AKSAMINA PENI
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemahaman jemaat GMIT Sei’Eng terhadap program pelayanan Koinonia serta implikasinya bagi jemaat setempat. Koinonia, yang berarti persekutuan, adalah konsep penting dalam kehidupan berjemaat yang melibatkan kebersamaan dan saling melayani dalam kasih Kristus. Program pelayanan Koinonia di GMIT Sei’Eng mencakup berbagai jenis ibadah dan kegiatan, seperti ibadah Minggu, ibadah rumah tangga, ibadah kategorial, dan perayaan hari-hari besar gerejawi. Meskipun program-program ini bertujuan untuk memperkuat iman jemaat, partisipasi jemaat dalam kegiatan tersebut masih rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesibukan pekerjaan, banyaknya program yang diadakan, dan kurangnya pemahaman mengenai tujuan dari setiap ibadah. Gereja berupaya meningkatkan partisipasi jemaat melalui pendekatan pastoral dan pengumuman jadwal ibadah, namun masih menghadapi tantangan dalam implementasinya. Pemahaman jemaat tentang Koinonia cukup baik, namun terdapat ketidakpuasan terkait banyaknya program yang diadakan dalam satu hari. GMIT memandang Koinonia sebagai persekutuan inklusif yang harus dikembangkan dalam semangat keterbukaan dan kesetaraan. Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pemahaman jemaat terhadap program pelayanan Koinonia di pahamai cukup baik, diperlukan perhatian lebih dari pihak gereja untuk meningkatkan partisipasi dan efektivitas program pelayanan Koinonia. Ditinjau dari tujuan program pelayanan itu sendiri menurut GMIT bahwa program pelayanan yang dibuat perlu dipertimbangkan dengan baik, dengan melihat apakah program pelayanan yang direncanakan tersebut sesuai dengan kebutuhan jemaat ataukah sebaliknya. Apakah program tersebut membawa solusi atas pergumulan jemaat. Sehingga gereja perlu untuk mengevaluasi kembali setiap program pelayanan khususnya di bidang koinona yang telah dilaksanakan.
SANDRA ANJELY GREYSELA ZACHARIAS
2024 · Thesis · Open Access
Bunga Rosella Kering (Hibiscus sabdariffa L) merupakan tanaman yang sudah dikenal dan dimanfaatkan diberbagai negara termasuk di Indonesia. Rosella memiliki keunggulan warna yang menarik karena kandungan pigmen antosianinnya. Di Indonesia dikenal 2 varietas yaitu rosela merah dan ungu, yang diberikan nama demikian karena warna kelopak kedua varietas rosella tersebut mempunyai warna merah dan ungu (Mardiah et al., 2015). Bagian yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah bagian bunganya yang berwarna merah. Pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan pangan sangat beragam, antara lain sebagai teh herbal, selai, jus, pengedap rasa dll. Untuk di Indonesia bunga rosella lebih banayak dikenal sebagai bunga yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan teh herbal, atau dibeberapa daerah disebut sebagai teh merah. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga rosella yang diperoleh dari Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Bunga rosella yang digunakan yaitu bunga yang sedang tidak terlalu matang dan juga memeliki kondisi fisik yang baik (tidak cacat). Berdasarkan hasil uji jarak berganda Duncan pada Tabel 4.1 setelah diuji lanjut dengan BNJ dengan taraf signifikasi 5% kadar air bunga rosella berbeda nyata terhadap setiap perlakuan. Hasil kadar air bunga rosella pada suhu 60°C (P1) memiliki kadar air yang paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan suhu 70°C (P2), suhu 80°C (P3) yaitu sebesar 10,98%. Perlakuan suhu 70°C (P2) memiliki kadar air sebesar 9,09%Perlakuan suhu berpengaruh signifikan terhadap kadar air, kerapatan, dan rendemen. Perlakuan terbaik diberikan oleh PIII 80ºC karena memberikan pengeringan terhadap mutu rosella kering yakni presentase kadar air 7,011 %, kerapatan 1,533 g/ml, dan rendemen 34,9 g/kg.
JEANETH ANGELITA DAVID
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Pulau Sumba dikenal dengan beberapa sebutan antara lain; Tana Humba dan Tanah Marapuatau Tanah Leluhur. Tana Humba memiliki arti Tanah Sumba. Nama Sumba berasal dari nama isteri nenek moyang orang Sumba yang pertama datang dan mendiami Sumba yaitu bernama Humba. Dalam kebudayaanya, masyarakat sumba menjunjung tinggi pemahaman bahwa laki-laki yang adalah kepala rumah tangga memiliki hak untuk memimpin dan mengambil keputusan dalam keluarga, sebagai pencari nafkah dan selain itu laki-laki juga memiliki kedudukan dalam urusan adat maupun dalam upacara keagamaan, sedangkan perempuan hanya mengurusi hal-hal yang bersifat domestik atau bersifat rumah tangga saja. Hal tersebut juga terjadi di masyarakat Rara. Penulis menggunakan metode penilitian Kualitatif dengan menjadikan masyaraka Rara di desa Weri Lolo sebagai objek penelitian penulis untuk melihat bagaimana permasalahan seperti sistem patriarki yang terjadi di desa tersebut. Penulis lebih berfokus untuk melihat kesetaraan gender yang terdapat di dalam rumah adat masyarakat Rara. Penulis menemukan bahwa masyarakat Rara di desa Weri Lolo menganggap bahwa peran laki-laki lebih diutamakan dalam segala hal, termasuk pengambilan keputusan dibandingkan perempuan. Selain itu, laki-laki juga lebih diutamakan dalam peran gereja, seperti memberikan pendapat dalam diskusi sampai pada pengambilan keputusan. Peran laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat yang lebih mendominankan peran laki-laki daripada peran peran perempuan. Sehingga hal tersebut berdampak bagi eksistensi perempuan di ranah publik.
FRANZYA MAYERLING DELVINTRI SOARES FOEH
2024 · Thesis · Open Access
Tulisan ini mengkaji penggunaan musik kontemporer dalam liturgi ibadah minggu di Jemaat GMIT Karmel Fatululi terhadap masalah perpindahan jemaat yang disebabkan oleh persepsi tentang musik atau liturgi yang kaku. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Pada bagian awal tulisan ini, penulis akan membahas mengenai sejarah gereja GMIT Karmel Fatululi, dilanjutkan dengan uraian mengenai penggunaan musik kontemporer dalam konteks ibadah di gereja tersebut. Penjelasan mencakup aspek ibadah, liturgi, pandangan tentang musik dalam Alkitab, perkembangan musik gerejawi, serta sejarah musik dalam GMIT. Selain itu, penulisan juga mempertimbangkan perbedaan antara musik himne dan musik kontemporer. Tulisan ini menegaskan bahwa dalam konteks ibadah, memuji dan menyembah Tuhan dapat dilakukan melalui berbagai jenis musik, baik himne maupun musik kontemporer, dengan fokus utama pada kesungguhan hati dalam ekspresi penyembahan kepada Tuhan.
STENLYANI ELSA AULIEA SAPITU
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Tulisan ini membahas tentang kehidupan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang tinggal sebagai bagian dari komunitas pembuangan di Babilonia yang mengalami pergumulan dan tekanan karena ibadah mereka dibatasi. Dalam Kitab Daniel 3:1-18 dijelaskan bahwa Sadrakh, Mesakh, dan Abednego mengalami pergumulan karena aturan penyembahan patung emas yang dibuat oleh Raja Nebukadnezar. Aturan ini lahir dari sikap eksklusivitas yang dimiliki oleh orang-orang Kasdim dan Raja Nebukadnezar, yang mewajibkan semua bangsa untuk ikut serta dalam penyembahan tersebut. Penulis melihat kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sebagai contoh teladan yang relevan dalam meruntuhkan benteng eksklusivitas beragama yang dibangun oleh penguasa dan masyarakat Babilonia. Permasalahan tentang eksklusivitas beragama adalah hal yang sangat serius dan isu yang sensitif. Hingga saat ini, masih banyak kasus eksklusivitas beragama yang dilakukan oleh oknum tertentu, yang akhirnya menimbulkan konflik dan kesenjangan di masyarakat. Situasi yang mirip juga terjadi di Jemaat GMIT Betlehem Oeluan, di mana konflik antar umat beragama disebabkan oleh masalah pendirian rumah ibadah dan beberapa isu lainnya yang beredar, sehingga konflik ini terus berlangsung hingga sekarang. Dengan menggunakan metode penafsiran naratif, penulis mengkaji tindakan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dalam meruntuhkan benteng eksklusivitas beragama di Babilonia dan relevansinya dalam menghadapi konteks eksklusivitas beragama di wilayah Noemuti (TTU). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat masih terdapat penganut paham eksklusivitas beragama yang disebabkan oleh berbagai isu. Oleh karena itu, diperlukan tindakan-tindakan dan dialog untuk meruntuhkan eksklusivitas dan membangun dialog inklusif antar umat beragama untuk menciptakan kerukunan dan sikap toleransi.
Kata kunci: Daniel 3:1-18, Inklusif, Eksklusivitas beragama, Konflik, Kerukunan.
YUNITA SARI TAPEHE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di
Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan
berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak
dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan
metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT
Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui
berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka
juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga,
dampABSTRAK
Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarga di
Jemaat GMIT Betania Oemofa. Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana perempuan
berkontribusi dalam meingkatkan ekonomi keluarga, tantangan yang dihadapi serta dampak
dari peran tersebut terhadap kehidupan keluarga dan jemaat. Penelitian ini menggunakan
metode observasional analitik dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan
penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Jemaat GMIT
Betania Oemofa berperan signifikan dalam meningkatkan penghasilan keluarga melalui
berbagai aktivitas ekonomi seperti berjualan sayur-mayur di pasar-pasar kota. Namun mereka
juga menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakadilan gender dalam rumah tangga,
dampak fisik dan psikis dari peran ganda yang mereka emban. Penelitian ini juga merefleksikan
teks-teks Alkitab untuk meninjau peran suami istri dalam keluarga Kristen, serta menyoroti
pentingnya kesetaraan dan kemitraan dalam rumah tangga. Teologi gender digunakan sebagai
kerangka teori untuk mendorong advokasi kesetaraan dan transformasi struktur kerja yang baik
di dalam rumah maupun di ranah publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja dan
masyarakat harus berperan aktif dalam mengatasi ketidakadilan gender dan mendukung
perempuan dalam peran meningkatkan ekonomi keluarga. Dukungan ini diharapkan dapat
meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat jemaat secara keseluruhan. Selain itu,
ada kebutuhan mendesak untuk transformasi mendasar dalam pandangan masyarakat mengenai
peran perempuan sebagai istri, guna menghapus stigma dan memberikan penghargaan yang
layak bagi upaya keras perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga dan dapat mewujudkan kesetaraan gender.
YUWITA HERLINA LALUS
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit
“Suatu Tinjauan Eksegetis terhadap Surat Yakobus 5: 12-20 mengenai Praktik Sumpah dan Doa bagi Orang Sakit dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Kalvari Fenun”
Email: [email protected]
Teks surat yakobus 5: 12-20 merupakan nasehat yang berisi hikmat dalam menjalani kehidupan. Hikmat yang dimaksud adalah hikmat dalam berkata-kata, hikmat dalam menderita serta tanggungjawab saling membantu jemaat untuk bertobat. Ini terlihat dalam nasehat Yakobus untuk tidak bersumpah sehingga tidak menjerumuskan diri ke dalam hukuman yang membuat seseorang menderita. Sakit juga merupakan sebuah penderitaan, sehingga harus berhikmat ketika mengalami sakit. Sehingga, pertobatan menjadi hal yang penting. Hal ini juga dialami oleh jemaat Kalvari Fenun, dikarenankan sumpah yang dilakukan sehingga membuat mereka harus mengalami penderitaan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini agar dapat memberikan pemahaman mengenai praktik sumpah dan doa bagi orang sakit untuk dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan bahwa praktik sumpah lebih baik tidak dilakukan serta pentingnya doa dan pertobatan untuk pemulihan sakit baik jasamani maupun rohani.
Penulis tertarik untuk mengkaji sumpah dan doa bagi orang sakit di Jemaat Kalvari Fenun dengan bertolak dari sudut pandang teks surat Yakobus 5:12-20 dengan melakukan kajian pustaka, menggunakan metode studi eksegetis dan menemukan beberapa poin kerygma yaitu: tidak bersumpah secara sembarangan, kekuatan doa dan kesembuhan serta pentingnya pertobatan. Hasil kajian menerangkan bahwa Jemaat GMIT Kalvari Fenun tidak boleh bersumpah secara sembarangan supaya tidak mengalami sakit, tetapi perkataan penuh hikmatlah yang seharusnya dikatakan. Jika mengalami sakit, maka doa menjadi sarana untuk meneguhkan iman dan berharap sepenuhnya kepada Tuhan. Sebab, doa orang yang benar bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya dan ada hasilnya.
Kata Kunci: Surat Yakobus, Sumpah, Doa, Sakit
YANRI TRIFENA SUANA
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini berfokus pada praktik ritus berkabung "Takaen Noi Aok" di Jemaat GMIT Pniel I Lelogama, yang merupakan bagian dari budaya masyarakat Amfoang-Lelogama. Ritus ini melibatkan serangkaian tahapan yang dilakukan untuk menghormati orang yang telah meninggal dan dipercaya memiliki konsekuensi bagi kerabat yang masih hidup jika tidak dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna dan nilai dari ritus tersebut serta implikasinya terhadap pelayanan gereja. Pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan digunakan dalam penelitian ini, yang melibatkan observasi dan wawancara dengan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pandangan antara generasi tua dan muda mengenai pelaksanaan ritus ini. Generasi tua cenderung mempertahankan ritus sebagai tradisi yang sarat makna, sementara generasi muda menganggapnya sebagai beban tambahan dan bertentangan dengan ajaran Kristen. Penelitian ini juga menemukan bahwa ritus "Takaen Noi Aok" memiliki nilai-nilai yang penting dalam kehidupan masyarakat Amfoang, namun seiring dengan perkembangan zaman, makna asli dari ritus ini mulai tergerus. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya gereja untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai ritus ini agar tidak terjadi sinkretisme dan penyesatan dalam praktik keagamaan jemaat. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana ritus berkabung "Takaen Noi Aok" dapat diintegrasikan dengan ajaran Kristen sehingga tetap mempertahankan nilai budaya tanpa mengorbankan keyakinan iman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi literatur tambahan tentang ritus kematian dalam konteks budaya dan agama serta memberikan panduan bagi jemaat dalam menghadapi masa duka dengan cara yang sesuai dengan iman Kristen.
Kata Kunci: Ritus berkabung, Takaen Noi Aok, Teologi Kontekstual, Solidaritas, Ketaatan, GMIT Pniel I Lelogama, Pelayanan Gereja
BILLY YOSUA SELAN
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul "Boin Na Smanaf" dengan sub-judul "Suatu Tinjauan Teologis Tentang Ritus Pemanggilan Arwah Boin Na Smanaf Jemaat GMIT Nazareth Taum Klasis Amanuban Selatan." Penelitian ini mengeksplorasi ritus pemanggilan arwah yang dilaksanakan di lokasi kecelakaan yang menyebabkan kematian tidak wajar, seperti kecelakaan kendaraan dan jatuh dari pohon. Ritus ini didasarkan pada keyakinan bahwa arwah orang yang meninggal tidak sepenuhnya hilang, tetapi berpindah ke alam lain (fatu bian ma hau bian), tetap berdampingan dan dapat berinteraksi dengan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman umum jemaat GMIT Nazareth Taum tentang ritus Boin Na Smanaf, menganalisis pelaksanaan ritus ini, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap pemahaman jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Penulisan dilakukan secara deskriptif-analitis-reflektif untuk memberikan gambaran jelas mengenai permasalahan yang ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pandangan Kristen tentang kematian, dunia orang mati, dan penyembahan terhadap roh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Boin Na Smanaf merupakan bentuk penghormatan dan rasa kasih terhadap arwah. Namun, praktik ini perlu ditinjau kembali dalam konteks iman Kristen untuk menghindari penyembahan arwah yang bertentangan dengan ajaran gereja. Refleksi teologis dari penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam memberikan pemahaman yang benar mengenai kematian dan roh agar tradisi Boin Na Smanaf dapat selaras dengan iman Kristen. Gereja harus terus berupaya mengarahkan jemaat agar tidak terjerumus dalam praktik yang bertentangan dengan iman mereka.
Kata Kunci: Ritus, Penyembahan, Kehidupan, Kematian.
MELKIANUS TA'AEK
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Kebudayaan merupakan cara hidup yang berkembang yang dimiliki bersama serta diwariskan turun-temurun. Kebudayaan dapat direpresentasikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya sistem kepercayaan. Penelitian ini mengeksplorasi peran/fungsi rumah adat Um Kleo bagi masyarakat Helong di Kolhua. Masyarakat Helong memandang Um Kleo sebagai rumah perhimpunan dan tempat roh para leluhur. Hal ini didasarkan atas pemahaman bahwa roh orang mati masih ada bersama-sama di dunia. Oleh karena itu, Um Kleo dibangun dengan konsep arsitektur yang memiliki arti-arti tertentu.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara teologis fungsi Um Kleo sehingga dapat diambil nilai-nilai yang relevan dengan ajaran dan konteks GMIT, khususnya di GMIT Ebenhaezer Iungboken. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi Teologi Kontekstual dengan penelitian kualitatif yang mencakup penelitian kepustakaan terhadap literatur-literatur yang membahas tentang kebudayaan. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan fenomenologi dengan melakukan wawancara mendalam dengan anggota Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken untuk memahami pandangan mereka tentang Um Kleo.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa adanya sikap dualistis masyarakat dan jemaat terhadap iman dan kebudayaan. Implikasi teologis adalah memberikan kontribusi berharga terhadap pemahaman keagamaan dan parktik rohaniah dalam Jemaat GMIT Ebenhaezer Iungboken.
ARNI YULITA TAPENU
2024 · Thesis · Open Access
Talenta adalah bakat bawaan lahir maupun yang diasah dengan kerja keras.
Talenta memiliki dua perspektif yaitu perspektif ekonomis dan perspektif
teologis. Talenta yang tidak terbatas pada satu bidang menciptakan keberagaman.
Keberagaman talenta dapat menciptakan masalah apabila pada pemahaman dan
pengelolaannya tidak diterapkan dengan baik. Keretakan hingga perpecahan
dalam komunitas pemuda tercipta dari hal ini. Dalam upaya mengatasi
permasalahan keberagaman ini dibutuhkan pemahaman secara benar apa itu
potensi, dalam hal ini talenta dan proses pengelolaannya. Penulis tertarik untuk
mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah
dengan menggunakan metode tafsir perumpamaan dari teks Injil Matius 25:14-30.
Injil Matius mencatat bahwa Yesus menekankan pentingnya pengelolaan talenta
sebagai bentuk tanggungjawab dan kesediaan dalam menanti kedatangan kembali-
Nya. Kerygma teologis yang penulis temukan menunjukkan bagaimana
pengelolaan talenta dari dua jenis hamba sebagai bentuk kesetiaan mereka untuk
bertanggungjawab mengelola talenta yang dipercayakan tuan mereka, dapat
dibawa dalam konteks komunitas pemuda, khususnya Jemaat GMIT Ebenhaezer
Bikium. Pemahaman bahwa talenta adalah suatu kepercayaan yang harus dikelola
dengan sikap tanggungjawab dan kesetiaan kepada Sang Pemberi talenta. Pada
akhirnya, tulisan ini mengajak pemuda Jemaat GMIT Ebenhaezer Bikium untuk mengelola potensi, talenta yang dimiliki masing-masing pemuda dalam
menyiapkan mereka melancarkan pelayanan dalam lingkungan gereja.
MELDYANUS UMBU LADO
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman Kesambi (Schleichera Oleosa) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman kesambi ini memiliki daun yang lebar, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah biji yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, biji kesambi akan diolah menjadi briket. Di dalam biji kesambi terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk biji kesambi, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk biji kesambi menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk biji kesambi) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk biji kesambi yaitu dengan waktu 2jam.
MARIA ANGELA HOAR
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
ANALISIS DEBIT IRIGASI TETES TERHADAP PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH
Oleh
Hoar Maria Angela,Nainiti N. P. P. ,Lano. M. L
Fakultas Pertanian Universitas Kristen Arta Wacan Kupang Jln. Adisucipto Penfui Kotak Pos 1o4 Kupang 85001 NTT Telp (0380) 881580:Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Irigasi tetes merupakan metode penyairan yang meneteskan langsung ketanaman atau ke bagian akar dengan tekanan rendah. Tanaman bawang merah merupakan suatu tanaman yang akarnya dangkal faktor tersebut mempengaruhi hilangnya kelembabanlapisan atas tanah sehingga irigasi atau pengganira di perlukan oleh tanaman untuk kelangsungan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui pengaruh analisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dan Mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan untuk perlakuan dan produksi bawang merah. Penelitian di lakukan di Oesapa kilo 10 bulan juni sampai juli tahun 2022. penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan sehingga di dapat 20 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan yaitu A (20 ml/Jam) B (25 ml/Jam) C (50 ml/Jam) D (75 ml/Jam). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Informasi perbedaan antara perlakuan di lanjutkan dengan uji berganda duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan anilisis variasi tekanan irigasi tetes terhadap produksi tanaman b awang merah yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman bawang merah. Berdasarkan parameter tersebut di atas, maka perlakuan terbaik untuk terdapat pada perlakuan D (75 ml/Jam) dengan nilai rata-rata setiap variable pengamatan tinggi tanaman (42, 375), jumlah Daun 37, dan jumlah produksi dengan nilai rata-rata sebesar 73.
Kata kunci: analisis debit irigasi tetes terhadap produksi tanaman bawang merah
ABSTRACT
ANALYSIS OF DRIP IRRIGATION DISCHARGE ON SHALLOT CROP PRODUCTION
By
Hoar Maria Angela, Nainiti N. P. P., Lano. M. L
Faculty of Agriculture, Arta Wacan Kupang Christian University Jln. Adisucipto Penfui Post Office Box 1o4 Kupang 85001 NTT Tel (0380) 881580: Fax (0380) 88167
*E-Mail Koresponden:[email protected]
Drip irrigation is an irrigation method that drips directly to the plant or to the roots with low pressure. Onion plants are plants whose roots are shallow, these factors affect the loss of moisture in the top layer of soil so that irrigation or replacement is needed by plants for continued growth. This study aims to determine the effect of analyzing variations in drip irrigation pressure on the growth and production of shallots and to determine the effect on growth for the treatment and production of shallots. The research was conducted in Oesapa kilo 10 June to July 2022. This study used the method of Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications so that there were 20 experimental units. The treatments that were tried were A (20 ml/hour) B (25 ml/hour) C (50 ml/hour) D (75 ml/hour). Observation data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). Information on differences between treatments was continued with Duncan's multiple tests. The results showed that the treatment of drip irrigation pressure variations on the production of red b awang plants were different.
Translated with DeepL.com (free version)
YUSTIANITA FITRIANI WOHANGARA
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.
SEMUEL LENGGU
2024 · Thesis · Open Access
Beras Jagung adalah olahan pangan setengah jadi dari jagung kering utuh dengan bentuk butiran seperti beras putih. Beras jagung banyak dikonsumsi dalam bentuk nasi jagung dan memiliki kandugan karbohidrat yang tingggi dan banyak manfaat bagi kesehatan dalam membantu pencernaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan beras jagung instan dan untuk mengetahui perlakuan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Metode penelitian ini adalah eksperimental yaitu kombinasi perlakuan suhu pengeringan 50, 60, dan 70 ℃ untuk mendapatkan suhu dan waktu pengeringan yang optimum terhadap kadar air (%). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kadar air dipengaruhi oleh suhu pengeringan serta waktu pengeringa dimana nilai kadar air tertinggi yaitu 49% dicapai pada perlakuan suhu pengeringan 50 ℃ dengan waktu pengeringan 4 jam. Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan suhu pengeringan 70 ℃ yaitu 46% dengan lama 4 jam.
KLEMENS YANSEN SERAN
2024 · Thesis · Open Access
Modifikasi alat pencetak hidrolik briket dengan penambahan plat penahan pada selinder pencetak telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi briket biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penambahan plat penahan terhadap proses pencetakan briket, termasuk pengaruhnya terhadap tekanan pencetakan, dimensi briket, dan keandalan operasional alat pencetak. Metode eksperimen melibatkan pengujian langsung pada alat pencetak yang dimodifikasi dengan plat penahan baru pada selinder pencetak, di mana berbagai parameter seperti tekanan hidrolik, kecepatan produksi, dan kualitas briket diamati dan dibandingkan dengan kondisi sebelum modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam konsistensi tekanan pencetakan dan perbaikan dalam dimensi serta kepadatan briket yang dihasilkan. Selain itu, keandalan operasional alat pencetak juga meningkat, dengan penurunan yang signifikan dalam waktu downtime akibat masalah operasional. Secara keseluruhan, modifikasi ini membuktikan bahwa penambahan plat penahan pada selinder pencetak merupakan solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi produksi briket biomassa, menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik dan berkontribusi positif terhadap keberlanjutan proses produksi briket.
ROBI JONATAN TONFANUS
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10 menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2 jam.
VIVI SAFITRI NEONANE
2024 · Thesis · Open Access
ABSTRAK JABATAN PELAYANAN DALAM GEREJA STUDI DI JEMAAT SONHALAN OENONI-MIO KLASIS AMANUBAN SELATAN Neonane.S.V) Timo.N.E)* Manggoa.A.M)** Penelitian ini dilakukan pada lokasi yang bertempat di jemaat GMIT Sonhalan Oenoni-Mio, Klasis Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: bagaimana pemahaman penatua GMIT Sonhalan Oenoni-Mio tentang jabatan pelayanan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan pemahaman penatua tentang jabatan pelayanan di GMIT Sonhalan Oenoni Mio-Klasis Amanuban Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dimana penulis melakukan wawancara kepada pendeta, penatua, diaken dan pengajar untuk mendapatkan informasi yang akurat dalam penulisan karya ilmiah ini. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara disetiap rumah yang dipilih penulis sebagai informan untuk mendapatkan informasi mengenai pemahaman pendeta, penatua, diaken dan pengajar tentang jabatan pelayanan. Selanjutnya data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secra deskriptif kualitati yang interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang salah tentang jabatan dalam gereja berimbas pada pelayanan di jemaat. Masalah yang terjadi yaitu sang penatua merasa dirinya sebagai yang dituakan dan merupakan wakil ketua sehingga muncul kesombongan dalam diri sendiri menganggap hanya dia yang dapat mengambil keputusan dan berhak untuk memerintah jemaat. Jemaat tidak setuju dengan perilaku penatua tersebut karena sudah menyeleweng dari tugas utama sebagai seorang penatua. Pemahaman-pemahaman ini tentu sudah tidak sesuai lagi dengan apa kata Alkitab tentang hamba/pelayan dan apa yang sudah diatur dalam tata gereja GMIT. Jika pemahaman tentang jabatan pelayanan dalam gereja itu benar dan sesuai dengan apa yang dikatakan Alkitab dan tata gereja GMIT, maka implementasi ke jemaat sesuai dengan kehendak Tuhan sehingga jemaat mampu terbangun imannya. Bentuk pemerintahan di dalam gereja bukan demokrasi melainkan Kristokrasi. Kristuslah yang memerintah, dan segala kemuliaan hanya bagi DIA. Jemaat ada untuk memberlakukan kepemerintahan Kristus di dunia agar hidup menjadi sejahtera bagi semua. Kata kunci : *Jabatan *Pelayanan *Jemaat *GMIT
NELSON POEN
2024 · Thesis · Open Access
Tanaman asam (Tamarindusindica L.) merupakan salah satu pohon yang paling terkenal di Indonesia. Ciri-ciri tanaman asam jawa ini memiliki daun yang kecil, batang yang besar dan kayunya yang keras. Limbah yang dihasilkan dari tanaman ini salah satunya adalah kulit yang dihasilkan pada proses pengambilan buahnya. Untuk mengurangi limbah tersebut, kulit asam jawa akan diolah menjadi briket. Di dalam kulit asam jawa terkandung 239 kalori/buah dan diduga bisa digunakan untuk pemicu pembakaran awal pada briket. Pengujian kadar air merupakan salah satu parameter dalam menentukan kualitas briket serbuk kulit asam, semakin tinggi kadar air akan menyebabkan kualitas briket serbuk kulit asam menurun karena sejumlah nilai kalor digunakan untuk penguapan air, menurunkan titik nyala, serta memperlambat proses pembakaran dan menambah volume gas buang. Proses pembakaran paling lama terjadi pada briket dengan komposisi bahan baku (serbuk kulit asam) lolos 60 mesh yaitu 3jam 10menit. Dimana pada briket tersebut dicetak dengan komposisi bahan baku paling halus. Sedangkan proses pembakaran tercepat terjadi pada briket berkomposisi bahan baku Tahan 20 mesh serbuk kulit asam yaitu dengan waktu 2jam.
HENDRIK MANU PADJA
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelaksanaan program "Gereja Siaga" dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam konteks teologi sosial. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di jemaat dengan melibatkan berbagai jaringan, termasuk pemberitahuan, pendanaan, transportasi, keluarga berencana, donor darah, dan katekisasi.
Latar belakang penelitian ini adalah tingginya angka kematian ibu dan anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang menjadi fokus utama perhatian gereja. Gereja memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk mendukung kesejahteraan fisik dan spiritual anggotanya, termasuk ibu dan anak. Pendekatan teologi sosial yang digunakan dalam penelitian ini menekankan pentingnya peran gereja dalam menangani isu-isu sosial sebagai bentuk tanggung jawab iman dan kasih kepada sesama.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program "Gereja Siaga" telah memberikan dampak positif terhadap kesehatan ibu dan anak di jemaat, namun masih terdapat berbagai tantangan, terutama terkait kendala finansial dan kondisi ekonomi jemaat yang umumnya tergolong sangat miskin.
Analisis teologi sosial dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa program "Gereja Siaga" yang bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah sosial yang ada di sekitar gereja. Gereja didorong untuk terus berpartisipasi aktif dalam isu-isu sosial sebagai perwujudan misi Kristus di dunia.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan ilmu teologi sosial dan sumbangsih praktis bagi jemaat GMIT Soli Deo Gloria Nefomeu dalam mengoptimalkan program "Gereja Siaga" demi kesejahteraan ibu dan anak di komunitas mereka.