IAN KURNIAWAN SAMUEL PUTRA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini berjudul Pengaruh Fasilitas kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap
Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas
kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap
kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Untuk mengetahui
pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai
Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil diluar kontrak Pada
Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara yang
berjumlah 87 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan
sampel sebanyak 87 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk
menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data
menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien
determinasi (R2).
Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Fasilitas Kerja di atas, nilai indeks setiap
indikator berkisar antara 84,59-88,84. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 347,44
dan nilai rata-rata indeks 86,86, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban
responden variabel Lingkungan Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 88,15-
89,65. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 355,07 dan nilai rata-rata indeks 88,76,
berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja
di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 83,33-89,42. Dengan demikian jumlah dari
seluruh indeks yaitu 348,37 dan nilai rata-rata indeks 87,09, berada dalam kategori tinggi.
Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 8,480 - 0,073 X1 + 0,304 X2 + 0,548
X3 di ketahui konstanta regresi sebesar 8,480, koefisien regresi b1= -0,073, koefisien regresi b2=
0,304 regresi b3= 0,548, Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Fasilitas Kerja (X1)
Fasilitas Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y)
memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar -0,073 artinya jika nilai
motivasi kerja (X1) mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
menurunt sebesar -0,073 satuan, koefisien regresi bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif
fasilitas kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,304 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,304 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b3) sebesar 0,548 artinya jika
lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan
meningkat sebesar 0,548 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif
disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).
Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan
beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable fasilitas kerja di kategori baik
dan terlihat bahwa semua indikator variable fasilitas kerja mendapat respon yang baik maka hal ini
perlu perlu di tingkatkan atau tetap dalam keadaan ini. Dengan di ketahui bahwa variabel
lingkungan kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa
variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel lingkungan kerja
mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel
motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel motivasi kerja mendapat
respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk
memperdalam kajian terhadap ketiga variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan
metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik
demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi
kerja terhadap kinerja pegawai dengan konteks yang berbeda,
Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Fasilitas Kerja berpengaruh negatif dan tidak
signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa
Tenggara Timur, secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai
pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan
secara simultan Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh secara
bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur
ROY ERICSON JERU GA
2026 · Book · Open Access
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat,
disertai dengan meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, telah
membawa perubahan signifikan dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat,
khususnya dalam bidang perdagangan. Fenomena ini mendorong pertumbuhan e-
commerce yang sangat cepat di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. E-commerce
tidak hanya menawarkan kemudahan dalam proses jual beli, tetapi juga
menghadirkan efisiensi waktu, fleksibilitas tempat, serta variasi produk yang lebih
luas dibandingkan dengan perdagangan konvensional. Perubahan perilaku
konsumen yang semakin mengandalkan teknologi digital menjadikan e-commerce
sebagai salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian
modern.
Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia hadir
dengan berbagai fitur yang dirancang untuk menarik minat konsumen, seperti
tampilan aplikasi yang mudah digunakan, beragam metode pembayaran, promo
yang kompetitif, serta sistem perlindungan transaksi. Dua faktor utama yang
dinilai sangat berpengaruh dalam mendorong minat beli konsumen pada platform
e-commerce adalah kemudahan transaksi dan keamanan transaksi. Kemudahan
transaksi berkaitan dengan sejauh mana sistem aplikasi dapat dipahami, diakses,
dan digunakan oleh konsumen tanpa mengalami kesulitan berarti, mulai dari
pencarian produk, proses pemesanan, hingga tahap pembayaran. Sementara itu,
keamanan transaksi berkaitan dengan perlindungan data pribadi pengguna,
keamanan pembayaran, serta jaminan bahwa transaksi yang dilakukan berjalan
dengan aman dan terhindar dari risiko penipuan.
Meskipun Shopee telah menyediakan berbagai fitur pendukung
kemudahan dan keamanan transaksi, persepsi konsumen terhadap kedua faktor
tersebut dapat berbeda-beda, terutama jika ditinjau dari karakteristik sosial,
ekonomi, dan geografis suatu daerah. Kota Kupang sebagai salah satu kota
berkembang di Indonesia Timur memiliki karakteristik masyarakat yang unik,
baik dari segi tingkat literasi digital, kebiasaan berbelanja, maupun kepercayaan
terhadap transaksi online. Oleh karena itu, diperlukan kajian empiris yang bersifat
lokal untuk memahami bagaimana pengaruh kemudahan dan keamanan transaksi
terhadap minat beli masyarakat Kota Kupang pada e-commerce Shopee.
Penelitian ini menjadi penting karena hasilnya diharapkan dapat memberikan
gambaran nyata mengenai perilaku konsumen di wilayah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan transaksi
dan keamanan transaksi terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang, baik secara parsial maupun secara simultan. Secara lebih
spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemudahan
transaksi memengaruhi minat beli masyarakat, sejauh mana keamanan transaksi
memengaruhi minat beli masyarakat, serta variabel mana yang memiliki pengaruh
lebih dominan. Dengan adanya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian pemasaran
digital dan pengelolaan platform e-commerce.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif dengan pendekatan survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena
mampu memberikan gambaran objektif mengenai hubungan antarvariabel
berdasarkan data numerik yang diperoleh dari responden. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah menggunakan
aplikasi e-commerce Shopee. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling, dengan kriteria responden yaitu masyarakat yang berdomisili
di Kota Kupang dan pernah melakukan transaksi pembelian melalui Shopee.
Berdasarkan perhitungan jumlah sampel, penelitian ini melibatkan 96 responden
sebagai sampel penelitian.
Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden
dengan menggunakan media daring. Kuesioner disusun berdasarkan indikator-
indikator yang relevan dengan masing-masing variabel penelitian, yaitu
kemudahan transaksi, keamanan transaksi, dan minat beli. Setiap pernyataan
dalam kuesioner diukur menggunakan skala Likert untuk mengetahui tingkat
persetujuan responden terhadap pernyataan yang diajukan. Data yang telah
terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda
dengan bantuan perangkat lunak statistik. Selain itu, dilakukan pula uji t untuk
mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial, uji F untuk mengetahui
pengaruh variabel independen secara simultan, serta uji koefisien determinasi (R²)
untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi dalam menjelaskan variasi minat beli masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kemudahan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-
commerce Shopee di Kota Kupang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin
mudah aplikasi Shopee digunakan, dipahami, dan dioperasikan oleh konsumen,
maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk melakukan pembelian melalui
platform tersebut. Kemudahan dalam proses pencarian produk, kejelasan
informasi, serta efisiensi proses pembayaran menjadi faktor-faktor yang
mendorong kenyamanan konsumen dalam bertransaksi.
Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keamanan transaksi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat. Konsumen
cenderung memiliki minat beli yang lebih tinggi ketika mereka merasa aman
dalam melakukan transaksi online, yakin bahwa data pribadi mereka terlindungi,
serta percaya bahwa dana yang dibayarkan tidak akan disalahgunakan.
Keberadaan fitur keamanan seperti sistem verifikasi, perlindungan pembayaran,
dan kebijakan pengembalian dana memberikan rasa aman dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap platform Shopee.
Secara simultan, kemudahan transaksi dan keamanan transaksi
berpengaruh signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee
di Kota Kupang. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa kedua
variabel tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan
variasi minat beli masyarakat, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain di luar model penelitian, seperti harga, promosi, kualitas produk, dan
kecepatan pengiriman. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan dan
keamanan transaksi merupakan faktor strategis yang harus diperhatikan secara
berkelanjutan oleh penyedia platform e-commerce.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemudahan transaksi dan
keamanan transaksi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan
minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang. Semakin tinggi
tingkat kemudahan dan keamanan yang dirasakan oleh konsumen, maka semakin
besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian secara online.
Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya bagi pihak Shopee untuk terus
meningkatkan kualitas antarmuka aplikasi, menyederhanakan alur transaksi, serta
memperkuat sistem keamanan dan perlindungan konsumen. Sementara itu,
implikasi akademis dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi empiris bagi
pengembangan penelitian di bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen,
khususnya dalam konteks e-commerce di wilayah Indonesia Timur. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan menggunakan
pendekatan metodologis yang berbeda agar dapat memberikan pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat beli
konsumen dalam belanja online
REALDI BOLLU ADU
2026 · Book · Open Access
Pajak merupakan beban utama bagi perusahaan, terutama bagi Usaha
Kecil dan Menengah (UKM) yang berfokus pada optimalisasi laba.
Perencanaan pajak menjadi strategi penting untuk meminimalkan kewajiban
perpajakan secara sah, salah satunya melalui pemilihan metode penilaian
persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan
metode First In, First Out (FIFO) dan metode Average terhadap beban pajak
dan efisiensi keuangan pada Toko Himalaya Indah, sebuah UKM di Kupang
yang bergerak di bidang perdagangan pakan ternak. Penelitian menggunakan
pendekatan Analisis deskriptif dengan analisis kuantitatif berdasarkan data
dokumentasi kartu persediaan tahun 2024 untuk tiga jenis barang dagang
dengan fluktuasi harga. Perhitungan dilakukan sesuai ketentuan perpajakan
yang berlaku, khususnya Undang-Undang PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal
10 ayat 6, yang memperbolehkan penggunaan kedua metode tersebut.
Penelitian ini mengkaji penerapan metode penilaian persediaan
sebagai strategi perencanaan pajak (tax planning) pada Usaha Kecil dan
Menengah (UKM), dengan studi kasus pada Toko Himalaya Indah. Latar
belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan UKM untuk
mengoptimalkan laba dengan meminimalkan beban pajak secara sah.
Pemilihan metode penilaian persediaan, yang diatur dalam Undang-Undang
Pajak Penghasilan (FIFO dan Average), secara langsung memengaruhi Harga
Pokok Penjualan (HPP), laba kena pajak, dan PPh terutang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode
FIFO dan Average terhadap beban pajak dan efisiensi keuangan di Toko
Himalaya Indah, serta menentukan metode mana yang lebih efektif untuk
optimalisasi perencanaan pajak.xi
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, menggunakan data
sekunder berupa kartu persediaan Toko Himalaya Indah tahun 2024. Sampel
dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria barang
dagang yang harganya fluktuatif. Analisis data dilakukan dengan menghitung
HPP, laba, dan beban pajak PPh menggunakan kedua metode (FIFO dan
Average) untuk diperbandingkan. Hasil analisis ini digunakan untuk
membandingkan dampak kedua metode terhadap efisiensi beban pajak,
sehingga dapat memberikan rekomendasi metode yang paling optimal bagi
Toko Himalaya Indah.
Hasil analisis menunjukkan bahwa metode FIFO menghasilkan Harga
Pokok Penjualan (HPP) yang lebih rendah (Rp1.592.870.000) dibandingkan
metode Average (Rp1.595.446.389), sehingga menghasilkan laba kotor yang
lebih tinggi (Rp70.955.000 vs Rp 68.378.611). Namun, laba yang lebih besar
ini berdampak langsung pada kewajiban pajak yang lebih tinggi. Dengan
mempertimbangkan PTKP untuk wajib pajak orang pribadi menikah dengan
dua anak (Rp67.500.000), metode FIFO menghasilkan pajak terutang sebesar
Rp172.750, sedangkan metode Average hanya Rp43.931 menghasilkan
penghematan pajak sebesar Rp128.819. Meskipun laba bersih dengan metode
FIFO lebih tinggi, efisiensi perpajakan dan manajemen arus kas jangka
panjang lebih unggul dengan metode Average. Selain itu, metode Average
lebih sederhana dalam penerapan dan pencatatan, sangat sesuai untuk UKM
dengan sumber daya akuntansi terbatas.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun metode FIFO
memberikan gambaran kinerja keuangan yang lebih baik, metode Average
lebih efektif dalam perencanaan pajak karena mampu secara legal mengurangi
beban pajak, meningkatkan likuiditas, dan mendukung keberlanjutan usaha.
Temuan ini memberikan kontribusi teoritis pada teori aliran biaya dan
perencanaan pajak dalam konteks UKM, serta implikasi praktis bagi pelakuxii
usaha, konsultan pajak, dan pelatih UMKM dalam memilih metode akuntansi
yang strategis. Penelitian ini juga mengisi celah literatur dengan memberikan
bukti empiris kontekstual mengenai strategi perencanaan pajak berbasis
persediaan di kalangan UKM di wilayah Indonesia timur.
SARDI FELIKS FEO
2026 · Book · Open Access
Akuntansi sektor publik memegang peranan yang sangat vital dalam struktur
pemerintahan modern, berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjamin
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Melalui penerapan
akuntansi yang tepat, pemerintah dapat menyajikan informasi keuangan yang
tidak hanya jelas tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini
esensial untuk membangun kepercayaan publik bahwa dana yang dikelola
pemerintah digunakan sesuai dengan peruntukan yang sah dan aturan yang
berlaku.
Seiring dengan reformasi manajemen keuangan negara, tuntutan terhadap
kualitas pelaporan keuangan semakin meningkat. Pemerintah daerah kini
diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual, sebuah standar
yang diatur secara tegas dalam Permendagri Nomor 64 Tahun 2013. Standar ini
bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan realistis
mengenai posisi keuangan, termasuk pencatatan aset, kewajiban, dan ekuitas dana
yang lebih akurat dibandingkan basis kas.
Untuk menjawab tantangan kompleksitas pelaporan berbasis akrual tersebut,
pemanfaatan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan. Salah satu solusix
yang diterapkan secara luas adalah Sistem Informasi Manajemen Daerah
(SIMDA), sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan
Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sistem ini dirancang khusus untuk
mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan aset daerah, memudahkan
penyusunan laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu entitas pemerintah
daerah yang telah mengadopsi sistem ini. Namun, berdasarkan evaluasi kinerja,
daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, di mana laporan keuangan yang
dihasilkan kerap ditemukan belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Oleh karena itu, implementasi SIMDA di wilayah ini menjadi langkah
strategis yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidaksesuaian
pelaporan dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menganalisis secara
mendalam bagaimana implementasi SIMDA dijalankan pada Pemerintah
Kabupaten TTS. Fokus penelitian tidak hanya terbatas pada hasil akhir laporan,
melainkan juga menggambarkan proses implementasi secara menyeluruh serta
memahami persepsi pengguna terhadap efektivitas sistem tersebut dalam
membantu tugas harian mereka.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sebuah
pendekatan yang dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif
mengenai fenomena yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan
peneliti untuk mengeksplorasi perspektif subjek penelitian dan memahami makna
di balik data yang ditemukan, serta membandingkan fakta lapangan dengan
landasan teori yang ada.
Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai yang terlibat
langsung dalam penggunaan SIMDA di Sekretariat Daerah Kabupaten TTS.
Adapun sampel penelitian difokuskan pada 5 orang pegawai, termasuk Kepala
Bagian Penatausahaan, staf bagian akuntansi, dan pengurus barang yang
berinteraksi aktif dengan sistem.xi
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi observasi langsung,
dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat proses
penggunaan sistem secara real-time, sementara studi dokumentasi. Wawancara
bebas terpimpin digunakan untuk menggali informasi mendalam dari responden.
Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi SIMDA, khususnya modul
Barang Milik Daerah (BMD), di Sekretariat Daerah TTS telah mengikuti alur
prosedur yang terstruktur. Proses dimulai dari data entry yang mengubah data
input menjadi informasi melalui aplikasi komputer. Pengurus barang memegang
peranan sentral sebagai operator yang menjalankan prosedur perencanaan hingga
pelaporan.
Pada tahapan prosedur perencanaan dan pengadaan, aplikasi SIMDA BMD
telah dimanfaatkan untuk mencatat Rencana Pengadaan dan Rencana
Pemeliharaan. Output yang dihasilkan meliputi Daftar Kebutuhan Barang dan
Daftar Rencana Pengadaan yang menjadi basis data awal. Sistem ini juga
memfasilitasi pencatatan aset baru maupun hasil inventarisasi aset lama ke dalam
berbagai Kartu Inventaris Barang (KIB). Penelitian juga menemukan bahwa
prosedur penghapusan aset telah terakomodasi dalam sistem. SIMDA
memfasilitasi proses administratif penghapusan aset yang rusak atau hilang
melalui penerbitan SK Penghapusan dan daftar lampirannya. Hal ini memastikan
bahwa register aset tetap update dan valid sesuai kondisi fisik di lapangan.
Terkait kualitas informasi, hasil analisis mengonfirmasi bahwa laporan yang
dihasilkan SIMDA memiliki karakteristik "Relevan". Informasi tersebut memiliki
manfaat prediktif dan umpan balik yang membantu pengelola barang dalam
menyusun anggaran dan mengevaluasi kinerja masa lalu. Selain itu, laporan juga
dinilai konsisten dan dapat diperbandingkan antar periode. Namun, terdapat
temuan kritis mengenai aspek keandalan (reliability) informasi. Meskipun sistem
berjalan baik secara prosedural, laporan keuangan yang dihasilkan belum
sepenuhnya andal karena fitur penyusutan aset tetap belum difungsikan.
Akibatnya, nilai aset yang dilaporkan di neraca masih tercatat sebesar nilaixii
perolehannya dan tidak mencerminkan penurunan nilai ekonomis yang
sebenarnya, sehingga informasi nilai aset menjadi kurang wajar.
Dari sisi sumber daya manusia, karakteristik responden menunjukkan variasi
latar belakang pendidikan, dengan sebagian besar berpendidikan sarjana namun
masih terdapat kendala dalam pemahaman teknis mendalam. Kurangnya pelatihan
intensif dan sosialisasi menyebabkan beberapa fitur canggih SIMDA belum
dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pegawai. Kendala teknis juga menjadi
hambatan yang signifikan. Implementasi sistem kerap terganggu oleh masalah
infrastruktur, seperti jaringan yang sering offline dan keterbatasan perangkat
keras yang memadai. Hambatan ini berpotens memperlambat proses input data
dan pelaporan, serta meningkatkan risiko human error dalam pengoperasian
sistem.
Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala tersebut, secara keseluruhan
implementasi SIMDA BMD dinilai telah membawa dampak positif. Sistem ini
berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dibandingkan metode
manual, serta memperkuat transparansi yang memungkinkan masyarakat
memantau pengelolaan aset daerah. Pengendalian internal yang tertanam dalam
aplikasi, baik pengendalian fisik maupun sistem, juga dinilai sudah memadai.
Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, Pemerintah Kabupaten TTS perlu
memprioritaskan perbaikan pada modul akuntansi penyusutan agar laporan
menjadi andal. Selain itu, pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan
investasi pada infrastruktur pendukung dan menyelenggarakan program pelatihan
berkelanjutan bagi staf. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan SIMDA
tidak hanya sekadar alat pencatatan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam
mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
DEWANTY WELTIN MANU
2026 · Book · Open Access
Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis
dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak
menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak
orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban
hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem
administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan,
intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam
konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin
kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya
literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal.
Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu,
Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya
peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan
data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120
orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah
wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi
di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya
pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e-
Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum
menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib
pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku.
Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak
terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain
itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan
(research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap
kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan
wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel
pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara
umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.
Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan,
khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi,
dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan,
sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi
kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan
pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang
lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa
Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan
menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak
orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau
memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan
pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data
penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan
skala Likert lima poin.
Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi
perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi
perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang
pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis
regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum
dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji
reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi
perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak
orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa
kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan
e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan
kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum
sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien
dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib
pajak.
Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang
memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan
tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh
dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi
faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak
terhadap kewajiban kenegaraan.
Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif
dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang
dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun
media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat
mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur,
sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu
mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak.
Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan
tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga
mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan
sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan
administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi
administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan
sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun
parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang
pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi
bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan
penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan
peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi
perpajakan yang konsisten.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur
perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta
menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam
merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan
berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa
JULIANI R. HAYON
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengukusan dalam
menghasilkan mochi dengan karakteristik organoleptik dan fisik yang disukai.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3
ulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Bahan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tepung ketan, tepung maizena, gula halus, kacang kenari, dan susu full
cream. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, rasa, dan tekstur).
Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A
( 15 menit) dengan nilai warna sebesar 4,667 (sangat suka), rasa dengan nilai
sebesar 4,772 (sangat suka) dan Tekstur dengan nilai sebesar 4,611 (sangat suka).
JERI ARMANDO UMBU KADI WANNO
2026 · Book · Open Access
Latar belakang: Guru bukan hanya dituntut untuk kreatif di dalam pembelajaran
namun juga kreatif dalam membuat atau menggunakan sarana dan prasarana
yang ada dengan membawah siswa ke dalam situasi belajar yang menyenangkan
dalam pembelajaran dengan memunculkan dan mengembangkan kreativitasnya
dalam mengatasi keterbatasan prasarana dan sarana PJOK.
Tujuan penelitian: untuk mengetahui kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan
sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan
Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Nunbaun Sabu
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif.
Hasil dan pembahasan: Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri Nunbaun
Sabu meliputi 6 buah bola kasti, 1 buah bola kaki, 1 buah bola basket, 2 buah
pemukul bola kasti, 15 buah kuns dan 1 lapangan serba guna. Pendekatan yang
digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, maka
guru melakukan modifikasi sarana, seperti bola kasti dimodifikasi dengan
gulungan kertas, bola kaki menggunakan bola plastik.
Simpulan: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SD Negeri Nunbaun Sabu
masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi standar ideal
pembelajaran Penjasorkes. Kreativitas guru sangatlah nampak dari hasil modifikasi
sarana dan prasarana dalam menunjang proses untuk ketercapaian tujuan pembelajaran
penjasorkes
AGUSTINA OKA
2026 · Book · Open Access
engelolaan anggaran pendidikan memegang peranan penting karena
seluruh kegiatan sekolah, seperti proses belajar mengajar, penyediaan sarana
prasarana, hingga peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan,
membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penggunaan anggaran
harus dilakukan secara jujur, hemat, dan tepat sasaran agar benar-benar
bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Salah satu cara untuk menilai
apakah dana sekolah sudah digunakan dengan baik adalah melalui pendekatan
Value for Money, yaitu pengukuran kinerja yang dilihat dari tiga hal: ekonomis,
efisiensi, dan efektivitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan anggaran
pendidikan di SMP Negeri Ile Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores
Timur, sudah sesuai dengan prinsip Value for Money. Penelitian ini juga berusaha
melihat faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengelolaan anggaran
sekolah. Dengan hasil ini diharapkan sekolah dan pihak terkait bisa mendapatkan
gambaran nyata mengenai kondisi keuangan sekolah sekaligus bisa memperbaiki
kekurangan di masa mendatang.
Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods atau metode
campuran. Penelitian ini menggabungkan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah (RKAS) serta laporan realisasi anggaran tahun 2020–2024.
Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan rumus Value for Money menurut
Mardiasmo (2018; 2021) dan Purwiyanti (2017) untuk menghitung rasio
ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui
wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan bendahara yang
dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara ini bertujuan melengkapi
hasil angka dengan penjelasan nyata di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran di SMP
Negeri Ile Boleng sudah cukup baik. Nilai rata-rata rasio ekonomis adalah 96,62%
(tergolong ekonomis), efisiensi 97,91% (tergolong hampir mendekati efisien), dan
efektivitas 90,63% (tergolong tidak efektif). Angka-angka ini membuktikan
bahwa sekolah sudah mampu mengatur dana sesuai rencana, menghindari
pemborosan, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal.
Beberapa faktor yang mendukung capaian ini antara lain perencanaan anggaran
yang jelas, adanya strategi penghematan biaya, partisipasi warga sekolah dalam
gotong royong menjaga fasilitas, serta penggunaan sumber belajar gratis yang
tersedia secara daring.
Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa efisiensi dan
efektivitas masih dapat ditingkatkan. Beberapa program sekolah yang bertujuan
meningkatkan kualitas belajar siswa belum sepenuhnya berjalan sesuai target.
Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar dana masih dipakai untuk
kebutuhan rutin sehingga ruang untuk program inovatif menjadi terbatas. Hal ini
membuat capaian belajar siswa, baik akademik maupun non-akademik, belum
maksimal. Dengan kata lain, meskipun sekolah sudah ekonomis dan efisien,
efektivitas perlu terus ditingkatkan agar penggunaan dana lebih berorientasi pada
hasil nyata (outcome).
Penelitian ini memberi dua jenis manfaat. Pertama, secara teori, hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Value for Money adalah alat yang tepat untuk
mengukur kinerja keuangan sekolah karena dapat menilai dari sisi input, output,
dan hasil yang diperoleh. Kedua, secara praktik, hasil penelitian ini memberi saran
agar sekolah memperkuat pengawasan penggunaan anggaran, meningkatkan
program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mengalokasikan
dana pada kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip
Value for Money dapat membantu sekolah mengelola dana secara lebih
transparan, akuntabel, dan berkualitas. SMP Negeri Ile Boleng sudah mampu
menunjukkan praktik pengelolaan anggaran yang baik, tetapi masih ada hal-hal
yang perlu diperbaiki terutama dalam aspek efektivitas. Penelitian ini diharapkan
bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengatur keuangan agar lebih
bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan
IRENE CHRISTIN BAREUT
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Self
Assessment System terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) di Kecamatan Amarasi Barat. Self Assessment System
merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada
wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban
perpajakannya. Tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah ini masih
menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan literasi pajak, akses informasi, dan
sarana pelaporan.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan
survei. Sampel penelitian berjumlah 75 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan uji F
dengan bantuan program SPSS versi 27xiii
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Self Assessment System
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di
Kecamatan Amarasi Barat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validitas menunjukan
seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,227 sehingga
seluruh butir dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbach’s alpha
sebesar 0,868 yang berarti instrumen reliabel. , hasil uji t sebesar nilai t hitung
(10,803) > t tabel (1,803) dengan sig. 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa
variabel penerapan self assessment system berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya, semakin baik penerapan Self Assessment
System, maka semakin tinggi pula kepatuhan wajib pajak, baik secara formal
maupun material.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Self Assessment System
sangat dipengaruhi oleh edukasi perpajakan, kemudahan akses sistem, serta
hubungan kepercayaan antara fiskus dan wajib pajak. Hasil penelitian diharapkan
dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan strategi
peningkatan kepatuhan pajak UMKM.
NORLY TIARA TARI RADJA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang
bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta dalam melaksanakan kewajiban perpajakan,
khususnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diterima
atau diperoleh oleh pegawai, yang pada umumnya dipotong dan disetorkan oleh pemberi kerja kepada
negara. PPh Pasal 21 merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara dari sektor pajak,
sehingga tingkat kepatuhan dalam pelaksanaannya berpengaruh langsung terhadap efektivitas
penerimaan negara dan keberhasilan kebijakan fiskal nasional. Perbedaan karakteristik antara instansi
pemerintah dan perusahaan swasta sering kali menyebabkan variasi dalam tingkat kepatuhan
pelaporan serta penyetoran pajak. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perbandingan
kepatuhan antara pegawai negeri dan pegawai swasta di Kabupaten Sumba Barat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer
diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan, yakni bendahara Kantor Camat
Kota Waikabubak dan bendahara SD Negeri Dedekadu sebagai representasi pegawai negeri, serta staf
bagian keuangan MR.DIY Waikabubak dan Indomaret Waikabubak sebagai representasi pegawai
swasta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang berfokus pada
pemahaman informan mengenai mekanisme pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21,
serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan. Data yang terkumpul
kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan
menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tingkat kepatuhan bendahara instansi pemerintah (pegawai negeri) dalam pelaksanaan PPh Pasal 21
lebih tinggi dibandingkan dengan bendahara pada sektor swasta.
Pegawai negeri memiliki sistem administrasi perpajakan yang lebih terstruktur karena
menggunakan aplikasi resmi pemerintah seperti GPP (Gaji Pegawai Pusat) yang secara otomatis
menghitung besaran pajak sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, pengawasan internal
dari instansi dan kewajiban pelaporan rutin memperkuat kedisiplinan administrasi pajak di
lingkungan pegawai negeri. Sebaliknya, pada sektor swasta masih ditemukan kendala seperti
kurangnya pemahaman teknis mengenai peraturan perpajakan, keterbatasan tenaga khusus di bidang
perpajakan, serta minimnya pendampingan atau sosialisasi dari pihak otoritas pajak. Akibatnya,
beberapa perusahaan masih mengalami keterlambatan dalam penyetoran dan pelaporan pajak.
Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
kepatuhan wajib pajak antara lain adalah pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan
perpajakan, sistem administrasi yang digunakan, serta adanya sanksi dan pengawasan dari otoritas
terkait.
Di sektor pemerintah, kepatuhan lebih banyak dipengaruhi oleh sistem dan prosedur yang
bersifat wajib serta pengawasan berjenjang, sementara pada sektor swasta, kepatuhan cenderung
dipengaruhi oleh kesadaran dan inisiatif pribadi bendahara atau pihak keuangan perusahaan. Peran
edukasi dan sosialisasi pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbukti penting untuk
meningkatkan pemahaman dan ketaatan, terutama di kalangan pelaku usaha swasta yang belum
memiliki sistem administrasi perpajakan yang kuat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini
menegaskan pentingnya peningkatan literasi perpajakan, terutama pada sektor swasta, melalui
pelatihan rutin, pendampingan teknis, dan penguatan sistem pelaporan berbasis elektronik seperti e-
SPT dan e-Filing. Pemerintah juga perlu memperluas cakupan edukasi dan pengawasan pajak agar
terjadi kesetaraan kepatuhan antara sektor publik dan swasta. Dengan demikian, peningkatan
kepatuhan Pajak Penghasilan Pasal 21 diharapkan tidak hanya berkontribusi pada optimalisasi
penerimaan negara, tetapi juga menciptakan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan
berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
ANSELMUS MANIUK BARKANIS
2026 · Book · Open Access
Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai
perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas
merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat
digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan
barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan
perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen
(penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang
diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan
disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang
menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap
penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan
kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam
penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola
Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui
pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti
Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui
indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi
petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan
observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas
petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi
Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi ,
adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000
Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan
produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi
sawah bisa di tingkatkan lagi
DISYON ARKIUS NUFA
2026 · Book · Open Access
Pupuk organik cair dari daun gamal mengandung nutrisi N,P,K,Ca, dan Mg
yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair daun
gamal yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica
juncea L.). Jenis penelitian adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dosis yaitu M0 0 ml/polibag, M1 60
ml/Polibag, M2 80 ml/polibag, M3 100 ml/polibag, dan M4 120 ml/polibag.
Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi
tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Selanjutnya,
data dianalisis menggunakan One Way ANOVA 5%. Untuk melihat pengaruh
perlakuan dianalisis menggunakan Analisis varian (Anova) dan untuk melihat
dosis terbaik dianalisis menggunakan uji duncan(DMRT). Hasil penelitian
menunjukan bahwa: Pupuk organik cair daun gamal berpengaruh nyata terhadap
tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal terbaik ada
pada perlakuan 60 ml/polibag yaitu tinggi tanaman tertinggi 35,84 cm, jumlah
daun terbanyak 10,68 helai, lebar daun terbesar 15,48 cm,Panjang daun 23,18 cm
dan berat basah tanaman ialah 111,99 gram
CHRISTOFORUS CHARLES SERAN
2026 · Book · Open Access
Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder desa Kletek
kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka
Seran C.C*) Lano L.M**) Makaborang . M**)
Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Kletek terdapat banyak saluran yang retak,
yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan
alih fungsi lahan. Penelitian berjudul Studi efisiensi penyaluran irigasi pada
saluran sekunder di desa Kletek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi
penyaluran air irigasi disaluran sekunder Kletek. Metode penelitian ini dilakukan
dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data skema irigasi serta data primer
mengukur debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian
menunjukan tingkat efisiensi yang diperoleh 60%. Hal ini disebabkan karna
kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu
saluran sehinga laju aliran semakin lambat.
TITUS TALO GORO
2026 · Book · Open Access
ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PERONTOK PADI PADA KELOMPOK TANI P3A DULU RASA DI DESA TARUS
“Titus Talo Goro”, “Marthen Makaborang”, “Nikodemus P.P.E. Nainiti”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas mesin perontok padi yang digunakan oleh Kelompok Tani P3A Dulu Rasa di Desa Tarus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan alat dan mesin pertanian dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pascapanen padi, khususnya pada tahap perontokan.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta pencatatan waktu kerja dan hasil perontokan. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas kerja mesin, rendemen hasil, tingkat kehilangan hasil, dan efisiensi tenaga kerja. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan produktivitas berdasarkan rasio output terhadap input kerja.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin perontok padi mampu meningkatkan kapasitas kerja dan efisiensi tenaga kerja dibandingkan metode manual. Produktivitas mesin dipengaruhi oleh kondisi teknis mesin, tingkat kekeringan gabah, dan keterampilan operator. Disimpulkan bahwa penggunaan mesin perontok padi secara signifikan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani. Oleh karena itu, disarankan adanya perawatan mesin secara rutin, pelatihan operator, serta penjadwalan perontokan yang sesuai dengan kondisi gabah guna meminimalkan kehilangan hasil.
SIRYON OLLA
2026 · Book · Open Access
ajak penghasilan merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem
perpajakan nasional yang berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara.
Dalam konteks Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah
Indonesia memberikan perlakuan khusus berupa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final
sebesar 0,5% dari omzet sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018.
Perlakuan ini bertujuan mendorong kepatuhan pajak dan kesadaran fiskal pelaku
usaha kecil, namun dalam implementasinya masih ditemukan banyak kendala,
terutama terkait kesesuaian perlakuan dan prosedur akuntansi yang dijalankan oleh
entitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perlakuan dan
prosedur akuntansi pajak penghasilan diterapkan oleh CV Timor Mutisqua, sebuah
perusahaan AMDK berskala UMKM yang beroperasi di Kabupaten Timor Tengah
Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pimpinan dan staf
keuangan perusahaan, observasi kegiatan pencatatan, serta dokumentasi laporan
penjualan dan bukti pelaporan pajak. Data yang dikumpulkan dianalisis
berdasarkan indikator-indikator empiris perlakuan dan prosedur akuntansi pajak
penghasilan, yang meliputi pengakuan, pengukuran, pencatatan, penyajian, dan
pengungkapan beban pajak, serta identifikasi transaksi, perhitungan pajak,
penyetoran, pelaporan, dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Analisis
xii
diselaraskan dengan teori-teori akuntansi pajak dalam PSAK 46, SAK EMKM, dan
Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Timor Mutisqua telah
menjalankan kewajiban perpajakan secara administratif, yaitu menyetorkan dan
melaporkan PPh Final 0,5% dari omzet setiap bulan melalui sistem e-billing dan e-
filing DJP Online. Total omzet penjualan tahun 2023 sebesar Rp4.075.717.500
menghasilkan kewajiban pajak sebesar Rp20.378.587. Perusahaan tidak pernah
terlambat dalam menyetorkan atau melaporkan pajak, sehingga dari sisi fiskal,
kepatuhan relatif baik. Namun, dari sisi akuntansi, ditemukan bahwa perusahaan
belum memiliki sistem pembukuan formal. Pencatatan dilakukan secara manual di
buku kas masuk dan keluar tanpa adanya jurnal umum, buku besar, atau laporan
laba rugi. Beban pajak tidak diakui secara akuntansi dan tidak disajikan dalam
laporan keuangan, karena perusahaan belum menyusun laporan keuangan yang
sesuai dengan standar SAK EMKM.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara akuntansi
fiskal dan akuntansi komersial berpotensi menimbulkan risiko administratif dan
hukum di kemudian hari. Perusahaan tidak memiliki catatan akuntansi mengenai
utang pajak, tidak menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), dan tidak
mengungkapkan kebijakan perpajakannya. Hal ini bertentangan dengan prinsip
transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan sebagaimana diatur dalam
PSAK 46. Ketiadaan dokumen pembukuan juga membuat perusahaan kesulitan
dalam mengukur performa bisnis secara akurat serta melemahkan daya tawar dalam
memperoleh kredit usaha dari lembaga keuangan formal.
Temuan ini memperkuat argumen bahwa dalam dunia usaha mikro dan
kecil, literasi akuntansi dan kemampuan menyusun laporan keuangan masih
menjadi tantangan besar. Perlakuan akuntansi pajak yang tidak tepat dapat
menyebabkan laporan laba rugi menjadi tidak valid karena tidak mencerminkan
beban pajak sebagai pengurang penghasilan. Hal ini bertentangan dengan prinsip
pencocokan (matching principle) dalam akuntansi. Selain itu, kelemahan dalam
prosedur akuntansi pajak juga berdampak pada kinerja internal perusahaan dalam
hal pengawasan, pengendalian keuangan, dan evaluasi kinerja bisnis.
xiii
Implikasi teoritis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan
akuntansi pajak di level UMKM sangat penting sebagai bagian dari tata kelola
perusahaan yang baik (good governance). Akuntansi tidak hanya menjadi alat
pelaporan, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko
perpajakan. Implikasi praktisnya adalah bahwa CV Timor Mutisqua perlu
mengembangkan sistem pembukuan sederhana sesuai dengan SAK EMKM, mulai
dari jurnal umum, laporan laba rugi, hingga pencatatan utang pajak. Selain itu,
perusahaan perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang
akuntansi dan perpajakan melalui pelatihan atau pendampingan.
Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah, melalui Direktorat
Jenderal Pajak atau Dinas Koperasi dan UMKM, memberikan edukasi dan
pembinaan intensif bagi pelaku UMKM dalam hal akuntansi pajak. Institusi
pendidikan tinggi juga didorong untuk mengembangkan program pengabdian
masyarakat yang fokus pada edukasi akuntansi pajak untuk pelaku usaha kecil. Bagi
penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi perbandingan antar
berbagai UMKM dengan kategori usaha dan tingkat literasi keuangan yang
berbeda, guna memahami lebih lanjut bagaimana implementasi akuntansi pajak
berdampak terhadap keberlanjutan bisnis di sektor informal dan semi-formal
ASNI KASE
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing
DESI KRISTIANI MONE
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser
ARNI SELFRIANA BANU
2026 · Book · Open Access
xii
ABSTRAK
Analisis value For Money Dalam Pengukuran
Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang
Menurut Bastian (2006:274) Kinerja Keuangan merupakan gambaran
pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan tujuan,
sasaran, misi, dan visi organisasi. Kinerja keuangan juga merupakan kondisi yang
harus dipahami dan disetujui kepada pihak tertentu untuk mengetahui seberapa
besar tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang
diemban suatu organisasi atau perusahaan. Serta untuk mengetahui efek baik
positif atau negatif dari suatu kebijakan operasional yang dijalankan.
Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian
pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran,
tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu
organisasi.
Nordiawan dan Hertianti (2010:158) menyatakan dalam bukunya, bahwa value for
money merupakan sebuah konsep dalam pengukuran kinerja. Value for money
yaitu indikator kinerja sebuah sektor publik yang memberikan informasi apakah
anggaran (dana) yang dibelanjakan menghasilkan suatu nilai tertentu bagi
masyarakatnya. Indikator yang dimaksud adalah ekonomi, efisien, dan efektif.
Konsep Value for money untuk diimplementasikan pada pengukuran kinerja
diperlukan pengembangan indikator kinerja. Pengukuran kinerja Value for money
dapat membuat keseimbangan antara pengukuran hasil dengan pengukuran
proses.xiii
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Analisis Pengukuran
Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang berdasarkan
analisis value for moneyekonomis, efesiensi dan efektivitas dan untukmengetahui
Penerapan Value For Money dalam Pengukuran Kinerja Keuangan pada
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,jenis penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan APBD
Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tahun 2020-2024 .Teknik analisis data
yang di lakukan dengan menggunakan analisis value for money, yaitu melalui
perhitungan rasio ekonomis, efesiensi, dan efektivitas .Hasil perhitungan tersebut
dianalisis untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah
Kabupaten Kupang secara umum tergolong baik.Rasio ekonomis berada di bawah
100% yang menunjukan pengelolaan anggaran secara hemat. Rasio efesiensi yang
mencerminkan penggunaan anggaran relatif optimal, sementara itu rasio
efektivitas menunjukan bahwa realisasi pendapatan daerah mampu mendekati
target yang di tetapkan .Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa Pemerintah
Daerah Kabupaten Kupang telah menerapkan prinsip value for money dalam
pengelolaan keuangan daerah.
IRMINA REDO
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L) Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) adalah salah satu jenis pohon palma yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), lontar ditemukan hampir diseluruh wilayah, termasuk Pulau Timor, Rote, dan Sabu. Pulau Rote bahkan dikenal dengan julukan Nusa Lontar, karena keberadaan pohon ini yang sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar arang aktif tempurung lontar (Borassus flabeliffer L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil) dengan menggunkan spektrofotometer UV-VIS. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analyze Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi. Berdasarkan nilai IC50 pada produk masker wajah perlakuan F3 tergolong sangat kuat. Antioksidan dari masker wajah dengan penambahan arang aktif tempurung lontar diperoleh nilai IC50 pada F3 dengan nilai IC50 46,62572501, yang menunjukan bahwa F3 adalah formulasi yang paling efektif dalam menangkal radikal bebas. Kata Kunci : Lontar, arang aktif, masker wajah Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANTIOXIDANT ANALYSIS OF FACE MASK BASED ON ACTIVE ARCHARGE OF LONTAR (Borassus flabeliffer L) TEMPURES Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) is a type of palm tree that grows in Southeast Asia and South Asia. In Indonesia, especially East Nusa Tenggara (NTT), lontar is found in almost all regions, including Timor, Rote, and Sabu islands. Rote Island is even known as Nusa Lontar, due to the abundant presence of this tree. The purpose of this study was to determine the antioxidant content of face masks made from lontar shell activated charcoal (Borassus flabeliffer L). The method used in this study was the DPPH (1,1-defenyl-2-picrylhydrazyl) method using a UV-VIS spectrophotometer. The data obtained were analyzed by Analyze Of Variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment tried. The results of the analysis are presented in tabular form and then described in narrative form. Based on the IC50 value of the F3 treatment face mask product is classified as very strong. Antioxidants from face masks with the addition of activated charcoal of lontar shell obtained IC50 value in F3 with IC50 value 46,62572501, which shows that F3 is the most effective formulation in counteracting free radicals. Keywords : Lontar, activated charcoal, face mask Description *) : Researcher **) : Advisor
TRISHAL HARLEN FAOT
2026 · Book · Open Access
Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected].
Latar Belakang: Penjasorkes adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial peserta didik melalui
aktivitas fisik dan olahraga, dengan penekanan pada pentingnya kesehatan.
Suharno (2017): Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan
untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kemampuan motorik, serta pengetahuan
dan sikap positif terhadap olahraga dan kesehatan.
Tujuan Penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari
penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa
Di SMA Kristen Kesetnana Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan deskriptif verifikatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini suatu
teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data
berupah data primer ataupun data sekunder
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Kesetnana, Tahun
pelajaran 2024/2025. Kegiatan pembelajaran di selenggarakan meliputi tahap
perencanaan, observasi dan refleksi, dimana pada pembelajaran masing-masing
dilakukan 2 kali pertemuan hasil penelitian ini meningkatkan pembelajaran
kesegaran jasmani, yang di evaluasi melalui hasil belajar kesegaran jasmani yang
dilaksanakan di setiap akhir semester
Simpulan : Berdasdarkan hasil penelitian dan pendekatan untuk meningkatkan
teknik dasar lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak pada siswa kelas
XI SMA Kristen Kesetnana, siswa lebih memahami materi yang dapat di
sampaikan karena gerak lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak
menjadikan siswa lebih aktif dan bergairah dalam proses pembelejaran.