Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 81 dari 195

TRADISI MAKAN PATITA

AGATHA MAGDALENA TEMALURU
2023 · Thesis · Open Access

Makan Patita atau makan bersama merupakan sebuah tradisi yang berasal dari Maluku. Kata Patita lebih dekat artinya dengan beberapa istilah yaitu istilah pa’atita yaitu jamuan makan bersama. Pa’atita mempunyai kata dasar tita yang berarti amanat/didikan/perintah, sehingga pada saat berlangsungnya makan Patita, terdapat proses hamana2 yang berarti proses didikan atau memberikan petuah oleh pemimpin kepada semua yang hadir dan duduk bersama. Proses didikan atau petuah tersebut disampaikan sebelum dan sesudah makan. Makan Patita bukan saja sebagai simbol atau petunjuk identitas tetapi juga dapat memberi makna dan nilai bagi persekutuan kelompok khususnya di kalangan orang-orang muda orang Maluku sebagai sarana rekonsiliasi, yakni berlangsungnya percakapan atau dialog yang bertujuan untuk menyatukan persepsi/pandangan bersama yang mengarah kepada terjadinya kesepakatan damai. Tradisi ini dibawa masuk ke Kupang lewat migrasi orang-orang Maluku di NTTdengan cara yang berbeda-beda yakni lewat jalur pendidikan, perdagangan, pelayanan injil, dan lain sebagainnya.Proses migrasi ini telah memberikan kontribusi yang beragam dalam memperkaya kehidupan masyarakat setempat, dengan membawa serta nilai-nilai dan keunikan budaya Maluku yang kini menjadi bagian penting dari identitas dan warisan budaya di Kupang salah satunya tradisi makan Patita. Perkembangan Makan Patita di daerah NTT membawa kesan teologis yang baik bagi kehidupan orang-orang Kristen. Makan Patita telah mengalami perkembangan makna sehingga tidak lagi menjadi tradisi yang eksklusif bagi orang Maluku saja, namun bisa dirasakan siapa saja yang hadir pada acara-acara tradisi makan patita. Penulis mengamati tradisi makan Patita ini menjadi sarana transformasi dan transportasi nilai-nilai Kristiani kepada setiap jemaat yang didiami oleh orang-orang Maluku khususnya di GMIT Kota Kupang. Oleh karena itu dengan menggunakan pengamatan lapangan dan teoriteori makan Patita, penulis kemudian meneliti perkembangan tradisi ini di tengah jemaat Kota Kupang. Dengan menggunakan metode deskriptif, analisis, dan reflektif, penulis mendeskripsikan Sejarah, makna, tujuan dan manfaat tradisi makan patita. Lalu berdasarkan teori dan realita lapangan, penulis menganalisis sesuai dengan keadaan di lapangan dan mendapatkan respon beragam terkait dengan nilai-nilai yang ditransfer kepada sesama orang Maluku dan yang bukan Maluku baik itu nilai-nilai moral dan etika, maupun nilai-nilai Kristiani. Kemudian penulis merefleksikannya ke dalam implikasi bagi gereja, dan bagi masyarakat kota Kupang lainnya.

GEREJA SEBAGAI PEMBERDAYAAN EKONOMI JEMAAT

PATOH PAULINA PINAT
2023 · Thesis · Open Access

Pembangunan jemaat adalah wujud nyata partisipasi gereja di dalam menyatakan tanda kehadiran Allah di bumi. Dalam semangat ini, GMIT Karmel Nunuh Tael Tob Klasis Fatule’u Timur juga mulai mengupayakan semangat melayani dan membangun komunitas jemaat melalui aksi pemberdayaan. Namun, tindakan ini kerap menjadikan jemaat hanya sebagai objek pelayanan dalam arti bahwa jemaat kurang dilibatkan. Gereja hanya menyiapkan beberapa kebutuhan kemudian disalurkan tanpa ada tindaklanjuti atau pengawasan. Padahal pembangunan jemaat dalam perspektif iman dan rasional punya arti mewujudkan pembangunan jemaat tidak hanya usaha iman saja tapi juga usaha rasional. Jadi tindakan imani dan rasional akan memnghasilkan sebuah pembangunan yang memiliki arah pada tujuan dan hasil. Berangkat dari hal ini maka tulisan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana partisipasi gereja melihat kehidupan jemaat dengan tidak sebatas menjadikan jemaat objek tetapi subjek. Untuk itu, penulis memilih untuk mengembangkan tulisan ini dengan pendekatan metode Penelitian Lapangan dan juga Penelitian Pustaka. Kedua metode ini adalah sebuah elaborasi. Apa yang didapat di lapangan, itu yang akan dijadikan bahan analisis dengan teori yang penulis pakai. Akhirnya, tulisan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi jemaat Nunuh Tael dalam meningkatkan pelayanannya.

PERAN PENGAJAR TERHADAP PELAYANAN PEMUDA DI JEMAAT SION OEPURA

PRISILIA L. HAILITIK
2023 · Thesis · Open Access

Pengajar di GMIT merupakan salah satu jabatan presbiter. Pengajar memiliki tugas utama membina dan merawat iman jemaat. Karena itu penting sekali bagi seorang pengajar untuk memaknai panggilannya ini. Perlu diingat bahwa kehadiran pengajar itu sangat erat kaitannya dengan kehidupan para pemuda gereja. Hal ini terjadi karena pengajar itu mengemban tugas mendidik calon katekumen gereja. Di GMIT Sion Oepura pun berlaku demikian. Hanya saja, kehadiran pengajar dan tugasnya masih minim diketahui oleh para pemuda gereja. Akibatnya para pemuda gereja tidak betul-betul menghargai peran pengajar. Ini menjadi masalah tersendiri. Atas hal ini maka tulisan ini digali dengan tujuan agar pemuda bisa memahami peran pengajar. Untuk bisa menuntaskan tulisan ini maka penulis menggunakan metode studi Pustaka dan juga studi lapangan, khusus di Jemaat GMIT Sion Oepura yang kemudian dielaborasi menjadi sebuah tulisan ilmiah seperti ini. Harapannya, melalui tulisan ini ada kontribusi atau sumbangan pemikiran dan aksi konkret bagi gereja khususnya bagi para pengajar GMIT dalam memahami makna panggilannya ini dan juga bisa menjadi sumber pengetahuan bagi pemuda untuk bisa tahu apa itu jabatan pengajar dan betapa pentingnya tugas pengajar di dalam memelihara iman mereka.

PERSEKUTUAN MARGA

SISKA SIPORA FAOT
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Persekutuan Marga merupakan kumpulan suatu kelompok orang menurut satu garis keturunan dan berasal dari satu rahim. Persekutuan tidak hanya ada dalam lingkup keluarga tetapi juga persekutuan ada dalam lingkup gereja yang mana terdiri dari banyak orang dan berasal dari latar belakang yang berbeda. Jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka ada dalam konteks ikatan keluarga yang sangat kuat dalam persekutuan gereja hingga menimbulkan dampak yang postif dalam pelayanan dan juga menimbulkan dampak negatif yaitu terjadi perpecahan. Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang ada dalam persekutuan jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka dan juga yang terlibat langsung dalam sejarah pembentukan Jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka. Hasil penelitian yang Penulis temukan adalah kehidupan pelayanan persekutuan jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka yang terikat dengan hubungan kekeluargaan sehingga dalam proses persekutuan pelayanan gereja Fatu Sion kabuka terjadi perpecahan tetapi juga pelayanan tertolong dengan baik oleh karena ikatan kekeluargaan yang kuat. Dalam persekutuan marga di jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka dipengaruhi oleh beb erapa faktor yaitu faktor budaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi, faktor stratifikansi sosial dan faktor letak tempat yang jauh dari perkotaan. Ada beberapa nilai-nilai refleksi dari persekutuan marga jemaat GMIT Fatu Sion Kabuka yaitu, sukacita persekutuan Kristen, pengurbanan persekutuan Kristen Dan kemitraan persekutuan Kristen.

AKU SESAMA MU

SARAH ANGELITA RAEPUNYA
2023 · Thesis · Open Access

Membalas dendam terhadap satu dengan yang lain adalah hal yang lumrah bagi kehidupan Jemaat Kristen masa kini. Dalam menjalani kehidupan ini, banyak permasalahan sering terjadi antara satu dengan yang lain. Permasalahan-permasalahan tersebut sering menyinggung perasaan, merendahkan harga diri, merasa dihina, dan bahkan mengundang amarah. Menyikapi akan hal-hal ini, orang Kristen terkhususnya Jemaat GMIT lebih cenderung berusaha untuk melakukan hal yang sama (membalas) atau bahkan lebih kepada siapa yang menyakitinya. Keinginan untuk membalas perbuatan yang dilakukan oleh pihak lain kepada pihak yang direndahkan harga dirinya akan semakin besar dan seakan-akan keinginan itu harus segera dilakukan. Jika tidak dilakukan ada rasa ketidakpuasan dan tidak ada rasa ketenangan dalam diri. Biasanya tindakan balas dendam ini tidak memandang kelas sosial, ras atau agama, semua orang bisa melakukan balas dendam tergantung seberapa hal buruk yang dialami atau dirasakan dari orang lain. Melihat kehidupan Jemaat GMIT saat ini, berkaitan dengan sikap balas dendam yang seringkali dilakukan, penulis ingin memberikan pemahaman teologi yang baik tentang sikap yang harus dilakukan orang Kristen ketika menghadapi permasalahan tersebut. Bertolak dari apa yang disampaikan oleh Yesus berkaitan dengan hukum pembalasan, jemaat GMIT masa kini dituntut untuk mampu melakukan apa yang menjadi kehendak Yesus dan menghidupinya dalam kehidupan setiap hari. Mereka tidak boleh hidup sebagai orang yang mendendam dan saling membalas apapun yang dilakukan. Mereka harus ingat bahwa Yesus telah mengajarkan kasih yang sesungguhnya yang harus diteladani. Kasih yang Yesus ajarkan merupakan jalan yang tepat agar mereka dapat menghilangkan keinginan balas dendam atas perlakuan buruk yang diterima.

KEPEMIMPINAN PELAYAN MUDA

YUNITA SARAH SOAN
2023 · Thesis · Open Access

ius adalah seorang anak dari hasil pernikahan campuran, ia sangat dikenal baik oleh keluarganya di Listra. Timotius diangkat sebagai anak rohani sekaligus menjadi rekan sepelayanan dari Paulus serta paulus sendirilah yang melakukan penyunatan bagi Timotius untuk mengesahkan sebagai salah satu dari bangsa Yahudi pada masa itu. Timotius juga merupakan seorang muda yang dipercayakan Paulus untuk menjadi pemimpin di Efesus serta mengalami berbagai tantangan-tantangan ajaran sesat yang ada disana. Gereja Kristen Sumba adalah persekutuan orang percaya sebagai tubuh Kristus yang terwujud dalam jemaat-jemaat di lingkungan pelayanan Gereja Kristen Sumba (GKS). Wilayah pelayanan gereja ini adalah pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Realita kepemimpinan Pelayan Muda di GKS tidak jauh berbeda dengan kehidupan kepemimpinan Timotius. Adapun krisis kepemimpinan yang terjadi terhadap salah seorang Pdt di GKS yang hidup dalam kemewahan. Sehingga terjurums dalam masalah hutang-pituang karena mangambil barang berharga milik jemaat kemudian digadaikan dan memakai uang jemaat tanpa ijin administrasi yang jelas kemudian meninggalkan tempat pelayan. Dari hasil penelitan yang penulis lakukan terhadap pelayan muda yang menjadi pemimpin gereja masa kini ditemukan bahwa para pelayan muda dilingkup Gereja Kristen Sumba mengalami berbagai persoalan yang merujuk pada krisis kepemimpinan. Melihat dari Paulus menasihat kepada Timotius dalam kitab I Timotius 4:11-12 dan II Timotius 4:1-5, Paulus menginginkan Timotius menjadi teladan bagi jemaatnya sehingga orang tidak memandang rendah, berani menegor apa yang salah, menyataan apa yang benar kepada orang-orang yang belum mengenal Allah sebagai Juruselamat. Serta Paulus juga menasihatkan Timotius untuk tetap tunaikan tugas pelayanannya, sabar menderita, tetap setia, menjaga kesucian dan mampu menguasai diri dalam keadaan apapun. Hal ini juga akan menjadi nasehat serta tindakan nnyata yang berkelanjutan dalam kehidupan kepemimpinan para pelayanan muda di Gereja Kristen Sumba.

MAKNA PERSEKUTUAN

RUTH LOVI AHOLIAB AMTIRAN
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Gereja adalah orang-orang beriman yang dipanggil dan dikumpulkan. Panggilan itu dilakukan oleh Allah sendiri. Dalam kaitan dengan bersekutu maka gereja adalah persekutuan orang percaya yang diutus untuk mengantar keselamatan Allah kepada seluruh dunia. sebagai persekutuan orang-orang pilihan Allah yang terpanggil tidak hanya menerima warisan yang sama yaitu hidup yang kekal tetapi juga untuk memasuki persekutuan dengan satu Allah dan satu Kristus. Persekutuan sendiri tidak jauh berbeda dengan gereja namun penulis lebih menggunakan kata persekutuan karena kata persekutuan lebih sering dijumpai dalam suatu tempat yang kita kenal dengan jemaat. Pemahaman mengenai persekutuan juga muncul secara beragama. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif yang berorientasi pada penelitian lapangan. Penulis berusaha mencari pemahaman tentang persekutuan dari anggota jemaat dan majelis. Pada prinsipnya persekutuan mengandung makna dan prinsip yaitu sebagai, yaitu persekutuan dengan Allah dan persekutuan dengan sesama manusia. Persekutuan terjadi karena adanya tujuan yang sama, rasa kekeluargaan, membentuk pengalaman berorganisasi, wadah untuk beribadah dan tempat membangun relasi. Adapun faktor yang mempengaruhi pemahaman jemaat yakni faktor budaya, kekeluargaan, pendidikan dan pengalaman serta konflik. Dalam penulisan ditemukan beberapa nilai-nilai yang penulis akan paparkan yakni persekutuan sebagai komunitas berbagi, persekutuan sebagai komunitas yang menyembuhkan dan persekutuan sebagai komunitas persahabatan. Implikasi dari tulisan ini adalah bagi pelayanan jemaat dan relasi dengan masyarakat.

