Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ketaatan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ritus Berkabung Takaen Noi Aok Sub Judul Suatu Tinjauan Teologis terhadap Praktik Ritus Berkabung Takaen Noi Aok di Jemaat GMIT Pniel I Lelogama dan Implikasinya bagi Pelayanan Gereja

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada praktik ritus berkabung "Takaen Noi Aok" di Jemaat GMIT Pniel I Lelogama, yang merupakan bagian dari budaya masyarakat Amfoang-Lelogama. Ritus ini melibatkan serangkaian tahapan yang dilakukan untuk menghormati orang yang telah meninggal dan dipercaya memiliki konsekuensi bagi kerabat yang masih hidup jika tidak dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna dan nilai dari ritus tersebut serta implikasinya terhadap pelayanan gereja. Pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan observasi dan wawancara dengan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda mengenai pelaksanaan ritus ini. Generasi tua cenderung mempertahankan ritus sebagai tradisi yang sarat makna, sementara generasi muda menganggapnya sebagai beban tambahan dan bertentangan dengan ajaran Kristen. Penelitian ini juga menemukan bahwa ritus "Takaen Noi Aok" memiliki nilai-nilai yang penting dalam kehidupan masyarakat Amfoang, namun seiring dengan perkembangan zaman, makna asli dari ritus ini mulai tergerus. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya gereja untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai ritus ini agar tidak terjadi sinkretisme dan penyesatan dalam praktik keagamaan jemaat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana ritus berkabung "Takaen Noi Aok" dapat diintegrasikan dengan ajaran Kristen sehingga tetap mempertahankan nilai budaya tanpa mengorbankan keyakinan iman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur tambahan tentang ritus kematian dalam konteks budaya dan agama serta memberikan panduan bagi jemaat dalam menghadapi masa duka dengan cara yang sesuai dengan iman Kristen. Kata Kunci: Ritus berkabung, Takaen Noi Aok, Teologi Kontekstual, Solidaritas, Ketaatan, GMIT Pniel I Lelogama, Pelayanan Gereja

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tradisi Mole Dame

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Oenaek masih kental dengan tradisi sebagai identitas mereka dan mewarisi untuk menjaga persekutuan mereka. Salah satu tradisi yang kental adalah Tradisi Mole Dame. Tradisi Mole Dame dilakukan untuk mendamaikan kedua keluarga karena anak mereka telah kawin lari dan atau hamil di luar nikah. Tradisi Mole Dame sangat membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada, akan tetapi, untuk sampai pada tahap perdamaian terdapat sejumlah sanksi adat, yang sudah ditetapkan dalam peraturan adat. Kendala ini membuat beberapa pasangan tidak sampai tahap pernikahan secara gerejawi. Maka dari itu, masalah yang terjadi adalah kedua pasangan hidup tak serumah, anak-anak lahir tanpa keluarga yang utuh, bahkan persoalan ini mempengaruhi persekutuan jemaat karena pasangan berada dalam satu jemaat dan suku yang sama. Skripsi ini bertujuan untuk mengupayakan Injil dan Tradisi Mole Dame dapat berjalan bersama-sama. Tradisi ini penting dilakukan, namun tradisi ada bagian yang harus dikritisi dan diperbarui sehingga benar-benar tradisi ini memuliakan nama Tuhan. Terhadap masalah ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan penelitian lapangan. Teori yang dipakai, yakni model sintesis oleh Stephen Bevans, yakni mengupayakan berteologi untuk menemukan jalan tengah atau menjawab masalah dengan pertimbangan tetap menerima Tradisi Mole Dame, tetapi memperbarui sanksi- sanksi adat yang menjadi kendala atau penyebab masalah. Berdasarkan analisis model sintesis, maka hasil penelitian menunjukkan, bahwa pihak-pihak yang terlibat seperti keluarga, tokoh adat, dan gereja perlu membangun perdamaian, yakni merevitalisasi sanksi adat yang memberatkan. Dalam tradisi penting adanya inisiatif untuk kerja sama dari berbagai pihak dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap anak, sehingga mengurangi kasus hamil di luar nikah dan kawin lari. Untuk membenahi relasi yang renggang akibat tradisi, maka keluarga perlu meneladani karya perdamaian Yesus Kristus yang memampukan keluarga saling memberikan pengampunan dan saling mengasihi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail