Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: kesembuhan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAYANAN KESEMBUHAN YANG HOLISTIK “Suatu Kajian Naratif dari Injil Markus 8:22-26 dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Oebitina, Klasis Rote Barat Daya”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tulisan ini memfokuskan pembahasan pada menafsir teks Injil Markus 8:22-26 untuk memberi makna dan sumbangsih bagi gereja khususnya gereja di GMIT Imanuel Oebitina dalam mengatasi masalah kesehatan. Kesembuhan perlu diberikan perhatian karena merupakan suatu tanggung jawab gereja sebagai persekutuan Kristus. Pelayanan gereja khususnya Jemaat Imanuel Oebitina, belum menerapkan dan memberikan pelayanan bagi mereka yang sakit secara holistik. Pelayanan gereja berfokus pada mendoakan dari mimbar gereja tanpa ada upaya praktis yang dilakukan serta program gereja yang belum menyentuh aspek kesehatan. Tujuan dari penulisan skripsi ini Adalah untuk menyikapi masalah sakit-penyakit dan upaya pelayanan yang dilakukan gereja dengan memaknai tindakan pelayanan Yesus terhadap mereka yang sakit sesuai hasil penafsiran teks Markus 8:22-26. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode tafsir naratif. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal penting. Pertama, pelayanan penyembuhkan Yesus bersifat holistik. Kedua, pelayanan aksi nyata yang dilakukan Yesus adalah dengan pendekatan personal dan intim dengan mereka yang sakit. Ketiga, pentingnya komunitas dalam proses penyembuhan. Selain itu Tindakan praktis yang dapat dilakukan gereja adalah memberikan perhatian bagi pelayanan yang telah dirumuskan dalam pokok-pokok eklesiologinya bahwa diakonia tidak hanya diperuntukkan bagi janda, duda dan yatim piatu tapi juga bagi mereka yang sakit. Kata-kata kunci: Injil Markus, Kesembuhan Holistik, Gereja, GMIT Imanuel Oebitina.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUAL GELAK WAHA- Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Ritual Gelak Waha (Mencari Kesembuhan) dan Implikasinya bagi Pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja, Klasis Flores

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK RITUAL GELAK WAHA Suatu Tinjauan Teologis Kontekstual Terhadap Ritual Gelak Waha (Mencari Kesembuhan) dan Implikasinya bagi Pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja, Klasis Flores Kesehatan merupakan aspek paling berharga dalam kehidupan manusia, namun sakit menjadi tantangan besar yang kerap kali sulit diatasi meski dengan kemajuan pengobatan modern. Sebagai alternatif, pengobatan tradisional yang mengandalkan kepercayaan dan pengalaman turun-temurun tetap relevan di beberapa masyarakat, termasuk dalam konteks ritual Gelak Waha yang dilakukan oleh masyarakat Beloaja di Flores. Ritual ini bertujuan mencari kesembuhan melalui prosedur magis dengan melibatkan dukun serta penggunaan bahan alami, seperti sirih, pinang, dan ayam kampung. Penelitian ini mengkaji makna dan nilai yang terkandung dalam ritual Gelak Waha serta implikasinya terhadap pelayanan gerejawi di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja. Permasalahan utama yang diangkat meliputi pemahaman jemaat tentang konteks lokal, kesembuhan, dan refleksi teologis terhadap praktik tersebut. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian jemaat GMIT telah mengadopsi ajaran Kristen, mereka masih menjalankan ritual Gelak Waha karena kepercayaan turun-temurun kepada Lera Wulan sebagai entitas pelindung dan penyembuh. Hal ini memunculkan tantangan bagi gereja dalam mendampingi jemaat untuk memahami kesembuhan sebagai anugerah Allah yang dapat terjadi melalui berbagai cara, baik secara medis maupun spiritual. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang kesembuhan melalui ritual Gelak Waha serta menyajikan refleksi teologis untuk mendorong pendekatan yang kontekstual dalam pelayanan di Mata Jemaat GMIT Lahairoi Beloaja. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi bagi pengembangan pelayanan gereja dalam menghadapi fenomena sinkretisme budaya dan iman. Kata kunci: Ritual Gelak Waha, teologi kontekstual, kesembuhan, pelayanan gereja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail