FONI SUHESTI NINEF
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Ninef Suhesty.,1 Maromon Agustina .,2 Ndandara Alfriani .3 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dan sejauh mana penggunaan metode four square writing meningkatkan keterampilan menulis siswa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi siswa ketika menerapkan metode four square writing pada siswa kelas VIII SMP PGRI Haumenibaki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi. Metodologi penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa. Penelitian ini terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat langkah yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleks. Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII A SMP PGRI Haumenibaki. Data yang dikumpulkan bersifat kualitatif tetapi juga didukung oleh data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Data berupa catatan lapangan, checklist observasi dan foto. Sementara itu, data kuantitatif dikumpulkan dari hasil aktivitas siswa dan hasil tes siswa pada siklus satu dan dua. Skor rata-rata dari setiap tes dibandingkan untuk mengetahui peningkatan siswa dalam keterampilan menulis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil observasi siswa dalam aktivitas belajar siswa dengan menggunakan metode four square. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pada siklus satu dan dua dengan nilai pada siklus satu adalah 77,5% Sedangkan hasil tes pada siklus dua yaitu 91,2% Ini berarti bahwa dengan menggunakan metode four square dalam keterampilan menulis siswa meningkat.
ABIYESER BUKIFAN
2023 · Book · Open Access
test
APRIYANTO BORA
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan atau pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat. Stratifikasi sosial di Sumba Timur membagi masyarakat ke dalam tiga golongan seperti, pertama: Golongan maramba, Golongan kabihu, Golongan ata. Adanya stratifikasi sosial ini telah membawa penderitaan dan ketidakadilan, penindasan, dan pelecehan seksual bagi golongan ata. Namun, ada masyarakat yang menganggap perhambaan sebagai hal yang wajar dan ada golongan ata menerima keberadaannya karena Yesus juga menderita dan pengenalan maramba terhadap Kristus tidak membawa perubahan dalam hubungannya dengan ata. Berhadapan dengan realitas tersebut, penulis tesis ini bertujuan, mendapatkan data dan informasi berdasarkan pengalaman ata dan maramba, dan mengkonstruksi pemahaman tentang Kristus sebagai pembebas dan didialogkan dengan konteks relasi ata dan maramba khususnya di Jemaat GKS. Kahambi Kalelangu. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik wawancara dan kepustakaan. Selain itu penulis menggunakan teori stratifikasi sosial, dan teori kenosis. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa, kaum ata mengalami ketidak adilan dan penindasan yang dilakukan oleh maramba baik dalam keluarga, pendidikan, agama, budaya, politik dan ekonomi. Sehingga transformasi stratifikasi sosial di GKS. Jemaat Kahambi Kalelangu-Sumba Timur harus dilakukan karena ini merupakan bagian dari perjuangan Yesus Kristus untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Dalam melakukan transformasi sosial maka butuh kerja sama semua pihak baik kaum ata itu sendiri, kaum maramba, pemerintah, dan gereja. Transformasi sosial harus dilihat sebagai panggilan gereja dalam mewujudkan tanda-tanda kerajaan Allah. Maramba dan ata harus membangun hubungan sebagai saudara didalam Yesus Kristus. GKS. Jemaat Kahambi Kalelangu dan pemerintah desa sedang upayakan untuk melakukan transformasi sosial terhadap realitas perhambaan.
MARLIANTI CORLINE TAKESAN
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini menganalisis tentang peranan laki-laki di ranah publik berdasarkan konsep maon naif dari masyarakat Desa Pika di Kecamatan Mollo Tengah yang dikaji dengan teori teologis feminis. Permasalahan kesetaraan gender pada umumnya selalu berkaitan dengan perempuan. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa sebenarnya kaum laki-laki juga mengalami penindasan dalam menjalankan peran mereka. Secara khusus, dalam penelitian ini, penulis mengamati laki-laki di Desa Pika merasa terbeban dengan konsep maon naif yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Konsep maon naif merupakan gambaran laki-laki hebat di dalam segala aspek kehidupan atoni meto khususnya di Mollo Tengah. Bagi laki-laki yang tidak mampu menghidupi konsep tersebut maka dikategorikan sebagai laki-laki yang gagal dan keberadaan mereka tidak diakui di dalam ranah publik. Keadaan tersebut mengakibatkan banyak tindakan konflik yang dilakukan oleh mereka dengan tujuan supaya keberadaan mereka diakui dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data secara wawancara serta observasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori feminisme, teologi feminis, teori maskulin, budaya, dan ruang publik. Hasil dari penelitian ini adalah tidak semua laki-laki yang ada di Desa Pika dapat menghidupi konsep maon naif dan laki-laki yang menghidupi konsep maon naif hanya berfokus pada kehidupan di luar Gereja.
DEDDY IRAWAN MAGE
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian terhadap penggunaan pupuk anorganik dan pestisida untuk menunjang petani dalam peningkatan hasil pertaniannya yang akhirnya meningkatkan ekonomi petani telah dilakukan. Namun tujuan pembangunan ekonomi dengan menggunakan pupuk anorganik dan pestisida (Agrokimia) bagi petani mengakibatkan kerusakan lingkungan dan berakibat buruk bagi kesehatan. Agrokimia sebagai tambahan energi bagi pertanian yang merupakan produk negara maju dipandang sebagai solusi jitu demi pembangunan pertanian, namun pupuk anorganik dan pestisida merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan petani di desa Oematnunu. Penelitian ini mendapatkan data dan informasi tentang praktik penggunaan pupuk anorganik dan pestisida dalam pertanian di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data dan informasi Misi Gereja di bidang pertanian dalam konteks pemanfaatan pupuk anorganik dan pestisida bagi pembangunan pertanian berkelanjutan di desa Oematnunu kecamatan Kupang Barat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat penulis membuat refleksi teologis misi holistik terhadap pertanian hortikultura di Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan gabungan/mixed method yaitu memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan penelaahan dokumen. Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pertanian, pembangunan pertanian berkelanjutan. Selain itu teori tentang teologi misi konvivens/koeksistensi dari Theo Sundermeier dan teologi misi pemberdayaan dari Mery Kolimon. Hasil yang di dapat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dan rekomendasi bagi gereja dan pemerintah dalam melaksanakan misi untuk menolong petani dari kerusakan lingkungan dan penderitaan petani. Kata Kunci : Pertanian, Agrokimia, Misi, Konvivens, Oematnunu.
MARTHEN HANOKH MINGOTU
2023 · Book · Open Access
Kenyataan, bahwa hingga hari ini keberpihakan lembaga-lembaga pemerintah dan sosial kepada kelompok difabel belum memadai. Gereja, sebagai salah satu lembaga sosial, yang bertanggung jawab terhadap kelompok difabel masih lamban untuk memperlihatkan pelayanannya. Mengapa gereja begitu lamban dalam menyikapi persoalan kelompok difabel? Apakah minimnya keberpihakan gereja terhadap kelompok difabel karena gereja masih bergumul dengan minimnya konsep teologi yang berdampak pada lambannya diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? Tesis ini mengacu pada empat pertanyaan pokok: (1) Apa konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel, dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan holistik bagi dan bersama kelompok difabel? (2) Apa pandangan Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel dan bagaimana pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri? (3) Bagaimanakah praksis diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? (4) Bagaimana refleksi teologis tentang pemberdayaan gereja bagi dan bersama kelompok difabel? Pertanyaan-pertanyaan ini, membimbing penulisan ini untuk mencapai empat tujuan, yaitu : (1) sebuah deskripsi konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan diakonia holistik bagi dan bersama kelompok difabel; (2) Uraian perspektif Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel; (3) Uraian pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri; penjelasan praksis diakonia holistik GMIT selama ini bagi dan bersama kelompok difabel; dan (4) sebuah tinjauan reflektif teologis tentang diakonia holistik gereja bagi dan bersama kelompok difabel. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk kepentingan tesis ini adalah metode penelitian kwalitatif dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu studi kepustakaan diarahkan pada dokumen-dokumen GMIT yang berkaitan dengan topik studi. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) GMIT masih perlu menunjukkan kepekaan dan kepedulian dalam prinsip solidaritas yang sama kepada kelompok difabel. (2) Diakonia bagi dan bersama kelompok difabel masih sangat terbatas. (3) GMIT belum memiliki pandangan dan sikap teologis yang jelas terhadap kelompok difabel. (4) Secara teologis, keberpihakan kepada kelompok difabel dalam menegakkan keadilan dan damai sejahtera bagi mereka sesungguhnya memperlihatkan keberpihakan Allah bagi manusia.
ISAI L. LAUMAL
2023 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ilmiah dengan topik GMIT DAN PRIMORDIALISME: Suatu Kajian Teologi Kegelisahan Terhadap Praktik Primordial Para Pendeta Dalam Suksesi Kepemimpinan Sinode GMIT Periode 2015-2019 dan impikasinya bagi relasi Koinonia telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi tentang reason (motif), bentuk dan cara dari praktik primordial para Pendeta dalam setiap suksesi kepemimpinan Sinode GMIT periode 2015-2019. Praktik primordislisme ini akan semakin kental terasa, ketika momentum suksesi pergantian kepemimpinan sinodal terjadi. Opini dan narasi primordial (suku, almamater dan Angkatan) digiring dan dikembangkan oleh para pendeta secara sadar dan sengaja di ruang-ruang publik (Jemaat). Isu seksi ini didesain (by design) secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Isinya melalui pembentukan “Tim Sukses”, rapat-rapat senyap, lobi hingga pada strategi teknis yang bermuara pada perutusan peserta persidangan yang telah terindoktrinasi. Selanjutnya, berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologi kegelisahan terhadap pengaruh praktik primordial dalam suksesi kepemimpinan sinodal, bagi relasi persekutuan bergereja (Koinonia). Dalam mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview), observasi dan studi pustaka ((literature review). Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang perubahan prilaku pemilih (voting behavior) melalui tiga pendekatan, yaitu sosiologis (the Columbia study), psikologis (The Michigan Model) dan pilihan rasional (rational choice). Teori perilaku pemilih (voting behavior) dipilih karena teori ini, adalah yang paling kredibel untuk mengetahui alasan seorang pemilih dalam mempertimbangkan dan memutuskan pilihan politiknya. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, bahwa praktik primordial para pendeta dalam suksesi kepemimpinan sinodal adalah fakta, bukan mitos. Mayoritas para pemilih (pendeta) memakai politik identitas (suku, almamater dan angkatan) dengan motif, cara dan tujuan yang berbeda-beda. Aktor intelektual dalam praktik primordial didominasi oleh para pendeta. Sementara para politisi dan kapitalis menjadi “penumpang” dengan kepentingannya sendiri. Teologi kegelisahan yang dibangun berguna untuk melihat sejauh mana relevansinya bagi koinonia bergereja [ber-GMIT] yang heterogen di tengah tantangan globalisasi. Menjadi otokritik dan warning bagi para pendeta secara khusus dan GMIT secara umum, untuk tidak lagi menjadikan isu primordial sebagai “kendaraan” dalam suksesi kepemimpinan sinodal. Dengan mempolakan prinsip pemuridan yang setara akan membentuk karakter kepemimpinan seorang hamba yang memimpin dan seorang pemimpin yang menghamba. Kata kunci: Gereja (GMIT), primordialisme, kepemimpinan, Teologi kegelisahan.
ALEX SANDER DJO
2023 · Book · Open Access
Judul skripsi: “Deskripsi Tentang Penjatuhan Pidana Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Obstruction Of Justice Oleh Advokat”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Mengapa putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana Obstruction of Justice oleh Advokat ada yang dijatuhi putusan pemidanaan dan ada yang dijatuhi putusan bebas”? Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahuai alasan hakim menjatuhkan putusan pemidanaan dan putusan bebas terhadap pelaku Obstruction of justice Oleh Advokat. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian hukum normative yaitu dengan mengkaji putusan Nomor : 90/Pid.Sus/Tpk/2018/PN.Jkt.Pst, putusan Nomor : 13/PID.SUS-TPK/2019/PT.DKI, putusan Nomor : 3328 K/Pid.Sus/2019, putusan Nomor : 78 PK/Pid.Sus /2021, putusan Nomor : 9/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Jkt.Pst, putusan Nomor : 23/Pid.Sus-TPK/2018/PT.DKI dan putusan Nomor : 3315 K/Pid.Sus/2018, putusan Nomor : 294 PK/Pid.Sus/2021. Penelitian ini menggunakan dua variable yaitu variable bebas dan terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertimbangan hakim terhadap perkara Obstruction of Justice oleh Advokat dan Variabel terikat adalah putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana Obstruction Of Justice oleh Advokat . Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder,dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka: Alasan Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan dan putusan bebas terhadap pelaku Obstruction Of Justice oleh Advokat adalah : Alasan penjatuhan putusan bebas terhadap pelaku tindak pidana Obstruction Of Justice oleh Advokat adalah : 1. Perbuatan terdakwa bukan tindak pidana korupsi. 2. Perbuatan terdakwa tidak memenuhi unsur surat dakwaan. Alasan penjatuhan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana Obstruction Of Justice oleh Advokat adalah : 1. Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana. 2. Perbuatan terdakwa memenuhi unsur surat dakwaan. Saran dari penelitian ini yaitu: 1. Kepada penegak hukum, seharusnya menaruh perhatian yang lebih serius dan bersikap profesional untuk menegakkan hukum terhadap pelaku perbuatan menghalangi proses hukum. 2. Kepada advokat sendiri harus menyadari betul bahwa perbuatan menghalangi proses hukum (obstruction of justice) merupakan suatu perbuatan pidana yang kualitas dan bahayanya sama halnya dengan tindak pidana lainnya.
BEATRIS HAPDAYANI PENY
2023 · Book · Open Access
Sebagai masyarakat agraris Jemaat Baitesda Nekon Fatuleu sangat dekat dengan alam. Kedekatan itu terkait dengan relasi alam sebagai sumber keberlangsungan hidup mereka. Betapa mereka sangat bergantung dengan alam sehingga saat alam mulai rusak kegelisahan melanda kehidupan mereka. Sumber mata pencaharian dan pangan mereka mulai terganggu dan terancam menipis. Perempuan dan anaklah yang paling merasakan ancaman kerusakan alam ini. Padahal sesungguhnya alam di desa ini dapat menjadi kekuatan yang dapat dirawat kembali untuk memberi makanan yang sehat bagi keluarga. Kekuatan itu dapat ditemukan dalam diri perempuan saat ia menyadari dirinya sebagai ena paloli pah yang dekat dengan alam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menemukan kekuatan lokal perempuan Fatuleu di Desa Tolnaku dalam kesadarannya sebagai ena paloli pah (ibu yang merawat bumi/tanah) yang merawat alam untuk menyembuhkan dan mencegah stunting dan gizi buruk. Selain itu juga bagaimana mengoptimalisasikan ena paloli pah untuk menyembuhkan dan mencegah gizi buruk dan stunting melalui pola asuhan dan pola asupan anak. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi yang baik bagi para perempuan Fatuleu untuk kembali lagi pada konsep awal sebagai ena paloli pah. Selanjutnya dapat menjadi sumbangan teologis kepada gereja dan pemerintah dalam kesadaran merawat alam dan menolong jemaat agar mampu menyadari kondisi degradasi alam yang sementara terjadi serta upaya penanggulan dan pendampingan bagi jemaat-jemaat dan masyarakat pada umumnya.
GUNTUR ANDIKA ALAN ROH LANI
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data tentang makna dan dampak dari nilai budaya tou mane no ina a’na terhadap perempuan dalam musyawarah leo Mbau Leo di desa Busalangga Timur. Selanjutnya penelitian ini mendapatkan data bahwa makna dari nilai budaya ini merupakan pengambaran pembagian kerja dan kedudukan laki-laki dan perempuan Rote. Penelitian ini juga mendapatkan data bahwa nilai budaya tou mane no ina a’na menempatkan laki-laki (tou mane) memiliki peran sebagai pemimpin yang mengatur dalam rumah dan urusan adat, sedangkan perempuan (ina a’ana) mempunyai peran sebagai pengelolah dalam rumah yang berkaitan dengan pengelolahan konsumsi dan mengurus anak. Dengan demikian, dalam musyawarah leo nilai budaya berdampak pada hilangnya posisi perempuan dalam kepemimpinan dan membatasi peran mereka dalam berpendapat. Kemudian berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologis feminis untuk menemukan kembali relasi yang didasarkan pada gambaran imago Dei, dengan tujuan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk menjadi pemimpin, dan mewujudkan kesetaran bagi laki-laki dan perempuan untuk berkarya dalam lingkup domestik dan publik. Dalam mencapai tujuan ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dekriptif dengan teknik penggumpulan data yang terdiri dari wawancara dan observasi. Teori yang digunakan antara lain: teori teologi feminis, teori budaya patriarki, teori pembagian kerja dalam budaya Rote, dan teori kepemimpinan. Tujuan dari keempat teori tersebut untuk mengetahui peran laki-laki dan perempuan dalam ranah domestik dan ranah publik. Hasil dari penelitian ini telah membuktikan bahwa peran perempuan dalam musyawarah leo yang terbatas hanya pada hal-hal domestik. Selain itu, hasil penelitian ini memberi sumbangan dan rekomendasi bagi organisasi leo untuk melaksanakan pendidikan gender agar terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender dalam kegiatan adat.
HILDEGARDIS INA TONA
2023 · Book · Open Access
Praktik Hela Keta merupakan praktik yang dilakukan oleh orang Dawan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Praktik ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa nenek moyang mereka pernah berkonflik. Konflik tersebut diikuti dengan sumpah bahwa tidak boleh ada perkawinan antara keturunan yang berkonflik, dan jika terjadi perkawinan maka perlu dilakukan Hela Keta. Ritual Hela Keta sebagai suatu bentuk perdamaian dengan harapan bahwa acara selanjutnya (acara pernikahan) akan berlangsung dalam keadaan baik, dan kehidupan rumah tangga dari pasangan yang hendak menikah pun baik adanya. Ini hal yang menarik menurut penulis. Karena itu, penulis menggunakan metode kualitatif untuk meneliti sehingga tercapai tujuan yakni upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam masyarakat yang berkonflik di Timor Tengah Utara. Penulis menggunakan teori-teori utama untuk mengkaji praktik Hela Keta, antara lain: teori konflik, rekonsiliasi, dan perdamaian. Lalu, teori-teori pendukung, antara lain: teori kebudayaan dan adat, ritual, perkawinan, simbol, dan kurban. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya nilai-nilai dari praktik Hela Keta yang dikaji secara teologis. Kajian teologis terhadap praktik Hela Keta ini menghasilkan dua pokok refleksi teologis, yakni konsep azazel sebagai tanda suatu rekonsiliasi untuk perdamaian, dan Yesus Kristus sebagai jalan menuju perdamaian.
NOPE HOSIANA DAIK
2023 · Book · Open Access
Kerusakan lingkungan merupakan persoalan Jemaat GMIT Bethania Kakaek, Klasis Pantai Baru. Faktor utama penyebab kerusakan lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek adalah ulah para peternak yang membiarkan hewan-hewan bebas berkeliaran. Hewan-hewan yang bebas berkeliaran membuat lingkungan tercemar dengan kotoran yang berserakan dan merusak sumber-sumber daya alam yang potensial. Kondisi ini menggambarkan kerusakan tata ruang kehidupan (habitat). dalam penataan ruang kehidupan (habitat). Untuk mengatasi kerusakan lingkungan yang berdampak pada penurunan tingkat pendapatan jemaat dan kesehatan lingkungan stempat, maka Jemaat GMIT Kakaek membangun pagar kolektif (lala) sejak tahun 2002. Pemagaran kolektif (lala) merupakan sistem atau organisasi pertanian yang dipraktikkan oleh masyarakat Rote sejak zaman dahulu sampai sekarang. Kondisi tersebut mendorong penulis untuk melakukan kajian tentang: 1) Apa pandangan Jemaat GMIT Bethania Kakaek tentang budaya lala, 2) bagaimana sistem/bentuk penerapannya dan implikasinya bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan 3) bagaimana refleksi teologis tentang budaya lala dalam tiga dimensi yaitu ekonomis,peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan. Metode penelitan yang digunakan adalah kualitatif dengan maksud memperoleh sejumlah informasi dalam bentuk lisan, tulisan, dan tindakan Subyek penelitian adalah 23 orang yang terdiri dari para prebiter dan anggota Jemaat GMIT Bethania Kakaek. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan penelitian kepustakaan. Penelitian ini membuktikan budaya lala mengandung nilai konservsi, keadilan dan kesederhanaan yang berdampak positif bagi peningkatan ekonomi, penataan ruang kehidupan dan kelestarian lingkungan di Jemaat GMIT Bethania Kakaek.
JANSE LETMAU
2023 · Book · Open Access
Fakta membuktikan bahwa manusia sebagai pelaku kerusakan alam. Keadaan alam yang sudah rusak, menjadi isu penting pada abad ini. Bahkan akibat dari kerusakan alam telah berdampak pada kehidupan manusia. Manusia mengalami berbagai penyakit bahkan hubungan sosial antara sesama menjadi renggang. Manusia cenderung lebih memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan orang lain dan keberlanjutan alam semesta. Salah satu upaya mengatasi kerusakan alam dan upaya pelestarian alam adalah dengan menggali kearifan lokal. Mitos adalah salah satu kearifan lokal dalam bentuk cerita lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu kepada setiap generasi. Masyarakat lokal di Lapangbaru pun memiliki mitos. Mitos yang masih dipercayai dan di pelihara adalah Tilalan dan Fuilan atau mitos danau Kuifana. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mengelaborasi mitos Tilalan dan Fuilan dan sekaligus menggali serta menemukan kearifan lokal bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Untuk itu yang menjadi pokok permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana terjadinya mitos, makna mitos bagi masyarakat lokal Lapangbaru, dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mitos Tilalan dan Fuilan, bagaimana masyarakat lokal Lapangbaru memaknai mitos dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Keuntungan metode kualitatif adalah peneliti mendapatkan sejumlah informasi baik secara lisan maupun tertulis dari setiap individu, bahkan peneliti diberi kesempatan untuk mengamati segala fenomena yang terjadi termasuk bahasa dan simbol sebagai alat komunikasi yang dimiliki sebagai bagian yang penting dan tidak dapat terpisahkan dari yang diteliti. Subjek dari penelitian adalah anak laki-laki sulung dari sub suku Kalongfala, sebagai keturunan dari Tilalan dan Fuilan. Penelitian berlokasi di Lapangbaru, desa Kuifana kecamatan Abad Selatan, kabupaten Alor. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul akan di analisis dengan menggunakan teori ekoteologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mitos Tilalan dan Fuilan memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Air di danau Kuifana perlu dijaga dan dilestarikan, sebab jika tidak demikian, maka danau bisa menjadi kering. Hal ini disebabkan karena kondisi tanah Lapangbaru yang kering dan gersang, serta memiliki curah hujan yang rendah atau beriklim tropis. Dalam upaya konservasi, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat setempat, dan gereja dalam menyusun program strategi yang khas Lapangbaru bagi pembangunan di desa Kuifana, yakni tidak saja berpikir soal pengembangan ekonomi dan pembangunan, tetapi berpikir juga tentang keseimbangan alam supaya tetap ada kehidupan di Lapangbaru.
DESSY NATALIA WENI
2023 · Book · Open Access
Bisnis adalah suatu kegiatan menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Berbicara tentang bisnis di zaman modern ini, tentu sudah menjadi hal yang biasa. Bisnis sudah menjadi bagian dalam kehidupan setiap orang. Apalagi perkembangan teknologi yang semakin pesat, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk memperjual belikan apa yang ia punya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Prinsip utama dalam menjalankan bisnis ialah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, para pelaku bisnis akan berjuang dengan berbagai macam cara untuk membuat bisnis mereka tetap bertahan dan apa yang menjadi kebutuhan dasar mereka bisa tetap terpenuhi. Di masa kini, banyak pendeta, secara khusus pendeta di GMIT juga memiliki bisnis tertentu. Ada yang berbisnis dengan tujuan meningkatkan pendapatan kas jemaat dan pemberdayaan ekonomi jemaat, tetapi ada juga yang ingin memenuhi kebutuhan hidup secara pribadi dan keluarga. Pertanyaan mendasar yang menjadi fokus penelitian penulis ialah apakah boleh pendeta mengurus bisnis? Penelitian ini berlokasi di Klasis Pantar Barat, secara khusus di Jemaat GMIT Abarim Allung. Penulis meneliti lebih jauh tentang pendapat jemaat dan pendeta tentang pendeta yang mengurus bisnis dan bagaimana dampak dari hal tersebut bagi pelayanan di GMIT. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Metode ini mempelajari dan mengerti suatu gejala jemaat umum dengan perhatian khusus diarahkan pada dinamika sosial, ekonomi, dan spiritualitas jemaat. Sebagai sebuah prosedur penelitian, metode ini menghasilkan gambaran data atau informasi yang didapat melalui penjelasan dari orang-orang dan hal-hal yang mereka lakukan di lokasi penelitian. Asumsi dari penelitian ini ialah berbisnis merupakan dampak dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Siapapun bisa terlibat dalam berbisnis, termasuk para pendeta. Akan tetapi, pendeta tidak boleh melibatkan diri secara langsung dalam dunia bisnis. Seorang pendeta harus fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Kristus yang melayani dengan integritas yang melekat pada dirinya. Ia dapat memberdayakan potensi yang dimiliki oleh jemaat agar mereka yang terlibat secara langsung dalam bisnis. Pendeta juga perlu menanamkan nilai-nilai integritas kristiani dalam diri jemaat agar mereka tetap berlaku jujur, berani, setia, bertanggung jawab, dan rela berkorban dalam menjalankan bisnis untuk kepentingan bersama. Singkatnya, pendeta boleh memiliki bisnis tetapi tidak boleh mengurus bisnis. Ia harus lebih memfokuskan diri pada pengembangan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi jemaat di mana ia melayani. Ia juga harus terus menyadarkan dirinya sebagai hamba Kristus yang datang untuk melayani, bukan dilayani.
AYU PATRICIA POLLIN
2023 · Book · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pandangan dari praktik tradisi belis masyarakat Rote di lingkup Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng, yang telah mengalami pergeseran nilai berdasarkan tingkat pendidikan perempuan, dan membuat refleksi etis - teologis. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Responden penelitian adalah tokoh – tokoh adat Rote; pasangan suami istri (pasutri) yang berasal dari Rote; kaum milenial dari Rote; dan Presbiter Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng. Data yang dikumpulkan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang dipakai peneliti adalah data kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk angka. Penelitian ini akan menggali dari sumber data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau alat pengambil data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data yang terkumpul akan dibahas dan dianalisis, kemudian membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi belis masyarakat Rote telah mengalami perubahan nilai, yang mana belis ditentukan menurut tingkat pendidikan perempuan, bukan berdasarkan nilai dan tujuan dari belis itu sendiri. Dampak dari Tingkat Pendidikan terhadap kesetaraan gender dalam praktik belis masyarakat Rote di Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng yaitu: terjadinya kawin lari, penundaan dan pembatalan pernikahan, kekerasan dalam rumah tangga, dan perempuan diposisikan sebagai komoditas. Refleksi etis-teologis dari penelitian ini, yaitu pemberian belis sebagai kehendak Allah, sikap gereja dalam menyikapi kebudayaan dan kesetaraan gender bahwa laki-laki dan perempuan adalah gambar dan rupa Allah (imago Dei).
YUNITA PRISCILIA MALELAK
2023 · Book · Open Access
ABSTRAK Tulisan ini berisi uraian tentang Tuhan dalam ritual mate manu dalam kepercayaan asli orang Ngada. Pertanyaan penelitian adalah apakah konsep orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu, kemudian bagaimana tinjauan teologi kontekstual dalam ritual mate manu dan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, maka tujuan yang dicapai adalah mengetahui dan menganalisis konsep Tuhan menurut orang Bajawa dalam ritual mate manu, kemudian meninjau ritual mate manu menurut teologi kontekstual dan sekaligus menganalisis implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Deskripsi dan analisa dibangun di atas pandangan orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu. Suatu tinjauan teologi kontekstual dan implikasi ritual mate manu bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa menjadi muara dari tesis ini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap sejumlah responden di Bajawa. Selain itu kajian literatur dilakukan untuk memperkuat analisa dan refleksi teologis. Hasil penelitian membuktikan, bahwa hati dan usus dari ayam/manu menjadi simbol penting dalam pemahaman iman orang Bajawa. Hati dan usus ayam/mamu menjadi tanda bagi orang Bajawa dalam memahami pesan dan maksud Tuhan untuk kehidupan mereka kedepannya. Lebih dari itu, ritual mate manu memberikan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa yang ditunjukan melalui sikap inklusif atau saling menerima perbedaan akan tradisi atau praktik budaya yang dimiliki oleh orang Bajawa. Kata Kunci: Tuhan, Ritual mate manu, Model Antropologis.
ADE IRMA ASRI LEMA
2023 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi setiap motivasi-motivasi dari pemuda-pemudi jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara di dalam mengikuti ibadah. Adapun bentuk-bentuk dari motivasi beribadah merupakan suatu kewajiban sebagai warga Gereja mendapatkan pemulihan atau kesembuhan, bukan menjadikan tempat Gereja sebagai tempat mencari kesenangan diri semata. Adanya berbagai motivasi dalam beribadah mengakibatkan tujuan utama dari ibadah menjadi melenceng karena motivasi beribadah cenderung kepada kepentingan pribadi. Motivasi yang demikian dapat mempengaruhi pertumbuhan kerohanian dari seseorang. Pemuda-pemudi merupakan tiang penopang dari suatu Gereja. Oleh karena itu, mereka seharusnya mempunyai motivasi yang benar dalam beribadah supaya mereka dapat mengalami pertumbuhan secara rohani. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data secara angket, wawancara, observasi, dan dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang motivasi, ibadah, dan konsep teori behavioristik B. F. Skinner. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengaruh lingkungan dalam beribadah dapat mempengaruhi motivasi beribadah dari pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara, yang disebabkan oleh lingkungan sosial mereka karena lingkungan sosial mempengaruhi motivasi mereka dalam menentukan apakah motivasi bermanfaat atau merugikan. Dengan demikian, baik atau tidaknya motivasi ibadah pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang ditentukan oleh pengaruh lingkungan sosial yang ada di sekitar mereka.
SIMON TAMPADA
2023 · Book · Open Access
Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah Bagaimana Penerapan Keterangan Ahli Dan Visum Et Repertum Seabagai Alat Bukti Dalam Mengungkap Pelaku Tindak Pembunuhan Berencana?. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk Mengetahui.Penerapan Keterangan Ahli dan Visum Et Repertum Sebagai Alat Bukti Dalam Menungkap pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Berencana. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normative, dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif. Variabel bebas yaitu faktor yang yang menjadi pokok permasalahan dan variabel terikat yaitu peraturan perundang-undangan. Berdasarkan hasil analisis penilitian yaitu hakim mempertimbangkan keterangan ahli tindak pidana pembunuhan berncana dan hakim memepertimbangkan visum et repertum tindak pidana pembunuhan berencana. kesimpulan mengungkap keterangan ahli dan visum et repertum tindak pidana pembunuhan berencana.Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah hakim mempertimbangkan keterangan ahli dan visum et repertum dalam mengungkap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana
MIGDOL BOIMAU
2023 · Book · Open Access
Rumusan Masalah faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembajakan dilaut?bagaimana bentuk pelaku melakukan tindak pidana pembajakkan di laut.?,Bagaimana akibat hukum terhadap pelaku dan barang bukti tindak pidana pembajakan laut.? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pembajakan di laut. Untuk mengetahui bagaimana bentuk pelaku melakukan tindak pidana pembajakan di laut. Untuk mengetahui akibat hukum terhadap pelaku tindak pidana pembajakan laut. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian normatif yaitu penelitian ini terdiri dari penelitian terhadap asas-asas hukum, penelitian terhadap sistematika hukum dan penelitian terhadap taraf sinkronisasi hukum dan Sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmia. Variabel penelitian yang penulis gunakan adalah variabel bebas yaitu faktor yang menjadi pokok permasalahan yaitu, Penyebab terjadinya tindak pidana pembajakan dilaut dan variabel terikat yaitu variabel yang tergantung dari putusan pengadilan tentang tindak pidana pembajakan dilaut. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari pertimbangan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar, bahan hukum sekunder yaitu memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer seperti rancangan undang-undang, hasil penelitian, dan hasil karya dari kalangan hukum, dan bahan hukum tersier yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk atau penjelasan bermakna terhadap terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder seperti kamus hukum, ensiklopedia,Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu 1.Faktor yang menyebabkan pelaku pembajakan kapal, yaitu a.faktor lingkungan b. faktor ekonomi, 2. Bentuk tindak pidana yang dilakukan, a. Turut serta melakukan kekerasan terhadap kapal lain atau kekerasan barang atau orang didalamnya, b. Dengan ongkos sendiri atau ongkos orang lain memperlengkapi kapal (perahu)” c. Orang yang melakukan atau yang menyuruh melakukan atau yang turut serta melakukan tindak pidana pembajakan dilaut, d. Melakukan perbuatan kekerasan terhadap kapal lain atau terhadap orang atau barang diatasnya. e. Dengan sengaja memberi kesempatan, atau sarana untuk melakukan kejahatan. 3. Akibat hukum yang diberikan terahadap pelaku pembajakan di Laut yaitu a. terdakwa ditahan, b. terdakwa dipenjara, c. terdakwa dibebani biaya perkara, d. terdakwa menetapkan barang bukti. Saran Untuk jaksa penuntut umum diharapkan dalam membuat dakwaan harus teliti dan cermat dalam menjelaskan subtansi pasal dakwaan. dan Untuk hakim diharapakan harus menilai dengan teliti bukti-bukti yang tidak diajukan dan fakta untuk dipertimbangkan dalam menjatuhkan putusan
EMIRENSIANA HOAR NAHAK
2023 · Book · Open Access
The title of this writing is “An analysis on Speech act of Hase Hawaka at Wedding Proposal in Malaka Languange East Nusa Tenggara ” the problem of this study are 1. What are the form Speech act Of Hase hawaka at Wedding Proposal Sin Malaka language in Eats Nusa Tenggara. 2. What are The Meaning Of Hase Hawaka of Wedding Proposal In Malaka Language Of Eats Nusa Tenggara. Therefore the aims of this research is aims of study To find Out the Speech act of Hase Hawaka of Wedding Proposal in Malaka language in Eats Nusa Tenggara To find Out the Speech act Menaning of Hase Hawaka of Wedding Proposal in Malaka Language in Eats Nusa Tenggara. All the gained data are classified and analysed using qualitative Method. The research was conducted in following procedure; first the writer chose People to interview , second the writer to describe the Speech act Of Hase Hawaka, based on their writer, third analysed the data, fourth, the writer classified the Speect act Of Hase Hawaka, and the last the writer reported the Result of data analyzed. The result of this research showed that there are ten Speech act of Hase Hawaka . They are: Bei sia emi haman mai Ti’an!, Ina Sia emi mai Ti’an!, Ama sia kabir Ha’uk ne’e krai ba meja leten a haibe ho malu mama, Ina sia tanasak ha’uk ne’e krai ba meja fohon a haibe ho malu mama!, He’e, Ina no Ama sia ra’ak at hanini ti’a tanasak iha ita oin sia, tan sia at rodi we manas tama, Ina no Ama sia, ra’ak we manas a,iha ti’an it oin sia ti’an ew it Hemu onan, Ina no ama sia, ra’ak hemu mos ti’an e,at hanini ti’a mok iha it oin sia lai, Bei no Ferik sia, loro as ti’an ew’ra’ak at ita kose ti’a husar lai!, Bei no ferik sia,lamak aw iha ti’an ita oin a ne,ita hasa’e it ita liman sia ba onan!. Related to the meaning argument in Speech Of Hase Hawaka, there are some of roles that become a sentennce they are; This sentence to greet the arrival of male parents., This sentence to greet the arrival of female parents, This sentence is the role of women to greet parents of the custom that the betel nut ( Sirih pinang) is available on the table and ready to eat, This sentence is used to greet both of parents about this time we will already eat.