Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 4 dari 177

PENGARUH FASILITAS KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

IAN KURNIAWAN SAMUEL PUTRA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul Pengaruh Fasilitas kerja, Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumusan masalah yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, apakah motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Untuk mengetahui pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai negeri sipil diluar kontrak Pada Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara yang berjumlah 87 orang. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan sampel sebanyak 87 orang. Teknik pengumpulan data yang gunakan dalam penelitian ini untuk menggunakan kuesioner yang di sebarkan secara langsung. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji Simultan (uji F), dan Koefisien determinasi (R2). Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Fasilitas Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 84,59-88,84. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 347,44 dan nilai rata-rata indeks 86,86, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Lingkungan Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 88,15- 89,65. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 355,07 dan nilai rata-rata indeks 88,76, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan nilai indeks jawaban responden variabel Motivasi Kerja di atas, nilai indeks setiap indikator berkisar antara 83,33-89,42. Dengan demikian jumlah dari seluruh indeks yaitu 348,37 dan nilai rata-rata indeks 87,09, berada dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear berganda Y= 8,480 - 0,073 X1 + 0,304 X2 + 0,548 X3 di ketahui konstanta regresi sebesar 8,480, koefisien regresi b1= -0,073, koefisien regresi b2= 0,304 regresi b3= 0,548, Nilai konstanta sebesar 12,190 artinya jika nilai Fasilitas Kerja (X1) Fasilitas Kerja (X2) dan Motivasi Kerja (X3) sama dengan nol, maka kinerja karyawan (Y) memiliki nilai sebesar 12,190 satuan. Koefisien regresi (b1) sebesar -0,073 artinya jika nilai motivasi kerja (X1) mengalami penurunan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan menurunt sebesar -0,073 satuan, koefisien regresi bernilai negatif artinya terdapat pengaruh negatif fasilitas kerja (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b2) sebesar 0,304 artinya jika lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,304 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Koefisien regresi (b3) sebesar 0,548 artinya jika lingkungan kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,548 satuan. Koefisien regresi bernilai positif, artinya terdapat pengaruh positif disiplin kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Implementasi Terapan: berdasarkan hasil penelitian di atas, maka penilaian dapat menggunakan beberapa masukan sebagai berikut: dengan di ketahui bahwa variable fasilitas kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variable fasilitas kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu perlu di tingkatkan atau tetap dalam keadaan ini. Dengan di ketahui bahwa variabel lingkungan kerja di kategorikan baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel disiplin kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel lingkungan kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Dengan di ketahui bahwa variabel motivasi kerja di kategori baik dan terlihat bahwa semua indikator variabel motivasi kerja mendapat respon yang baik maka hal ini perlu di tingkatkan. Bagi peneliti selanjutnya di sarankan untuk memperdalam kajian terhadap ketiga variabel tersebut, dengan mempertimbangkan penggunaan metode yang berbeda, objek atau lokasi yang lebih luas, serta pengujian terhadap karakteristik demografis responden yang lebih beragam. Hal ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sejauh mana pengaruh fasilitas kerja, lingkungan kerja, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai dengan konteks yang berbeda, Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial Fasilitas Kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, secara parsial Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pegawai pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan secara simultan Fasilitas Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Motivasi Kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai pada pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

PENGARUH KEMUDAHAN DAN KEAMANAN TRANSAKSI TERHADAP MINAT BELI MASYARAKAT PADA E-COMMERCE SHOPEE DI KOTA KUPANG

ROY ERICSON JERU GA
2026 · Book · Open Access

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, disertai dengan meningkatnya penggunaan internet dan perangkat digital, telah membawa perubahan signifikan dalam pola aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam bidang perdagangan. Fenomena ini mendorong pertumbuhan e- commerce yang sangat cepat di Indonesia, termasuk di Kota Kupang. E-commerce tidak hanya menawarkan kemudahan dalam proses jual beli, tetapi juga menghadirkan efisiensi waktu, fleksibilitas tempat, serta variasi produk yang lebih luas dibandingkan dengan perdagangan konvensional. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan teknologi digital menjadikan e-commerce sebagai salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam perekonomian modern. Shopee sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia hadir dengan berbagai fitur yang dirancang untuk menarik minat konsumen, seperti tampilan aplikasi yang mudah digunakan, beragam metode pembayaran, promo yang kompetitif, serta sistem perlindungan transaksi. Dua faktor utama yang dinilai sangat berpengaruh dalam mendorong minat beli konsumen pada platform e-commerce adalah kemudahan transaksi dan keamanan transaksi. Kemudahan transaksi berkaitan dengan sejauh mana sistem aplikasi dapat dipahami, diakses, dan digunakan oleh konsumen tanpa mengalami kesulitan berarti, mulai dari pencarian produk, proses pemesanan, hingga tahap pembayaran. Sementara itu, keamanan transaksi berkaitan dengan perlindungan data pribadi pengguna, keamanan pembayaran, serta jaminan bahwa transaksi yang dilakukan berjalan dengan aman dan terhindar dari risiko penipuan. Meskipun Shopee telah menyediakan berbagai fitur pendukung kemudahan dan keamanan transaksi, persepsi konsumen terhadap kedua faktor tersebut dapat berbeda-beda, terutama jika ditinjau dari karakteristik sosial, ekonomi, dan geografis suatu daerah. Kota Kupang sebagai salah satu kota berkembang di Indonesia Timur memiliki karakteristik masyarakat yang unik, baik dari segi tingkat literasi digital, kebiasaan berbelanja, maupun kepercayaan terhadap transaksi online. Oleh karena itu, diperlukan kajian empiris yang bersifat lokal untuk memahami bagaimana pengaruh kemudahan dan keamanan transaksi terhadap minat beli masyarakat Kota Kupang pada e-commerce Shopee. Penelitian ini menjadi penting karena hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai perilaku konsumen di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemudahan transaksi dan keamanan transaksi terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang, baik secara parsial maupun secara simultan. Secara lebih spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemudahan transaksi memengaruhi minat beli masyarakat, sejauh mana keamanan transaksi memengaruhi minat beli masyarakat, serta variabel mana yang memiliki pengaruh lebih dominan. Dengan adanya tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan kajian pemasaran digital dan pengelolaan platform e-commerce. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu memberikan gambaran objektif mengenai hubungan antarvariabel berdasarkan data numerik yang diperoleh dari responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Kota Kupang yang pernah menggunakan aplikasi e-commerce Shopee. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria responden yaitu masyarakat yang berdomisili di Kota Kupang dan pernah melakukan transaksi pembelian melalui Shopee. Berdasarkan perhitungan jumlah sampel, penelitian ini melibatkan 96 responden sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden dengan menggunakan media daring. Kuesioner disusun berdasarkan indikator- indikator yang relevan dengan masing-masing variabel penelitian, yaitu kemudahan transaksi, keamanan transaksi, dan minat beli. Setiap pernyataan dalam kuesioner diukur menggunakan skala Likert untuk mengetahui tingkat persetujuan responden terhadap pernyataan yang diajukan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik. Selain itu, dilakukan pula uji t untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial, uji F untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan, serta uji koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel kemudahan transaksi dan keamanan transaksi dalam menjelaskan variasi minat beli masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kemudahan transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e- commerce Shopee di Kota Kupang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin mudah aplikasi Shopee digunakan, dipahami, dan dioperasikan oleh konsumen, maka semakin tinggi pula minat masyarakat untuk melakukan pembelian melalui platform tersebut. Kemudahan dalam proses pencarian produk, kejelasan informasi, serta efisiensi proses pembayaran menjadi faktor-faktor yang mendorong kenyamanan konsumen dalam bertransaksi. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keamanan transaksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli masyarakat. Konsumen cenderung memiliki minat beli yang lebih tinggi ketika mereka merasa aman dalam melakukan transaksi online, yakin bahwa data pribadi mereka terlindungi, serta percaya bahwa dana yang dibayarkan tidak akan disalahgunakan. Keberadaan fitur keamanan seperti sistem verifikasi, perlindungan pembayaran, dan kebijakan pengembalian dana memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap platform Shopee. Secara simultan, kemudahan transaksi dan keamanan transaksi berpengaruh signifikan terhadap minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar dalam menjelaskan variasi minat beli masyarakat, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian, seperti harga, promosi, kualitas produk, dan kecepatan pengiriman. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan dan keamanan transaksi merupakan faktor strategis yang harus diperhatikan secara berkelanjutan oleh penyedia platform e-commerce. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kemudahan transaksi dan keamanan transaksi memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat beli masyarakat pada e-commerce Shopee di Kota Kupang. Semakin tinggi tingkat kemudahan dan keamanan yang dirasakan oleh konsumen, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk melakukan pembelian secara online. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya bagi pihak Shopee untuk terus meningkatkan kualitas antarmuka aplikasi, menyederhanakan alur transaksi, serta memperkuat sistem keamanan dan perlindungan konsumen. Sementara itu, implikasi akademis dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan penelitian di bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen, khususnya dalam konteks e-commerce di wilayah Indonesia Timur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain dan menggunakan pendekatan metodologis yang berbeda agar dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat beli konsumen dalam belanja online

PENERAPAN METODE PERSEDIAAN DALAM PERENCANAAN PAJAK PADA TOKO HIMALAYA INDAH

REALDI BOLLU ADU
2026 · Book · Open Access

Pajak merupakan beban utama bagi perusahaan, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berfokus pada optimalisasi laba. Perencanaan pajak menjadi strategi penting untuk meminimalkan kewajiban perpajakan secara sah, salah satunya melalui pemilihan metode penilaian persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan metode First In, First Out (FIFO) dan metode Average terhadap beban pajak dan efisiensi keuangan pada Toko Himalaya Indah, sebuah UKM di Kupang yang bergerak di bidang perdagangan pakan ternak. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis deskriptif dengan analisis kuantitatif berdasarkan data dokumentasi kartu persediaan tahun 2024 untuk tiga jenis barang dagang dengan fluktuasi harga. Perhitungan dilakukan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, khususnya Undang-Undang PPh Nomor 36 Tahun 2008 Pasal 10 ayat 6, yang memperbolehkan penggunaan kedua metode tersebut. Penelitian ini mengkaji penerapan metode penilaian persediaan sebagai strategi perencanaan pajak (tax planning) pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dengan studi kasus pada Toko Himalaya Indah. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan UKM untuk mengoptimalkan laba dengan meminimalkan beban pajak secara sah. Pemilihan metode penilaian persediaan, yang diatur dalam Undang-Undang Pajak Penghasilan (FIFO dan Average), secara langsung memengaruhi Harga Pokok Penjualan (HPP), laba kena pajak, dan PPh terutang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode FIFO dan Average terhadap beban pajak dan efisiensi keuangan di Toko Himalaya Indah, serta menentukan metode mana yang lebih efektif untuk optimalisasi perencanaan pajak.xi Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, menggunakan data sekunder berupa kartu persediaan Toko Himalaya Indah tahun 2024. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria barang dagang yang harganya fluktuatif. Analisis data dilakukan dengan menghitung HPP, laba, dan beban pajak PPh menggunakan kedua metode (FIFO dan Average) untuk diperbandingkan. Hasil analisis ini digunakan untuk membandingkan dampak kedua metode terhadap efisiensi beban pajak, sehingga dapat memberikan rekomendasi metode yang paling optimal bagi Toko Himalaya Indah. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode FIFO menghasilkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang lebih rendah (Rp1.592.870.000) dibandingkan metode Average (Rp1.595.446.389), sehingga menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi (Rp70.955.000 vs Rp 68.378.611). Namun, laba yang lebih besar ini berdampak langsung pada kewajiban pajak yang lebih tinggi. Dengan mempertimbangkan PTKP untuk wajib pajak orang pribadi menikah dengan dua anak (Rp67.500.000), metode FIFO menghasilkan pajak terutang sebesar Rp172.750, sedangkan metode Average hanya Rp43.931 menghasilkan penghematan pajak sebesar Rp128.819. Meskipun laba bersih dengan metode FIFO lebih tinggi, efisiensi perpajakan dan manajemen arus kas jangka panjang lebih unggul dengan metode Average. Selain itu, metode Average lebih sederhana dalam penerapan dan pencatatan, sangat sesuai untuk UKM dengan sumber daya akuntansi terbatas. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun metode FIFO memberikan gambaran kinerja keuangan yang lebih baik, metode Average lebih efektif dalam perencanaan pajak karena mampu secara legal mengurangi beban pajak, meningkatkan likuiditas, dan mendukung keberlanjutan usaha. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis pada teori aliran biaya dan perencanaan pajak dalam konteks UKM, serta implikasi praktis bagi pelakuxii usaha, konsultan pajak, dan pelatih UMKM dalam memilih metode akuntansi yang strategis. Penelitian ini juga mengisi celah literatur dengan memberikan bukti empiris kontekstual mengenai strategi perencanaan pajak berbasis persediaan di kalangan UKM di wilayah Indonesia timur.

ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAERAH (SIMDA) PADA PEMERINTAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

SARDI FELIKS FEO
2026 · Book · Open Access

Akuntansi sektor publik memegang peranan yang sangat vital dalam struktur pemerintahan modern, berfungsi sebagai instrumen utama untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Melalui penerapan akuntansi yang tepat, pemerintah dapat menyajikan informasi keuangan yang tidak hanya jelas tetapi juga mudah dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini esensial untuk membangun kepercayaan publik bahwa dana yang dikelola pemerintah digunakan sesuai dengan peruntukan yang sah dan aturan yang berlaku. Seiring dengan reformasi manajemen keuangan negara, tuntutan terhadap kualitas pelaporan keuangan semakin meningkat. Pemerintah daerah kini diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan berbasis akrual, sebuah standar yang diatur secara tegas dalam Permendagri Nomor 64 Tahun 2013. Standar ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan realistis mengenai posisi keuangan, termasuk pencatatan aset, kewajiban, dan ekuitas dana yang lebih akurat dibandingkan basis kas. Untuk menjawab tantangan kompleksitas pelaporan berbasis akrual tersebut, pemanfaatan teknologi informasi menjadi sebuah keharusan. Salah satu solusix yang diterapkan secara luas adalah Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), sebuah perangkat lunak yang dikembangkan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sistem ini dirancang khusus untuk mengintegrasikan pengelolaan keuangan dan aset daerah, memudahkan penyusunan laporan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) merupakan salah satu entitas pemerintah daerah yang telah mengadopsi sistem ini. Namun, berdasarkan evaluasi kinerja, daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, di mana laporan keuangan yang dihasilkan kerap ditemukan belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Oleh karena itu, implementasi SIMDA di wilayah ini menjadi langkah strategis yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan ketidaksesuaian pelaporan dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk menganalisis secara mendalam bagaimana implementasi SIMDA dijalankan pada Pemerintah Kabupaten TTS. Fokus penelitian tidak hanya terbatas pada hasil akhir laporan, melainkan juga menggambarkan proses implementasi secara menyeluruh serta memahami persepsi pengguna terhadap efektivitas sistem tersebut dalam membantu tugas harian mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sebuah pendekatan yang dipilih untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang terjadi di lapangan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi perspektif subjek penelitian dan memahami makna di balik data yang ditemukan, serta membandingkan fakta lapangan dengan landasan teori yang ada. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh pegawai yang terlibat langsung dalam penggunaan SIMDA di Sekretariat Daerah Kabupaten TTS. Adapun sampel penelitian difokuskan pada 5 orang pegawai, termasuk Kepala Bagian Penatausahaan, staf bagian akuntansi, dan pengurus barang yang berinteraksi aktif dengan sistem.xi Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Observasi dilakukan untuk melihat proses penggunaan sistem secara real-time, sementara studi dokumentasi. Wawancara bebas terpimpin digunakan untuk menggali informasi mendalam dari responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi SIMDA, khususnya modul Barang Milik Daerah (BMD), di Sekretariat Daerah TTS telah mengikuti alur prosedur yang terstruktur. Proses dimulai dari data entry yang mengubah data input menjadi informasi melalui aplikasi komputer. Pengurus barang memegang peranan sentral sebagai operator yang menjalankan prosedur perencanaan hingga pelaporan. Pada tahapan prosedur perencanaan dan pengadaan, aplikasi SIMDA BMD telah dimanfaatkan untuk mencatat Rencana Pengadaan dan Rencana Pemeliharaan. Output yang dihasilkan meliputi Daftar Kebutuhan Barang dan Daftar Rencana Pengadaan yang menjadi basis data awal. Sistem ini juga memfasilitasi pencatatan aset baru maupun hasil inventarisasi aset lama ke dalam berbagai Kartu Inventaris Barang (KIB). Penelitian juga menemukan bahwa prosedur penghapusan aset telah terakomodasi dalam sistem. SIMDA memfasilitasi proses administratif penghapusan aset yang rusak atau hilang melalui penerbitan SK Penghapusan dan daftar lampirannya. Hal ini memastikan bahwa register aset tetap update dan valid sesuai kondisi fisik di lapangan. Terkait kualitas informasi, hasil analisis mengonfirmasi bahwa laporan yang dihasilkan SIMDA memiliki karakteristik "Relevan". Informasi tersebut memiliki manfaat prediktif dan umpan balik yang membantu pengelola barang dalam menyusun anggaran dan mengevaluasi kinerja masa lalu. Selain itu, laporan juga dinilai konsisten dan dapat diperbandingkan antar periode. Namun, terdapat temuan kritis mengenai aspek keandalan (reliability) informasi. Meskipun sistem berjalan baik secara prosedural, laporan keuangan yang dihasilkan belum sepenuhnya andal karena fitur penyusutan aset tetap belum difungsikan. Akibatnya, nilai aset yang dilaporkan di neraca masih tercatat sebesar nilaixii perolehannya dan tidak mencerminkan penurunan nilai ekonomis yang sebenarnya, sehingga informasi nilai aset menjadi kurang wajar. Dari sisi sumber daya manusia, karakteristik responden menunjukkan variasi latar belakang pendidikan, dengan sebagian besar berpendidikan sarjana namun masih terdapat kendala dalam pemahaman teknis mendalam. Kurangnya pelatihan intensif dan sosialisasi menyebabkan beberapa fitur canggih SIMDA belum dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pegawai. Kendala teknis juga menjadi hambatan yang signifikan. Implementasi sistem kerap terganggu oleh masalah infrastruktur, seperti jaringan yang sering offline dan keterbatasan perangkat keras yang memadai. Hambatan ini berpotens memperlambat proses input data dan pelaporan, serta meningkatkan risiko human error dalam pengoperasian sistem. Meskipun dihadapkan pada berbagai kendala tersebut, secara keseluruhan implementasi SIMDA BMD dinilai telah membawa dampak positif. Sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dibandingkan metode manual, serta memperkuat transparansi yang memungkinkan masyarakat memantau pengelolaan aset daerah. Pengendalian internal yang tertanam dalam aplikasi, baik pengendalian fisik maupun sistem, juga dinilai sudah memadai. Sebagai kesimpulan dan rekomendasi, Pemerintah Kabupaten TTS perlu memprioritaskan perbaikan pada modul akuntansi penyusutan agar laporan menjadi andal. Selain itu, pemerintah daerah disarankan untuk meningkatkan investasi pada infrastruktur pendukung dan menyelenggarakan program pelatihan berkelanjutan bagi staf. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan SIMDA tidak hanya sekadar alat pencatatan, tetapi menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

PENGARUH MODERNISASI ADMINISTRASI PERPAJAKAN, PENGETAHUAN PERPAJAKAN, SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DI WILAYAH DESA BAUMATA TIMUR

DEWANTY WELTIN MANU
2026 · Book · Open Access

Pajak merupakan sumber penerimaan utama negara yang memiliki peran strategis dalam membiayai pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tingginya ketergantungan negara terhadap penerimaan pajak menuntut adanya peningkatan kepatuhan wajib pajak, khususnya wajib pajak orang pribadi. Kepatuhan wajib pajak tidak hanya ditentukan oleh kewajiban hukum semata, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sistem administrasi perpajakan yang digunakan, tingkat pengetahuan perpajakan, intensitas sosialisasi perpajakan, serta penerapan sanksi perpajakan. Dalam konteks wilayah pedesaan, permasalahan kepatuhan pajak menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh keterbatasan akses informasi, rendahnya literasi perpajakan, serta pemanfaatan teknologi yang belum optimal. Desa Baumata Timur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah wajib pajak orang pribadi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Desa Baumata Timur, jumlah wajib pajak orang pribadi meningkat dari 1.120 orang pada tahun 2022 menjadi 1.149 orang pada tahun 2024. Meskipun jumlah wajib pajak mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah ini masih belum optimal. Hal ini terlihat dari masih rendahnya pemanfaatan sistem administrasi perpajakan berbasis teknologi seperti e-Filing, e- Billing, dan DJP Online, terbatasnya kegiatan sosialisasi perpajakan yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat, serta masih kurangnya pemahaman wajib pajak mengenai ketentuan dan sanksi perpajakan yang berlaku. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah wajib pajak terdaftar dengan tingkat kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Selain itu, hasil penelitian terdahulu juga menunjukkan adanya perbedaan temuan (research gap) terkait pengaruh modernisasi administrasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Beberapa penelitian menyatakan bahwa modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa modernisasi administrasi perpajakan tidak berpengaruh signifikan. Di sisi lain, variabel pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan secara umum dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Perbedaan hasil penelitian tersebut mendorong perlunya penelitian lanjutan, khususnya pada wilayah pedesaan yang memiliki karakteristik sosial, ekonomi, dan pendidikan yang berbeda dengan wilayah perkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran empiris mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di tingkat desa, serta menjadi bahan pertimbangan bagi otoritas pajak dalam merumuskan kebijakan perpajakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Desa Baumata Timur, yaitu sebanyak 1.149 orang. Penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 90 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan kriteria tertentu, yaitu wajib pajak orang pribadi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berdomisili atau memiliki kegiatan ekonomi di Desa Baumata Timur, serta pernah melakukan pelaporan atau pembayaran pajak dalam satu hingga dua tahun terakhir. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert lima poin. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan, sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 28. Sebelum dilakukan analisis regresi, data terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, uji reliabilitas, serta uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modernisasi administrasi perpajakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Desa Baumata Timur. Hal ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan sistem perpajakan berbasis teknologi, seperti e-Filing dan e-Billing, mampu mendorong wajib pajak untuk lebih patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Meskipun pemanfaatan sistem modern belum sepenuhnya optimal, keberadaan sistem administrasi perpajakan yang lebih efisien dan transparan memberikan dampak positif terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak. Selain itu, pengetahuan perpajakan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Wajib pajak yang memiliki pemahaman yang baik mengenai ketentuan umum perpajakan, jenis dan tarif pajak, serta tata cara pelaporan dan pembayaran pajak cenderung lebih patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Pengetahuan perpajakan menjadi faktor penting dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab wajib pajak terhadap kewajiban kenegaraan. Sosialisasi perpajakan dalam penelitian ini juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Sosialisasi yang dilakukan oleh otoritas pajak, baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun media informasi, membantu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak. Di wilayah Desa Baumata Timur, sosialisasi perpajakan yang mulai dilakukan secara lebih intensif terbukti mampu mendorong partisipasi dan kepatuhan wajib pajak. Selanjutnya, sanksi perpajakan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Keberadaan sanksi yang jelas dan tegas memberikan efek jera bagi wajib pajak yang tidak patuh, sehingga mendorong mereka untuk memenuhi kewajiban perpajakannya tepat waktu dan sesuai ketentuan. Pemahaman wajib pajak mengenai konsekuensi hukum dan administratif dari pelanggaran pajak menjadi faktor pendorong kepatuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi administrasi perpajakan, pengetahuan perpajakan, sosialisasi perpajakan, dan sanksi perpajakan merupakan faktor-faktor yang secara bersama-sama maupun parsial berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi di wilayah Desa Baumata Timur. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kepatuhan pajak di wilayah pedesaan tidak hanya memerlukan penerapan sistem administrasi yang modern, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan edukasi, sosialisasi yang berkelanjutan, serta penegakan sanksi perpajakan yang konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan literatur perpajakan, khususnya terkait kepatuhan wajib pajak di wilayah pedesaan, serta menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dan pemerintah daerah dalam merancang strategi peningkatan kepatuhan pajak yang lebih efektif dan berkelanjutan sesuai dengan karakteristik masyarakat desa

LAMA PENGUKUSAN DALAM MENGHASILKAN KARAKTERISTIK MOCHI

JULIANI R. HAYON
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu pengukusan dalam menghasilkan mochi dengan karakteristik organoleptik dan fisik yang disukai. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan menghasilkan 12 unit percobaan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung ketan, tepung maizena, gula halus, kacang kenari, dan susu full cream. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, rasa, dan tekstur). Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A ( 15 menit) dengan nilai warna sebesar 4,667 (sangat suka), rasa dengan nilai sebesar 4,772 (sangat suka) dan Tekstur dengan nilai sebesar 4,611 (sangat suka).

KREATIVITAS GURU DALAM MENGATASI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SD NEGERI NUNBAUN SABU

JERI ARMANDO UMBU KADI WANNO
2026 · Book · Open Access

Latar belakang: Guru bukan hanya dituntut untuk kreatif di dalam pembelajaran namun juga kreatif dalam membuat atau menggunakan sarana dan prasarana yang ada dengan membawah siswa ke dalam situasi belajar yang menyenangkan dalam pembelajaran dengan memunculkan dan mengembangkan kreativitasnya dalam mengatasi keterbatasan prasarana dan sarana PJOK. Tujuan penelitian: untuk mengetahui kreativitas guru dalam mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di Sekolah Dasar Negeri Nunbaun Sabu Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil dan pembahasan: Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SD Negeri Nunbaun Sabu meliputi 6 buah bola kasti, 1 buah bola kaki, 1 buah bola basket, 2 buah pemukul bola kasti, 15 buah kuns dan 1 lapangan serba guna. Pendekatan yang digunakan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana olahraga, maka guru melakukan modifikasi sarana, seperti bola kasti dimodifikasi dengan gulungan kertas, bola kaki menggunakan bola plastik. Simpulan: Ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SD Negeri Nunbaun Sabu masih tergolong terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi standar ideal pembelajaran Penjasorkes. Kreativitas guru sangatlah nampak dari hasil modifikasi sarana dan prasarana dalam menunjang proses untuk ketercapaian tujuan pembelajaran penjasorkes

ANALISIS VALUE FOR MONEY PADA PENGELOLAAN ANGGARAN PENDIDIKAN DI SMP NEGERI ILE BOLENG KECAMATAN ILE BOLENG KABUPATEN FLORES TIMUR

AGUSTINA OKA
2026 · Book · Open Access

engelolaan anggaran pendidikan memegang peranan penting karena seluruh kegiatan sekolah, seperti proses belajar mengajar, penyediaan sarana prasarana, hingga peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penggunaan anggaran harus dilakukan secara jujur, hemat, dan tepat sasaran agar benar-benar bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. Salah satu cara untuk menilai apakah dana sekolah sudah digunakan dengan baik adalah melalui pendekatan Value for Money, yaitu pengukuran kinerja yang dilihat dari tiga hal: ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengelolaan anggaran pendidikan di SMP Negeri Ile Boleng, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, sudah sesuai dengan prinsip Value for Money. Penelitian ini juga berusaha melihat faktor apa saja yang mendukung dan menghambat pengelolaan anggaran sekolah. Dengan hasil ini diharapkan sekolah dan pihak terkait bisa mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi keuangan sekolah sekaligus bisa memperbaiki kekurangan di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods atau metode campuran. Penelitian ini menggabungkan dua pendekatan, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta laporan realisasi anggaran tahun 2020–2024. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan rumus Value for Money menurut Mardiasmo (2018; 2021) dan Purwiyanti (2017) untuk menghitung rasio ekonomis, efisiensi, dan efektivitas. Sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan bendahara yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Wawancara ini bertujuan melengkapi hasil angka dengan penjelasan nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran di SMP Negeri Ile Boleng sudah cukup baik. Nilai rata-rata rasio ekonomis adalah 96,62% (tergolong ekonomis), efisiensi 97,91% (tergolong hampir mendekati efisien), dan efektivitas 90,63% (tergolong tidak efektif). Angka-angka ini membuktikan bahwa sekolah sudah mampu mengatur dana sesuai rencana, menghindari pemborosan, dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal. Beberapa faktor yang mendukung capaian ini antara lain perencanaan anggaran yang jelas, adanya strategi penghematan biaya, partisipasi warga sekolah dalam gotong royong menjaga fasilitas, serta penggunaan sumber belajar gratis yang tersedia secara daring. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa efisiensi dan efektivitas masih dapat ditingkatkan. Beberapa program sekolah yang bertujuan meningkatkan kualitas belajar siswa belum sepenuhnya berjalan sesuai target. Salah satu penyebabnya adalah sebagian besar dana masih dipakai untuk kebutuhan rutin sehingga ruang untuk program inovatif menjadi terbatas. Hal ini membuat capaian belajar siswa, baik akademik maupun non-akademik, belum maksimal. Dengan kata lain, meskipun sekolah sudah ekonomis dan efisien, efektivitas perlu terus ditingkatkan agar penggunaan dana lebih berorientasi pada hasil nyata (outcome). Penelitian ini memberi dua jenis manfaat. Pertama, secara teori, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Value for Money adalah alat yang tepat untuk mengukur kinerja keuangan sekolah karena dapat menilai dari sisi input, output, dan hasil yang diperoleh. Kedua, secara praktik, hasil penelitian ini memberi saran agar sekolah memperkuat pengawasan penggunaan anggaran, meningkatkan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, serta mengalokasikan dana pada kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan prestasi siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan prinsip Value for Money dapat membantu sekolah mengelola dana secara lebih transparan, akuntabel, dan berkualitas. SMP Negeri Ile Boleng sudah mampu menunjukkan praktik pengelolaan anggaran yang baik, tetapi masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki terutama dalam aspek efektivitas. Penelitian ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengatur keuangan agar lebih bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan

PENGARUH PENERAPAN SELF ASSESMENT SYSTEM TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM)

IRENE CHRISTIN BAREUT
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Self Assessment System terhadap kepatuhan wajib pajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Amarasi Barat. Self Assessment System merupakan sistem pemungutan pajak yang memberikan kepercayaan penuh kepada wajib pajak untuk menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri kewajiban perpajakannya. Tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM di wilayah ini masih menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan literasi pajak, akses informasi, dan sarana pelaporan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 75 pelaku UMKM yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 27xiii Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Self Assessment System berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM di Kecamatan Amarasi Barat. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji validitas menunjukan seluruh item pernyataan memiliki nilai r hitung > r tabel sebesar 0,227 sehingga seluruh butir dinyatakan valid. Uji reliabilitas menghasilkan nilai cronbach’s alpha sebesar 0,868 yang berarti instrumen reliabel. , hasil uji t sebesar nilai t hitung (10,803) > t tabel (1,803) dengan sig. 0,000 < 0,05 yang menandakan bahwa variabel penerapan self assessment system berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya, semakin baik penerapan Self Assessment System, maka semakin tinggi pula kepatuhan wajib pajak, baik secara formal maupun material. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Self Assessment System sangat dipengaruhi oleh edukasi perpajakan, kemudahan akses sistem, serta hubungan kepercayaan antara fiskus dan wajib pajak. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi Direktorat Jenderal Pajak dalam merumuskan strategi peningkatan kepatuhan pajak UMKM.

ANALISIS KEPATUHAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 PEGAWAI SWASTA DAN PEGAWAI NEGERI DI KABUPATEN SUMBA BARAT

NORLY TIARA TARI RADJA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak orang pribadi yang bekerja sebagai pegawai negeri dan pegawai swasta dalam melaksanakan kewajiban perpajakan, khususnya Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Pajak ini dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh pegawai, yang pada umumnya dipotong dan disetorkan oleh pemberi kerja kepada negara. PPh Pasal 21 merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara dari sektor pajak, sehingga tingkat kepatuhan dalam pelaksanaannya berpengaruh langsung terhadap efektivitas penerimaan negara dan keberhasilan kebijakan fiskal nasional. Perbedaan karakteristik antara instansi pemerintah dan perusahaan swasta sering kali menyebabkan variasi dalam tingkat kepatuhan pelaporan serta penyetoran pajak. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada perbandingan kepatuhan antara pegawai negeri dan pegawai swasta di Kabupaten Sumba Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan, yakni bendahara Kantor Camat Kota Waikabubak dan bendahara SD Negeri Dedekadu sebagai representasi pegawai negeri, serta staf bagian keuangan MR.DIY Waikabubak dan Indomaret Waikabubak sebagai representasi pegawai swasta. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang berfokus pada pemahaman informan mengenai mekanisme pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPh Pasal 21, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan bendahara instansi pemerintah (pegawai negeri) dalam pelaksanaan PPh Pasal 21 lebih tinggi dibandingkan dengan bendahara pada sektor swasta. Pegawai negeri memiliki sistem administrasi perpajakan yang lebih terstruktur karena menggunakan aplikasi resmi pemerintah seperti GPP (Gaji Pegawai Pusat) yang secara otomatis menghitung besaran pajak sesuai ketentuan Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu, pengawasan internal dari instansi dan kewajiban pelaporan rutin memperkuat kedisiplinan administrasi pajak di lingkungan pegawai negeri. Sebaliknya, pada sektor swasta masih ditemukan kendala seperti kurangnya pemahaman teknis mengenai peraturan perpajakan, keterbatasan tenaga khusus di bidang perpajakan, serta minimnya pendampingan atau sosialisasi dari pihak otoritas pajak. Akibatnya, beberapa perusahaan masih mengalami keterlambatan dalam penyetoran dan pelaporan pajak. Temuan penelitian ini juga mengungkap bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak antara lain adalah pengetahuan dan pemahaman terhadap peraturan perpajakan, sistem administrasi yang digunakan, serta adanya sanksi dan pengawasan dari otoritas terkait. Di sektor pemerintah, kepatuhan lebih banyak dipengaruhi oleh sistem dan prosedur yang bersifat wajib serta pengawasan berjenjang, sementara pada sektor swasta, kepatuhan cenderung dipengaruhi oleh kesadaran dan inisiatif pribadi bendahara atau pihak keuangan perusahaan. Peran edukasi dan sosialisasi pajak dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terbukti penting untuk meningkatkan pemahaman dan ketaatan, terutama di kalangan pelaku usaha swasta yang belum memiliki sistem administrasi perpajakan yang kuat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi perpajakan, terutama pada sektor swasta, melalui pelatihan rutin, pendampingan teknis, dan penguatan sistem pelaporan berbasis elektronik seperti e- SPT dan e-Filing. Pemerintah juga perlu memperluas cakupan edukasi dan pengawasan pajak agar terjadi kesetaraan kepatuhan antara sektor publik dan swasta. Dengan demikian, peningkatan kepatuhan Pajak Penghasilan Pasal 21 diharapkan tidak hanya berkontribusi pada optimalisasi penerimaan negara, tetapi juga menciptakan sistem perpajakan yang adil, transparan, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHA TANI PADI DI DESA KIUOLA KECAMATAN NOEMUTI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

ANSELMUS MANIUK BARKANIS
2026 · Book · Open Access

Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan keluaran (output) dengan masukan (input). Dimana produktivitas merupakan ukuran yang menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal. Produktivitas juga dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu industri dalam menghasilkan barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi pertanian, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen (penerimaan) dengan biaya (pengorbanan) yang harus dikeluarkan. Hasil yang diperoleh petani pada saat panen disebut produksi, dan biaya yang dikeluarkan disebut biaya produksi. Produktivitas tanaman padi adalah suatu nilai yang menunjukan perbandingan rata-rata hasil produksi tanaman padi terhadap penggunaan beberapa input pada periode pelaporan. Produktivitas merupakan kemampuan atau kapasitas petani memproduksi tanaman padi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui produktivitas Tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara dan Untuk mengetahui pendapatan petani dari usaha tani padi di Desa Kiuola Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara produktivitas petani padi sawah, mengetahui indeks produktivitas, mengetahui efisiensi teknis dan Mengetahui gap efisiensi petani padi sawah di Desa Kiuola Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan Nilai rata-rata, produktivitas petani adalah 3,38 dengan Produktivitas terendah 2,53 dan produktivitas tertingi Rp 4,8. Nilai rata-rata pendapatan petani Rp 9.940.000 Pendapatan tertinggi , adalah Rp 13.000.000 dengan nilai pendapatan terendah petani Rp 6.000.000 Saran dari penelitian ini adalah Petani harus lebih meningkatkan produktivitasnya agar bisa mengelola lahan pertanian sehingga produksi padi sawah bisa di tingkatkan lagi

SKRIPSI PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI

DISYON ARKIUS NUFA
2026 · Book · Open Access

Pupuk organik cair dari daun gamal mengandung nutrisi N,P,K,Ca, dan Mg yang berguna dalam pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair daun gamal yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.). Jenis penelitian adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dosis yaitu M0 0 ml/polibag, M1 60 ml/Polibag, M2 80 ml/polibag, M3 100 ml/polibag, dan M4 120 ml/polibag. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan One Way ANOVA 5%. Untuk melihat pengaruh perlakuan dianalisis menggunakan Analisis varian (Anova) dan untuk melihat dosis terbaik dianalisis menggunakan uji duncan(DMRT). Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pupuk organik cair daun gamal berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun dan berat basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal terbaik ada pada perlakuan 60 ml/polibag yaitu tinggi tanaman tertinggi 35,84 cm, jumlah daun terbanyak 10,68 helai, lebar daun terbesar 15,48 cm,Panjang daun 23,18 cm dan berat basah tanaman ialah 111,99 gram

Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder Desa Kletek Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka

CHRISTOFORUS CHARLES SERAN
2026 · Book · Open Access

Studi Efisiensi Penyaluran Irigasi pada Saluran Sekunder desa Kletek kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka Seran C.C*) Lano L.M**) Makaborang . M**) Daerah Irigasi (DI) Air irigasi Kletek terdapat banyak saluran yang retak, yang tidak terlihat karna tertutup oleh tanaman liar serta warga yang melakukan alih fungsi lahan. Penelitian berjudul Studi efisiensi penyaluran irigasi pada saluran sekunder di desa Kletek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit air yang disalurkan pada saluran sekunder, mengetahui nilai efisiensi penyaluran air irigasi disaluran sekunder Kletek. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder, yaitu data skema irigasi serta data primer mengukur debit masuk dan debit keluar sepanjang saluran. Hasil penelitian menunjukan tingkat efisiensi yang diperoleh 60%. Hal ini disebabkan karna kondisi saluran yang kurang baik, penumpukan sampah pada saluran dan pintu saluran sehinga laju aliran semakin lambat.

ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PERONTOK PADI PADA KELOMPOK TANI P3A DULU RASA DI DESA TARUS

TITUS TALO GORO
2026 · Book · Open Access

ANALISIS PRODUKTIVITAS MESIN PERONTOK PADI PADA KELOMPOK TANI P3A DULU RASA DI DESA TARUS “Titus Talo Goro”, “Marthen Makaborang”, “Nikodemus P.P.E. Nainiti” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas mesin perontok padi yang digunakan oleh Kelompok Tani P3A Dulu Rasa di Desa Tarus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan alat dan mesin pertanian dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pascapanen padi, khususnya pada tahap perontokan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta pencatatan waktu kerja dan hasil perontokan. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas kerja mesin, rendemen hasil, tingkat kehilangan hasil, dan efisiensi tenaga kerja. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan produktivitas berdasarkan rasio output terhadap input kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mesin perontok padi mampu meningkatkan kapasitas kerja dan efisiensi tenaga kerja dibandingkan metode manual. Produktivitas mesin dipengaruhi oleh kondisi teknis mesin, tingkat kekeringan gabah, dan keterampilan operator. Disimpulkan bahwa penggunaan mesin perontok padi secara signifikan meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja petani. Oleh karena itu, disarankan adanya perawatan mesin secara rutin, pelatihan operator, serta penjadwalan perontokan yang sesuai dengan kondisi gabah guna meminimalkan kehilangan hasil.

ANALISIS PERLAKUAN DAN PROSEDUR AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN PADA CV TIMOR MUTISQUA

SIRYON OLLA
2026 · Book · Open Access

ajak penghasilan merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem perpajakan nasional yang berkontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Dalam konteks Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pemerintah Indonesia memberikan perlakuan khusus berupa tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% dari omzet sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018. Perlakuan ini bertujuan mendorong kepatuhan pajak dan kesadaran fiskal pelaku usaha kecil, namun dalam implementasinya masih ditemukan banyak kendala, terutama terkait kesesuaian perlakuan dan prosedur akuntansi yang dijalankan oleh entitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perlakuan dan prosedur akuntansi pajak penghasilan diterapkan oleh CV Timor Mutisqua, sebuah perusahaan AMDK berskala UMKM yang beroperasi di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara langsung dengan pimpinan dan staf keuangan perusahaan, observasi kegiatan pencatatan, serta dokumentasi laporan penjualan dan bukti pelaporan pajak. Data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan indikator-indikator empiris perlakuan dan prosedur akuntansi pajak penghasilan, yang meliputi pengakuan, pengukuran, pencatatan, penyajian, dan pengungkapan beban pajak, serta identifikasi transaksi, perhitungan pajak, penyetoran, pelaporan, dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan. Analisis xii diselaraskan dengan teori-teori akuntansi pajak dalam PSAK 46, SAK EMKM, dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Timor Mutisqua telah menjalankan kewajiban perpajakan secara administratif, yaitu menyetorkan dan melaporkan PPh Final 0,5% dari omzet setiap bulan melalui sistem e-billing dan e- filing DJP Online. Total omzet penjualan tahun 2023 sebesar Rp4.075.717.500 menghasilkan kewajiban pajak sebesar Rp20.378.587. Perusahaan tidak pernah terlambat dalam menyetorkan atau melaporkan pajak, sehingga dari sisi fiskal, kepatuhan relatif baik. Namun, dari sisi akuntansi, ditemukan bahwa perusahaan belum memiliki sistem pembukuan formal. Pencatatan dilakukan secara manual di buku kas masuk dan keluar tanpa adanya jurnal umum, buku besar, atau laporan laba rugi. Beban pajak tidak diakui secara akuntansi dan tidak disajikan dalam laporan keuangan, karena perusahaan belum menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar SAK EMKM. Analisis mendalam menunjukkan bahwa ketidaksesuaian antara akuntansi fiskal dan akuntansi komersial berpotensi menimbulkan risiko administratif dan hukum di kemudian hari. Perusahaan tidak memiliki catatan akuntansi mengenai utang pajak, tidak menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CALK), dan tidak mengungkapkan kebijakan perpajakannya. Hal ini bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam laporan keuangan sebagaimana diatur dalam PSAK 46. Ketiadaan dokumen pembukuan juga membuat perusahaan kesulitan dalam mengukur performa bisnis secara akurat serta melemahkan daya tawar dalam memperoleh kredit usaha dari lembaga keuangan formal. Temuan ini memperkuat argumen bahwa dalam dunia usaha mikro dan kecil, literasi akuntansi dan kemampuan menyusun laporan keuangan masih menjadi tantangan besar. Perlakuan akuntansi pajak yang tidak tepat dapat menyebabkan laporan laba rugi menjadi tidak valid karena tidak mencerminkan beban pajak sebagai pengurang penghasilan. Hal ini bertentangan dengan prinsip pencocokan (matching principle) dalam akuntansi. Selain itu, kelemahan dalam prosedur akuntansi pajak juga berdampak pada kinerja internal perusahaan dalam hal pengawasan, pengendalian keuangan, dan evaluasi kinerja bisnis. xiii Implikasi teoritis dari penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan akuntansi pajak di level UMKM sangat penting sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik (good governance). Akuntansi tidak hanya menjadi alat pelaporan, tetapi juga instrumen pengambilan keputusan dan pengelolaan risiko perpajakan. Implikasi praktisnya adalah bahwa CV Timor Mutisqua perlu mengembangkan sistem pembukuan sederhana sesuai dengan SAK EMKM, mulai dari jurnal umum, laporan laba rugi, hingga pencatatan utang pajak. Selain itu, perusahaan perlu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang akuntansi dan perpajakan melalui pelatihan atau pendampingan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pajak atau Dinas Koperasi dan UMKM, memberikan edukasi dan pembinaan intensif bagi pelaku UMKM dalam hal akuntansi pajak. Institusi pendidikan tinggi juga didorong untuk mengembangkan program pengabdian masyarakat yang fokus pada edukasi akuntansi pajak untuk pelaku usaha kecil. Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk mengeksplorasi perbandingan antar berbagai UMKM dengan kategori usaha dan tingkat literasi keuangan yang berbeda, guna memahami lebih lanjut bagaimana implementasi akuntansi pajak berdampak terhadap keberlanjutan bisnis di sektor informal dan semi-formal

ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

ASNI KASE
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DI DESA TOBU KECAMATAN TOBU KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Kase A)* Ledo E.S M)** Ngginak J)** Desa Tobu merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Tobu, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Masyarakat di Desa Tobu memiliki pengetahuan yang cukup mendalam tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di pekarangan rumah, ladang maupun hutan, masyarakat memahami bahwa setiap tumbuhan memiliki khasiat tertentu yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit seperti demam, batuk dan diare. Tujuan adalah mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat yang terdapat di Desa Tobu, mengetahui bagian-bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan mengetahui cara pengolahan tumbuhan obat oleh masyarakat Desa Tobu.Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025 di Desa Tobu. Metode Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan responden dalam penelitian adalah purposive sampling. Berdasarkan tujuan penelitian hasil inventarisasi dan identifikasi 43 jenis tumbuhan yang berasal dari 25 familli tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber obat. Familli dengan spesies terbanyak ditemukan adalah Asteraceae dan Euphorbiaceae. Organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional berbeda-beda tergantung dari jenis tumbuhan. Bagian organ tumbuhan yang sering digunakan antara lain akar, kulit batang, daun, buah, pucuk, umbi dan rimpang. Secara keseluruhan dari jenis tumbuhan yang sudah teridentifikasi, kulit batang merupakan organ yang paling sering digunakan yakni sebanyak 22%, akar 21%, daun 18%, buah 12% pucuk 11% dan yang paling sedikit umbi dan rimpang 8%. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat oleh masyarakat diantaranya menggunakan empat cara yaitu direbus, ditumbuk, langsung dimakan dan dipanggang diapi. Presntase cara pengolahan tumbuhan dengan cara ditumbuk sebesar 63%, direbus 23%, dipanggang diapi7% dan langsung dikonsumsi 7%. Kata Kunci : Etnobotani, Tumbuhan Obat, Desa Tobu Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing

INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG

DESI KRISTIANI MONE
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN MANGROVE DI WILAYAH PESISIR PANTAI DESA PARITI KECAMATAN SULAMU KABUPATEN KUPANG Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Desa Pariti Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki ekosistem mangrove, namun penebangan liar, alih fungsi lahan, dan pencemaran masih kerap dijumpai.tujuan adalah menginventarisasi jenis tumbuhan mangrove yang terdapat di wilayah pesisir Pantai Desa Pariti serta menganalisis kerapatan, dan dominansi. Metode yang digunakan adalah Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau metode campuran dengan cara melakukan observasi terlebih dahuluh kemudian peneliti menarik garis transek sejauh 50 M kemudian membuat plot pada kedua transek, kemudian peneliti melakukan penjelajahan di setiap plot untuk mengidentifikasi, mengamati dan mendeskripsikan spesies yang ditemukan di setiap plot. sedangkan teknik pengambilan sampelnya menggunakan line transek yang dimodifikasi berdasarkan metode garis pantai berpeta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 spesies mangrove di Pantai Pariti, yaitu Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Ceriops tagal. Spesies-spesies tersebut termasuk dalam tiga famili, yaitu Rhizophoraceae, Lythraceae, dan Acanthaceae. Dengan nilai tertinggi keanekaragaman pada tingkat semai terdapat pada transek 2 plot 3 dengan nilai H’=5,81 dan terendah terdapat pada transek 1, plot 1 dengan H’= 0, dengan spesies yang mendominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pancang terdapat pada transek 2 plot 3 dengan H’=5,76 dan terendah terdapat pada transek 1 plot 1 dengan H’=0 dengan spesies yang mendominasi Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa. Nilai tertinggi keanekaragaman tingkat pohon terdapat pada transek 2 plot 3 H’= 4,28 dan terendah H’=1,94 dengan jenis yang medominasi yaitu Sonneratia alba dan Avicennia alba. Kerapatan tertinggi pada tingkat semai sebesar 69 ind/ha (40,08%), pada tingkat pancang 2,8 ind/ha (1,62%) dan pada tingkat pohon 0,52 ind/ha (0,30%). Kata kunci : Inventarisasi, Mangrove, Pariti, Keanekaragaman, Kerapatan Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing ABSTRACT INVENTORY OF MANGROVE PLANT SPECIES IN THE COASTAL AREA OF PARITI VILLAGE, SULAMU DISTRICT, KUPANG REGENCY Mone, D. K)* Rafael, A)** Ngginak, J)** The mangrove ecosystem is one of the coastal ecosystems that has an important role in maintaining the balance of the coastal environment. Pariti Village, Sulamu District, Kupang Regency, is one of the coastal areas that has a mangrove ecosystem, but illegal logging, land conversion, and pollution are still often found. The aim is to inventory the types of mangrove plants found in the coastal area of Pariti Village Beach and analyze density and dominance. The method used is The method used in this study is qualitative and quantitative or mixed methods by conducting observations first then the researcher draws a transect line as far as 50 M then makes a plot on both transects, then the researcher explores each plot to identify, observe and describe the species found in each plot. while the sampling technique uses a modified line transect based on the mapped coastline method. The results showed that there are 6 mangrove species in Pariti Beach, namely Sonneratia alba, Avicennia alba, Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, and Ceriops tagal. These species belong to three families, namely Rhizophoraceae, Lythraceae, and Acanthaceae. With the highest value of diversity at the seedling level found in transect 2 plot 3 with a value of H’=5.81 and the lowest found in transect 1, plot 1 with H’=0, with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest value of diversity at the sapling level found in transect 2 plot 3 with H’=5.76 and the lowest found in transect 1 plot 1 with H’=0 with the dominant species being Sonneratia alba, Avicennia alba, Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa. The highest value of diversity at the tree level found in transect 2 plot 3 H’=4.28 and the lowest H’=1.94 with the dominant species being Sonneratia alba and Avicennia alba. The highest density at the seedling level was 69 ind/ha (40.08%), at the sapling level 2.8 ind/ha (1.62%) and at the tree level 0.52 ind/ha (0.30%). Keywords: Inventory, Mangrove, Pariti, Biodiversity, Density Information: *) Researcher **) Adviser

ANALISIS VALUE FOR MONEY DALAM PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KUPANG

ARNI SELFRIANA BANU
2026 · Book · Open Access

xii ABSTRAK Analisis value For Money Dalam Pengukuran Kinerja Keuangan Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang Menurut Bastian (2006:274) Kinerja Keuangan merupakan gambaran pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan atau program dalam mewujudkan tujuan, sasaran, misi, dan visi organisasi. Kinerja keuangan juga merupakan kondisi yang harus dipahami dan disetujui kepada pihak tertentu untuk mengetahui seberapa besar tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan. Serta untuk mengetahui efek baik positif atau negatif dari suatu kebijakan operasional yang dijalankan. Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Nordiawan dan Hertianti (2010:158) menyatakan dalam bukunya, bahwa value for money merupakan sebuah konsep dalam pengukuran kinerja. Value for money yaitu indikator kinerja sebuah sektor publik yang memberikan informasi apakah anggaran (dana) yang dibelanjakan menghasilkan suatu nilai tertentu bagi masyarakatnya. Indikator yang dimaksud adalah ekonomi, efisien, dan efektif. Konsep Value for money untuk diimplementasikan pada pengukuran kinerja diperlukan pengembangan indikator kinerja. Pengukuran kinerja Value for money dapat membuat keseimbangan antara pengukuran hasil dengan pengukuran proses.xiii Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Analisis Pengukuran Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang berdasarkan analisis value for moneyekonomis, efesiensi dan efektivitas dan untukmengetahui Penerapan Value For Money dalam Pengukuran Kinerja Keuangan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang,jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Laporan APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang tahun 2020-2024 .Teknik analisis data yang di lakukan dengan menggunakan analisis value for money, yaitu melalui perhitungan rasio ekonomis, efesiensi, dan efektivitas .Hasil perhitungan tersebut dianalisis untuk menilai kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang secara umum tergolong baik.Rasio ekonomis berada di bawah 100% yang menunjukan pengelolaan anggaran secara hemat. Rasio efesiensi yang mencerminkan penggunaan anggaran relatif optimal, sementara itu rasio efektivitas menunjukan bahwa realisasi pendapatan daerah mampu mendekati target yang di tetapkan .Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang telah menerapkan prinsip value for money dalam pengelolaan keuangan daerah.

ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L)

IRMINA REDO
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS ANTIOKSIDAN PADA MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabeliffer L) Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) adalah salah satu jenis pohon palma yang banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT), lontar ditemukan hampir diseluruh wilayah, termasuk Pulau Timor, Rote, dan Sabu. Pulau Rote bahkan dikenal dengan julukan Nusa Lontar, karena keberadaan pohon ini yang sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar arang aktif tempurung lontar (Borassus flabeliffer L). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DPPH (1,1-defenil-2-pikrilhidrazil) dengan menggunkan spektrofotometer UV-VIS. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam Analyze Of Variance (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang dicobakan. Hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel kemudian dijabarkan dalam bentuk narasi. Berdasarkan nilai IC50 pada produk masker wajah perlakuan F3 tergolong sangat kuat. Antioksidan dari masker wajah dengan penambahan arang aktif tempurung lontar diperoleh nilai IC50 pada F3 dengan nilai IC50 46,62572501, yang menunjukan bahwa F3 adalah formulasi yang paling efektif dalam menangkal radikal bebas. Kata Kunci : Lontar, arang aktif, masker wajah Keterangan : *) : Peneliti **) : Pembimbing ABSTRACT ANTIOXIDANT ANALYSIS OF FACE MASK BASED ON ACTIVE ARCHARGE OF LONTAR (Borassus flabeliffer L) TEMPURES Redo. I)* Ballo. A)** Nge. S.T.M)** Lontar (Borassus flobellifer L.) is a type of palm tree that grows in Southeast Asia and South Asia. In Indonesia, especially East Nusa Tenggara (NTT), lontar is found in almost all regions, including Timor, Rote, and Sabu islands. Rote Island is even known as Nusa Lontar, due to the abundant presence of this tree. The purpose of this study was to determine the antioxidant content of face masks made from lontar shell activated charcoal (Borassus flabeliffer L). The method used in this study was the DPPH (1,1-defenyl-2-picrylhydrazyl) method using a UV-VIS spectrophotometer. The data obtained were analyzed by Analyze Of Variance (ANOVA) to determine the effect of the treatment tried. The results of the analysis are presented in tabular form and then described in narrative form. Based on the IC50 value of the F3 treatment face mask product is classified as very strong. Antioxidants from face masks with the addition of activated charcoal of lontar shell obtained IC50 value in F3 with IC50 value 46,62572501, which shows that F3 is the most effective formulation in counteracting free radicals. Keywords : Lontar, activated charcoal, face mask Description *) : Researcher **) : Advisor

TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA DI SMA KRISTEN KESETNANA KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

TRISHAL HARLEN FAOT
2026 · Book · Open Access

Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected]. Latar Belakang: Penjasorkes adalah suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial peserta didik melalui aktivitas fisik dan olahraga, dengan penekanan pada pentingnya kesehatan. Suharno (2017): Penjasorkes merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kemampuan motorik, serta pengetahuan dan sikap positif terhadap olahraga dan kesehatan. Tujuan Penelitian: Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut: Untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani siswa Di SMA Kristen Kesetnana Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode penelitian: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif verifikatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini suatu teknik atau cara mencari, memperoleh, mengumpulkan atau mencatat data berupah data primer ataupun data sekunder Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di SMA Kristen Kesetnana, Tahun pelajaran 2024/2025. Kegiatan pembelajaran di selenggarakan meliputi tahap perencanaan, observasi dan refleksi, dimana pada pembelajaran masing-masing dilakukan 2 kali pertemuan hasil penelitian ini meningkatkan pembelajaran kesegaran jasmani, yang di evaluasi melalui hasil belajar kesegaran jasmani yang dilaksanakan di setiap akhir semester Simpulan : Berdasdarkan hasil penelitian dan pendekatan untuk meningkatkan teknik dasar lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak pada siswa kelas XI SMA Kristen Kesetnana, siswa lebih memahami materi yang dapat di sampaikan karena gerak lari 60m dan 1.200m, sit up, restok dan loncat tegak menjadikan siswa lebih aktif dan bergairah dalam proses pembelejaran.