Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kebutuhan fisiologis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH KEBUTUHAN FISIOLOGIS DAN KEBUTUHAN SOSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI NTT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Faridah Kasim. 16418266. Skripsi ini berjudul “ Analisis Pengaruh Kebutuhan Fisiologis dan Kebutuhan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT”. Kupang 2022. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survey Kuesioner. Peneliti melakukan survey dengan cara menyebar kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berstatus PNS yang berjumlah 49 orang. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan rumus slovin sehingga berjumlah 44 orang. Teknik analisis lanjjutan dalam penelitian ini menggunakan Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan untuk uji hipotesisnya peneliti menggunakan Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial kebutuhan isiologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Sedangkan secara simultan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan Nilai konstanta sebesar 1.970 artinya jika nilai kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 1.970, sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0.610 dan koefisien regresi b2 sebesar sebesar 0,825. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 1.970 + 0,610 X1 + 0,825 X2 + e. Uji hipotesis pertama ada pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan fisiologis (X1) ditemukan t hitung = 2.599 lebih besar t table = 1,219 dan tingkat Sig. = 0,013. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan sosial (X2) ditemukan t hitung = 3.408 lebih besar t table = 1.219 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Untuk uji Simultan didapat hasil F hitung = 22.321 lebih besar F tabel = 3,23 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) dan variable kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil uji determinasi didapat nilai besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.521 atau 52,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai adalah 52,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil ini maka peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HUBUNGAN PENGHARGAAN ATAS PRETASI KARYAWAN,KEBUTUHAN FISIOLOGIS KARYAWAN DENGAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PADA PT.TELKOM KUPANG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Hubungan variabel Penghargaan Atas Prestasi Karyawan terhadap Prestasi Kerja KaryawanPT. Telkom Kupang. (2) Hubungan variabel Kebutuhan Fisiologisterhadap Prestasi Kerja Karyawan PT. Telkom Kupang. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey, di mana instrumen penelitian ini berupa kuesioner.Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Kupang sebanyak 99 karyawan.Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 20 responden.Uji Deskriptif menggunakan IBM SPSS Statistics versi 21 dan uji Korelasi menggunakan rumus korelasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan dengan gaji, promosi, bonus dan apresiasi terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara penghargaan atas prestasi kerja karyawan terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,003 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkan bahwa berhubungan dengan sandang, pangan dan papan terhadap prestasi kerja yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara kebutuhan fisiologis terhadap prestasi kerja karyawan dalam sebesar 0,001 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil pengujian menyimpulkanbahwa berhubungan dengan kualitas kerja, kuantitas kerja, keandalan dan sikap denganpenghargaan dan kebutuhan fisiologis yang dilaksanakan oleh karyawan untuk mengetahu tingkat prestasi kerja pada perusahaan sehingga dapat melihat tingkat kualitas kerja yang bagus. Dalam hal ini yang kuat positif terhadap prestasi kerja karyawan PT Telkom Kupang. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji korelasi tersebut, diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara prestasi kerja karyawan terhadap penghargaan atas prestasi karyawan dengan kebutuhan fisiologis dalam sebesar 0,006 dan nilai correlation coefficient sebesar 0,490 yang berarti Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa penghargaan atas prestasi karyawan berhubungan positif dan signifikan terhadap prestasi kerja karyawan begitupun dengan kebutuhan fisiologis berhubungan positif dan signifikansi terhadap prestasi kerja karyawan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail