REOLIS YUSUF TEFU
2023 · Book · Open Access
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BERTEMAN PERMAINAN BOLA VOLI PADA PROSES PEMBELAJARAN PENJASORKES Reolis Yusuf Tefu1* , M. Rambu P. Wasak2 , Ramona Mathias Mae3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berpikir kritis,dan yang lainnya. Berbagai macam kegiatan olahraga yang sangat menarik dan menyenangkan yaitu olahraga permainan. Olahraga permainan yang banyak diminati, dan digemari oleh masarakat, salah satunya adalah permainan bola voli. Seorang pemain bola voli harus menguasai teknik passing yaitu: passing atas dan passing bawah Tujuan penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah berteman pada proses pembelajaran penjasorkes di SD GMIT Oepura Metode penelitian:Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi dengan populasi 48 siswa dan sampel yang diambil 41 siswa kelas VI SD GMIT Oepura Hasil dan pembahasan: Pada penelitian ini didapatkan hasil siswa dengan perdikat sangat baik 65,85% dan siswa dengan perdikat baik 34,14%. Berdasarkan data bahwa adanya peningkatan hasil belajar pada siklus 2 yaitu dari 67,27% menjadi 87,23%. Ketuntasan hasil belajar siswa melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pertemuan terbimbing passing bawah permainan bola voli memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Simpulan: Proses pembelajaran yang telah dilakukan dikelas VI SD GMIT Oepura pada siklus I dan Siklus II dapat disimpulakan bahwa menggunakan metode passing bawah berteman sangat membantu proses belajar mengajar maupun tercapainya hasil pembelajaran passing bawah bola voli sesuai dengan KKM yakni 75 metode passing bawah berteman diyakini mampu membangkitkan minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Katakunci: hasil belajar,passing bawah ,bola voli
NOBERTUS JUNDENA MBUSA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK PENGARUH KEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KECEPATAN DAN KETEPATAN MENEMBAK BOLA PADA PEMAIN SSB BALI UNITED KRISTAL KUPANG Nobertus Jundena Mbusa1*, Andreas J. F. Lumba2, Christin P. M. Rajaguguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Menembak bola (shooting) merupakan salah satu teknik dasar yang harus dikuasai oleh pemain sepakbola, terlebih bagi yang berposisi sebagai penyerang, sebab salah satu tujuan shooting adalah untuk mencetak gol ke gawang lawan. Ada satu faktor yang bisa mempengaruhi kecepatan dan ketepatan shooting yaitu kekuatan otot perut, sebab kekuatan otot perut bisa memberikan kesimbangan dan koordinasi gerak saat pemain menembakkan bola. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh kekuatan otot perut terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang; (2) Untuk mengetahui pengaruh kekuatan otot perut terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif berdesain asosiatif ini dilakukan pada 26 pemain SSB Bali United Kristal Kupang U-17 pada tahun 2023. Pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan datanya ialah tes, yang terdiri dari tes sit-up dan tes shooting Bobby Charlton. Teknik analisis datanya adalah analisis regresi linier sederhana melalui SPSS 22. Hasil dan pembahasan: Hasil analisis regresi linier sederhana 1 menunjukkan sig t1 (0,035) 0,05 dan koefisien regresi βX positif 0,150, sehingga kekuatan otot perut berpengaruh positif signifikan terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Hasil analisis regresi linier sederhana 2 menunjukkan sig t2 (0,017) 0,05 dan koefisien regresi βX positif 0,742, sehingga kekuatan otot perut berpengaruh positif signifikan terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Simpulan: (1) Ada pengaruh yang positif signifikan kekuatan otot perut terhadap kecepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang; (2) Ada pengaruh yang positif signifikan kekuatan otot perut terhadap ketepatan menembak bola pada pemain SSB Bali United Kristal Kupang. Kata kunci: Kekuatan otot perut; kecepatan; ketepatan; menembak bola
GAYUS ARIANTO NOMLENI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Gayus A. Nomleni, Nim: 19320170, Skripsi: Pelaksanaan Pembelajaran Permainal Bola Kecil Pada Siswa Kelas V Di SDN Takolah Indah, Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Pembimbing 1: M. Rambu P. Wasak, S.Pd.,M.Pd. Dan Pembimbing II: Christin P. M Rajagukguk, S.Pd.,M.Pd. Email. [email protected] Pembelajaran berasal dari kata dasar belajar yang diberi awalan "pem " dan akhiran " an". Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: "pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan . Masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Permainan Bola Kecil Slag Ball Pada Siswa Kelas V di SDN Takolah Indah. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran Permainan Bola Kecil terkhususnya permainan Slag Ball. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualititatif dengan teknik pengumpulan d0ata dalam penelitian ini adalah: observasi, wawancara, dan dukumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Slag Ball dan peneliti melihat bagaimana pelaksanaan pembelajaran permainan kecil di SDN Takolah Indah. Data yang dikumpulkan diperoleh dari hasil obsevasi, wawancara, dan dukumentasi. Pelaksanaan pembelajaran permainan bola kecil Slag Ball yang dilakukan oleh wali kelas dapat memberikan dampak sesuai dengan apa yang di harapkan oleh wali kelas. Dari kesimpulan-kesimpulan di atas, saran peneliti adalah Pelaksanaan pembelajaran permainan bola kecil perlu terus dilakukan oleh guru kelas pada SDN Takolah Indah guna mendukung kelancaran aktivitas siswa dalam kegiatan belajara mengajar ( KBM). Kata Kunci : Pelaksanaan Pembelajaran Permainan Bola Kecil Slag Ball. ABSTRACT Gayas A. Nomleni, Nim: 19320170, Thesis: Implementation of Small Ball Game Learning for Class V Students at SDN Takolah Indah. Tanah Merah Village, Central Kupang District, Kupang Regency. Advisor 1: M. Rambu P. Wasak, S.Pd., M.Pd. And Supervisor II: Christin P. M Rajagukguk, S.Pd., M.Pd. Email. [email protected] Learning comes from the basic word learning which is given the prefix "peman" and the ending "According to the National Education System Law No. 20 of 2003 states that: "learning is the process of interaction of students with educators and learning resources in an environment. The main problem in this research is how to implement the learning of the small ball game of slag ball in fifth grade students at SDN Takolah Indah. The purpose of the research this is to see how the implementation of small ball game learning, especially the slag ball game.The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in this study are: observation, interviews, and documentation.The results obtained in this study are slag ball and researchers see how implementation of small game learning at SDN Takolah Indah The data collected was obtained from observations, interviews, and documentation Implementation of small ball game Slag Ball learning conducted by the homeroom teacher can have an impact in accordance with what is expected by the homeroom teacher From the conclusions above, the researcher's suggestion is that the implementation of small ball game learning needs to be continued by class teachers at SDN Takolah Indah to support the smooth running of student activities in teaching and learning activities (KBM). Keywords: Learning Implementation, of Slag Ball Small Ball Game.
SIPRIANUS DASILVA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK PENGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KEBUGARAN JASMANI UNSUR KELINCAHAN PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 7 KUPANG Siprianus Da Silva1*Dr.Lukas M Boleng M.kes, 2,Andry Sinlaeloe,S.Pd., M.Or3Agustinus J. Nafie. S,Pd.,M.Or.4Fredik E. Nope. S.Pd.,M.Or. 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia [email protected] Latar belakang: Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan adalah suatu proses pedidikan melalui penyedian pengalaman belajar kepada siswa berupa aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang di rencanakan secara sistematika guna meransang pertumbuhan dan perkembangan fisik, ketrampilan motorik, ketrampilan berpikir, emosioanal, social, dan moral. Tujuan penelitian:Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran kebugaran jasmani unsur kelincahan. Metode penelitian: Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) penelitian tindakan kelas merupakan kegiatan yang dilakukan terhadap sejumlah subjek yang menjadi sasaran yaitu peserta didik, bertujuan yang memperbaiki situasi pembelajaran di kelas agar terjadi peningkatan kualitas pembelajaran. Hasil dan pembahasan:memaparkan data hasil belajar model pembelajaran kebugaran jasmaniuntuk meningkatkan kelincahan peserta didik Kelas X SMA Negeri 7 Kupang tentang materi kebugaran jasmani permainan memecahkan balon warna untuk meningkatkan perkembangan belajar siswa, maka diperlukan penunjang dalam proses pencapaian kegiatan pelajaran siswa dan aktifitas tujuan tersebut. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan seperti yang diuraikan pada bab sebelumnya, diketahui prestasi siswa SMA Negeri 7 Kupang yang tuntas (NA tes permainan memecahkan balon warna75) pada siklus I hanya 30%. namun, prestasi ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 100% pada siklus 2. Katakunci: penggunaan model pembelajran
SRI MULYANI KLAU
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA(2018-2021) penilaian kinerja keuangan perusahan yang menggunakan analisis rasio, dibutuhkan standar rasio keuangan tersebut sebagai pembanding. Dengan adanya standar rasio keuangan, perusahaan dapat menentukan apakah kinerja keuangannya baik atau tidak. Penilaian ini dilakukan dengan membandingkan rasio keuangan yang diperoleh dengan standar rasio keuangan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian secara rata-rata, pada tahun 2018 rasio profitabilitas yang diukur dengan return on assets (ROA) sebesar 3,97%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata return on assets sebesar 1,76%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 2,15% dan akhirnya pada tahun 2021 return on assetssebesar 3,79%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 hanya pada tahun 2019 return on assets berada di bawah rasio industri 2,20%. Berdasarkan hasil penelitian perhitungan rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE) perusahaan sampel untuk periode 2018-2021. Berdasarkan hasil penelitian rasio profitabilitas yang diukur dengan return on equity (ROE) sebesar 10,06%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata ROE sebesar 4,25%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 6,71% dan akhirnya pada tahun 2021 ROE sebesar 7,81%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua ROE berada di atas rasio industri 2,5%. Dalam rasio profitabilitas dengan menggunakan ROA dan ROE dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata, pada tahun 2018 rasio likuiditas yang diukur dengan current ratio (CR) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 4,93%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata CR sebesar 1,37%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 3,38% dan akhirnya pada tahun 2021 CR sebesar 1,64%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 CRtahun 2018-2019 berada di bawah rasio industri 1,50% sedangkan untuk tahun 2020-2021 berada di atas rasio industri 1,50%. Selanjutnya rasio likuiditas yang diukur dengan quick ratio (QR) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 1,88%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata QR sebesar 2,96%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 17,32% dan akhirnya pada tahun 2021 QR sebesar 2,44%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 hanya QRtahun 2018 berada di bawah standar industri, sedangkan yang lainnya berada di bawah rasio industri 2,00%.Dalam rasio Likuiditas dengan menggunakan QR dan CR dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2018 rasio likuiditas yang diukur dengan debt ratio (DER) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 143,41%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata DER sebesar 149,32%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 171,39% dan akhirnya pada tahun 2021 DER sebesar 105,20%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua rasio DERtahun berada di atas rasio industri 2,90%. Dalam rasio Solvabilitas dengan menggunakan DER dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak sebab masih berada diatas standar rata-rata industri. Untuk rasio aktivitas yang diukur dengan inventory turn over (ITO) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 5,58%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata ITO sebesar 6,47%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 7,96% dan akhirnya pada tahun 2021 ITO sebesar 6,40%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua rasio ITOtahun berada di atas rasio industri 2,50% sedangkan rasio aktivitas yang diukur dengan total assets turn over (TATO) untuk perusahaan sampel pada tahun 2018 sebesar 0,57%. Kemudian pada tahun 2019 rata-rata TATO sebesar 0,58%, sedangkan pada tahun 2020 sebesar 0,50% dan akhirnya pada tahun 2021 TATO sebesar 0,42%. Berdasarkan hal tersebut maka untuk periode 2018-2021 semua rasio TATOtahun berada di atas rasio industri 2,80% kecuali rasio aktivitas mengunakan Tato berada di bawah standar rata-rata Industri. Dalam rasio Aktivitas dengan menggunakan ITO dan TATO dari tahun 2018-2021 mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu tidak berdampak, sebab masi berada diatas standar rata-rata industri. Kecuali rasio aktiva mengunakan TATO mengalami naik turun akan tetapi penurunan itu berdampak, Sebab masi berada dibawah standar rata-rata Industri
HENDRY IMANUEL NABUNOME
2023 · Book · Open Access
Dalam pembuatan mie dari tepung mocaf, sari daun kelor ditambahkan sebagai bahan tambahan agar mie memiliki warna hijau dan kandungan gizinya bertambah. Tujuan penelitian untuk memperoleh proporsi sari daun kelor terhadap tepung campuran yang maksimum dalam pembuatan mie kering, Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan menghasilkan 12 unit percobaan, dengan presentase sari daun kelor 0%, 10%, 20%, 30%. Variable yang diamati adalah uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil peneltian menunjukkan bahwa Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan sari daun kelor 20% dengan warna bernilai 4,662 (sangat suka), aroma dengan nilai 4,667 (sangat suka), rasa dengan nilai 4,756 (sangat suka) dan Tekstur mie kering dengan nilai 4,711 (sangat suka).
