2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya keterampilan abstrak siswa kelas XI IPA SMA Negeri 4 Kota Kupang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat peraga dari bahan bekas terhadap keterampilan abstrak siswa SMA Negeri 4 Kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain posstest-onlycontrol design. Populasi seluruh siswa kelas XI berjumlah 212 siswa dan Sampel kelas XI IPAI dengan jumlah 35 siswa dan XI IPA2 dengan jumlah 48 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpose random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penilaian unjuk kerja. Data hasil keterampilan abstrak siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t dengan bantuan SPSS 22. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai F sebesar 2,052 serta hasil uji hipotesis diperoleh nilai t 5,884 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05 hal tersebut hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil keterampilan abstrak siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Dapat dilihat persentase hasil keterampilan abstrak siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu K1 92,03 %, K2 86,87% , K3 87,5% , K4 78,74% dan K5 81,87% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan alat peraga dari bahan bekas terhadap keterampilan abstrak siswa di SMA Negeri 4 Kota Kupang Tahun Ajaran 2020/2021
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Sumba Barat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memiliki berbagai kebudayaan lokal yang mencakup bahasa, adat istiadat dan pangan lokal. Salah satu bentuk kearifan yang masih dilestarikan adalah pembuatan dendeng daging babi. Masyarakat Sumba Barat mengenal proses pengeringan daging dengan istilah “Kana’a Marokot” atau daging kering. Dendeng merupakan suatu bentuk produk pangan berbahan dasar daging hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan yang berbeda terhadap kadungan protein, kadar air, rasa, aroma dan warna dendeng daging babi oleh masyarakat Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan dianalisis menggunakan uji Anova satu jalur serta uji Lanjut DMRT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kandungan protein dendeng tertinggi pada perlakuan lama penyimpanan 1 minggu (P1) yaitu 9,55 μg/mL. Hasil analisis kadar air dendeng pada perlakuan lama waktu penyimpanan 4 minggu yaitu 3,43 terendah dan tergolong telah memenuhi standar mutu SNI kadar air dendeng. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lama waktu pengeringan terhadap nilai organoleptik dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap aspek warna, aroma dan rasa dendeng daging babi. Uji lanjut DMRT menunjukkan bahwa perlakuan lama waktu memiliki nilai berbeda nyata terhadap aspek rasa (perlakuan P4 90,33), aroma (perlakuan P4 88,67) dan warna (perlakuan P4 89,33).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah yang memiliki keanekaragaman hayati dimana terdapat berbagai jenis tumbuhan berkhasiat obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat, Organ tumbuhan yang di gunakan dan cara pengolahannya. dan untuk mengetahui kelimpahan tumbuhan obat Di Hutan Wisata Alam Laputi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, yang diamati baik dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. pengambilan sampel dan pengumpulan data di lokasi menggunakan metode belt transek dengan transek kuadran. Dalam pengumpulan data vegetasi dalam penelitian ini menggunakan 3 lokasi yang berbeda yaitu lokasi ditempat yang dekat air terjun, danau dan tempat kering atau bebatuan. Data tumbuhan obat yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel. Untuk menghitung keanekaragaman tumbuhan pada plot digunakan rumus keanekaragaman Shanon-Wiener. Data vegetasi dianalisis dengan menggunakan rumus kerapatan, frekuensi dan dominasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Hutan Wisata Alam Laputi Desa Praingkareha terdapat 23 jenis tumbuhan yang berkhasiat obat yang digunakan oleh pengobat tradisional dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Bagian organ tumbuhan yang digunakan dalam pengobatan yaitu akar, batang, daun, biji dan rimpang.Cara mengolah tumbuhan tersebut yaitu dengan cara dihaluskan, dimasak dan direbus. Hasil penghitungan nilai kerapatan dan kerapatan relatif. Nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L K (1,5), KR (22.222%). Tingkat Tiang nilai tertiggi yaitu, Psidium guajavaK (50), KR (0,166%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea LamkK (0,01), KR (80,645%).Hasil penghitungan nilai frekuensi dan frekuensi relatif untuk tingkat pertumbuhan semai yaitu Piper betle L F(0,277), FR (29,562%). Tingkat Perdu nilai tertinggi yaitu, Psidium guajava (0,166), FR (10,553%). Tingkat pertumbuhan tertinggi pada pohon yaitu, Cassia siamea Lamk F (0,222), FR (33,484%) dan S. Macrophylla F (0,138, FR (20,814%).Hasil penghitungan dominansi dan dominansi relatif, nilai tertinggi untuk tingkat pertumbuhan perdu yaitu, Hibiscus rosa-sinensis, D (1,398), DR (28,974%)danSauropus androgynusD (1,185), DR (24,559%). Nilai tertinggi untuk tingkat pohon yaitu S. Macrophylla D (3,602), DR (38,388%).Perlu peningkatan upaya budidaya tumbuhan yang berpotensi sebagai obat tradisional
Kata kunci: Etnobotani, Analisis Vegetasi, Tumbuhan Obat Tradisional.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Isolasi Dan Seleksi Jamur Endofit Penghasil Enzim Protease Dari Daun Mangrove Avicennia marina Di Pantai Noelbaki
Ludji Lobo, O.L) * Rupidara, A.D.N) ** Ledo, M.E.S) **
Jamur endofit dapat diartikan sebagai mikroba yang hidup berkoloni dalam jaringan internal makhluk hidup seperti pada daun tanpa menyebabkan efek yang merugikan secara langsung pada organisme tersebut. Jamur endofit mampu menghasilkan enzim ekstraseluler, salah satunya enzim protease. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur endofit penghasil enzim protease yang hidup pada daun mangrove Avicennia marina di Pantai Neolbaki. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan dua perlakuan yaitu daun tua dan daun muda mangrove A. marina. Data karakterisasi morfologi secara makroskopis dan mikroskopis dianalisis secara kualitatif sedangkan data uji aktifitas protease dari jamur endofit dengan metode plug agar berupa hasil perhitungan zona bening secara kuantitatif dan dideskripsikan dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan data penelitian ditemukan bahwa dari daun tua dan daun muda mangrove A. marina yang ada di pantai Noelbaki menghasilkan 12 total isolat hasil isolasi. Dari total 12 isolat diperoleh 5 isolat jamur endofit penghasil enzim protease ekstraseluler yang terbagi atas 3 isolat dari daun tua dan 2 isolat dari daun muda. Pembentukan zona aktifitas proteolitik tertinggi pada daun tua A. marina dalam uji enzim protease ekstraseluler terdapat pada kode isolat DT Am 05 OLL dengan diameter zona proteolitik sebesar 2,1 mm. sedangkan untuk daun muda A. marina aktivitas tertinggi terdapat pada kode isolat DM Am 02 OLL dengan diameter zona bening sebesar 1,9 mm.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini telah dilaksanakan selama dua bulan yaitu Maret- April 2020
bertempat di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende untuk
lokasi survei dan pengambilan sampel produk ikan Sui dan untuk pengujian kadar
air, pH dan ALT produk ikan Sui di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen
Artha Wacana, Kupang sedangkan pengujian mikrobiologis Total Koloni Kapang
(TKK) di Laboratorium Politani Negeri Kupang. Metode penelitian yaitu metode
deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif
komparatif.
Hasil penelitian produk tradisional ikan sui dari ketiga Suku untuk
pengujian kadar air yaitu Suku Ende : 20,79%, Suku Lio : 21,83% dan Suku Bajo
: 22,28%; pH yaitu Suku Ende : 5,7, Suku Lio : 5,8 dan Suku Bajo : 5,9; ALT
yaitu Suku Ende : 963,33 koloni/gram, Suku Lio : 2010,00 koloni/gram dan Suku
Bajo : 3296,67 koloni/gram; Total Koloni Kapang yaitu Suku Ende : 110,00
koloni/gram, Suku Lio : 130,00 koloni/gram dan Suku Bajo : 146,67 koloni/gram.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik pembuatan produk
ikan sui yang diolah secara tradisional di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro,
Kabupaten Ende meliputi bahan baku ikan segar, penyiangan, pemberian garam,
penyusunan, pengasapan, pengemasan dan penyimpanan sedangkan untuk kadar
air, pH, angka lempeng total (ALT) masih memenuhi standar mutu ikan asap dan
untuk total koloni kapang mendapatkan nilai lebih tinggi dari standar mutu ikan
asap.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Beili A. S. E ) Nainiti N. P. P. E *) Lano M. L *)
Suatu penelitian telah dilakukan di Daerah Irigasi Mareda Kadingo pada: Bulan September sampai November 2020 di Daerah Irigasi Mareda Kadingo bertujuan untuk mengetahui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pada daerah irigasi Mareda Kadingo yang di lakukan oleh P3A dalam operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Irigasi merupakan sektor utama dalam mendukung usaha-usaha pertanian, oleh karena itu keberadaanya sangat di perluh oleh petani kondisi dari irigasi itu sendiri di harapkan dapat berfungsi sebagian mungkin sehingga dapat menjamin para petani dalam melakukan kegiatannya di bidang pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk data primer dan sekunder. Data primer di peroleh lansung dari responden yang menjadi anggota P3A pada daerah irigasi Mareda Kadingo melelui wawancara berpedoman pada quisioner yang telah disiapkan. Sedangkan data sekunder adalah data yang di peroleh dari dokumen yang tersedia pada Lembaga atau instansi yang terkait. Dalam hal ini, instansi atau Lembaga pemerintah desa dan Lembaga anggota P3A di desa ubu raya kecamatan loli kabupaten sumba barat yang berkaitan dengan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriftif, yang artinya penelitian ini di lakukan dengan tujuan untuk mengetahui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mempertahankan fungsi jaringan irigasi pada daerah irigasi Mareda Kadingo secara baik.
