2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kehidupan bergereja di konteks perkotaan kerap dipahami secara sempit sebagai aktivitas yang berpusat pada gedung gereja, liturgi, dan struktur kelembagaan. Cara pandang ini sering kali menutupi realitas sosial yang lebih dalam, khususnya pengalaman kemiskinan struktural yang dialami sebagian anggota jemaat. Penelitian ini berangkat dari persoalan tersebut dengan memfokuskan kajian pada konsep Gereja Diaspora yang dikemukakan oleh Y. B. Mangunwijaya dan implikasinya bagi kehidupan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua sebagai gereja perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk merefleksikan secara teologis realitas kemiskinan struktural dalam kehidupan jemaat serta menelaah bagaimana pemikiran Gereja Diaspora dapat menjadi kerangka teologis bagi pembaruan pelayanan gereja. Penelitian ini juga bertujuan menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk hadir bukan semata sebagai organisasi religius, melainkan sebagai organisme iman yang hidup, bertumbuh, dan berpihak pada kehidupan umat yang rentan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan refleksi teologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya Y. B. Mangunwijaya, kajian Alkitab, serta analisis kontekstual berdasarkan data sosial dan pekerjaan Jemaat GMIT Kaisarea BTN Kolhua. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan kritis atas realitas jemaat sebagai “tanda-tanda zaman” yang menantang gereja untuk merefleksikan kembali identitas dan panggilannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami sebagian jemaat GMIT Kaisarea merupakan bentuk kemiskinan struktural yang tidak dapat direduksi sebagai persoalan individual. Dalam terang pemikiran Mangunwijaya, kemiskinan tersebut menjadi locus teologis yang menguji kesetiaan iman dan kesaksian gereja. Konsep Gereja Diaspora menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk bergerak dari pemusatan pada gedung menuju kehadiran nyata dalam kehidupan umat. Dengan demikian, GMIT Kaisarea dipahami sebagai “Kebun Anggur Tuhan yang Berbunga,” yakni komunitas iman yang merawat keberagaman, memperjuangkan martabat manusia, dan menghadirkan Injil sebagai daya yang membebaskan di tengah realitas perkotaan yang timpang.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam yang mengandung unsur perjudian sebagai persoalan teologi pastoral dan etika pelayanan gereja. Praktik tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai iman Kristen dan tata kehidupan bergereja, tetapi juga memunculkan krisis kepemimpinan dalam kehidupan persekutuan jemaat. Keterlibatan pelayan gereja dalam praktik ini berdampak pada melemahnya integritas kepemimpinan, terganggunya relasi pelayanan, serta menurunnya kepercayaan jemaat terhadap gereja sebagai komunitas moral. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realitas kasus, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan majelis jemaat, menafsirkan kasus tersebut secara teologis, serta merumuskan rencana aksi pastoral yang bersifat kontekstual, operasional, dan berorientasi pada pemulihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Interpretasi teologis dilakukan dengan merujuk pada teks 1 Samuel 2:11-26 yang menggambarkan krisis kepemimpinan rohani akibat pembiaran terhadap dosa dan kegagalan tanggung jawab pelayan Tuhan. Teks ini menjadi dasar refleksi untuk memahami relasi antara jabatan pelayanan, tanggung jawab etis, dan kehidupan iman pelayan gereja. Kerangka teologi pastoral Howard Clinebell digunakan sebagai landasan untuk menata rencana aksi pastoral melalui fungsi pembimbingan, penopangan, penyembuhan, pemulihan, dan pemeliharaan sebagai proses yang saling berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan majelis jemaat dalam praktik sabung ayam dipengaruhi oleh kebiasaan sosial yang terinternalisasi, tekanan ekonomi, lemahnya penghayatan jabatan pelayanan sebagai panggilan iman, serta kurangnya pendampingan pastoral yang personal dan berkelanjutan. Dampak dari praktik tersebut terlihat dalam krisis kepemimpinan gerejawi dan kebingungan nilai di tengah jemaat. Oleh karena itu, rencana aksi pastoral difokuskan pada pemulihan majelis jemaat sebagai subjek utama, dengan keterlibatan gereja, jemaat, dan keluarga sebagai ruang pendukung pemulihan iman dan relasi. Penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pastoral tidak dapat berhenti pada teguran normatif, tetapi harus diwujudkan melalui pendampingan yang menyentuh dimensi personal, relasional, dan struktural, sehingga kepemimpinan gerejawi dapat dipulihkan dan persekutuan jemaat dibangun secara sehat dan bertanggung jawab.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam teks 1 Samuel 2: 12-17, 22-25 menceritakan tentang kemerosotan moral keluarga imam Eli, yakni Hofni dan Pinehas. Teks mengungkapkan bahwa sebagai imam, Hofni dan Pinehas melakukan kejahatan yang merendahkan Allah, bahkan melibatkan para perempuan untuk melakukan dosa perzinahan di kemah pertemuan. Berdasarkan persoalan moral ini, penulis hendak meneliti untuk mencari tahu faktor-faktor penyebab kemerostan moral Hofni dan Pinehas. Metode penelitian yang dilakukan penulis ialah kualitatif, dengan menggunakan pendekatan historis kritis. Analisis yang dilakukan penulis berangkat dari kajian konteks historis, analisis kata Ibrani, sehingga pada bagian menafsir penulis dapat mengetahui setiap makna dan ayat kunci untuk menemukan kerygma yang terkandung dalam teks. Hasil kajian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor penyebab kemerosotan moral Hofni dan Pinehas, yaitu diri sendiri yang menolak otoritas Allah, pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan Eli sebagai orang tua. Dalam kaitannya dengan konteks masa kini, teks ini relevan dengan pergumulan majelis jemaat di GMIT kemah Ibadat Airnona terhadap kemerosotan moral anak yang melakukan miras, merokok, perjudian, malas bergereja, pernikahan beda agama, mencuri dan malas beribadah. Berdasarkan data yang didapatkan penulis, faktor penyebab kemerosotan moral anak majelis jemaat ialah individual, pola pengasuhan orang tua dan lingkungan. Berangkat dari persoalan ini, maka penulis mengusulkan agar persoalan mengenai kemerosotan moral anak tidak bisa dilihat sebagai persoalan biasa, melainkan persoalan relasional dengan Allah. Oleh karena itu, tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak secara rohani harus dilakukan berulang-ulang kali, tanpa dibatasi oleh usia.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada persoalan bagaimana narasi perjumpaan Yesus dan Zakheus dalam Lukas 19:1–10 memuat konstruksi ideologis tertentu, serta sejauh mana narasi tersebut dapat dibaca sebagai dasar teologis bagi pemahaman nir- kekerasan dalam upaya penyelesaian konflik di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Fokus ini muncul dari kenyataan bahwa konflik merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan bergereja di GMIT. Cara konflik ditangani mencerminkan pilihan-pilihan teologis dan struktural tertentu, yang penting untuk dianalisis secara kritis guna melihat sejauh mana penanganan tersebut berkontribusi pada pemulihan relasi dan penguatan persekutuan gerejawi. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap ideologi dominan yang bekerja di balik teks Lukas 19:1–10, menelusuri ideologi alternatif yang ditampilkan melalui tindakan Yesus, serta merumuskan kontribusi teologisnya bagi pengembangan pemahaman nir-kekerasan dalam konteks penyelesaian konflik di GMIT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penafsiran teks dilakukan melalui kritik ideologi dengan analisis intrinsik dan ekstrinsik, sehingga teks dibaca sebagai produk sosio-historis yang berelasi dengan struktur kuasa, eksklusi sosial, dan dinamika kekerasan yang dilembagakan dalam konteks Kekaisaran Romawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas 19:1–10 merefleksikan ideologi dominan berupa etnosentrisme religius yang melegitimasi eksklusi sosial dan kekerasan kultural terhadap Zakheus sebagai pemungut cukai. Di tengah konstruksi tersebut, tindakan Yesus menghadirkan ideologi alternatif berupa praksis nir-kekerasan yang bersifat relasional dan transformatif, yang membuka ruang pertobatan, pemulihan relasi sosial, dan keadilan ekonomi tanpa paksaan. Temuan ini menegaskan bahwa nir-kekerasan dalam Injil Lukas berfungsi sebagai strategi teologis aktif yang relevan untuk mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik di GMIT yang berorientasi pada rekonsiliasi dan pemulihan persekutuan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tulisan ini berangkat dari realitas pelayanan gereja terhadap jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa yang belum berjalan secara optimal. Jemaat lanjut usia sebagai kelompok minoritas dalam jemaat ini kurang mendapat perhatian serius dari gereja. Permasalahan jemaat lanjut usia bersifat kompleks dan saling berkaitan, meliputi aspek fisik, ekonomi, sosial, dan spiritual, yang berdampak pada rendahnya partisipasi mereka dalam kehidupan bergereja serta program pelayanan yang dirancangkan menjadi kurang relevan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konteks jemaat Diaspora Danau Ina Oesapa khususnya anggota jemaat lanjut usia, menganalisis pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia berdasarkan teori pendampingan pastoral dari Aart van Beek, serta merumuskan refleksi teologis terhadap pelayanan pastoral yang relevan bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari satu orang pendeta, satu koordinator kategorial lansia, satu koordinator unit pelayanan pastoral, dan tujuh anggota jemaat lanjut usia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia di GMIT Diaspora Danau Ina Oesapa belum menyentuh kebutuhan nyata jemaat secara holistik. Pelayanan yang ada cenderung berfokus pada program yang direncanakan tanpa melihat kondisi jemaat lanjut usia yang berhadapan dengan keterbatasan fisik dan kompleksitas pergumulan hidup. Berdasarkan analisis fungsi pendampingan pastoral Aart van Beek, penelitian ini menegaskan bahwa fungsi mengutuhkan menjadi pusat pelayanan pastoral bagi jemaat lanjut usia. Pelayanan pastoral yang mengutuhkan, holistik, dan kontekstual menjadi wujud nyata kehadiran gereja yang merangkul jemaat lanjut usia sebagai subjek pastoral yang bermartabat dan bernilai bagi kehidupan bergereja.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis metode pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) di Jemaat GMIT Imanuel Oepura, dengan fokus pada pengembangan pendidikan Kristiani yang berkeadilan ekologis. Latar belakang penelitian ini adalah persoalan ekologi, khususnya masalah sampah yang menjadi tantangan serius di lingkungan sekitar gereja dan jemaat, serta belum optimalnya keterlibatan gereja dalam upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran PART yang digunakan saat ini cenderung masih berpusat pada model ceramah dan tanya jawab, yang belum sepenuhnya menyentuh aspek kesadaran ekologis. Padahal, gereja sebagai representasi kehadiran Allah di tengah dunia seharusnya turut serta menyuarakan keadilan ekologis sejak dini, terutama kepada anak-anak. Metode pengajaran menurut James W. White yang meliputi pengalaman bersama, pembelajaran paralel, kontribusi aktif, dan interaksi timbal balik dinilai relevan dalam membentuk karakter anak yang peduli lingkungan. Refleksi teologis dalam penelitian ini menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk memelihara ciptaan-Nya. Penelitian ini merekomendasikan agar GMIT, khususnya Jemaat Imanuel Oepura, mulai menyusun kurikulum dan metode pengajaran yang kontekstual dan ekologis, serta mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologis dalam pendidikan anak. Pendidikan Kristiani tidak hanya membentuk iman, tetapi juga membangun tanggung jawab moral anak terhadap lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman Kristiani.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2014 DAN 2021-2024
Pembimbing I : Dr. Christian D. Manu, SE., M.Sc.,Ak
Pembimbing II : Herny C. Fanggidae, SE., M.Ak
Nama : FRANSISKUS CHARLES ASY
Nim : 21190201
Fakultas : Ekonomi
Program studi : Akuntansi
Tahun Penulisan : 2025
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk antara periode tahun 2013-2016 dan 2021-2024. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Martina Berto Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel berupa laporan keuangan pada dua periode, yaitu 2013-2016 dan 2021-2024, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, Karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio likuiditas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (2) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio solvabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (3) Tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio aktivitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 dan periode 2021-2024 tidak baik. (4) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio profitabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas menunjukan bahwa periode 2021-2024 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2013-2016.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul GEREJA DAN PERSEKUTUAN JEMAAT “Suatu Tinjauan Pastoral terhadap Peran Gereja Laharoi Danalon Menyikapi Persoalan Perpindahan Jemaat dan Implikasinya bagi Persekutuan Mata Jemaat Laharoi Danalon Klasis Rote Timur.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan perpindahan jemaat yang tidak hanya berdampak pada penurunan keanggotaan, tetapi juga merusak keutuhan persekutuan dan menunjukkan lemahnya peran pastoral gereja. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran gereja dalam menyikapi persoalan perpindahan jemaat serta implikasinya bagi kehidupan persekutuan jemaat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan teologi pastoral dari Howard Clinebell yang menekankan lima fungsi pelayanan pastoral: menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan jemaat di Mata Jemaat Laharoi Danalon disebabkan oleh konflik antara jemaat dan majelis yang tidak ditangani secara pastoral. Gereja tidak hadir secara aktif dalam proses mediasi maupun pemulihan, sehingga relasi jemaat menjadi retak dan persekutuan terganggu. Fungsi-fungsi pastoral belum dijalankan secara maksimal, baik oleh pendeta maupun majelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya gereja membangun pelayanan pastoral yang kontekstual dan transformatif. Gereja harus hadir sebagai komunitas yang merangkul dan menyembuhkan, serta aktif menjaga keutuhan tubuh Kristus di tengah konflik dan perubahan zaman.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berjudul “Gereja dan Abrasi Pantai: Suatu Tinjauan Ekoteologi terhadap Peran Gereja dalam Mengatasi Abrasi Pantai dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Wuihebo.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena abrasi pantai yang semakin mengancam ekosistem pesisir di wilayah Wuihebo, Sabu Raijua. Abrasi pantai tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi jemaat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Wuihebo dalam mengatasi persoalan abrasi pantai melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ekoteologi digunakan untuk melihat bagaimana iman Kristen memandang tanggung jawab manusia sebagai mitra Allah dalam memelihara ciptaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja GMIT Imanuel Wuihebo memiliki potensi besar sebagai agen transformasi sosial dan ekologis. Gereja berperan dalam membangun kesadaran jemaat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir melalui pendidikan, pemberdayaan, dan aksi nyata seperti penanaman mangrove dan pembuatan tanggul penahan abrasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman teologis jemaat mengenai tanggung jawab ekologis dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan ekoteologi dalam kehidupan bergereja di GMIT Imanuel Wuihebo perlu terus ditingkatkan agar gereja dapat menjadi komunitas etis dan profetis yang mampu menjawab tantangan abrasi pantai secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi gereja-gereja lain di wilayah pesisir untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sebagai wujud nyata iman Kristen.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengangkat tarian Tebe sebagai objek kajian teologi kontekstual dalam kehidupan bergereja Jemaat GMIT Imanuel Maktihan, Klasis Malaka. Di tengah arus modernisasi dan meningkatnya sikap individualisme dalam kehidupan jemaat, tarian Tebe hadir sebagai media budaya lokal yang memiliki daya integratif, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persekutuan dalam komunitas Kristen. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menggali makna spiritual dan sosial dari tarian Tebe melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka dan dokumentasi. Teori teologi kontekstual Stephen B. Bevans menjadi landasan utama dalam menafsirkan hubungan antara budaya lokal dan ekspresi iman Kristen dalam liturgi dan kehidupan bergereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian Tebe tidak hanya merupakan warisan budaya masyarakat Tetun di Malaka, tetapi juga telah diadopsi secara kreatif dalam berbagai bentuk ibadah dan perayaan gerejawi di GMIT Imanuel Maktihan. Gerakan ritmis dan pantun dalam Tebe yang dilakukan dalam formasi lingkaran mencerminkan makna kolektif, solidaritas, serta penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas lokal. Melalui penerapan Tebe dalam kehidupan liturgis, gereja berhasil menjembatani kesenjangan antara ekspresi iman dan konteks budaya masyarakatnya.Tarian Tebe dipahami sebagai respons iman yang kontekstual terhadap krisis persekutuan akibat meningkatnya individualisme dalam jemaat. Dalam praktiknya, Tebe menjadi sarana profetik yang mengembalikan kesadaran umat akan pentingnya relasi sosial yang saling menopang. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal seperti Tebe dapat menjadi wahana penyalur pesan teologis yang transformatif, membentuk spiritualitas yang membumi dan relevan dalam konteks kehidupan bergereja di tengah masyarakat yang terus berubah.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lansia merupakan kelompok usia yang semakin bertumbuh secara jumlah dalam masyarakat dan jemaat gereja masa kini. Namun, tidak jarang mereka terpinggirkan dalam program pelayanan gereja karena dianggap kurang produktif atau tidak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk merefleksikan kembali misi dan panggilannya terhadap kelompok usia ini, bukan hanya sebagai bentuk pelayanan sosial, tetapi sebagai bagian dari partisipasi mereka dalam kehidupan iman dan komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana misi gereja bagi lansia dapat dilaksanakan secara kontekstual melalui pendekatan model komunikasi misi menurut Theo Sundermeier. Theo Sundermeier, seorang teolog dan missiolog asal Jerman, menawarkan pendekatan komunikasi misioner yang menekankan pada aspek dialog, relasionalitas, kehadiran bersama, dan saling memahami sebagai landasan dalam menjalin hubungan dengan konteks dan budaya setempat.
Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan wawancara mendalam terhadap pelayan gereja dan lansia di jemaat GMIT Getsemani Tarus Timur, penelitian ini menemukan bahwa adanya masalah pemenuhan kebutuhan ekonomi, kondisi kesehatan lansia yang membutuhkan perhatian, keadaan lingkungan dan sosial budaya, kondisi psikologis lansia dan penetapan program pelayanan serta anggaran pendapatan dan belanja yang seimbang, adalah realitas pelayanan bagi lansia yang memerlukan penangan serius. Dari fakta ini penulis melihat, model komunikasi Sundermeier sangat relevan untuk diterapkan dalam pelayanan kepada lansia. Pendekatan ini mendorong gereja untuk tidak hanya "berbicara kepada" lansia, tetapi "berdialog dengan" mereka, menghargai pengalaman hidup, spiritualitas, dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai objek pelayanan semata, melainkan sebagai subjek iman yang memiliki kontribusi aktif dalam kehidupan bergereja. Oleh karena itu, misi gereja bagi lansia perlu dirancang secara partisipatif, kontekstual, dan berlandaskan pada komunikasi yang empatik dan inklusif. Dengan demikian, gereja dapat benar-benar menjadi ruang yang merangkul, memperhatikan, dan memberdayakan lansia sebagai bagian dari umat Allah yang utuh dan bermakna.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Praktik flexing atau pamer gaya hidup mewah di media sosial telah menjadi tren dan bagian dari budaya populer yang memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, termasuk pemuda GMIT Batu Karang Kupang. Dalam konteks pemuda GMIT Batu karang Kupang, praktik ini tidak hanya muncul sebagai bentuk ekspresi diri, tetapi juga sebagai strategi untuk mencari pengakuan, validasi sosial, dan membangun citra diri di media sosial dan secara langsung. Praktik ini berdampak negatif terhadap relasi antar sesama, persekutuan, dan pertumbuhan iman pemuda. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana keteladanan pemuda GMIT dalam menyikapi praktik flexing serta bagaimana pembinaan warga gereja (PWG) dapat menjadi sarana yang efektif dalam membentuk karakter dan spiritualitas pemuda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada 23 responden yang terdiri dari pendeta, pengurus pemuda, dan anggota pemuda di Jemaat GMIT Batu Karang Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemuda terlibat dalam praktik flexing untuk mendapatkan pengakuan, yang memicu perpecahan dan persaingan tidak sehat dalam persekutuan. Hal ini menunjukkan bahwa gereja belum optimal dalam memberikan pembinaan yang relevan dan kontekstual terhadap tantangan digital yang dihadapi pemuda. Mengacu pada teori PWG menurut Ruth Selan, pembinaan gereja harus bersifat kontekstual, transformatif dan holistik, menyentuh seluruh aspek kehidupan pemuda serta peran dalam gereja dan Masyarakat. Refleksi teologis dalam skripsi ini menekankan bahwa pemuda dipanggil menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan, sebagaimana yang dicontohkan oleh tokok-tokoh muda seperti Yusuf, Daniel, Daud, Yeremia, Timotius, terutama Yesus Kristus dalam kehidupan dan pelayanan-Nya. Oleh karena itu, PWG memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan iman pemuda agar mampu menghadapi godaan digital secara bertanggung jawab. Gereja perlu meningkatkan kualitas pembinaan berbasis nilai-nilai Alkitabiah dan mendampingi pemuda dengan pendekatan kontekstual yang membumi, agar mereka menjadi teladan dalam kesederhanaan dan pelayanan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan agama kristen. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VI di SD GMIT Kuanino 1 Kupang Tahun Pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 10 siswa. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel terikat berupa penerapan gaya mengajar kepada siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan tes soal, gaya mengajar guru dan prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner, tes soal dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase dan analisis korelasi dengan chi square. Berdasarkan hasil tes yang di hitung mengunakan SPSS hasil post-test yang diberikan kepada 10 orang siswa mendapatkan hasil bahwa yang memiliki kategori sedang sebanyak 6 orang, dan siswa dengan kategori Tinggi sebanyak 4 orang, sehingga dapat dikatakan bahwa ada perubahan nilai pendidikan agama kristen siswa kelas 6 setelah diberikan penerapan gaya mengajar. Sehingga dapat di simpulkan bahwa gaya mengajar guru dapat membuat kontribusi terhadap prestasi belajar siswa.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK “MAKNA RITUAL DABBA ANA (BAPTIASAN ANAK) PADA MASYARAKAT JINGITIU DI DESA DJADU KABUPATEN SABU RAIJUA” Mone. M) Timo. E.)* Pellu L.)** Ritual adat dabba ana merupakan kegiatan rutinitas yang termasuk dalam siklus kehidupan masyarakat Sabu Raijua yang beragama suku atau yang masih beraliran kepercayaan Jingitiu . Ritual adat dabba ana dalam budaya Sabu Raijua bisa dikatakan kegiatan Baptisan anak bagi anak-anak yang baru lahir. Ritual adat ini akan dilaksanakan pada bulan adat waru dabba sesuai dengan kalender adat masyarakat Sabu Raijua. Tujuan untuk mendiskripsikan makna ritual dabba ana (baptisan anak), manfaat dari ritual dabba ana adalah untuk menghormati, memohon Berkah perlindungan, kesehatan kepada Deo ama (para leluhur) bagi bayi, menjaga kelestarian Budaya. Metode penulisan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan maksud untuk dapat mengetahui lebih dalam makna ritual dabba ana bagi masyarakat Jingitiu Di Desa Djadu Kabupaten Sabu Raijua. Berdasarkan analisa data dan pembahasan data maka diperoleh hasil penelitian bahwa makna ritual dabba ana adalah rutinitas yang termasuk dalam kehidupan masyarakat Sabu Raijua yag beragama Suku. Hasil Penelitian Menemukan bahwa pelaksanaan ritual dabba ana (Baptisan anak) menurut Kepercayaan Jingitiu Di Desa Djadu Kabupaten Sabu Raijua melalui beberapa tahap yakni : 1) TahapPersiapan pelaksanaan ritual, 2) tahap Pelaksanaan dan 3) tahap terakhir. Ritual Dabba ana memiliki makna Budaya, makna Riligius dan makna Sosial. Dapat disimpulkan bahwa bahwa ritual Dabba ana (Baptisan anak) merupakan upacara yang wajib Dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Jingitiu Di Djadu agar semakin erat relasi antara masyarakat Jingitu dan Deo Ama dan juga mempererat persaudaraan.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penggunaan gadget dalam pembelajaran sebagai penerapan media pembelajaran membantu proses belajar mengajar menjadi lebih aktif dan efektif sebagaimana prinsip dalam pembelajaran bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengunaan gadget sebagai media pembelajaran berpengaruh secara siginifikan terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Pendidikan Agama Krsiten (PAK) di SMP Negeri 1 Ende. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif jenis korelasi. Dengan sampel sebanyak 18 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan hasil belajar siswa diperoleh dari nilai ujian akhir semester. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan gadget sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Kristen, diperoleh nilai thitung (9,830) > ttabel (2,019) dan nilai signifikansinya (0,000) (0,005) yang artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian secara parsial terdapat pengaruh signifikansi penggunaan gadget sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pasda mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMP Negeri 1 Ende.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
A market leader for more than 30 years, this paperback anthology continues to uphold the traditions that have made it a success- a rich blend of both classic and contemporary selections as well as Barnet's signature "how-to" apparatus that covers the elements of literature and the writing process. The new edition features more student essays than any other anthology giving students a deep reservoir of writing models to learn from including argument papers and film reviews. In addition, a wealth of instructor favorites have been added including works by D.H. Lawrence, Ambrose Bierce, Cynthia Ozick, Liliana Heker, Lawrence Ferlinghetti, Thomas Hardy, Linda Pastan, and David Ives.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Fresh, original and compelling, An Introduction to Literature, Criticism and Theory is the essential guide to literary studies. Starting at ‘the beginning’ and concluding with ‘the end’, the book covers topics that range from the familiar (character, narrative, the author) to the more unusual (secrets, pleasure, ghosts). Eschewing abstract isms, Bennett and Royle successfully illuminate complex ideas by engaging directly with literary works – so that a reading of Jane Eyre opens up ways of thinking about racial difference, whilst Chaucer, Raymond Chandler and Monty Python are all invoked in a discussion of literary laughter. Each chapter ends with a narrative guide to further reading and the book also includes a glossary and bibliography. The fourth edition has been revised to incorporate two timely new chapters on animals and the environment. A breath of fresh air in a field that can often seem dry and dauntingly theoretical, this book will open the reader’s eyes to the exhilarating possibilities of both reading and studying literature.