Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 5 dari 177

PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA

SINCE JULIANTI BOIMAU
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL INTERAKTIF BERBASIS PROJECT SAINS TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas XI SMA Negeri Banat adalah rendahnya penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran materi sistem reproduksi manusia sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian true eksperimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 41 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas kelas X IPA 1 dan kelas X IPA 2, dimana kelas X IPA 1 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan tes penguasaan konsep, data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan penguasaan konsep siswa. Pada kelas eksperimen peneliti menggunakan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains sehingga dapat meningkatkan penguasaan konsep siswa dikelas. Hal ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 68,85 sedangkan pada kelas kontrol 56,4. Hasil presentase kelas kontrol ini menunjukan bahwa penguasaan konsep siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan E-Modul Interaktif Berbasis Project Sains terhadap Penguasaan Konsep Siswa di kelas XI SMA Negeri Banat. Kata Kunci: Bahan ajar, E-Modul Interaktif, Sistem Reproduksi Manusia, Penguasaan Konsep Keterangan * ) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT THE EFFECT OF THE USE OF INTERACTIVE E-MODULES BASED ON SCIENCE PROJECTS ON STUDENTS' MASTERY OF CONCEPTS Boimau S. J)* Meha A. M)** Manu T. S. N)** One of the problems contained in class XI of SMA Negeri Banat is the low mastery of students' concepts in the process of learning material on the human reproductive system, so the purpose of this study is to determine the effect of the use of Interactive E-Modules Based on Science Projects on Students' Conceptual Mastery. This research is an experimental method research with a true experimental design research design. With a population of 41 and a sample of two classes consisting of students in class X Science 1 and class X Science 2, where class X Science 1 as a control class with a total of 20 students and class XI Science 2 as an experimental class with a total of 21 students. The sampling used is a saturated sampling technique. Data collection was used a concept mastery test, research data was analyzed using a parametric statistical test, namely a t-test with the help of SPSS. The results of this study state that in the control class and the experimental class, there is a difference in students' mastery of concepts. In the experimental class, the researcher used an Interactive E-Module Based on a Science Project so that it could improve students' mastery of concepts in the classroom. This can be seen from the average posttest score of the experimental class which is 68.85 while in the control class it is 56.4. The results of the percentage of this control class show that students' mastery of concepts in the learning process using printed books is still low. This fact shows that there is a significant influence on the use of Science Project-Based Interactive E-Modules on Student Concept Mastery in grade XI of SMA Negeri Banat. Keywords: Teaching Materials for Interactive E-Modules, Human Reproductive System, Concept Mastery Description * ) : Researcher **) : Supervisor

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK MATERI GENETIK KELAS IX DI SMP NEGERI SATAP EKIN II KABUPATEN BELU

YOLANIA GRASELA ATI
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Pengembangan Media Pembelajaran Pop-up Book Materi Genetik Kelas IX di SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu Ati, Y. G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran pop-up book yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam mempelajari biologi, bisa meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian adalah R&Datau penelitian pengembangan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan model ADDIE dengan tahapan yaitu 1) Analisis 2) Desain 3) Pengembangan 4) Implementasi 5) Evaluasi. Rangkaian tahapan tersebut meliputi validasi ahli (ahli materi, ahli media dan ahli bahasa), uji kelompok kecil dan uji kelompok besar. Berdasarkan validasi para ahli media diantaranya ahli materi memperoleh 80,0% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli media memperoleh 78,3% dengan kriteria valid tanpa revisi, ahli bahasa memperoleh 97,7% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok kecil memperoleh 94,9% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi, uji coba kelompok besar memperoleh 92,6% dengan kriteria sangat valid tanpa revisi. Total keseluruhan hasil validasi media pembelajaran pop-up book yaitu 88,7% dengan kriteria sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran biologi karena media ini sudah memenuhi standar isi materi, kebahasaan, desain dan tampilan visual yang bisa menarik perhatian siswa untuk belajar. Untuk melihat efektivitas minat dan motivasi dengan menggunakan angket uji coba kelompok kecil memperoleh 4,80 dengan kategori sangat tinggi dan uji coba kelompok besar memperoleh 4,62 dengan kategori sangat tinggi karena pada saat siswa menggunakan media pembelajaran pop-up book ini banyak siswa yang merasa senang, kagum, dan bersemangat untuk membuka tiap halamannya karena adanya bentuk tiga dimensi atau gambar timbul. Berdasarkan hasil penilaian dari hasil validasi ahli dan uji coba lapangan dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran pop-up book untuk materi genetik dikatakan layak dan valid sebagai media pembelajaran biologi, sebagai sumber belajar bagi siswa kelas IX SMP Negeri SATAP Ekin II Kabupaten Belu, juga meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Kata Kunci: Genetik, Minat, Motivasi, Pengembangan, pop-up book, Keterangan: *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT Development of Pop-up Book Learning Media for Class IX Genetic Material at SMP Negeri SATAP Ekin II, Belu Regency Ati, Y.G)* Meha, A.M)** Manu, T.S.N)** This research aimed to produce pop-up book learning media products that can help and facilitate students in learning biology, can increase students' interest and motivation to learn. The type of research is R&D or development research. This study used the ADDIE model development model with stages, namely 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation, 5) Evaluation. The series of stages includes expert validation (subject matter experts, media experts and linguists), small group tests and large group tests. Based on the validation of media experts, including material experts obtained 80.0% with valid criteria without revision, media experts obtained 78.3% with valid criteria without revision, linguists obtained 97.7% with very valid criteria without revision, small group trials obtained 94.9% with very valid criteria without revision, large group trials obtained 92.6% with very valid criteria without revision. The total validation results of the pop-up book learning media are 88.7% with the criteria that are very feasible to be used as a learning medium in biology subjects because this media has met the standards of material content, language, design and visual appearance that can attract students' attention to learn. To see the effectiveness of interest and motivation using a small group trial questionnaire, 4.80 with a very high category and a large group trial obtained 4.62 with a very high category because when students use this pop-up book learning medium, many students feel happy, amazed, and excited to open each page because of the three-dimensional shapes or embossed images. Based on the results of the assessment from the results of expert validation and field trials, it can be concluded that the pop-up book learning media for genetic material is said to be feasible and valid as a biology learning medium, as a learning resource for grade IX students of SMP Negeri SATAP Ekin II Belu Regency, as well as increasing students' interest and motivation to learn. Keywords: Genetics, Interest, Motivation, Development, pop-up book, Information: *) : Researcher **) : Supervisor

TINGKAT KECEPATAN DAN KETEPATAN SHOOTING SEPAK BOLA MELALUI MODEL PERMAINAN TARGET PADA KLUB PUTRA SIKUMANA

ALEXANDER YORDANIO CARLOS WOSA
2026 · Book · Open Access

Latar belakang: Kecepatan dan ketepatan shooting merupakan kemampuan penting dalam sepak bola untuk mencetak gol. Pada Club Putra Sikumana, masih sering terjadi kesalahan saat pemain melakukan shooting akibat rendahnya akurasi kecepatan dan ketepatan. Model permainan target dipilih sebagai solusi karena dapat melatih konsentrasi dan ketepatan sasaran. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Tingkat Kecepatan Dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Klub Putra Sikumana. Metode penelitian: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan experiment. Subjek penelitian adalah 12 pemain Club Putra Sikumana. Data dikumpulkan melalui tes shooting dan dianalisis dengan statistic deskriptif menggunakan SPSS 22 Hasil dan pembahasan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana yang berkategori baik sekali 2 orang atau 13,3%, baik 3 orang atau 33,3%, cukup 2 orang atau 13,3%, kurang 3 orang2 skor adalah 3,20 dengan nilai tengah 3,05 dan mode 3,55. Setelah penerapan model permainan target. Simpulan: Tingkat Kecepatan dan Ketepatan Shooting Sepak Bola Melalui Model Permainan Target Pada Club Putra Sikumana adalah baik dengan pertimbangan frekuensi terbanyak berada pada kategori baik ( 33,3%.)

PENGARUH LOVE OF MONEY, MACHIAVELLIAN, DAN PEMAHAMAN PERPAJAKAN TERHADAP PERSEPSI PENGGELAPAN PAJAK (TAX EVASION) PADA WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI YANG TERDAFTAR DI KPP PRATAMA ATAMBUA

MARIA APLONIA SERAN
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh love of money, sifat machiavellian, dan pemahaman perpajakan terhadap persepsi penggelapan pajak (tax evasion) pada Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Atambua. Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang memiliki peranan penting dalam membiayai pembangunan nasional dan penyelenggaraan pelayanan publik. Sistem perpajakan di Indonesia menganut self assessment system yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan kewajiban pajaknya sendiri. Namun, sistem ini juga membuka peluang terjadinya pelanggaran, salah satunya dalam bentuk penggelapan pajak. Penggelapan pajak merupakan tindakan ilegal yang dilakukan dengan sengaja untuk mengurangi atau menghindari pembayaran pajak yang seharusnya terutang. Fenomena ini tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga merusak rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perpajakan. Persepsi individu terhadap penggelapan pajak menjadi faktor penting karena persepsi tersebut dapat memengaruhi sikap dan kecenderungan perilaku wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Persepsi yang permisif terhadap penggelapan pajak berpotensi meningkatkan toleransi terhadap tindakan tidak patuh, sedangkan persepsi yang menolak penggelapan pajak dapat memperkuat kepatuhan sukarela. Persepsi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya faktor psikologis dan faktor kognitif. Dalam penelitian ini, faktor psikologis diwakili oleh variabel love of money dan machiavellian, sedangkan faktor kognitif diwakili oleh pemahaman perpajakan. Love of money menggambarkan tingkat kecintaan individu terhadap uang dan sejauh mana uang dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Individu dengan tingkat love of money yang tinggi cenderung menempatkan uang sebagai simbol keberhasilan, kekuasaan, dan kebahagiaan, sehingga berpotensi mengabaikan norma etika demi keuntungan finansial. Sifat machiavellian menggambarkan karakter manipulatif, pragmatis, dan cenderung menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan pribadi. Individu dengan sifat machiavellian tinggi umumnya lebih toleran terhadap perilaku tidak etis dan lebih berorientasi pada hasil daripada proses. Sementara itu, pemahaman perpajakan mencerminkan tingkat pengetahuan dan pengertian wajib pajak terhadap aturan, prosedur, hak, kewajiban, serta manfaat pajak bagi negara. Pemahaman yang baik diharapkan dapat membentuk sikap yang lebih patuh dan menolak praktik penggelapan pajak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Atambua. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert lima poin. Populasi penelitian adalah seluruh WPOP terdaftar di KPP Pratama Atambua, sedangkan sampel penelitian berjumlah 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik ini digunakan karena populasi yang luas dan keterbatasan akses langsung terhadap seluruh anggota populasi, sehingga responden awal membantu merekomendasikan responden berikutnya yang memenuhi kriteria penelitian. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel independen, yaitu love of money (X1), machiavellian (X2), dan pemahaman perpajakan (X3), serta satu variabel dependen yaitu persepsi penggelapan pajak (Y). Indikator variabel love of money mencakup pandangan bahwa uang adalah ukuran keberhasilan, sumber motivasi utama, dan hal yang sangat penting dalam kehidupan. Variabel machiavellian diukur melalui indikator kecenderungan manipulasi, pembenaran tindakan tidak etis, dan orientasi pada kepentingan pribadi. Variabel pemahaman perpajakan diukur melalui pengetahuan tentang NPWP, perhitungan pajak, kewajiban pelaporan, sanksi, dan manfaat pajak. Persepsi penggelapan pajak diukur melalui pandangan responden mengenai benar atau salahnya tindakan penggelapan, dampaknya bagi negara, dan kewajiban kejujuran dalam pelaporan pajak. Teknik analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 melalui beberapa tahap, yaitu analisis pendahuluan dan analisis lanjutan. Analisis pendahuluan meliputi uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kualitas instrumen penelitian. Analisis lanjutan meliputi uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas, serta analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk melihat pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan uji simultan untuk melihat pengaruh bersama-sama, dengan tingkat signifikansi 0,05. Selain itu, koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel love of money tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kecintaan terhadap uang pada responden tidak secara langsung membentuk persepsi yang membenarkan atau menolak penggelapan pajak. Variabel machiavellian berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak. Artinya, semakin tinggi sifat machiavellian yang dimiliki individu, semakin besar kecenderungannya memiliki persepsi yang lebih permisif terhadap tindakan penggelapan pajak. Individu dengan karakter manipulatif dan berorientasi pada kepentingan pribadi cenderung lebih mudah membenarkan tindakan yang melanggar aturan jika dianggap menguntungkan. Sementara itu, variabel pemahaman perpajakan tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi penggelapan pajak, yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan perpajakan responden belum tentu sejalan dengan pembentukan persepsi etis terhadap penggelapan pajak. Secara simultan, variabel love of money, machiavellian, dan pemahaman perpajakan berpengaruh terhadap persepsi penggelapan pajak. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi faktor psikologis dan kognitif secara bersama-sama tetap memiliki peran dalam membentuk persepsi wajib pajak terhadap tindakan penggelapan pajak. Variabel yang paling dominan memengaruhi persepsi penggelapan pajak dalam penelitian ini adalah machiavellian. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepribadian dan karakter manipulatif memiliki peran yang lebih kuat dibandingkan orientasi terhadap uang maupun tingkat pemahaman aturan perpajakan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pendekatan perilaku dan psikologis dalam upaya meningkatkan kepatuhan pajak, selain pendekatan edukasi formal. Otoritas pajak tidak hanya perlu meningkatkan literasi perpajakan, tetapi juga memperkuat pembentukan nilai etika dan integritas melalui edukasi, sosialisasi, dan strategi komunikasi yang tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu akuntansi perpajakan dan perilaku wajib pajak, serta menjadi masukan praktis bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merancang program peningkatan kepatuhan pajak, khususnya pada Wajib Pajak Orang Pribadi di wilayah KPP Pratama Atambua.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII UPTD SMPN 17 KOTA KUPANG

HELEN YOHANA TIMUNG
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE(RTE) TERHADAP KEMAMPUAN METAKOGNITIF SISWA PADA MATERI IPA DI KELAS VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** Salah satu masalah yang terdapat di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang adalah rendahnya kemampuan metakognitif dalam proses pembelajaran materi sistem pencernaan, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian metode eksperimen dengan rancangan penelitian Quasi-experimental design. Dengan jumlah populasi sebanyak 52 dan jumlah sampel dua kelas yang terdiri dari siswa kelas VIII-A dan kelas VIII-B, di mana kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 15 orang dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan metakognitif. Data penelitian dianalisis menggunakan uji statistik parametrik, yaitu uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada kelas kontrol dan kelas eksperimen memiliki perbedaan kemampuan metakognitif. Pada kelas eksperimen, peneliti menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange sehingga dapat meningkatkan kemampuan metakognitif siswa di kelas. Hal ini terlihat pada salah satu indikator, yaitu merencanakan, dengan persentase 82,30%. Pada saat guru menjelaskan menggunakan model pembelajaran Rotating Trio Exchange di dalam kelas, siswa terlihat tertarik dan adanya keinginan dalam proses pembelajaran sehingga mampu untuk menyajikan edukasi sistem pencernaan. Sedangkan pada kelas kontrol, peneliti menggunakan buku cetak sehingga siswa terlihat tidak aktif karena merasa jenuh dan bosan. Hal ini dilihat dari indikator yang sama, yaitu merencanakan, dengan persentase 48,30%. Hasil persentase kelas kontrol ini menunjukkan bahwa kemampuan metakognitif siswa dalam proses pembelajaran menggunakan buku cetak masih rendah. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange terhadap kemampuan metakognitif siswa di kelas VIII SMPN 17 Kota Kupang. Kata Kunci: Model Pembelajaran Rotating Trio Exchange dan Kemampuan Metakognitif. Keterangan:)* : Peneliti )** : Pembimbing   ABSTRACT THE EFFECT OF THE ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) LEARNING MODEL ON STUDENTS' METACOGNITIVE ABILITIES IN SCIENCE MATERIAL IN GRADE VIII Timung H. Y)* Manu T. S. N)** Meha A. M)** One of the problems found in class VIII SMPN 17 Kupang City is the low metacognitive ability in the learning process of digestive system material, so the purpose of this study is to determine the effect of using the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities. This study is an experimental method study with a Quasi-experimental design. With a population of 52 and a sample of two classes consisting of class VIII-A and class VIII-B students, where class VIII-A is the experimental class with 15 students and class VIII-B as the control class with 21 students. The sampling used is a purposive sampling technique. Data collection uses a metacognitive ability test. The research data were analyzed using parametric statistical tests, namely the t-test with the help of SPSS. The results of this study state that the control class and the experimental class have differences in metacognitive abilities. In the experimental class, researchers used the Rotating Trio Exchange learning model so that it can improve students' metacognitive abilities in the class. This can be seen in one of the indicators, namely planning, with a percentage of 82,30%.When the teacher explained using the Rotating Trio Exchange learning model in class, students appeared interested and eager in the learning process so they were able to present digestive system education. Meanwhile, in the control class, the researcher used printed books so that students appeared inactive because they felt bored and tired. This can be seen from the same indicator, namely planning, with a percentage of 48,30%. The results of the control class percentage indicate that students' metacognitive abilities in the learning process using printed books are still low. This fact indicates that there is a significant influence on the use of the Rotating Trio Exchange learning model on students' metacognitive abilities in class VIII of SMPN 17 Kota Kupang. Keywords: Rotating Trio Exchange Learning Model and Metacognitive Skills. Note: )*: Researcher )**: Supervisor

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GAME KAHOOT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 13 KUPANG

YUDEL EWIL TABUN
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Game Kahoot Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 13 Kupang Tabun, Y.E)* Nomleni, F.) ** Meha, A.M)** Dalam pembelajaran dikelas VIII SMP Negeri 13 Kupang terdapat kurangnya media pembelajaran berbasis game kahoot karena pembelajaran dikelas guru sering menggunakan buku cetak, gambar dan power point sebagai media ajar sehingga kurangnya minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini meningkatkan minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kupang dengan media pembelajaran berbasis game kahoot. Metode penelitian yang telah digunakan adalah metode eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan uji t dengan bantuan program spss statistik V30. Hasil penelitian yang telah diperoleh nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 68,36 dan nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 74,8. Minat belajar siswa dapat meningkat karena pengaruh media game kahoot terhadap minat belajar siswa sehingga media dapat mengubah konsep-konsep yang abstrak dan sulit dibayangkan menjadi sesuatu yang konkret dan nyata. Indikator yang terdapat didalam minat belajar siswa adalah indikator perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan siswa. Seperti siswa dalam belajar materi sistem pencernaan manusia, siswa menonton vidio animasi yang menggambarkan mekanisme sistem pencernaan manusia dan siswa tidak harus membaca buku cetak dan membayangkan mekanisme yang sulit, sehingga pada akhir pemebelajaran siswa juga dapat bermain game yang berisi soal dari materi yang telah dipelajari sebagai evaluasi belajar. Media game kahoot dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Kupang. Kata kunci : Media Pembelajaran, Media Game Kahoot, Minat Belajar Keterangan : *) : Penulis **) : Pembimbingxii ABSTRACT Influence of Kahoot Game-Based Learning Media on the Learning Interest of Eighth-Grade Students at SMP Negeri 13 Kupang Tabun, E.Y)* Nomleni, F.) ** Meha, A.M)** In learning in class VIII SMP Negeri 13 Kupang there is a lack of Kahoot gamebased learning media because in class teachers often use printed books, pictures and power points as teaching media so that students' interest in learning is lacking. The purpose of this study is to increase the interest in learning of class VIII SMP Negeri 13 Kupang students with Kahoot game-based learning media. The research method used is the experimental method. The data collection method uses questionnaires and t-tests with the help of the SPSS statistics V30 program. The results of the study obtained an average value of the control class of 68.36 and an average value of the experimental class of 74.8. Student interest in learning can increase because of the influence of Kahoot game media on student interest in learning so that the media can change abstract and difficult to imagine concepts into something concrete and real. Indicators contained in student interest in learning are indicators of feelings of pleasure, interest, attention and student involvement. Like students in learning the human digestive system material, students watch animated videos that illustrate the mechanisms of the human digestive system and students do not have to read printed books and imagine difficult mechanisms, so that at the end of learning students can also play games that contain questions from the material that has been learned as a learning evaluation. Kahoot game media can have a positive and significant effect on the learning interest of class VIII students of SMP Negeri 13 Kupang. Keywords: Learning Media, Kahoot Game Media, Learning Interest Note: *) : Author **) : Advisor

PENGARUH INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

JENNY CINTIA AOME
2026 · Book · Open Access

Menurut Tandelilin (2010:26) pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjual belikan sekuritas. Pasar modal memiliki peran sebagai sarana yang efektif dalam mengalihkan dana dari masyarakat ke berbagai kegiatan produktif. Dana yang diinvestasikan di pasar modal bersifat jangka panjang. Salah satu bentuk investasi yang dapat di pilih oleh investor adalah saham. Investasi dalam saham menarik bagi investor karena adanya potensi keuntungan, baik melalui capital gain maupun deviden yang tinggi. Menurut Tannadi, (2020,5) harga saham merupakan tanda kepemilikan dalam suatu perusahaan yang berarti bahwa memiliki saham menandakan memiliki bagian dari kepemilikan perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, harga saham, terutama di sektor perbankan, mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor makroekonomi. Harga saham mencerminkan nilai suatu perusahaan yang dapat diamati langsung oleh investor. Semakin tinggi harga saham, semakin besar pula nilai dan keuntungan peusahaan, yang pada akhirnya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Sebaliknya, jika harga saham menurun, daya tarik investasi juga berkurang. Menurut Suparmono (2018:158) inflasi merupakan kondisi di mana harga barang dan jasa mengalami kenaikan secara umum dan berkelanjutan dalam suatu periode tertentu. Tingginya tingkat inflasi dapat menyebabkan meningkatnya beban biaya operasional penyaluran kredit akibat besarnya biaya yang harus dikeluarkan. Apabila kenaikan biaya tersebut melebihi peningkatan harga jual produk yang ditetapkan perusahaam, maka tingkat keuntungan atau profitabilitas perusahaan akan menurun. Kondisi ini membuat investor kurang tertarik untuk berinvestasi, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga saham. Sebaliknya, inflasi yang rendah akan mendorong pertumbuhan usaha danxvi peningkatan kredit di sektor perbankan. Jika kenaikan biaya masih berada di bahwa kenaikan harga jual produk, maka profitabilitas perusahaan akan meningkat, investor akan senang untuk menanamkan dananya di perusahaan tersebut sehingga harga saham akan mengalami kenaikan. Menurut Boediono (2011:75) tingkat suku bunga yaitu sebagai harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Suku bunga merupakan salah satu variabel utama dalam perekonomian yang memiliki dampak luas dan signifikan. Oleh karena itu, berbagai pihak seperti pemerintah, bank sentral, investasi, dan pelaku bisnis perlu memberikan perhatian khusus terhadap pergerakannya. Pengaruh suku bunga mencakup berbagai aspek, termaksut investasi, konsumsi, tabungan, serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Ketika suku bunga meningkat tajam, dampaknya terhadap arus kas perusahaan dan biaya modal menjadi semakin besar. Hal ini menegaskan betapa pentingnya pemahaman dan pengelolaan suku bunga secara cermat dalam operasional perusahaan. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap terhadap harga saham pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dalam penelitian ini sebanyak 25 perusahaan perbankan. Teknik pengumpulan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan suku bunga terhadap harga saham pada perusahaan perbankan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Asumsi Klasik, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa secara persial inflasi (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Dan suku bunga (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Sedangkan secara silmultan atau secara bersama-sama inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini di buktikan dengan perolehan hasil pengujian di dapati hasil analisis regresi linear berganda dengan nilai konstantan α sebesar 3.235,129 sedangkan koefisien β1 = 0,039 β2 = -0,387 dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan bahwa inflasixvii suku bunga (X2) tidak berpengaruh terhadap harga saham (Y). adalah sebagai berikut :Y= 3.235,129 + 0,039 – 0,387. Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu inflasi (X1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhdap harga saham (Y). Diketahui bahwa untuk variabel inflasi (X1) ditemukan nilai thitung 0,110 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,912) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (Y). Berikut hasil uji hipotesis kedua yaitu suku bunga (X2) nilai thitung - 0,826 < ttabel 1,980 dan Sig. (0,411) > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (Y). Untuk pengujian uji F didapatkan nilai Fhitung sebesar 0,356 < Ftabel 2,68 dan nilai signifikan 0,701 > 0,05, artinya bahwa secara simultan inflasi (X1) dan suku bunga (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji determinasi (R2) dapat diketahui bahwa variabel inflasi (X1) dan suku bunga (X2) bersama-sama dalam menjelaskan pengaruhnya terhadap harga saham (Y) adalah 0,6%. Sedangkan sisanya sebesar 99,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DI KAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO

MARNI DELIYATI MESAH
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK INVENTARISASI TUMBUHAN PARASIT DIKAWASAN HUTAN DESA OEBATU KECAMATAN ROTE BARAT DAYA KABUPATEN ROTE NDAO Mesah, M,D.)* Ballo, A.)** Nge, S,T.M.)** Inventarisasi tumbuhan parasit sangat besar manfaatnya dalam rangka menambah wawasan mengenai keanekaragaman tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk 1). menginventarisasi jenis-jenis tumbuhan parasit, 2). mengetahui karakteristik inang Di Kawasan Hutan Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data eksplorasi dan sampling (plot). Hasil Penelitian telah ditemukan 3 spesies tumbuhan parasit yang tergolong ke dalam 3 famili yakni Spesies Tali Putri (Cassytha filiformis), F.(Lauraceae), Spesies Benalu (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), dan spesies Cendana (Santalum album), F.(Santalaceae). Berdasarkan karakteristik pada inangnya ditemukan 9 spesies inang yang tergolong dalam 2 karakteristik inang yaitu : pertama, pohon antara lain : Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula dan Mallotus philippensis. Kedua adalah perdu yaitu: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa dan Vitex trifolia. Kata Kunci: Inventarisasi, Tumbuhan Parasit, Inang, Desa Oebatu. Keterangan: *) Peneliti **)Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF PARASITIC PLANTS IN THE FOREST AREA OF OEBATU VILLAGE, SOUTHWEST ROTE DISTRICT, ROTE NDAO REGENCY Mesah, M,D.)* Ballo, A)** Nge, S,T.M.)** Inventory of parasitic plants was very beneficial in order to increase insight into plant diversity. This study aims to 1). Inventory the types of parasitic plants, 2). determine the characteristics of the host in the Oebatu Village Forest Area, Southwest Rote District, Rote Ndao Regency. The research method used was a qualitative descriptive method with exploration and sampling (plot) data collection techniques. The founding of the study were found 3 species of parasitic plants belonging to 3 families namely the Princes Rope species (Cassytha filiformis), F. (Lauraceae), Mistletoe species (Dendrophthoe pentandra), F.(Loranthaceae), and Sandalwood species (Santalum album), F. (Santalaceae). Based on the characteristics of the host, 9 host species were found which were classified into 2 host characteristics, namely : first, trees including: Melaleuca leucadendra, Ziziphus mauritiana, Cassia fistula and Mallotus philippensis. The second is shrubs, namely: Tabernaemontana divaricata, Jatropha gossypiifolia, Chromolaena odorata, Annona squamosa and Vitex trifolia. Keywords : Inventory, Parasitic Plants, Hosts, Oebatu Village Information: *) Researcher **) Advisor

ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BEI

SARCI BANI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi di pasar modal, khususnya dalam sektor manufaktur makanan dan minuman yang terus tumbuh dan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Harga saham menjadi indikator utama nilai perusahaan di mata investor, dan dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk rasio keuangan dan kebijakan dividen. Secara internal, kondisi keangan memainkan peran penting dalam menentukan nilai perusahaan dan persepsi investor terhadap kinerja jangka panjang. Rasio-rasio keuangan seperti Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Equity (ROE) memberikan informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, struktur modal perusahaan, serta efisiensi penggunaan modal dalam menghasilkan laba. Di sisi lain, kebijakan dividen yang tercermin melalui Dividend Payout Ratio (DPR), dan Dividend Per Share (DPS) menjadi pertimbangan penting bagi investor karena menyangkut pembagian keputusan secara langsung kepada pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Rasio (DER), Return On Equity (ROE), Dividend Payout Ratio (DPR), dan Dividend Per Share (DPS) terhadap harga saham pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan SPSS versi 21. xvi Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan total 90 data observasi selama lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CR, DER dan ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan variabel DPR, dan DPS tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Temuan ini mendukung teori likuiditas (Kasmir, 2016) dan teori struktur modal (Sartono, 2010), yang menjelaskan bahwa likuiditas dan penggunaan utang yang proporsional dapat meningkatkan kepercayaan investor serta nilai perusahaan. Sementara itu, tidak signifikannya DPR, dan DPS menunjukkam bahwa profitabilitas dan kebijakan dividen tidak selalu menjadi pertimbangan utama investor dalam menilai saham, sebagaimana ditemukan oleh Sari & Indrawati (2018), dan Lestari (2021)

PERSEPSI PELAKU UMKM MENGENAI KEWAJIBAN PERPAJAKAN DI KECAMATAN WANUKAKA, KABUPATEN SUMBA BARAT

ALFRED FRENGKI BIRU
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berfokus pada analisis persepsi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap kewajiban perpajakan di Kecamatan Wanukaka, Kabupaten Sumba Barat. Pajak merupakan komponen utama dalam sistem keuangan negara yang berfungsi sebagai sumber penerimaan untuk membiayai pembangunan nasional. Namun, tingkat kepatuhan pajak di sektor UMKM masih rendah, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi dan literasi perpajakan seperti Kecamatan Wanukaka. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana persepsi, kesadaran, dan pengetahuan pelaku UMKM memengaruhi kepatuhan mereka terhadap kewajiban perpajakan, serta kendala dan harapan yang muncul dalam proses pelaksanaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelaku UMKM terhadap kewajiban perpajakan, dengan fokus pada aspek kesadaran pajak, kendala kepatuhan, pemahaman prosedur perpajakan, serta pandangan mereka terhadap manfaat dan keadilan sistem pajak. Secara teoretis, penelitian ini berlandaskan pada Teori Kepatuhan Pajak (Tax Compliance Theory), Teori Persepsi, dan Teori Keadilan, yang menjelaskan bahwa perilaku wajib pajak dipengaruhi oleh persepsi individu terhadap keadilan, manfaat, dan efektivitas sistem perpajakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari 10 pelaku UMKM di Kecamatan Wanukaka yang dipilih secara simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji validitasnya menggunakan triangulasi sumber, metode, dan waktu.xviii Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM di Kecamatan Wanukaka memiliki kesadaran normatif bahwa membayar pajak merupakan kewajiban moral dan hukum sebagai warga negara. Namun, kesadaran tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pemahaman teknis yang memadai mengenai prosedur perpajakan. Sebagian besar responden menganggap proses administrasi pajak seperti pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) dan penghitungan PPh Final 0,5% masih sulit dipahami. Rendahnya sosialisasi dari pihak otoritas pajak, minimnya pendampingan, serta keterbatasan akses informasi menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan kewajiban pajak. Selain itu, muncul persepsi bahwa pajak masih dianggap sebagai beban, terutama bagi pelaku usaha kecil dengan omzet yang tidak stabil. Meskipun demikian, para pelaku UMKM tetap mengakui pentingnya pajak bagi pembangunan daerah. Mereka berharap agar manfaat pajak dapat dirasakan secara langsung, misalnya melalui peningkatan infrastruktur, dukungan modal, atau program pemberdayaan usaha. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor budaya dan lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku perpajakan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kejujuran menjadi pendorong positif untuk patuh pajak, sementara pandangan negatif masyarakat mengenai pajak dapat menurunkan motivasi kepatuhan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting baik secara teoretis maupun praktis. Secara teoretis, hasil penelitian memperkuat konsep bahwa kepatuhan pajak tidak hanya dipengaruhi oleh aspek hukum dan sanksi, tetapi juga oleh persepsi, keadilan, dan kepercayaan terhadap pemerintah. Secara praktis, temuan ini memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah dan Direktorat Jenderal Pajak untuk meningkatkan efektivitas kebijakan perpajakan bagi UMKM melalui program edukasi, sosialisasi berbasis bahasa lokal, dan transparansi penggunaan pajak. Dengan demikian, pendekatan yang menekankan pada edukasi, pendampingan teknis, dan komunikasi dua arah diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan serta mendorong kepatuhan pajak yang berkelanjutan di kalangan pelaku UMKM di Kecamatan Wanukaka.

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SABU DI DESA MOLIE KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA

OBEDNEGO MEHI
2026 · Book · Open Access

PEMAHAMAN GENERASI MUDA TENTANG NILAI-NILAI BUDAYA YANG TERKANDUNG DALAM RUMAH ADAT SABU DI DESA MOLIE KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA Mehi O)** pellu L.H)** Metboki M)** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam rumah adat Sabu di Desa Molie, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Rumah adat Sabu merupakan warisan budaya yang memiliki makna sosial, religius, dan filosofis yang tinggi, namun di tengah perkembangan zaman nilai-nilai tersebut mulai mengalami pergeseran dan kurang dipahami oleh generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Responden penelitian terdiri atas tokoh adat, aparat pemerintah desa, orang tua, dan generasi muda. data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya dalam rumah adat Sabu masih tergolong rendah. Sebagian besar responden mengetahui bentuk fisik rumah adat, namun belum memahami makna simbolik dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya, seperti nilai gotong royong, religiusitas, keharmonisan dengan alam, serta penghormatan kepada leluhur. faktor penyebabnya antara lain kurangnya peran keluarga dan tokoh adat dalam pewarisan budaya, serta minimnya pembelajaran budaya lokal di sekolah.Meskipun demikian, sikap generasi muda terhadap pelestarian budaya tergolong positif. mereka menyadari pentingnya melestarikan rumah adat sebagai identitas budaya daerah dan bersedia berpartisipasi dalam kegiatan budaya jika diberikan dukungan. oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pendidikan budaya lokal dan mendorong. keterlibatan generasi muda dalam pelestarian rumah adat. .

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KERJASAMA TIM TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADAPT. TELKOM AKSES (PTTA) KOTA KUPANG

AFRHI YURIYANTO BUSU
2026 · Book · Open Access

Menurut Irwanda, Rosida, dan Margartha (2022) Kinerja karyawan di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti kerjasama tim, lingkungan kerja dan komunikasi. Suatu perusahaan akan mencapai kemajuan dalam mencapai tujuannya jika ia meningkatkan kinerja karyawannya. Karena keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan dan kelangsungan eksistensinya bergantung pada sumber daya manusia yang dimilikinya, maka berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja karyawan menjadi hal yang paling penting.Menurut Pace dan Faules (2010) Komunikasi kerja merupakan proses pertukaran informasi, ide, atau pesan antar individu dalam suatu organisasi yang bertujuan untuk membangun pemahaman bersama, mendukung pelaksanaan tugas, serta mencapai tujuan organisasi secara efektif.Menurut Gibson, Ivancevich, dan Donnelly(2012), lingkungan kerja adalah seluruh kondisi eksternal dan internal yang memengaruhi kepuasan kerja, produktivitas, dan motivasi karyawan.Eva dan Boge (2017) menyatakan bahwa Kerjasama Tim merupakan kegiatan yang dikelola dan dilakukan sekelompok orang yang tergabung dalam satu organisasi. Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam penelitian ini akan membahas pengaruh komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan kerja sama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan pada PT. Telkom Akses (PTTA) Kota Kupang. Dalam penelitian ini sebanyak 58 karyawan. Teknik pengumpulan analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan kerja sama tim terhadap peningkatan kinerja karyawan, peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan (Uji F) dan Koefisien Determinasi (R²). Dari hasil penelitian yang digunakan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara parsialKomunikasi Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), Lingkungan Kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y), dan Kerja sama tim (X3) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Sedangkan secara simultan atau secara bersama-sama Komunikasi Kerja (X1) Lingkungan Kerja (X2) dan Kerjasama Tim (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Telkom Akses (PTTA) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Komunikasi kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), dan Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) dengan nilai konstanta α sebesar 10,154 sedangkan koefisien b1 = 0,392, b2 = 0,245. Dengan demikian persamaan regresi linier berganda yang memperlihatkan pengaruh Komunikasi Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut: Y= 10,154 +0,392 X1+ 0,245 X2+0,140 X3+e Selain itu hasil uji hipotesis pertama yaitu Komunikasi Kerja (X1) berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Komunikasi kerja (X1) ditemukan Nilai T hitung 4,697 > T tabel 1,674 dengan tingkat sig.t 0,000. Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Komunikasi Kerja (X1) berpengaruh signifikan terhadap Kimerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Lingkungan Kerja (X2) ditemukan Nilai T hitung 3,442 > T tabel 1,674 dengan tingkat signifikan t = 0,001 Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Lingkungan Kerja (X2) berpegaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel Kerjasama Tim (X3) ditemukan nilai T hitung 3,446 > T tabel 1,674 dengan tingkat signifikan t= 0,001 Oleh karena nilai signifikan < 0,05. Maka H0 (b1≠ 0) ditolak dan Ha (b1=0) diterima yaitu variabel Kerjasama Tim (X3) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi (R2) adalah 0,606 atau 60,6%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya pengaruh Komunikasi Kerja (X1), Lingkungan Kerja (X2), Kerjasama Tim (X3) terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah 60,6% . Sedangkan pengaruh sebesar 39,4% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diketahui dalam penelitian ini.

PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN FARMASI YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA

ANGELA TRIYUNI KLAU
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Struktur modal yang dimaksud diukur melalui tiga rasio keuangan utama, yaitu Debt to Asset Ratio (DAR), Debt to Equity Ratio (DER), dan Long Term Debt to Equity Ratio (LTDER). Sementara itu, profitabilitas diukur dengan Return on Equity (ROE) yang mempresentasikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih setelah pajak berdasarkan modal sendiri. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena adanya variasi signifikan antara penggunaan utang dan ekuitas di sektor farmasi, yang tidak selalu diikuti oleh peningkatan profitabilitas. Beberapa perusahaan menunjukkan rasio utang tinggi namun ROE rendah atau bahkan negatif, yang mengindikasikan kemungkinan struktur modal yang belum optimal. Persoalan penelitian adalah 1) Apakah DAR berpengaruh terhadap ROE. 2) Apakah DER berpengaruh terhadap ROE. 3) Apakah LTDER berpengaruh terhadap ROE. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh DAR, DER dan LTDER terhadap ROE. Menurut kasmir (2019), Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu, yang digunakan sebagai ukuran efektifitas manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur menggunakan menurut kasmir (2019), Return On Equity (ROE), merupakan rasio untuk mengukur laba bersih setelah pajak dan modal sendiri dengan standar industry 40%. Brigham dan Houston (2018) menyatakan bahwa ROE sangat penting bagi investor karena mencerminkan tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan. Menurut martono (2012), struktur modal adalah perbandingan atau imbangan pendanan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan hutang jangka xvi panjang terhadap modal sendiri. Menurut martono (2012:59), Debt To asset ratio merupakan rasio antara total utang dengan total asset yang dinyatakan dalam presentase dengan standar industry 35%. Menurut martono (2012), Debt to equity ratio merupakan perbandingan total utang yang dimiliki perusahaan dengan modal sendiri dengan strandar industry 80%. Sedangkan menurut kasmir (2019), Long term debt to equity ratio merupakan rasio antara utang jangka panjang dengan modal sendiri dengan standar industry 10%. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI, yaitu sebanyak 11 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria: perusahaan terdaftar selama periode 2021–2024, tidak mengalami delisting, dan memiliki laporan keuangan tahunan yang lengkap serta telah diaudit. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 7 perusahaan sebagai sampel dengan total 28 observasi data. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan melalui situs resmi BEI. Variabel independen (DAR, DER, LTDER) dihitung dari total utang, total aset, total ekuitas, dan utang jangka panjang, sedangkan variabel dependen (ROE) dihitung dari laba bersih setelah pajak dibagi total ekuitas. Teknik analisis data meliputi analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi). Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap ROE, sedangkan uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh simultan ketiga variabel independen terhadap ROE. Koefisien determinasi (R²) digunakan untuk mengukur kemampuan model menjelaskan variasi variabel dependen. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi memenuhi syarat normalitas, tidak terjadi multikolinearitas, tidak ada indikasi heteroskedastisitas, dan tidak terdapat kesimpulan, sehingga model layak

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT.GAYA ABADI SEMPURNA Tbk DAN PT. BINTANG OTO GLOBAL Tbk

YEFTA MALELAK
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja keuangan antara PT. Gaya Abadi Sempurna Tbk dan PT. Bintang Oto Global Tbk, dua perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan barang konsumen non-primer dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan didirikan sebagai usaha yang bertujuan untuk memperoleh laba yang maksimal agar tujuan perusahaan itu tercapai maka perusahaan harus dapat mengelola keuangannya dengan baik.salah satu aspek yang penting untuk dikelola dengan baik adalah kinerja keuangan. Kinerja Keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Pengukuran kinerja keuangan dilakukan melalui 8 ratio yakni Current ratio, Quick ratio, Debt To Asset Ratio, Debt To Equity Ratio, Inventory TurnOver, Total Asset TurnOver, Return On Invesment, Return On Equity. Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.Rasio cepat (Quick Ratio) atau rasio sangat lancar atau acid test ratio merupakan rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Artinya, nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dengan nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.Menurut Kasmir (2019:112) Debt To Asset Ratio atau Debt Ratio, merupakan rasio utang yang diguanakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh

PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN DAN KETERAMPILAN KEUANGAN TERHADAP PERILAKU KEUANGAN PADA UMKM (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang)

BILYAM EKLESIA PANDU
2026 · Book · Open Access

Judul penelitian “Pengaruh Pengetahuan Keuangan Dan Keterampilan Keuangan Terhadap Perilaku Keuangan Pada UMKM’’ (Di Kelurahan Oesapa, Kota Kupang). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan terhadap perilaku keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Oesapa. Permasalahan yang dihadapi UMKM sering kali berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang kurang optimal, sehingga mempengaruhi keberlanjutan usaha. Pengetahuan keuangan yang memadai diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memahami konsep dasar keuangan, sedangkan keterampilan keuangan berkaitan dengan kemampuan praktis dalam mengelola arus kas, menyusun laporan keuangan, serta mengambil keputusan finansial yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian terdiri dari 33 pelaku UMKM yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh kedua variabel independen terhadap perilaku keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan keuangan dan keterampilan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan pada UMKM di Kelurahan Oesapa. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan pelatihan keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola keuangan usaha secara lebih bijak dan berkelanjutan.

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA RADIO REPUBLIK INDONESIA DI KOTA KUPANG

YAHYA SOSTENES BOLINGDJAHI
2026 · Book · Open Access

Sumber daya manusia merupakan aset utama yang sangat berperan dalam menentukan keberliasilan dan keberlangsungan strata organisasi. Organisasi tidak akan mampu berjalan dengan efektif tanpa adanya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, memiliki motivast yang tinggi, serta kepuasan dalam menjalankan tugasnya. Dalam konteks lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang, kinerja pegawai menjadi salah satu faktor yang sangat penting karena keberhasilan organisasi dalam memberikan pelayanan informasi, pendidikan, dan hiburan kepada masyarakat sangat ditentukan oleh kualitas dan semangat kerja para pegawainya. Motivasi kerja merupakan dorongan internal maupun eksternal yang membuat seseorang mau dan rela mengerahkan kemampuan, waktu, dan tenaganya untuk mencapai tujuan organisasi. Pegawai yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan semangat kerja yang kuat, disiplin, serta tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Menurut Mangkuprawira (2017), motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja seseorang melalui dorongan untuk mencapai prestasi tertentu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun organisasi. Di sisi lain, kepuasan kerja memiliki pengaruh yang tidak kalah penting terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja menggambarkan sejauh mana seseorang merasa senang dan puas terhadap pekerjaannya, baik dari segi gaji, hubungan dengan rekan kerja, lingkungan kerja, maupun peluang pengembangan karier. Robbins (2015) menjelaskan bahwa kepuasan kerja yang tinggi akan menghasilkan perilaku kerja positif seperti loyalitas, disiplin, dan komitnien yang kuat terhadap organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai RRI Kupang yang berjumlah 79 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian (sampel jenuh). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta uji koefisien determinasi (R2) untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki pegawai RRI Kupang, maka semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan. Demikian pula dengan variabel kepuasan kerja (X2), yang juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai yang merasa puas terhadap pekerjaannya akan cenderung bekerja lebih baik, memiliki tanggung jawab yang tinggi, serta mampu memberikan kontribusi maksimal dalam menjalankan tugasnya. Secara simultan, kedua variabel independen yaitu motivasi kerja (X1) dan kepuasan kerja (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Radio Republik Indonesia (RRI) Kupang. Hasil koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, dan sistem penghargaan. Berdasarkan basil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dimiliki pegawai, maka semakin baik pula kinerja yang ditunjukkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Olen karena itu, pihak manajemen RRI Kupang disarankan untuk terus meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja pegawai melalui pemberian penghargaan yang adil, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif memperhatikan kesejahteraan karyawan, serta memberikan kesempatan pengembangan karier yang lebih luas. Dengan demikian, diharapkan kualitas pelayanan dan kinerja lembaga dapat meningkat secara berkelanjutan. Penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan ilmu manajemen number daya manusia, khususnya terkait hubungan antara motivasi kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai di instansi pemerintahan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi lembaga-lembaga publik lainnya untuk mengembangkan strategi peningkatan kinerja pegawai yang lebih efektif dan berkelanjutan.

PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI STUDI PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KELURAHAN SULAMU

JEKLIN JULIANA NAFI
2026 · Book · Open Access

Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kelurahan Sulamu Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara parsial terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu, serta menganalisis pengaruh pengetahuan akuntansi dan skala usaha secara simultan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)  di Kelurahan Sulamu. Variabel dalam penelitian ini adalah Pengetahuan Akuntansi (X1), Skala Usaha (X2), dan Penggunaan Informasi Akuntansi (Y). Populasi dalam penelitian ini yaitu UMKM yang berada di Kelurahan Sulamu sebanyak 149 usaha sedangkan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 60 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji koefisien determinasi, uji t dengan bantuan Software SPSS. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa pengetahuan akuntansi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi. Ditemukan juga bahwa skala usaha berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor kebutuhan yang ditentukan oleh ukuran usaha lebih dominan dari pada kemampuan memahami akuntansi dalam menentukan penggunaan informasi akuntansi sehingga penggunaan informasi akuntansi tidak tergantung pada seberapa paham seseorang tentang akuntansi, melainkan pada seberapa besar atau kompleks usaha yang di kelola karena skala usaha yang berbeda membuat informasi akuntansi menjadi perlu atau tidak perlu.

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA KANTOR HARIAN PAGI POS KUPANG

GUNTER BANEPA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang, apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang, Untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja dalam meningkatkan kinerja karyawan pada pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang yang berjumlah 77 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 77 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 85,45-91,55. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 438,68 dan nilai rata-rata indeks 87,73, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Disiplin Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 81,17-81,82. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 410,91 dan nilai rata-rata indeks 82,18, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 12,190 + 0,302 X1 + 0,392 X2 di ketahui konstanta regresi sebesar 12,190, koefisien regresi b1= 0,302, koefisien regresi b2= 0,392. Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Motivasi Kerja (X1) dan Disiplin (X2) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar 0,302 artinya jika nilai motivasi kerja (X1) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,302 satuan, koefisien regresi bernilai posotif artinya terdapat pengaruh positif motivasi kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,392 artinya jika disiplin kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,392 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variable motivaasi kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel disiplin kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk memperdalam kajian terhadap kedua variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan dengan konteks yang berbeda, Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang, secara parsial Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Harian Pagi Pos Kupang, secara dan secara simultan Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan pada Kantor Harian Pagi Pos Kupang.

ANALISIS PENGARUH STRES KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ANEKA NIAGA KOTA KUPANG

MARIA YUNITA AEK
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Rumusan masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang dan apakah beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang serta untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT. Aneka Niaga Kota Kupang yang berjumlah 55 orang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang (sampel jenuh). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan secara langsung kepada responden. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel stres kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 75,815 sampai dengan 87,089. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 752,161 dan nilai rata-rata indeks sebesar 83,573 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel beban kerja, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 70,541 sampai dengan 85,271. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 614,151 dan nilai rata-rata indeks sebesar 76,768 yang berada pada kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel kinerja karyawan, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 59,086 sampai dengan 77,088. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 623,050 dan nilai rata-rata indeks sebesar 69,227 yang berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y = −34,354 + 1,028X₁ + 0,305X₂, diketahui konstanta regresi sebesar −34,354, koefisien regresi b₁ = 1,028 dan koefisien regresi b₂ = 0,305. Nilai konstanta sebesar −34,354 artinya jika stres kerja (X₁) dan beban kerja (X₂) bernilai nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar −34,354 satuan. Koefisien regresi stres kerja (b₁) sebesar 1,028 artinya jika stres kerja (X₁) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 1,028 satuan. Koefisien regresi bernilai positif yang berarti terdapat pengaruh positif stres kerja (X₁) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi beban kerja (b₂) sebesar 0,305 artinya jika beban kerja (X₂) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,305 satuan, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Implementasi terapan: Berdasarkan hasil penelitian, yang menunjukan bahwa stress kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan di PT. Aneka Niaga Kota Kupang, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang, diharapkan dapat memperhatikan dan mengelola Tingkat stress kerja karyawan dengan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, komunikasi yang baik antara atasan dan karyawan, serta pemberian dukungan kerja yang memadai, agar tidak berdampak negatif terhadap kinerja karyawan. Selanjutnya meskipun beban kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, pimpinan PT. Aneka Niaga Kota Kupang tetap diharapkan dapat memperhatikan pengelolaan beban kerja dengan memberikan arahan yang jelas, target kerja yang realistis, serta waktu penyelesaian pekerjaan yang cukup sehingga karyawan dapat bekerja lebih efektif dan kondisi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik. Selain itu masih terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan namun belum dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperdalam kajian mengenai stress kerja dan beban kerja dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda, memperluas objek penelitian, serta menambah jumlah dan karakteristik responden yang lebih beragam agar diperoleh hasil penelitian yang lebih komprehensif.

PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI, PENERAPAN SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI DAN KESIAPAN PELAKU UMKM TERHADAP PENERAPAN SAK EMKM PADA UMKM DI KELURAHAN OEBA

ELISABETH VIRGINIA HILDEGARDIS
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemahaman akuntansi, penerapan sistem pencatatan akuntansi, dan kesiapan pelaku UMKM terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada UMKM di Kelurahan Oeba. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya pemahaman pelaku UMKM terhadap pencatatan keuangan serta kurangnya kesiapan dalam menerapkan standar akuntansi yang sesuai dengan ketentuan SAK EMKM. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Kelurahan Oeba yang berjumlah 64 pelaku usaha, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan program SPSS versi 29.