Kata kunci : kajian Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
YUSRI SEMUEL DJAMI (16383715) Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii (Doty) Doty di Desa Loborai Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua, Dibawah Bimbingan Rockie R.L Supit, S.Pi, M.Si dan Wilson L. Tisera, S. Pi, M.Si.,Ph.D sebagai pembibing I dan Pembimbing II. Program Studi Manejemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Desa Loborai, Kecamatan Sabu Timur, Kabupaten Sabu Raijua memiliki potensi perikanan budidaya seperti rumput laut. Kesesuaian lahan merupakan salah satu faktor keberhasilan budidaya, maka perlu dilakukan pengembangan pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan budidaya rumput laut di Desa Loborai Kecamatan Sabu Timur Kabupaten Sabu Raijua.
Penelitian telah dilaksanakan selama satu bulan terhitung mulai bulan Juli - Agustus 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, observasi dan pengambilan data langsung di lokasi budidaya rumput laut. Pengambilan data diambil pada 3 titik lokasi yang di tetapkan jadi lokasi-1, lokasi-2 dan lokasi-3. selama satu bulan dengan 10 (sepuluh) hari sekali, dengan 3 ulangan. Parameter kualitas perairan yang diambil berupa kecerahan, kedalaman, jenis substrat, suhu, salinitas, pH dan DO.
Hasil pengamatan berdasarkan kondisi fisik, kimia di perairan Desa Loborai selama 3 minggu penelitian dan 3 lokasi menunjukan bahwa lokasi tersebut termasuk dalam kategori sangat sesuai, terutama untuk parameter suhu, arus, DO, pH. Sedangkan yang lain dalam kategori sesuai (kecerahan, salinitas dan substrat.dengan nilai 252,5. Suhu yang diperoleh selama 3 kali penelitian di lokasi penelitian lokasi pertama suhu tertinggi ada pada minggu pertama dengan kisaran 30 0C, sedangkan suhu terendah pada minggu ke-3 dengan berkisar suhu 29 0C. Hasil penelitian suhu pada lokasi ke-2 dengan suhu tertinggi pada minggu pertama dengan kisaran suhu 29.9 0C dan terendah pada minggu ke-2 dengan kisaran suhu 29 0C. sedangkan suhu tertinggi pada lokasi ke-3 ada pada kisaran 28.80C dan suhu terendah berkisar 28.4 0C. Suhu di lokasi penelitian selama 3 minggu berada pada kisaran rata-rata; lokasi pertama 29.6 0C, lokasi ke-2. 28.5 0C dan lokasi ke-3. 29.4 0C. Jenis substrat di perairan Desa Loborai yaitu substrat pasir berlumpur, pecahan karang, pasir.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
SEMUEL PENU (15380141). Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Pesisir Pulau Ndao Terhadap Bencana Tsunami: Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan Ir. Izaak Angwarmasse, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non-alam maupun faktor manusia, sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao terhadap bencana tsunami dari empat desa yang terdapat di Pulau Ndao yaitu Desa Ndao Nuse, Desa Mbiu Lombo, Desa Anarae dan Desa Mbali Lendeiki. Penelitian ini telah dilaksanakan di Pulau Ndao pada bulan Juli 2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskripsi. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara secara terstruktur terhadap responden dengan bantuan daftar pertanyaan berupa kusioner yang terdiri dari empat parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap, perencanaan kedaruratan, sistem peringatan dan Mobilisasi Sumberdaya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao dalam menghadapi bencana tsunami masuk dalam kategori kurang siap dengan nilai indeks kesiapsiagan bencana (IKB) 48,32% dan nilai indeks dari setiap parameter yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 54,73%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,48%, sistem peringatan (WS) 36,15% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 38,77%. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat pesisir Pulau Ndao untuk setiap desa semuanya masuk dalam kategori kurang siap. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Ndao Nuse 49,15% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 57,14%, perencanaan kedaruratan (EP) 55,74%, sistem peringatan (WS) 34,76% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 40,31%. Nilai indek kesiapsiagaan bencana (IKB) Desa Mbiu Lombo 46,84 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 53,88 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,94 %, sistem peringatan (WS) 31,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 39,29 %. Nilai indeks kesiapsiapsiagaan bencana Desa Anarae 45,66 % dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 47,76 %, perencanaan kedaruratan (EP) 52,77%, sistem peringatan (WS) 36,43% dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,15 %. Nilai indeks kesiapsiagaan bencana Desa Mbali lendeiki 50,88% dan nilai indeks dari setiap parameter ukur yaitu pengetahuan dan sikap (KA) 59,40 %, perencanaan kedaruratan (EP) 60,06 %, sistem peringatan (WS) 40,79 % dan mobilisasi sumber daya (RMC) 37,17 %.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fermentasi merupakan salah satu cara pengawetan dan pengolahan ikan segar secara tradisional menjadi produk dengan rasa yang khas dan disukai oleh masyarakat, untuk dijadikan bahan tambahan dalam penyajian makanan. Pengawetan ikan dengan cara fermentasi bertujuan mengawetkan dan mengubah tekstur. Peda merupakan salah satu produk hasil fermentasi oleh mikroorganisme melalui penambahan garam dengan kadar tertentu. Pembuatan peda merupakan teknik pengawetan ikan secara tradisional, mudah dilakukan dan tidak memerlukan peralatan khusus yang canggih. Tujuan Peenelitian adalah untuk untuk mengetahui ALT bakteri dan mengidentifikasi bakteri halofilik pada produk peda ikan tembang yang diproses dengan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu ruang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September - Oktober 2019 bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana untuk pembuatan produk dan Laboratorium Stasiun Balai Karantina Ikan, Kupang untuk pengujian bakteri halofilik pada peda ikan tembang. Metode penelitian yang digunakan bersifat eksperimen atau percobaan langsung di laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan. Sedangkan untuk identifikasi menggunakan deskripsi kualitatif Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang untuk pengujian Angka Lempeng Total berkisar antara 1700-91000 koloni/gram dan bakteri halofilik untuk pengamatan morfologi koloni yaitu menghasilkan warna koloni yang berbeda, uji gram menghasilkan reaksi negatif, uji oksidase pada perlakuan A I dan A II yaitu reaksi positif sedangkan perlakuan B I, B II, C I dan C II yaitu reaksi negatif, uji katalase menghasilkan reaksi positif, uji motility menghasilkan reaksi positif, uji citrate menghasilkan reaksi negatif, uji methyl red pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Voges Paskuer pada hari ke 7 reaksi negatif sedangkan hari ke 14 dan 21 reaksi positif, uji Produksi H2S menghasilkan reaksi negatif, uji karbohidrat menghasilkan reaksi perubahan warna kuning menjadi merah, uji indol media tidak mampu mendegradasi asam amino dan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp. Berdasarkan hasil penelitian produk peda ikan tembang selama penyimpanan suhu ruang dapat disimpulkan produk peda ikan tembang selama penyimpanan selama 7, 14, dan 21 hari memiliki nilai ALT 1,7 x 103 koloni/gram, 8,7 x 103 koloni/gram, dan 8,3 x 104 koloni/gram. Sedangkan bakteri halofilik yang teridentifikasi tergolong dalam genus Chromobacterium sp.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Nugget adalah jenis makanan cepat saji yang biasanya berasal dari olahan daging dan tepung terigu yang dipadatkan kemudian disajikan dengan cara digoreng. Menurut Ginting (2006). Nugget adalah hasil olahan daging hewan berupa campuran daging dan bahan-bahan lain seperti rempah-rempah sebagai bumbu kemudian dibuat adonan dan diletakan pada loyang setelah diratakan dengan ketebalan 1 cm. Fish nugget adalah salah satu bentuk produk olahan dari daging ikan yang digiling halus dan diberi bumbu-bumbu serta dicampur dengan bahan pengikat dan bahan pengisi, kemudian dicetak menjadi bentuk tertentu setelah itu dikukus, dipotong, dicelupkan kedalam batterbreading,disimpan terlebih dahulu dalam ruang pendingin atau lemari pendingin kemudian digoreng (Rumaniah, 2002). Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2020, di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk nugget ikan kembung, pengujian perubahan fisik, susut berat, kadar air dan organoleptik (kenampakan, bau, rasa, tekstur). Pada hasil penelitian produk nugget ikan kembung pada penyimpanan hari ke 28 sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Segi organoleptik dengan kemasan vakum dan non vakum penyimpanan 0 sampai 28 hari masih di sukai oleh panelis, penyimpanna hari ke 28 kemasan non vakum sudah tidak diterima lagi oleh panelis karena produk sudah di tumbuhi jamur. Terjadinya penurunan susut berat penyimpanan nol hari sampai 28 hari dengan kemasan vakum maupun non vakum. Perubahan fisik dengan kemasan vakum dan non vakum yang disimpan pada suhu dingin masih disukai panelis hingga hari ke 21 sedangkan pada hari ke 28 tidak disukai panelis karena produk sudah ditumbuhi jamur dengan kemasan non vakum.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
BENI HIWA WUNU (15390020). Anlysis and Identification on the Physical Changed and Organoleptic Tuna Se’i which is Proccesed with Hot Fumigation and Vacuum Packed During Room Temperature Storage: UMBU P. L. DAWA, S.Pi, M.Sc, as the DEWI S. GADI, S.Pi, M.Si supervisor I and II. Marine science and Fisheries Technology Study Program, Artha Wacana Christian University, Kupang.
Smoking fish using kesambi fire wood is one of the way to extend the shelf life of fish from the process of decaying microorganisms, so it can be saved for along time to be used as consumtion materials. Tuna se’i product is a product that rapidly undergoes phisical changed during the storange in the size from, surface area, color and texture as well as other attribute like the aroma and taste that is caused by temperature and microorganisms wich can effect since the room temperature storage.
Tuna se’i which is processed with hot fumigation has the low durable capacity because of the water degree that effect on the physical changed of product, therefore it is needed to look on how the physical is changed, is the fumigation on tuna se’i wich vacum orderly and room temperature storage term effect towards physical changed pH and organoleptic.
This research is aimed to know the physical changed, pH and organoleptic from tuna se’i product that’s processed with hot fumigation and vackum packed.
This study had been implemented on May-June 2020 in Exact Laboratory Artha Wacana Christian University Kupang for making product, weight decrease, pH, and organoleptic.
Tuna se’i product has average of weight decrease % with the storage of loin value is 3 days 3,11% (1,9 gram), in storage of 9 days 7,51% (4,05 gram). In loin storage of 3 days 3,01% (1,64 gram), in storage of 9 days 7,22% (39,94 gram). pH 5,3-5,9 value testing of organeleptic acquire level of panelist for parameters of color, aroma, taste, and exture with neutral value on to very fond.
Keywords : Fumigation, Tuna Se’i, Vacum Packing and Storage Time.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
BONY UMBU IMANUEL TSE (15390065). Analisis Kualitas Pada Garam Masak Tradisional Di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan MADA M. LAKAPU. S.Si. M.Si sebagai pembimbing II, Progranm Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Garam memiliki peran strategis yaitu sebagai bahan pokok bagi kebutuhan konsumsi dan juga merupakan bahan baku berbagai industri. Sistem pengolahan garam yang masih kasar (krosok atau belum bersih) dilarutkan dengan air tawar, setelah air sudah tercampur dengan garam selanjutnya air tersebut di filter (disaring) agar air menjadi jernih dan setelah melalui proses penyaringan air tersebut di rebus pada meja masak garam menggunakan api selama 7-8 jam, hingga membentuk kristal-kristal garam. Setelah itu jadilah garam masak, kemudian dikeringkan dan siap untuk dijual. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui teknik pembuatan garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui kandungan Organoleptik, Rendemen, Kadar Air, Kadar NaCl, Iodium, Mineral (Mg dan Ca) pada garam masak tradisional di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli 2020 di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk Obserfasi dan perhitungan rendemen untuk pengambilan sampel serta Laboratorium Ekasakta UKAW, untuk pengujian organoleptik sedangkan di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor untuk pengujian kadar air, NaCl, iodium, dan mineral (magnesium dan kalsium). Metode penelitian yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif komparatif.
Hasil penelitian garam masak di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang untuk pengujian organoleptik parameter warna garam yaitu warna putih normal, parameter bau garam yaitu bau normal, rendemen larutan berkisar antara 93,30-93,75%, rendemen garam berkisar antara 182,37-185,01%, kadar air berkisar antara 5,71-6,77%, NaCl : 86,77%, Iodium : 4,62, Magnesium : 182,00 mg/100 g, Kalsium : 136,64 mg/100 g.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Proses pembuatan garam di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang meliputi bahan baku garam krosok sebanyak 50 kg dan air tawar sebanyak 200 liter, penyaringan, air hasil penyaringan dibiarkan selama 30 menit, pemasakan selama 7-8 jam, penirisan selama 5 jam, packing menggunakan karung plastic berukuran 50 kg dan distribusi. Nilai pengujian organoleptik parameter warna normal dan parameter bau normal, rendemen garam berkisar antara 133,20%-135,00%, kadar air berkisar antara 5,72%-6,77%, kadar NaCl 86,77%, iodium 4,62 kg/mg dan mineral (magnesium 182,00 mg/100 g dan kalsium 136,64 mg/100 g).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
AYRTON TANGGUMARA (15390050). Analisis dan Identifikasi Perubahan Fisik dan Organoleptik Produk Tuna Se’i yang Diproses dengan Pengasapan Panas dan Dikemas Vakum Selama Penyimpanan Suhu Dingin: UMBU P. L. DAWA S.Pi, M.Sc Pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi. M.Si Pembimbing II). Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Produk ikan asap di Kota Kupang satu diantara produk yang sudah dikenal adalah ikan se’i tuna atau biasa dikenal dengan bahasa lokal tuna se’i. Produk olahan ini masih bersifat tradisional, karena masih menggunakan cara sederhana dalam penggunaan teknis pengolahannya termasuk pemakaian bahan bakar. Ikan tuna se’i adalah salah satu produk ikan yang dibuat cara di asap menggunakan bara api kayu kesambi.
Pengasapan merupakan suatu cara pengolahan atau pengawetan dengan memanfaatkan kombinasi perlakuan pengeringan dan pemberian senyawa kimia dari hasil pembakaran bahan bakar alami. Pengasapan tuna se’i sering mengalami perubahan karakteristik fisik berupa ukuran, berat, kenampakan, warna dan tekstur.Sifat bahan pangan erat kaitanya dengan analisis-analisis yang melibatkan prinsip-prinsip fisik.
Selama penyimpanan suhu dingin, kadar air ikan asap mengalami penurunan, pada awal peyimpanan 55,02% dan akhir penyimpanan 54,19%. Hal ini diduga terjadi proses penguapan dari produk yang disebabkan oleh temperatur udara sekelililing dan kelembaban lingkungan. Pada penyimpanan dingin ini udara kering sehingga uap air akan diserap dari makanan yang sedang disimpan.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai pH, susut berat, dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur)pada produk tuna se’i. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan perlakuan bagian jenis loin dan lama penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai pH dengan nilai 5,4-5,9, susut berat dengan nilai loin pungung 1,53-3,17% dan loin perut 1,46-3,06% dan tingkat penerimaan panelis masih menyukai organoleptik selama penyimpanan 9 hari.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pengasapan merupakan salah satu cara untuk mengawetkan ikan agar tidak terjadi pembusukan dan menjaga nilai gizinya. Pengasapan juga berfungsi untuk menambah citarasa dan warna yang spesifik pada makanan serta bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan.
Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka penulis merumuskan masalah tentang karakteristik pengasapan panas tuna se’i yang diproses menggunakan daun kesambi dan suhu yang berbeda di Nusa Tenggara Timur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis komposisi kimiawi (kadar air, pH dan total fenol) pada produk tuna se’i yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi dengan tahap pertama selama satu jam, dan tahap kedua selama enam jam. Menganalisis nilai organoleptik pada produk tuna se’I yang dihasilkan menggunakan metode pengasapan dengan daun kesambi dan tanpa daun kesambi tahap penelitian yaitu pertama pengasapan dilakukan selamasatu jam, dan tahap kedua selama enam jam.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan percobaan factorial dengan rancangan dasar adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Gaspersz (1991). Kelompok percobaan yang dilakukan dengan taraf 3x2 yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 18 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dicobakan adalah suhu pengasapan yang berbeda yaitu: Faktor A SuhuPengasapan dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari:a1 = 60-65oC, a2 = 65-70oC, a3 = 70-75oC. Faktor B Perlakuan penggunaan daun kesambi dengan 2 taraf perlakuan terdiri dari:b1 = Dengan Daun Kesambi, b2 = TanpaDaunKesambi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tuna se’I yang diproses dengan daun kesambi 50,52 % sedangakan tanpa daun kesambi 30,53 %. Nilai pH dengan daun kesambi 6,9 sedangkan tanpa daun kesambi 6,13. Total fenol berkisar antara743,8 ml/g sampai 605,34 ml/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter Kenampakan 7,66 (sangat suka) tanpa daun kesambi parameter kenampakan 7,56 (suka) pada parameter aroma dengan daun kesambi 8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) parameter tekstur dengan daun kesambi8,06 (sangat suka) tanpa daun kesambi 7,63 (sangat suka) dan parameter rasa dengan daun kesambi 7,96 (sangat suka) sedangkan tanpa daun kesambi 7,7 (suka).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
RINGKASAN
ARYANTO Y. BENU (15390063). Studi Profil Asam Amino dan Asam Lemak pada Bahan Baku Produk Pampis Se’i Cakalang Yang Di Proses Dengan Asap Cair: Dr. Ir. AYUB U. I. MEKO M. Si dan MADA M. LAKAPU. S.Si. M.Si sebagai Pembimbing I dan Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Pengasapan tradisional dengan asap cair adalah salah satu metode pengawetan menghasilkan produk yang seragam. Ikan Se’i menjadi bahan baku untuk pembuatan produk-produk turunan, salah satunya Pampis Se’i Cakalang. Pada umumnya setelah proses pengolahan dengan suhu tinggi bahan pangan, akan terjadi kerusakan lemak pada ikan dan mengurangi jumlah protein dengan merusak asam amino. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis dan jumlah asam amino serta asam lemak produk Pampis Se’i Cakalang yang diproses dengan asap cair.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 dalam tiga tahap pelaksanaan yaitu yang pertama pembuatan se’i cakalang, yang kedua pembuatan Pampis Se’i Cakalang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dan yang ketiga pengujian asam amino menggunakan metode HPLC dan asam lemak berdasarkan prosedur kromatografi gas (GC-MS) di Laboratorium Institut Pertanian Bogor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Pampis Se’i Cakalang yang diproses dengan asap cair memiliki nilai kadar air berkisar antara 19,6% sampai 78,8%, sedangkan nilai 15 jenis asam amino yaitu 8 asam amino esensial dan 7 asam amino non esensial berkisar antara 17544,89 sampai 86774,15 serta nilai yang ditemukan 38 jenis asam lemak yaitu 17 asam lemak jenuh dan 21 asam lemak tak jenuh berkisar 0,0032% sampai 8,07145%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tuna se’i adalah salah satu produk hasil perikanan yang diolah mengunakan metode pengasapan tradisional mengunakan tempurung kelapa sebagai bahan utama penghasil asap dan daun kesambi sebagai penutup saat proses pengasapan. Ciri khas produk tuna se’i yang membedakan dengan produk pengasapan yang lain yaitu bentuk potongan daging yang memanjang dan ciri khas organoleptik yang dipengaruhi oleh daun kesambi. Produk tuna se’i yang di olah dengan metode pengasapan tradisional sering menghasilkan kualitas produk yang berfariasi disebabkan karena belum adanya standar pengolahan untuk menghasilkan produk yang kualitas. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu memodifikasi suhu pengasapan yang ideal untuk menghasilkan prodak yang dapat diterima oleh konsumen baik secara kimiawi maupun organoleptik.
Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan (Maret–April 2020) bertempat di Unit Pengolahan Ikan Batu Kapala (UPI) di Kelurahan Nunhila, Kecamatan Alak Kota Kupang sebagai tempat pengasapan tuna se’i dan uji organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dilakukan di Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sedangkan uji total fenol di Laboratorium Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor dan pengujian kadar air pH di PT. Saraswanti Indo Genetech Bogor.
Hasil penelitian tuna se’i asap yang diproses dengan suhu yang berbeda menghasilkan rata-rata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara52,20-951,43 mg/g dan nilai organoleptik berkisar pada taraf aga suka sampe suka.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan niai rerata kadar air produk tuna se’i berkisar antara 25,23% sampai 61,79%, rata-rata nilai pH berkisar antara 6,1-7,3, total fenol berkisar antara522,20-951,43 mg/g. Nilai organoleptik dengan daun kesambi pada parameter warna 7,5 (suka) dan parameter rasa 7,4 (suka). Sementara pengasapan tanpa daun kesambi nilai organoleptik tekstur mengalami penurunan dengan taraf 6,3 (aga suka).
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disarankan untuk menghasilkan produk tuna se’i dengan nilai organoleptik yang paling tinggi yaitu tuna se’i di proses pada suhu pengasapan 70-750C mengunakan penutup daun kesambi yang diasa selama 6 jam.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
SUMMARY
Yulius Umbu Hiwa Wunu (15390054). Study of Fropyl Tuna Se'i Processed With Different Temperatures. Under the guidance of: Dr. Ir. Ayub U.I. Meko, M.Si as supervisor I and Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si as supervisor II. Fishery Product Technology Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University, Kupang.
Study of the amino acid profile that was processed using different temperatures of smoking which could be observed based on parameters of moisture content, pH, and amino acids. In the suction process with different temperatures, it is done well in order to produce quality tuna se'i products. This study aims to determine the effect of different temperature treatments on the amino acid profile.
The research was conducted in November - December 2020 at the Fish Processing Unit on a micro-small / household scale, which is a fumigation house for the se'i tuna production process in Nunhila Village, Alak District, Kupang City. Analysis of chemical composition (moisture content and amino acids) tested at the laboratory of PT. Saraswati Indo Genetech Bogor.
The results of this research on tuna se'i smoking with different temperature treatments resulted in a significant effect on water content, pH, and amino acid content.
Based on the results of the study, it can be suggested: In this study the best results were obtained at 70-750C treatment resulting in the highest total amino acids. It is necessary to research the shelf life of se'i tuna products related to the microbiology contained in se'i tuna products.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu produk keunggulan Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah se’i yang merupakan suatu produk olahan daging asap yang diolah secara tradisional. Pampis merupakan salah satu produk turunan yang memanfaatkan se’i sebagai bahan baku utamanya. Namun terdapat permasalahan dalam pembuatan pampis yaitu bahan baku ikan asap yang digunakan memiliki karakteristik kimia yang tidak menghasilkan organoleptik pampis yang dapat diterima dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk melakukan modifikasi waktu pengasapan se’i cakalang yang berbeda sehingga mempengaruhi terhadap tingkat penerimaan konsumen. Penelitian ini dilakukan pengujian dan pengamatan terhadap, susut berat, nilai pH dan organoleptik (kenampakan, aroma, tekstur dan rasa) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2020 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang-Nusa Tenggara Timur untuk pembuatan produk, pengukuran susut berat, pH, dan organoleptik. Hasil susut berat se’i cakalang yang diproses dengan metode pengasapan tradisional menggunakan waktu yang berbeda meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 20,3-41,0% dan nilai pH se’i cakalang meningkat seiring dengan lama pengasapan 1 jam, 2 jam dan 3 jam dengan nilai rata-rata yaitu: 6,7-6,8 sedangkan organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur memiliki nilai berkisar antara: 6,4-7,8. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa hasil susut berat se’i cakalang dan pH se’i cakalang yang diproses dengan waktu yang berbeda dengan lama pengasapan 1, 2, dan 3 jam, memiliki nilai rata-rata untuk susut berat yaitu: 20-41% dan Nilai rata-rata pH yaitu: 6,7-7,8 sedangkan tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik kenampakan, aroma, rasa dan tekstur diterima oleh panelis dengan taraf agak suka menuju taraf sangat suka.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Dendeng ikan adalah produk pangan yang berbentuk lempengan terbuat dari daging segar dan atau daging beku, yang diiris atau digiling, ditambah bumbu dan dikeringkan dengan sinar matahari atau alat pengering, dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Dendeng yang disukai oleh konsumen adalah dengan tekstur yang tidak keras dan produsen dendeng harus memperhatikan kualitas dendeng dari segi tekstur dan warna. Karakteristik dendeng yang harus dipenuhi yaitu memiliki tekstur kenyal dan lembut, warna serta memiliki rasa yang dapat diterima oleh konsumen sehingga diperlukan bahan tambahan yang dapat memperbaiki sifat dari dendeng ikan. Salah satu bahan tambahan yang dapat memperbaiki karakteristik dendeng ikan adalah gula. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) dan uji kimiawi (kadar air dan pH) dendeng ikan mujair yang diproses dengan penggunaan jenis gula yang berbeda.
Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian organoleptik dan kimia (kadar air dan pH). Organoleptik dendeng ikan mujair dengan penggunaan jenis gula yang berbeda sangat berpengaruh nyata untuk setiap perlakuan baik pada karakteristik organoleptik (Aroma, warna, tekstur, dan rasa) seta kadar air dan pH.
Rata-rata kadar air dan pH yang dihasilkan pada dendeng ikan mujair yang menggunakan jenis gula dan persentase gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir memberikan pengaruh sangat nyata untuk setiap perlakuan yang berkisar antara 11,20-15,20% untuk nilai rata-rata kadar air, dan nilai pH berkisar antara 6,4-6,7.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa menggunakan gula yang berbeda yaitu gula sabu dan gula pasir dengan persentase masing-masing gula yaitu 25%, 30%, dan 35%, menghasilkan karakteristik aroma, warna, tekstur dan rasa yang berbeda dan karakteristik yang paling baik adalah pada perlakuan persentase gula sabu 35% .
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Adelbertus I. P. Ritan (15390045). Pengaruh Penggunaan Jenis Gula Yang Berbeda Terhadap Tingkat Penerimaan Permen Jelly Rumput Laut Euchema cottonii ; Dr. Ir. Ayub U. I. Meko, M.Si Pembimbing I dan Mada M. Lakapu, S.Si, M.Si Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Kristen Artha Wacana Kupang.
Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi kedua penghasil dan pengekspor rumput laut terbesar setelah Sulawesi di Indonesia. Namun kenyataannya pengembangan industri pengolahan rumput laut di NTT masih sangat kurang, padahal dengan mengolah rumput laut menjadi suatu produk dapat meningkatkan pendapatan. Salah satunya adalah produk Permen jelly. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula yang berbeda terhadap tingkat penerimaan permen jelly rumput laut Eucheuma cottoni.
Penelitian telah dilaksanakan mulai dari bulan Mei hingga bulan Juni 2020 yang bertempat di gedung Laboratorium Eksata Universitas Kristen Artha Wacana. Variabel pengamatan terdiri dari Rendemen dan Organoleptik (Aroma, Warna, Tekstur dan Rasa).
Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata rendemen permen jelly rumput laut Eucheuma cottoni yaitu 70,55 - 81,6%. Sedangkan nilai rata-rata tingkat penerimaan permen jelly rumput laut Eucheuma cottonii yaitu aroma 6,5 - 7,05, warna 6,7 - 7,7, tekstur 6,9 – 7,9 dan rasa 6,6 – 7,2 dikategorikan dalam taraf dari agak suka mendekati sangat suka.
Kata kunci : Rumput Laut Eucheuma cottoni, Gula dan Permen Jelly