Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 9 dari 177

English Phonetics and Phonology

Philip Carr
2024 · Book · Open Access

The second edition of the popular English Phonetics and Phonology textbook has been extensively updated and expanded to offer greater flexibility for teachers and increased support for non-native speakers studying the sound systems of English. An ideal introduction to the study of the sound systems of English, designed for those with no previous knowledge of the subject Second edition now rigorously updated and expanded to reflect feedback from existing students and to increase support for non-native speakers of English Benefits from a useful introduction to articulatory phonetics, along with coverage of the main aspects of the phonological structure of present-day English Features a completely new chapter on the relationship between English spelling and pronunciation, extended coverage of intonation, and extensive revisions to sections on rhythm, word stress, intonation and varieties of English worldwide Will include invaluable chapter-by-chapter exercises, linked to sound files available on the accompanying website at www.wiley.com/go/carrphonetics (available upon publication)

English Phonetics and Phonology Paperback with Audio CDs (2)

Peter Roach
2024 · Book · Open Access

Since the publication of the first edition in 1983, this course has established itself as the most practical, comprehensive text in the field and become widely used in many parts of the world in universities and other institutions of higher education. This new edition takes into account recent developments in the teaching of phonology. It includes updated references, fuller coverage of intonation, and a new chapter on different varieties of English with illustrative recorded material. At the end of each chapter in the book there are notes giving information on further reading, discussion of the more challenging issues, written exercises and, where appropriate, suggestions for teachers. In addition the audio CDs include recorded exercises for every chapter which are particularly helpful for non-native speakers. A full answer key is available at the back of the book. Additional exercises and other supporting material are available online.

English Phonetics & Phonology For Indonesians

Soenjono Dardjowidjojo
2024 · Book · Open Access

Buku English Phonetics and Phonology for Indonesia ini dirancang sebagai buku teks untuk mahasiswa Strata 1 Jurusan Bahasa Inggris, baik mereka yang akan menjadi guru maupun yang tujuannya lain. Karena tingkatnya yang bersifat “pengantar”, buku ini sengaja tidak ditulis secara detail. Namun demikian dalam buku ini disajikan semua fonem segmental seperti vocal dan konsonan serta suprasegmental fonem seperti tekanan kata dan intonasi. Orientasi teoritisnya bersandar pada aliran generative. Karena bahasa natif memegang peran penting dalam penguasaan bunyi-bunyi Inggris, dalam buku ini disajikan satu bab khusus yang menggambarkan sistim bunyi bahasa kita, bahasa Indonesia. Bab ini dipakai sebagai rujukan untuk membandingkan bagaimana bunyi-bunyi bahasa Inggris dibuat dan pengaruh apa yang dimunculkan oleh bahasa natif kita. Buku ini didesain untuk satu semester. Dosen disarankan untuk menjelaskan konsep-konsep yang ada pada tiap bab. Untuk benar-benar memahami buku ini, pada akhir bab disajikan latihan untuk menerapkan konsep-konsep yang dibahas dalam bab masing-masing.

Introduction to English Phonetics and Phonology

Ulrike Gut
2024 · Book · Open Access

This comprehensive textbook provides a practical introduction to English phonetics and phonology. Assuming no prior background, the author outlines all of the core concepts and methods of phonetics and phonology and presents the basic facts in a clear and straightforward manner. In sections marked as advanced reading it is shown how these concepts and methods are applied in language acquisition and language teaching. The textbook contains exercises, an index, suggestions for further reading and many audio examples on the accompanying CD-ROM. An essential text for students embarking on the study of English sounds at B.A. level and beyond.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN ORGANOLEPTIK ROTI MANIS

WINTAN EFRICE FENI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Pengaruh Subtitusi Tepung Sorgum Terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik Roti Manis Wintan E, Feni*, Ir.I.D. A. A. R. Ratna Adi, MP**, Regina I.M BanoEt,SP.,MP** Roti merupakan salah satu bahan pangan yang dijadikan sebagai sumber karbohidrat selain nasi dan mie (Justicia dkk.,2012), roti juga merupakan salah satu makanan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia (Arlene dkk.,2009). Bahan utama pembuatan roti adalah tepung terigu, sedangkan tepung terigu merupakan bahan impor sehingga perlu diversifikasi dengan pangan local salah satunya tepung sorgum. Tepung sorgum diperoleh dari biji sorgum yang diolah melalui proses penepungan. Tepung sorgum dibuat untuk memudahkan proses pembuatan produk makanan, seperti pembuatan berbagai produk kue basah, roti, mie. Tepung sorgum mampu mensubstitusi penggunaan tepung terigu 15 – 80 % tanpa mengurangi rasa, tekstur, dan aroma produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan subtitusi tepung sorgum yang paling baik dalam pembuatan roti dengan produk roti yang paling disukai. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Tekonologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase tepung sorgum sebanyak 10%, 20% dan 30%. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik (aroma, rasa, warna tekstur) dan daya kembang roti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh subtitusi Tepung Sorgum sangat nyata terhadap kualitas roti manis. Perlakuan terbaik yaitu subtitusi tepung sorgum sebanyak 10% yang mendekati control, substitusi 10% menghasilkan warna dengan nilai rata- rata 4,444 dengan kategori (suka), aroma 3,978 dengan kategori (suka), skor rasa 3,622 dengan kategori (suka) dan skor tekstur 4,400 dengan kategori (suka). Pada daya kembang Semakin banyak substitusi tepung sorgum mengakibatkan daya kembang semakin menurun. Hal ini karena pada tepung terigu terdapat kandungan gluten sedangkan pada tepung sorgum terdapat serat dan hanya sedikit kandungan gluten. Kata Kunci : Roti, dan Tepung Sorgum

Optimalisasi Pemanfaatan Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu(Ipomea batatas L) Dalam Pembuatan Biskuit Terhadap Sifat Sensorik

APRIANINGSIH UMBU TONGA
2024 · Book · Open Access

Tepung ubi jalar ungu sebagai bahan substitusi adalah adanya senyawa antosianin yang merupakan sumber warna ungu yang dapat menghasilkan produk beranekarangaman. Biskuit adalah produk jajanan renyah yang terbuat dari adonan tepung terigu,telur, dan tambahan bahan makanan lain dengan cara di oven (kue kering). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat sensorik biskuit dari optimalisasi pemanfaatan ubi jalar ungu dan mendapatkan perlakuan terbaik dalam pembuatan biskuit. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase tepung ubi jalar ungu sebanyak 10%, 20% dan 30%. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik (aroma, rasa, warna tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi Tepung ubi jalar ungu sangat nyata terhadap kualitas biskuit. Perlakuan terbaik yaitu optimalisasi tepung ubi jalar ungu sebanyak 10% yang mendekati kontrol, substitusi 10% menghasilkan warna dengan nilai rata- rata 4,622 dengan kategori (sangat suka), aroma 4,667 dengan kategori (sangat suka), skor rasa 4,756 dengan kategori (sangat suka) dan skor tekstur 4,756 dengan kategori (sangat suka).

Studi Perbandingan Karakter Organoleptik antara Produk Uk Sagu yang Ditambahkan Parutan Kelapa dan Uk Sagu yang Ditambahkan dengan Gilingan Kacang Tanah

ONGKI GABRIEL TOY
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Studi Perbandingan Karakter Organoleptik antara Produk Uk Sagu yang Ditambahkan Parutan Kelapa dan Uk Sagu yang Ditambahkan dengan Gilingan Kacang Tanah. Ongki G. Toy1; Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT2; Dr. Lesybeth M. Nubatonis, STP. M.Si3 1. Penulis 2. Pembimbing Uk Sagu merupakan produk olahan tradisional dari bahan baku bose dengan penambahan parutan kelapa dan pada penelitian ini dilakukan variasi dengan penambahan gilingan kacang tanah. Manfaat parutan kelapa dan Gilingan Kacang Tanah sebagai berikut, Kelapa parut merupakan salah satu sumber serat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber serat dalam pembuatan produk makanan. Serat merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan Kacang tanah (Arachis hyipogaea L) merupakan tanaman pangan yang diminati dimasyarakat, pada umumnya untuk dikonsumsi baik dalam bentuk bahan baku maupun kacang tanah yang diolah secara tradisional ataupun modern. Manfaat Penelitian ini adalah untuk mempelajari karakter Uk Sagu yang dihasilkan dari campuran jagung dengan parutan kelapa, dibadingkan dengan campuran gilingan kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2023 didesa Naitae kecamatan Fatuleu Barat Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 kali perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase Gilingan Jagung sebanyak 500 gram, 400 gram, 350 gram, 300 gram sedangkan presentase Parutan Kelapa sebanyak 0 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram dan presentase Gilingan Kacang Tanah 0 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik (warna, aroma dan rasa). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh perbandingan Gilingang Jagung + Parutan Kelapa dan Gilingan Jagung + Kacang Tanah sangat nyata terhadap kualitas Uk Sagu. Perlakuan terbaik yaitu dengan rasio, Gilingan Jagung 350 gram + Parutan Kelapa 150 gram dan Gilingan Jagung 350 gram + 150 gram Gilingan Kacang Tanah, yang mendapat rata-rata nilai tingkat kesukaan dengan variabel pengamatan yang di uji yakni skor warna sebesar 4,633 dengan kategori sangat suka, skor aroma sebesar 4,550 kategori sangat suka dan skor rasa sebesar 4,783 kategori sangat suka. Kata Kunci : Uk Sagu, Parutan Kelapa dan Gilingan Kacang Tanah

KEHILANGAN VITAMIN C PADA PENGERINGAN DAUN KELOR MENGGUNAKAN DEHIDRATOR DENGAN SUHU PENGERINGAN YANG BERBEDA

WANDRI UMBU PEKAMBANI
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK KEHILANGAN VITAMIN C PADA PENGERINGAN DAUN KELOR MENGGUNAKAN DEHIDRATOR DENGAN SUHU PENGERINGAN YANG BERBEDA Wandri U Pekambani1; Ir. Ir. Andreas Ishak Medah, MP 2; Ir. Zet Malelak, M.Si.3 1. Penulis 2. Pembimbing Kelor atau yang dalam bahasa latin dikenal dengan nama Moringa oleifera merupakan jenis tanaman tropis yang sangat mudah dikenali dari ukuran daunnya yang kecil. Tidak hanya itu, pohon kelor juga sangat mudah bertumbuh pada tanah yang bisa dikatakan tidak terlalu subur. Sejak dahulu kelor sudah digunakan baik untuk pengobatan tradisional, jamu maupun dalam ritual yang berbau mistis. Faktanya daun kelor memang banyak mengandung zat yang sangat baik untuk tubuh. Tak heran organisasi WHO menobatkan pohon kelor sebagai miracle tree, setelah menemukan manfaat penting daun kelor. Lebih dari 1.300 studi, artikel dan laporan telah menjelaskan tentang manfaat kelor dan kemampuan dalam penyembuhan penyaki yang penting dalam menghadapi permasalahan wabah penyakit dan masalah kekurangan gizi. Kandungan Daun Kelor Segar dan Kering yang Komplit dan Kaya Gizi berpengaruh pada kadar vitamin C daun kelor. Jika proses pengeringan dilakukan dengan suhu yang terlalu tinggi atau waktu yang terlalu lama, maka vitamin C yang terkandung di dalam daun kelor dapat teroksidasi dan terdegradasi, sehingga mengurangi kandungan kasar vitamin C yang ada. Sebaliknya, jika proses pengeringan dilakukan dengan benar, maka kandungan vitamin C daun kelor dapat tetap terjaga atau bahkan meningkat. Hal ini tergantung pada jenis dan metode pengeringan yang digunakan, serta kondisi lingkungan selama proses pengeringan berlangsung. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi dan metode pengeringan yang tepat agar kandungan kasar vitamin C daun kelor dapat terjaga. Puspita ( Vilia ) Berdasarkan hasil uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) Lampiran 3, tanpa pengeringan berbeda sangat nyata dengan suhu pengeringan 50ºC, 60ºC, 70ºC, dan 80ºC, tetapi suhu pengeringan 50ºC tidak berbeda nyata dengan suhu pengeringan 60ºC, 70ºC, dan 80ºC terhadap kadar air tepung daun kelor Laju pengeringan dalam proses pengeringan suatu bahan memiliki arti penting, dimana laju pengeringan akan menggambarkan cepat atau lambatnya suatu proses pengeringan. Penguapan massa air dari permukaan bahan akan bertambah cepat dengan adanya kenaikan suhu dalam proses pengeringan. Laju pengeringan menjadi tinggi jika suhu pengeringan juga tinggi,pada awal-awal proses pengeringan laju pengeringan yang terjadi cenderung cepat kemudian mendekati keseimbangan laju pengeringan menjadi lambat. Laju pengeringan menjadi semakin rendah bila kadar air bahan mendekati kadar air keseimbangan. Menurut Hall (1957), bahwa suatu bahan dapat dikatakan kering jika laju air yang keluar dari bahan sama dengan udara sekelilingnya Kata Kunci : Kelor, Vitamin C dan Suhu Pengeringan

Substitusi Tepung Ikan Tembang (Sardinella fimbriata ) Dalam Pembuatan Stick

WARA MIRA
2024 · Book · Open Access

Stick adalah makanan ringan atau jenis cemilan dengan bahan dasartepung terigu, tepung tapioka atau tepung sagu dengan tambahan lemak, telur serta air yang di bentuk seperti batang yang panjang dan cara membuatnya dengan cara digoreng ( Pratiwi 2013). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap ( RAL) dengan 4 perlakuan dan di ulang sebanyak 3 kali sehingga di peroleh 12 unit percobaan.Berdasarka hasil penelitian berdasarkan pengujian organoleptik stik dengan substitusi tepung ikan tembang yang menghasilkan tingkat penerimaan panelis terbaik pada perlakuan yaitu: parameter warna berkisar 4,56%, parameter aroma berkisar 4,66%, parameter rasa berkisar 4,81%, parameter tekstur berkisar 4,71%, dan untuk nilai kadar protein dari perlakuan yang terbaik dengan nilai tertinggi 7,18%. Perlakuan yang diterima oleh panelis terdapat pada substitusi tepung ikan tembang sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji organoleptik waarna, aroma, rasa, dan tekstur terdapat nilai rata-rata yang tertinggi pada perlakuan 1 dengan substitusi tepung ikan tembang sebesar 5% dengan nilai yang tertinggi yaitu warna 4,56 rasa 4,81 aroma 4,66 dan tekstur 4,71

KARAKTERISASI ORGANOLEPTIK COOKIES BERBASIS CAMPURAN TEPUNG KULIT PISANG AMBON DAN TEPUNG TERIGU

FLAFIANA SOFIA OPAT
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Karakterisasi Sifat Organoleptik Cookies Berbasis Campuran Tepung Kulit Pisang Dan Tepung Terigu Flafiana S. Opat1), Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT 2), Ir.I.D. A. A. R. Ratna Adi, MP2). 1), Mahasiswa FTP UKAW 2)Dosen Pembimbing FTP UKAW Cookies merupakan salah satu jenis makanan yang di gemari banyak orang. Cookies merupakan salah satu jenis biskuit yang di buat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, relative renyah bila di patahkan dan penampang potongannya, bertekstur padat. Proses pembuatan cookies dengan cara di panggang hsingga keras, namun masih renyah untuk dimakan. Pembuatan cookies dengan menggunakan tepung terigu dengan kadar protein rendah yaitu 8-9,5%. Cookies dapat dibuat dengan tepung yang mengandung gluten 1% (Rosmisari, 2006). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh campuran tepung kulit pisang ambon dengan tepung terigu terhadap sifat organoleptik cookies. Manfaat dari penelitian ini, salah satunya adalah sebagai sumber informasi bagi masyarakat bahwa kulit pisang bisa di buat tepung juga bisa digunakan dalam pembuatan cookies. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni 2024, dalam metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dari 4 perlakuan yang 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase tepung kulit pisang sebanyak 10%, 20% dan 30%. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik (aroma, rasa, warna tekstur). Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung kulit pisang sangat nyata terhadap kualitas cookies. Perlakuan terbaik yaitu tepung kulit pisang sebanyak 30%, menghasilkan warna dengan nilai rata- rata 4,622 dengan kategori (suka), aroma 4,667 dengan kategori (suka) skor rasa 4,844 dengan kategori (suka) dan skor tekstur 4,778 dengan kategori ( suka). Kata Kunci : Karakteristik, Organoleptik, cookies, Tepung, Kulit Pisang. ABSTRACT Characterization of Organoleptic Properties of Cookies Based on a Mixture of Banana Peel Flour and Wheat Flour Flafiana S. Opat1), Prof. Dr. Ir. Godlief F. Neonufa, MT 2), Ir.I.D. A. A. R. Ratna Adi, MP 2) 1),Student FTP UKAW 2)Lecturer FTP UKAW Cookies are a type of food that popular with many people. are interested in. Cookies are a classificd as biscuits made from soft dough, high fat content, relatively crunchy and have a dense texture. The process of making cookies is by baking them until they are hard, but still crunchy to eat. Making cookies using wheat flour with a low protein content, namely 8-9.5%. Cookies can be made with flour containing 1% gluten (Rosmisari, 2006). The aim of this research was to determine the effect of mixing Ambon banana peel flour with wheat flour on the organoleptic properties of cookies. One of the benefits of this research is that it is a source of information for the public that banana peels can be made into flour and can also be used in making cookies. This research was carried out at the Exact Laboratory of Artha Wacana Christian University, Kupang. This research was conducted in June 2024, the method used was a completely randomized design of 4 treatments with 3 replications resulting in 12 experimental units, with banana peel flour percentages of 10%, 20% and 30%. The variables observed were organoleptic tests (aroma, taste, color, texture). The research results show that banana peel flour has a very significant impact on the quality of cookies. The best treatment was 30% banana peel flour, producing color with an average score of 4.622 in the (like) category, aroma 4.667 in the (like) category, taste score of 4.844 in the (like) category and texture score of 4.778 in the (like) category. Keywords: Characterization, Oraganoleptic, Cookies, Flour, Banana Peel.

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PRODUK COOKIES BERBASIS CAMPURAN TEPUNG KULIT PISANG AMBON DAN TEPUNG TERIGU

FITRIA WENI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada bulan April 2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui presentasi terbaik dari tepung kulit pisang ambon sebagai pencampur tepung terigu dalam pembuatan cookies. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Langkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase tepung kulit pisang ambon sebanyak 10%, 20%, dan 30%. Variabel yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar serat dan tekstur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung kulit pisang ambon yang sangat nyata terhadap kualitas cookies. Perlakuan terbaik dari pemanfaatan tepung kulit pisang yang berbeda dalam pembuatan cookies terdapat pada perlakuan P1 dan perlakuan P2 dengan subtitusi tepung kulit pisang ambon dengan nilai rata-rata yaitu kadar air 8,419, kadar abu 44,916, kadar serat 2,740, dan tekstur penetrometer 10,700.

STUDI PEMANFAATAN KACANG KEDELAI, KACANG GUDE, KACANG TUNGGAK, KACANG MERAH DALAM PEMBUATAN TEMPE

YENI SUSANNA ENGGE
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi pemanfaatan beberapa jenis kacang dalam pembuatan tempe. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Jenis kacang yang digunakan adalah kacang kedelai,kacang gude, kacang tunggak, kacang merah. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A ( kacang kedelai) dengan nilai warna sebesar 4,689 (sangat suka), aroma dengan nilai sebesar4,733 (sangat suka), rasa dengan nilai sebesar 4,822 (sangat suka) dan Tekstur dengan nilai sebesar 4,711 (sangat suka).

JABATAN PELAYANAN DALAM GEREJA (STUDI DI JEMAAT GMIT SONHALAN OENONI-MIO KLASIS AMANUBAN SELATAN)

VIVI SAFITRI NEONANE
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK JABATAN PELAYANAN DALAM GEREJA STUDI DI JEMAAT SONHALAN OENONI-MIO KLASIS AMANUBAN SELATAN Neonane.S.V) Timo.N.E)* Manggoa.A.M)** Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang bertempat di jemaat GMIT Sonhalan Oenoni-Mio, Klasis Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana pemahaman penatua GMIT Sonhalan Oenoni-Mio tentang jabatan pelayanan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pemahaman penatua tentang jabatan pelayanan di GMIT Sonhalan Oenoni Mio-Klasis Amanuban Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis melakukan wawancara kepada pendeta, penatua, diaken dan pengajar untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam penulisan karya ilmiah ini. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara disetiap rumah yang dipilih penulis sebagai informan untuk mendapatkan informasi mengenai pemahaman pendeta, penatua, diaken dan pengajar tentang jabatan pelayanan. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secra deskriptif kualitati yang interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang salah tentang jabatan dalam gereja berimbas pada pelayanan di jemaat. Masalah yang terjadi yaitu sang penatua merasa dirinya sebagai yang dituakan dan merupakan wakil ketua sehingga muncul kesombongan dalam diri sendiri menganggap hanya dia yang dapat mengambil keputusan dan berhak untuk memerintah jemaat. Jemaat tidak setuju dengan perilaku penatua tersebut karena sudah menyeleweng dari tugas utama sebagai seorang penatua. Pemahaman-pemahaman ini tentu sudah tidak sesuai lagi dengan apa kata Alkitab tentang hamba/pelayan dan apa yang sudah diatur dalam tata gereja GMIT. Jika pemahaman tentang jabatan pelayanan dalam gereja itu benar dan sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab dan tata gereja GMIT, maka implementasi ke jemaat sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga jemaat mampu terbangun imannya. Bentuk pemerintahan di dalam gereja bukan demokrasi melainkan Kristokrasi. Kristuslah yang memerintah, dan segala kemuliaan hanya bagi DIA. Jemaat ada untuk memberlakukan kepemerintahan Kristus di dunia agar hidup menjadi sejahtera bagi semua. Kata kunci : *Jabatan *Pelayanan *Jemaat *GMIT

