Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 133 dari 177

Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia

Sri Handayani
2021 · Book · Open Access

Anatomi dan fisiologi adalah ilmu yang mempelajari urai tubuh beserta fungsinya. Sebagai pun calon tenaga kesehatan sudah menjadi keharusan bahwa setiap pelayanan kesehatan yang dilakukan harus mengerti terhadap keilmuan dasar. Anatomi perlu dimengerti karena menjadi dasar pertimbangan dalam setiap tindakan asuhan kepada pasien. Demikian juga, anatomi fisiologi tubuh manusia , terutama terkait kulit, rambut dan kuku menjadi suatu ilmu pendukung bagi mahasiswa AKS-AKK prodi tatarias, karena penting untuk memhami anantomi fisiologi ini sebagai ilmu yang memperkuat keterampilan dalam pemberian perawatan pada manusia. Secara umum buku ini terbagi dalam 3 bagian yaitu bagian . Bagian pertama menjelaskan pengantar anatomi sistem dan organ tubuh. Dimulai dari istilah-istilah dalam anatomi, sistim muskuloskeletal, syaraf, jantung dan pembuluh darah, darah dan sistim imunitas, pernafasan, pencernaan, reproduksi, perkemihan, endokrin, integument serta persepsi sensori, vitamin, dan mineral. ke dua fungsi dari masing-masing sistim/organ tubuh dan yang ketiga, menjelaskan beberapa gangguan ringan pada beberapa organ tersebut terutama kulit, rambut dan kuku. Buku Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia ini berupaya memaparkan dengan lebih sederhana, sehingga mudah dimengerti oleh mahasiswa perawat maupun mahasiswa prodi tatarias AKS-AKK, namun demikian, mata kuliah ini sangat sulit karena kompleksitasnya. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh ragangan gambar untuk memperjelas, dan memudahkan serta dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan lebih mudah dipelajari dan diingat. Semoga sederhana ini sangat berguna bagi mahasiswa dan perawat praktisi di tatanan pelayanan, Juga, mahasiswa tata rias.

PENGARUH LIMBAH CAIR PEWARNA ALAMI BERBAHAN DASAR MENGKUDU (Morinda citrifolia L.)TERHADAP PERKECAMBAHAN TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseous radiatus L.)

NOLDIN ELINDA MANGGOA
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Kacang hijau (Phaseolus radiates L.) merupakan tanaman yang sudah dikenal lama dan memiliki keunggulan dibandingkan dengan tanaman kacang-kacangan lainnya. Kacang hijau aalah saalah satu tanaman yang memiliki banyak rmanfaat sebagai sumber protein. Berdasarkan keragaman manfaat yang dimiliki kacang hijau, diperlukan upaya untuk mempertahankan kelestariannya dan meningkatkan produksi tanaman yaitu dengan melakukan pengelolaan dan teknik pembudidayaan yang tepat. Penelitian ini bertuan untuk menganalisis pengaruh limbah cair pewarna alami berbahan dasar mengkudu terhadap perkecambahan tanaman kacang hijau. Benih yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bibit yang berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan 4 taraf perlakuan yang terdiri atas 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% dan diulangi sebanyak 5 kali. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan berkecambah, dan nilai rata-rata perkecambahan harian.Data empiris yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (uji F), dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5%, Jika FhitungFtabel (α=0,05). Berdasarkan hasil uji ANOVA, dari ketiga parameter pengamatan pemberian limbah cair pewarna alami terhadap perkecambahan benih kacang hijau tidak berpengaruh berbeda nyata antar setiap perlakuan karena FhitungFtabel(ρ0,05). Dengan demikian, maka penelitian ini tidak dapat di uji lanjut

Inventarisasi Jenis-Jenis Tanaman Pisang (Musa sp) Dan Pemanfaatannya Oleh Masyarakat Di Desa Apren Kecamatan Amarasi

NOVANDI MAROO
2021 · Book · Open Access

Kecamatan Amarasi adalah salah satu kecamatan mempunyai sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah yang dapat meningkatkan kebutuhan masyarakat petani. Tanaman pisang sebagai salah satu jenis tanaman yang dijadikan sebagai bahan makanan maupun bahan obat-obatan, selain dijadikan sebagai bahan makanan dan bahan obat-obatan dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi para petani di Kecamatan Amarasi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tanaman pisang yang ada diperkebunan para petani di Desa Apren, dan untuk mengetahui bagaimana para petani di Desa Apren memanfaatkan tanaman pisang dalam keperluan sehari-hari baik  secara budaya maupun ekonomis, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi, metode eksplorasi digunakan untuk mengamati bagian permukaan dari tanaman pisang, Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakuan, diinventarisasikan 8 jenis tanaman pisang yang ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat di halaman rumah maupun di perkebunan masyarakat di Desa Apren. Jenis-jenis tanaman pisang yang ditemukan yaitu jenis pisang merah mempunyai nama latin musa velitia nama lokal uik tembaga, pisang meja mempunyai nama latin musa x paradisiaca L nama lokal uik me, pisang raja mempunyai nama latin musa textilia nama lokal uik raja, pisang barangan hitam mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang barangan putih mempunyai nama latin musa acuminate L nama lokal uik goreng, pisang kepok mempuyai nama latin musa paradisiaca L. var. bluggoe nama lokal uik rote, pisang ambon mempuyai nama latin musa cavendishii var giant paxton nama lokal uik ambon, dan pisang susu mempunyai nama latin musa paradisiaca var.nana nama lokal uik susu. Berdasarkan perhitungan jumlah responden dalam memanfaatkan tanaman pisang oleh masyarakat di Desa Apren maka presentase pemanfaatan bagian organ dari pisang merah yaitu daun 14,28%, buah 61,90%, batang 4,76%, Jantung 19,04%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang meja daun 9,52%, buah 61,90%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang raja daun 9,52%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 28,57%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan hitam daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang barangan putih daun 4,76%, buah 57,14%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang kapok daun 4,76%, buah 52,38%, batang 4,76%, jantung 23,80%. Presentase pemanfaatan bagian organ pisang ambon daun 9,52%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 9,52%. Dan presentase pemanfaatan bagian organ pisang susu daun 4,76%, buah 76,19%, batang 4,76%, jantung 14,28%. Berdasarkan wawancara dan pembagian kuisoner pemanfaatan bagian tanaman pisang yang lebih menjadi komoditi primadona adalah buah pisang. Pemanfaatan buah pisang dalam kehidupan masyarakat di Desa Apren yaitu sebagai bahan makanan maupun dijual untuk meningkatkan kebutuhan ekonomi masyarakat petani. Hasil pemanfaatan bagian tanaman pisang berdasarkan bagan bagian tanaman pisang yaitu daun 52,36%, Buah 438,04%, batang 38,08%, jantung 185,69%.int parts based on the banana plant part chart are leaves 52.36%, fruit 438.04%, stems 38.08%, heart 185.69%.

“SEKOLAH MINGGU DI MASA NEW NORMAL” Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ibadah Sekolah Minggu di Masa New Normal Bagi Pertumbuhan Iman Anak di Jemaat GMIT Kemah Ibadat Airnona”

RYDWAN A DUBU DARI
2021 · Book · Open Access

Pendidikan dalam gereja merupakan wadah bagi anggota jemaatnya dalam menerima pembelajaran yang baik guna membantu menemukan hal-hal yang berhubungan dengan spiritual jemaat. Demikian pula dengan pendidikan yang dilakukan oleh gereja untuk pertumbuhan iman anak dan remaja. Anak dan remaja diberi ruang khusus yakni sekolah minggu dalam menerima pembelajaran iman. Sekolah minggu menjadi tempat anak dan remaja untuk belajar dan mengenai iman mereka sehingga ketika mereka dewasa maka mereka mampu mengekspesikan iman mereka sebagai sesuatu yang berharga. Sekolah minggu yang diharapkan dapat membantu anak dan remaja dalam menemukan iman mereka kini harus berhadapan dengan tantangan pandemic covid-19. Situasi ini membuat anak dan remaja harus menerima kenyataan untuk dibatasi dalam menerima pengajaran gereja tentang iman Kristen. Model sekolah minggu yang di praktekkan oleh gereja dan pengajar menjadi pergumulan berat yang harus sama-sama diselesaikan di masa pandemic ini. Anak-anak harus bersekolah minggu dengan menggunakan media komunikasi yang di mana tidak semua anak memperolehnya. Ada peran orangtua dalam membantu anak-anak untuk beribadah secara mandiri di rumah masing-masing, namun dalam kenyataannya pendampingan tersebut tidaklah seperti yang diharapkan. Anak-anak tidak tertarik dengan model liturgy yang diberikan, cara pembelajaran di rumah dan anak-anak cenderung bosan dengan situasi sekolah minggu tanpa bertemu langsung dengan teman-teman dan guru-gurunya. Model pembelajaran yang tidak kreatif dan tidak adanya kerja sama yang baik dari orangtua dalam memberikan pendampingan kepada anak ketika bersekolah minggu di rumah akhirnya menjadi masalah bagi pertumbuhan iman anak. Untuk itu, perlu adanya model pembelajaran yang kreatif dalam meningkatkan minat anak dalam beribadah di rumah masing-masing karena dengan demikian, anak-anak akan dengan sendirinya menerima pengajaran dan membentuk mereka menjadi manusia dewasa yang akan iman kepada Yesus Kristus. Model pembelajaran kreatif menjadi alasan bagi gereja dan para pengajar untuk menerapkannya bagi pelayanan anak dan remaja. Karena model tersebut dapat membantu guru mapun anak dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran kreatif akan menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif sehingga dalam memberdayakan segala kemampuannya dalam mendidik anak. Model tersebut juga dapat menghasilkan generasi penerus yang memiliki ide-ide baru dan kreatifitas-kreatifitas dalam membangun sebuah pola pikir yang baik menuju pada kedewasaan imannya. Bentuk pengajaran yang dilakukan dengan ketekunan dan bertanggungjawab merupakan tugas yang harus laksanakan oleh pengajar sebagai bentuk perintah langsung dari Allah. Pengajaran dilakukan secara terus menerus dalam situasi apapun agak ketaatan kepada Allah terus dipelihara dari generasi ke generasi. Dengan demikian, gereja dan para pengajar dapat memenuhi kebutuhan iman anak dengan baik dan dapat membantu mereka menghadapi setiap tantangan-tantangan yang ada sehingga mereka dapat bertumbuh secara dewasa berdasarkan iman Kristen. Kata Kunci : Sekolah Minggu, Kurang Kreatif, Model Pembelajaran

“BERDUKACITA DI TENGAH PANDEMI COVID-19” Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Dampak Pembatasan Sosial Selama Pandemi Covid-19 Bagi Keluarga Yang Berduka Di Jemaat GMIT Imanuel Kefamenanu

RICHARD SOEMARDI L KARIMON
2021 · Book · Open Access

Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.

“SKOL BIFE METO” Suatu Tinjauan Teologi Gender Terhadap Peran Skol Bife Meto bagi Pendidikan Kesetaraan Gender di Desa Anin, Kecamatan Amanatun Selatan – Kabupaten Timor Tengah Selatan”

THIMATIUS CHRISTIAN BOYMAU
2021 · Book · Open Access

Kehidupan patriarki merupakan kehidupan yang di dominasi oleh kekuasaan laki-laki. Kekuasaan tersebut membuat lali-laki menjadi yang utama dalam berbagai bidang, misalnya pendidikan, khususnya di tanah Timor (suku Timor). Laki-laki diberi hak untuk mendapatkan pendidikan terbaik, sedangkan perempuan lebih pada urusan dapur. Inilah yang menyebabkan perempuan Timor menjadi tidak bebas untuk melakukan sesuatu. Hasil produktifitas perempuan menjadi menurun dan perempuan menjadi tertinggal dibandingkan dengan laki-laki . Melihat hal ini, pemerintah dan gereja bersepakat untuk mendirikan sekolah bagi perempuan yang diberi nama Skol Bife Meto. Secara etimologis, Skol Bife Meto berasal dari bahassa Timor yakni; Skol yang berarti sekolah, Bife yang berarti perempuan, dan Meto yang berarti Timor, jadi Skol Bife Meto berarti Sekolah Perempuan Timor. Sekolah ini didirikan dengan tujuan agar perempuan Timor mempunyai kesempatan untuk memberi perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Fokus penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Skol Bife Meto di Desa Anin, Kec. Amanatun Selatan Kab Timor Tengah Selatan sebagai bagian dari upaya untuk mengangkat derajat perempuan. Metode penelitian yang digunakan ialah deskripsi dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menemukan fakta untuk menggambarkan realita yang terjadi berdasarkan fenome-fenome yang ada. Kehadiran sekolah Bife Meto nampak membawa perubahan dalam kehidupan para siswi dan keluarga mereka. Banyak istri yang mulai berani berbicara kepada suami tentang pembagian kerja di dalam rumah. Bahkan ada juga suami yang mulai memiliki kesadaran bahwa bekerja dalam rumah bukan semata-mata tugas seorang istri, tetapi tanggung jawab bersama sebagai anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan tempat yang penting bagi kehidupan perempuan untuk hidup di tengah masyarakat yang patriarki. Dengan mendapatkan pendidikan yang baik maka perempuan dapat mengubah kehidupannya. Perempuan diciptakan Allah untuk menjadi penolong yang sepadan dengan laki-laki (Kej.2:21-22). Laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah yang sama tanpa membedakan bentuk dan rupa sehingga pemaknaan tentang kehadiran perempuan di samping laki-laki adalah supaya laki-laki dan perempuan dapat secara bersama-sama dalam mengusahakan dan memelihara segala makhluk ciptaan Allah lainnya. Kesetaraan gender yang diperjuangkan di Skol Bife Meto ini adalah bagian dari pergumulan teologis tentang kesetaraan gender. Oleh karena itu, telaah tentang penciptaan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah menjadi bagian yang penting dalam melihat keseteraan gender secara teologis. Hal ini bertujuan untuk melihat bagaimana kesetaraan gender dapat nampak dalam tafsiran kitab suci, yang sering menggunakan kaca mata patriarki, jika menggunakan kacamata gender. Kata kunci: Skol Bife Meto, gender, pendidikan

“Futu Smanaf” Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap praktek futu smanaf dan Relevansinya Bagi Jemaat GMIT Siloam Battuna