HANIFA BESSI
2023 · Book · Open Access
Ranting kesambi (Schleichera oleosa) memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan briket. Namun, dalam proses pembuatan briket, ukuran serbuk ranting kesambi juga memegang peran penting dalam menentukan kualitas briket yang dihasilkan. kadar air briket 20 mesh diperoleh 2,83% lebih tinggi dibandingkan dengan briket 40 mesh 1,84%. Rata-rata kadar air briket paling tinggi pada briket 20 mesh sebesar 5,03%.kadar abu briket 40 mesh diperoleh 9,81% lebih tinggi dibandingkan briket 20 mesh 9,60%. Rata-rata kadar abu briket terendah pada penilitian ini sebesar 7,94% pada jenis briket 60 mesh.kadar zat menguap yang tertinggi adalah jenis briket 20 mesh memiliki kadar zat menguap sebesar 9,70%. Sedangkan briket 40 mesh 9,47% dan zat menguap terendah adalah jenis briket 60 mesh 9,22%. kadar karbon terikat pada perlakuan 20 mesh yaitu 95.00%. Sedangkan perlakuan 40 mesh 93,00%. Dan kadar karbon terikat terendah pada perlakuan 60 mesh 83,67%. Hasil uji duncan menunjukan bawah lama pembakaran briket 20 mesh berbeda nyata dengan 40 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 40 mesh berbeda nyata dengan 20 mesh dan 60 mesh. Lama pembakaran briket 60 mesh berbeda nyata dengan 20 dan 40 mesh.
YOHANES H. KLAU
2023 · Book · Open Access
Pisang kepok dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat tape karena memiliki kelebihan pati yang resisten dan serat tinggi. Tape merupakan salah satu makanan fermentasi tradisional di Nusa Tenggara Timur. Kandungan pati yang ada pada pisang kepok sekitar 22-25%. Kualitas tape pisang ditentukan berdasarkan karakteristik kimia selama proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu pengukusan tape pisang kepok terhadap karakteristik tape pisang. Penelitian ini dilakukan dengan membuat tape pisang kepok dengan variasi waktu pengukusan selama 10, 20, 30, dan 40 menit. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Processing Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana pada bulan Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode Rancangan acak lengkap (RAL). Seluruh data dianalisa menggunakan analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan waktu fermentasi berpengaruh terhadap karakteristik kimia dan organoleptik. Tape pisang kepok terbaik dihasilkan pada waktu pengukusan 30 menit dengan karakteristik kimia: kadar gula 21,00%; kadar alkohol 9% dan nilai organoleptik tape pisang kepok terbaik dihasilkan pada perlakuan waktu pengukusan 20 menit untuk aroma nilai sebesar 4,667, rasa 4,756 dan tekstur 4,711. Berdasarkan hasil uji karakteristik kimia dan organoleptiknya tape pisang dengan waktu pengukusan tersebut layak untuk dikonsumsi.
FEBI ANITA LENG
2023 · Book · Open Access
Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pengerigan merupakan penghilagan dari suatu bahan, proses utama yang terjadi pasca proses pengerigan adalah penguapan. Daun kelor di keringkan dengan menggunakan sinar matahari langsung, pengeringan dengan sinar matahri langsung dilakukan dengan cara mengeringkan daun kelor di bawa naungan paranet untuk menghindarkan dari sinar matahari langsung. Salah satu proses pengolahan yang banyak dilakukan adalah proses pengeringan daun kelor. Proses pengeringan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air yang terdapat dalam daun kelor sehingga daun kelor lebih awet dan dapat disimpan dalam waktu yang lama, sehingga dapat mengatasi kelebihan saat musim panen tiba.Penelitian ini lelah dilakukan selama 1-2 bulan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Mei. Bertempat di Bengkel Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah salah satu jenis penelitian yang pada dasarnya mengunakan pendekatan deduktif-induktif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Lama waktu pengeringan terhadap kualitas tepung daun kelor yang memberikan pengaruh nyata dilihat dari kadar air dan kadar protein yang siknifikan. Lama waktu pengeringan tepat yang dapat menghasilkan tepung daun kelor yang terbaik adalah adalah perlakuan empat (5 hari) yang memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dengan nilai rata-rata 4,100 % dan kadar protein dengan nilai rata-rata 34,310 %.
ELISABETH BALOK
2023 · Book · Open Access
Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes untuk pertumbuhan tanaman tomat dengan menggunakan mulsa yang berbeda dilahan kering telah di laksanakan sejak awal bulan juni hingga awal agustus 2022 di kelurahan oesapa kecamatan kelapa lima kabupaten kota kupang provinsi nusa tenggara timur.Penelitian ini bertujuan ; (1) untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik irigasi tetes terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada lahan kering. (2) untuk mengetahui pengaruh teknik irigasi tetes pada petak yang diberi mulsa plastik hitam, warna perak, jerami serta tanpa mulsa dan jerami.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan dilapangan. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu terdiri dari 4 perlakuan yaitu P1= Tanpa menggunakan Mulsa dan jerami, P2= mulsa plastik warna hitam P3= mulsa plastik perak dan P4= jerami padi. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Anova dan diuji lanjut dengan beda nyata terkecil (BNT) pada taraf nyata 5% dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun tanaman tomat dengan penerapan teknik irigasi tetes pada pertumbuhan tanaman tomat dilahan kering pengaruh nyata pada P1 (tanpa menggunakan mulsa dan jerami), P2 (mulsa plastik hitam), P3 (mulsa plastik perak), P4 (jerami padi).Sedangkan parameter bobot basah tanaman tomat dan bobot kering tanaman tomat perpengaruh nyata pada pertumbuhan tanaman tomat dan penggunaan mulsa yang berbeda.Bobot basah dan bobot kering tanaman tomat terlihat pada P1.
RONGKI KELUANAN
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK
Tepung kunyit atau bubuk kunyit adalah hasil dari hancuran kunyit yang telah dikeringkan, kegunaan tepung kunyit antara lain untuk bahan baku industry obat-obatan, jamu, kosmetik, dan pewarna tekstil. Selain hal tersebut, tepung kunyit juga merupakan komuditas ekspor dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu yang diperlukan dalam proses pengeringan kunyit dengan variasi suhu 50C,60C dan 70C. Proses pengeringan ini dengan menggunakan tray drayer tipe rak dengan pemanas bohlam lampu pijar yang sudah dilengkapi dengan pengatur suhu (Thermostat), pemantauan suhu diambil setiap 15 menit selama 4 jam dan apabila suhu dibawah dari suhu yang digunakan maka, lampu menyala dan ketika suhu naik melebihi suhu yg digunakan maka, lampu akan padam. Hasil penelitian pada susut bobot bahan, perlakuan suhu terbaik adalah suhu 70C dengan hasil 138 gr dibanding dengan suhu 50C. Hasil penelitian pada laju penurunan kadar air selama 4 jam pada suhu 50C 6,2%, suhu 60C 4,9% dan suhu 70C 4,4% maka, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan dapat berpengaruh terhadap penurunan kadar air kunyit dengan hasil terbaik adalah pada suhu 70C. Hasil penelitian pada fraksi serbuk tepung kunyit yaitu berat tepung setelah diayak menggunakan pengayak (Tyler Sieve) adalah suhu 50C mesh 20 sebanyak 8,301 gr, mesh 40 sebanyak 14,299gr, mesh 60 sebanyak 5,927gr dan lolos sebanyak 38,048 gr, pada suhu 60C mesh 20 sebnyak 7,261 gr mesh 40 sebanyak 11,850 gr mesh 60 sebanyak 5,305 gr dan lolos sebanyak 48,262 gr dan suhu 70 mesh 20 sebanyak 4,855 gr mesh 40 sebanyak 14,725 gr mesh 60 sebanyak 7,113 lolos sebanyak 49,530 gr, sehingga mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh suhu terdapat kehalusan tepung kunyit yaitu dengan suhu 70C.
AYUB NONO BUKA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Sampah Organik Rumah Tangga Dengan Teknik Takakura di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Buka .A*) Koehuan E, Jonatan.*) Lano. M. L.*) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknoligi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Sampah Dapat Menimbulkan Gangguan Sosial Ekonomi Dan Gangguan Kesehatan Selain Menimbulkan Pencemaran. Sampah Rumah Tangga Adalah Sampah Dari Kegiatan Sehari-Hari Dalam Rumah Tangga Yang Tidak Termasuk Sampah Spesifik Dan Tinja (Warjoto, Dkk. 2018). Pengomposan Dipandang Sebagai Salah Satu Cara Yang Tepat Untuk Mengatasi Permasalahan Sampah, Karena Pembuatannya Mudah Dan Murah. Berdasarkan Pengamatan Awal Yang Dilakukan, Diperoleh Sampah Organik Di Desa Mata Air Perhari Sebanyak 1-2 Kg. Bahkan Seringkali Yang Dihasilkan Perhari 4-5 Kg Dari Masing-Masing Rumah. Sampah Organik Dapat Diolah Dengan Teknik Pengomposan.Sampah Merupakan Salah Satu Permasalahan Di Indonesia, Seperti Yang Kita Ketahui Sampah Merupakan Sisa Kegiatan Sehari – Hari Manusia Dan/Proses Alam Yang Berbentuk Padat. Sampah Di Indonesia Dilihat Dari Komposisinya Sebagian Besar Adalah Sampah Hayati, Atau Secara Umum Dikenal Sebagai Sampah Organik. Sampah Organik Merupakan Sampah Yang Berasal Dari Sisa-Sisa Makanan Dan Sayur-Sayuran Yang Tidak Dimanfaatkan Lagi. Penelitian Ini Dilakukan Dengan Mendatangi Lokasi Limbah Organik Rumah Tangga Di Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang. Penelitian Ini Dilakukan Melalui Beberapa Prosedur Yaitu Pembuatan Media Fermentasi, Pembuatan Keranjang Takakura, Dan Proses Pengomposan.Pembuatan Media Fermentasi Terdiri Atas 2 Jenis Larutan Yaitu Larutan Gula Merah Dan Garam. Kedua Larutan Starter Tersebut, Dibuat Dengan Cara Mengisolasi Mikroba Dari Bahan Makanan Seperti Tempe, Tape, Maupun Sisa Sayuran Dan Buah-Buahan. Kata Kunci: Takakura,Fermentasi,Sampah Organik. Penguji I: Dr. Nikodemus P. P. E. Nainiti, MP Penguji II: Ir. Jemmy J. S. Dethan, MP
AYU ASHINTA DELVINA DIMA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Ayu Ashinta Delvina Dima 1) Haba Bunga, F.J. 2) Dethan J. J. S.3) Program studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Tepung buah sukun (Artocarpus atilis) merupakan salah satu bahan pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan berbagai produk pangan. Buah sukun kaya akan karbohidrat, protein, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Selain itu, buah sukun juga dapat ditemukan dengan mudah dan memiliki harga yang terjangkau. Oleh karena itu, penggunaan tepung buah sukun dalam produk pangan dapat meningkatkan nilai tambah dari buah sukun itu sendiri. Pengeringan merupakan cara untuk menghilangkan sebahagian besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas dari sumber alami (sinar matahari) atau buatan (alat pengering). Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas untuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media pengering yang biasanya berupa panas (Thaib). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan Satu factor suhu. Perlakuan yang diuji adalah suhu pengeringan buah sukun yaitu 50, 60, 70, dan 80°C dengan lama waktu pengeringan masing-masing suhu 5 jam. Setiap perlakuan akan dilakukan dengan 16 pengulangan, sehingga akan diperoleh 4 satuan percobaan. Dalam penelitian ini dimulai dari proses pengupasan dan pencucian sukun, lalu di potong menggunakan pisau. Kemudian sukun dikeringkan menggunakan tray drayer/alat pengering dengan variasi suhu 50°C 60°C 70°C 80°C dan lama waktu pengeringan masing-masing 5 jam. Setelah selesai proses pengeringan, sukun ditepungkan menggunakan blender dan durasi penepungan yaitu 10 menit. Setelah penepungan selesai, tepung sukun diayak menggunakan ayakan standard Tyler untuk mendapatkan nilai diameter rata-rata butiran dan tingkat kehalusan tepung. Hasil tepung yang lolos ayakan 60 mesh digunakan untuk mengetahui kualitas fisik dari tepung sukun tersebut.
APRIANA ABUK
2023 · Book · Open Access
PENGARUH BEBERAPA METODE PENGERINGAN ALAMI DAUN KELOR TERHADAP KADAR AIR DAUN KELOR ABSTRAK Apriana Abuk.*) Haba Bunga, F.J.**) Makaborang M.**) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Daun kelor (moringa oleifera) merupakan tanaman yang berkhasiat dengan memanfaatkan seluruh bagian dari tanaman Kelor mulai dari daun,kulit batang,biji hingga akarnya. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan daun kelor terhadap kualitas tepung daun kelor dan Untuk mendapatkan metode pengeringan daun kelor yang tepat terhadap kualitas tepung daun kelor terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Metode penelitian ini adalah eksperimen yaitu mengukur kadar air,suhu dalam waktu pengeringan, laju penurunan berat bahan harian.Metode pengeringan adalah memilih daun kelor segar, daun tua, utuh dan kondisi baik, dengan pemisahan daun kelor dari tangkai dan di timbang sebanyak 50 gram untuk setiap ulangan di lanjutkan dengan pengeringan dalam 3 hari. Dapat di simpulkan Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan daun kelor berpengaruh nyata terhadap berat akhir dan kadar air akhir tepung daun kelor. Metode pengeringan daun kelor menggunakan paranet menghasilkan berat akhir terendah 10,6 gr dan kadar air akhir 2,92 % yang berbeda nyata dengan perlakuan metode pengeringan matahari langsung, pengeringan dengan peutup terpal dan pengeringan dalam ruangan. Kata kunci : daun kelor,kadar air, suhu dalam waktu pengeringan. Keterangan *)peneliti *)pembimbing
MARTIN ALFIAN DA POREZ LABA WAHANG
2023 · Book · Open Access
PENGARUH PERBEDAAN JENIS TANAH DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN AIR TERHADAP PERTUMBUAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU ABSTRAKSI Wahang. A. M *) Nainiti N.P.P.E **)) Makaborang. M. **))) Suatu penelitian ini dengan Pengaruh Jenis Tanah dan Interval Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Terung Ungu telah dilaksanakan pada lahan di Desa Oemofa, Oefeto Timur pada tanggal 06, Oktober sampai dengan 07, Desember 2022. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis tanah dan interval waktu pemberian air terhadap pertumbuhan dan hasil tanman terung ungu.. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode percobaan RAL. Dalam penelitian ini perlakuan jenis tanah memberikan pengaruh nyata tapi tidak signifikan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah buah terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terung ungu.Interval pemberian air berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah buah terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terung ungu. Interval waktu pemberian air 1 liter / 1 hari pada tanah alluvial T1A1 menunjukan hasil tertinggi pada parameter tinggi tanaman 83,13 cm dan nilai rata-rata terendah 68,88 cm pada kombinasi perlakuan T2A2 di tanah mediteran dan interval waktu pemberian air 1 liter / 3 hari. Hasil analisis ragam menunjukan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan pemberian air dan jenis tanah yang memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun dengan parameter rata-rata jumlah daun tanaman tertinggi 35,50 helai pada kombinasi perlakuan T1A1 dan berat basah buah 196,18 gram pada kombinasi perlakuan T1A1. Kata kunci : Interval waktu pemberian air, Alluvial, Mediteran
RICHARD S.P. KARIBERA
2023 · Book · Open Access
PENGARUH INTERVAL PENGALIRAN AIR PADA PIPA HIDROPONIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN SAWI SENDOK (PAKCHOY) Karibera .P.S.R*) Dethan S. J. J **)) Lano.L.M ***))) Negara Indonesia menjadikan sektor pertanian sebagai sektor yang paling utama. Budidaya pertanian meliputi kegiatan untuk mengembangbiakan salah satu tanaman dengan nilai jual yang tinggi. Salah satu tanaman yang memiliki nilai jual yang tinggi yaitu tanaman sawi sendok (pokcoy). Pakcoy atau sawi merupakan tanaman dari genus Brassica yang memiliki beberapa spesies yaitu sawi putih (sawijabung), sawihijau (sawiasin) dan sawi huma (pakcoy). Pakcoy dimanfaatkan daunnya sebagai bahan pangan, baik segar maupun olahan (Anonimous, 2011). Tanaman pakchoy termasuk tanaman yang berumur pendek dan memiliki kandungan gizi yang diperlukan tubuh.
APRILIA AGUSTINA MALISA HAYONG
2023 · Book · Open Access
aaa
KRISTIAN PANGGA LEGHU
2023 · Book · Open Access
vi
PENGARUH LAMA WAKTU PENGADUKAN TERHADAP
RENDEMEN DAN KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO)
ABSTRAK
Tanaman kelapa (Cocos nucifera) merupakan salah satu tanaman industri
yang memegang peranan penting bagi kelangsungan bangsa Indonesia. Kelapa
merupakan salah satu komoditas perkebunan selain kakao, sawit, dan lada.
Komoditas ini telah lama dikenal dan hampir ditanam di seluruh Indonesia, terutama
di daerah pantai. Sentr produksinya menyebar di Sumatra, Jawa, Sulawesi, NTT dan
Maluku. Bagian utama kelapa yang dimanfaatkan adalah daging buah kelapa.
Umumnya daging kelapa hanya dimanfaatkan untuk membuat kopra, padahal buah
kelapa dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk. Virgin Coconut Oil
(VCO ) atau minyak kelapa murni atau yang disingkat VCO dibuat dengan cara
memodifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga menghasilkan produk
dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau
harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan
Virgin Coconut Oil merupakan salah satu minyak yang mempunyai banyak
manfaat bagi kehidupan manusia., karena tingginya kandungan asam lemak jenuh
rantai pendek dan sedang. Virgin Coconut Oil dapat dibuat dengan cara pengadukan
(sentrifugal). Permasalahan yang timbul adalah bagaimanakah pengaruh waktu
pengadukan terhadap kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) kadar air dan komposisi
Virgin Coconut Oil (VCO)? dan Berapakah waktu pengadukan yang optimum untuk
menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kualitas terbaik? Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pengadukan terhadap kualitas
Virgin Coconut Oil (VCO) dan mengetahui waktu pengadukan yang optimum untuk
menghasilkan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan kualitas terbaik.
Sampel yang digunakan yaitu Virgin Coconut Oil yang dibuat dengan waktu
pengadukan 20 menit, 25 menit, 30 menit, dan 35 menit dan 40 menit. Sampel yang
dianalisis kualitasnya kadar air,dan komposisi Virgin Coconut Oil (VCO). Komposisi
Virgin Coconut Oil (VCO. Hasil penelitian diperoleh bahwa waktu pengadukan yang
berbeda mempengaruhi kualitas Virgin Coconut Oil (VCO) yang dihasilkan, yaitu
dengan bertambahnya waktu pengadukan, maka kadar air semakin besar dan hanya
waktu pengadukan 25 menit yang mempunyai angka peroksida. Dari hasil penelitian
dapat dilihat bahwa waktu pengadukan yang paling optimum untuk membuat Virgin
Leghu P. Kristian Bunga.H.J.Fredrik * Dethan .S.J.J **
vii
Coconut Oil (VCO) dengan kualitas terbaik adalah 20 menit, yang mempunyai relatif
asam laurat sebesar 0,365.
Kata kunci: Virgin Coconut Oil,Kadar Air,Pengadukan
YUNI KEMALA DEWI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Yuni Kemala Dewi*) Haba Bunga, F.J. **) Dethan J. J. S. **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Pemantauan suhu pada proses pengeringan merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi kualitas warna, tekstur dan vitamin pada daun kelor. Suhu yang tepat pada proses pengeringan daun kelor akan menghasilkan kualitas yang baik. pemantauan suhu juga dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang terjadi pada proses pengeringan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui bagaimana merancang penggunaan sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering.dan menguji kinerja sensor DHT11 dengan arduino pada alat pengering daun kelor untuk mengatur suhu dan kelembaban ruang pengering. Penelitian ini merupakan penelitian kerekayasaan. Perancangan alat dilakukan dengan menyiapkan semua alat-alat yang diperlukan dan membuat source code arduino untuk arduino yang dihubungkan dengan kabel jumper ke sensor DHT11 dan LCD, relay dan Fan sehingga hasil yang di peroleh dapat di baca oleh LCD. Pemantauan suhu dan kelembaban di ambil tiap 15 menit selama 7 jam , apabila ada perubahan suhu pada proses pengeringan setiap tahapan pengeringan maka kipas secara otomatis akan menyala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perancangan alat terdiri dari perancangan perangkat keras berupa Arduino Uno dan Sensor DHT 11, LCD dan Fan serta perangkat Lunak program sistem pemantau yang terdiri dari iniaslisai program pada Arduino Ide telah dapat dirancang dan berfungsi dengan baik. Berdasarkan hasil pengujian alat di dapatkan rata-rata kadar air yang diperoleh adalah 7,2% dari kadar air awal 73%. Kata Kunci : Daun Kelor,Arduino Uno, DHT11,Suhu, Kelembaban
Ajat Sudrajat
2023 · Book · Open Access
Analysis on Protestant ethics, and capitalism in the context of reformation movement of Islam in Indonesia.