Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kebudayaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

RITUS POU HARI “Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Relasi Manusia dan Laut Berdasarkan Ritus Pou Hari dan Implikasinya bagi Pelayanan di Jemaat Imanuel Folbo, Klasis Alor Barat Laut”

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji Ritus Pou Hari sebagai warisan budaya religius masyarakat pesisir Jemaat GMIT Imanuel Folbo, Klasis Alor Barat Laut. Ritus ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa laut yang diyakini sebagai leluhur, dan diwariskan turun-temurun sebagai bagian identitas budaya. Permasalahan teologis muncul karena praktik ini mengandung unsur pemujaan yang berpotensi bertentangan dengan kemurnian pengakuan iman Kristen kepada Kristus sebagai satu-satunya Tuhan. Kerangka teori yang digunakan adalah tipologi Kristus Melawan Kebudayaan dari H. Richard Niebuhr, yang menegaskan sikap tegas terhadap praktik budaya yang tidak sejalan dengan Injil, serta pendekatan teologi kontekstual untuk menafsirkan dan mengarahkan nilai positif budaya lokal agar selaras dengan iman Kristen. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri dari pemimpin ritus, peserta ritus, majelis jemaat, dan pendeta setempat. Data dianalisis untuk mengidentifikasi makna, fungsi, serta implikasi teologis ritus bagi kehidupan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritus Pou Hari memiliki makna religius, sosial, dan ekologis yang penting bagi masyarakat pesisir. Namun, unsur pemujaan kepada penguasa laut menimbulkan risiko sinkretisme. Gereja dipandang perlu mengembangkan pembinaan iman yang kontekstual, mengalihkan nilai positif ritus ke dalam bentuk ibadah syukur atau doa bersama yang berpusat pada Kristus, serta menciptakan liturgi kontekstual yang menjaga kemurnian iman. Refleksi teologi menegaskan panggilan gereja untuk menghargai konteks budaya sekaligus setia pada Injil, menjadi komunitas profetis yang membimbing jemaat menghormati laut sebagai ciptaan Allah tanpa terjebak dalam praktik yang bertentangan dengan iman Kristen.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Um Kleo Tinjauan Teologis Iman Kristen Terhadap Um Kleo dan Implikasinya bagi Persekutuan Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken Klasis Kota Kupang Timur

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama serta diwariskan turun-temurun. Kebudayaan dapat direpresentasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya sistem kepercayaan. Penelitian ini mengeksplorasi peran/fungsi rumah adat Um Kleo bagi masyarakat Helong di Kolhua. Masyarakat Helong memandang Um Kleo sebagai rumah perhimpunan dan tempat roh para leluhur. Hal ini didasarkan atas pemahaman bahwa roh orang mati masih ada bersama-sama di dunia. Oleh karena itu, Um Kleo dibangun dengan konsep arsitektur yang memiliki arti-arti tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teologis fungsi Um Kleo sehingga dapat diambil nilai-nilai yang relevan dengan ajaran dan konteks GMIT, khususnya di GMIT Ebenhaezer Iungboken. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi Teologi Kontekstual dengan penelitian kualitatif yang mencakup penelitian kepustakaan terhadap literatur-literatur yang membahas tentang kebudayaan. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam dengan anggota Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken untuk memahami pandangan mereka tentang Um Kleo. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa adanya sikap dualistis masyarakat dan jemaat terhadap iman dan kebudayaan. Implikasi teologis adalah memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman keagamaan dan parktik rohaniah dalam Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail