Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Deni

10 karya publik ditemukan.

2022: 32021: 22020: 12016: 1

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGUASAAN HUTAN NEGARA SECARA TIDAK SAH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

mRumusan masalah:1.Bagaimana motif pelaku melakukan tidak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,2.Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,3.Bagaimana akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti.Tujuan penelitian ini:untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah,untuk mengetahui akibat hukum pelaku melakukan tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah terhadap korban dan barang bukti. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut:Motif pelaku tindak pidana penguasaan hutan negara secara tidak sah adalah : untuk menguntungkan diri sendiri dan kelompok tani,ingin menguasai lahan dan ingin menduduki kawan hutan.Modus pelaku tindak pidana penguasaan hutan secara tidak sah yaitu: Membuka lahan tanpa izin pelepasan kawasan hutan(TPKH) dari menteri kehutanan,Melakukan penebangan pohon diareal hutan dengan keterangan surat pernyataan tanah tidak bersengketa, Bermusyawara bersama seluruh kelompok tani untuk pembuatan kebun sawit di atas lahan Akibat hukum terhadap pelaku: Terdakwa dalam tahap penahanan,Terdakwa dijatuhkan pemidanaan,Terdakwa dijatuhkan pidana denda,Terdakwa dibebankan untuk membayar biaya perkara dan Akibat hukum terhadap korban yaitu korban mengalami kerugian.Sehubungan dengan kesimpulan diatas maka penulis mengemukakan saran sebagai berikut :Diharapkan kepada aparat penegak hukum yang berwenang dalam menangani kasus Penguasaan hutan secara tidak sah dengan bersungguh-sungguh

PERANAN PEMUDA KARANG TARUNA UNTUK MEMOTIVASI REMAJA DALAM MENJAGA KEBUGARAN JASMANI DI DESA MANULAI I

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Peranan Pemuda Karang Taruna Untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di Desa Manulai 1 Deni Samuel Matnai1*,Ramona M. Mae 2, Yahya J.Palinata 3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang:Berdasarkan identifikasi masalah diatas, ditemukan bawah masalah yang sedang terjadi adalah kurangnya partisapasi pemuda dalam organisasi karang taruna. Terdapat banyak remaja dari kalangan sekolah maupan yang telah lulus, tidak memiliki kegiatan yang dapat mengasah kemampaun, sebagai pengisih kegiatan Kebanyakan berkumpul tanpa ada kegiatan yang bermanfaat dan ketidak perdulian pemuda terhadap keberadaan lembaga karang taruna. Tujuan penelitian:Adapun tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui Peranan PKT untuk Memotivasi Remaja Dalam Menjaga Kebugaran Jasmani Di DesaManulai1. Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengaan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian dan kesimpulan atau verifikasi. Sampel pada penelitian ini adalah kepala desa manulai 1, ketua karang taruna, pemuda, dan remaja di desa manualai 1. Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukkan Pembentukan karang taruna diinisiatif guna menumbuhkan remaja yang berkualitas baik di bidang keolahragaan,, kerohanian, social. Proses pembentukan karang taruna di desa manulai 1, mendapatkan dukungan berbagai pihak dan elemen masyarakat. Kegiatan yang dilakukan pemuda karang taruna untuk memotivasi remaja di desa manulai 1, seperti mengadakan pelatihan sepak bola setiaphari yang sasarannya adalah anak remaja. Hambatan, yang di hadapi pemuda karng taruna adalah rendahnya motivasi, dukungan pemerintah desa yang tidak nampak. Karang taruna di desa manulai 1, mampu menjadi wadah perubahan bagi generasi muda, yang dapat membangkitkan semangat sertamotivasi remaja, Simpulan:Keberadan karang taruna di desa Manulai I, dibentuk guna menumbuhkan remaja yang berkualitas di bidang keolahragaan, kerohanian serta social.

AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

AN ANALYSIS ON THEMATIC ROLES IN GOSPEL OF LUKE OF TETUN BELU ABSTRACT Student, 1 Supervisor1 Supervisor2, Deni Kristian Bei Magdalena Ngongo June A. Jacob Corresponding Writer’s [email protected] The title of this writing is “An analysis on thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu” the problem of this study are 1. What are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu. 2. How are thematic roles in Tetun Belu classified based on gospel of Luke. Therefore the aims of this research is to describe what are the thematic roles in gospel of Luke of Tetun Belu, and to explain the Tetun Belu classification based on thematic roles in gospel of Luke. All the gained data are classified and analysed using Descriptive qualitative Method. The research was conducted in following procedure; first the writer chose Gospel of luke, second the writer read it to describe the Thematic roles, based on their writer, third analysed the data, fourth, the writer classified the thematic roles based on thematic roles, and the last the writer reported the Result of data analyzed. The result of this research showed that there are thirteen Thematic roles in Gospel of Luke of Tetun Belu. They are: Agent, Experiencer, Recipient, Beneficiary, Instrument, Theme, Patients, Stimulus, location, Source, Goal, Path, Accompaniment. Related to the classification argument in gospel of Luke of Tetun Belu there are some of roles that become mark to add another arguments in a sentennce they are; Agent is relevant with patient such as, we dei, Yesus, hakerek nia. Experiencer is relevant with Goal: Yesus nare, bero mamuk rua, Yesus toba, Maria bena. Recepient is relevant with source: Maria, natudu laran di’ak, ema. Beneficiary Recepient is relevant with Location such as, Ema ida, Daud husar-binan, Lewi, Yesus. Instrument is relevant with Agent such as, Nia, ha’i, mina morin. Theme is o fiar ti’an, Fini nia. Patients is relevant with Agent: Ami, kfui bele-bele, Yesus, hakerek nia, tubi. Stimulus is relevant with Theme: kalo’an, sia. lia maliak, kalo’an. Location is relevant with Theme such as, ita, Betlehem, Yesus Debu boot Galilea tehen. Source is relevant with Agent such as, Nia, ha rai Galilea. Goal is relevant with source: leo Nasaret, iha rai Galilea, Nia, Yesus, sa’e bero. Path is relevant with Agent such as, na’i lulik, tuir nia, ema ida, fila baa, Nasaret. Accompaniment is relevant with Agent such as Maria, no Elisabet, no sia. Key words: Luke Gospel,Thematic Roles,Tetun Belu.

TENUNAN MOTIF TOKEK Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Motif Tokek Pada Selimut dan Tenunan Sarung Serta Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Soleman Neonmat, Klasis Soe Timur.

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tenunan merupakan salah satu jenis karya seni budaya khas Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Tenunan yang dilestarikan merupakan warisan budaya nenek moyang kepada orang-orang atau suku-suku yang ada di satu tempat. Pada kain-kain tenunan terajut gambar motif-motif yang mengandung makna dan nilai budaya, salah satunya tenunan motif Tokek dalam suku Amanuban di Timor Tengah Selatan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang pemahaman jemaat GMIT Soleman Neonmat terhadap, makna dan nilai, dan manfaat tenunan motif Tokek. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan wawancara dan pengamatan terhadap objek penelitian. Penulis juga menggunakan metode penulisan deskriptif- Analisis-reflektif untuk menguraikan hasil penelitian yang di dapat. Penulis juga menggunakan teori Bevans yaitu antropologi untuk membantu penulis menemukan nilai-nilai yang terkandung dalam tenunan motif tokek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman orang Timor tentang Tokek mengarah kepada totem orang Timor. Buaya dipercaya sebagai asal usul orang Timor sedangkan Tokek sebagai identitas orang Timor, dimana selalu ada tokek yang tingal di setiap rumah orang Timor. Bagi orang Timor Tokekmenggambarkan identitas mereka.Berkaitan dengan hal ini maka Alkitab juga berbicara tentang identitas, bagaimana Allah mengenal kita sebagai umat kepunyaanNya. Allah menciptakan lalu memberikan mandat kepada manusia agar terus melakukan dan meneruskan mandat Allah. Lewat tenunanMotif Tokek mengajarkan orang Timor bagaimana memaknai akan identitas dirinya yang siap mengakui dirinya dimanapun berada untuk menjalankan tugas yang diemban dari Allah. Kata Kunci: Timor,Tenunan,Tokek, Motif Tokek, Identitas

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH SUHU PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN ATSIRI SEREH MERAH Tadu U.TH. D *) Dethan S.J.J **)) Bunga Haba J. F***))) ABSTRAK Penelitian ini tentang. Pengaruh suhu penyuligan Terhadap Rendemen minyak sereh merah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu yang tepat dari daun sereh merah Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan masing – masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 9 unit percobaan dengan masing – masing perlakuan bahan baku sebanyak 1000 gram daun sereh merah. Variabel yang diamati adalah rendemen minyak sereh merah yang dihasilkan dari proses penyulingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis sidik ragam anova densitas minyak sereh merah tertinggi terdapat pada perlakuan C Kata Kunci: Ekstraksi, Penyulingan, Densitas, Daun Sereh Merah

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY LONTAR

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENAMBAHAN GELATIN DALAM PEMBUATAN PERMEN JELLY LONTAR Oktavianus D. D. Putra*) Lesybeth M. Nubatonis**) Zet Malelak***) *Mahasiswa Program Studi Teknolgi HasilPertanian Universitas Kristen Artha Wacana ABSTRAK Penelitian ini di laksanakan di laboratorium Eksata universitas kriten artha wacana kupang pada tanggal 28 juni – 1 juli 2021. Tujuan ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin dalam pembuatan permen jelli lontar. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing – masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 80 gram, 100 gram, 120 gram, dan 140 gram gelatin. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik terbaik pada rasa terdapat pada perlakuan A dengan penambahan 80 gram gelatin menghasilkan nilai rata – rata 1,361 (sangat manis). Dan tekstur permen jeli lontar yang paling di sukai terdapat pada perlakuan A dengan nilai rata – rata 1,500 (sangat lunak). Uji tekstur dengan menggunakan alat penetrometer menunjukan bahwa tingkat kekerasan terbaik terdapat pada perlakuan A dengan nilai rata – rata 2 m/s. Kata kunci : permen, suspensi lontar, rasa, dan tekstur. *) peneliti **) pembimbing

KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI WILAYAH PESISIR PANTAI BOLOK KABUPATEN KUPANG

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK DENI MANTOLAS (14380023). Keanekaragaman Gastropoda di Wilayah Pesisir Pantai Bolok Kabupaten Kupang (di bawah bimbingan Alfred G. O. Kase., S.Pi., M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R.L. Supit., S.Pi. M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, universitas Kristen artha wacana-kupang. Salah satu zona intertidal di wilayah NTT yang diketahui memiliki berbagai macam ekosistem adalah Wilayah Pesisir Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gastropoda di Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April – Mei 2020 di Pesisir Pantai Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Analisis yang digunakan adalah Kelimpahan jenis, Keanekaragaman dan Keseragaman. hasil penelitian yang telah di lakukan di Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, terdapat 12 jenis Gastropoda yang ditemukan pada lokasi penelitian. Nilai kelimpahan tertinggi adalah jenis Bulla vernicosa dan terendah adalah Tectus (Rochia) Fenestratus, Monetaria Annulus Circumpicta, sedangkan Nilai indeks keanekaragaman yang terdapat pada ketiga stasiun dikategorikan indeks keanekaragaman sedang karena nilai H’ yang diperoleh 1 H’ 3, dan Nilai indeks keseragaman tergolong seragam/stabil. Kisaran nilai parameter lingkungan diketahui masih tergolong normal dan baik untuk kelangsungan hidup gastropoda yakni suhu berkisar 28,33 - 29,00℃, salinitas berkisar 30,66 – 31,66 o/oo, dengan pH perairan 7,99 – 8,01. Kata kunci: Gastropoda, Keanekaragaman, Pantai Bolok.

DESKRIPSI TENTANG DASAR PERTIMBANGAN HAKIM MENJATUHKAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN”

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Judul skripsi adalah,“DESKRIPSI TENTANG DASAR PERTIMBANGAN HAKIM MENJATUHKAN PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERJUDIAN”. Masalah pokok “Bagaimana dasar Pertimbangan Hakim menjatuhkan Putusan Pemidanaan terhadap pelaku Tindak Pidana Perjudian Kartu Remi”?.Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Hukum Normatif, yaitu dengan mengkaji PutusanNo. 32/Pid.B/2020/Pn.Wkb,No.40/Pid.B/2020/Pn.Wkb,No.52/Pid.B/2019/PN.Wkb,No137/Pid.B/2019/Pn.Wkb,No.28/Pid.B/2018/Pn.Wgp.Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim Pengadilan Negeri memutus perkara tindak pidana Perjudian Kartu remi dengan dakwaan alternative dan Dakwaan Primair Subsidiair dari jaksa penuntut umum dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan Terdakwa dianggap telah memenuhi unsur-unsur yang ada dalam Pasal yang terbukti. Hakim Menjatuhkan putusan atas apa yang menjadi keyakinan dari hakim sendiri dengan mempertimbangkan setiap fakta-fakta dalam persidangan yang dapat membuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana berdasarkan dakwaan dan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum, karena itu setiap pertimbangan Hakim juga harus diyakinkan dengan suatu dasar hukum yang kuat dan meyakinkan agar Hakim tidak menjatuhkan putusan dengan sewenang-wenang pada suatu perkara pidana. Oleh karena itu, diharapkan setiap Putusan Hakim dapat mewujudkan tujuan adanya hukum dalam masyarakat yakni mengandung unsur-unsur Gerechtigkeit (Keadilan),Zweckmassigkeit (Kemanfaatan), Rechtssicherheit (Kepastian Hukum).