2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
EFISIENSI PENGELOLAAN MODAL KERJA PADA KSP KOPERASI KREDIT SOLIDARITAS KOTA KUPANG
ABSTRAK
Skripsi Ini Berjudul “ Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja Pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang tahun 2016-2018”. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah Efisiensi Pengelolaan Modal Kerja Pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari Tahun 2016-2018. Persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi kredit solidaritas kota kupang dari Tahun 2016-2018. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang Dari 2016-2018. Efisiensi pengelolaan modal kerja dihitung menggunakan rasio Likuiditas, Akttivitas dan Rentabilitas. Masing-masing Rasio memiliki perhitungan rasio sendiri untuk menganalisis hasil efisiensinya. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang sejak awal berdiri sampai tahun 2019, sedangkan sampel hanya menggunakan laporan keuangan pada tahun 2016-2018. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan data dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara melakukan penataan hasil penelitian menurut konsep dan variabel penelitian dan dilanjutkan dengan perhitungan dan analisi rasio-rasio yang digunakan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efisiensi pengelolaan modal kerja pada Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio likuiditas terdiri dari lima rasio perhitungan diantaranya, Modal kerja bersih, menunjukkan nilai yang semakin meningkat nilainya setiap tahun. Rasio lancar, menampilkan nilai cenderung mengalami penurunan pada setiap tahunnya. Rasio Kas, menunjukkan jumlah nilai dan hasil yang tidak menetap, meningkat, menurun dan meningkat lagi. Rasio cepat, menunjukkan nilai yang cenderung menurun dan Rasio modal bersih terhadap total aset, menunjukkan hasil yang tidak tetap pula yang selalu meningkat, menurun dan meningkat lagi. Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Aktivitas terdiri dari lima rasio perhitungan dan hasil analisinya diantaranya, Perputaran Total aset ,menunjukkan perputaran aktiva yang lambat dan menurun menunjukkan adanya komposisi jumlah aktiva kurang efisien. Perputaran Modal Kerja, menampilkan peningkatan dan nilai yang tetap. Perputaran persediaan ,menunjukkannilai yang menurun setiap tahunnya dan Persediaan rata-rata menampilkan indeks kemajuan karena nilai perputaran yang terus meningkat setiap tahunnya.Efisiensi pengelolaan modal kerja pada KSP Koperasi Kredit Solidaritas Kota Kupang dari rasio Rentabilitas terdiri dari enam anak rasio yaitu, Marjin laba kotor, menunjukkan hasil yang tidak tetap karena setiap tahun nilainya bisa meningkat tetapi kembali menurun.Marjin laba operasi, menunjukkan nilai yang juga menurun di setiap tahunnya. Rasio Operasi, menunjukkan hasil yang baik karena mengalami peningkatan dari tahun 2016-2018. Marjin laba Operasi, Laba atas Investasi dan Laba atas Ekuitas, ketiga rasio inimenunjuk pada hasil yang menurun setiap tahunnya. Sedangkan efisiensi modal kerja untuk rasio lancar mengalami penurunan nilai dari tahun 2016-2018 Untuk itu, Koperasi Kredit Solidaritas perlu untuk memperhatikan Aset lancar yang cenderung meningkat setiap tahun dan mengusahakan kewajiban lancar yang semakin meningkat pula setiap tahunnya. Untuk rasio cepat memiliki nilai yang cenderung tidak tetap setiap tahunnya. Sedangkan perputaran persediaan mengalami penurunan nilai dari tahun 2016-2018. Walupun belum cukup efektif namun total persediaan tidak pernah berada dibawah 2 dan diatas 3.
Kata Kunci: Efisiensi, Modal Kerja, Rasio Likuiditas, Rasio Aktivitas, dan Rasio Rentabilitas.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK
RANCANG BANGUN ALAT PENCACAH BATANG PISANG
Tuaf A Okran* Dethan. J. J. S ** Nainiti. N. P. P. E**
Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
Penilitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari di Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui rancang bangun alat pencacah batang pisang. Kegunaan dari penilitian ini adalah sebagai referensi dan informasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Dari hasil penilitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat pencacah batang pisang dapat berfungsi sesuai dengan desainnya. Dari hasil uji kinerja alat pencacah batang pisang menunjukan bahwa kapasitas kerja alat, dengan kapasitas kerja alat sebesar 3000 gram dengan waktu rata – rata 1,23 detik menghasilkan cacahan sebanyak 2,435kg/jam . Dalam rancangan alat pencacah batang pisang ini menggunakan tenaga penggerak yaitu motor listrik (dynamo) dan bahan utama adalah batang pisang.
Kata Kunci :Rancang bangun, Alat Pencacah, Batang Pisang
* peneliti
** pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH SUBSTITUSI PASTA TAPE SINGKONG (Manihot utilissima)PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK DONAT
Alfons U. Rewa *), Ir. M. Nuhamara, MP **), Ir. I.D.A.A.R.R.Adi, MP **)
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
ABSTRAK
Donat merupakan panganan yang digoreng berbentuk cincin dan berlubang ditengahnya, donat biasanya terbuat dari tepung terigu dan campuran bahan lainnya yaitu gula, telur, mentega, ragi, susu, air. Tepung terigu juga dapat disubstitusi dengan tape singkong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pasta tape singkong pada tepung terigu terhadap karakteristik kimia dan organoleptik donat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus sampai selesai di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Total tepung terigu dan pasta tape singkong yang digunakan sebanyak 400 gram dengan presentase perlakuan 0% tanpa penambahan pasta tape singkong, 10% pasta tape singkong, 20% pasta tape singkong, 30% pasta tape singkong. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, volume pengembangan, tekstur, warna, rasa, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa donat dengan substitusi pasta tape singkong 10% atau 40 gram, memiliki kualitas paling baik dengan nilai rata - rata yaitu volume pengembangan 67,282%, tekstur 181,333gr, warna 4,767 (sangat suka), rasa 4,867 (sangat suka), aroma 4,667 (sangat suka) serta menghasilkan kadar air 22,147%.
Kata Kunci : Donat, Tepung Terigu, Pasta Tape Singkong
*) Peneliti
**) Pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
In learning process at the level of Senior High school specially of English subject, it’s difficult for students in learning if the teacher apply the learning method is not effective, specially in speaking English. To overcome this problem, the writer interested to do research about An Analysis on Role Play Method Applied By Teacher In Teaching English.Therefore the problem formulated is what are the steps of role play method applied by teacher in teaching English. The aims of this study is to find out what are the steps of role play method applied by teacher in teaching English. Based on the results of research obtained from both of video, shows there is a difference on steps which is use by teacher in applied role play method. On the first video, the teacher applied the procedure of role play method consist of : (1) preparation and instrution consist of : warm up,explaining the participant role and explaing the audience role (2) Dramatic action and Discussion (3) and the last evaluation but the teacher does not explaining general situation. While on the second video, there are steps that are not done by the teacher that is : explaing audience roles and discussion. Based on analysis data, it can be concluded that role playing method which has been applied by the teacher in teaching English. Role play method can increase students interest and attention, so students activities in the learning process are more active. Therefore, the role playing method is appropriate for a teacher to use in teaching English. From this study the writer recommends the steps that must be applied by teacher in teaching English that is : (1) preparation and instrution consist of : warm up, explaining the general situation,explaining the participant role and explaing the audience role (2) Dramatic action and Discussion (3) and evaluation.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Baab sjqjajk
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian tentang pengaruh jenis kemasan terhadap masa simpan produk manggulu. Metode yang digunakan adalah mengunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali ulangan dengan jenis kemasan yang berbeda antara lain daun pisang, PP vakum, PP tanpa vakum dan retort pouch. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada aroma tertinggi terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,255 gr. Warna produk manggulu yang paling tertinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,132 gr. Rasa produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 4,167 gr. Tekstur produk manggulu yang paling tertinggi disukai terdapat pada perlakuan PP vakum dengan nilai 4,21 gr. Dan kadar air produk manggulu yang paling terendah terdapat pada perlakuan PP Vakum dengan nilai 12,6495 %
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS KEBUTUHAN AIR TANAMAN MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 UNTUK PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT DI DESA BAUMATA KABUPATEN KUPANG
Magur S.T. * ) Nainiti N.P.P.E.**) Dethan J.J.S. **)
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di Lab Mekanisasi Pertanian FATETA, UKAW Kupang.Cropwat 8.0 adalah program berbasis windows yang digunakan untk menghitung kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah,iklim, dan data tanaman. Cropwat 8.0 dapat dipergunakan untuk menghitung evapontranspirasi potensial, evapontranpirasi aktual,kebutuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan, serta merencanakan pemberian air irgasi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi tanaman tomat dari tahap penanaman hingga panen dengan program Cropwat 8.0.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data sekunder diperoleh dari BMKG berupa data iklim selama 5 Tahun dengan periode pengamatan 2015 s.d. 2019 kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Cropwat 8.0. Berdasarkan data iklimnya diperolehEvapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan September yaitu 5,41 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,37 mm/hari. Semakin tinggi temperatur udara dan lama penyinaran maka nilai evapotranspirasi potensial (ETo) juga semakin tinggi. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,66 mm/hari.Kemudian kebutuhan air tanaman semakin besar setiap bulannya. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan Maret dekade ke-3 sebesar 45,6 mm/dec dan terendah pada bulan April dekade ke-2 sebesar 10,9 mm/dec.
Kata kunci : data klimatologi, irigasi, Cropwat 8.0, tomat
Keterangan
*) Peneliti
**) Pembimbing
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH PERBEDAAN KOSENTRASI PASTA BUAH PISANG AMBON TERHADAP DAYA TERIMA KONSUMEN KUE BOLU
Joao R.G. Taka*)Ir. A. Medah, MP**) Ir. Zet Malelak, M.Si**)
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
ABSTRAK
Penelitian ini tentang kosentrasi pasta buah pisang ambon terhadap daya terima konsumen kue bolu. Tujuan peneltian untuk mendapatkan level kosentrasi yang cocok dalam penambahan pasta pisang ambon untuk pembuatan kue bolu yang dapat diterima oleh kosumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 4 perlakuan termasuk kontrol dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan prensentase Perlakuan. 0 % tanpa penambahan pasta pisang ambon. 20 % penambahan pasta pisang ambon 30% penambahan pasta pisang ambon, dan 40 % penambahan pasta pisang ambon. Variabel yang diamati adalah, karakteristik organoleptik yaitu Tekstur, Warna, Aroma, Rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji analisis organoleptik terdapat pada tekstur kue bolu paling disukai pada perlakuan D dengan menghasilkan skor 3.600, Warna kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.767, Aroma kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3.700, dan Rasa kue bolu paling disukai pada perlakuan D yaitu dengan skor 3. 767.
kata kunci : Bolu,tekstur, warna, aroma dan rasa
* ( peneliti )
** ( Pembimbing)
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
STUDI TENTANG KOMPOSISI BETA KAROTEN DAN DAYA TERIMA CENDOL BERBASIS CAMPURAN TEPUNG TAPIOKA DAN BUBUR LABU KUNING (Cucurbhita Moschata)
Demetria M.H. Lekik*), Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT**), Ir. M. Nuhamara, MP**)
(Fakultas Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang)
ABSTRAK
Labu merupakan kelompok tumbuhan merambat dari famili Cucurbitaceae. Labu kuning kaya akan beta (β) karoten yang berfungsi sebagai prekursor vitamin A (Astawan, 2004) juga memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi (Gardjito, 2005). Cendol adalah produk olahan pangan yang berbahan dasar tepung hunkwe dan tepung beras, memiliki tekstur yang kenyal dan mempunyai ciri khas berwarna hijau (Rahman, dkk., 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pencampuran tepung tapioka dengan bubur labu kuning terhadap organoleptik (rasa, warna dan tekstur) sebagai bentuk penganekaragaman produk olahan dari labu kuning. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 50%, 55%, 60% bubur labu kuning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan 60%, yang dimana proporsi bubur labu kuning 60% terhadap tekstur cendol labu kuning yang tertinggi dengan skor 3,6, rasa cendol labu kuning yang paling tertinggi disukai yaitu terdapat pada perlakuan 60% dengan skor 3,8, warna cendol yang sesuai dengan pengamatan terhadap kartu warna makanan, warna yang paling tegas terdapat pada perlakuan 60% dengan indikator warna orange 021.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
EFEK PENAMBAHAN SARI SERAI (Cymbopogon citratus) PADA SUSU UHT FULL
CREAM TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ES CREAM RASA SARI SERAI OLEH KONSUMEN
Amilda. Tunmuni1) Ir. A.I. Medah, MP2) Ir. Zet Malelak, M.Si2)
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Kristen Artha Wacana Kupang
ABSTRAK
Penelitian tentang efek penambahan sari serai terhadap susu UHT full cream bertujuan untuk memperoleh es cream sari serai yang disukai oleh konsumen. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase 0%, 5%, 10%, dan 15% sari serai. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji organoleptik pada warna es cream terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767. Aroma es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,700. Rasa es cream sari serai yang disukai konsumen terdapat pada perlakuan 10% dengan nilai 3,767.
kata kunci : Bahan pangan lokal, es cream, organoleptik
* ( peneliti )
** ( Pembimbing)
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG BIJI NANGKA DAN TEPUNG TERIGU
TERHADAP SIFAT SENSORIK KUE KERING
Trisna Susanti. Tnunay*), Ir.A. I. Medah.,Mp**), Ir. I. D. A. A. R. R. Adi,Mp**)
ABSTRAK
Biji nangka merupakan bahan yang terbuang setelah dikonsumsi walaupun ada sebagain kecil masyarakat yang mengolahnya untuk dijadikan makanan misalnya dilolah menjadi kolak. Kue kering merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat.
Menurut SNI 01-2973-1992, kue kering merupakan salah satu jenis biskuit yang terbuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relatif renyah bila dipatahkan dan bertekstur padat.
Menurut O’brien lemak dalam kue kering berfungsi sebagai shortening dan akan mempengaruhi tekstur, flavor, kelembutan, dan mouthfeel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung biji nangka dalam pembuatan kue kering terhadap organoleptik ( rasa, warna, aroma dan tekstur) dan untuk mendapatkan salah satu tingkat kesukaan dalam menghasilkan kue kering yang baik. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulangi sebanyak 3 kali dengan presentase ) 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% substitusi tepung biji nangka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan substitusi 10% terhadap rarsa kue kering yang tertinggi yaitu dengan skor 4,800 (sangat suka), Warna kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,667 (sangat suka), aroma kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan skor 4,711 (sangat suka), dan tekstur kue kering yang paling tinggi yaitu pada perlakuan substitusi 10% dengan
skor 403,667 (sangat suka).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu kendala kurang lancarnya proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah-sekolah termasuk di dalamnya dalam materi tolak peluru adalah kurang memadainya sarana yang dimiliki sekolah yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah media alternatif modifikasi untuk mengganti peluru yang memang cukup mahal harganya. Media alternatif modifikasi tersebut harus bisa mewakili karakteristik peluru, murah, banyak tersedia atau mudah di dapat. Alat modifikasi yang dibuat menggunakan bola plastik berukuran kecil yang di isi dengan pasir dan dililit flakban.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan alat modifikasi.
Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Menurut Kemmis dan McTaggart Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari tiga tahap pada satu siklus, apabila dalam tindakan kelas ini ditemukan kekurangan dan tidak terciptanya target yang telah ditentukan, maka ini ditemukan dan tidak tercapainya target yag telah ditentukan, maka diadakan perbaikan pada perencanaan dan pelaksanaan siklus berikutnya.
Berdasarkan hasil penelitian siklus I pemahaman siswa yang tergolong dalam kriteria baik sekali 15,78 %, baik 36,84 %, cukup 21,95 %, kurang 26,32 dan kurang dari 0 %. Pada aspek psikomotor yang tergolong kriteria baik sekali 0,00 %, baik 26,31 %, cukup 47,36 %, kurang 26,31 % dan kurang dari 0%. Pada perilaku siswa yang tergolong kriteria baik sekali 26,31 %, baik 31,57 %, cukup 21,05 %, kurang 21,05 % dam kurang dari 0%. Pada siklus II pemahaman siswa yang tergolong baik sekali 47,36 %, baik 52,63 %, cukup 0, kurang 0 % dan kurang dari 0%. Pada aspek psikomotor yang tergolong baik sekali 57,89%, baik 42,10 %, cukup 0 %, kurang 10,52 % dan kurang dari 0%. Pada perilaku siswa yang tergolong baik sekali 68,42 %, baik 31,57 %, cukup 0 %, kurang 0 % dan kurang dari 0 %. Dari hasil analisis yang diperoleh selama penelitian terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sampai siklus II untuk ketiga aspek (afektif, kognitif dan psikomotor). Aspek afektif pada siklus I (78,94 %) dan siklus II (100 %), pada aspek kognitif siklus I (73,68) dan siklus II (100 %), pada aspek psikomotor siklus I (73,68 %) dan siklus II (100 %).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH SUHU PADA PROSES CATALYTIK CRACKING DALAM PEMBUATAN BIOFUEL DARI MINYAK GORENG BEKAS
ABSTRAK
Benu J.C Makaborang. M** Lano L. M**
Penelitian ini tentang pengaruh suhu pada proses catalytik cracking dalam pembuatan biofuel dari minyak goreng bekas. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pada proses catalytik terhadap biofuel dan mengetahui suhu yang tepat pada proses catalytik cracing terhadap kualitas biofuel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksprimen lapangan dalam bentuk pola Rancang Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulang sehingga menghasilkan 20 percobaan. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = pemanasan 40 0C, P2 = pemanasan 50 0C, P3 = pemanasan 60 0C, P4 = pemanasan 70 0C. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Perlakuan suhu terhadap proses minyak jelantah menjadi biofuel menunjukan bahwa tidak berpengaruh pada uji taraf 1% tetapi pada uji taraf 5% memberi pengaruh nyata terhadap produksi biofuel Perlakuan terbaik terdapat pada suhu 700C dengan jumlah produksi biofuel sebesar 482 ml.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS EFISIENSI PADA SALURAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER PADA DAERA IRIGASI WEE LAGATE DESA UBU RAYA KECAMATAN LOLI KABUPATEN SUMBA BARAT
ABSTRAK
Wokura D.U * * Nainiti. N. P. P. E. ** Makaborang. M **
Penelitian berjudul Analisi Efisiensi pada saluran primer, sekunder dan tersier pada daerah irigasi wee lagate desa Ubu Raya Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat telah melakukan penelitian irigasi di Wee Lagate Desa Umbu Raya Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat. pada tahun 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Efisiensi pada saluan Primer, sekunder dan tersier. Wee Lagate Kabupaten Sumba Barat. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui Analisis Efisiensi pada saluran Primer, sekunder dan tersier Desa desa ubu raya Kecamatan Loli Kabupaten Sumba Barat telah dilakukan di Daerah Irigasi Wee Lagate, yaitu :Data debit saluran-saluran inflow-outflow untuk menentukan efisiensi saluran daerah irigasi wee lagate. Sedangkan untuk kehilangan air di saluran irigasi dianalisis dengan menghitung besarnya evaporasi, infiltrasi, dan kebocoran pada saluran. Data data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer, sekunder dan tersier berupa data kecepatan aliran yang diperoleh dari pengukuran tampang aliran di saluran. Hasilnya menunjukan bahwa efisiensi total saluran pririmer 93,37%. Dan efisiensi saluran sekunder 87,83%. sedangkan saluran tersier 67,70%. di Daerah Irigasi Wee Lagate Efisensi Total rata-rata adalah 65,81%. Dan Kehilangan tersebut disebabkan oleh kebocoran saluran 11,45%,. Kehilangan air di saluran sebagian besar disebabkan oleh banyaknya lining saluran yang rusak, adanya sedimentasi di saluran serta penggunaan aliran untuk kegiatan non irigasi.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul Skripsi adalah “Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A”, Masalah pokok Penelitian, “Mengapa hakim menjatuhkan pidana kepada pelaku tindak pidana aborsi saling berbeda antara satu dengan yang lain ?, Tujuan Penelitian dan penulisan dilakukan untuk mengetahui putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana aborsi berbeda diwilayah hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas I A ? ”
Metode Penelitian Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Penelitian Hukum Normatif Yaitu Penelitian Hukum Yang Dilakukan Dengan Cara Meneliti Bahan Kepustakaan atau (Data Sekunder) Berupa Putusan Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA. Data Sekunder Dalam Penelitian Terdiri Dari Tiga Bahan Hukum Yaitu 1. Bahan Hukum Primer, 2. Bahan Hukum Sekunder, Dan 3. Bahan Hukum Tersier. Hasil Penelitian Telah Membuktikan Bahwa Dasar Pertimbangan Hakim Terjadi Disparitas Penjatuhan Hukuman Yang Berbeda Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi Berdasarkan Putusan Nomor: 131/Pid.Sus/2016/PN.Kpg, Nomor: 242/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Nomor: 243/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Nomor: 244/Pid.Sus/2015/PN.Kpg, Adalah Sebagai Berikut :
A. Tuntutan Pidana Berbeda
B. Majelis Hakim Yang Memeriksa Dan Memutuskan Berbeda
C. Kualitas Perbuatan Pelaku
D. Faktor-Faktor Yang Memberatkan Dan Meringankan Dalam Persidangan
E. Faktor-faktor Yang Menimbulkan Terjadinya Disparitas Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi
F. Independensi Hakim
Kata Kunci : Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Aborsi
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Judul skripsi ini : "Kajian Yuridis Terhadap Perlawanan Pihak Ketiga
(Derden Verzet) Atas Sita Eksekusi Dalam Sengketa Hubungan Industrial".
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana dasar pertimbangan hakim
dalam menjatuhkan putusan terhadap perlawanan pihak ketiga atas sita
eksekusi dalam perselisihan hubungan industrial”. Penelitian ini bertujuan
“Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan
terhadap perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam perselisihan
hubungan industrial. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Normatif, yaitu
dengan mengkaji kasus perlawanan pihak ketiga atas sita eksekusi dalam sengketa
hubungan industial, dan dapat dilihat pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 940
K/Pdt.Sus-PHI/2017, Putusan Mahkamah Agung Nomor 684 K/Pdt.Sus/2010 dan
Putusan Pengadilan Negeri Kupang Nomor 7/Pdt.Plw/2017/PN.Kpg.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa
dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap perlawanan pihak
ketiga atas sita eksekusi dalam perselisihan hubungan industrial, yakni Majelis
Hakim mengabulkan dalil gugatan Pelawan dikarenakan Pelawan telah bisa
membuktikan dalil gugatannya tersebut baik melalui surat-surat maupun saksi-saksi
sesuai dengan pasal 164 HIR/284 RBG. Dasar dari pengajuan perlawanan pihak
ketiga (derden verzet) sendiri adalah hak kepemilikan dan Pelawan bisa menunjukkan
dan membuktikannya dalam persidangan serta telah dengan benar mengajukan
perlawanan terhadap Pengadilan yang memutuskan perkara tersebut sebagaimana
yang tercantum di dalam pasal 195 ayat (6) dan (7) HIR/206 RBG. Judex facti telah
salah dalam menerapkan hukum yakni karena belum memeriksa perkara pokok yang
ada, maka dari itu hakim Mahkamah Agung membatalkan Putusan dari Pengadilan
Negeri.
Hakim dalam menjatuhkan putusan atas apa yang menjadi keyakinan dari
hakim sendiri dengan mempertimbangkan setiap fakta-fakta dalam persidangan yang
dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan, karena itu setiap pertimbangan
Hakim juga harus diyakinkan dengan suatu dasar hukum yang kuat dan meyakinkan
agar Hakim tidak menjatuhkan putusan dengan sewenang-wenang pada suatu perkara
perdata. Oleh karena itu, diharapkan setiap Putusan Hakim dapat mewujudkan tujuan
adanya hukum dalam masyarakat yakni mengandung unsur-unsur Gerechtigkeit
(Keadilan), Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), dan Rechtssicherheit (Kepastian
Hukum).
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis Biologi Reproduksi Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang Didaratkan Di Pasar Ikan Oesapa Kota Kupang
)*Mehiwarleky, I, F )**Sabuna, A, Ch )**Kase, A, G, O
ABSTRAK
Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) adalah satu di-antara beberapa ikan pelagis yang hidup di perairan pantai dan suka bergerombol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Aspek biologi berkaitan erat dengan hubungan panjang berat, tingkat kematangan gonad (TKG) indeks kematangan gonad (IKG), rasio kelamin, faktor kondisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, dengan pengambilan sampel ikan di TPI Oesapa Kota Kupang. Pengamatan aspek biologi ini telah dilakukan selama 2 bulan yaitu bulan Juni-Juli di Laboratorium Eksakta Pendidikan Biologi UKAW. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis hubungan panjang berat ikan Tembang (Sardinella fimbriata), dan pola pertumbuhan ikan jantan dan betina di bulan Juni bersifat isometric dan allometrik positif. Tingkat kematangan gonad yang diperoleh pada bulan Juni dan Juli terdiri dati TKG I dan II. Rasio kelamin ikan Tembang (Sardinella fimbriata) jantan dan betina adalah 1:1,5 atau jantan 38% dan betian 68%. Nilai faktor kondisi ikan Tembang (Sardinella fimbriata) tertitnggi pada bulan Juli yaitu 3,43 dan berada pada kisaran 2-4, maka bentuk ikan agak pipih.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Suatu penelitian telah di lakukan di daerah irigasi Bukapiting penelitian ini di laksanakan pada bulan November sampai Desember, penelitian ini bertujuan untuk menghitung beberapa ketersedian air irigasi di Bukapiting Kecamamatan Alor Timur Laut untuk memghitung berapa kebutuhan air irigasi untuk pertanian padi di Bukapiting dan untuk menentukan pola tanam yang tepat berdasarkan ketersedian air yang ada di Bukapiting Kecamatan Alor Timur Laut.
penelitian menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif populasi dalam penelitian ini adalah sawah irigasi teknis seluas 360 ha. Teknik Pengumpulan data yaitu dari pemgumpulan data sekunder, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menemukan sebagai berikut: Debit rata-rata 1,786 m3/detik dan debit yang sampe ke saluran irigasi pada saluran primer adalah 3,572m3/detik, pada saluran sekunder 0,399m3/detik dan saluran tersier 0,36m3/detik. Kebutuhan air untuk pertanian yaitu berkisar antara 360m3/detik untuk masa tanm pertama dan kebutuhan air untuk masa tanam kedau yaitu 0,36m3/detik
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
PENGARUH JUMLAH PEMBERIAN AIR PADA IRIGASI TETES UNTUK BUDIDAYA TANAMAN BAYAM HIJAU
(Amaranthus )
ABSTRAK
Ikun Lau M. *) Nainiti N.P.P.E **) Lano. M. L **)
Irigasi tetes adalah suatu sistem untuk memasok air (dan pupuk) tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar ( emitter). Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi (hampir terus-menerus) disekitar perakaran tanaman. Bayam hijau ( Amaranthus ). Merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura dari jenis sayur-sayuran yang dimanfaatkan daun-daun yang masih muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pemberian air pada irigasi tetes untuk budidaya tanaman bayam hijau dan mengetahui jumlah pemberian air pada irigasi tetes berapakah yang baik untuk pertumbuhan tanaman bayam hijau.Penelitian ini dilakukan di Kebun bapak Agus bulan November 2020.Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga didapat 25 percobaan yaitu perlakuan A dengan jumlah pemberian air 100 ml/ polibag, perlakuan B dengan jumlah pemberian air 200 ml/ polibag, perlakuan C dengan jumlah pemberian air 300 ml/ polibag, perlakuan D dengan jumlah pemberian air 400 ml/polibag, perlakuan E dengan jumlah pemberian air 500 ml/polibag. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analaisis sidik ragam ( ANOVA). Hasil uji berganda Duncan menunjukkan bahwa pengaruh jumlah pemberian air irigasi tetes untuk budidaya tanaman bayam hijau (Amaranthus). Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan lebar daun. Berdasarkan parameter tersebut, maka perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan E jumlah pemberian air 500 ml/ hari dengan nilai rata-rata tinggi tanaman = 30,34 cm, jumlah daun = 11,40 helai, dan lebar daun = 7,66 cm.
Kata kunci : Bayam hijau,irigasi tetes, Air, pertumbuhan
Keterangan :
**) Pembimbing
*) Peneliti
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
VRENGKI ALVANUS FRARE (14390055). Pengaruh Penggunaan Konsentrasi Gula Merah dan Air Jeruk Nipis yang Berbeda Terhadap Karakteristik Petis Ikan Tongkol. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA, S.Pi. M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI, S.Pi.M.Si sebagai pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Limbah perikanan, khususnya limbah cair, biasanya langsung dibuang ke lingkungan yang dapat menyebabkan pencemaran serta menimbulkan bau yang mengganggu estetika lingkungan.Petis merupakan produk olahan yang termasuk dalam kelompok saus yang menyerupai bubur kental, liat dan elastis, berwarna hitamatau cokelat tergantung pada jenis bahan yang digunakan serta merupakan produk pangan yang mempunyai tekstur setengah padat (Intermediate Moistured Food).Kandungan unsur gizi dalam petis per 100 g yaitu energi 151,0 kkal, air 56,0%, protein 20%, lemak 0,2%, karbohidrat 24%, kalsium 37(mg), fosfor 36(mg), besi 2,8(mg). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh presentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda terhadap karakteristik organoleptik petis ikan tongkol dan untuk mengetahui pengaruh gula merah dan air jeruk nipis terhadap karakteristik kimiawi asam amino dan kadar air petis ikan tongkol.
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Pebruari-Maret 2020 yang bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan petis, pengujian organoleptik (penampakan, bau, rasa dan tekstur) dan pengujian kadar air, serta Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech, Bogor untuk pengujian asam amino. Metode penelitian adalah metode eksperimen yaitu membuat petis dengan faktor yang dicobakan yaitu gula merah dan air jeruk nipis dengan menggunakan Analisis Kovarians (Anova), dan diuji lanjut dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) menurut Gasperz (1991).
Hasil penelitian untuk paramter kenampakan berkisar antara 6,80-7,80, parameter aroma berkisar antara 6,35-7,70, parameter rasa berkisar antara 6,25-7,70, parameter tekstur berkisar antara 6,70,7,80, kadar air berkisar antara 24,00-30,00%, asam amino berkisar antara 647,77 mg/kg-4205,29 mg/kg
Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk petis ikan dari limbah perebusan ikan tongkol yang diproses dengan persentase gula merah dan air jeruk nipis yang berbeda nilai organoleptik parameter kenampakan tertinggi pada perlakuan 60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria cokelat agak kehitaman, menarik, dan sedikit kotoran. parameter aroma tertinggi pada persentase gula merah 60% dan 8 ml air jeruk nipis dengan kriteria harum, aroma ikan tongkol sedang tanpa bau tambahan dan enak, parameter rasa tertinggi pada persetase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis kriteria cukup enak, rasa ikan tongkol sedang, tidak amis dan rasa manis cukup. Sedangkan untuk parameter tekstur tertinggi pada persentase60% gula merah dan 8 ml air jeruk nipis.dengan kriteria agak kental, homogen dan sedikit kental. Kadar rata-rata kadar air 24%-29%. Nilai asam amino antara 647,77 kg/mg - 4205,29 kg/mg