2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Pemanfaatan Arang Aktif Tempurung Saboak (Borassus flabellifer Linn) untuk Adsorpsi Metilen Biru
Marthinus, M.S) * Nitsae, M.) ** Solle, H.R.L) **
Metode adsorpsi merupakan salah satu teknik yang efektif dalam pengolahan limbah, serta dapat digunakan untuk menurunkan konsentrasi zat warna atau senyawa organik yang berlebihan. Adsorben yang sering digunakan dalam proses adsorpsi adalah arang aktif. Salah satu limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai arang aktif adalah tempurung saboak atau lontar (Borassus flabellifer Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama waktu kontak optimum yang dibutuhkan oleh adsorben arang aktif tempurung saboak untuk mengadsorpsi Metilen Biru. Pembuatan arang aktif dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap karbonisasi dan aktivasi. Karbonisasi menggunakan alat kilin drum modifikasi sedangkan aktivasi dengan cara direndam menggunakan H2SO4 1 M selama 68 jam. Untuk uji adsorpsi arang aktif pada zat warna metilen biru dengan metode batch selama 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan kondisi waktu kontak optimum dari kemampuan adsorben arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru mencapai kesetimbangan pada menit ke- 10 dengan kapasitas adsorpsinya adalah 21,828 mg g-1, pada konsentrasi metilen biru 10 ppm; massa adsorben 0,025 gram dan kecepatan shaker 150 rpm. Daya adsorsi arang aktif tempurung saboak terhadap zat warna metilen biru yang terjadi secara cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama serta dengan jumlah yang sedikit tetapi dapat memberikan pengaruh yang besar menunjukkan bahwa arang aktif tempurung saboak dapat dimanfaatkan sebagai adsorben.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI WAIHAROBU DI DESA ANAPALU KECAMATAN UMBU RATUNGGAI BARAT KABUPATEN SUMBA TENGAH
ABSTRAK
Prengu.Y.J**) Makaborang.M**) Lano.M.L**)
Penelitian tentang Operasi dan Pemeliharaan Pada Daerah Irigasi Waiharobu Di Desa Anapalu Kecamatan Umbu ratuggai barat Kabupaten Sumba Tengah,penelitian ini telah di laksanakan pada bulan September 2020, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawanncara di mana penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu secara baik.Kemudian di observasi untuk pengamatan secara lansung proses Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Di Desa Anapalu Dari observasi dan wawancara di ketahui bahwa pengelolaan jaringan irigasi tersier di Daerah irigasi Waiharobu,dalam hal ini meliputi pengelolaan,operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, perbaikan saluran,IPAIR (Iuran pelayanan irigasi) dengan rehabilatasi jaringan irigasi tersier,kelembagaan P3A Waiharobu sudah mulai berjalan dengan baik. Kondisi fisik jaringan irigasi tersier pada saluran dan bangunan pada Jaringan irigasi waiharobu masih mengalami kerusakan pada saluran dan bangunan tersier yang retak-retak akibat akar pohon yang menembus dipinggiran jaringan irigasi,sehingga menyebabkan timbulnya suatu masalah dalam operasi dan pengelolaan jaringan irigasi.
Kata Kunci : Pengoperasian, Pemeliharaan, Jaringan,Irigasi
Keterangan: * )Peneliti
**) Pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Embung Haekrit merupakan Embung yang terletak diDusun Bauatok Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, propinsi NTT. Luas Embung Haekrit 2940,00Ha. Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung air hujan untuk ketersediaan suatu Desa dimusim kering. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung ketersediaan dan kebutuhan air Embung didesa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Embung ini memiliki peranan yang penting sebagai sarana jaringan irigasi Embung Haekrit, yang membendung Embung Haekrit untuk memenuhi kebutuhan air. Upaya pengelolaan air yang tepat diembung Haekrit diperlukan sehingga dapat menghindari terjadinya ketidak seimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Ketersediaan air dihitung dengan menggunakan metode bulan dan tahun dasar perencanaan. Kebutuhan air diperoleh untuk irigasi sebesar 0,29783265m/detik
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukan dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Penelitian ini dilakukan di desa Oben yang dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020 sampai tanggal 19 Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah desa Oben. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan teknik konservasi dan dampak dari upaya penerapan teknik konservasi tanah dan air di lahan petani desa oben. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik konservasi tanah dan air (KTA) di Desa Oben. Di dominasi oleh teknik vegetatif dimana kebun campuran, pekarangan dan penghutanan kembali adalah metode yang paling banyak diterapkan masyarakat setempat. Selebihnya dari sisi mekanik, masyarakat belum begitu banyak menerapkan walaupun ada beberapa orang yang menggunakan teras batu dan teras kayu sebagai upaya konservasi tanah dan air.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
ANALISIS KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR PADA MUSIM TANAM I (SATU) PADI SAWAH DI DAERAH IRIGASI BO’TA DESA ALAANG KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR
Beka.J.Y*) Lano.M.L**) Nainiti.N.P.P.E**)
Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian, Unuversitas Kristen Artha Wacana Kupang
Penelitian dilaksanakan di Daerah Irigasi Bo’ta Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor pada Bulan November 2020, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Bo’ta terhadap tanaman padi sawah di Desa Alaang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan air irigasi di lahan padi sawah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai ketersediaan dan kebutuhan air pada Daerah Irigasi Bo’ta. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit saluran irigasi, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian analisis ketersediaan dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Bo’ta di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan panjang titik ukur saluran 5 m. Kecepatan air pada saluran primer 0,968 m/det,sekunder 0,775 m/det dan tersier 0,663 m/det.Sedangkan debit saluran primer 0,18 m³/det skunder 0,12 m³/det dan tersier 0,08m³/det. air yang tersedia di saluran primer sebesar 144 liter/det saluran sekunder 72 liter/det dan saluran tersier 48 liter/det dengan total efisiensi saluran 49%.jadi air yang tersedia pada musim tanam 1 sebesar 359.250 mm. Sedangkan air yang di butuhkan pada musim tanam 1 sebesar 326,592 mm untuk lahan seluas 42 ha.
Kata kunci: Irigasi,Ketersediaan dan Kebutuhan air, Musim tanam 1
*) Peneliti
**) Pembimbing I
**) Pembimbing II
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek tahun ajaran 2020/2021.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode designquasi eksperimen yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control design, dengan jumlah populasi sebanyak 67 orang dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari 22 siswa kelas VIII C (kelas eksperimen) dan 22 siswa kelas VIIIB (kelas kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Sampling. Pengumpulan data menggunakan angkettertutup dengan skala likert. Data dianalisis menggunakan uji-t.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa dengan perolehan nilai t sebesar 12, 623 dengan sig. 0,000 atau lebih kecil dari 0,05. Hal ini dikarenakan media alat peraga dari bahan bekasmemiliki beberapa kelebihan, yakni di buat dari bahan-bahan sederhana dan didesain dengan bentuk dan tampilan yang menarik, isi materi disajikan dalam bentuk gambar pada media alat peraga dan diilustrasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mendorong keingintahuan siswa dan menarik perhatian siswa untuk aktif dan bersemangat dalam belajar serta membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran secara verbal dan visual berdasarkan hal-hal kongkrit yang sering siswa temui. Berdasarkan hal ini, maka dapat disimpulkan bawha ada pengaruh penggunaan media alat peraga dari bahan bekasterhadap sikap ilmiah siswa di SMP Negeri Satap Letenaek.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
KONSERVASI TANAH DAN AIR PADA TANAH TERDEGRADASI DI KECEAMATAN LEMBOR KABUPATEN MANGGARAI BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2020
( Studi Kasus Di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta Dan Desa Pondo)
Nagar. L.*) Lano. M. L.**) Haba Bunga. F. J.**)
Konservasi tanah merupakan penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukakannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah. Penelitian ini dilakukan di daerah konservasi yang terdiri dari tiga desa yaitu Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo yang dilaksanakan pada tanggal 28 September 2020 sampai pada tangal 28 Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta, dan Desa Pondo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui input dan Output dari proses konservasi lahan di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa teknik Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Desa Wae Bangka, Desa Wae Kanta dan Desa Pondo sudah sesuai dengan kriteria penerapan Konservasi Tanah dan Air, khususnya ditinjau dari aspek kemiringan lereng. Teknik KTA yang diterapkan masyarakat di tig desa tersebut yaitu teknik vegetatif 56% dari total responden berupa kebun campuran, dan wanatani. Sedangkan metode sipil teknis berupa teras bangku sebanyak 44%. Penerapan teknik KTA yang sesuai dengan pedoman ditemukan pada semua kelas kelerengan, sedangkan yang berkategori sesuai ditemukan pada kelerengan 0-6%, 13 – 23%, 23 – 43%, dan >43%.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
EFISIENSI SALURAN AIR IRIGASI BENDUNG BENANAIN PADA SALURAN SEKUNDER DAERAH IRIGASI DESA WEHALI KECAMATAN MALAKA TENGAH KABUPATEN MALAKA
ABSTRAKSI
Laban .M. L*) Nainiti.N.P.P.E**) Lano. M.L.**)
Penelitian berjudul Efisiensi Saluran Air Irigasi Bendung Benanain Pada Saluran sekunder Daerah Irigasi Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka telah di laksanakan pada Bulan Desember 2020 – Januari 2021. Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah berapa besar nilai efisiensi pada saluran sekunder D.I Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui Efisiensi Saluran Air Daerah Irigasi Benanain pada Saluran Sekunder di Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui Efisiensi Saluran Air Irigasi dan Jumlah Air yang tersdia pada Saluran Sekunder dengan metode Analisis Debit Air, Analisis Nilai Efisiensi Saluran. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan di lapangan terdapat panjang saluran pada ruas BBKi 4 ke BBKi 5 yaitu panjang saluran 3.074 meter saluran bentuk trapesium dan persegi, BBT 1 - 2 dengan panjang saluran 680 meter saluran bentuk persegi, untuk ruas BLK 1 panjang saluran 1.238 meter dengan saluran bentuk saluran persegi,BKL 1 panjang saluran 921 meter dengan bentuk saluran persegi. Perhitungan luas penampangnya dilakukan dengan mengalikan tinggi air dengan lebar permukaan air.Pada saluran primer untuk ruas BBKi 4 ke 5 terdapat efisiensi sebesar 77,17 % dengan kehilangan air sebesar 0,50 m3/detik. Untuk saluran sekunder ruas BBT 1 ke 2 terdapat efisiensi sebesar 68,12 % dengan kehilangan air sebesar 0,22 m3/detik. Untuk saluran sekunder ruas BBKi 5 ke BLK 1 terdapat efisiensi sebesar 75,71 % dengan kehilangan air sebesar 0.17 m3/detik. Untuk saluran sekunder ruas BBKi 5 ke BKL 1 terdapat efisiensi sebesar 58,06 % dengan kehilangan air sebesar 0,26 %. Hasil analisis perhitungan efisiensi diperoleh dari pembagian debit aliran outflow dengan aliran inflow dikali presentase maksimal.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
EFISIENSIJARINGAN SEKUNDER RUAS BAKIRUK BBKi 2 SAMPAI BBKi 4 PADA DAEARAH IRIGASI BENANAIN
Seran. Y. T*) Lano M.L**) Nainiti. N. P. P. E **)
Efisiensi Jaringan Sekunder Ruas BBKi 2 Sampai BBKi 4 pada Daerah Irigasi Benanain Bendung Benenain Bakiruk terletak Di Dusun boni Desa Kakaniuk Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka merupakan bendung yang memiliki jaringan primer dan sekunder. Daerah irigasi Benanain. Penelitian ini dilakukan Pada BULAN NOVEMBER – DESEMBER 2020 Pada saluran sekunder ruas BBKi 1-2 terdapat efisiensi pada air yang masuk pada BBKi 2 sebesar 2,74 sedangkan air yang keluar dari BBKi 2 sebesar 2,26 dengan nilai efisiensi sebesar82,40%, maka dengan kehilangan air sebesar 0,48 m3/detik. Untuk BBKi 2-3 terdapat efisiensi air yang masuk ke BBKi 3 sebesar 2,36 sedangkang air yang keluar dari BBKi 3 trdapat 1,96 maka terdapat nilai efisiensi sebesar 83,05% dengan kehilangan air sebesar 0,40m3/detik. Untuk BBKi3-4 terdapat air yang masuk ke BBki 4 sebesar 2,20,sedangkan air keluar dari BBKi 4 terdapat 1,75 maka terdapat nilai efisiensi sebesar 79,55% dengan kehilangan air sebesar 0,45m3/detik. efisiensi rata-rata sebesar302,98%. Menujukkan adanya kehilangan air sepanjang perjalanannya di saluaran secara umum kehilangan air terjadi inflitari,evaporasi, rembesan atau bocoran dan mengambil untuk keperluan lain.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
“ANALISIS EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI BATU MERAH DESA NUNKURUS,KECEMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG PADA MUSIM TAMAN I’’
Program StudiMekanisasiPertanianFakultasTeknologiPertanianUniversitas Kristen ArthaWacanaKupang
Tode.F*) Nainiti. N. P. P. E**) Lano M.L***)
Dalam Irigasi Batu Merah merupakan daerah irigasi yang terletek di Desa Nunkurus Kupang Timur Kabupaten Kupang pada daerah irigasi ini besar penyaluran air tidak di ketahui sehingga sebagian lahan pada daerah irigasi ini tidak mendapatkan air sehingga banyak petani yang tidak dapat mengolah lahannya.Sehingga suatupenelitian yang berjuan untuk mengetahu iefisiesi dan kehilangan air jaringan utama dan tersier di daerah irigasi batu merah telah di laksanakan pada bulan januari-februari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengukuran inflow-outflow untuk setiap saluran pengamatan dengan cara mengukur aliran yang masuk dan aliran yang keluar dari suatu penampang. Hasil penelitian menunjukan bawah efisiensi jaringan di daerah irigasi batu merah kanan pada saluran primer sebesar 58,33%, sekunder 50%, dan 50% kehilangan air di saluran primer, 0,10m^3/dtk tersier, tersier 0,10m^3/dtk, tersier 0,15m^3/dtk. Sedangkan efisiensi jaringan di daerah Irigasi Batu Merah Kiri pada jaringan primer sebesar 47,22%, sekunder 58,33%, tersier 33,33%, dan kehilangan air dijaringan primer 0,15m^3/dtk, sekunder, 0,10m^3/ dtk, tersier 0,20m^3/ dtk.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antibakteri simbion jamur daun mangrove Avicennia marina terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang diambil dari Pantai Noelbaki. Metode penelitian ini adalah eksperimen menggunakan 2 perlakuan yaitu daun muda dan daun tua (serasah) A.marina dan 3 ulangan. Isolasi jamur simbion daun mangrove dilakukan dengan ditanam pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Data dianalisis secara kualitatif yaitu identifikasi jamur meliputi karakteristik mikroskopis berdasarkan morfologi bentuk dan jenis jamur, serta karakteristik makroskopis berupa warna, permukaan dan tepian koloni disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Sedangkan data kuantitatif berupa uji kemampuan daya hambat (mm) jamur endofit menggunakan metode difusi agar (Plug Agar) terhadap S.aureus dan E.coli. Data selanjutnya. dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian jamur endofit terdapat 6 isolat daun tua dan 6 isolat daun muda. Uji antibakteri terhadap bakteri S. aureus dan E. coli isolat jamur daun tua dan daun muda A. marina menunjukkan uji positif yang ditandai dengan terbentuknya zona bening. Kemampuan antibakteri pada bakteri S. aureus terbesar terdapat pada isolat jamur daun tua DT-AM-05-KM 2,40 mm, dan pada daun muda isolat DM-AM-06-KM 2,60 mm. Pada E. coli terbesar terdapat pada isolat DT-AM-05-KM 2,40 mm dan pada daun muda DM-AM-02-KM 2,27 mm.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
KAJIAN PENILAIAN KINERJA PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR DI DAERAH IRIGASI MATA IYANG KELURAHAN LEWA PAKU, KECAMATAN LEWA, KABUPATEN SUMBA TIMUR
Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana
Wairato. F.*) Makaborang. M.**) Lano. M. L.**)
Penelitian ini tentang Kajian Penilaian Kinerja Perkumpulan Petani Pemakai Air di Daerah Irigasi Mata Iyang Kelurahan Lewa Paku Kecamatan Lewa Kabupaten Sumba Timur, penelitian ini telah dilaksanakan pada buLan September-Oktober 2020 Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kinerja perkumpulan petani pemakai air. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dimana penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja dan masalah dalam perkumpulan petani pemakai air di daerah irigasi mata iyang dengan baik kemudian dianalisis untuk menggambarkan proses kinerja perkumpulan petani pemakai air daerah irigasi mata iyang dari observasi dan wawancara di ketahui bahwa kinerja perkumpulan petani pemakai air terlaksana dengan baik dan mendapat pelayanan air secara merata. Dan Adapun yang menjadi kendala dan masalah dalam Aset Organisasi yang kekurangan, kerusakan ringan pada badan saluran irigasi dan yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bangunan saluran irigasi.
Kata kunci : kinerja P3A daerah irigasi mata iyang dan kendala dan masalah
*) =Peneliti
**)=Pembimbing I
**)=Pembimbing II
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
OPERASI DAN PEMELIHARAAN PADA DAERAH IRIGASI MAUTENDA DESA WELAMOSA KECAMATAN WEWARIA KABUPATEN ENDE
Ndinga,E* Makaborang,M** Lano,L.M**
Penelitian ini tentang Operasi dan Pemelihraan Daerah Irigasi Mautenda Desa Welamosa Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende di laksanakan pada bulan juni 2020 dengan tujuan untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Mautenda. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer yaitu 25 orang sampel yang di analisis menggunakan metode pelitian deskriptif kualitatif dimana penelitian melakukan kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi Mautenda hasil penelitian menunjukan bahwa Luas areal persawahan irigasi Mautenda yaitu 4.374 ha,namunbaru di kelolah 1.724 ha.hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi Mautenda Desa Welamosa di lakukan dengan baik oleh Masyarakat Desa Welamosa Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende,kuhsusnya petani pemakai Air(P3A).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Efisiensi penyaluran air
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
UJI STABILITAS KONSENTRAT KULIT AKAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DENGAN MORDAN ALAMI DAUN LOBA (Symplocos sp)
Souk, M.)* Sabuna. A)** Nge. T )**
Mengkudu (Morinda citrifolia L) memiliki kegunaan tradisional maupun moderen, termasuk bagian akar dan kulit batang sebagai pewarna dan obat, bagian batang sebagai kayu bakar dan perkakas, bagain daun dan buah digunakan sebagai makanan dan obat. Tumbuhan ini mudah ditemukan dimana saja, bisa dipinggir jalan, kebun, pekarangan rumah dan dihutan. Mengkudu dapat dijadikan sebagai bahan obat tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai zat warna alami. Mordan alami yang ditambahkan yaitu daun loba yang dapat dijadikan sebagai penguat warna akan menghasilkan warna kuning kemerahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas warna sediaan kulit akar mengkudu yang ditambahkan dengan mordan alami dari daun Loba (Symplocos sp) yang ketika disimpan pada jangka waktu yang lama dapat bertahan atau tidak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan termaksut kontrol serta 2 ulangan, selanjutnya akan diuji yaitu uji ketetapan Ph, aplikasi zat warna dengan mordan dan tanpa mordan, dan pengaruh kondisi penyimpanan dengan menggunakan spectrofotometer. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa sediaan pewarna alami apabila disimpan pada jangka waktu yang lama maka warna yang dihasilkan berbeda.
Kata kunci : Akar mengkudu-daun loba, ekstrak mentah, konsentrat sediaan pewarna alami kulit mengkudu.
Keterangan : ** Pembimbing
*Penulis
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Marine biota has many benefits for human life. Sponges are a species of marine biota that can be used as a producer of antimicrobial compounds. The bacteria found in sponges have an important role in the continuity of life in the sea. This lifestyle between sponges and bacteria forms a symbiosis that forms secondary metabolite compounds and enzymes, especially extracellular enzymes (amylase, protease, cellulase and lipase). This study aims to determine how to isolate sponge symbiotic bacteria and identify spongy symbiotic bacteria. The method used is purposive to take sponges. Characterization of bacteria was carried out based on morphology and gram staining. Enzymatic bacterial selection was carried out by testing the activity of the amylase enzyme (soluble starch), lipase enzyme (Tween 80), protease enzyme (skim milk) and cellulose enzyme (carboxyl methyl cellulose). Data analysis was performed in a qualitative descriptive manner by measuring the clear zone in the extracellular enzyme test results. Meanwhile, other research parameters measured in this study were temperature, salinity and pH. The results showed that out of 47 isolated bacteria and 33 of them had extracellular enzymes with 10 bacteria had amylase enzymes, 27 bacteria had lipase enzymes, 2 bacteria had protease enzymes and 1 isolate had cellulose enzymes.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
Pengaruh Hasil Fermentasi Bonggol Pisang Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Kabesak (Acacia Leucophloea Willd ) Dan Kayu Merah (Pterocarpus Indicus Willd ).
Taek, N. A.)* Hendrik, A. C.)** Solle, H. R.L.)**
Tanaman kabesak dan kayu merah yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat di pulau timor namun belum dibudidayakan dengan baik. Upaya budidaya kedepannya diperlukan untuk pengetahuan tentang aspek penyedian bibit yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak bonggol pisang terhadap perkecambahan dan pertumbuhan kabesak dan kayu merah, dan untuk mengetahui berapa konsentrasi optimal yang dapat memacu perkecambahan dan pertumbuhan kabesak dan kayu merah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun dengan menggunakan 4 perlakuan dan 1 kontrol yang masing – masing dilakukan 3 kali ulangan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sidik ragam (ANOVA) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perlakuan yang di cobakan, Jika hasil analisis ada perbedaan maka digunakan uji lanjut DMRT dengan tingkat kepercayaan 5% (α = 0,05). Perlakuan pemberian konsentrasi fermentasi bonggol pisang berpengaruh terhadap perkecambahan dan pertumbuhan kabesak(Acacia leucophloea Willd) dan kayu merah (Pterocarpus Indicus Willd) dan Dilihat dari parameter pengamatan daya kecambah, tinggi tanaman dan jumlah daun untuk konsentrasi terbaik pada perlakuan P4 dengan level konsentrasi 100%.
Kata kunci: Ekstrak Bonggol Pisang, Kabesak dan Kayu Merah
Keterangan: *) Peneliti
**) Pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR DAN KEBUTUHAN PADA DAERAH IRIGASI ATIBAI UNTUK KEBUTUHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN KELAISI TIMUR APUI KECAMATAAN ALOR SELATAN KABUPATEN ALOR
Maifa Oktofianaus* Dethan J.J.S** Makaborang Marthen**
Mahasiswa Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Penelitian ini dilaksanakan di Daerah Irigasi Atibai Kec. Alor Selatan Kab. Alor pada bulan Desembar 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Ketersediaan Air dan Kebutuhan Irigasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengunakan metode pengapung dengan bola pimpong dan stopwacht, dengan langkah menentukan laju aliran air irigasi. Sepanjang 5 meter, kemudian mengunakan bola pimpong untuk mengukur kecepatan aliran, dengan mengunakan stopwacht untuk mengetahui kecepatan yang terjadi pada aliran air irigasi 5m/detik.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pantai merupakan daerah terjadinya interaksi antara tiga unsur alam utama yaitu, daratan, perairan, dan udara. Pada pesisir pantai ditandai dengan kelandaian perubahan ekologi yang tajam. Zona intertidal adalah daerah yang terletak diantara pasang tertinggi dan surut terendah. Daerah ini merupakan daerah peralihan dari kondisi lautan ke kondisi daratan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Keanekaragaman dan Kelimpahan Teripang pada Zona Intertidal Pantai Landu di Desa Landu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Transek Kuadrat. Hasil penelitian menunjukan Teripang yang ditemukan di perairan Pantai Landu dikategorikan dalam 2 famili yaitu Aspidochirota dan Holothuriidae dengan 4 spesies yang tersebar di 5 transek pengamatan. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan komposisi jenis Teripang yang dinyatakan berdasarkan observasi serta melakukan pengukuran dan perhitungan indeks keanekaragaman dan kelimpahan . Berdasarkan hasil perhitungan indeks keanekaragaman spesies Teripang yang terdapat pada transek I 1,32, transek II 1,29, transek III 1,37, transek IV 1,30 dan transek V 1,35, nilai indeks keanekaragaman tersebut berada pada kateogori sedang. Kelimpahan jenis teripang yang ditemukan pada lokasi penelitian transek I memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 7,4 ind/m3 dengan diikuti transek III memiliki kelimpahan 7 ind/m3. Teripang jenis H. scabra memiliki kelimpahan tertinggi yaitu 3 ind/m3 dengan kepadatan relatif 29,7%, Teripang jenis H. leucospilota memiliki kelimpahan terendah yaitu 0,6 ind/m3 dengan kelimpahan relatif 20,48%. perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, mengenai keanekaragaman Teripang pada Zona Subtidal pada musim kemarau.
KATA KUNCI: Keanekaragaman, Kelimpahan, Spesies Teripang
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
RANCANG BANGUN MESIN PENEPUNG DAUN KELOR SKALA RUMAH TANGGA
Manibak D. P. *) Lano M.L **) Makaborang M. **)
Fakultas Teknolopgi Pertanian Program Studi Mekanisasi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian Fakultas Kristen Artha Wacana Kupang pada tangga 29 September sampai dengan 29 November 2020. Penelitian ini adalah merancang bangun mesin penepung daun kelor skala rumah tangga” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan penepung daun kelor denagn mengunakan mesin penggerak dinamo dan berapa kapasitas kerja mesin penepung daun kelor. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, maka mesin ini dirancang kemudian dilakukan pengujian, pengamatan dan pengambilan data meliputi uji fungsional mesin. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja dari setiap komponen pada saat mesin dioperasikan dan komponen-komponen mesin ini berfungsi dengan baik. Kapasitas kerja mesin: 3.311 gram/detik. Presentase daun kelor yang tergiling 60,4% sedangkan yang tidak tergiling 39,6%.