Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: VERONICA NENOMNANU
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN GURU PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) DI JEMAAT GMIT EMBUN HERMON BU’AT KLASIS SOE TENTANG FUNGSI ALAT PERAGA

2023•Koleksi Perpustakaan

PEMAHAMAN GURU PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) DI JEMAAT GMIT EMBUN HERMON BU’AT KLASIS SOE TENTANG FUNGSI ALAT PERAGA *(Nenomnanu.V) **(Nuban Timo.E) **(Manu.L) ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana pemahaman guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at tentang fungsi alat peraga?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at Klasis Soe tentang fungsi alat peraga. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian terdiri dari 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at memahami tentang fungsi alat peraga akan tetapi kurangnya ketersediaan alat peraga dan juga dana dari majelis jemaat sehingga para guru PAR mengalami kesulitan saat mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak PAR. Berdasarkan hasil analisis data maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :Bagi para pengajar PAR yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar, atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut : (1) bagi para pengajar par yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dapat dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. (2) Bagi para Majelis Jemaat di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at agar lebih memperhatikan anak-anak PAR dalam hal mengadakan alat peraga atau alat bantu mengajar bagi para pengajar demi kelangsungan proses pembelajaran. Kata Kunci : Pemahaman, Alat Peraga. PAR *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN GURU PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) DI JEMAAT GMIT EMBUN HERMON BU’AT KLASIS SOE TENTANG FUNGSI ALAT PERAGA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMAHAMAN GURU PELAYANAN ANAK DAN REMAJA (PAR) DI JEMAAT GMIT EMBUN HERMON BU’AT KLASIS SOE TENTANG FUNGSI ALAT PERAGA *(Nenomnanu.V) **(Nuban Timo.E) **(Manu.L) ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : bagaimana pemahaman guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at tentang fungsi alat peraga?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemahaman guru Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at Klasis Soe tentang fungsi alat peraga. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian terdiri dari 2 responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para guru PAR di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at memahami tentang fungsi alat peraga akan tetapi kurangnya ketersediaan alat peraga dan juga dana dari majelis jemaat sehingga para guru PAR mengalami kesulitan saat mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak PAR. Berdasarkan hasil analisis data maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :Bagi para pengajar PAR yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar, atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut : (1) bagi para pengajar par yang akan menggunakan alat peraga, sebaiknya menggunakan alat peraga yang mudah untuk didapat, yang ada dilingkungan sekitar atau dapat memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengajar untuk membuat alat peraga dan lebih ekonomis. Selain itu alat peraga yang dapat dipakai harus dapat merangsang kemampuan berpikir anak dan harus sesuai dengan materi yang diajarkan. (2) Bagi para Majelis Jemaat di Jemaat GMIT Embun Hermon Bu’at agar lebih memperhatikan anak-anak PAR dalam hal mengadakan alat peraga atau alat bantu mengajar bagi para pengajar demi kelangsungan proses pembelajaran. Kata Kunci : Pemahaman, Alat Peraga. PAR *Peneliti **Pembimbing I **Pembimbing II

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail