Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 10 dari 177

DAMPAK PENGGUNAAN TRAKTOR (HAND TRACTOR RODA DUA) TERHADAP PETANI DI DESA PAAN LELENG, KECAMATAN KOTA KOMBA UTARA, KABUPATEN MANGGARAI TIMUR

YANUARIUS ARCHITAN BARU
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui perkembangan jumlah traktor terhadap petani di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara (2) untuk mengetahui dampak penggunaan traktor di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu masyarakat petani yang memiliki tanah dan alat mekanisasi pertanian modern di Desa Paan Leleng Kecamatan Kota Komba Utara Kabupaten Manggarai Timur. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengguna traktor roda dua dalam pengolahan padi sawah sangat tinggi. Faktor-faktor pengolahan lahan padi sawah di Kecamatan Kota Komba Utara Kabupaten Manggarai Timur adalah pendapatan sifat inovasi.

PENGARUH UKURAN SERBUK BIJI KUSAMBI TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET

MELDYANUS UMBU LADO
2024 · Book · Open Access

Tanaman Kesambi (Schleichera Oleosa) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman kesambi ini memiliki daun yang lebar, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah biji yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, biji kesambi akan diolah menjadi briket. Di dalam biji kesambi terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk biji kesambi, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk biji kesambi menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk biji kesambi) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk biji kesambi yaitu dengan waktu 2jam.

PENGARUH RASIO PEREKAT TERHADAP KADAR AIR DAN PENGEMBANGAN BRIKET KULIT BUAH ASAM (Tamarindus indica)

YUSTIANITA FITRIANI WOHANGARA
2024 · Book · Open Access

Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.

Modifikasi Alat Pencetak Hidrolik Briket Melalui Penambahan Pelat Penahan Bahan Pada Silinder Pencetak

KLEMENS YANSEN SERAN
2024 · Book · Open Access

Modifikasi alat pencetak hidrolik briket dengan penambahan plat penahan pada selinder pencetak telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi briket biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penambahan plat penahan terhadap proses pencetakan briket, termasuk pengaruhnya terhadap tekanan pencetakan, dimensi briket, dan keandalan operasional alat pencetak. Metode eksperimen melibatkan pengujian langsung pada alat pencetak yang dimodifikasi dengan plat penahan baru pada selinder pencetak, di mana berbagai parameter seperti tekanan hidrolik, kecepatan produksi, dan kualitas briket diamati dan dibandingkan dengan kondisi sebelum modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsistensi tekanan pencetakan dan perbaikan dalam dimensi serta kepadatan briket yang dihasilkan. Selain itu, keandalan operasional alat pencetak juga meningkat, dengan penurunan yang signifikan dalam waktu downtime akibat masalah operasional. Secara keseluruhan, modifikasi ini membuktikan bahwa penambahan plat penahan pada selinder pencetak merupakan solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi produksi briket biomassa, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan proses produksi briket.

Pengaruh Perbandingan Perekat Tepung Kanji Terhadap Kualitas Briket Kulit Asam Jawa (Tamarindus indica L.)

ROBI JONATAN TONFANUS
2024 · Book · Open Access

Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10 menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2 jam.

PENGARUH UKURAN PARTIKEL TERHADAP KUALITAS BRIKET KULIT ASAM JAWA (Tamarindus indica L)

NELSON POEN
2024 · Book · Open Access

Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.

DESKRIPSI TENTANG PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PENGRUSAKAN BARANG MILIK ORANG LAIN

RIVALDO LUCIO DEJESUS
2024 · Book · Open Access

Rumusan Masalah yang dikaji Oleh Penulis adalah 1) Bagaimana motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain?.2) Bagaiamana cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain? 3) Bagaimana akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain ? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah Untuk Mengetahui.1) untuk mengetahui motif tindak pidana pengrusakan barang milik orang, 2) untuk mengetahui cara melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain, 3) untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. Sifat sifatnya maka penelitian ini bersifat deskriptif yaitu penulis mendeskripsikan atau mengambarkan, menguraikan dan menjelaskan suatu keadaan/peristiwa yang sejelas mungkin tanpa perlakuan terhadap objek yang diteliti tentang motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain.Jenis Penelitian ini mengunakan jenis penelitian normatif.. Variabel adalah faktor yang menjadi pokok permasalahan yang ingin diteliti. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah : motif modus dan akibat hukum Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. Variabel terikat adalah variabel yang tergantung dari putusan pengadilan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah: putusan hakim Tindak Pidana Pengrusakan Barang Milik Orang Lain. jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, Data Sekunder..Berdasarkan hasil analisis penilitian yaitu motif pelaku pelaku tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain dan akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang milik orang lain. kesimpulan 1. Pelaku tindak pidana pengruskan barang milik orang lain, a.Terdakwa marah dan emosi karena pembuatan pagar pembatas diatas tanah sengketa. b.Terdakwa emosi karena pasangan bakal calon yang di ikuti oleh terdakwa tidak di tepati janji dengan bakal calon walikota dan wakil walikota..c.Terdakwa marah dan emosi karena korban tidak mengabulkan permintaan terdakwaTerdakwa mengkonsumsi minum minuman keras dan mabuk. d.Terdakwa marah dan emosi karena proyek pembuatan tanggul dihentikan oleh perusahaan. 2. Modus pelaku melakukan tidak pidana perusakan barang milik orang lain a.Terdakwa menggoyangkan dan mendorong pagar pembatas menggunakan kedua tangan b.Terdakwa mendatangi Rumah Makan dan merusak etalase menggunakan tangan terkepal hingga etalase tersebut pecah c.Terdakwa mengayunkan parang ke arah sepeda motor dan gerobak bakso dan memukul mesin sepeda motor menggunakan batu d.Terdakwa melempari kaca mobil truk menggunakan batu bata e.Terdakwa merusak tanggul dengan melakukan pengerukan menggunakan exsavator. 3. Akibat hukum tindak pidana pengrusakan barang a.Terdakwa dipenajara b.Terdakwa Membayar Biaya Perkara.Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah kepada hakim diharapkan mejtuhkan putusan harus mempertimbangkan fakta persidangan dan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindak pidana pengrusakan barang milik kepunyaan orang lain

Ekonomi Mikro - Teori dan Aplikasi

Dr. Sigit Sardjono; M.Ec.
2024 · Book · Open Access

Buku ini penulis susun sebagai bahan pendukung perkuliahan bagi mahasiswa S1, baik pada Fakultas Ekonomi maupun program studi lainnya yang memiliki mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi Mikro. Materi yang ada dalam buku ini tidak hanya digunakan pada mahasiswa pemula pada tahapan pengantar, tetapi bisa juga digunakan pada jenjang yang lebih tinggi. Pembahasan diawali dengan dijelaskan konsepkonsep atau dalil-dalil ataupun menggunakan analisis grafi s dan matematis. Analisis matematis tidak bisa dihindarkan, untuk menjelaskan realistic teory dan aplikasi dalam bentuk lati han soal. Tentu saja latihan soal ditujukan agar para mahasiswa bisa lebih memahami materi. Pada setiap akhir bab terdapat pertanyaan-pertanyaan latihan. Pertanyaan latihan bertujuan melihat daya para mahasiswa pada materi yang sudah dijelaskan. Materi dalam buku ini diselaraskan dengan beberapa buku teks yang penulis anggap penting ditambah dengan pengalaman penulis yang telah mengajar mata kuliah Ekonomi Mikro selama puluhan tahun.

ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMPENSANSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KUPANG

CHARLES ARYSANDY RETTA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI DAN KOMPENSANSI TERHADAPA KINERJA PEGAWAI PADA POLITEKNIK KELAUTAN DAN PERIKANAN KUPANG Peranan sumber daya manusia menjadi semakin penting bila dikaitkan dengan perkembangan global yang penuh dengan persaingan kompetitif diantara perusahaan. Salah satu cara yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi persaingan yaitu dengan memberdayakan dan menggali seluruh potensi SDM yang dimilikinya secara maksimal. Sejalan dengan hal tersebut, maka suatu perusahaan perlu meningkatkan perhatiannya terhadap kualitas karyawannya, baik perhatian dari segi kualitas pengetahuan dan keterampilan, karir maupun tingkat kesejahteraannya, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan untuk memberikan seluruh kemampuannya dalam pencapaian tujuan perusahaan. Setiap perusahaan atau instansi dalam melaksanakan program yang diarahkan selalu berdaya guna untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu caranya adalah meningkatkan kinerja karyawan. Sutrisno (2010: 172) menyimpulkan kinerja sebagai hasil kerja karyawan dilihat dari aspek kualitas, kuantitas, waktu kerja, dan kerja sama untuk mencai tujuan yang sudah di tetapkan oleh organisasi. Kinerja perusahaan dikatakan berkualitas dan berhasil dalam mencapai tujuannya dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam perusahaan seperti kompetensi yang dimiliki oleh karyawan serta pemberian kompensasi finansial yang sesuai dengan kemampuan karyawan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya, sehingga menghasilkan output yang berkualitas. Dalam pencapaian kinerja diperlukan adanya sumber daya manusia yang memiliki tingkat kemampuan, kompetensi, motivasi serta kepentingan yang didukung oleh sikap perusahaan dalam menghargai serta memperlakukan sumber daya manusianya untuk dapat mencapai kinerja. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut (Wibowo, 2010: 7). Untuk meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam proses transformasi dilakukan aktivitas pengembangan yang berhubungan dengan peranxii utama manajer Sumber Daya Manusia yang baru, yaitu sebagai seorang bisnis, pembentuk perubahan, konsultasi bagi organisasi atau mitra kerja, perumus dan pengimplementasian strategi, manajer bakat, minat, dan kepemimpinan dan sebagai manajer asset dan pengendalian biaya. Tugas utama pimpinan dalam kondisi tersebut adalah mengatur dan mengarahkan program pelatihan, pendidikan, dan pengembangan Sumber Daya Manusia perlu diterapkan dalam perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia yang ada. Penentuan tingkat Kompetensi yang berbasis Sumber Daya Manusia dibutuhkan agar dapat mengetahui tingkat prestasi atau Kinerja yang diharapkan untuk kategori baik atau rata-rata. Penentuan Kompetensi yang dibutuhkan tentunya akan dapat dijadikan sebagai dasar bagi evaluasi kinerja kerja. Selai itu juga perusahaan juga perlu memperhatikan pemberian kompensasi yang layak pada dasarnya adalah hak bagi setiap Pegawai dan merupakan kewajiban bagi perusahaan sebagai pendukung kontribusi Pegawai dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan perusahaan. Dengan adanya kompensasi yang baik dalam perusahaan, maka akan membawa dampak positif untuk perusahaan. Apabila Pegawai mendapat kompensasi yang sesuai dengan kontribusi yang telah dilakukan, maka Pegawai akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan sehingga kinerja Pegawai akan semakin meningkat. Sebagaimana pada uraian diatas, maka semakin besar kompensasi yang diterima oleh Pegawai, maka semakin tinggi disiplin kerja Pegawai, dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan kinerjanya. Kinerja Pegawai juga dipengaruhi oleh disiplin kerja. Menurut Sedarmayanti (2001:65), salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah sikap mental (motivasi kerja, disiplin kerja, etika kerja). Sikap mental yang dimiliki seorang Pegawai akan memberikan pengaruh terhadap kinerjanya. Dalam penelitian ini, objek yang akan peneliti teliti adalah pada Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang. Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang kelautan dan perikanan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dixiii bawah pembinaan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka kesimpulan penelitian ini Terdapat pengaruh signifikan variabel Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai. Hal ini dibuktikan dengan hasil Uji hipotesis pertama yaitu terdapat pengaruh positif Kompetensi (X1) terhadap Kinerja Pegawai (Y). dimana variabel Kompetensi (X1) ditemukan t hitung = 5.071 > 1.675 dan tingkat Sig. = 0.000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yaitu variabel Kompetensi (X1) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja pegawai (Y), sedangkan untuk variabel Kompensasi terdapat pengaruh signifikan variabel Kompensasi terhadap Kinerja Pegawai pada Politeknik Kelautan Dan Perikanan Kupang. Hal ini dibuktikan dari hasil Uji hipotesis kedua yaitu terdapat pengaruh positif Kompensasi (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini dapat dilihat bahwa variabel Kompensasi (X2) ditemukan t hitung = 2.730 > 1.675 dan tingkat Sig. = 0.009 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu variabel Kompensasi (X2) berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Kinerja Pegawai (Y). Selain itu perolehan hasil uji F hitung sebesar 25.581 lebih besar dari F tabel 2.786 diperoleh dari nilai n=60; k=3 dan Rumus untuk menghitung F-tabel sebagai berikut : F-tabel = (k ; n-k-1), F-tabel = F (3 ; 54-3-1), F-tabel = F (3;50) Berdasarkan perhitungan tersebut maka F tabel adalah sebesar 2.786. Sedangkan untuk perolehan nilai Sig yaitu sebesar 0.000 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kompetensi (X1), dan Kopensasi (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Kata Kunci : Kinerja Pegawai, Kompetensi dan Kompensasi

ANALISIS YURIDIS PUTUSAN JUDEX FACTIE DAN JUDEX JURIS DALAM PERKARA KEBERATAN ATAS PUTUSAN BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN

PEDRO GENNADY FIRSTANZA SJIOEN
2024 · Book · Open Access

INTISARI Judul Analisis yuridis putusan Judex Factie dan Judex Juris dalam perkara keberatan atas putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: Mengapa Majelis Hakim BPSK Mengabulkan Permohonan Pemohon. Mengapa Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Mengapa Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim BPSK dalam Mengabulkan Permohonan Pemohon. Untuk mengetahui Pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Dan Untuk mengetahui Pertimbangan Hakim Mahkamah Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri yang Membatalkan Putusan BPSK. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah masalah yang telah penulis kemukakan diatas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan putusan Pengadilan Mataram. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan yang diambil adalah Pemohon Keberatan/Konsumen telah mampu membuktikan adanya penyimpangan dari standart konstruksi bangunan. Putusan BPSK ternyata tidak memberikan kepastian hukum dan putusan BPSK tidak merincikan tanggung jawab yang harus dilakukan termohon. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini. Saran yang penulis berikan adalah Kepada Konsumen agar bisa berkomunikasi dengan baik kepada pihak developer serta mampu menjelaskan persoalan yang dihadapi untuk mencegah terjadinya sengketa. Kepada Pelaku usaha Agar bisa membangun bangunan yang sesuai dengan standard konstruksi yang ditetapkan. Kata Kunci :Putusan pengadilan, Sengketa Konsumen

ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG

MARIA DIONISIA BRIA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA KUPANG Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dalam perusahaan sumber daya manusia memegang peranan yang sangat penting oleh karena dipandang sebagai faktor pendorong yaang utama dalam menentukan keberhasilan suatu perusahaan (Murti dan Srimulyan, 2013). Semua tindakan yang diambil dalam setiap kegiatan diprakasai dan ditentukan oleh manusia yang menjadi anggota perusahaan (Reza, 2010). Oleh sebab itu perusahaan membutuhkan adanya sumber daya manusia yang potensial, baik pemimpin maupun karyawan pada pola tugas dan pengawasan yang merupakan penentu tercapainya tujuan perusahaan. Sebab itu sumber daya manusia merupakan tokoh sentral dalam perusahaan. Agar aktivitas manajemen perusahaan berjalan dengan baik, perusahaan harus memiliki karyawan yang berpengetahuan dan berketerampilan tinggi serta usaha untuk mencapai kinerja yang baik. melalui kinerja yang diberikan oleh karyawan dengan hasil baik akan berpengaruh terhadap kesuksesan perusahaan tersebut. Kemampuan kerja merupakan salah satu unsur dalam kematangan berkaitan dengan pengetahuan atau keterampilan yang dapat diperoleh dari Pendidikan, pelatihan, dan suatu pengalaman. Sesungguhnya kemampuan ditunjuk seseorang baru Sebagian dari potensi yang terdapat pada dirinya sendiri. Motivasi kerja adalah suatu dorongan hidup yang harus dimiliki oleh seseorang karyawan dalam mencapai tujuan. Secara teori definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, dorongan dan insentif. Selain itu, motivasi juga tidak kalah penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi juga menjadi pendorong melaksanakan suatu kegiatan guna mendapatkan hasil yang terbaik. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam pencapaian suatu tujuan organisasi, tetapi segala sesuatu yang diberikan pegawai kepada instansi sangat tergantung pada apa yang diberikan oleh instansi kepada pegawai itu sendiri. Seperti halnya badan pusat statistik (BPS) kota Kupang dalam meningkatkan kinerja pegawainya selalu memperhatikan keadaan individu dengan mempertimbangkan keberadaan sumber daya manusia sebagai modal terbesar dalam organisasi tersebut. Salah satunya upaya instansi dalam mempertahankan kinerja pegawainya adalah dengan cara memenugi hak pegawai yang merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan hasil kerja yang optimal. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan membahas kemampuan kerja dan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat statistic (BPS) Kota Kupang. dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang yang berjumlah 30 pegawai dan dilakukan penentuan sampel yaitu kebalikan dari populasi dengan menggunakan rumus slovin maka penelitian ini tetap berjumlah 30 pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. peneliti menggunakan Uji analisis regresi linier bergada, Uji t (parsial), Uji F (Simultan), dan Koefisien determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa kemampuan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linier berganda dengan konstanta a sebesar 9,968, sedangkan koefisien regresi b1 = 0.382, b2 = 0.182. dengan demikian persamaan regresi linier berganda dapat memperlihatkan pengaruh kemampuan kerja (X1) dan Motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 9.968 + 0.382 + 0.182 + e. selain itu hasil Uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh kemampuan kerja (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel kemampuan kerja (X1) ditemukan t hitung = 3.605 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.001. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kemampuan kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). berikut hasil Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). diketahui bahwa untuk setiap variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 1.988 lebih besar t tabel = 1.703 dan tingkat sig = 0.057. maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu motivasi kerja (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji koefisien determinasi R2 adalah 0.596 atau 59.6%. hal ini berarti besarnya pengaruh kemampuan kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai adalah 59.6%. sedangkan pengaruh sebesar 40.4% disebabkan oleh faktor lain. Kata kunci : Kemampuan kerja, motivasi kerja dan kinerja pegawai

Pengaruh Semangat Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi NTT.

VERONIKA VITRIANA BELA WAWO
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul Pengaruh Semangat Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi NTT. Rumusan Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pengaruh semangat kerja dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Balai Pengelolah Transportasi Darat Wilayah XIII Provinsi NTT. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh semangat kerja terhadap prestasi kerja pegawai dan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja pegawai pada Balai Pengelola Transportaai Darat Wilayah XIII Provinsi NTT. Metode penelitian dalam penelitian ini yakni populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 46 orang pegawai yang terpilih sebagai responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan Teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda , Uji Parsial (Uji T),Uji Simultan (Uji F), Dan Koefesien Determinasi (R2). Berdasarkan persamaan regresi linear berganda:Y=13.401+0,340+0,365 Diketahui bahwa nilai konstan a sebesar 13.401 sedangkan koefesien regresi bˡ = 0.340, artinya jika nilai semangat kerja (X1) mengalami kenaikkan sebesar satu satuan maka prestasi kerja (Y) akan meningkat sebesar 0.340 atau 34%. Maka terbukti hipotesis yang menyatakan semangat kerja (XI) berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (Y). Artinya semakin baik semangat kerja (XI) maka prestasi kerja (Y) akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis uji parsial (uji t) variabel semangat kerja (XI). Diketahui uji t, thitung = 3,247 dan ttabel= 1,681 dapat disimpulkan bahwa jika nilai t hitung. 3,247> ttabel 1,681 dan tsignifikan 0,002 ttabel 1,681 dan tsignifikan 0,002

PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

DJURGEN FARISTON RAGA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK ‘’PENGARUH PELATIHAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA KANTORIMIGRASIKELAS 1 KUPANG’’ Dalam menghadapi era persaingan yang semakin ketat, masalah sumber daya manusia menjadi pusat perhatian bagi organisasi untuk tetap dapat bertahan dalam menjalani persaingan tersebut.Produktivitas kerja pegawai bagi suatu perusahaan sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam menjalankan usaha.Maksud dari produktivitas adalah perbandingan secara ilmu hitung antara jumlah yang dihasilkan dan jumlah setiap sumber yang dipergunakan selama berkerja (Afandi, 2018:91). Pelatihan kerja adalah sarana untuk mengasah kemampuan dan memberikan nasihat dengan cara yang etis sehingga pekerja dapat memenuhi tanggung jawab mereka untuk bekerja seefisien mungkin sambil memenuhi tujuan bisnis. Handoko (2005,hal208) Disiplin adalah kegiatan manajemen untuk menjalankan standard-standar organisasional. Berdasarkan dari permasalah yang diuraikan diatas, maka terdapat dua rujukan penelitian, maka saya tertarik untuk menulis dengan judul yang sama Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang”. Dengan persoalan yang berbeda dalam satu intansi.Menurut Sugiyono (2012:72), “populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya’.Berdasarkan pendapat diatas, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang berjumlah 55 orang, sampel ditentukan menggunakan data karyawan yang megikuti pelatihan kerja, yaitu berjumlah 43 responden pegawai pada kantor imigrasi kelas 1 kupang. Pada tahap ini peneliti menggunakan teknik analisis regresi linear bergandadengan bantuan SPSS.Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja pegawai (Kriterium), bila dua atau lebih variabel keselamatan dan kesehatan kerja sebagai faktor prediktor dimanipulasi (sugiyono, 2010:275).Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui constan regresi a sebesar 21,552.Sedangkan koefisien Regresi b1 0,179 dan b2 0,420. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan Pengaruh Pelatihan Kerja(X1) dan Disiplin Kerja (X2) Produktivitas Kerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 21,552 + 0,179 X1+ 0,420 X2. Diketahui nilai n=43 k=2 dan Rumus untuk menghitung T𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 T (𝑎/2: 𝑛 – 𝑘 1 T (0,05/2 43 -2-1) (0,025 40) jadi T 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 2.021. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat ditarik kesimpulan mengenai pengujian hipotesis uji T (terpisah) adalah sebagai berikut :Uji hipotesis pertama yaitu ada Pelatihan Kerja (X1) Produktivitas Kerja (Y). Diketahui bahwa variabel Pelatihan Kerja (X1) ditemukan T hitung 1,423 dari T tabel 2.021 dan tingkat sig. 0,162 dari t sig 0,05. Maka terbukti H0 diterima dan Ha ditolak.Artinya bahwa Pelatihan Kerja(X1) tidak pengaruh segnifikan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan (Y).Atau dapat dikatakan bahwa semakin kecil pelatihan kerja yang diikuti oleh pegawai, maka produktivitas kerja semakin menurun.Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Disiplin Kerja (X2) dan Produktivitas Kerja (Y) diketahui bahwa variabel Disiplin Kerja (X2) ditemukan T hitung 2,577 T tabel 2,021 dan tingkat sig 0,014 T 0,05 . Maka terbukti Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Produktivitas Kerja, atau dapat dikatakan bahwa semakin baik disiplin kerja pegawai, maka produktivitas kerja akan semakin baik. Uji F adalah uji signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F hitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. maka ditarik kesimpulannya mengenai pengujian hipotesis uji F (Bersama-sama) diketahui untuk mengetahui f tabel maka dapat dilihat dari nilai n : 43 dan k 2 dan rumus untuk Ftabel F (k: df 2 n – k – 1 F : 2 : 40) jadi Ftabel 2,45 Sehingga dilihat dari hasil pengujian yang telah dilakukan, maka diperoleh F hitung 7,310 lebih besar F tabel 2,45 dan tingkat Sig 0,002 oleh karna itu nilai Sig0,05) maka H0 (b1 0) ditolak dan Ha (b1 0) diterima artinya variabel Pelatihan Kerja (X1) dan Variabel Disiplin Kerja (X2) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Produktivitas Kerja (Y). pada hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0,268 atau 26,8%. Hal ini berarti besarnya hubungan Pelatihan Kerja dan Disiplin kerja terhadap Produktivitas kerja karyawan adalah 26,8%. Sedangkan hubungan sebesar 73,2% disebabkan oleh factor lain yang tidak diteliti.

PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG

YERRIXON HADO
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA, PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR IMIGRASI KELAS 1 KUPANG Kegiatan manajemen umumnya berupa usaha untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara memanfaatkan sumber daya yang ada. Sumber daya ini antara lain meliputi manusia, uang, mesin, informasi dan lain-lain. Keterbatasan sumber daya manusia yang dimiliki menjadi tantangan bagi setiap perusahaan. Perusahaan perlu melakukan penilaian (evaluasi) terhadap pelaksanaan program-program SDM yang telah dikembangkan dalam mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan untuk memastikan bahwa fungsi SDM telah berjalan dan memberikan kontribusinya dengan baik dalam pencapaian keberhasilan perusahaan.Menurut Kharis (2010:8), sumber daya manusia dapat dikatakan berkualitas manakala mereka mempunyai kemampuan untuk melaksanakan kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kemampuan tersebut hanya dapat dicapai manakala mereka mempunyai bekal pendidikan, latihan dan pengalaman yang cukup memadai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Apabila karyawan tidak memiliki kualitas yang baik maka akan mempengaruhi kinerja yang dihasilkan dan akan berdampak pada kegiatan perusahaan.Dalam hal ini paspor adalah dokumen yang di keluarkan oleh republik Indonesia untuk melalukan perjalanan antar Negara selama jangka waktu tertentu. selain dokumen perjalanan, paspor juga berfungsi sebagai dokumen identitas diri yang di akui internasional. Karena itu, paspor bisa di pakai untuk membuka rekening bank, pesan tiket pesawat, reservasi hotel bahkan digital. tidak semua permohonan paspor yang di ajukan dapat terbit. Salah satu permohonan paspor ditolak adalah pemohon paspor ada dalam daftar cegah imigrasi. Pencegahan adalah pelarangan warga Negara Indonesia keluar wilayah RI, termasuk memperoleh paspor. Alasan lainnya adalah pemohon memberikan keterangan tidak benar saat mengajukan permohonan paspor, misalnya melampirkan dokumen persyaratan paspor yang di palsukan. Selain paspornya akan ditolak, permohonan tersebut akan diancam pidana penjara dan didenda sebagaimna ketentuan pasal 126 huruf C undang-undang nomr 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. Dengan demikian para karyawan harus memliki kualitas dan kinerja kerja yang baik dalam melakukan pekerjaan dengan memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Perusahaan sealalu membutuhkan tenaga-tenaga yang yang berkompeten dengan kinerja yang baik di bidangnya. Oleh karna itu kualitas SDM dan kinerja kerja karywan menjadi hal yang penting dalam permohonan pembutan pasrpor untuk dilakukan. Kinerja pegawai harus efektif dalam permohonan pembuatan pasrpor agar berjalan dengan baik dan mendukung lajunya perkembangan perusahaan. Menurut Sudjana (2010:6) Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin, hasil menghitung ataupun pengukuran, kuantitatif maupun kualitatif mengenai karakteritik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas yang ingin mempelajari sifat-sifatnya. Oleh karena itu populasi dalam penelitian ini 55 karyawan. Soehartono (2014, hlm. 57) mengatakan, “Sampel adalah suatu bagian dari populasi yang akan diteliti dan dianggap dapat menggambarkan populasinya” maka dalam penelitian ini dipilih sampel penelitian ini adalah 35 karyawan. Menurut Sugiyono (2018: 2019) angket atau kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara masukan hasil pengelolahan data angket responden kedalam tabel distribusi frekuensi. Didalam analisis pendahuluan ini akan menggambarkan tentang pengaruh kualitas sumberdaya manusia, profesionalisme terhadap kinerja kerja karyawan kantor imigrasi kelas 1 kupang. Analisis lanjutan ini dimaksudkan untuk menguji kebenaran empirik dan hipotesis secara statistik. Pada tahap analisis ini, peneliti menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variable independen dan variabel dependen. Yaitu (X1) Kualitas Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme (X2) terhadap Kinerja Kerja (Y) Analisis regresi linear berganda digunakan apabila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable kinerja. Menurut Ghozali (2013:98) Uji statistik T pada dasarnya Uji T menunjukan sebeapa jauh pengaruh satu variable independen secara individual dalam meneranglkan variasi variable dependen.Dengan tingkat signifikan (X)5% dari dfn – k-1 diperoleh nilai t table, kemudian nilai t table di bandingkan dengan nilai t hitung yang diperoleh. Dengan membandingkan nilai t tersebut, maka diketahui pengaruhnya, yaitu dapat diterima atau ditolak hipotesis. Uji F adalah ujian signifikansi persamaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel berikut terikat (Y). Pengambilan keputusan : Jika nilai signifikansi 0,05 maka variabel bebas secara bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat dan sebaliknya. Jika F dihitung F tabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikat. Koefisien Determinasi umumnya digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas dalam menerangkan variabel terikat. Koefisien Determinasi (R2) dinyatakan dalam persentassi, nilai yang mendekati satu berarti variasi variabel untuk memprediksi variabel dependen. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan tingkat Kualitas SDM (X1), Profesionalisme (X2) dan terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah terhadap Kinerja karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y 28,822 + 0,588 X1-0,417 X2. 1. Nilai konstanta sebesar 28,822 artinya jika nilai kualitas SDM (X1) dan Profesionalisme kerja (X2) sama dengan 0, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 28,822. 2. Koefisien Regresi (b1) sebesar 0,588) artinya jika kualitas SDM (X1) mengalami kenaikan 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan meningkat sebesar 0,588 atau 58,8%. 3. Koefisien regresi b2 sebesar -0,417 artinya, jika Profesionalisme Kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1%, maka Kinerja Karyawan (Y) akan menurun sebesar -0,417 atau 41,7%. a) Uji hipotesis pertama yaitu ada Kualitas SDM (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui bahwa variabel Kualitas SDM (X1) ditemukan T hitung 4,185 lebih Besar dari T tabel 1,693 dan tingkat sig. 0,000. Maka, terbukti bahwa T hitung T table maka Ho diterima dan Ha ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. b) Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Profesionalisme Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Profesionalisme Kerja (X2) ditemukan T hitung -2,418 lebih kecil dari t tabel 1,693 dan tingkat sig 0,021 T 𝑎 . Maka terbukti bahawa T hitung T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. uji koefisien determinasi (R2) diatas dapatdiketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.372 atau 37,2 %. Hal ini berarti besarnya pengaruh Kualitas SDM dan Profesionalisme Kerja terhadap kinerja karyawan adalah 37,2 %. Dan variabel yang tidak diteliti sebesar 62,8%. Kualitas Sumber Daya manusia berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi kelas 1 Kupang. Profesionalisme Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang. Kata Kunci : Pengaruh Kualitas Sumberdaya Manusia, Profesionalisme Kerja, Dan Kinerja Kerja

Pengaruh penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Dan Good Corporate Governance (GCG) Terhadap Persepsi Nasabah Koperasi Simpan Pinjam Monafen.

DORINCE TOBE
2024 · Book · Open Access

Koperasi Indonesia merupakan suatau pilar penting perekonomian nasional, harus dibangun secara berkelanjutan. Keberadaan koperasi memegang peranan yang sangat strategis di masyarakat dalam meningkatkan keberdayaan sektor ekonomi terutama bagi mereka yang telah bergabung menjadi anggota koperasi. Untuk itulah kehadiran pemerintah untuk membangun iklim kondusif yang sesuai dengan UU Nomor 25 tentang Perkoperasian. Peran fungsi yang dijalankan oleh pemerintah juga sangat dibutuhkan keberdayaan koperasi itu sendiri untuk menata dirinya secara internal berdasarkan keputusan rapat anggota. Perpaduan peran fungsi tersebut, diharapkan mampu mengantarkan koperasi untuk hidup tumbuh berkembangan sesuai jati diri dan prinsip prinsip yang telah diterima secara global, yang mampu bertahan hidup (survive) dari waktu ke waktu. Seperti yang kita ketahui bahwa dunia bisnis diera globalisasi saat ini sedang mengaami persaingan yng sangat ketat dalam segala sektor usaha, oleh karena itu perusahaan atau organisasi harus mampu melakukan sesuatu untuk mempertahankan usahanya salah satunya yaitu menetapkan tata kelola yang baik sebagai awal pengenadalian yaitu dengan menetapkan program corporate social responsibility (CSR) dimana organisasi harus ikut andil atau berpartisipasi serta empati terhadap berbagai masalah yang terjadi pada lingkungan sekitar, dimana corporate social responsibility merupakan suatu konsep bahw organisasi khususnya koperasi memiliki suatu tnggung jawab terhadap nasabah, karyawan, masyarakat dan komunitas serta lingkungan operasional koperasi. Sebagaimana diketahui bahwa keberlangsungan koperasi sangatlah bergantung pada dukuangan banyak pihak. Untuk itu perlu menjaga hubungan yang harmonis antara koperasi dan lingkungan sekitar karna, dimana masyarakat sekarang lebih pintar dan cerdik dalam hal memilih tempat yang harus mereka tempati. Masyarakat akan meninggalkan tempat yang memiliki citra yang buruk dan mereka dan mereka akan memilih tempat yang mampu menerapkan kebijakan atau kebiasaan yang tidak hanya ingin mencari keuntungan melainkan peduli terhadap lingkungan. Oleh Karena Itu koperasi simpan pinjam monafen juga merupakan salah satu koperasi yang bukan hanya mencari keuntungan dan memberikan pinjaman kepada nasabah tetapi telah menerapkan good corporate governance dan menerapkan program corporate social responsibility. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh corporate social responsibility terhadap persepsi nasabah koperasi simpan monafen untuk menguji pengaruh good corporate governance terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen dan untuk menguji pengaruh corporate social responsibility dan good corporate governance terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh secara langsung melalui kuesioner yang disebarkan kepada nasabah koperasi simpan pinjam monafen indikator yang dalam penelitian ini adalah: corporate social responsibility, good corporate governance serta persepsi nasabah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk dapat mengetahui pengaruh antar variabel X (independen), terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu dengan alat uji statistic yaitu program SPSS versi 16 dan Ms.Exel 2010. Populasi yang gunakan pada penelitian ini adalah seluruh nasabah koperasi simpan pinjam Monafen sebanyak 10.886 orang. Sampel dari penelitian ini sebanyak 100 nasabah. Penentuan sampel mengunakan rumus slovin dengan menggunakan metode Incidental sampling dan mendatangi secara langsung nasabah koperasi simpan pinjam monafen. incidental /accidental sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. (Sugiyono : 2018:138). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel corporate social responsibility berpengaruh secara parsial terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen, good corporate governance berpengaruh secara parsial terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen serta corporate social responsibility dan good corporate governance berpengaruh secara simultan terhadap persepsi nasabah koperasi simpan pinjam monafen. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS SEBAGAI ALAT UKUR UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk

YASINTA DABA
2024 · Book · Open Access

Kinerja keuangan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat- alat analisis keuangan. Dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, dapat digunakan suatu ukuran atau tolok ukur tertentu. Biasanya ukuran yang digunakan adalah rasio. Tujuan akhir yang ingin dicapai perusahaan yang terpenting adalah memeperoleh laba atau keuntungan yang maksimal, untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan, digunakan rasio keuntungan atau rasio profitabilitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 - 2022 berdasarkan rasio profitabilitas, yaitu gross profit margin, net profit margin, return on assets, dan return on equity. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran rasio profitabilitas. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang didapat dari website bursa efek Indonesia yaitu berupa laporan keuangan perusahaan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan perhitungan kinerja keuangan yang diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 - 2022 berdasarkan gross profit margin dinilai sangat baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata gross profit margin selama 10 tahun yaitu 29%, berada diatas standar industri gross profit margin yaitu sebesar 24,90%. Prsentase gross profit margin tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 33% pada tahun 2020 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba kotor sebesar Rp 0,33 dari setiap Rp.1.00. Dan nilai gross profit margin terendah yaitu pada tahun 2013 dengan presentase 24%, artinya perusahaan memperoleh laba kotor sebesar Rp 0,24 dari setiap Rp.1.00, jumlah penjualan. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan net profit margin dinilai sangat baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata net profit margin selama 10 tahun yaitu 8%, berada diatas standar industry net profit margin yaitu sebesar 3,92%. Presentase net profit margin tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 11% pada tahun 2020 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,11 dari setiap Rp 1.00. Dan nilai net profit margin terendah yaitu pada tahun 2013 dan 2015 dengan presentase 6%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,06 dari setiap Rp.1.00, jumlah penjualan. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan return on assets dinilai baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata return on assets selama 10 tahun yaitu 6%, berada diatas standar industry return on assets yaitu sebesar 5,98%. Presentase return on assets tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 6% pada tahun 2013, 2014, 2016, 2017, 2019 dan 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,06 dari setiap Rp 1.00 dari jumlah total asset yang digunakan dan sebaliknya nilai return on assets terendah yaitu pada tahun 2015 dengan presentase 4%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,04 dari setiap Rp.1.00, jumlah total asset yang dipakai. Kinerja keuangan PT. Indofood sukses makmur, tbk selama tahun 2013 – 2022 berdasarkan return on equity dinilai baik, hal ini berdasarkan hasil perhitungan rata- rata return on equity selama 10 tahun yaitu 11%, berada diatas standar industry return on equity yaitu sebesar 8,32%. Presentase return on equity tertinggi diperoleh PT. Indofood sukses makmur, tbk, sebesar 13% pada tahun 2021 yang berarti perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,13 dari setiap Rp 1.00 dari jumlah modal perusahaan yang digunakan dan sebaliknya nilai return on equity terendah yaitu pada tahun 2013 dan 2015 dengan presentase 9%, artinya perusahaan memperoleh laba bersih sebesar Rp 0,09 dari setiap Rp.1.00, jumlah modal perusahaan yang dipakai. Kesimpulannya PT. Indofood sukses makmur, tbk selama 10 tahun ditinjau dari rasio profitabilitas yaitu GPM, NPM, ROA, dan ROE berada dalam kondisi baik.

ANALISIS PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN PADA HOTEL ON THE ROCK KUPANG Rock Kupang

ELISDA KOLLOH
2024 · Book · Open Access

Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Persoalan penelitian :1. Apakah Latar Belakang Pendidikan Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? 2. Apakah Pengalaman Kerja Berpengaruh Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang? Tujuan penelitian yaitu : Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang Dan Untuk mengetahui Analisis Pengaruh Pengalaman Kerja Terhadap Etos Kerja Karyawan Pada Hotel On The Rock Kupang. Metode Penelitian Dalam Penelitian ini yakni Populasi Dan Sampel pada karyawan Hotel On The Rock Kupang, Sebanyak 54 responden. Teknik Pengunpulan data dalam penelitian ini menggunkan kuesioner sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (uji f), dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan Hasil Analisis pendahuluan: Latar Belakang pendidikan jumlah dari seluruh indeks yaitu 155,1 dan nilai rata-rata indeks untuk variable latar belakang pendidikan yaitu sebesar 51,7 yang berada dalam kategori sedang, artinya latar belakang pendidikan perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Pengalaman kerja jumlah dari seluruh indeks yaitu 150,55 dan nilai rata-rata indeks untuk variable penglaman kerja yaitu sebesar 50,2 yang berada dalam kategori sedang, artinya pengalaman kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Etos kerja berdasarkan jawaban responden di atas dari jumlah seluruh indeks yang diperoleh yaitu sebesar 357, maka nilai rata-rata indeks untuk variable etos kerja yaitu sebesar 51,1 yang berada dalam kategori sedang, artinya etos kerja perlu dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan Hasil Analisis Lanjutan: Persamaan Regresi Linear Berganda: Y = 56,004+0,967X1+ 0,844X2+e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 56,004, sedangkan Koefisien b1 adalah 0,967 dan b2 adalah 0,844. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 56,004 artinya jika nilai latar belakang pendidikan (X1) dan pengalam kerja (X2) sama dengan nol, etos kerja karyawan (Y) akan meningkat sebesar 56,004. Sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,967 artinya jika latar belakang pendidikan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan, maka etos kerja karyawan (Y) Akan meningkat sebesar 0,967 atau sebesar 96,7%. koefisien (b2) sebesar 0,844 artinya jika pengalaman kerja (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 satuan maka etos kerja akan meningkat sebesar 0,844 atau 84,4%. Implikasi teoritis: Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini terbukti secara teoritis dimana variabel pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang. Implikasi Terapan: Latar Belakang Pendidikan: Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa dari 3 indikator empirik Latar Belakang Pendidikan nilainya sedang namun ada 1 indikator jenjang pendidikan dengan pernyataan saya mempunyai pendidikan sesuai dengan jabatan saya nilainya 51,4 dimana nilai indeksnya paling rendah dari 2 indikator tersebut. Maka Hotel On The Rock Kupang perlu evaluasi para HRD agar penerimaan karyawan baru pekerjaan yang diberikan disesuaikan dengan pendidikan yang telah ditempuh agar sesuai dengan jabatan mereka. Pengalaman Kerja Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa pengalaman kerja dari 3 indikator empirik maka pengalaman kerja ada indikator yang nilainya rendah yaitu indikator tingkat pengetahuan dan keterampilan serta penguasaan terhadap pekerjaan dan peralatan. Maka kedua indikator tersebut perlu untuk ditingkatkan pada hotel on the rock kupang. hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan dan pengembangan terhadap karyawan yang masih kurang dalam keterampilan, dan belum pahami tentang pekerjaan yang diberikan Hotel On The Rock Kupang kepadanya. Etos Kerja Karyawan Berdasarkan hasil pengelolaan data yang dilakukan peneliti menyatakan bahwa etos kerja dari 7 indikator empirik ada 3 indikator empirik yang nilainya redah yaitu indikator kerja adalah panggilan, kerja adalah seni dan indikator kerja adalah kehormatan. Maka ketiga indikator tersebut yang pertama indikator kerja adalah panggilan pimpinan hotel on the rock kupang lebih lagi menekankan karyawan agar bekerja lebih keras dengan penuh integritas, indikator kerja adalah seni Hotel On The Rock lebih mencipatkan pekerjaan yang mempunyai daya cipta, kreasi baru dan gagasan inovatif agar ada gairah kerja karyawan Hotel On The Rock dan indikator kerja adalah kehormatan hotel on the rock lebih lagi menenkankan karyawan agar bekerja lebih tekun dan memberikan rasa hormat kepada para karyawan dengan memberikan jabatan yang lebih tinggi sesuai dengan etos kerja mereka pada Hotel On The Rock Kupang. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial latar belakang pendidikan berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, Secara parsil pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang, dan secara simultan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja secara bersama-sama terhadap etos kerja karyawan pada Hotel On The Rock Kupang.

PENGARUH KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KINERJA UMKM ”KELORIN” DI DESA INBATE KABUPATEN TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU)

PETRONELA OLLA
2024 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Karakteristik Kewirausahaan Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Pekerjaan Dan Karakteristik Individu Terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU. Metode penelitian dalan penelitian ini yakni populasi dan sampel pada karyawan UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU, Sebanyak 31 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan angket tertutup sedangkan teknik analisis data menggunakan Analisis regresi linear berganda, Uji parsial (uji t), Uji simultan (uji F), dan Koefisien Determinasi (R2) . Berdasarkan persamaan regresi linear berganda : Y=70.575 + 0,418X1 + 0,333X2 + e. diketahui bahwa nilai konstanta a sebesar 70.575,sedangkan koefisien b1 adalah 0,418 dan b2 adalah 0,333. Dengan demikian dari persamaan regresi linear berganda diatas maka dapat dijelaskan bahwa nilai konstan 70.575 artinya jika nilai karakteristik pekerjaan (X1) dan karakteristik individu (X2) sama dengan nol , kinerja UMKM (Y) memiliki nilai sebesar 70.575. sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0,418 artinya jika karakteristik pekerjaan (X1) mengalami kenaikan sebesar 1 unit , maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,418. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik pekerjaan (X1) dengan Kinerja UMKM (Y). dan koefisien regresi (b2) sebesar 0,333 artinya jika karakteristik individu (X2) mengalami kenaikan sebesar 1 unit, maka kinerja UMKM (Y) akan meningkat sebesar 0,333. Koefisien bernilai positif artinya terjadi pengaruh positif antara karakteristik individu (X2) dengan kinerja UMKM(Y). xv Berdasarkan landasan teori dan disertai dengan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial karakteristik pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Secara parsial karakteristik individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM Kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU), Dan secara simultan Karakteristik pekerjaan dan karakteristik individu berpengaruh secara Bersama-sama terhadap kinerja UMKM kelorin Di Desa Inbate Kabupaten TTU (Studi Kasus Pada UMKM Teh Kelor Dan Tepung Kelor Di Desa Inbate Kabupaten TTU).