DESKRIPSI TENTANG PERMOHONAN DISPENSASI NIKAH BAGI ANAK DIBAWAH UMUR

HENDRO RUSLI LONDONG ATE
2024 · Book · Open Access

Judul penulisan ini adalah “Deskripsi Tentang Permohonan Dispensasi Nikah Bagi Anak Dibawah Umur”. Rumusan masalah yaitu Apakah yang menjadi alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan Apakah yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur? Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan Untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur. Sifat penelitian penulis adalah “Deskriptif”, diartikan bahwa penelitian ini dapat memberikan suatu gambaran serta menguraikan suatu permasalahan yang diteliti, dan menyimpulkan serta dapat menganalisisnya. Sedangkan jenis penelitian penulis adalah penelitian hukum normatif. Sehingga pengumpulan data dilakukan melalui kepustakaan, yang dimana penelitian hukum normatif mencakup: penelitian terhadap asas-asas hukum, sistematik hukum, taraf sinkronisasi vertical dan horizontal, perbandingan hukum, sejarah hukum dan variable yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Variabel bebas maksudnya adalah bebas dalam mempengaruhi variabel lain. Dengan demikian berdasarkan sudut pandang pada penelitian ini, yang menjadikan variabel bebas adalah apakah yang menjadi alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur dan dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur.. Sedangkan Variabel Terikat adalah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengubah variabel bebas. Oleh karenanya, varibel terikat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan putusan hakim terkait pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri memutus perkara Permohonan Dispensasi Perkawinan Terhadap Anak Dibawah Umur dan Dakwaan dengan mengunakan alat bukti dan dengan pertimbangan dalam fakta persidangan. Hasil penelitian penulis, sebagai berikut: 1. Alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur a. Calon mempelai belum mencapai batas minimal untuk melakukan perkawinan b. Calon mempelai telah siap berumahtangga 2. Dasar pertimbangan hakim dalam penetapan pemberian dispensasi nikah bagi anak dibawah umur a. Calon suami telah Memenuhi syarat perkawinan b. Kesiapan calon mempelai untuk berumahtangga 3. Alasan permohonan dispensasi nikah bagi anak dibawah umur ada yang dikabulkan dan ada yang tidak diterima? a. Dikabulkan Majelis Hakim menilai bahwa permohonan pemohon untuk menghindari mudharat lebih diutamakan ketimbang maslahatnya. Sehingga dengan memberikan dispensasi kawin kepada anak pemohon adalah menolak suatu mudharat b. Tidak diterima Majelis Hakim menilai bahwa permohonan pemohon tersebut tidak berdasar atau dengan kata lain tidak jelas (obscur libel) alasan pemohon mengajukan permohonan dispensasi kawin terhadap anaknya.

TINJAUAN TENTANG PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT

WEKISON LUWIYA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PENYELESAIAN WANPRESTASI DALAM PERJANJIAN KREDIT OLEH WEKISON LUWIYA 20310103 Rumusan masalah yang penulis kaji adalah: apa alasan atau dasar pertimbangan hakim pengadilan menjatuhkan putusan gugatan dikabulkan, titdak dapat diterima dan ditolak dalam perjanjian pinjaman kredit?.Tujuan Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui alasan atau dasar pertimbangan hakim pengadilan menjatuhkan putusan gugatan dikabukan, titdak dapat diterima dan ditolak dalam perjanjian pinjaman kredit Dan Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis penelitian hukum normatif dengan menggunakan Variabel bebas dari penelitian ini adalah alasan hakim pengadilan negeri dikabulkan, tidak dapat diterima dan ditolak dalam perjanjian krdit dan Variabel terikat adalah “Putusan Hakim Terhadap penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian kredit Berdasarkan Deskripsi hasil penelitian serta masalah yang diteliti, Tentang alasan Hakim menjatuhkan putusan dalam perkara penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian kredit, menyatakan gugatan dikabukan, tidak dapat diterima dan ditolak dalam perjanjian kredit, namun adapun yang menjadi kesimpulan umum dalam penelitian ini yaitu: a). Dasar pertimbangan hakim pengadilan negeri menyatakan gugatan dikabulkan (1).Gugatan sempurna. (2) Penggugat dapat membuktikan dalil gugatannya. b) Dasar pertimbangan hakim pengadilan negeri menyatakan gugatan ditolak (1)Penggugat tidak dapat membuktikan dalil – dalil gugatannya (2)Penggugat tidak memenuhi syarat hukum formil c) Dasar pertimbangan hakim pengadilan negeri menyatakan gugatan tidak dapat diterima (1)Gugatan cacat hukum formil Berdasarkan pada kesimpulan diatas dapat disarankan beberapa hal yaitu: 1) Untuk terciptanya putusan yang berkepastian hukum dan berkeadilan hukum, maka sangat diperlukan adanya konsistensi alasan dalam pertimbangan hukum terhadap penilaian asas norma dan interpretasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku . Dan ketua hakim pengadilan negeri perlu menciptakan suatu sistem yang dapat dipakai untuk mengontrol agar putusan yang berkualitas dan berupa atas perubahan pengaturan regulasi terhadap suatu peraturan perundang-undangan di pengadilan negeri. 2) Kepada para pihak dimanapun berada jika ingin berperkara hendaklah menyiapkan seluruh bukti – bukti sehinggga kemudian tidak menimbulkan kerugian bagi pihak yang berperkara. Kata Kunci : Wanprestasi Dalam Perjanjian Kredit. ABSTRAK OVERVIEW OF DEFAULT SETTLEMENT IN CREDIT AGREEMENTS By : WEKISON LUWIYA 20310103 The formulation of the problem that the author examines is: what is the reason or basis for consideration of the court judge in handing down the decision that the lawsuit is granted, cannot be accepted and is rejected in the credit loan agreement? accepted and rejected in the credit loan agreement and this research is descriptive with a type of normative legal research using the independent variable from this research is the reason the district court judge granted, could not accept and rejected in the credit agreement and the dependent variable is "the judge's decision regarding the resolution of default in credit agreement. Based on the description of the research results and the problems studied, regarding the reasons why the judge handed down a decision in the case of resolving a default in the credit agreement, stating that the lawsuit was dismissed, could not be accepted and was rejected in the credit agreement, however, the general conclusions in this research are: a) The basis for consideration by the district court judge states that the lawsuit is granted (one) Perfect suit (two) The plaintiff can prove the arguments of his claim. b) The basis for consideration by the district court judge stating that the lawsuit is rejected (one) The plaintiff cannot prove the arguments of his lawsuit (two) The plaintiff does not fulfill the formal legal requirements. c) The basis for consideration by the district court judge stating that the lawsuit cannot be accepted (one) Formal legal disability lawsuit Based on the conclusions above, several things can be suggested that is: (one) In order to create decisions that have legal certainty and legal justice, it is very necessary to have consistency of reasons in legal considerations regarding the assessment of the principles of norms and interpretations in accordance with applicable laws. And the chief judge of the district court needs to create a system that can be used to control quality decisions and in the form of changes to regulatory arrangements for laws and regulations in the district court. (two ) If the parties want to litigate, wherever they are, they should prepare all the evidence so that it does not cause harm to the parties involved in the lawsuit. Keywords : Default in Credit Agreemen

PENGARUH SUHU TERHADAP KELOPAK BUNGA ROSELLA KERING (Hibiscus sabdariffa L).

SANDRA ANJELY GREYSELA ZACHARIAS
2024 · Book · Open Access

Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.

SPIRITUALITAS PEREMPUAN PENENUN SUMBA Suatu Tinjauan Teologis terhadap Spiritualitas Perempuan Penenun di GKS Jemaat Payeti, Klasis Waingapu.

DELITA RIMA LESTARI IMANUEL
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Fokus utama penulis adalah melihat spiritualitas kehidupan para perempuan penenun di GKS Jemaat Payeti. Kain tenun Sumba Timur adalah salah satu karya seni yang sangat indah dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, ada makna yang terdapat dalam setiap lembar kain tenun Sumba Timur melalui motif-motif yang digambar oleh para perempuan penenun. Namun dalam kenyataannya, ada berbagai pergumulan dan tantangan yang dihadapi oleh para perempuan penenun, tetapi mereka tetap berjuang untuk tidak meninggalkan pekerjaan menenun yang menjadi warisan budaya nenek moyang. Perjuangan para perempuan penenun inilah yang penulis temukan bahwa ada nilai-nilai spiritualitas dalam diri mereka. Terkait dengan spiritualitas perempuan penenun, penulis memakai pemahaman spiritualitas dari Jacob Daan Engel yaitu 6 tahapan spiritualitas diri seseorang di antaranya kesadaran diri, penerimaan diri, ketegasan diri, tujuan hidup, tanggung jawab diri, dan integritas diri. Adapun metode yang digunakan penulis yaitu studi lapangan dan studi pustaka. Studi lapangan yaitu penulis melakukan wawancara kepada beberapa narasumber terkait masalah yang didalami, sedangkan studi pustaka yang di mana penulis menggunakan berbagai sumber buku dan jurnal yang dapat membantu penulisan ini. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, para perempuan penenun GKS Jemaat Payeti memberi diri bahkan mengorbankan diri mereka. Dalam proses menenun, ada pengorbanan, perjuangan, dan kerja keras perempuan demi harapan mereka untuk kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan nilai-nilai spiritualitas diri mereka. Salah satu tokoh perempuan dalam Alkitab bernama Rut yang terus bertahan dan berjuang di tengah kesulitan dan pada akhirnya Allah menyatakan kuasa-Nya. Begitu halnya dengan perempuan penenun, Allah mengijinkan berbagai situasi sulit terjadi dalam kehidupan para perempuan penenun yang sesungguhnya membuat spiritualitas mereka semakin bertambah.

LILIFUK Suatu Tinjauan Teologis terhadap Kearifan Lokal Lilifuk dan Sumbangsinya bagi Misi Gereja di Jemaat GMIT Lahairoi Kuanheun

AGNES PATRICIA WULANDARI KOEN
2024 · Book · Open Access

Kearifan Lokal merupakan pandangan hidup, ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang terwujud dalam aktivitas masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah guna pemenuhan kebutuhan mereka. kearifan lokal lilifuk adalah proses memanen ikan di dalam satu tempat (kolam) yang telah dipelihara dan dilakukan bersama-sama dengan menggunakan alat tangkap ikan secara tradisional (sorok) setiap 6 bulan atau 1 tahun sekali. Menghadapi realitas lilifuk dan sikap masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, muncul permasalahan terkait sikap masyarakat terhadap unsur-unsur lingkungan hidup seperti tanah, air, hutan, laut, dan udara yang semakin memburuk pada zaman ini. GMIT, dalam konteks ini, dipanggil untuk menjaga dan merawat alam semesta sebagai ciptaan Allah yang diciptakan-Nya baik bahkan sangat baik. Tujuan penelitian yakni ingin melihat eksistensi GMIT perlu mengembangkan pemikiran teologis yang kontekstual mengenai lingkungan, yang menjadi dasar bagi perhatian jemaat dan masyarakat. Penelitian dilakukan di jemaat GMIT Lahairoi Kuanheum dengan metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi partisipasif, wawancara dan dokumentasi. Berkaitan dengan metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa terdapat hubungan manusia dengan alam bertolak dari kearifan lokal lilifuk yakni terdapat hubungan manusia di atas alam. Hal ini dipengaruhi oleh adanya faktor pemahaman dan faktor adat istiadat. Refleksi teologis yang diperoleh dari hasil analisis yakni laut sebagai sumber kehidupan, berdamai dengan lingkungan dan gereja serta pemerintah merupakan kawan sekerja Allah. benar adanya, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang diciptakan dengan tugas dan tanggung jawabnya sendiri.

Analisis Interjeksi Bahasa Melayu Kupang Dalam Komedi Kaboax Yang Digunakan Melalui Transkrip Video.

INDRAYATI WAIRATO
2024 · Book · Open Access

The title of the study is An Analysis on Kupang Malay's Interjections in Kaboax Comedy Use by Transcript of the Video. this study aims to analyze the types of interjections contained in the kaboax comedy video. the research method used is qualitative research and uses the documentation method in this case the researcher uses the video transcript to analyze the data.. Based on the analysis of the research data, the researcher found 20 expressions such as Parmisi, Halo, We, Shalom, Wui, Shh, Wii, Ck, Yii, Waa, Woe, Ko, Wuih, Eh, Hah, Hae, Awi, Haeh, Hish, Aduu, that are divided into 6 types of interjections namely Interjection of greeting, interjection of Joy, Interjection of Attention, Interjection of approval, Interjection of surprise, Interjection of sorrow.. the results of this study are not entirely conclusive, therefore, the author suggests that future researchers improve this problem.