Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 87 dari 195

KUALITAS ORGANOLEPTIK DAN KEMAMPUAN ANTI NYAMUK VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN VARIASI BATANG LORO WAWI EDDU

JUNINDA BOBA RADDI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK KEMAMPUAN ANTI NYAMUK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK VCO ( VIRGIN COCONUT OIL) DENGAN VARIASI BATANG LORO WAWI EDDU Raddi, J.B * Ledo, M.E.S ** Ballo, A.** Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas organoleptik dan kemampuan anti nyamuk VCO dengan variasi konsentrasi batang LWE. Metode yang digunakan adalah Eksperimen. Hasil uji organoleptik menunjukkan persentase kesukaan panelis tertinggi pada perlakuan K mencapai 100%, sedangkan V1 mencapai 90% dan V2 mencapai 80%. karena dari parameter aroma, warna dan rasa memiliki aroma khas, tidak berwarna, dan tidak berasa, sedangkan hasil uji anti nyamuk untuk K, V1, dan V2 menunjukkan kemampuan anti nyamuk yang berbeda yaitu untuk kontrol persentase kematian nyamuk tertinggi di menit ke-15 yaitu 100%? sedangkan V1 persentase kematian nyamuk tertinggi pada menit ke-4 yaitu 100% dan untuk perlakuan V2 menunjukkan persentase kematian nyamuk tertinggi pada menit ke-0 yaitu 100%. Kata Kunci : VCO, Batang LWE, Uji Organoleptik, Uji Anti nyamuk Keterangan : *Peneliti : ** Pembimbing ABSTRACT MOSQUITO RESISTANCE AND ORGANOLEPTIC QUALITY OF VCO (VIRGIN COCONUT OIL) WITH LORO WAWI EDDU VARIATIONS Raddi, J.B * Ledo, M.E.S ** Ballo, A.** This study aims to determine the organoleptic quality and anti-mosquito ability of VCO with variations in the concentration of LWE stems. The method used is Experiment. The results of the organoleptic test showed that the highest percentage of panelists' preference in the K treatment reached 100%, while V1 reached 90% and V2 reached 80%. because of the aroma, color and taste parameters it has a distinctive aroma, colorless and tasteless, while the results of the mosquito repellent test for K, V1, and V2 show different anti-mosquito abilities, namely to control the highest percentage of mosquito deaths in the 15th minute, namely 100%? while V1 the highest percentage of mosquito death was in the 4th minute, namely 100% and for the V2 treatment, the highest percentage of mosquito death was in the 0th minute, namely 100%. Keywords : VCO, LWE Stem, Organoleptic Test, Mosquito Repellent Test Description : *Researcher : ** Advisor

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS POSTER MENGGUNAKAN APLIKASI CANVA PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL DI SMP NEGERI 10 KUPANG

JUWITA RAMBU BAUKA
2023 · Thesis · Open Access

Dari Hasil Analisis kebutuhan awal ditemukan bahwa kekurangan bahan ajar poster menggunakan aplikasi canva pada materi pemanasan global di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar poster menggunakan aplikasi canva pada materi pemanasan global di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan prosedur pengembangan 1) Analisi (Analyze) 2) Desain (Design) 3)Pengembangan (Development) 4) Implementasi (Implementation) 5) Evaluasi (Evaluation). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kulitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh dari Ahli Media 92,2% dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu di revisi, uji Ahli Desain di peroleh 85% dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu di revisi, uji Ahli Materi di peroleh 80%, dengan kualifikasi baik dan tidak perlu direvisi, uji kelompok kecil di peroleh 95,8%,dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi uji kelompok besar di peroleh 93% dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvis. Dari hasil penelitian ini maka mengindikasikan bahwa bahan ajar poster menggunakan aplikasi canva ini layak digunakan sebagai bahan pembelajaran karena dapat membangkitkan motivasi belajar siswa karena terdapat gambar yang jelas, memperjelas penyajian agar tidak terlalu bersifat verbalitas, serta membantu siswa untuk mengatur, mengingat, membandingkan, dan membuat hubungan antara sub pokok bahasan dan sub lainnya. Dari Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan najar poster menggunakan aplikasi canva pada materi pemanasan global layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 10 Kota Kupang tahun ajaran 2022/2023

PENGARUH KECEPATANPUTARAN MESIN DISC MILL TERHADAP KUALITAS BUBUK SEKAM PADI PADA PEMBUATAN BRIKET

YANUARIUS BRIA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KECEPATAN PUTARAN MESIN DISC MILL TERHADAP KUALITAS BUBUK SEKAM PADI PADA PEMBUATAN BRIKET Bria, Y* Bunga, F.J.H** Dethan, J.J.S*** Suatu penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putaran mesin terhadap bubuk sekam padi pada pembuatan briket dan perlakuan putaran yang menghasilkan kualitas sekam padi terbaik pada pembuatan briket. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji Duncan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan yang diuji. Perlakuan yang diuji adalah A. (Kecepatan 500 rpm) B. (kecepatan 1000 rpm).C. (kecepatan 1500 rpm). Pembuatan briket diawali dengan pengecilan ukuran, pengayakan dilakukan menggunakan alat pengayak dengan ukuran saringan 40 mesh, pencampuran sekam padi dan bahan tambahan. Pencetakan briket dilakukan menggunakan handpress diameter 50mm dan 6cm. pengeringan briket, briketdikeringkandibawahsinarmatahariselama+ jam. Variabel pengamatan meliputi kadar air, nilai kalori, keteguhan tekan, dan densitas kamba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kecepatan putaran rpm berpengaruh terhadapkadar airdandensitaskamba. Tetapikecepatanputaran rpm tidak berpengaruh terhadap keteguhan tekanan dan nilai kalori dan Perlakuan kecepatan putaran mesin Disc Mill terbaik 500 rpm (Perlakuan A) menghasilkan kualitas briket meliputi kadar air 25.28%, keteguhan tekanan 2.54%, nilai kalori 1413,79J/Kg, dan densitas kamba 0,49gr.

PENGARUH SUHU PADA PENGERINGAN KUNYIT

RONGKI KELUANAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tepung kunyit atau bubuk kunyit adalah hasil dari hancuran kunyit yang telah dikeringkan, kegunaan tepung kunyit antara lain untuk bahan baku industry obat-obatan, jamu, kosmetik, dan pewarna tekstil. Selain hal tersebut, tepung kunyit juga merupakan komuditas ekspor dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu yang diperlukan dalam proses pengeringan kunyit dengan variasi suhu 50C,60C dan 70C. Proses pengeringan ini dengan menggunakan tray drayer tipe rak dengan pemanas bohlam lampu pijar yang sudah dilengkapi dengan pengatur suhu (Thermostat), pemantauan suhu diambil setiap 15 menit selama 4 jam dan apabila suhu dibawah dari suhu yang digunakan maka, lampu menyala dan ketika suhu naik melebihi suhu yg digunakan maka, lampu akan padam. Hasil penelitian pada susut bobot bahan, perlakuan suhu terbaik adalah suhu 70C dengan hasil 138 gr dibanding dengan suhu 50C. Hasil penelitian pada laju penurunan kadar air selama 4 jam pada suhu 50C 6,2%, suhu 60C 4,9% dan suhu 70C 4,4% maka, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi suhu dan lama waktu pengeringan dapat berpengaruh terhadap penurunan kadar air kunyit dengan hasil terbaik adalah pada suhu 70C. Hasil penelitian pada fraksi serbuk tepung kunyit yaitu berat tepung setelah diayak menggunakan pengayak (Tyler Sieve) adalah suhu 50C mesh 20 sebanyak 8,301 gr, mesh 40 sebanyak 14,299gr, mesh 60 sebanyak 5,927gr dan lolos sebanyak 38,048 gr, pada suhu 60C mesh 20 sebnyak 7,261 gr mesh 40 sebanyak 11,850 gr mesh 60 sebanyak 5,305 gr dan lolos sebanyak 48,262 gr dan suhu 70 mesh 20 sebanyak 4,855 gr mesh 40 sebanyak 14,725 gr mesh 60 sebanyak 7,113 lolos sebanyak 49,530 gr, sehingga mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh suhu terdapat kehalusan tepung kunyit yaitu dengan suhu 70C.

AN ANALYSIS OF POLITINESS STRATEGIES IN “WAR ROOM MOVIE” TRANSCRIPT

MARSELINA PEDI KALUNGA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Judul penulisan ini adalah Analisis Strategi Kesopanan Dalam “Transkrip Film War Room”. Masalah penelitian akan dijawab dengan melakukan penelitian: Apa saja jenis-jenis strategi kesantunan dalam film war room? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis strategi kesantunan dalam fil m war room. Brown & Levinson (1987) menyatakan kesantunan adalah hubungan antara dua partisipan yang kita sebut diri sendiri dan orang lain. Mereka juga menyatakan tentang lima kesantunan dalam strategi kesantunan. penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam memperoleh data penulis menggunakan dokumenter sebagai instrumen. Penelitian ini mengambil data dalam bentuk dokumenter. Semua data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data dideskripsikan menggunakan kalimat tanpa menggunakan rumus. Berdasarkan analisis data, penelitian menemukan lima strategi yaitu : (1) Bald on Record, (2) Positive Politeness, (3) Negative Politeness, (4) Off Record dan (5) Don't Do the Face Threatening Acts (FTAs) dan katakter-karakter film war room adalah Strategi kesantunan juga dapat dilihat dari sikap pendengaran aktif para tokoh dalam film ini. Salah satu strategi kesantunan adalah menggunakan kalimat-kalimat sopan saat berbicara dengan orang lain. Selain itu, karakter-karakter di dalam War Room juga sering menggunakan bahasa yang tidak mengandung unsur kekerasan atau penghinaan terhadap orang lain. Strategi kesantunan juga dapat dilihat dari sikap pendengaran aktif para tokoh dalam film ini. Dalam situasi konflik antara dua karakter utama yaitu Tony and Elizabeth Jordan. Semua strategi kesantunan ini bertujuan agar komunikasi antara setiap karakter menjadi lebih efektif dan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis menyarankan agar mereka yang tertarik dengan studi pragmatik dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai sumber informasi dan menyelidiki hal-hal yang bersangkutan lebih lanjut untuk informasi yang kaya tentang strategi kesantunan dalam dialog di film wa r room . Kata kunci : Strategi Kesopanan, Film War Room.

IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI PARASIT Anisakis sp PADA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) OEBA - KOTA KUPANG

BOY UMBU MBADI TIYA JUAKA AWANG
2023 · Thesis · Open Access

RINGKASAN BOY UMBU M. T. J. AWANG (18390002). Identifikasi dan Prevalensi Parasit Anisakis sp pada ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba – Kota Kupang. Dibawah bimbingan : Umbu P. L. Dawa, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing I dan Dewi S. Gadi, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana – Kupang. Ikan Tongkol merupakan inang bagi berbagai macam jenis parasit Metazoa termasuk diantaranya adalah parasit Monogenea, Digenea, Acantocephala, dan Nematoda. Anisakis sp merupakan salah satu parasit kelompok Nematoda, penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit memiliki hubungan parasit itu sendiri dan inangnya. Anisakis sp merupakan salah satu spesies endoparasit yang bersifat Zoonis. Zoonis adalah infeksi yang secara alamiah dapat berpindah antara hewan dengan manusia yang dapat menyebabkan penyakit Anisakiasis. Identifikasi parasit Anisakis sp berdasarkan Adroher-Auroux (2020). Prevalensi parasit Anisakis sp berdasarkan Arifudin dan Abdulgani (2013), perhitungan Derajat Infeksi parasit Anisakis sp berdasarkan Paremme (2018). Adapun tahapan yang perlu dilakukan yaitu : persiapan alat dan bahan, penanganan sampel, pengamatan sampel dan identifikasi. Identifikasi parasit Anisakis sp dimulai dari pengamatan morfologi Anisakis sp dibawah mikroskop binokuler dengan mengamati bagian kepala, badan dan ekor. Selanjutnya dilakukan perhitungan prevalensi dan derajat infeksi parasit Anisakis sp. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, yaitu ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang didaratkan di TPI Oeba – Kota Kupang positif terinfeksi parasit L3 Anisakis sp Tipe I pada 8 ekor sampel dari 40 ekor sampel yang diteliti. Dengan ditemukannya 58 individu parasit Anisakis sp pada organ predileksi lambung usus, hati dan gonad. Angka prevalensi parasit Anisakis sp pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 20% dengan kategori sering (often). Sementara angka derajat infeksi yang didapat adalah 7,25 individu parasi/ekor sampel dengan kategori rendah (low). Kata Kunci : Identifikasi, Prevalensi, Derajat infeksi, Ikan tongkol (Euthynnus affinis), Anisakis sp, TPI Oeba

Analisis Strategi guru mengajar bahasa Inggris di kelas pariwisata di SMK negeri 1 kupang

DEBI KARERI HARA
2023 · Thesis · Open Access

This research is entitled “An Analysis on Teachers' Strategy in Teaching English for Tourism at SMK Negeri 1 Kupang”. The formulation of the problem in this research is: what are the teachers' strategies in teaching English for tourism at SMK Negeri 1 Kupang? The purpose of this study is: to find out the teaching strategies used by English teachers majoring in tourism, SMK Negeri 1 Kupang. The research method used is a qualitative description. Data sources were taken using observation and interview techniques. Based on the results of the observation that the English teacher majoring in tourism, SMK Negeri 1 Kupang uses two types of teaching strategies, namely acceptance teaching strategies and discovery teaching strategies. From the results of this study, it can be concluded that Teaching acceptance is what the teacher plays an active role in presenting information to students, namely from general matters to more specific issues. After that, students are allowed to think about the application of the concepts learned. Discovery teaching is in which the teacher presents realities, cases, or problems to students. Then understand and solve it. Students find and express ideas, concepts, and ideas that can be brought into a broader study, especially in tourism.

ANALISIS UNSUR INSTRINSIK DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA

MARIA DESNIATI BILI
2023 · Thesis · Open Access

The objective of study was to find the intrinsic elements in novel Rainbow Troops. The method that was used in this study was a qualitative method, which focused intrinsic elements. The results of analyzing the intrinsic elements ware described as follows: a) Characters consists of three types protagonist (eight characters),antagonist (two characters) and tritagonist (one characters). b)Setting consists of three types setting place ( seven setting place),setting of time ( three setting of time ),setting of society (four setting of society). c) theme consist of two that is :( education ,and poorness).d) Plot use forward flow consist of four types exposition, rising action ,falling action, denouement) e) subject matter subject matter in the novel the ten children who got the nickname the rainbow troops. The Rainbow Troops tells about the lives of 10 children from poor families who attend a Muhammadiyah school in Belitung which is full of limitations in getting an Education. So, the writer can conclude that this novel has 5 the intrinsic elements That can be seen in the novel the Rainbow Troops by Andrea Hirata.

ANALISIS METODE TERJEMAHAN YANG DIGUNAKAN MAHASISWA SEMESTER ENAM DALAM MENERJEMAHKAN LIRIK LAGU THANK YOU, NEXT OLEH ARIANA GRANDE DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA

JEVERSON JEKSON NIKO
2023 · Thesis · Open Access

This research is entitled An Analysis of Translation Method Used by Sixth Semester Students in Translating Song Lyrics of Ariana Grande’s Thank You, Next from English to Indonesian. This research was conducted with two research questions, as follows: This research conducted dealing with a research question as follows: What are the types of translation methods used by sixth semester students in translating song lyric of Ariana Grande’s Thank You, Next from English to Indonesian? To answer this question, the writer applied qualitative methods and took the data from the song lyric translation by the sixth semester students of the English department of Artha Wacana Christian University in the academic year 2022/2023. Moreover, the writer used the theories of the translation method proposed by Newmark. At the end of the study, the writer found out that the students used word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, adaptation, free translation, and communicative translation to translate the song lyric. So, in conclusion, the writer can say that the students already understand about translation method and it can be seen through the way they involved translation method in their translation work.

Analisis Metode Terjemahan dalam subtitle film Wednesday dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia

LEDI DIANA TIAUW
2023 · Thesis · Open Access

Translation methods are used to translate a text from various sources such as song lyric, newspaper, novels, even translated texts in popular movies so that the translation results are directed and easy to understand. The writer investigates translation methods used in Wednesday movie with the research problem: what are the types of translation methods that found in English-Indonesia subtitle of Wednesday movie? This study aims to find out and describe the types of translation methods according to Newmark (1988) found in English-Indonesia subtitles of Wednesday movie. This research used descriptive qualitative method. The data were taken from the first episode of Wednesday's movie. The writer classified the data in the form of sentences and phrases which are divided based on each translation method. The results show that there are eight types of translation methods used, namely word-for-word translation, literal translation, faithful translation, semantic translation, adaptation translation, free translation, idiomatic translation, and communicative translation. Subtitle of Wednesday movie can be understood because the translation results show that the translator translated based on the content and adapts it to the understanding of the target language through sentences or words that are often used by the target language.

TILALAN DAN FUILAN ( Suatu Kajian Ekoteologi Terhadap Kearifan Lokal dari Mitos Tilalan dan Fuilan di Lapangbaru, Desa Kuifana dan Implikasinya bagi Pelestarian Lingkungan Hidup Yang Berkelanjutan di Jemaat Betel Samuru )

JANSE LETMAU
2023 · Thesis · Open Access

Fakta membuktikan bahwa manusia sebagai pelaku kerusakan alam. Keadaan alam yang sudah rusak, menjadi isu penting pada abad ini. Bahkan akibat dari kerusakan alam telah berdampak pada kehidupan manusia. Manusia mengalami berbagai penyakit bahkan hubungan sosial antara sesama menjadi renggang. Manusia cenderung lebih memikirkan tentang dirinya sendiri tanpa memikirkan kebutuhan orang lain dan keberlanjutan alam semesta. Salah satu upaya mengatasi kerusakan alam dan upaya pelestarian alam adalah dengan menggali kearifan lokal. Mitos adalah salah satu kearifan lokal dalam bentuk cerita lisan yang diceritakan dari waktu ke waktu kepada setiap generasi. Masyarakat lokal di Lapangbaru pun memiliki mitos. Mitos yang masih dipercayai dan di pelihara adalah Tilalan dan Fuilan atau mitos danau Kuifana. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mengelaborasi mitos Tilalan dan Fuilan dan sekaligus menggali serta menemukan kearifan lokal bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Untuk itu yang menjadi pokok permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah bagaimana terjadinya mitos, makna mitos bagi masyarakat lokal Lapangbaru, dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mitos Tilalan dan Fuilan, bagaimana masyarakat lokal Lapangbaru memaknai mitos dan nilai-nilai kearifan lokal dari mitos bagi pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Keuntungan metode kualitatif adalah peneliti mendapatkan sejumlah informasi baik secara lisan maupun tertulis dari setiap individu, bahkan peneliti diberi kesempatan untuk mengamati segala fenomena yang terjadi termasuk bahasa dan simbol sebagai alat komunikasi yang dimiliki sebagai bagian yang penting dan tidak dapat terpisahkan dari yang diteliti. Subjek dari penelitian adalah anak laki-laki sulung dari sub suku Kalongfala, sebagai keturunan dari Tilalan dan Fuilan. Penelitian berlokasi di Lapangbaru, desa Kuifana kecamatan Abad Selatan, kabupaten Alor. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Selanjutnya data yang terkumpul akan di analisis dengan menggunakan teori ekoteologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa mitos Tilalan dan Fuilan memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya sumber daya air. Air di danau Kuifana perlu dijaga dan dilestarikan, sebab jika tidak demikian, maka danau bisa menjadi kering. Hal ini disebabkan karena kondisi tanah Lapangbaru yang kering dan gersang, serta memiliki curah hujan yang rendah atau beriklim tropis. Dalam upaya konservasi, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak baik pemerintah, masyarakat setempat, dan gereja dalam menyusun program strategi yang khas Lapangbaru bagi pembangunan di desa Kuifana, yakni tidak saja berpikir soal pengembangan ekonomi dan pembangunan, tetapi berpikir juga tentang keseimbangan alam supaya tetap ada kehidupan di Lapangbaru.

YESUS YANG MERENDAHKAN DIRI “Kajian Kristologi Kontekstual Terhadap Peranan Kristus Sebagai Pembebas Dalam Konteks Relasi Maramba dan Ata di GKS Jemaat Kahambi Kalelangu.”

APRIYANTO BORA
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Stratifikasi sosial adalah sebuah konsep yang menunjukkan adanya pembedaan atau pengelompokan suatu kelompok sosial (komunitas) secara bertingkat. Stratifikasi sosial di Sumba Timur membagi masyarakat ke dalam tiga golongan seperti, pertama: Golongan maramba, Golongan kabihu, Golongan ata. Adanya stratifikasi sosial ini telah membawa penderitaan dan ketidakadilan, penindasan, dan pelecehan seksual bagi golongan ata. Namun, ada masyarakat yang menganggap perhambaan sebagai hal yang wajar dan ada golongan ata menerima keberadaannya karena Yesus juga menderita dan pengenalan maramba terhadap Kristus tidak membawa perubahan dalam hubungannya dengan ata. Berhadapan dengan realitas tersebut, penulis tesis ini bertujuan, mendapatkan data dan informasi berdasarkan pengalaman ata dan maramba, dan mengkonstruksi pemahaman tentang Kristus sebagai pembebas dan didialogkan dengan konteks relasi ata dan maramba khususnya di Jemaat GKS. Kahambi Kalelangu. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendapatkan data yang mendalam. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah teknik wawancara dan kepustakaan. Selain itu penulis menggunakan teori stratifikasi sosial, dan teori kenosis. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa, kaum ata mengalami ketidak adilan dan penindasan yang dilakukan oleh maramba baik dalam keluarga, pendidikan, agama, budaya, politik dan ekonomi. Sehingga transformasi stratifikasi sosial di GKS. Jemaat Kahambi Kalelangu-Sumba Timur harus dilakukan karena ini merupakan bagian dari perjuangan Yesus Kristus untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Dalam melakukan transformasi sosial maka butuh kerja sama semua pihak baik kaum ata itu sendiri, kaum maramba, pemerintah, dan gereja. Transformasi sosial harus dilihat sebagai panggilan gereja dalam mewujudkan tanda-tanda kerajaan Allah. Maramba dan ata harus membangun hubungan sebagai saudara didalam Yesus Kristus. GKS. Jemaat Kahambi Kalelangu dan pemerintah desa sedang upayakan untuk melakukan transformasi sosial terhadap realitas perhambaan.

GMIT DAN PRIMORDIALISME Suatu Kajian Teologi Kegelisahan Terhadap Praktik Primordial Para Pendeta Dalam Suksesi Kepemimpinan Sinode GMIT Periode 2015-2019 dan Impikasinya Bagi Relasi Koinonia

ISAI L. LAUMAL
2023 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ilmiah dengan topik GMIT DAN PRIMORDIALISME: Suatu Kajian Teologi Kegelisahan Terhadap Praktik Primordial Para Pendeta Dalam Suksesi Kepemimpinan Sinode GMIT Periode 2015-2019 dan impikasinya bagi relasi Koinonia telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan data dan informasi tentang reason (motif), bentuk dan cara dari praktik primordial para Pendeta dalam setiap suksesi kepemimpinan Sinode GMIT periode 2015-2019. Praktik primordislisme ini akan semakin kental terasa, ketika momentum suksesi pergantian kepemimpinan sinodal terjadi. Opini dan narasi primordial (suku, almamater dan Angkatan) digiring dan dikembangkan oleh para pendeta secara sadar dan sengaja di ruang-ruang publik (Jemaat). Isu seksi ini didesain (by design) secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Isinya melalui pembentukan “Tim Sukses”, rapat-rapat senyap, lobi hingga pada strategi teknis yang bermuara pada perutusan peserta persidangan yang telah terindoktrinasi. Selanjutnya, berdasarkan data dan informasi yang didapat, penulis membuat refleksi teologi kegelisahan terhadap pengaruh praktik primordial dalam suksesi kepemimpinan sinodal, bagi relasi persekutuan bergereja (Koinonia). Dalam mencapai tujuan di atas penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview), observasi dan studi pustaka ((literature review). Teori yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang perubahan prilaku pemilih (voting behavior) melalui tiga pendekatan, yaitu sosiologis (the Columbia study), psikologis (The Michigan Model) dan pilihan rasional (rational choice). Teori perilaku pemilih (voting behavior) dipilih karena teori ini, adalah yang paling kredibel untuk mengetahui alasan seorang pemilih dalam mempertimbangkan dan memutuskan pilihan politiknya. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini, bahwa praktik primordial para pendeta dalam suksesi kepemimpinan sinodal adalah fakta, bukan mitos. Mayoritas para pemilih (pendeta) memakai politik identitas (suku, almamater dan angkatan) dengan motif, cara dan tujuan yang berbeda-beda. Aktor intelektual dalam praktik primordial didominasi oleh para pendeta. Sementara para politisi dan kapitalis menjadi “penumpang” dengan kepentingannya sendiri. Teologi kegelisahan yang dibangun berguna untuk melihat sejauh mana relevansinya bagi koinonia bergereja [ber-GMIT] yang heterogen di tengah tantangan globalisasi. Menjadi otokritik dan warning bagi para pendeta secara khusus dan GMIT secara umum, untuk tidak lagi menjadikan isu primordial sebagai “kendaraan” dalam suksesi kepemimpinan sinodal. Dengan mempolakan prinsip pemuridan yang setara akan membentuk karakter kepemimpinan seorang hamba yang memimpin dan seorang pemimpin yang menghamba. Kata kunci: Gereja (GMIT), primordialisme, kepemimpinan, Teologi kegelisahan.

PRAKTIK HELA KETA (Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Praktik Hela Keta dalam Tiga Kelompok yakni Kelompok Masyarakat Adat, Agama Katolik, Agama Protestan, dan Implikasinya Bagi Upaya Penciptaan Rekonsiliasi dan Perdamaian di Kabupaten Timor Tengah Utara)

HILDEGARDIS INA TONA
2023 · Thesis · Open Access

Praktik Hela Keta merupakan praktik yang dilakukan oleh orang Dawan yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Praktik ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa nenek moyang mereka pernah berkonflik. Konflik tersebut diikuti dengan sumpah bahwa tidak boleh ada perkawinan antara keturunan yang berkonflik, dan jika terjadi perkawinan maka perlu dilakukan Hela Keta. Ritual Hela Keta sebagai suatu bentuk perdamaian dengan harapan bahwa acara selanjutnya (acara pernikahan) akan berlangsung dalam keadaan baik, dan kehidupan rumah tangga dari pasangan yang hendak menikah pun baik adanya. Ini hal yang menarik menurut penulis. Karena itu, penulis menggunakan metode kualitatif untuk meneliti sehingga tercapai tujuan yakni upaya menciptakan rekonsiliasi dan perdamaian dalam masyarakat yang berkonflik di Timor Tengah Utara. Penulis menggunakan teori-teori utama untuk mengkaji praktik Hela Keta, antara lain: teori konflik, rekonsiliasi, dan perdamaian. Lalu, teori-teori pendukung, antara lain: teori kebudayaan dan adat, ritual, perkawinan, simbol, dan kurban. Hasil dari penelitian ini adalah diperolehnya nilai-nilai dari praktik Hela Keta yang dikaji secara teologis. Kajian teologis terhadap praktik Hela Keta ini menghasilkan dua pokok refleksi teologis, yakni konsep azazel sebagai tanda suatu rekonsiliasi untuk perdamaian, dan Yesus Kristus sebagai jalan menuju perdamaian.

TUHAN DALAM RITUAL MATE MANU (Suatu Tinjauan Teologi Kontekstual tentang Tuhan dalam Kepercayaan Asli Orang Ngada)

YUNITA PRISCILIA MALELAK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Tulisan ini berisi uraian tentang Tuhan dalam ritual mate manu dalam kepercayaan asli orang Ngada. Pertanyaan penelitian adalah apakah konsep orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu, kemudian bagaimana tinjauan teologi kontekstual dalam ritual mate manu dan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Melalui pertanyaan-pertanyaan ini, maka tujuan yang dicapai adalah mengetahui dan menganalisis konsep Tuhan menurut orang Bajawa dalam ritual mate manu, kemudian meninjau ritual mate manu menurut teologi kontekstual dan sekaligus menganalisis implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa. Deskripsi dan analisa dibangun di atas pandangan orang Bajawa tentang Tuhan dalam ritual mate manu. Suatu tinjauan teologi kontekstual dan implikasi ritual mate manu bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa menjadi muara dari tesis ini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian dengan menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap sejumlah responden di Bajawa. Selain itu kajian literatur dilakukan untuk memperkuat analisa dan refleksi teologis. Hasil penelitian membuktikan, bahwa hati dan usus dari ayam/manu menjadi simbol penting dalam pemahaman iman orang Bajawa. Hati dan usus ayam/mamu menjadi tanda bagi orang Bajawa dalam memahami pesan dan maksud Tuhan untuk kehidupan mereka kedepannya. Lebih dari itu, ritual mate manu memberikan implikasi bagi spiritualitas Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa yang ditunjukan melalui sikap inklusif atau saling menerima perbedaan akan tradisi atau praktik budaya yang dimiliki oleh orang Bajawa. Kata Kunci: Tuhan, Ritual mate manu, Model Antropologis.

DIAKONIA HOLISTIK GMIT BAGI DAN BERSAMA KELOMPOK DIFABEL (Sebuah Kajian Teologis terhadap Peranan GMIT dalam Upaya Pemberdayaan melalui Diakonia Holistik Bagi dan Bersama Kelompok Difabel dan Implikasi bagi Pelayanannya di Masa Kini)

MARTHEN HANOKH MINGOTU
2023 · Thesis · Open Access

Kenyataan, bahwa hingga hari ini keberpihakan lembaga-lembaga pemerintah dan sosial kepada kelompok difabel belum memadai. Gereja, sebagai salah satu lembaga sosial, yang bertanggung jawab terhadap kelompok difabel masih lamban untuk memperlihatkan pelayanannya. Mengapa gereja begitu lamban dalam menyikapi persoalan kelompok difabel? Apakah minimnya keberpihakan gereja terhadap kelompok difabel karena gereja masih bergumul dengan minimnya konsep teologi yang berdampak pada lambannya diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? Tesis ini mengacu pada empat pertanyaan pokok: (1) Apa konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel, dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan holistik bagi dan bersama kelompok difabel? (2) Apa pandangan Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel dan bagaimana pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri? (3) Bagaimanakah praksis diakonia holistik GMIT bagi dan bersama kelompok difabel? (4) Bagaimana refleksi teologis tentang pemberdayaan gereja bagi dan bersama kelompok difabel? Pertanyaan-pertanyaan ini, membimbing penulisan ini untuk mencapai empat tujuan, yaitu : (1) sebuah deskripsi konsep teologi GMIT tentang kelompok difabel dan upaya GMIT menjemaatkan teologi kelompok difabel yang berdampak pada peningkatan pelayanan diakonia holistik bagi dan bersama kelompok difabel; (2) Uraian perspektif Ketua MS GMIT, UPP Teologi MS GMIT, dan para pendeta GMIT terkait kelompok difabel; (3) Uraian pandangan kelompok difabel tentang identitas mereka sendiri; penjelasan praksis diakonia holistik GMIT selama ini bagi dan bersama kelompok difabel; dan (4) sebuah tinjauan reflektif teologis tentang diakonia holistik gereja bagi dan bersama kelompok difabel. Metode yang digunakan dalam penelitian untuk kepentingan tesis ini adalah metode penelitian kwalitatif dengan teknik wawancara mendalam. Selain itu studi kepustakaan diarahkan pada dokumen-dokumen GMIT yang berkaitan dengan topik studi. Penelitian ini membuktikan bahwa (1) GMIT masih perlu menunjukkan kepekaan dan kepedulian dalam prinsip solidaritas yang sama kepada kelompok difabel. (2) Diakonia bagi dan bersama kelompok difabel masih sangat terbatas. (3) GMIT belum memiliki pandangan dan sikap teologis yang jelas terhadap kelompok difabel. (4) Secara teologis, keberpihakan kepada kelompok difabel dalam menegakkan keadilan dan damai sejahtera bagi mereka sesungguhnya memperlihatkan keberpihakan Allah bagi manusia.

MOTIVASI IBADAH DAN TINJAUAN TEOLOGIS BERDASARKAN TEORI BEHAVIORISTIK B. F. SKINNER DI KALANGAN PEMUDA-PEMUDI JEMAAT GMIT LULANGKANG MATA JEMAAT SUSAN TAKALELANG KLASIS ALOR TENGAH UTARA

ADE IRMA ASRI LEMA
2023 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi setiap motivasi-motivasi dari pemuda-pemudi jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara di dalam mengikuti ibadah. Adapun bentuk-bentuk dari motivasi beribadah merupakan suatu kewajiban sebagai warga Gereja mendapatkan pemulihan atau kesembuhan, bukan menjadikan tempat Gereja sebagai tempat mencari kesenangan diri semata. Adanya berbagai motivasi dalam beribadah mengakibatkan tujuan utama dari ibadah menjadi melenceng karena motivasi beribadah cenderung kepada kepentingan pribadi. Motivasi yang demikian dapat mempengaruhi pertumbuhan kerohanian dari seseorang. Pemuda-pemudi merupakan tiang penopang dari suatu Gereja. Oleh karena itu, mereka seharusnya mempunyai motivasi yang benar dalam beribadah supaya mereka dapat mengalami pertumbuhan secara rohani. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data secara angket, wawancara, observasi, dan dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang motivasi, ibadah, dan konsep teori behavioristik B. F. Skinner. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengaruh lingkungan dalam beribadah dapat mempengaruhi motivasi beribadah dari pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang Klasis Alor Tengah Utara, yang disebabkan oleh lingkungan sosial mereka karena lingkungan sosial mempengaruhi motivasi mereka dalam menentukan apakah motivasi bermanfaat atau merugikan. Dengan demikian, baik atau tidaknya motivasi ibadah pemuda-pemudi Jemaat GMIT Lulangkang Mata Jemaat Susan Takalelang ditentukan oleh pengaruh lingkungan sosial yang ada di sekitar mereka.

ANALISIS PENGARUH LOYALITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH NTT

UMBU NORMAN
2023 · Thesis · Open Access

Kinerja berasal dari kata prestasi kerja (performance). Sebagaimana dikemukakan oleh Mangkunegara (2015:32) bahwa istilah kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai seseorang) yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Sastrohadiwiryo (2013:43) bahwa kinerja tergantung pada kemampuan pembawaan (ability), kemampuan yang dapat dikembangkan (capacity), bantuan untuk terwujudnya performance (help), insentif materi maupun non materi (incentive), lingkungan (environment), dan evaluasi (evaluation). Kinerja dipengaruhi oleh kualitas fisik individu (ketrampilan dan kemampuan, pendidikan dan keserasian), lingkungan (termasuk insentif dan non insentif) dan teknologi. Berdasarkan penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini Peneliti akan membahas Loyalitas kerja dan Kepuasan Kerja berpengaruh terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT..Dalam penelitian ini metode yang digunakan peneliti adalah metode kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT berjumlah 105 orang dan dilakukan penentuan sampel menunggunkan rumus slovin maka penelitian ini berjumlah 83 orang. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden. Teknik analisis data yang peneliti gunakan pada penelitian ini mengetahui pengaruh Loyalitas Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Peneliti menggunakan Uji Analisis Regresi Linear Berganda, Uji Parsial (Uji T), Uji Simultan dan Uji Kooefesien Determinasi (R2). Dari hasil penelitian yang dilakukan, Peneliti dapat menyimpulkan bahwa secara Loyalitas Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT dan Kepuasan kerja berpengaruh berpengaruh signifikan terhadap Kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah xv NTT . secara simultan Loyalitas Kerja, dan Kepuasan kerja terdapat pengaruh secara Bersama-sama secar signifikan terhadap Kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian yang didapati dari hasil analisis regresi linear berganda dengan konstantan a sebesar -4,278, Sedangkan Kooefeisen regresi b1 =0,442, b2 =1,008. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda memperlihatkan pengaruh Loyalitas Kerja (X1) dan Kepuasan Kerja (X2) terhahap Kinerja Karyawan (Y) adalah sebagai berikut : Y= -4,278+ 0,442 X1 + 1,008 X2. Selain itu hasil Uji Hipotesis pertama yaitu ada Loyalitas Kerja (X1) Kinerja Karyawan (Y). Diketahui variabel Loyalitas Kerja (X1) di temukan t hitung = 6.404 lebih besar dari t tabel = 1,671 dan tingkat signifikan = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 terbukti bahwa T hitung > T table artinya Ho ditolak dan Ha diterima Maka dapat disimpulkan bahwa Loyalitas Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Berikut Uji Hipotesis kedua yaitu ada pengaruh Kepuasan Kerja (X2) dan Kinerja Karyawan (Y) diketahui bahwa variabel Kepuasan Kerja Karyawan (X2) ditemukan t hitung = 14,534 lebih besar dari t tabel = 1,671 dan tingkat sig = 0,000. Maka terbukti bahawa T hitung > T tabel. Artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa Kepuasan Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Untuk hasil Uji F didapati F hitung = 2585,338 lebih besar dari F tabel = 2,33 dan tingkat sig = 0,000 oleh karena itu nilai sig 0,05 maka H0 ( b1=0) ditolak dan Ha (b1>0) diterima artinya variabel Loyalitas Kerja (X1) dan Variabel Kepuasan Kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan secara simultan terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan terakhir berdasarkan perolehan hasil uji kofesien determinasi (R2) adalah 0,985 atau 98,6%. Hal ini berarti besar pengaruhnya Loyalitas Kerja dan kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan adalah 98,6%. Sedangkan pengaruh sebesar 0,015% disebabkan oleh faktor lain.

BOLEHKAH PENDETA MENGURUS BISNIS? (Suatu Tinjauan Etis-Teologis Tentang Pemahaman Jemaat dan Pendeta di Klasis Pantar Barat Terhadap Pendeta yang Terlibat dalam Bisnis dan Implikasinya bagi Pelayanan di GMIT)

DESSY NATALIA WENI
2023 · Thesis · Open Access

Bisnis adalah suatu kegiatan menjual barang atau jasa kepada konsumen untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Berbicara tentang bisnis di zaman modern ini, tentu sudah menjadi hal yang biasa. Bisnis sudah menjadi bagian dalam kehidupan setiap orang. Apalagi perkembangan teknologi yang semakin pesat, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk memperjual belikan apa yang ia punya untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Prinsip utama dalam menjalankan bisnis ialah untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Oleh karena itu, para pelaku bisnis akan berjuang dengan berbagai macam cara untuk membuat bisnis mereka tetap bertahan dan apa yang menjadi kebutuhan dasar mereka bisa tetap terpenuhi. Di masa kini, banyak pendeta, secara khusus pendeta di GMIT juga memiliki bisnis tertentu. Ada yang berbisnis dengan tujuan meningkatkan pendapatan kas jemaat dan pemberdayaan ekonomi jemaat, tetapi ada juga yang ingin memenuhi kebutuhan hidup secara pribadi dan keluarga. Pertanyaan mendasar yang menjadi fokus penelitian penulis ialah apakah boleh pendeta mengurus bisnis? Penelitian ini berlokasi di Klasis Pantar Barat, secara khusus di Jemaat GMIT Abarim Allung. Penulis meneliti lebih jauh tentang pendapat jemaat dan pendeta tentang pendeta yang mengurus bisnis dan bagaimana dampak dari hal tersebut bagi pelayanan di GMIT. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Metode ini mempelajari dan mengerti suatu gejala jemaat umum dengan perhatian khusus diarahkan pada dinamika sosial, ekonomi, dan spiritualitas jemaat. Sebagai sebuah prosedur penelitian, metode ini menghasilkan gambaran data atau informasi yang didapat melalui penjelasan dari orang-orang dan hal-hal yang mereka lakukan di lokasi penelitian. Asumsi dari penelitian ini ialah berbisnis merupakan dampak dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Siapapun bisa terlibat dalam berbisnis, termasuk para pendeta. Akan tetapi, pendeta tidak boleh melibatkan diri secara langsung dalam dunia bisnis. Seorang pendeta harus fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai hamba Kristus yang melayani dengan integritas yang melekat pada dirinya. Ia dapat memberdayakan potensi yang dimiliki oleh jemaat agar mereka yang terlibat secara langsung dalam bisnis. Pendeta juga perlu menanamkan nilai-nilai integritas kristiani dalam diri jemaat agar mereka tetap berlaku jujur, berani, setia, bertanggung jawab, dan rela berkorban dalam menjalankan bisnis untuk kepentingan bersama. Singkatnya, pendeta boleh memiliki bisnis tetapi tidak boleh mengurus bisnis. Ia harus lebih memfokuskan diri pada pengembangan pelayanan dan pemberdayaan ekonomi jemaat di mana ia melayani. Ia juga harus terus menyadarkan dirinya sebagai hamba Kristus yang datang untuk melayani, bukan dilayani.

RELASI TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KESETARAAN GENDER DALAM PRAKTIK BELIS MASYARAKAT ROTE Suatu Tinjauan Etis - Teologis terhadap Tradisi Belis Masyarakat Rote di Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng - Klasis Kupang Tengah

AYU PATRECIA POLLIN
2023 · Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis pandangan dari praktik tradisi belis masyarakat Rote di lingkup Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng, yang telah mengalami pergeseran nilai berdasarkan tingkat pendidikan perempuan, dan membuat refleksi etis - teologis. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif kualitatif. Responden penelitian adalah tokoh – tokoh adat Rote; pasangan suami istri (pasutri) yang berasal dari Rote; kaum milenial dari Rote; dan Presbiter Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng. Data yang dikumpulkan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang dipakai peneliti adalah data kualitatif yaitu data yang tidak berbentuk angka. Penelitian ini akan menggali dari sumber data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau alat pengambil data langsung pada subjek sebagai sumber informasi yang dicari. Data yang terkumpul akan dibahas dan dianalisis, kemudian membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi belis masyarakat Rote telah mengalami perubahan nilai, yang mana belis ditentukan menurut tingkat pendidikan perempuan, bukan berdasarkan nilai dan tujuan dari belis itu sendiri. Dampak dari Tingkat Pendidikan terhadap kesetaraan gender dalam praktik belis masyarakat Rote di Jemaat GMIT Pengharapan Dendeng yaitu: terjadinya kawin lari, penundaan dan pembatalan pernikahan, kekerasan dalam rumah tangga, dan perempuan diposisikan sebagai komoditas. Refleksi etis-teologis dari penelitian ini, yaitu pemberian belis sebagai kehendak Allah, sikap gereja dalam menyikapi kebudayaan dan kesetaraan gender bahwa laki-laki dan perempuan adalah gambar dan rupa Allah (imago Dei).