KOKOH DI TENGAH KEPELBAGAIAN

ADOLFIKA VINSENSIA RAHELIA KOLIFAI
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK KOKOH DI TENGAH KEPELBAGAIAN Suatu Tinjauan Historis Teologis Terhadap Dinamika Pengembangan Jemaat GMIT Bet’El Maulafa Periode 2021 Sampai Saat Ini Adolfika Vinsensia Rahelia Kolifai Program Studi Teologi Agama Kristen, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang email: [email protected] Jemaat Bet’El Maulafa yang berdiri pada 4 April 2005 ini merupakan jemaat yang terbentuk dari semangat dan ketekunan. Datang dari keberagaman latar belakang suku/etnis, ras, golongan, tingkat pendidikan, dan lain sebagainya membuat jemaat ini semakin kaya akan ide dan gagasan-gagasan yang dapat menggerakkan langkah jemaat untuk terus maju. Perkembangan jemaat ini nampak dengan jelas dari peningkatan jumlah anggota jemaat. Perkembangan kuantitas ini tentu diharapkan berjalan lurus dengan peningkatan kualitas hidup jemaat. Namun, kenyataan yang terjadi dalam kehidupan jemaat ini menunjukkan yang sebaliknya. Keberagaman yang awalnya menjadi kekuatan dan yang menggerakkan jemaat ini justru sekarang dipandang sebagai ancaman. Berdasarkan masalah inilah, maka tujuan skripsi untuk melihat dinamika pengembangan jemaat Bet’El Maulafa periode 2021 sampai saat ini. Dengan melakukan penelitian lapangan dan dengan menggunakan kajian historis teologis. Dengan melihat pada teori keesaan gereja yang menyebut gereja sebagai communio sanctorum yang menggambarkan kesatuan dalam persekutuan orang percaya, juga menurut Dulles bahwa gereja adalah persekutuan murid-murid yang selalu berfokus pada keutamaan Tuhan dan sesama dibanding kepentingan diri sendiri sebagai kunci kehidupan bersama dalam perbedaan dan menurut model keesaan jeruk yang sama sekali tidak bermaksud untuk menghilangkan nilai-nilai keberagaman dalam kehidupan bergereja. Dari ketiga teori tersebut membuat penulis berkesimpulan bahwa keberagaman yang ada di dalam gereja seharusnya tidak menjadi ancaman bagi keberlangsungan hidup jemaat melainkan menjadi kekuatan dan kekayaan yang akan terus mengokohkan gereja itu sendiri, karena keberagaman akan terus ada di dalam kehidupan berjemaat.

KEMITRAAN PENATUA, DIAKEN, DAN PENGAJAR

YANO SEPRI YANTI PASOLE
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

PERAN MAJELIS JEMAAT DALAM URUSAN SENGKETA TANAH

HENKI ARISTO PAUT
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PERAN MAJELIS JEMAAT DALAM URUSAN SENGKETA TANAH ”Suatu Tinjauan Teologis tentang Peran Majelis Jemaat dalam Urusan Sengketa Tanah di Jemaat GMIT Ora Et Labora Kolbano Klasis Amanuban Tengah Selatan” Henki Aristo Paut email: [email protected] Jemaat GMIT Ora et Labora Kolbano berdiri pada tanggal 1 Januari 1912. Latar belakang berdirinya jemaat ini adalah keadaan jemaat yang masih sangat kental dengan kepercayaan terhadap tempat-tempat dan beda-beda yang memiliki kekuatan gaib dan juga arwah-arwah dari para leluhur. Orang-orang yang memiliki kepercayaan seperti ini biasanya dikenal dengan istilah atoni halaik (orang kafir). Pada saat injil mulai dibawa masuk ke dalam kalangan jemaat. Usif dan juga tua-tua masyarakat menolak akan hal tersebut karena Injil dilihat sebagai hal yang tabuh dan sebuah ancaman bagi keyakinan dan kepercayaan orang-orang halaik. Budaya yang berkembang dalam kalangan masyarakat pada waktu itu adalah setiap usaha dan kerja yang dilakukan selalu berhubungan dengan alam. Bagi mereka alam mengabulkan setiap doa melalui arwah-arwah moyang mereka. Jemaat GMIT Ora et Labora Kolbano berdiri di tengah-tengah jemaat dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda dan dengan watak yang berbeda pula. Dari perbedaan inilah kehadiran Injil atau gereja mempersatukan semua jemaat dalam satu persekutuan sebagai keluarga Allah. Sering kali ada persoalan-persoalan atau konflik-konflik yang timbul dalam kalangan jemaat dan memiliki potensi merusak relasi dalam sebuah persekutuan. Konflik-konflik individu maupun konflik-konflik yang sering kali melibatkan kelompok-kelompok memiliki potensi yang sangat besar terhadap renggangya relasi dalam sebuah persekutuan bahkan bisa mengakibatkan perpecahan dalam suatu persekutuan. Masalah mengenai perampasan tanah atau sengketa tanah memiliki dampak yang sangat besar terhadap renggangya relasi dalam suatu persekutan bahkan dapat mengakibatkan perpecahan dalam suatu persekutuan. Persoalan-persoalan seperti ini dapat terjadi karena beberapa faktor penyebab seperti tuntutan ekonomi, bahkan faktor sosial dan politik dan juga budaya yang berkembang dalam suatu masyarakat. Berdasarkan realita yang ada gereja seolah tidak mendapatkan ruang untuk terlibat secara langsung dalam setiap proses penyelesaian permasalahan tanah yang sering dihadapi di dalam jemaat. Gereja sebagai suatu persekutan yang tumbuh dan selalu berhadapan dengan berbagai macam konflik atau persoalan dalam jemaat memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan atau konflik tersebut. Gereja tidak dapat menghindarkan diri dari konflik, melainkan gereja harus selalu hadir dalam setiap proses penanganan atau penyelesaian konflik yang terjadi. Pada tahap inilah misi gereja itu harus tampak dan melalui kehadiran gereja, jemaat dapat merasakan syalom Allah. Konflik atau persoalan yang terjadi harus dapat dikelola dengan tepat karena jika tidak diselesaikan dengan tepat maka akan melahirkan konflik baru yang akan berdampak pada persekutuan sebagai keluarga Allah. .

Gereja dan Sekolah

HETI BERNADITA SUSAR
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Misi gereja adalah panggilan dari Allah kepada gereja sebagai perpanjangan tangan Allah untuk menghadirkan kerajaan Allah. Gereja adalah Tubuh Kristus, umat Allah dan persekutuan orang percaya. Gereja juga adalah lembaga yang berperan sebagai sarana penginjilan, pengajaran, pendidikan dan pemuridan. Gereja memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menghadirkan kasih Allah dimuka bumi, salah satunya melalui bidang pendidikan. Dalam misinya di dunia, gereja memiliki tugas panggilan dalam bidang pendidikan. Howard G Hendricks mengatakan gereja mesti melakukan pendidikan. Itu bukanlah sebuah pilihan melainkan suatu yang esensial; bukan hanya sekadar karena baik tetapi juga karena ia amat penting. Gereja yang berhenti melayankan pendidikan, ia telah berhenti sebagai sebuah gereja. Terkait dengan masalah yang terjadi di SD GMIT Fami Tulleng, tentang kurangnya tenaga pendidik, sarana-prasarana yang kurang layak, tunjangan bagi guru-guru honorer yang terbatas dan seadanya, maka melalui penelitian yang dilakukan, penulis ingin mengetahui bagaimana peran Mata Jemaat GMIT Getsemani Kolang terkaitdengan keadaan SD GMIT Fami Tulleng. Berdasarkan hasil penelitian, penulisan menemukan bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi masalah yang penulis sebutkan di atas. Faktor-faktor tersebut antara lain: Kepedulian jemaat terhadap guru honorer dan kesadaran jemaat akan pentingnya pendidikan pada anak. Metode yang penulis pakai untuk memperoleh informasi mengenai kajian tersebut adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini bertujuan untuk menyediakan alat-alat dalam memahami arti yang mendalam berkaitan dengan fenomena yang kompleks dan prosesnya dalam praktek kehidupan sosial. Dalam teks Kisah Para Rasul 2:41-47, kehidupan jemaat mula-mula hidup dalam kebersamaan sebagai bentuk persekutuan keluarga Allah untuk saling menopang dalam setiap permasalahan yang ada.

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PERSEKUTUAN REMAJA

WISDOM ORCHID VIOLETA PO
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Masa remaja adalah masa dimana seorang anak mulai mencari identitas dirinya. Remaja yang dalam proses pencarian jati dirinya memerlukan wadah sebuah komunitas untuk dia berbagi cerita akan pengalaman hidupnya. Komunitas yang dimaksud disini bukanlah sebuah komunitas yang hanya sekedar kumpul-kumpul belaka, namun sebuah komunitas yang dapat membangun diri remaja terutama dalam pencarian identitasnya. Jack L. Saymour menyuguhkan komunitas iman sebagai wadah begi jemaat untuk membentuk sebuah komunitas. Komunitas iman ini membantu remaja untuk berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya. Peranan guru cukup penting bagi remaja khusunya menumbuhkan karakter Kristus di dalam diri setiap remaja. Guru menjadi seorang fasilitator bagi remaja untuk menghubungkan cerita teks Alkitab disini kemudian direfleksikan dan menghasilkan sebuah tindakan nyata sebagai wujud pelayanan. Pelayanan dilakukan bukan hanya pelayanan di dalam melainkan pelayanan keluar. Gereja Jemaat GMIT Imanuel Oehani merupakan jemaat yang memberikan pelayanan pendidikan agama kristen lewat persekutuan anak dan remaja. Dalam membentuk sebuah persekutuan tentunya diperlukan tenaga pengajar yang memiliki pengetahuan cukup mengenai pendidikan kristiani. Sebagaimana tujuan yang perlu dicapai oleh Jack L. Saymour dalam bidang pendekatan Komunitas Iman. Persekutuan atau koinonia merupakan suatu wadah pembentukan karakter Kristus dalam diri seorang anak. Sebuah persekutuan yang baik tentunya sudah memiliki potensi untuk memberikan dampak yang baik dalam pencarian identitas diri anak terlebih khusus memberikan dampak baik untuk menumbuhkan karakter Kristus dalam diri setiap remaja. Gereja perlu terus mendorong para pemuda untuk menggunakan semua potensi yang ada pada arah yang benar untuk terus melayani Tuhan. Para remaja harus membuktikan kalau mereka telah mengenal Kristus mereka harus berani bersaksi dan dibuktikan dengan tindakan nyata untuk mempengaruhi individu dalam persekutuan remaja tersebut. penulis menekankan supaya setiap remaja harus memiliki dampak ketika mereka telah ada dalam persekutuan remaja, yakni ketika mereka berhasil memberikan kesaksian tentang pengalaman mereka dan berpengaruh pada kehidupan remaja lainnya. Kata kunci: Komunitas Iman, Persekutuan Remaja, Pendidikan Kristiani, Jack L. Saymour, Kesaksian atau Marturia.

PEMUDA DAN PERMASALAHANNYA

SONYA MARIA DOPONGTONUNG
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Gereja yang terbentuk dari kumpulan orang-orang yang mengakui iman Kristiani juga senantiasa bersama-sama mewujudkan kehidupan bersama lewat persekutuan yang dibangun dalam semangat satu tujuan yang sama. Gereja yang kelihatan adalah semua orang di seluruh dunia mengaku dan berbakti kepada satu Allah dan Kristus. Gereja yang tidak kelihatan sendiri adalah gereja yang berada di hadirat Allah. Dalam gereja ini yang diterima hanya dia yang oleh rahmat Allah diangkat menjadi Anak-Nya dan oleh penyucian karya Roh Kudus menjadi anggota Kristus. Kemitraan merupakan hubungan atau juga mitra dapat diartikan kawan, sahabat, rekan teman kerja. Gereja perlu membangun kemitraan dalam komunitas. Kemitraan yang dimaksud untuk memahami akan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam suatu pelayanan gerejawi demi mencapai keharmonisan pelayanan suatu gereja yang bertujuan untuk memuliakan Allah. Oleh karena itu dalam tulisan ini lebih menfokuskan kepada kemitraan dalam organisasi dan kemitraan dalam pelayanan bersama antara penatua, diaken dan anggota jemaat. Metode penelitian yang digunakan penulis di sini menjelaskan tentang metode apa yang digunakan dalam penilitian. Metode penilitian yang digunakan oleh penulis ialah metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositives atau enterprektif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci. kemitraan penatua, diaken, dan pengajar dalam membangun jemaat di Jemaat GMIT Patmos Nuse tidak berjalan dengan baik. Mereka belum sepenuhnya menjadi mitra yang baik sehingga mengganggu lancarnya pelayanan dan relasi antara mereka. Berdasarkan masalah yang terjadi mengenai kemitraan, GMIT memperlengkapi anggotanya untuk melaksanakan amanat kerasulan, salah satunya melalui pembangunan jemaat. Esensi dari pembangunan jemaat adalah memampukan anggota gereja menjadi sarana dan alat untuk menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah di dunia. Untuk itu proses pengaktualisasian segenap potensi jemaat harus dilakukan secara terencana, sistematis, terbuka, holistik dan terfokus pada tugas pemuridan.

PENDELEGASIAN TUGA OLEH MUSA

MELINDA REGIYANI MODOK
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Manusia hadir bukan untuk hidup seorang diri, ia dihadirkan sebagai makhluk sosial. Hidup bersama dengan manusia lainnya yang dianggap sebagai keluarga dan sesama. Di dalam kebersamaan itu, manusia ada di dalam setiap kelompok atau pun organisasi. Di dalam setiap organisasi diperlukan seorang pemimpin untuk mengatur organisasi tersebut. Diperlukan kualitas kepemimpinan yang mampu memimpin dan mengelola organisasi dengan baik. Kecenderungan kepemimpinan tunggal yaitu membebankan semua beban pekerjaan pada seorang pemimpin merupakan sebuah bahaya yang dapat mengancam organisasi tersebut. Masalah ini juga terjadi pada masa Musa dan bangsa Israel ketika berada di padang gurun. Musa terlalu membebani dirinya dengan pekerjaan yang sulit untuk dikerjakan oleh satu orang. Yitro menyarankan untuk melakukan pendelegasian. Pendelegasian akan menolong pemimpin dan berdampak baik bagi organiasasi karena akan meringankan beban dan menghemat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Di dalam kepemimpinan presbiter GMIT pun pesan ini juga relevan karena asas kebersamaan dipakai dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan.

POLA PENDIDIKAN KARAKTER GENERASI ALFA DALAM KELUARGA

BERNADETHA VIONISYA TAKOY
2023 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Generasi Alpha merupakan generasi baru yang memiliki karakteristik yang akrab dengan teknologi. Generasi ini cenderung memperlihatkan kebergantungan terhadap teknologi yang mempengaruhi karakter mereka sebagai individu. Generasi alpha yang merupakan generasi penerus diharapkan dapat memiliki karakter yang baik, sehingga pendidikan karakterditerapkan untuk membentuk karakter generasi ini. Dalam penerapan pendidikan karakter terwujud berbagai pola pendidikan sebagai bentuk upaya pendidikan karakter itu sendiri. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pola pendidikan karakter generasi alpha di jemaat GMIT Haleluya Nubraen serta faktor-faktor yang mempengaruhi pola pendidikan karakter yang ada, menurut kajian teologi pendidikan agama Kristen. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai pola pendidikan karakter generasi alpha dalam keluarga di jemaat GMIT Haleluya Nubraen. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendidikan karakter di dalam keluarga berhadapan dengan generasi alpha saat ini sangat penting untuk diperhatikan. Setiap keluarga memiliki pola tersendiri dalam penerapan pendidikan karakter. Sehingga dalam penelitian ini, penulis menemukan dua pola pendidikan karakter yakni pola keteladanan dan pola nasihat yang sama dibahas oleh Harun Natonis mengenai pola pendidikan karakter. Sebagaimana kehidupan pengajaran Yesus, keluarga dalam menjalankan pendidikan perlu meneladaniNya sebagai Guru Agung dengan mengabdikan diri sepenuhnya dalam pendidikan karakter itu sendiri. Gereja juga turut terlibat, sebagai wadah yang mendampingi keluarga dan masyarakat dalam penerapan pendidikan karakter khususnya bagi generasi Alpha.

RITUAL TA’TULA

IVANDRE GERALDO TALLAS
2023 · Thesis · Open Access

Abstrak Penelitian ini merupakan suatu tinjauan teologis kontekstual terhadap ritual penyembahan kepada roh orang yang sudah meninggal dan implikasinya bagi jemaat Syalom Oepula. Ritual penyembahan kepada roh orang yang telah meninggal adalah praktik keagamaan yang telah menjadi bagian integral dari budaya dan tradisi masyarakat Oepula. Tinjauan teologis ini bertujuan untuk memahami praktik ini dari sudut pandang teologi Kristen, menggali akar teologisnya, serta menganalisis implikasi dan dampaknya pada jemaat Syalom Oepula.Studi ini menggunakan pendekatan teologis kontekstual untuk menghargai dan memahami praktik tradisional ini dalam konteks lokal dan budaya. Metode penelitian meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik penyembahan roh orang yang sudah meninggal diakar pada keyakinan tentang hubungan manusia dengan dunia roh dan leluhur.Implikasi bagi jemaat Syalom Oepula mencakup perluasan pemahaman teologis mengenai kematian dan kehidupan sesudahnya, serta bagaimana menghadapi ritual tradisional tersebut dari perspektif iman Kristen. Temuan penelitian ini menyiratkan pentingnya dialog dan dialog teologis antara agama tradisional dan iman Kristen, untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam dan inklusif tentang kepercayaan dan praktik keagamaan di Oepula. Tinjauan teologis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjembatani perbedaan dan memperkuat identitas iman Kristen di tengah masyarakat Oepula yang beragam budaya dan keyakinan. Implementasi temuan penelitian ini dapat memberikan landasan bagi pendekatan pastoral yang menghormati budaya setempat dan mempromosikan nilai-nilai keadilan, kasih, dan toleransi dalam hubungan antarumat beragama di Oepula.

ANALISISEFESIENSIIRIGASITOTALPADADAERAHIRIGASIPULOTIlDI DESAOEBELOKECAMATANKUPANGTTENGAHKABUPATENKUPANG

OMRI RISPA TON
2023 · Thesis · Open Access

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuianalisisefisiensiirigasitotalpadadaerahirigasipuluthieedi desaoebelo.Saluranirigasipuluthieemerupakaninfrastrukturpengairanirigasipuluthieeyangberfungsi untukmengalirkanairdaribakmenujupetaksawah.Mencapaimaksimaldalamprosespengataranini akandipengaruhiolehseberapabesarefisiensisaluranuntukmenyalurkanairtersebut.Tujuanutama dalampenelitianiniadalahmenganalisisbesarnyaefisiensidankehilanganairdisaluran.Penelitianini dilakukanpadasaluranprimer,sekunderdantersierdidaerahirigasipuluthiee.Efisiensipadasaluran irigasidianalisisdenganmembandingkanantarabesarntadebitinputpadasalurandengandebitouput saluran.Sedangkanuntukkehilanganairdisaluranirigasidianalisisdenganmenghitungbesarnya evaporasi,infiltrasi,dankebocoranpadasaluran.Data-datayangdigunakanpadapenelitianiniadalah dataprimerberupadatakecepatanaliranyangdiperolehdaripengukurantampangalirandisaluran. Hasilnyamenunjukanbahwaefisiensitotalsaluranirigasididaerahirigasipuluthieeadalah52%.

pengaruh penambahan perekat pada biopelet arang sekam dan daun kesambi

ELISABET DANDUNG
2023 · Thesis · Open Access

Suatupenelitiantelahdilakukandengantujuanmengetahuipengaruhpenambahanperekatpada biopeletpadacampuranarangsekamdaundaunkesambi.Bahanyangdigunakanyaituarangsekamdan daunkesambidiolahmenjadipartikelpenggilingan.Penelitiandilakukandengan5perlakuanyaitu ukuran10meshsampai60mesh,rancanganyangdigunakanadalahrancanganacaklengkapdandi lanjutkandenganujiduncan.Setiapperlakuanmengalami7pengulangansetiapbiopeletdibuatdengan bahandasar1000gr.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwaperlakuanpenambahan perekatmemberikanpengaruhpadapengamatankerapatandannilaikalorbahan.PerlakuanB(ukuran butiran20mesh)adalahperlakuanterbaikmenghasilkannilaikalortertinggi38,86Jkadarair tertinggi25,71%,danberatjenisterendah0,040gr/cm

PENGARUH CAMPURAN DAUN KUSAMBI DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP KUALITAS BIOPELET

FLAVIANA ABUK
2023 · Thesis · Open Access

SuatupenelitiantelahdilakukandengantujuanmengetahuiPengaruhcampurandaunkesambidan tongkoljagungterhadapkualitasbiopelet.Rancanganpercobaanyangdigunakandalampenelitianini adalahRancanganAcakLengkap.Perlakuanyangdiujiadalahkombinasidaunkesambidantongkol jagungsebagaibahanbakubiopeletantaralain:A.(Campurandaunkesambi80%+ 20% tongkol jagung)B.(Campurandaunkesambi60%+40%tongkoljagung)C.(Campurandaunkesambi40%+ 60%)D(Campurandaunkesambi20%+80%).Pembuatanbiopeletdiawalidenganpengecilan ukuran,pengayakandilakukanmenggunakandenganalatpengayakdenganukuran30mesh.Pencetakan dilakukanmenggunakanpipadiameter1mmpanjang 9mmdanpengeringanbiopeletdikeringkan dibawahsinarmatahariselama±6jam.Variabelpengamatanmeliputikadarair,beratjenis,nilaikalor. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa perlakuanpencampurandaunkesambidantongkoljagung memberikanpengaruhpadapengamatanberatjenisdannilaikalordenganperlakuanA(Campuran daunkesambi80%+tongkoljagung20%) adalahperlakuanterbaikdanmenghasilkannilaikalor tertinngi29,83J,beratjenistertinggi0,052gr/cm3dankadarairterendah22,83%biopeletcampuran daunkesambidantongkoljagungterbai

ANALISISPENDAPATANPETANIBAWANG MERAH DIDESAOEMATNUNU KECAMATANKUPANGBARATKABUPATEN KUPAN

YUNIATI SUSIANA PANDU SULLA
2023 · Thesis · Open Access

Penelitianinibertujuanuntukmeningkatkanpendapatanpetanibawangmerahdidesaoematnunu kecamatankupangbaratkabupatenkupang.Populasidalampenelitianiniadalahpetanibawang merahadadidesaoematnunusebanyak500orang,sementarauntukpenentuansampelyangdiambil yakni10%daripopulasiatausebanyak15orang.Teknikpengumpulandatamelaluiobsevasi wawancaralangsungdenganresponden.Analisisdatayangdigunakananalisisdata.Hasilpenelitian inimenunjukanpendapatanpadausahatanibawangmerahdiperolehdariselisihdarihasil penerimaanbiayaproduksi,penerimaanusahabawangmerahsebesarRp63.933.333.33.Nilai tersebutmemberikanbawahsetiappengeluaransebesarRp11,317,832,33akanmemberikan pendapatansebesarRp55,484,841/Hadanpermusimtanam