Meningkatkan Hasil Belajar Tolak Peluru Menggunakan Alat Modifikasi Pada Siswa Sekolah Dasar Katolik Oeolo 1
Salah satu kendala kurang lancarnya proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah-sekolah termasuk di dalamnya dalam materi tolak peluru adalah kurang memadainya sarana yang dimiliki sekolah yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu satu pemikiran yang muncul adalah bahwa perlu adanya sebuah media alternatif modifikasi untuk mengganti peluru yang memang cukup mahal harganya. Media alternatif modifikasi tersebut harus bisa mewakili karakteristik peluru, murah, banyak tersedia atau mudah di dapat. Alat modifikasi yang dibuat menggunakan bola plastik berukuran kecil yang di isi dengan pasir dan dililit flakban.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran tolak peluru dengan menggunakan alat modifikasi. Penelitian yang dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR). Menurut Kemmis dan McTaggart Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini terdiri dari tiga tahap pada satu siklus, apabila dalam tindakan kelas ini ditemukan kekurangan dan tidak terciptanya target yang telah ditentukan, maka ini ditemukan dan tidak tercapainya target yag telah ditentukan, maka diadakan perbaikan pada perencanaan dan pelaksanaan siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian siklus I pemahaman siswa yang tergolong dalam kriteria baik sekali 15,78 %, baik 36,84 %, cukup 21,95 %, kurang 26,32 dan kurang dari 0 %. Pada aspek psikomotor yang tergolong kriteria baik sekali 0,00 %, baik 26,31 %, cukup 47,36 %, kurang 26,31 % dan kurang dari 0%. Pada perilaku siswa yang tergolong kriteria baik sekali 26,31 %, baik 31,57 %, cukup 21,05 %, kurang 21,05 % dam kurang dari 0%. Pada siklus II pemahaman siswa yang tergolong baik sekali 47,36 %, baik 52,63 %, cukup 0, kurang 0 % dan kurang dari 0%. Pada aspek psikomotor yang tergolong baik sekali 57,89%, baik 42,10 %, cukup 0 %, kurang 10,52 % dan kurang dari 0%. Pada perilaku siswa yang tergolong baik sekali 68,42 %, baik 31,57 %, cukup 0 %, kurang 0 % dan kurang dari 0 %. Dari hasil analisis yang diperoleh selama penelitian terdapat peningkatan dari kondisi awal ke siklus I sampai siklus II untuk ketiga aspek (afektif, kognitif dan psikomotor). Aspek afektif pada siklus I (78,94 %) dan siklus II (100 %), pada aspek kognitif siklus I (73,68) dan siklus II (100 %), pada aspek psikomotor siklus I (73,68 %) dan siklus II (100 %).