2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini berjudul “ANALISIS PENERAPAN METODE PENYUSUTAN DAN REVALUASI ASET TETAP BERWUJUD PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PERUMDA) KABUPATEN BELU” dilakukan dengan tujuan utama untuk memahami secara komprehensif bagaimana metode penyusutan dan revaluasi aset tetap diterapkan pada perusahaan daerah, khususnya PERUMDA Kabupaten Belu, serta untuk menilai implikasi penerapan metode tersebut terhadap laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan perusahaan untuk mengelola aset tetap secara efektif agar nilai aset yang tercatat dapat mencerminkan kondisi dan nilai wajar yang sebenarnya, serta memberikan gambaran yang akurat bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis.
PERUMDA Kabupaten Belu, yang terletak di Kota Atambua, merupakan perusahaan daerah yang memiliki peran vital dalam menyediakan layanan air minum bagi masyarakat. Perusahaan ini mengelola berbagai aset tetap yang nilainya cukup besar, sehingga penghitungan penyusutan dan revaluasi menjadi aspek yang sangat penting dalam manajemen keuangan perusahaan. Aset tetap berwujud seperti instalasi sumber air, jaringan pipa, mesin, dan bangunan memerlukan perhitungan penyusutan yang akurat untuk mencerminkan nilai buku yang sesuai dengan penurunan nilai ekonomisnya. Kesalahan dalam perhitungan penyusutan dapat menyebabkan laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya, sehingga berpotensi memengaruhi keputusan manajerial maupun penilaian dari pihak eksternal.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, di mana data aset tetap PERUMDA Kabupaten Belu periode tahun 2022 hingga 2023 dianalisis secara mendetail. Data utama berupa daftar nilai perolehan aset tetap, akumulasi penyusutan, serta data revaluasi yang dilakukan perusahaan selama periode tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh, nilai perolehan aset tetap perusahaan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp 102.351.543.529, dan pada tahun 2023 mengalami peningkatan menjadi Rp 102.532.544.349. Peningkatan ini menunjukkan adanya penambahan aset baru maupun revaluasi aset yang sudah ada, sehingga analisis lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampaknya terhadap beban penyusutan dan nilai buku aset.
Dalam penelitian ini, dilakukan perbandingan antara metode penyusutan garis lurus dengan metode saldo menurun ganda (double declining balance method). Metode garis lurus adalah metode penyusutan yang menghasilkan beban penyusutan dengan jumlah yang sama pada setiap periode selama umur manfaat aset. Keunggulan metode ini terletak pada kesederhanaan perhitungannya serta kestabilan beban penyusutan yang dihasilkan, sehingga memberikan prediktabilitas yang baik dalam laporan keuangan. Sementara itu, metode saldo menurun ganda menghasilkan beban penyusutan yang lebih tinggi pada periode awal umur aset, kemudian menurun seiring berjalannya waktu. Metode ini mencerminkan kenyataan bahwa banyak aset tetap lebih produktif pada tahun-tahun awal penggunaannya, sehingga tingkat penurunan nilainya juga lebih tinggi di awal.
Perbedaan kedua metode ini memberikan pengaruh signifikan terhadap laba operasi perusahaan. Pada metode garis lurus, laba operasi akan lebih stabil dari tahun ke tahun karena beban penyusutan yang dicatat tidak berubah. Sebaliknya, pada metode saldo menurun ganda, laba operasi pada tahun-tahun awal akan lebih kecil akibat tingginya beban penyusutan, tetapi akan meningkat di tahun-tahun berikutnya seiring menurunnya beban tersebut. Dengan demikian, pemilihan metode penyusutan tidak hanya berdampak pada pencatatan aset, tetapi juga pada interpretasi kinerja keuangan perusahaan dari sudut pandang manajerial maupun investor.
Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya revaluasi aset tetap sebagai upaya untuk mencerminkan nilai wajar aset sesuai kondisi pasar saat ini. Revaluasi dilakukan agar nilai aset pada laporan keuangan tidak terlalu jauh berbeda dengan nilai pasar, terutama untuk aset yang nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu seperti tanah. PERUMDA Kabupaten Belu melakukan revaluasi untuk menyesuaikan nilai asetnya agar laporan keuangan tetap relevan, dapat dipercaya, dan memberikan informasi yang akurat bagi pihak internal maupun eksternal.
Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode penyusutan dan revaluasi yang tepat dapat membantu perusahaan dalam menampilkan laporan keuangan yang lebih transparan dan sesuai dengan standar akuntansi. Metode garis lurus lebih cocok digunakan ketika perusahaan menginginkan kestabilan beban penyusutan, sedangkan metode saldo menurun ganda lebih tepat untuk aset dengan tingkat produktivitas tinggi pada tahun awal. Dengan mempertimbangkan jenis aset yang dimiliki PERUMDA Kabupaten Belu, kombinasi kedua metode dapat menjadi pilihan strategis agar nilai penyusutan lebih realistis dan mencerminkan pola penggunaan aset.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkuat pemahaman bahwa pemilihan metode penyusutan yang berbeda dapat memengaruhi laporan keuangan secara signifikan, khususnya laba operasi dan nilai buku aset. Sementara itu, kontribusi praktisnya terletak pada pemberian rekomendasi kepada PERUMDA Kabupaten Belu dalam menentukan metode penyusutan yang paling sesuai untuk tiap jenis aset tetap, serta langkah-langkah dalam melaksanakan revaluasi aset agar nilai wajar tercermin dengan baik.
Dengan hasil temuan ini, diharapkan manajemen perusahaan dapat menerapkan kebijakan akuntansi aset tetap yang lebih efektif, menjaga akurasi data keuangan, dan meningkatkan kualitas pelaporan yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja perusahaan. Penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi perusahaan daerah lain dalam melakukan evaluasi atas metode penyusutan dan revaluasi aset tetap, khususnya di sektor pelayanan publik yang memerlukan akuntabilitas tinggi terhadap pengelolaan aset negara/daerah
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat,
disertai dengan meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, telah
membawa perubahan signifikan dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat,
khususnya dalam bidang perdagangan. Fenomena ini mendorong pertumbuhan e-
commerce yang sangat cepat di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. E-commerce
tidak hanya menawarkan kemudahan dalam proses jual beli, tetapi juga
menghadirkan efisiensi waktu, fleksibilitas tempat, serta variasi produk yang lebih
luas dibandingkan dengan perdagangan konvensional. Perubahan perilaku
konsumen yang semakin mengandalkan teknologi digital menjadikan e-commerce
sebagai salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian
modern.
Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia hadir
dengan berbagai fitur yang dirancang untuk menarik minat konsumen, seperti
tampilan aplikasi yang mudah digunakan, beragam metode pembayaran, promo
yang kompetitif, serta sistem perlindungan transaksi. Dua faktor utama yang
dinilai sangat berpengaruh dalam mendorong minat beli konsumen pada platform
e-commerce adalah kemudahan transaksi dan keamanan transaksi. Kemudahan
transaksi berkaitan dengan sejauh mana sistem aplikasi dapat dipahami, diakses,
dan digunakan oleh konsumen tanpa mengalami kesulitan berarti, mulai dari
pencarian produk, proses pemesanan, hingga tahap pembayaran. Sementara itu,
keamanan transaksi berkaitan dengan perlindungan data pribadi pengguna,
keamanan pembayaran, serta jaminan bahwa transaksi yang dilakukan berjalan
dengan aman dan terhindar dari risiko penipuan.
Meskipun Shopee telah menyediakan berbagai fitur pendukung
kemudahan dan keamanan transaksi, persepsi konsumen terhadap kedua faktor
tersebut dapat berbeda-beda, terutama jika ditinjau dari karakteristik sosial,
ekonomi, dan geografis suatu daerah. Kota Kupang sebagai salah satu kota
berkembang di Indonesia Timur memiliki karakteristik masyarakat yang unik,
baik dari segi tingkat literasi digital, kebiasaan berbelanja, maupun kepercayaan
terhadap transaksi online. Oleh karena itu, diperlukan kajian empiris yang bersifat
lokal untuk memahami bagaimana pengaruh kemudahan dan keamanan transaksi
terhadap minat beli masyarakat Kota Kupang pada e-commerce Shopee.
Penelitian ini menjadi penting karena hasilnya diharapkan dapat memberikan
gambaran nyata mengenai perilaku konsumen di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan transaksi
dan keamanan transaksi terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang, baik secara parsial maupun secara simultan. Secara lebih
spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemudahan
transaksi memengaruhi minat beli masyarakat, sejauh mana keamanan transaksi
memengaruhi minat beli masyarakat, serta variabel mana yang memiliki pengaruh
lebih dominan. Dengan adanya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian pemasaran
digital dan pengelolaan platform e-commerce.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif dengan pendekatan survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena
mampu memberikan gambaran objektif mengenai hubungan antarvariabel
berdasarkan data numerik yang diperoleh dari responden. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah menggunakan
aplikasi e-commerce Shopee. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling, dengan kriteria responden yaitu masyarakat yang berdomisili
di Kota Kupang dan pernah melakukan transaksi pembelian melalui Shopee.
Berdasarkan perhitungan jumlah sampel, penelitian ini melibatkan 96 responden
sebagai sampel penelitian.
Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden
dengan menggunakan media daring. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-
indikator yang relevan dengan masing-masing variabel penelitian, yaitu
kemudahan transaksi, keamanan transaksi, dan minat beli. Setiap pernyataan
dalam kuesioner diukur menggunakan skala Likert untuk mengetahui tingkat
persetujuan responden terhadap pernyataan yang diajukan. Data yang telah
terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda
dengan bantuan perangkat lunak statistik. Selain itu, dilakukan pula uji t untuk
mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial, uji F untuk mengetahui
pengaruh variabel independen secara simultan, serta uji koefisien determinasi (R²)
untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi dalam menjelaskan variasi minat beli masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kemudahan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-
commerce Shopee di Kota Kupang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin
mudah aplikasi Shopee digunakan, dipahami, dan dioperasikan oleh konsumen,
maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk melakukan pembelian melalui
platform tersebut. Kemudahan dalam proses pencarian produk, kejelasan
informasi, serta efisiensi proses pembayaran menjadi faktor-faktor yang
mendorong kenyamanan konsumen dalam bertransaksi.
Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keamanan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat. Konsumen
cenderung memiliki minat beli yang lebih tinggi ketika mereka merasa aman
dalam melakukan transaksi online, yakin bahwa data pribadi mereka terlindungi,
serta percaya bahwa dana yang dibayarkan tidak akan disalahgunakan.
Keberadaan fitur keamanan seperti sistem verifikasi, perlindungan pembayaran,
dan kebijakan pengembalian dana memberikan rasa aman dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap platform Shopee.
Secara simultan, kemudahan transaksi dan keamanan transaksi
berpengaruh signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa kedua
variabel tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan
variasi minat beli masyarakat, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain di luar model penelitian, seperti harga, promosi, kualitas produk, dan
kecepatan pengiriman. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan dan
keamanan transaksi merupakan faktor strategis yang harus diperhatikan secara
berkelanjutan oleh penyedia platform e-commerce.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang. Semakin tinggi
tingkat kemudahan dan keamanan yang dirasakan oleh konsumen, maka semakin
besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian secara online.
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya bagi pihak Shopee untuk terus
meningkatkan kualitas antarmuka aplikasi, menyederhanakan alur transaksi, serta
memperkuat sistem keamanan dan perlindungan konsumen. Sementara itu,
implikasi akademis dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi empiris bagi
pengembangan penelitian di bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen,
khususnya dalam konteks e-commerce di wilayah Indonesia Timur. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan menggunakan
pendekatan metodologis yang berbeda agar dapat memberikan pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat beli
konsumen dalam belanja online
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Self
Assessment System terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Kecamatan Amarasi Barat. Self Assessment System
merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada
wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah ini masih
menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan literasi pajak, akses informasi, dan
sarana pelaporan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei. Sampel penelitian berjumlah 75 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan uji F
dengan bantuan program SPSS versi 27xiii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Self Assessment System
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di
Kecamatan Amarasi Barat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validitas menunjukan
seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,227 sehingga
seluruh butir dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbach’s alpha
sebesar 0,868 yang berarti instrumen reliabel. , hasil uji t sebesar nilai t hitung
(10,803) > t tabel (1,803) dengan sig. 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa
variabel penerapan self assessment system berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya, semakin baik penerapan Self Assessment
System, maka semakin tinggi pula kepatuhan wajib pajak, baik secara formal
maupun material.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Self Assessment System
sangat dipengaruhi oleh edukasi perpajakan, kemudahan akses sistem, serta
hubungan kepercayaan antara fiskus dan wajib pajak. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan strategi
peningkatan kepatuhan pajak UMKM.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder desa Kletek
kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka
Seran C.C*) Lano L.M**) Makaborang . M**)
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Kletek terdapat banyak saluran yang retak,
yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan
alih fungsi lahan. Penelitian berjudul Studi efisiensi penyaluran irigasi pada
saluran sekunder di desa Kletek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi
penyaluran air irigasi disaluran sekunder Kletek. Metode penelitian ini dilakukan
dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data skema irigasi serta data primer
mengukur debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian
menunjukan tingkat efisiensi yang diperoleh 60%. Hal ini disebabkan karna
kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu
saluran sehinga laju aliran semakin lambat.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kecepatan dan ketepatan shooting merupakan kemampuan
penting dalam sepak bola untuk mencetak gol. Pada Club Putra Sikumana, masih
sering terjadi kesalahan saat pemain melakukan shooting akibat rendahnya akurasi
kecepatan dan ketepatan. Model permainan target dipilih sebagai solusi karena
dapat melatih konsentrasi dan ketepatan sasaran.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Tingkat Kecepatan Dan Ketepatan
Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Klub Putra
Sikumana.
Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan
pendekatan experiment. Subjek penelitian adalah 12 pemain Club Putra
Sikumana. Data dikumpulkan melalui tes shooting dan dianalisis dengan statistic
deskriptif menggunakan SPSS 22
Hasil dan pembahasan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola
Melalui Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana yang berkategori
baik sekali 2 orang atau 13,3%, baik 3 orang atau 33,3%, cukup 2 orang atau
13,3%, kurang 3 orang2
skor adalah 3,20 dengan nilai tengah 3,05 dan mode 3,55. Setelah penerapan
model permainan target.
Simpulan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui
Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana adalah baik dengan
pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada kategori baik ( 33,3%.)
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal adalah pertemuan antara pihak
yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara
memperjual belikan sekuritas. Pasar modal memiliki peran sebagai sarana yang
efektif dalam mengalihkan dana dari masyarakat ke berbagai kegiatan produktif.
Dana yang diinvestasikan di pasar modal bersifat jangka panjang. Salah satu
bentuk investasi yang dapat di pilih oleh investor adalah saham. Investasi dalam
saham menarik bagi investor karena adanya potensi keuntungan, baik melalui
capital gain maupun deviden yang tinggi. Menurut Tannadi, (2020,5) harga saham
merupakan tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berarti bahwa
memiliki saham menandakan memiliki bagian dari kepemilikan perusahaan.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga saham, terutama di sektor perbankan,
mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor makroekonomi. Harga saham
mencerminkan nilai suatu perusahaan yang dapat diamati langsung oleh investor.
Semakin tinggi harga saham, semakin besar pula nilai dan keuntungan peusahaan,
yang pada akhirnya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.
Sebaliknya, jika harga saham menurun, daya tarik investasi juga berkurang.
Menurut Suparmono (2018:158) inflasi merupakan kondisi di mana harga
barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan berkelanjutan dalam suatu
periode tertentu. Tingginya tingkat inflasi dapat menyebabkan meningkatnya
beban biaya operasional penyaluran kredit akibat besarnya biaya yang harus
dikeluarkan. Apabila kenaikan biaya tersebut melebihi peningkatan harga jual
produk yang ditetapkan perusahaam, maka tingkat keuntungan atau profitabilitas
perusahaan akan menurun. Kondisi ini membuat investor kurang tertarik untuk
berinvestasi, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga saham.
Sebaliknya, inflasi yang rendah akan mendorong pertumbuhan usaha danxvi
peningkatan kredit di sektor perbankan. Jika kenaikan biaya masih berada di
bahwa kenaikan harga jual produk, maka profitabilitas perusahaan akan
meningkat, investor akan senang untuk menanamkan dananya di perusahaan
tersebut sehingga harga saham akan mengalami kenaikan. Menurut Boediono
(2011:75) tingkat suku bunga yaitu sebagai harga dari penggunaan uang untuk
jangka waktu tertentu. Suku bunga merupakan salah satu variabel utama dalam
perekonomian yang memiliki dampak luas dan signifikan. Oleh karena itu,
berbagai pihak seperti pemerintah, bank sentral, investasi, dan pelaku bisnis perlu
memberikan perhatian khusus terhadap pergerakannya. Pengaruh suku bunga
mencakup berbagai aspek, termaksut investasi, konsumsi, tabungan, serta
pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Ketika suku bunga meningkat tajam,
dampaknya terhadap arus kas perusahaan dan biaya modal menjadi semakin
besar. Hal ini menegaskan betapa pentingnya pemahaman dan pengelolaan suku
bunga secara cermat dalam operasional perusahaan.
Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti
akan membahas pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap terhadap harga saham
pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam
penelitian ini sebanyak 25 perusahaan perbankan. Teknik pengumpulan analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan
suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan perbankan, peneliti
menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Uji
Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil
penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa secara persial inflasi (X1)
berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Dan suku bunga
(X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Sedangkan
secara silmultan atau secara bersama-sama inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini di buktikan dengan perolehan hasil
pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstantan α
sebesar 3.235,129 sedangkan koefisien β1 = 0,039 β2 = -0,387 dengan demikian
persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan bahwa inflasixvii
suku bunga (X2) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). adalah sebagai
berikut :Y= 3.235,129 + 0,039 – 0,387.
Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu inflasi (X1) berpengaruh positif
dan tidak signifikan terhdap harga saham (Y). Diketahui bahwa untuk variabel
inflasi (X1) ditemukan nilai thitung 0,110 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,912) > 0,05,
maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya inflasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap harga saham (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu suku bunga (X2)
nilai thitung - 0,826 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,411) > 0,05, maka H0 diterima dan
Ha ditolak. Artinya suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
saham (Y). Untuk pengujian uji F didapatkan nilai Fhitung sebesar 0,356 <
Ftabel 2,68 dan nilai signifikan 0,701 > 0,05, artinya bahwa secara simultan
inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga
saham (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji determinasi (R2) dapat
diketahui bahwa variabel inflasi (X1) dan suku bunga (X2) bersama-sama dalam
menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham (Y) adalah 0,6%. Sedangkan
sisanya sebesar 99,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam
penelitian ini
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya informasi keuangan sebagai
dasar pengambilan keputusan investasi di pasar modal, khususnya dalam sektor
manufaktur makanan dan minuman yang terus tumbuh dan memiliki kontribusi
besar terhadap perekonomian nasional. Harga saham menjadi indikator utama
nilai perusahaan di mata investor, dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk
rasio keuangan dan kebijakan dividen.
Secara internal, kondisi keangan memainkan peran penting dalam
menentukan nilai perusahaan dan persepsi investor terhadap kinerja jangka
panjang. Rasio-rasio keuangan seperti Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio
(DER), dan Return on Equity (ROE) memberikan informasi mengenai
kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, struktur
modal perusahaan, serta efisiensi penggunaan modal dalam menghasilkan laba. Di
sisi lain, kebijakan dividen yang tercermin melalui Dividend Payout Ratio (DPR),
dan Dividend Per Share (DPS) menjadi pertimbangan penting bagi investor
karena menyangkut pembagian keputusan secara langsung kepada pemegang
saham.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR),
Debt to Equity Rasio (DER), Return On Equity (ROE), Dividend Payout Ratio
(DPR), dan Dividend Per Share (DPS) terhadap harga saham pada perusahaan
manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) periode 2020-2024.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
teknik analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS versi 21.
xvi
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 perusahaan yang dipilih melalui teknik
purposive sampling, dengan total 90 data observasi selama lima tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR, DER dan ROE berpengaruh
signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel DPR, dan DPS tidak
berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mendukung teori
likuiditas (Kasmir, 2016) dan teori struktur modal (Sartono, 2010), yang
menjelaskan bahwa likuiditas dan penggunaan utang yang proporsional dapat
meningkatkan kepercayaan investor serta nilai perusahaan. Sementara itu, tidak
signifikannya DPR, dan DPS menunjukkam bahwa profitabilitas dan kebijakan
dividen tidak selalu menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai saham,
sebagaimana ditemukan oleh Sari & Indrawati (2018), dan Lestari (2021)
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH MEDIA CARD SORT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUKTUR TUMBUHAN KELAS VIII SMP NEGERI SATAP NENAS KECAMATAN FATUMNASI Anin, K. V* Meha, A. M** Daud, Y** Salah satu masalah yang terdapat di SMP Negeri Satap Nenas hasil belajar kognitif siswa yang masih rendah khususnya pada materi struktur tumbuhan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran Card sort terhadap hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri Satap Nenas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 39 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A yang berjumlah 20 siswa sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII B yang berjumlah 19 siswa sebagai kelas Kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas eksperimen peneliti menggunakan media pembelajaran Card sort sehingga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dikelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator yaitu C1 (pengetahuan) 91%. Penggunaan media pembelajaran Card sort di dalam pembelajaran, siswa terlihat tertarik sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Pada kelas kontrol peneliti menggunakan metode konvensional sehingga tidak dapat menumbuhkan hasil belajar kognitif siswa, hal ini dilihat dari indikator terendah yaitu C2 (memahami) dengan persentase 68,2%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa hasil belajar kognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan metode konvensional rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran Card sort ada pengaruh yang signifikan pada hasil belajar kognitif siswa di SMP Negeri Satap Nenas kecamatan Fatumnasi. Kata Kunci : Hasil Belajar, media pembelajaran Card Sort Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF MEDIA CARD SORT ON STUDENT LEARNING OUTCOMES ON PLANT STRUCTURE MATERIAL CLASS VIII SMP NEGERI SATAP NENAS, FATUMNASI DISTRICT Anin, K. V* Meha, A. M** Daud, Y** One of the problems found at Satap Nenas State Junior High School is that the cognitive learning outcomes of students are still low, especially in plant structure material. The purpose of ths study is to determine the influence of Card sort learning media on the cognitive learning outcomes of students at SMP Negeri Satap Nenas. The research uses a quantitative approach, with experimental methods. The population in this study is all grade VIII students totaling 39 people. The sample in this study is class VIII A with 20 students as the Experimental class and class VIII B with 19 students as the Control class. The data collection technique used in this study is a test. The results of this study state that in the experimental class, the researcher uses Card sort learning media so that it can improve the cognitive learning outcomes of students in the class. This can be seen in one of the indicators, namely C1 (knowledge) 91%. The use of Card sort learning media in learning, students look interested so that it can improve students' thinking skills. In the control class, the researcher used conventional methods so that it could not grow students' cognitive learning outcomes, this is seen from the lowest indicator, namely C2 (understanding) with a percentage of 68.2%. The results of this control class percentage showed that the cognitive learning outcomes of students in the learning process using conventional methods were low. This fact shows that Card sort learning media has a significant influence on the cognitive learning outcomes of students at Satap Nenas State Junior High School, Fatumnasi district. Keywords : Learning Outcomes, Card Sort learning media Note : *) : Researcher **) : Advisor
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2014 DAN 2021-2024
Pembimbing I : Dr. Christian D. Manu, SE., M.Sc.,Ak
Pembimbing II : Herny C. Fanggidae, SE., M.Ak
Nama : FRANSISKUS CHARLES ASY
Nim : 21190201
Fakultas : Ekonomi
Program studi : Akuntansi
Tahun Penulisan : 2025
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk antara periode tahun 2013-2016 dan 2021-2024. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Martina Berto Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel berupa laporan keuangan pada dua periode, yaitu 2013-2016 dan 2021-2024, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, Karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio likuiditas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (2) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio solvabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (3) Tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio aktivitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 dan periode 2021-2024 tidak baik. (4) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio profitabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas menunjukan bahwa periode 2021-2024 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2013-2016.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PEMANFAATAN NIRA BATANG SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) SEBAGAI BAHAN BAKU GULA CAIR Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorgum (Sorghum bicolour L. Moench) merupakan tanaman serealia yang memiliki daya adaptasi yang luas sehingga dapat dikembangkan di lahan kering atau lahan marginal, membutuhkan air yang relatif rendah serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. Tanaman sorgum mimiliki batang yang menyimpan nira manis. Gula cair merupakan produk yang diperoleh dari proses pengolahan nira setelah melalui proses pemanasan. Masalah utama dalam penelitian ini yaitu kurangnya pengetahuan tentang pengolahan batang sorgum yang digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk alami sehingga tidak adanya nilai ekonomis dari tanaman tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar gula reduksi, kadar air, pH dan organoleptik pada gula cair dari nira batang sorgum. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen laboratorium untuk menganalisis kadar gula reduksi, kadar air, uji pH dan uji organoleptik. Hasil yang diperoleh yaitu nira batang sorgum memiliki kadar gula reduksi =0,56%, kadar air =79,26%, pH=5,48. Gula cair memiliki kadar gula reduksi=2,17%, kadar air=19,86%, pH=5,87. Berdasarkan hasil organoleptik, nilai rata-rata tingkat kesukaan terhadap warna=4,15, aroma=3,55 dan rasa yaitu 3,35. Kata Kunci : Gula cair, nira sorgum, tanaman sorgum, Umalor Keterangan : * = Peneliti **)= Pembimbing ABSTRACT Ultilization of Sorghum Stem Sap (Sorghum bicolor L. Moench) as a Raw Material for Liquid Sugar Dae, S)* Ballo, A)** Nge, T.S)** Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) is a cereal crop with a wide adaptability, allowing it to be cultivated on dry or marginal land. It requires relatively low water input and is relatively resistant to pest and disease disturbances. Sorghum plants have stalks that store sweet sap. Liquid sugar is a product obtained from the processing of sap through a heating process. The main problem addressed in this study is the lack of knowledge regarding the processing of sorghum stalks, which are commonly used only as animal feed and organic fertilizer, resulting in the absence of economic value from this plant. Therefore, this study aimed to determine the reducing sugar content, moisture content, pH, and organoleptic properties of liquid sugar produced from sorghum stalk sap. The method employed was descriptive quantitative research with a laboratory experimental approach to analyze reducing sugar content, moisture content, pH value, and organoleptic characteristics. The results showed that sorghum stalk sap had a reducing sugar content of 0.56%, a moisture content of 79.26%, and a pH of 5.48. The liquid sugar produced had a reducing sugar content of 2.17%, a moisture content of 19.86%, and a pH of 5.87. Based on organoleptic evaluation, the average preference scores were 4.15 for color, 3.55 for aroma, and 3.35 for taste. Keywords: Liquid sugar, sorghum sap, sorghum plant, Umalor Notes: *=Researcher **) = Supervis
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM PERDAGANGAN TERHADAP PENGGUNAAN QRIS DI KELURAHAN FONTEIN KOTA KUPANG Bank Indonesia melalui QRIS telah mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QRIS (Quick Response [QR] Code Indonesia Standard) mulai per 1 Januari 2020. Di mana penggunaan QRIS untuk memberikan keamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, dikarenakan QRIS memudahkan regulator untuk mengawasi dari satu pintu, dapat digunakan untuk lintas platform dan aplikasi pembayaran. QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. QRIS disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang menggunakan standar internasional. Setiap Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan sistem QR wajib mengadopsi QRIS. Hal ini diatur dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur/PADG No. 21/18/2019 tentang Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran. Berdasarkan teori yang dikembangkan oleh Davis, Baggozzi, dan Warshaw mengenai Technology Acceptance Model (TAM), persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) dapat digunakan sebagai faktor pertimbangan dalam memutuskan untuk menggunakan atau tidaknya suatu teknologi. Persepsi kemudahan penggunaan digunakan untuk mengukur besaran usaha yang diperlukan dalam menggunakan suatu sistem teknologi. Hal tersebut didukung oleh penelitian Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi (2023), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan QRIS. Persepsi keamanan didefinisikan sebagai bentuk kepercayaan konsumen bahwa informasi pribadi yang diberikan hanya dapat diakses oleh mereka sendiri, dan tidak dapat diakses, bahkan dimanipulasi oleh pihak manapun (Setyaningsih, Usman, dan Musyaffi, 2023). Adanya system keamanan pada suatu teknologi harus dapat mencegah, melindungi, dan menghindarkan dari risiko kejahatan. Faktor keamanan ini menjadi salah satu hal penting bagi seseorang saat akan menentukan sebuah keputusan yang menyangkut hal-hal pribadi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Astriyanita dan Rahmawan (2022), yang menyatakan bahwa persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaan e-wallet. Literasi digital merupakan dasar penting untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mengakses, memahami, menyajikan, mengkomunikasikan, dan mengevaluasi informasi melalui teknologi digital (Rizkinaswara, 2020). Penelitian Nurdien dan Galuh (2023), yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi digital terhadap preferensi menggunakan QRIS Mobile. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemahaman yang baik akan literasi digital dapat berdampak pada peningkatan penggunaan cashless. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini, peneliti akan membahas tentang Analisis Pengaruh Persepsi dan Literasi Digital Pelaku UMKM Perdagangan Terhadap Penggunaan QRIS di Kelurahan Fontein Kota Kupang. Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah metode kuantitatif, dengan sampel sebanyak 55 pedagang dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara Persepsi Dan Literasi Digital Terhadap Penggunaan QRIS, peneliti menggunakan uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F), dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang digunakan peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsial persepsi (X1) berpengaruh berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y) dan literasi digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS (Y). Sedangkan secara simultan persepsi (X1) dan literasi digital (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS pelaku UMKM Perdagangan di Kelurahan Fontein. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstanta sebesar -0,850 poin sedangan koefisien b1 = 0,835; b2 = 0,188. Dengan demikin persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh persepsi (X1) dan literasi digital (X2) terhadap penggunaan QRIS (Y) adalah sebagai berikut : Y = -0,850+ 0,835X1 + 0,188X2. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu persepsi (X1) berpengaruh terhadap penggunaan QRIS (Y). Diketahui bahwa untuk variabel persepsi (X1) ditemukan nilai thitung (13,662) > ttabel (2,006) dan Sig (0,000) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial persepsi berpengaruh signifikan dan positif terhadap penggunaan QRIS. Berikutnya hasil uji hipotesis kedua yaitu literasi digital (X2) ditemukan nilai thitung (3,195) > ttabel (2,006) dan Sig (0,002) 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya secara parsial literasi digital berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Untuk pengujian F, hasil analisis diperoleh nilai Fhitung sebesar 2330,475 > Ftabel 3,16 dan pada signifikansi 0,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, secara simultan Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) berpengaruh signifikan dan positif terhadap Penggunaan QRIS (Y) pada Kelurahan Fontein. Dan hasil hitung koefisien determinasi (R²) diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,989 atau 98,9%. Hal ini berarti bahwa variabel Persepsi (X1) dan Literasi Digital (X2) mampu menjelaskan 98,9% Penggunaan QRIS (Y) di Kelurahan Fontein. Sedangkan sisanya sebesar 1,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kaderisasi pemuda-pemudi merupakan kebutuhan mendasar gereja dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan kehidupan bergereja. Di tengah tantangan sekularisme yang semakin memengaruhi cara pandang, minat, dan keterlibatan pemuda-pemudi dalam kehidupan bergereja, gereja dituntut untuk merefleksikan secara teologis upaya kaderisasi yang kontekstual dan berkelanjutan. Pemuda-pemudi dipahami bukan hanya sebagai penerima pelayanan, tetapi sebagai subjek yang memiliki potensi untuk dibina dalam iman, karakter, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan mengkaji upaya kaderisasi pemuda-pemudi melalui program Aksi Paskah dan Natal di Jemaat GMIT Golgota Alak dalam perspektif pembangunan jemaat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Appreciative Inquiry yang menekankan penggalian pengalaman positif dan potensi jemaat melalui tahapan Discover, Dream, Design, dan Destiny. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan pemuda-pemudi serta Majelis Jemaat. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan reflektif untuk memahami dinamika kaderisasi yang berlangsung dalam kehidupan jemaat. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aksi Paskah dan Natal menjadi ruang pembelajaran yang penting bagi pemuda-pemudi dalam mengembangkan keterampilan pelayanan, kerja sama, serta rasa memiliki terhadap pelayanan gereja. Keterlibatan aktif dalam liturgi, pewartaan firman, dan pengelolaan kegiatan memberikan pengalaman konkret hidup bergereja. Namun, proses kaderisasi masih bersifat periodik dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam perencanaan pembangunan jemaat jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa refleksi teologis atas praktik kaderisasi diperlukan agar gereja mampu merespons tantangan sekularisme secara sadar, menata pembinaan pemuda-pemudi secara terarah, dan menghadirkan kaderisasi yang berkesinambungan demi keberlanjutan pelayanan gereja masa kini dan masa depan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji praktik panen padi di Jemaat GMIT Imanuel Manefu sebagai ruang
hidup teologis yang mengintegrasikan tradisi budaya lokal dengan iman Kristen. Praktik
panen padi tidak semata-mata dipahami sebagai aktivitas agraris, melainkan sebagai praktik
komunal dan spiritual yang berfungsi membentuk identitas, relasi sosial, serta penghayatan
iman jemaat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
perkembangan praktik panen padi dari masa sebelum Kristen, masa sesudah Kristen, hingga
masa kini, sekaligus menganalisis nilai, makna, dan tema teologis yang terkandung di
dalamnya. Penelitian ini juga menelaah implikasi praktik tersebut bagi persekutuan Jemaat
GMIT Imanuel Manefu, terutama dalam menghadapi tantangan relasi persaudaraan akibat
konflik sosial, seperti perebutan tanah warisan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif
dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan wawancara mendalam dan studi pustaka
sebagai sumber data utama, kemudian dianalisis melalui kerangka Teologi Kontekstual
Model Sintesis karya Stephen B. Bevans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik panen
padi di Manefu mengalami transformasi dalam bentuk kerja dan teknis pelaksanaan akibat
pengaruh modernisasi yang bisa saja menggeser nilai-nilai inti Kristen yang terkandung
dalam praktik tersebut seperti nilai persekutuan, kasih, persaudaraan, gotong royong, dan
pemberian diri tanpa pamrih tetap terpelihara. Praktik panen padi dimaknai sebagai ritus
syukur kepada Tuhan, peneguh identitas budaya jemaat, sarana penguatan relasi sosial, dan
media pembentukan etos kerja yang bertanggung jawab. Refleksi teologis menegaskan bahwa
praktik panen padi merupakan wujud teologi hidup yang kontekstual, di mana kerja dipahami
sebagai bentuk ibadah, tanah sebagai anugerah Tuhan, dan tindakan berbagi sebagai
kesaksian iman. Dalam konteks konflik warisan yang mengancam persatuan jemaat, praktik
panen padi berpotensi menjadi ruang rekonsiliatif sekaligus pedagogi iman yang meneguhkan
persekutuan sebagai tubuh Kristus. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pengembangan praktik
ini menjadi penting sebagai media pewartaan Injil dan pembentukan spiritualitas komunal
jemaat di tengah dinamika sosial dan perubahan zaman
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan jemaat merupakan bagian integral dari panggilan gereja untuk menumbuhkan kehidupan iman yang dewasa, partisipatif, dan kontekstual, namun dalam praktiknya sering kali masih berangkat dari pendekatan yang menekankan persoalan dan kekurangan sehingga potensi jemaat kurang dioptimalkan secara maksimal. Kondisi ini juga tampak dalam kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane yang sesungguhnya memiliki kekayaan potensi sosial, ekonomi, dan budaya, tetapi belum sepenuhnya dikembangkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini berangkat dari persoalan mengenai bagaimana konteks sosial-ekonomi jemaat melatarbelakangi praktik kemitraan dengan komunitas Prosi, bagaimana praktik kemitraan tersebut dipahami dalam kerangka pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta bagaimana kemitraan itu direfleksikan secara teologis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konteks kehidupan Jemaat GMIT Hosana Hane, menganalisis praktik kemitraan gereja dengan komunitas Prosi sebagai bagian dari pembangunan jemaat berbasis Appreciative Inquiry, serta merefleksikannya secara teologis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, yang dianalisis secara deskriptif-analitis dan refleksi teologis berdasarkan teori pembangunan jemaat Jan Hendriks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan antara GMIT Hosana Hane dan komunitas Prosi menjadi sarana pembangunan jemaat yang bersifat partisipatif dan transformatif, di mana pendekatan Appreciative Inquiry menolong jemaat untuk mengenali serta mengembangkan potensi yang telah dimiliki sebagai aset pembangunan, sehingga jemaat semakin diposisikan sebagai subjek yang berdaya dalam membangun kehidupan iman, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji penggunaan dan revitalisasi bahasa lokal dalam pelayanan gereja di Jemaat GMIT Elim Tulleng sebagai bagian dari pelaksanaan misi gereja. Latar belakang penelitian ini muncul dari fenomena menurunnya penggunaan bahasa lokal, khususnya di kalangan generasi muda, akibat dominasi bahasa nasional dan bahasa global dalam pendidikan, media, dan kehidupan sehari-hari. Pergeseran ini tidak hanya memengaruhi aspek budaya, tetapi juga berdampak pada cara jemaat memahami, menghayati, dan meneruskan iman Kristen dalam komunitas mereka. Situasi ini menempatkan gereja pada panggilan untuk menghadirkan Injil secara relevan dengan konteks kehidupan jemaat, sekaligus setia pada ajaran firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta didukung kajian pustaka mengenai teologi misi dan kontekstualisasi Injil. Analisis data dilakukan secara teologis dan misiologis dengan menggunakan kerangka Missio Dei, yang menekankan bahwa misi gereja adalah partisipasi dalam karya Allah yang berlangsung di dunia, dan harus dijalankan secara kontekstual sesuai realitas sosial, budaya, dan bahasa jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal dalam ibadah, pengajaran, doa, dan pelayanan gereja memberikan dampak signifikan terhadap pemahaman dan pengalaman iman jemaat. Bahasa lokal memungkinkan firman Tuhan disampaikan dalam bahasa yang akrab dan mudah dihayati, sehingga iman tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dialami secara personal, emosional, dan eksistensial. Selain itu, penggunaan bahasa lokal mendorong keterlibatan aktif jemaat dalam kehidupan bergereja, memperkuat rasa memiliki terhadap gereja, dan memperkokoh identitas komunitas iman. Revitalisasi bahasa lokal juga menjadi jembatan antara pesan Kitab Suci dengan pengalaman hidup jemaat, sehingga pewartaan Injil menjadi lebih relevan, bermakna, dan kontekstual. Secara teologis, penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi bahasa lokal merupakan tindakan misiologis yang selaras dengan visi Allah dalam Missio Dei. Landasan biblis seperti peristiwa Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:1–13) dan visi Wahyu 7:9 menunjukkan bahwa keberagaman bahasa bukan penghalang, melainkan sarana Allah untuk menyampaikan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Dengan demikian, revitalisasi bahasa lokal bukan sekadar upaya pelestarian budaya, tetapi sarana strategis untuk memperdalam iman jemaat, membangun komunitas yang hidup, dan menjamin pewarisan iman antar generasi.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran perempuan dalam kehidupan dan pelayanan gereja merupakan isu yang terus menjadi bahan refleksi teologis hingga masa kini. Dalam sejarah gereja, kontribusi perempuan sering kali kurang mendapat perhatian yang memadai, terutama dalam konteks kepemimpinan dan pengajaran rohani. Padahal, Alkitab memuat sejumlah narasi yang menunjukkan keterlibatan aktif perempuan dalam pelayanan gereja mula-mula. Salah satu teks yang penting untuk dikaji adalah Kisah Para Rasul 18:24-28, yang menampilkan peran Priskila dalam membimbing Apolos agar memahami ajaran Injil secara lebih utuh. Teks ini memberikan dasar biblis yang kuat untuk melihat perempuan bukan sekadar sebagai pendamping, melainkan sebagai pelayan firman dan pembina iman yang dipercaya Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pesan teologis dari Kisah Para Rasul 18:24-28 melalui pendekatan tafsir naratif, serta menelusuri relevansinya bagi pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok, Klasis Rote Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, yang menekankan analisis naratif terhadap unsur-unsur teks seperti alur cerita, tokoh, latar, dan pesan teologis yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan Priskila dalam pengajaran Apolos menegaskan bahwa otoritas pelayanan dalam gereja tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh panggilan dan perlengkapan dari Allah. Narasi ini memperlihatkan bahwa Allah secara berdaulat memakai perempuan sebagai subjek aktif dalam pelayanan rohani. Temuan ini menjadi sangat relevan dengan konteks Jemaat GMIT Hosana Fedok, di mana pelayanan kependetaan didominasi oleh pendeta perempuan dan telah menjadi bagian alami dari dinamika kehidupan jemaat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pelayanan pendeta perempuan di Jemaat GMIT Hosana Fedok bukanlah penyimpangan dari tatanan gereja, melainkan perwujudan nyata dari prinsip kesetaraan dan kemitraan dalam tubuh Kristus sebagaimana telah dihidupi sejak gereja mula-mula. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya refleksi teologis gereja serta memperkuat pemahaman jemaat tentang peran perempuan dalam pelayanan dan pengajaran iman.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perilaku konsumerisme merupakan fenomena sosial yang semakin menguat dalam kehidupan masyarakat modern, termasuk dalam konteks kehidupan bergereja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis perilaku konsumerisme yang terjadi dalam Jemaat GMIT Efata Liliba, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta merefleksikan fenomena tersebut dalam terang ugahari, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuntitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui observasi lapangan, kuesioner, dan wawancara dengan warga jemaat serta pelayan gereja, yang kemudian dianalisis secara sosial dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku konsumerisme dalam Jemaat GMIT Efata Liliba tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui interaksi berbagai faktor struktural dan kultural, seperti perkembangan teknologi digital, pengaruh media sosial dan iklan, lingkungan pergaulan, serta kedekatan geografis jemaat dengan pusat-pusat perbelanjaan modern. Konsumerisme tampak dalam pola konsumsi yang berorientasi pada keinginan, tren, dan simbol sosial, sehingga batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan ekonomi, melemahnya solidaritas sosial, munculnya ketimpangan relasi antarjemaat, serta pergeseran nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, pengendalian diri, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam perspektif hidup ugahari, konsumerisme dipahami sebagai persoalan yang menyangkut moral individu, tetapi juga berkaitan dengan sistem ekonomi dan budaya yang populer. Iman Kristen tidak dapat dipisahkan dari praksis hidup ugahari terhadap ketidakadilan sosial. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk menghadirkan praksis iman yang membebaskan melalui pengembangan kesadaran kritis jemaat, diakonia yang transformatif, serta pembentukan pola hidup berjemaat yang berlandaskan pada nilai-nilai Kerajaan Allah, yaitu keadilan, kesederhanaan, solidaritas, dan kesejahteraan bersama.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang ritual A’gam Bahar yang dipraktikkan oleh Jemaat GMIT Eden Alwor, Klasis Alor Barat Daya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jemaat yang melakukan ritual ini untuk meminta kehidupan yang baik dari arah leluhur, setelah melaksanakan pernikahan kudus. Ritual ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah leluhur masih ada di sekitar mereka, dapat menjaga dan memberikan kehidupan yang baik serta menjauhkan mereka dari berbagai bencana. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman jemaat tentang ritual A’gam Bahar dan pelaksanaan ritual A’gam Bahar, meninjau secara teologis ritual A’gam Bahar dan merumuskan refleksi teologis dari ritual tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi-analisis-reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk memberikan gambaran yang jelas tentang ritual A’gam Bahar. Informan penelitian berjumlah lima belas orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual A’gam Bahar dilakukan dengan keyakinan arwah leluhur dipercaya memiliki kuasa untuk memberikan kehidupan yang baik, dan dapat menjauhkan berbagai bencana dalam kehidupan pernikahan. Ritual A’gam Bahar memperlihatkan adanya dualisme iman antara Allah dan arwah leluhur. Pemahaman ini bertentangan dengan iman Kristen yang menegaskan Allah satu-satunya sumber kehidupan yang baik. Bertolak dari pandangan Emanuel Gerrit Singgih tentang sikap konfirmasi dan konfrontasi, maka penulis menggunakan pandangan ini untuk melihat ritual A’gam Bahar. Penelitian ini menegaskan bahwa ritual A’gam Bahar tidak dapat dikonfirmasi, melainkan harus dikonfrontasi dalam terang iman Kristen. Segala sumber kehidupan yang baik hanya bersumber dari Allah, dan Alkitab dengan tegas melarang agar tidak boleh meminta lagi kepada arwah leluhur.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C DALAM DODOL PISANG AMBON (Musa acuminata) DARI DESA RETRAEN KECAMATAN AMARASI SELATAN Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Pisang ambon merupakan buah yang banyak mengandung gizi dan mempunyai rasa dan Pisang ambon (Musa acuminata) merupakan buah yang kaya akan vitamin dan mineral, salah satunya vitamin C, namun mudah rusak sehingga perlu diolah agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Salah satu bentuk olahan yang potensial adalah dodol pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar vitamin C dalam dodol pisang ambon yang diproduksi dari Desa Retraen, Kecamatan Amarasi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan berbeda yang masing-masing diulang sebanyak tiga kali, dan data dianalisis menggunakan Analysis Of Variance (ANOVA). Uji organoleptik dilakukan terhadap atribut aroma, rasa, warna, dan tekstur menggunakan metode hedonik dengan melibatkan 20 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (300 gram pisang ambon) merupakan perlakuan terbaik dalam atribut aroma, rasa, dan warna, sedangkan tekstur terbaik terdapat pada perlakuan P2 (200 gram pisang ambon). Analisis kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa perlakuan P3 memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu sebesar 155,33 mg/100g. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah pisang ambon yang digunakan, semakin tinggi pula kandungan vitamin C dalam dodol. Kata Kunci: Dodol pisang ambon, vitamin C, organoleptik, spektrofotometri. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRAK ANALYSIS OF VITAMIN C CONTENT IN AMBON BANANA DODOL (Musa acuminata) FROM RETRAEN VILLAGE, SOUTH AMARASI DISTRICT Da Costa. D.M)* Ngginak. J)** Ledo, S.E.M)** Ambon banana (Musa acuminata) is a fruit rich in vitamins and minerals, particularly vitamin C, but it is highly perishable and requires processing to extend its shelf life. One potential processed product is dodol made from Ambon banana. This study aimed to analyze the vitamin C content in dodol made from Ambon banana in Retraen Village, South Amarasi District. The research used an experimental method with a quantitative descriptive approach. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, consisting of four treatments with three replications each. Data were analyzed using ANOVA and further tested with Duncan's Multiple Range Test. Organoleptic tests (aroma, taste, color, and texture) were conducted using the hedonic method involving 20 panelists. The results showed that treatment P3 (300 grams of Ambon banana) was the most preferred in aroma, taste, and color, while P2 (200 grams) had the best texture. Vitamin C analysis using UV-Vis spectrophotometry showed that P3 had the highest vitamin C content, reaching 155.33 mg/100g. These findings indicate that increasing the amount of Ambon banana increases the vitamin C content in dodol. Keywords :Ambon banana dodol, vitamin C, organoleptiktest, spectrophotometry Information: *) Researcher **) Advisor