YULFETRI REO
2021 · Book · Open Access

Warga Jemaat GMIT Siloam Battuna adalah salah satu jemaat yang berada di wilayah Klasis Amarasi Barat yang berlokasi di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Jemaat di tempat ini meskipun sudah menerima Injil tetapi masih melakukan praktek-praktek agama suku sampai hari ini. Salah satunya adalah praktek futu smanaf yang penulis kaji dalam penulisan karya ilmiah ini. Topik permasalahan yang menjadi perhatian penulis adalah usaha dari jemaat untuk mempertahankan nyawa mereka dalam rangka memperoleh umur panjang (hidup lebih lama). Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologis kontekstual milik Richard Niebuhr yakni Kristus pengubah dan pembaharu budaya. Pendekatan ini menekankan bahwa sebaik apapun kebudayaan tetap adalah dosa karena berasal dari manusia yang berdosa. Melalui kematian Kristus telah menang atas dosa dan Roh Kudus bekerja memperbaharui dan mentransformasi kebudayaan. Karena itulah, kebudayaan dapat diterima dalam kerangka iman, secara serentak kebudayaan juga disoroti, dinilai atau dievaluasi. Tujuannya supaya iman Kristen menjadi nafas atau warna kebudayaan. Dengan berdasar pada pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan praktek futu smanaf menjadi sebuah kebiasaan yang sangat bertentangan dengan dogma atau ajaran kekristenan. Kehadiran praktek tersebut menjadi suatu ancaman bagi gereja hari ini, juga dapat mempengaruhi iman percaya jemaat. Gereja akan kehilangan jati dirinya bahkan jemaatnya jika tidak dengan cepat menuntun orang-orang yang melakukan praktek tersebut kembali kepada jalan yang benar. Peran gereja dalam meyakinkan kembali iman jemaatnya sangat diperlukan. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dualisme dalam persekutuan bergereja. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan suatu kebenaran bahwa praktek futu smanaf dilakukan sebagai upaya untuk mempertahankan hidup dari kematian sekaligus untuk memperoleh umur panjang. praktek tersebut dilakukan secara tersembunyi (rahasia) serta tidak melibatkan banyak orang dalam pelaksanaannya. praktek tersebut menuntun orang untuk meninggalkan Tuhan, Pencipta dan pemilik kehidupan serta berpaling kepada penguasa-penguasa duniawi. Tiga kata kunci dalam karya ilmiah ini adalah, pertama: usaha manusia mempertahankan hidup dalam hal ini menggunakan praktek futu smanaf, kedua: konsep memelihara hidup menurut Alkitab PL dan PB dan ketiga: hakekat manusia

“ALLAH MENOPANG DI MASA KRISIS” Suatu Tinjauan Pastoral Mengenai Pendampingan Pastoral Gereja Bagi Kaum Lansia Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Jemaat Gmit Bait El Kampung Baru Penfui

RICHARD A MENNO
2021 · Book · Open Access

Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan

“RITUS JANG’U ATERA” “Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual Terhadap Ritus Jang’u Atera, dan Implikasihnya bagi pelayanan di Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala, Klasis Alor Barat Laut”

THESA SULUWETANG
2021 · Book · Open Access

Jemaat GMIT Mahanaim Melangwala adalah salah satu jemaat yang berada di Desa Pura Barat, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Jemaat masih terikat dengan adat istiadat dalam kampung tersebut. Sebagai manusia yang hidup dalam kebudayaan, tentu kita tidak bisa memisahkan diri dari budaya atau melepaskan diri dari budaya, karena kita ada dalam budaya dan budaya melekat dengan kita. Adat istiadat ini masih dipelihara dan dilakukan secara turun tumurun yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka sebagai makluk yang berbudaya. Salah satunya yang penulis ambil, dan menulisnya sebagai suatu kajian ilmiah adalah ritus Jang’u Atera. Ritus Jang’u Atera suatu proses penerimaan perempuan yang dilakukan oleh jemaat ketika calon istri dan istri hadir di Melangwala. Proses penerimaan dilakukan agar sang calon istri dan istri mendapatkan keturunan, mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan bersama suami, serta terhindar dari celaka yang akan mengancam hidup mereka. Dalam menyelesaikan tulisan ini, penulis menggunakan sebuah pendekatan teologi kontekstual, yakni pendekatan sintesis yang dijabarkan oleh Stephen B. Bevans. Model sistesis ini menunjukan adannya teologi jalan tengah yang menekankan bahwa tadisi kekristenan dan kebudayaan dalam sebuah konteks memiliki nilai kebenarannya masing-masing. Kebudayaan dan kekristenan saling berinteraksi dan saling memberi sumbangsih bagi kelanjutan bagi budaya dan Kekristenan. Dengan adannya sikap saling terbuka maka Allah dalam kemahakuasaaNya tetap berkarya dalam kehidupan berbudaya. Allah berbicara kepada umat melalui perantara. Allah memperkenalkan diri melalui perantara para nabi. Jadi Allah menyampaikan identitas dengan gambaran bahwa ketika Allah menyampaikan identitas sebagai Allah, Allah juga ingin menyatu dengan warga jemaat agar bisa menerima berita sebagai satu berita yang bisa menyatu dengan masyarakat dan bisa mempengaruhi mereka serta bisa menerima sebagai Tuhan atau berbalik kepada allah lain. Ritus Jang’u Atera dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis menemukan adanya kata-kata kunci yakni, hubungan manusia dengan Allah, dan manusia dengan alam. Dimana manusia dalam kehidupannya melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan kepada Tuhan, sehingga manusia seharusnya mentaati dan menjalankan tugas Allah sebagai Pencipta makluk hidup yang ada di dunia. Kedua adalah penghargaan terhadap perempuan.Ritus Jang’u Atera yang dilihat penulis merupakan suatu penghargaan terhadap perempuan di Pura-Melangwala. Ketiga identitas perempuan, Identitas Perempuan menjadi warisan budaya di Pura-melangwala. Dalam dunia Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, perempuan seringkali tidak mendapat sebuah kedudukan dalam keluarga. Oleh Karena itu melalui penulisan ritus Jang’u Atera ini sekaligus membicarakan penghargaan terhadap perempuan dan merupakan identitas diri dari sebuah budaya.

Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Penyebab Penyakit Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum

MAGDALENA ROSIANA TUPA
2021 · Book · Open Access

MAGDALENA ROSIANA TUPA (17392122). Karakterisasi dan Identifikasi Bakteri Ice-ice Penyebab Penurunan Mutu Bahan Baku Rumput Laut Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum. Di bawah bimbingan : Yunialdi H. Teffu, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang Penyakit ice-ice menyebabkan penurunan produksi dan mutu bahan baku pangan, tidak hanya menurunkan hasil panen (60-70%) tetapi dapat menyebabkan gagal panen. Jenis bakteri patogen yang berpotensial menyebabkan penyakit ice-ice pada rumput laut adalah bakteri Vibrio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka lempeng total paling tinggi pada K.alvarezii Sulamu 4,5 X 106 dan paling rendah air laut 1 X 102 dan karakterisasi dari bakteri Vibrio ialah memiliki motil, memfermentasi glukosa dan mampu hidup pada NaCl 2-8%, bakteri yang teridentifikasi berdasarkan Bergey’s Manual Of Determinative Bacteriology yang terserang rumput laut pada penyakit ice-ice dengan kemiripan bakteri Vibrio alginolyticus 94-100%, Vibrio harveyi 91-100%, Vibrio vulnificus 94-97%, Vibrio fulvialis 97%, Vibrio metchnikovii 91-97%, Vibrio. Furnissii 91-94% dan Vibrio damsela 91% yang merupakan bakteri patogen, dapat menurunkan kualitas dari hasil panen bahan baku rumput laut. Pengukuran parameter lingkungan, suhu 27°C, 28°C dan 25°C, kecepatan arus 0.12 m/s, 0,21 m/s dan 0.13 m/s dan nilai pH 8

“Pengaruh Lama Perendaman Irisan Mangga Terhadap Proses Pembuatan Manisan Mangga Kering”.

MARTEN M. HERE
2021 · Book · Open Access

Marthen M. Here* Zet Malelak** Regina I. Banoet** ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Eksakta Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pada tanggal 20 mei 2021 sampai tanggal 5 juni 2021. Tujuannya adalah untuk mengetahui Pengaruh Lama Perendaman Dalam Larutan Gula (sukrosa) Terhadap Proses Pembuatan Manisan Mangga Kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) sebagai rancangan dasar dengan menggunakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 12 unit percobaan. Perlakuan terbaik dengan lama perendaman yang berbeda dalam pembuatan manisan mangga kering terdapat pada perlakuan C dengan lama waktu perendaman irisan mangga 9 jam menghasilkan nilai rata-rata rasa manisan mangga kering sebesar 4,822 (sangat suka),dan tekstur manisan mangga kering sebesar 4,778 (sangat memuaskan).

PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KADAR ALKOHOL DAN CITA RASA ANGGUR UWI UNGU (DioscoreaAlata)

JUNNAR NUBAN
2021 · Book · Open Access

ABSTRAKSI PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR TERHADAP KADAR ALKOHOL DAN CITA RASA ANGGUR UWI UNGU (DioscoreaAlata) JunnarNuban )* Ir. ZetMalelak, MP )** Ir. A. I.Medah,MP ) Program studiteknologihasilpertanianFakultasteknologipertanian Universitas Kristen ArthaWacanaKupang Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruhgulapasirterhadappembuatan wine dariumbiuwidanpenambahangula yang tepatterhadappembuatan wine uwiungu. Penelitianinitelahdilaksanakan di laboratorium Processing FakultasteknologipertanianUniversitas Kristen ArthaWacanaKupang.PenelitianinidilakukanmenggunakanRancanganAcaklengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 3 kali ulangansehinggamengasilkan 12 unit percobaan.Dengankomposisiperlakuandagingumbiuwi 500 gr danpenambahangulapadasetiapperlakuan (A 14 °Brik, B 16°Brik, C 18°Brik, D 20°Brik). Variabel yang diamatikadargula, pH, kadarAlkoholdanvariabelbebas yang diamatiadalahwarna, aroma dan rasa wine uwiungu. Hasilpenelitianiniimenunjukanperlakuanterbaikterdapatpadaperlakuan D dengannilai rata-rata alkohol 9,8 % , warna 4,267, aroma 4,2, dan rasa 4,133.

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN TUKIK PENYU LEKANG (Lephidochelys olivacea) DI LEKOMPOK MASYARAKAT PENGGERAK KONSERVASI (KOMPAK) PENYU TAEFUN

FIRENS RITMAN TANAEM
2021 · Book · Open Access

Firens Ritman Tanaem (15380130) “Pengaruh Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) Di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun”, dibawah bimbingan Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D, sebagai pembimbing utama dan Rockie R. L. Supit., S.Pi, M.Si sebagai pembimbing anggota. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ketersediaan dan kualitas pakan yang memadai sangat perlu mendapatkan perhatian dalam masa perawatan tukik. Pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi serta komposisi yang baik bagi pertumbuhan tukik ditentukan oleh kandungannya yang lengkap mencakup protein, lemak, dan karbohidrat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik penyu lekang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020, bertempat di Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi (KOMPAK) Penyu Taefun, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratoris. Dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian jenis pakan yang berbeda yaitu (P1) ikan tongkol, (P2) udang vaname dan jumlah ulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian didapatkan data rasio konversi pakan lebih baik pada perlakuan (P1) ikan tongkol 25,47±0,12 gram, data pertumbuhan panjang mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol 3,14±0,15 mm, data pertumbuhan lebar mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1)ikan tongkol 3,24±0,11 mm, dan data pertumbuhan berat mutlak lebih baik terdapat pada perlakuan (P1) ikan tongkol berat 4,41 ± 0,15 gram. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan pada rasio konversi pakan, panjang karapas, lebar karapas dan berat tubuh tukik penyu lekang (Lephidochelys olivacea) menunjukan pertumbuhan yang berbeda, walaupun nilai rasio konversi pakan dan berat tubuh tukik tidak memberi berpengaruh yang nyata.

“BERTINDAK ADIL TERHADAP KORBAN” Suatu Studi Eksegese Terhadap Yohanes 8:1-11 dan Implikasi Kepada Perempuan Sebagai Korban

SELLIMANSYE LINDA ULLY
2021 · Book · Open Access

Ketidakadilan terhadap perempuan telah terjadi dari zaman Yesus sampai dengan sekarang ini. Yohanes :1-11 menggambarkan dengan jelas tentang, bagaimana seorang perempuan yang tertangkap basah sedang melakukan perzinahan. Ia ditangkap oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi dan dibawa kehadapan Yesus untuk diadili atas kesalahannya tersebut. Menarik bahwa, tujuan utama dari ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut adalah menjatuhkan Yesus. Namun, karena mereka tidak mendapatkan kesalahan Yesus, maka mereka menjadikan perempuan tersebut sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus dengan jelas mengetahui niat jahat yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi tersebut. Yesus juga tahu bahwa, perempuan itu hanya dipakai sebagai alat untuk menjatuhkan-Nya. Yesus juga melihat bahwa, apa yang dilakukan oleh ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut adalah suatu bentu ketidakadilan. Mereka berusaha melancarkan niat jahat untuk menjatuhkan Yesus, dengan memakai perempuan tersebut. Yesus menunjukkan keadilan-Nya di sini. Ia menyelamatkan perempuan tersebut dari hukuman mati dan membongkar niat jahat ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi tersebut. Namun, hal penting lainnya ialah Yesus tidak menghendaki perzinahan, Ia dengan tegas memerintahkan perempuan tersebut untuk tidak melakukan kesalahannya lagi. Dan menarik bahwa perempuan tersebut tidak memberontak serta bertanggungjawab atas kesalahannya. Ia juga menyerahkan seluruh hidupnya kepada Yesus, karena ia tahu Yesus adalah Tuhan yang sanggup menyelamatkannya Di masa sekarang masih banyak perempuan yang menjadi korban dari ketidakadilan yang dipengaruhi oleh sistem dan kebudayaan, yang mana laki-laki menjadi dominan di dalamnya. kaum laki-laki. Mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan, karena sedang dalam tekanan yang sangat berat. Perempuan-perempuan tersebut juga mengalami kekerasan secara fisik. Jelas bahwa ketidakdilan sedang merajalela di masa sekarang ini. Oleh karena itu, dengan mendalami teks Yohanes 8:1-11 mengenai Perempuan yang berzinah, penulis berupaya mencari dan menemukan bagaimana seharusnya berlaku adil terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan, yakni dengan tidak menempatkan perempuan sebagai obyek namun menempatkannya sebagai subyek. Selanjutnya bagaimana seharusnya perempuan yang menjadi korban menghadapi permasalahannya, yakni dengan berpegang teguh kepada Tuhan dan tidak memberontak.. Untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan metodologi historis kritis agar memperoleh kerygma teks dan dapat diterapkan pada konteks.

Metathesis found in uab Meto verb of Amanuban and Amfo'an dialects on the Book of Mark

WINDA BIRE
2021 · Book · Open Access

ABSTRACT This study discuss about ”A Metathesis Found in Uab Meto Verb of Amanuban and Amfo’an Dialects on the Book of Mark”. The aim of study is: to find out types of metathesis found in Uab Meto verbs of Amanuban and Amfoa’an dialect on the Book of Mark. The researcher used qualitative method and theory suggested by Sona and Budiarta (2018) explained Uab Meto is unique in its verb construction and also interesting to study in terms of meaning. Those verbs have different forms, same meaning and most importantly metathesis was found there. As in Khafidhoh (2019) metathesis is one of the unique phenomena of language and has divided into five types. Namely; pure metathesis in the same syllable, pure metathesis in different syllable, metathesis followed by addition, metathesis followed by omission, and metathesis followed by addition and omission. The data is taken from the Book of Mark on Amanuban and Amfo’an version and was analyzed with using some procedures such as, selecting chapter to be analyzed, next is reading that chapter, identifying Uab Meto verb, and classifying the types of metathesis. After that, analyzing data and making conclusion. The result of this study showed that there were 45 verbs found in Amanuban and Amfo’an dialects which have metathesis. As the result, 11 verbs found as pure metathesis in the same syllable, 19 verbs found as pure metathesis in different syllables, 9 metathesis followed by addition, no metathesis followed by omission, and 6 metathesis followed by addition and omission. Keywords: Metathesis, Uab Meto verb, dialect, the Book of Mark.

An Analysis on Factors Influencing Online English Learning during Covid-19 at Artha Wacana Christian University Kupang in academic year 2019/2020

INDRAWATI BESY
2021 · Book · Open Access

ABSTRACT This study discusses about “An analysis on factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University Kupang in academic year 2019/2020”. The aims of study: to know the factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University. This research used descriptive qualitative method and collecting data by interview (give questionnaires in a manner online). The data were analyzed through stages, namely transcribing the data from the respondent into written data, identifying and classifying data based on the factors influencing online English learning during covid-19, from giving questionnaires and analyzing data. The researcher concludes that there are many factors are facing by students in their daily learning activity or online English learning during covid-19 and those aren’t ensuring students to interest and enjoy the learning nicely. The analysis data that take of factor influencing in online English learning in this current situation covid-19. Therefore, it is become problems for students which is happened during online learning but, the student always enjoy to join the online class. Although in this current situation of covid-19 the researcher showed readers that the English learning are still well even students facing many problems during the Online class, they are challenged and learned new things. Keywords: factors influencing, covid-19, Online Learnig and E-learning.

PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SD GMIT OENAEK

NOVILIA ROSINCE SIKI
2021 · Book · Open Access

Novilia Rossince Siki; Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek; “Analisis SWOT Terhadap Peran Sekolah GMIT dalam Membudayakan Pendidikan Multikultural di SD GMIT Oenaek Kupang Barat.” Pembimbing I: Pdt. Merensiana Hale, M.Th; Pembimbing II: Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, MA. Tulisan ini mengkaji persoalan pendidikan multikultural yang berlangsung di SD GMIT Oenaek. Sejauh mana pendidikan multikultural menjadi prioritas untuk diwujudkan dan dibudayakan melalui kajian kurikulum dan metode pembelajaran yang mencakup berbagai pengetahuan tentang keberagaman suku, budaya, bahasa, ras, gender, sosial dan agama, sebab melalui peranan pendidikan multikultural dapat mempersiapkan peserta didik sejak dini agar mampu bersikap terbuka dengan perbedaan yang ada serta mampu untuk mencegah dan menangani konflik yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan tersebut. Untuk itu, SD GMIT Oenaek sebagai sekolah yang berbasis agama Kristen Protestan diharapkan dapat menjadi wadah yang dapat membudayakan pendidikan multikultural ini. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah pertama, mendeskripsikan dan mengkaji konteks SD GMIT Oenaek. Kedua, mengkaji dan menganalisa sejauh mana peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Ketiga, merefleksikan peran SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai tujuan penulisan tersebut, maka metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dan observasi langsung ke lokasi penelitian dan penulis juga menggunakan penelitian pustaka untuk memahami literatur-literatur yang menunjang penulisan karya ilmiah ini. Sedangkan metode penulisan yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan deduktif lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT dan ditarik kesimpulannya menggunakan Balance Scorecard dan diakhiri dengan merefleksikan peran dari SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural. Mengacu pada hasil penelitian, maka penulis menemukan bahwa SD GMIT Oenaek sebagai sekolah berbasis agama Kristen Protestan belum dapat menjalankan perannya secara optimal. Faktor yang mempengaruhi baik secara internal maupun eksternal dan berdasarkan analisis yang telah dikaji dalam beberapa aspek yakni sejarah, struktur organisasi, visi misi, komposisi guru dan siswa, keadaan infrastruktur, keadaan sosial masyarakat dan sistem pendidikan, maka terdapat kekuatan dan peluang yang bisa menolong, akan tetapi terdapat juga kelemahan dan ancaman yang bisa menjadi penghambat. Adapun nilai-nilai multikulturalisme yang termuat dalam dasar biblis, serta bentuk tindakan kasih yang telah ditunjukkan oleh Yesus dapat menjadi kunci utama yang harus dimiliki semua orang agar mampu hidup berdampingan dengan damai dalam keberagaman dan menjadi acuan bagi pendidikan dalam konteks majemuk serta menjadi jalan bagi manusia untuk bisa saling mengenal dan mengasihi satu dengan yang lain. Dengan belajar hidup dalam perbedaan, berpikir terbuka untuk belajar budaya lain, menjunjung sikap saling menghargai, serta menjadi penyalur kasih merupakan peran atau nilai-nilai multikulturalisme yang diharapkan dapat dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi peran-peran tersebut belum dapat diwujudkan secara optimal oleh SD GMIT Oenaek. Untuk mencapai peran-peran tersebut, maka membutuhkan kerjasama serta partisipasi aktif dari berbagai pihak baik itu pengelola pendidikan, peserta didik, orang tua dan sistem pendidikan beserta fasilitas pendukung lainnya yang perlu ditingkatkan lagi, serta diharapkan dapat menjadi pendukung dalam meningkatkan kualitas SD GMIT Oenaek dalam membudayakan pendidikan multikultural di tengah kehidupan masyarakat majemuk yang semakin modern.

FENOMENA GAME ONLINE

MERYANTI NONI Y. DULLI
2021 · Book · Open Access

Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami adiksi terhadap game online. Adiksi yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai adiksi terhadap game online layak mendapat perhatian serta peran pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami adiksi,agar keluar dari situasi tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Teologi mengalami adiksi terhadap game online, dampak yang ditimbulkan dari adiksi dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi pastoral serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi Mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami adiksi. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai persoalan adiksi terhadap game online yang dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teologi Kupang. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa, para narasumber memiliki beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yakni: physical needs (kebutuhan fisik), safety needs (kebutuhan rasa aman), social needs (kebutuhan sosial), esteem needs (kebutuhan penghargaan) dan self actualizatione (kebutuhan aktualisasi diri). Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, mereka menggunakan game online, sehingga mengakibatkan adiksi. Adapun beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adiksi terhadap game online yakni: gangguan relasi sosial, gangguan akademik, gangguan kesehatan, gangguan psikologis, dan konsumtif. Sebagaimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa, tugas dari orangtua ialah memberi pengajaran bagi anaknya untuk mengasihi Allah yang Esa dengan melakukan segala perintahNya, dalam hal ini tidak mengikuti keinginan duniawi dan menduakan Allah. Orangtua yang dimaksud dalam tulisan ini ialah orangtua kandung dan dosen Fakultas Teologi yang memerankan peran, sebagai orangtua bagi mahasiswa di kampus.Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan membebaskan Mahasiswa dari adiksi terhadap game online, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan fungsi pendampingan pastoral yakni: fungsi membimbing, fungsi memulihkan dan fungsi memelihara.

Jangan Menghina Saudaramu

MURNIYATI PUTRI WOLE
2021 · Book · Open Access

Bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah memiliki sejarah pembentukan yang sangat panjang yang dimulai dari pemanggilan Abraham. Dalam catatan Kitab Kejadian, Allah mengikat perjanjian-Nya dengan Abraham dan keturunannya dan pewaris yang sah dari perjanjian itu adalah Ishak, anak Abraham dan Sarai. Selanjutnya, janji itu berlanjut kepada Yakub, anak bungsu Ishak dan Ribka, bukan Esau. Melukai perasaan Esau dan ia ingin membunuh adiknya itu. Meskipun Esau dan Yakub telah berdamai, namun konflik berlanjut pada keturunan mereka, yakni Edom dan Israel. Baik bangsa Israel maupun Edom menjalani relasi yang buruk dengan ingin menguasai satu dengan yang lain. Puncak konflik terjadi saat Edom terlibat dalam kehancuran kota kota Yerusalem. Dalam situasi krisis yang dialami penduduk Yehuda akibat kehancuran itu, Allah mengutus Obaja sebagai nabi Yehuda untuk menghibur mereka dan menyatakan keadilan-Nya. Kitab Obaja 1:12-15 berisi penyesalan Obaja yang mendalam atas perilaku kejam Edom yang menghina dan menindas Yehuda pada saat mereka diserang oleh Babel. Allah adalah Yang Mahakuasa, yang berkuasa dan memberikan ganjaran setimpal kepada umatNya juga dunia bangsa-bangsa. Konflik antara saudara tidak unik hanya pada Edom dan Yehuda, sebab hal yang serupa terjadi antara Jemaat GMIT Efrata Oelmasi dengan komunitas masyarakat dari Timor-Timur di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Pada tahun 2014 pecah satu konflik besar dan proses perdamaian sudah dilakukan, namun sampai sekarang bentrok sering berulang. Situasi yang terlihat damai, ternyata menyimpan “bom waktu” yang sedang menunggu waktu untuk meledak. Stigma pengungsi kepada masyarakat Timor-Timur, gap sosial-ekonomi, dan pembatasan akses terus menjadi bibit permusuhan. Konflik ini tentu dapat terus terjadi tidak segera dikelola dengan baik. Karena itu, Penulis ingin menafsir teks Obaja 1:12-15 dan menemukan kerygma bagi penyelesaian konflik tersebut. Penulis berharap dengan terkelolanya konflik dengan baik maka masyarakat Timor-Timur dapat diterima sebagai sesama saudara dan hidup dalam damai.