentian dan pelepasan aset tetap belum sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 07

PENGARUH LDR (loan to deposit ratio) DAN CAR (capital adequacy ratio) TERHADAP ROA (return on asset) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEKINDONESIA PERIODE 2015-2019 ( studikasus pada sektorperbankan )

JANITO DE CARVALHO MIGUEL
2021 · Thesis · Open Access

Masalah yang diambildalampenelitianiniadalahpengaruh LDR, CAR dan terhadap ROA pada perusahaanperbankan. Adapun persoalan yang diangkatadalahApakahTerdapatPengaruhCAR Terhadap KinerjaKeuangan ?, Dan ApakahTerdapatpengaruh LDRTerhadapkinerjakeuangan ?. PenelitianinibertujuanuntukUntukmengujiPengaruhCAR Terhadap KinerjaKeuangan dan UntukmengujipengaruhLDRTerhadapkinerjakeuangan. Populasidalampenelitianiniadalahperusahaan yang aktifdiperdagangkanyaituperusahaanpadasektorperbankanyangterdaftardi BursaEfekIndonesia dan rasiosecaralengkap yangsesuaidenganvariabelyangakanditelitidalamperiode 2015-2019. Sampel yang dipilihdalampenelitianiniadalah 10 perusahaanperbankan. Teknik pengumpulan data yang digunakandalampenelitianiniadalahMetodedokumentasi dan Non Perilaku ( pengamatan dan pencatatanterhadap data – data yang diperlukan pada instansiterkaitdalamhaliniadalahperusahaanyangterdaftardiBEIsertaICMD.Metodestudipustakajugadilakukandalampenelitianinidengancaramengamati, menelaah, dan mengutip. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov pada variabel CAR dan LDR menunjukkan bahwa besarnya nilai Asymp. Sig (2 tailed) 0,200 > 0,05. Hal ini berarti data residual terdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai dalam penelitian ini. Berdasarkanhasil uji multikolinearitas, nilai VIF empatvariabelindependenyaitu CAR, dan LDR di bawahnilai 10. Dengandemikian,dapatdisimpulkanbahwatidakadamasalahmultikolinearitasantarvariabelindependendalam model regresi. Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilaiini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkanjumlahvariabelindependen,yaitu2,dannadalahjumlahsampelyangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilaidu4-du,dikatakantidakterjadiautokorelasi.Nilaidutabelmenunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 1.941 (4 - 1,6283). Hasil tersebutmenunjukkanbahwamodelyangdigunakanterbebas dariautokorelasi. Selanjutnyaberdasarkanhasil uji heteroskedastisitasdenganmelihat pada scatterplot dapatdijelaskanbahwasemua data menyebardengan rata atautidakberpusat pada satutitik. Hal inimenunjukkanbahwatidakadavariabelindependen yang signifikansecarastatistikmemengaruhi residual dari model reg resi. Dengandemikian, dapatdisimpulkanbahwatidakterdapatmasalahheteroskedastisitasdalam model regresi. Kata Kunci : ROA, CAR, LDR

ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)

MEGA ACHIB HITUSALO
2021 · Thesis · Open Access

“ANALISIS PREFERENSI PILIHAN BERKARIR MAHASISWA JALUR MINAT PERPAJAKAN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG DI BIDANG PERPAJAKAN (Studi Empiris Pada Mahasiswa Jalur Minat Perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)”. Pilihan karir merupakan suatu proses dari seseorang ketika mengambil keputusan sebelum masuk dalam dunia pekerjaan. Salah satu preferensi karir yang masih sangat dibutuhkan dan masih kurang peminatnya adalah karir dibidang perpajakan. Hal ini merupakan suatu peluang bagi para lulusan fresh graduate. Namun terkadang ada berbagai factor yang mempengaruhi seseorang dalam memilih karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi pilihan berkarir mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jalur minat perpajakan Universitas Kristen Artha wacana Kupang angkatan 2017 & 2018 dengan pertimbangan telah mengikuti mata kuliah perpajakan. Rumus yang digunakan untuk menentukan sampel adalah dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi berganda yang dibantu dengan alat analisis SPSS ( Statistical Product and Service Solution) 16. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel motivasi berkarir berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir, variabel minat berkarir tidak berpengaruh terhadap preferensi pilihan berkarir dibidang perpajakan, variabel pengetahuan mahasiswa tentang pajak berpengaruh terhadap preferensi pilhan berkarir dibidang perpajakan, dan variabel persepsi berkarir, motivasi berkarir, minat berkarir, dan pengetahuan mahasiswa tentang perpajakan berpengaruh secara simultan terhadap prefernsi pilihan berkarir dibidang perpajakan.

ANALISIS REALISASI ATAS TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UPTD DINAS PENDAPATAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO ANALISIS REALISASI ATAS TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UPTD DINAS PENDAPATAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO ANALISIS REALISASI ATAS TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UPTD DINAS PENDAPATAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO

MILHANVENS NIDJARENSYE DAUD
2021 · Thesis · Open Access

“ANALISIS REALISASI ATAS TUNGGAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA UPTD DINAS PENDAPATAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN ROTE NDAO” Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana realisasi tunggakan pajak kendaraan bermotor dan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukanUPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao untuk meminimalisir tunggakan pajak. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data dokumen-dokumen yang ada. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa realisasi pajak kendaraan bermotor berdasarkan targetnya pada UPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao selama periode 2018-2020 tergolong rendah. Berdasarkan hasil analisis kendaraan roda 2 dan 4, yang menjadi pengaruh signifikan cukup besar adalah kendaraan roda 2 disebabkan objek pajak yang terus bertambah karena masyarakat bisa dengan mudah memperoleh kendaraan, realisasi objek pembayaran sangat minim dikarenakan kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam membayar pajak, pelaku kepatuhan wajib pajak yang tidak segera melunasi pajak terutang meskipun telah melewati masa pajak yang telah ditetapkan, selain itu terjadi pemindahan atau terjadi jual beli kendaraan ke luar daerah dan tidak melapor untuk dimutasikan kendaraan tersebut sehingga masih tetap tercatat sebagai tunggakan pajak. Strategi yang dilakukan UPTD Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao dalam meminimalisir tunggakan pajak kendaraan bermotor belum sepenuhnya meningkatkan kesadaraan kesadaraan masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.

ANALISIS PERBEDAAN KETETAPAN BESARNYA PAJAK PENGHASILAN BERDASARKAN NORMA PERHITUNGAN DAN BERDASARKAN LABA AKUNTANSI BAGI PENGUSAHA KECIL

ANDRA TERVENA MBUIK
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan ketetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi bagi pengusaha kecil di Pusat Oleh-oleh C&A Sentra UKM NTT dan membuktikan bahwa penetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan akan menyebabkan pajak yang lebih besar dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan laba akuntansi. Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitaitif, data yang akan dianalisis adalah data primer yaitu dengan mengumpulkan, mengolah dan menginterprestasikan data yang diperoleh yang langsung mempengaruhi besarnya pajak berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi dengan cara mengumpulkan dokumen, harga pokok penjualan, biaya-biaya yang dibenarkan oleh peraturan perpajakan untuk dikurangkan serta penjualan kotor. Teknik analisis yang data yang digunakan dalam menjawab rumusan masalah adalah dengan menganalisis deskriptif kualitatif untuk menjelaskan perbedaan ketetapan besarnya pajak penghasilan berdasarkan norma perhitungan dan berdasarkan laba akuntansi pada Pusat oleh-oleh C&A sentra UKM NTT, serta memberikan saran terkait perbandingan kedua perhitungan tersebut mana yang lebih menghasilkan pajak lebih besar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa, perhitungan pajak penghasilan berdasarkan laba akuntansi adalah tepat dan pajak yang dihasilkan lebih kecil dan efisien untuk dibayarkan dibandingkan perhitungan menggunakan norma perhitungan. Oleh karena itu pengusaha kecil disarankan menggunakan metode perhitungan dengan laba akuntansi karena lebih mendekati nilai kewajaran. Kata Kunci: PAJAK PENGHASILAN, NORMA PERHITUNGAN DAN LABA AKUNTANSI

ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL TENUN IKAT LKP BELUN DIAK ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL TENUN IKAT LKP BELUN DIAK ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL TENUN IKAT LKP BELUN DIAK ANALISIS PENETAPAN HARGA POKOK DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL TENUN IKAT LKP BELUN DIAK

VERONIKA DA COSTA ALVES
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis penetapan harga pokok produk dalam menentukan harga jual tenun ikat LKP belun diak’’ Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penentuan harga pokok produksi dan untuk mengetahui dan menganalisis harga jual pada tenun ikat . Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer . Populasi dalam penelitian ini adalah laporan produk tenun ikat .Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling . Metode pengumpulan data yaitu dengan mengunakan teknik pengamatan ( observasi ) , wawancara , dan dokumentasi . Skala pengukuran data dengan skala rasio . Data dianalisis dengan mengunakan indikator empirik . Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan baku , biaya tenaga kerja dan biaya overhead sangat berpengaruh dalam pembuatan kain tenun ikat dan laporan keuangan juga penting agar bisa mengetahi laba yang diperoleh . Kata Kunci : Harga pokok produk dan harga jual

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN KOMITMEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN PENGELOLA PERBATASAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

FREDERIKUS BERE
2021 · Thesis · Open Access

Latar belakang dari penelitian ini adalah investasi yang paling penting yang dapat dilakukan oleh organisasi yang tujuan akhirnya yaitu agar organisasi memiliki tenaga kerja yang berkualitas, disiplin kerja yang baik, berkomitmen terhadap organisasi efesiensi disetiap aspek dan memiliki produktivitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik untuk masa sekarang atau masa yang akan datang. Sebenarnya banyak tolak ukur dari efektivitas suatu organisasi, namun satu yang banyak mendapat perhatian adalah kinerja.Mengingat kinerja merupakan tolak ukur efektif tidaknya manajemen mengelola suatu organisasi, maka kinerja tinggi memberikan indikasi bahwa manajemen bekerja sangat efektif dalam merealisasikan tujuan organisasi.Sebaliknya, kinerja rendah memberi indikasi bahwa manajemen bekerja tidak efektif dalam merealisasikan tujuannya. Peningkatan kinerja individu pegawai berpotensi untuk dapat meningkatkan kinerja kelompok pegawai dan peningkatan kinerja dari seluruh kelompok pegawai akan mendorong meningkatkan kinerja organisasi yang akan berkontribusi mempercepat pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan organisasi. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu Apakah kemampuan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah komitmen berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor badan pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur Kemudian penelitian bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai dan Untuk mengetahui pengaruh komitmen terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur ix Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan. langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method), maka nilai interval dihitung dengan cara: nilai maksimum dikurangi nilai minimum dan hasilnya dibagi tiga akan menghasilkan nulai interval sebesar yang akan di gunakan sebagai daftar interprestasi nilai indeks. Penelitian ini dilakukan di kantor badan pengelola perbatasan provinsi nusa tenggara timur dan populasi dari penelitian sebanyak 46 orang sehingga Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh.bahwa teknik-teknik pengambilan sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Dan penelitian ini jadikan seluruh populasi Sampel yang diteliti sebayak 46 orang pegawai PNS sebagai responden. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan kiusioenr sedangkan didalam pembahasannya menggunakan Analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menununjukkan Variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari signifikansi kemampuan kerja (X1) 0,433 > 0,05 dan nilai thitung 4.319 >2,01808 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sedangkan hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel komitmen (X2) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel komitmen (X2) 0,127 > 0,05 dan thitung 0,924 < 2,01808 ttabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak berpengaruh signifikanterhadap variabel komitmen (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. x Hasil uji regresi secara simultan menunjukkan hasil signifikan pada variabel kemampuan kerja dan komitmen terhadap Kinerja Pegawai Berdasarkan hasil pengujian secara simultan maka nilai Fhitung sebesar 13,071 ˃ 2,82 Ftabel dan tingkat signifikannya sebesar 0,05 ˂ 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan kerja (X1) dan komitmen (X2 bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan diketahui kemampuan kerja dan Komitmen dinilai sudah baik hal ini perlu dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi agar kinerja pegawai pada Kantor badan Pengelola perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur dapat terjaga dengan baik. artinya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah sudah menunjukkan bahwa pegawai sudah sangat baik, sehingga dalam temuan penelitian ini menemukan bahwa pada variabel kemampuan kerja dan komitmen secara parsial berpengaruh postif terhadap kinerja pegawai, akan tetapi dapat disarankan agar lebih memberikan pelatihan khusus untuk pegawai sehingga Kantor Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki pegawai yang sangat handal.

ANALISIS REALISASI DANA DESA DALAM UPAYA MENANGGULANGI COVID TAHUN 2020

NOFRI MARTA MAU
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripikan realisasi dana desa tahun anggaran 2020 dalam penanganan covid19 di Desa Nauke Kusa Kecamatan Laen Manen Kabupaten Malaka meliputi (1) penggunaan dana desa untuk pencegahan dan penaganan covid19, (2) padat karya tunai desa, (3) bantuan langsung tunai desa, untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian deskriptif. Jumlah dana desa yang terlihat dalam dokumen dana desatahun 2020, data jumlah relawan covid19 desa,data jumlah anggaran pencegahan covid19 di desa yang bersumber dari dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD). Data dianalisis menggunakan metode dekriptif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan dana desa untuk pencegahan covid19 di desa nauke kusa sebesar Rp 93.944.000, penggunaan dana desa untuk padat karya tunai sebesar Rp 453.604.000 , dan penggunaan dana desa untuk bantuan langsung tunai desa sebesar Rp 655.200.000 mampu mengkomordir sebanyak 182 orang penerima bantuan terhitung sejak April-Desember 2020.

PENGARUH HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MOBIL TOYOTA AVANZA DI AUTO NUSA ABADI KOTA KUPANG

YULIANA NASUT
2021 · Thesis · Open Access

Latar belakang dalam penelitian ini berdasarkan peningkatan akan kebutuhan setiap masyarakat, Kebutuhan-akan alattransportasi sekarang ini-telah menjadi-kebutuhan-utama, khususnya alat transportasi darat. Berbagaijenis transportasi-darat mulai dari kendaraan roda dua sampai roda empat pun sanggupmemenuhi berbagai-jenis aktivitas di kehidupan manusia. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Harga dan Promosi terhadap keputusan pembelian mobil Toyota Avanza di auto nusa abadi kota kupang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peningkatan penggunaan mobil Toyota Avanza dibandingkan dengan varian lain. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dari 96 responden yang menggunakan mobil Toyota Avanza. Responden yang diperoleh dengan xiii menggunakan teknik aksidental sampling. Pernyataan yang diberikan dengan menggunakan kuisioner. Tanggapan responden terhadap pernyataan-pernyataan kemudian dianalisis dengan menggunakan kuantitatif. Analisis kuantitatif meliputi uji t, uji f, uji koefisien determinasi dan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Hipotesis harga (H1): diduga segmentasi psikografis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang 2. Hipotesis promosi (H2): diduga segmentasi perilaku berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MENGINAP PADA HOTEL SYLVIA PREMIER KUPAN

YULIA N. ADU
2021 · Thesis · Open Access

Skripsi ini ditulis oleh YULIA NELCY ADU, NIM 17411971 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Pemasaran. Univeritas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingkat pertumbuhan hotel di Kota Kupang yang tinggi yang tidak diimbangi dengan peningkatan jumlah wisatawan yang seimbang. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi jumlah pengunjung yang menginap di hotel. Penyedia layanan perhotelan harus menyiapkan strategi terbaik untuk menarik konsumen, karena dengan munculnya hotel-hotel baru maka konsumen menjadi semakin memiliki banyak pilihan.Hotel Sylvia Premier Kupang merupakan salah satu perusahaan yang saat ini berupaya mempertahankan konsumen yang sudah ada dan berusaha memperoleh konsumen yang baru.Masalah dalam penelitian ini adalah “faktor faktor yang mempengaruhi keputusan menginap pada Hotel Sylvia Premier Kupang”.Yang secara khusus difokuskan pada empat variabel yaitu Kualitas Layanan, Persepsi Harga, Lokasi dan Fasilitas. Penelitian ini digolongkan ke dalam penelitian kuantiatif.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden merupakan tamu Hotel Syvlia Premier Kupang.Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner tentang kualitas layanan, persepsi harga, lokasi, fasilitas dan keputusan menginap kepada 36 responden.Analisis data menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: variabel Kualitas Layanan (X1), Perepsi Harga (X2), Lokasi (X3), dan Fasilitas (X4) secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Menginap pada Hotel Sylvia Premier Kupang . Selanjutnya variabel Kualitas Layanan, Persepsi Harga, Lokasi dan fasilitas secara simultan (bersama-sama) tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Menginap pada Hotel Sylvia Premier Kupang

ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN KOMPETENSI KARYAWAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

JANOBI D. MENTO
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini di latar belakangi Sumber daya Manusia (SDM) dapat menjadi modal utama dalam menunjang keberhasilan Organisasi apabila dikelola dengan baik dan pengelolaan tersebut sudah dimulai semenjak mereka akan dengan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut hasibuan (2001) kepuasan kerja dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi dalam dan luar pekerjaan.seorang karyawan akan dapat dengan lebih baik dan prestasi mereka akan meningkat pada saat mereka puas akan pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu semua tantangan yang ada diorganisasi harus bisa dihadapi dengan sungguh-sungguh agar sasaran atau tujuan organisasi bisa tercapai, di antara sumber daya organisasi yang ada, sumber daya manusialah yang paling menentukan terhadap hasil yang ingiin dicapai organisasi.Aktivitas organisasi dapat berjalan dengan baik karena adanya kinerja organisasi yang baik pula, maka agar kinerja organisasi bisa optimal perlu dukungan kinerja karyawan yang optimal pula. Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapaii seseorang dalam melaksanakan tugas-tugasnya atas kinerja, usaha dan kesempatan 9 (Prasttyo,2016). Untuk menciptakan dan meningkatkan kinerja yang tinggi serta tenaga kerja yang mampu berprestasi kerja secara optimal, diperlakukan kompetensi yang ada yang sesuai dengan pekerjaan karyawan yang dapat mendukung kinerja karyawan. Kompetensi adalah apa yang dibawah seseorang kedalam pekerjaan dalam bentuk jenis dan tingkatan yang berbeda (Budiman dkk,2016). Dengan demikian semua yang mencakup kompetensi yang dimilki seorang karyawan akan menentukan kinerja karyawan dalam bekerja semakin tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja seorang karyawan adalah kepuasan kerja. Menurut Wibowo dan Sutanto ( 2013) Kepuasan kerja adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari evaluasi karakteristiknya. Maka semakin terpenuhinya kepedulian dan kebutuhan pada karyawan maka akan timbul kepuasan kerja karyawan sehingga dapat menimbulkan meningkatnya kinerja karyawan. Kinerja adalah sesuatu yang dicapaiatauprestasi yang diperlihatkan atau kemampuan bekerja, dengan kata lain bahwa kinerja dapat diartikan sebagai prestasi kerja, jika kinerja adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan yang diselesaikan oleh individu, maka kinerja merupakan output pelaksana tugas, kinerja mempunyai hubungan erat dengan seseorang dari pekerjaannyadan apa yang mereka peroleh. Orang yang paling banyak tidak merasa puas adalah mereka yang mempunyai keinginan yang paling banyak, namun mendapat sedikit, sedangkan yang paling merasa puas adalah orang yang mengingikan banyak dan mendapatkanya. Pada dasarnya kepuasan kerja merupakan hal yang bersifat individu, setiap individu akan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda sesuai 10 dengan sistem nilai–nilai yang ada pada dirinya, Kinerja dalam organisasi merupakan jawaban dari berhasil atau tidaknya tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pada tabel 1.1 diatas dapat diketahui kinerja pegawai dinas kependudukan kabupaten malaka sangat memuaskan dan maksimal. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu kepusan kerja, kompetensi karyawan dan kinerja pegawai dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang dapat dari 49 orang,kemudian di ambil sampel sebanyak 49 responden dan kemudian data di proses menggunakan analisis regresi linier berganda sampel yang digunakan adalah pegawai Dina Kependudukan Kabupaten Malaka dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan hasil analisis regresi dan di dapat persamaan regresi linear berganda Y= 6,034+0,295+e selain itu berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu pada variabel kepuasan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) diketahui bahwa untuk varibel kepuasan kerja di temukan t hitung lebih besar dari t tabelnilai thitung untuk koefesien (b1) adalah 2,637 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai pada kantor diinas Kependudukan Kabupaten Malaka dan uji kedua yaitu komptensi kryawan. nilai thitung untuk koefesien (b2) adalah 3,292 sedangkan ttabel (α/2:n-k-1) = 2,012, berarti thitung> ttabel dimana Ha diterima, Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kompetensi Karyawan berpengaruh signifikan terhadapKinerja Pegawai pada kantor dinas Kependudukan kabupaten malaka. Pada hasil uji di dapati juga nilai R Square sebesar sebesar 0,488. Hal ini berarti menunjukan bahwa Interaksi antara Kepuasan Kerja(X1),Kompetensi Karyawan(X2) memiliki hubungan yang kuat terhadap Kinerja Pegawai(Y). Nilai R squere sebesar 0,488 atau 48,8% artinya pengaruh variabel Kepuasan Kerja (X1), Kompetensi Karyawan(X2) terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) sebesr 48,8% sedangkan sisanya 51,2% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI INTERNAL DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KUPANG

IRHAMI SUBUHWIYAH
2021 · Thesis · Open Access

Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau menggugah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu, (Ngalim Purwanto,1998:73). Sedangkan fungsi motivasi menurut Sardiman A.M, (2009:85) ada tiga yaitu: Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi kerja adalah cara mengarahkan daya dan potensi bawahan agar mereka mau bekerja sama secara produktif dan berhasil mencapai dan mewujudkantujuan yang telah ditentukan.Proses terjadinya motivasi kerja yaitu dimulai dengan pengenalan kebutuhan, kemudian ditentukan sasaran yang akan dicapai yang kemungkinan akan dapat memenuhi kebutuhan, dilanjutkan dengan menetapkan serangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mecapai sasaran. Apabila sasaran tersebut tidak dapat dicapai, maka kebutuhan tersebut akan tetap menjadi kebutuhan yang menuntut untuk dapat dipenuhi, tetapi bila sasaran telah dicapai maka pada umumnya akan mempengaruhi motivasi kerjanya dan bahkan muncul kebutuhan baru yang ingin dipenuhi. Menurut Brennan (dalam Effendy 2009:122) “komunikasi internal adalah pertukaran gagasan diantara para administrator dan pegawai dalam suatu organisasi atau instansi yang menyebabkan terwujudnya organisasi tersebut lengkap dengan strukuturya yang khas dan pertukaran gagasan secara horizontal dan vertikal dalam suatu organisasi yang menyebabkan pekerjaan berlansung (operasi manajemen). Menurut Hasibuan (2001:34) megemukakan bahwa: “Performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapi tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika”. Sedangkan menurut Moeheriono (2012:95) mendefinisikan “kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksana suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi”. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah hasil kerja atau kebijakan pegawai yang diperoleh dalam Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui sebuah perencanaan dengan hukum yang berlaku. Kinerja seorang pegawai akan baik jika pegawai mempunyai keahlian yang tinggi, keahlian untuk bekerja, adanya imbalan atau upah yang layak dan mempunyai harapan masa depan. ( Hasibuan, 2001). Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas hubungan komunikasi internal dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang peneliti gunakan adalah metote kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel peneliti menggunakan teknik random atau sampel acak yang xii didasarkan pada kriteria pekerjaan dan tingkat jabatan. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 57 orang dari jumlah populasi sebanyak 67 orang pegawai yang bekerja di Dinas PUPR Kota Kupang. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan hubungan komunikasi internal dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R2 ). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial Komunikasi Internal tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas PUPR Kota Kupang. Sedangkan secara simultan bahwa Komunikasi Internal dan Motivasi Kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda Komunikasi Interal tidak berpengaruh terhadap kinerja kerja pegawai di Dinas PUPR Kota Kupang ditunjukan dengan hasil uji t –tes yang dilakukan didapatkan hasil thitung sebesar = 0,009 dan t tabel sebesar = 1,674. Maka Ho diterima dan Ha Ditolak, Hal terjadi di karenakan t tabel 1,674> t hitung 0,009. Motivasi Kerja Berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai di Dinas PUPR Kota Kupang. Ditunjukan dengan hasil uji t –tes yang dilakukan didapatkan hasil thitung sebesar =8,772 dan t tabel sebesar = 1,674. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, Hal terjadi di karenakan t hitung 8,772 > t tabel 1,674.

PENGARUH FASILITAS KERJA DAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN DI PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN KUPANG

DIMAS DEWANTORO
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul “PENGARUH FASILITAS KERJA DAN PROGRAM KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP PRODUKTIFITAS KARYAWAN DI PT PLN (PERSERO) UNIT PELAKSANA PELAYANAN PELANGGAN KUPANG” dengan persolanan utama dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap produktivitas karyawan dan apakah kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap produktivitas Karyawan, serta tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja terhadap produktivitas karyawan dan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitas karyawan. Objek dalam penelitian ini adalah PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang yaitu berjumlah 69 orang, kemudian sampel dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah dari populasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 69 orang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan memberikan sejumlah kuesioner yang dibuat dalam bentuk googleform kepada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Kemudian dilakukan analisis dengan memasukan pengolahan data yang diperoleh dari responden tersebut ke dalam data tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui frekwensi intensitas kondisi masing-masing variabel dapat diketahui dengan perkalian antara skor tertinggi dalam setiap variabel yang kemudian dibagi menjadi 3 (Three Box Methods) yaitu kondisi rendah, sedang dan tinggi, dalam skor berikut ini : Skor (%F1x1) + (%F2x2) + (%F3x3) + (%F4x4) + (%F5x5) + (%F6x6) + (%F7x7) + (%F8x8) + (%F9x9) + (%F10x10) : 10, setelah itu dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini meliputi uji t (parsial), uji F (simultan), dan Uji R2. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja secara parsial berpengaruh positif terhadap produktivitas karyawan pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang dan secara simultan fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan siginifikan terhadap produktivitas karyawan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil uji t nilai thitung fasilitas kerja adalah 7,594 dan nilai sig adalah 0,000 sedangkan nilai thitung program kesehatan dan keselamatan kerja adalah 4.908 dan nilai sig adalah 0,000 dengan nilai ttabel adalah 1,984, thitung > dari ttabel dengan tingkat signifikasi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang, kemudian berdasarkan hasil uji F nilai Fhitung fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja adalah 388,37 dan nilai sig adalah 0,000 dengan nilai Ftabel adalah 3,14, Fhitung > dari Ftabel dengan tingkat signifikasi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara simultan variabel fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Kupang. Kemudian berdasarkan hasil uji R2 diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.922 atau 92,2%. Hal ini berarti besarnya pengaruh fasilitas kerja dan program kesehatan dan keselamatan kerja terhadap produktivitaas karyawan adalah 92,2%. Sedangkan pengaruh sebesar 7,8% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada UD. Mitra Bangunan Alak

MAGDALENA M.S.S GAM
2021 · Thesis · Open Access

Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara efektiv dan efisien untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus dapat mengendalikan dan mengontrol kegiatan operasional diperusahaannya dengan memanfaatkan pihak-pihak yang berada dalam perusahaan yang memiliki wewenang, tugas dan tanggungjawab dalam pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu manajer harus memiliki pemahaman yang profesional, khususnya para manajer keuangan. Seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu memahami sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan sebagai pendukung modal kerja (working capital) perusahaan. Dalam mendirikan suatu perusahaan dibutuhkan modal yang memadai karena jika tidak ada dana yang tersedia maka perusahaan tidak akan mungkin bisa membiayai kegiatan operasinya. Dengan begitu menjadi tanggung jawab seorang manajer keuangan untuk me-menage atau mengelola sumber dana yang dianggap potensial tersebut untuk dirubah menjadi nilai tambah yang bersifat suistainable (berkelanjutan) dan profitable (prospek keuntungan). Modal kerja dalam suatu perusahaan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan oprasional perusahaan, dengan adanya modal kerja perusahaan dapat beroperasi secara ekonomis dan efisien serta tidak mengalami kesulitan keuangan dalam keadaan mendesak. Modal kerja dalam suatu perusahaan selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, perputaran modal kerja dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja hingga investasi tersebut menghasilkan kas kembali. Apabila perusahaan meremehkan atau bertindak tidak serius dalam mengelola modal kerja, maka perusahaan tersebut diprediksi akan bermaslah dalam berkompetisi di pasar, termasuk memungkinkan perusahaan tersebut tidak mampu memanfaatkan modal kerja yang telah termiliki secara maksimal serta tepat sasaran. Modal kerja tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil dan juga harus dijaga tingkat kestabilannya agar tidak menimbulkan masalah. Kebijakan modal kerja adalah keputusan-keputusan kebijakan dasar yang berhubungan dengan tingkat sasaran untuk masing-masing kategori aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut didanai. Dari penjelasan tersebut dapat di tafsirkan bahwa kebijakan modal kerja bersifat sangat hati-hati (Prudent), dalam artian jika pihak manajer bertindak gegabah dengan menempatkan dana yang terlalu besar pada salah satu akun atau sebaliknya terlalu kecil maka dampaknya akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengukur kebutuhan modal kerja perusahaan, peneliti menggunakan metode untuk memperkirakan kebutuhan modal kerja secara terpisah, dimana kebutuhan modal kerja merupakan seberapa besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan agar perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasinya dengan modal kerja yang cukup, yang artinya tidak berlebihan atau kekurangan. Oleh sebab itu untuk menghitung kebutuhan modal kerja, terlebih dahulu peneliti akan menganalisis dari masing-masing elemen kebutuhan modal kerja yang terdiri dari tiga yaitu Kas, Piutang, Persediaan. Penelitian ini dilakukan Pada PT Astra Otopart Tbk Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Untuk Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan begitu baik dikarenakan melebihi standar industri yaitu 10 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Kas mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan masi berada diatas standar industri yaitu 15 Hari. Untuk hasil Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 fluktuasi. Sedangkan Perolehan Rata-rata Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan tidak baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 15 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Piutang mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 60 Hari. Untuk Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk dapat dikatakan tidak baik dikarenakan perolehan perputaran persediaan berada dibawah standar industri yaitu 20 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Persediaan mengalami peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Persediaan dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan lamanya perputaran persediaan berada diatas standar industri yaitu 20 Hari. Untuk Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan perputaran modal kerja berada dibawah standar industri yaitu 6 kali. Untuk Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016-2020 dikatakan begitu baik dikarenakan pertumbuhan kebutuhan modal kerja mengalami fluktuasi dalam artian bahwa perusahaan mampu mengontrol kebutuhan modal kerja.

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

NATALIA DIANA MADEIRA BARROS
2021 · Thesis · Open Access

Setiap organisasi baik organisasi perusahaan, organisasi sosial maupun organisasi pemerintah mempunyai tujuan yang dapat dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu, dengan mempergunakan seluruh sumber daya yang ada didalam organisasi tersebut, dan yang paling berperan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi adalah sumber daya manusia. Berhasil tidaknya suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Manusia selalu berperan aktif dan paling dominan dalam setiap aktifitas organisasi karena manusia menjadi perencana, pelaku dan sekaligus penentu terwujudnya tujuan organisasi. Menurut Badeni (2013:2) kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan . Menurut Suradinata dalam Larius (2003:4) pendidikan dan pelatihan (Diklat) merupakan proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka peningkatan pelatihan pegawai yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku yang di perlukan dalam melaksanakan Tugasnya. Menurut Lijan Poltak Sinambela (2018:481) kinerja pegawai merupakan kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja xiv merujuk pada pencapaian tujuan pegawai atas tugas yang diberikan kepadanya. Kinerja pegawai sejauh mana pegawai tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam arti kata pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana, sehingga diperoleh hasil yang memuaskan agar tercapainya kinerja pegawai yang baik.Pegawai dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas yang mampu melaksanakan tugas sebagai aparatur sesuai dengan tugas yang dibebankan.Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja pegawaiYang dimaksud dengan kinerja pegawaipenelitian iniadalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. xv Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel kepemimpinan sebesar 2,720sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung > t tabel (2,720>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variable kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel tingkat pendidikan sebesar 4,090sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung t tabel (2,720 t tabel (2,295>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variabel pelatihan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka.

PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG)

KRESNA BAYU RIHI HERE
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha dan pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi permasalahan diIndonesia. Pengangguran dan kemiskinan terjadi karena perbandingan antara jumlah penawaran kesempatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan atau penawaran tenaga kerja baru disegala level pendidikan. Cara untuk menumbuhkan kesadaran berwirausaha diantaranya adalah dengan mengembangkan minat berwirausaha. Dengan minat yang ada pada mahasiswa, maka mahasiswa akan terdorong untuk mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan kewirausahaan lebih serius. Sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di NTT, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pun mendukung terciptanya wirausaha-wirausaha muda dengan mengajarkan mata kuliah kewirausahan, bahkan langsung mempraktekkannya dilapangan, ini merupakan suatu bukti bahwa UKAW Kupang ikut memperhatikan perkembangan entrepenuer yang ada. Karena pada dasarnya kewirausahaan sangat berperan penting dalam meminimalisir pertumbuhan pengangguran yang ada. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu pengetahuan kewirausahaan, lingkungan keluarga dan Minat berwirausaha. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 185 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 65 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana xv Kupang. Dari hasil pengolahan data berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,531 + 0,165 X1 + 0,720 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengetahuan kewirausahaan (X1) terhadap minat berwirausaha (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) ditemukan nilai tingkat Sig. = 0,076. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap minat berwirausaha (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan keluarga (X2) terhadap minat berwirausaha (Y).Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan keluarga (X2) nilai Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel lingkungan keluarga (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap minat berwirausaha (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 72,808 lebih besar dari f tabel 3,14 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) dan lingkungan keluarga (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha (Y) pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang .Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,701 atau 70,1% menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 70,1% variabel minat berwirausaha (Y) dapat dijelaskan oleh variabel pengetahuan berwirausaha (X1) dan lingkungan keluarga (X2). Sedangkan selisihnya 29,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang.

ANALISIS HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL BUDAYA ORGANISASI TERHADAPA KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA KSP. KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

MARIA L FOBIA
2021 · Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.ANGKASA PURA I PERSERO

TARSIUS SAINGO
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatar belakangi proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung pada orang yang menyebabkan dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan tidak lepas dari komunikasi dengan sesama rekan sekerja, dengan atasan dan dengan bawahan. Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja karyawan. Melalui komunikasi, karyawan dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaa kerja. Dalam organisasi dan keseharian kita tidak pernah lepas dari komunikasi, komunikasi dalam perusahaan juga harus diperhatikan karena komunikasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pencapaian tujuan, dengan komunikasi akan terjadi hubungan timbal balik dari tiap-tiap orang dalam perusahaan baik berupa saran, pendapat, maupun kritik. Untuk meningkatkan sumber daya manusia atau kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Menurut Robert dalam (Muhammad,2007:90) menyatakan terdapat hubungan kualitas dan kuantitas komunikasi dalam organisasi terhadap kinerja perusahaan atau organisasi. Menurut Sutrisno (2009:109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu aktifitas tertentu, oleh karena itu sering di artikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarakan daya dan potensi bawahan agar mau bekerja sama produktif sehingga akan mencapai suatu keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk menciptakan peningkatan kinerja yang tinggi , maka di butuhkan adanya motivasi kerja yang baik, Menurut Fahmi (2014:107) “motivasi adalah aktifitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan” dan berdasarkan data penilaian kinerja karyawan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang pada tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 kinerja karyawan mengalami penurunan atau kurang maksimal, sehingga dapat menghambat setiap pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan dalam perusahaan tersebut..Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu komunikasi, motivasi xvi kerja dan kinerja karyawan. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 101 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 50 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,631 + 0,153 X1 + 0,523 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh komunikasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 2,358 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,015. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 9,919 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 204,234 lebih besar dari f tabel 2,79 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada (Y) pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang . Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,897 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 9% variabel kinerja keryawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2). Sedangkan selisihnya 91% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang

PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA GEPREK BENSU KUPANG

ANTONITHA FARANI ABOLA
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang, kedua pengaruh brand awareness tterhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang ,dan terakhir pengaruh brand image dan brand awarenessterhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh konsumen pada Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 96 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam menjawab hipotesis adalah Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa , pertama brand image berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 1,760dengan nilai signifikan sebesar 0.007 0,05 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,073. kedua Brand Awareness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 4,030 dengan tingkat signifikan0,000