BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Persembahan adalah bentuk ucapan syukur atau respon umat kepada Allah atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Selain itu persembahan juga sebagai tanda persekutuan dengan Allah dan pengakuan bahwa semua yang umat nikmati saat ini adalah atas anugerah dari Allah. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Batu Karang Kupang, jemaat terjebak dalam ketergantungan pada uang, di mana uang menjadi satu-satunya penggerak dalam persekutuan jemaat. Hal ini berpengaruh pada jemaat, yang dengan alasan tidak memiliki uang persembahan, menolak untuk hadir dalam ibadah atau tidak hadir dalam ibadah namun menitipkan persembahannya. Selain itu ada jemaat memberi persembahan dengan motivasi untuk menunjukkan bahwa persembahan yang ia berikan lebih dari jemaat lain. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman Jemaat GMIT Batu Karang Kupang berkaitan dengan persembahan? Apakah dampak pemahaman persembahan tersebut pada pertumbuhan iman jemaat? Metode Penelitian Kualitatif dipilih karena dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informasi kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deduktif, analisis, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jemaat GMIT Batu Karang Kupang memaknai persembahan dengan cara yang sangat beragam. Persembahan dinilai sebagai suatu tanggung jawab jemaat demi membantu proses pelayanan dalam gereja, selain itu jemaat juga memaknai persembahan sebagai media atau representasi diri mereka, sehingga timbul pemahaman bahwa persembahan mewakili diri mereka dalam ibadah. Selain itu juga, ada pemahaman jemaat bahwa terdapat pembedaan antara ibadah dan persembahan namun, pada prinsipnya persembahan dan ibadah adalah suatu keutuhan. Alkitab sebagai dasar pemahaman tentang persembahan mengajarkan bahwa ikatan atau hubungan antara umat dengan Allah merupakan prioritas dalam memberi persembahan. Yesus yang telah memberi diri-Nya untuk menebus manusia dari dosa, membuat manusia memahami bahwa semua yang dimilikinya adalah milik Allah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Persembahan adalah bentuk ucapan syukur atau respon umat kepada Allah atas anugerah yang telah diberikan-Nya. Selain itu persembahan juga sebagai tanda persekutuan dengan Allah dan pengakuan bahwa semua yang umat nikmati saat ini adalah atas anugerah dari Allah. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Batu Karang Kupang, jemaat terjebak dalam ketergantungan pada uang, di mana uang menjadi satu-satunya penggerak dalam persekutuan jemaat. Hal ini berpengaruh pada jemaat, yang dengan alasan tidak memiliki uang persembahan, menolak untuk hadir dalam ibadah atau tidak hadir dalam ibadah namun menitipkan persembahannya. Selain itu ada jemaat memberi persembahan dengan motivasi untuk menunjukkan bahwa persembahan yang ia berikan lebih dari jemaat lain. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman Jemaat GMIT Batu Karang Kupang berkaitan dengan persembahan? Apakah dampak pemahaman persembahan tersebut pada pertumbuhan iman jemaat? Metode Penelitian Kualitatif dipilih karena dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan melalui penelitian lapangan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan informasi kunci. Untuk menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan metode penulisan, deduktif, analisis, dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jemaat GMIT Batu Karang Kupang memaknai persembahan dengan cara yang sangat beragam. Persembahan dinilai sebagai suatu tanggung jawab jemaat demi membantu proses pelayanan dalam gereja, selain itu jemaat juga memaknai persembahan sebagai media atau representasi diri mereka, sehingga timbul pemahaman bahwa persembahan mewakili diri mereka dalam ibadah. Selain itu juga, ada pemahaman jemaat bahwa terdapat pembedaan antara ibadah dan persembahan namun, pada prinsipnya persembahan dan ibadah adalah suatu keutuhan. Alkitab sebagai dasar pemahaman tentang persembahan mengajarkan bahwa ikatan atau hubungan antara umat dengan Allah merupakan prioritas dalam memberi persembahan. Yesus yang telah memberi diri-Nya untuk menebus manusia dari dosa, membuat manusia memahami bahwa semua yang dimilikinya adalah milik Allah.