JANUARISTA TRIPENAGA ABINENO
2025 · Thesis · Open Access
Manusia dalam kehidupan sosial tidak pernah lepas dari interaksi yang membentuk hubungan, nilai, dan makna. Salah satu bentuk interaksi yang sarat makna ditemukan dalam tradisi Patehala, sebuah kearifan lokal masyarakat Pantar, Alor, yang digunakan dalam penyelesaian konflik antar individu atau kelompok. Tradisi ini menggunakan simbol darah hewan dan pemberian denda sebagai bentuk pengakuan kesalahan, perdamaian, dan pemulihan relasi. Namun, dalam praktiknya, tradisi ini kerap mengalami pergeseran makna, terutama ketika pelaksanaannya tidak dilandasi oleh penyesalan sejati. Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Patehala sebagai salah satu ekspresi sosial-budaya masyarakat yang juga adalah bagian dari jemaat GMIT Hermon Helangdohi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan teologis-pastoral serta memanfaatkan teori pendampingan pastoral Jacob daan Engel, penelitian ini mengungkap nilai-nilai seperti pengakuan, pertobatan, pemulihan, dan rekonsiliasi sebagai kontribusi budaya terhadap kehidupan bergereja. Refleksi teologis menunjukkan bahwa meskipun tradisi ini tidak dapat menggantikan karya penebusan Yesus Kristus, nilai-nilainya dapat memperkaya pelayanan pastoral gereja secara kontekstual. Pada akhirnya, Patehala menjadi ruang belajar bagi gereja untuk merawat relasi sosial dan spiritual yang menyeluruh dan menyembuhkan.
SONY GABRIELL DA CUNHA
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis metode pengajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pelayanan Anak, Remaja, dan Taruna (PART) di Jemaat GMIT Imanuel Oepura, dengan fokus pada pengembangan pendidikan Kristiani yang berkeadilan ekologis. Latar belakang penelitian ini adalah persoalan ekologi, khususnya masalah sampah yang menjadi tantangan serius di lingkungan sekitar gereja dan jemaat, serta belum optimalnya keterlibatan gereja dalam upaya pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran PART yang digunakan saat ini cenderung masih berpusat pada model ceramah dan tanya jawab, yang belum sepenuhnya menyentuh aspek kesadaran ekologis. Padahal, gereja sebagai representasi kehadiran Allah di tengah dunia seharusnya turut serta menyuarakan keadilan ekologis sejak dini, terutama kepada anak-anak. Metode pengajaran menurut James W. White yang meliputi pengalaman bersama, pembelajaran paralel, kontribusi aktif, dan interaksi timbal balik dinilai relevan dalam membentuk karakter anak yang peduli lingkungan. Refleksi teologis dalam penelitian ini menegaskan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah untuk memelihara ciptaan-Nya. Penelitian ini merekomendasikan agar GMIT, khususnya Jemaat Imanuel Oepura, mulai menyusun kurikulum dan metode pengajaran yang kontekstual dan ekologis, serta mengintegrasikan nilai-nilai ekoteologis dalam pendidikan anak. Pendidikan Kristiani tidak hanya membentuk iman, tetapi juga membangun tanggung jawab moral anak terhadap lingkungan sebagai bagian dari panggilan iman Kristiani.
YERIKHO UMBU NDAPAMERANG
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa perempuan sering kehilangan suara dalam struktur masyarakat patriarkal, sebagaimana tergambar dalam kisah Dina dan Sikhem dalam Kejadian 34:1–31. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana narasi ini mencerminkan ketidakadilan terhadap perempuan dan bagaimana gereja dapat merespons realitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan kisah Dina secara naratif dan mengaitkannya dengan kesempatan perempuan untuk bersuara atas ketidakadilan di dalam kehidupan jemaat, khususnya di GMIT Yegar Sahaduta Bello. Metode yang digunakan adalah kritik naratif untuk menelusuri struktur dan pesan teks Alkitab, serta wawancara mendalam untuk mengungkap pengalaman dan tanggapan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Dina dapat menjadi dasar teologis dan etis dalam membangun kesadaran gereja terhadap isu kekerasan berbasis gender. Implikasinya, gereja didorong untuk menyediakan ruang aman, pendampingan pastoral, serta pendidikan teologis yang mendukung perempuan agar berani bersuara dan berperan aktif dalam kehidupan iman dan sosial.
JOICYE LEONI VIKTORIA MIHA BALO
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peran Persekutuan Doa Keluarga Mezbah terhadap kehidupan jemaat di GMIT Betesda Kiukenat, dengan fokus pada dampak negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai Ketua Majelis Jemaat (KMJ). Penelitian ini menggunakan pendekatan “Mix Methods”, yaitu gabungan metode kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi partisipatif, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Persekutuan Doa Keluarga Mezbah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan rohani jemaat. Di satu sisi, persekutuan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan spiritualitas dan kebersamaan jemaat. Namun di sisi lain, muncul pengaruh negatif berupa penolakan terhadap pendeta sebagai KMJ, yang menunjukkan adanya penyimpangan fungsi persekutuan doa dari tujuan utamanya. Refleksi teologis dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan di GMIT Betesda Kiukenat mencerminkan semangat jemaat mula-mula dalam Kisah Para Rasul yang hidup dalam doa, kebersamaan, dan kasih. Namun, dalam kerangka gereja Presbiterian Sinodal GMIT, kehadiran pendeta tetap merupakan bagian penting untuk menjaga kemurnian ajaran dan kesinambungan pelayanan. Oleh karena itu, Sinode dan Klasis diharapkan dapat menjadi jembatan pemulih hubungan dan membuka ruang dialog demi memperkuat spiritualitas komunitas dalam semangat gereja yang satu, kudus, am, dan rasuli. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan refleksi bagi GMIT Betesda Kiukenat, agar kehidupan jemaat mula-mula menjadi cermin dan pedoman, khususnya bagi Persekutuan Doa Keluarga Mezbah, supaya kembali pada fungsi semula sebagai sarana pertumbuhan iman. Dengan demikian, persekutuan doa tidak menjadi alat pembentukan kekuasaan, tetapi menjadi wadah yang membangun kesatuan dan ketaatan dalam tubuh Kristus, serta mendorong jemaat menjadi komunitas yang inklusif, terutama dalam menerima pelayanan pendeta sebagai KMJ.
FRANSISKUS CHARLES ASY
2025 · Thesis · Open Access
ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PT. MARTINA BERTO TBK TAHUN 2013-2014 DAN 2021-2024
Pembimbing I : Dr. Christian D. Manu, SE., M.Sc.,Ak
Pembimbing II : Herny C. Fanggidae, SE., M.Ak
Nama : FRANSISKUS CHARLES ASY
Nim : 21190201
Fakultas : Ekonomi
Program studi : Akuntansi
Tahun Penulisan : 2025
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Martina Berto Tbk antara periode tahun 2013-2016 dan 2021-2024. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangan secara efektif dan efisien. Pengukuran kinerja keuangan dalam penelitian ini menggunakan analisis rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT Martina Berto Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan sampel berupa laporan keuangan pada dua periode, yaitu 2013-2016 dan 2021-2024, Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, Karena data yang dikumpulkan berupa data sekunder. Data diperoleh dari www.idx.co.id yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio likuiditas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio likuiditas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (2) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio solvabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio solvabilitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2021-2024. (3) Tidak terdapat perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio aktivitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio aktivitas menunjukan bahwa periode 2013-2016 dan periode 2021-2024 tidak baik. (4) Terjadi perbedaan dalam kinerja keuangan perusahaan antara periode 2013-2016 dan periode 2021-2024, yang ditunjukan oleh rasio profitabilitas. Kinerja keuangan berdasarkan rasio profitabilitas menunjukan bahwa periode 2021-2024 memiliki kinerja keuangan yang dominan baik dibandingkan dengan periode 2013-2016.
DANIEL FREDRIK MARO
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji Ritus Pou Hari sebagai warisan budaya religius masyarakat pesisir Jemaat GMIT Imanuel Folbo, Klasis Alor Barat Laut. Ritus ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada penguasa laut yang diyakini sebagai leluhur, dan diwariskan turun-temurun sebagai bagian identitas budaya. Permasalahan teologis muncul karena praktik ini mengandung unsur pemujaan yang berpotensi bertentangan dengan kemurnian pengakuan iman Kristen kepada Kristus sebagai satu-satunya Tuhan. Kerangka teori yang digunakan adalah tipologi Kristus Melawan Kebudayaan dari H. Richard Niebuhr, yang menegaskan sikap tegas terhadap praktik budaya yang tidak sejalan dengan Injil, serta pendekatan teologi kontekstual untuk menafsirkan dan mengarahkan nilai positif budaya lokal agar selaras dengan iman Kristen. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri dari pemimpin ritus, peserta ritus, majelis jemaat, dan pendeta setempat. Data dianalisis untuk mengidentifikasi makna, fungsi, serta implikasi teologis ritus bagi kehidupan jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ritus Pou Hari memiliki makna religius, sosial, dan ekologis yang penting bagi masyarakat pesisir. Namun, unsur pemujaan kepada penguasa laut menimbulkan risiko sinkretisme. Gereja dipandang perlu mengembangkan pembinaan iman yang kontekstual, mengalihkan nilai positif ritus ke dalam bentuk ibadah syukur atau doa bersama yang berpusat pada Kristus, serta menciptakan liturgi kontekstual yang menjaga kemurnian iman. Refleksi teologi menegaskan panggilan gereja untuk menghargai konteks budaya sekaligus setia pada Injil, menjadi komunitas profetis yang membimbing jemaat menghormati laut sebagai ciptaan Allah tanpa terjebak dalam praktik yang bertentangan dengan iman Kristen.
NOVANTRI CYSAR MANEK
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul GEREJA DAN PERSEKUTUAN JEMAAT “Suatu Tinjauan Pastoral terhadap Peran Gereja Laharoi Danalon Menyikapi Persoalan Perpindahan Jemaat dan Implikasinya bagi Persekutuan Mata Jemaat Laharoi Danalon Klasis Rote Timur.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan perpindahan jemaat yang tidak hanya berdampak pada penurunan keanggotaan, tetapi juga merusak keutuhan persekutuan dan menunjukkan lemahnya peran pastoral gereja. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran gereja dalam menyikapi persoalan perpindahan jemaat serta implikasinya bagi kehidupan persekutuan jemaat. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan teologi pastoral dari Howard Clinebell yang menekankan lima fungsi pelayanan pastoral: menyembuhkan, menopang, membimbing, memulihkan, dan memelihara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpindahan jemaat di Mata Jemaat Laharoi Danalon disebabkan oleh konflik antara jemaat dan majelis yang tidak ditangani secara pastoral. Gereja tidak hadir secara aktif dalam proses mediasi maupun pemulihan, sehingga relasi jemaat menjadi retak dan persekutuan terganggu. Fungsi-fungsi pastoral belum dijalankan secara maksimal, baik oleh pendeta maupun majelis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya gereja membangun pelayanan pastoral yang kontekstual dan transformatif. Gereja harus hadir sebagai komunitas yang merangkul dan menyembuhkan, serta aktif menjaga keutuhan tubuh Kristus di tengah konflik dan perubahan zaman.
LISNA FIKTORIA HEU
2025 · Thesis · Open Access
Pernikahan beda negara sebagai fenomena sosial semakin marak terjadi dalam masyarakat, termasuk di Jemaat GMIT Pniel Oenggaut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konteks jemaat, memahami realitas pernikahan antar negara dari perspektif pelayanan pastoral, serta melakukan refleksi teologis terhadap pernikahan beda negara. Pendekatan penelitian menggunakan studi kualitatif deskriptif dengan mengkaji literatur, peraturan undang-undang, serta dokumen pastoral dan teologi GMIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan beda negara menghadirkan tantangan komunikasi antarbudaya, perbedaan adat, kultur, dan norma yang memerlukan kesabaran serta sikap saling memahami agar konflik dapat diminimalisir. Dalam pelayanan pastoral, penyesuaian dan pendekatan khusus diperlukan untuk membimbing pasangan beda kewarganegaraan agar memahami prinsip kekudusan pernikahan Kristen sesuai nilai-nilai GMIT. Refleksi teologis menegaskan bahwa pernikahan merupakan lembaga ilahi yang menyatukan laki-laki dan perempuan secara sah dan kudus, berlandaskan kasih yang memberi dan komitmen total, serta merupakan dasar kehidupan gereja. Pelayanan pastoral pranikah serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun keluarga Kristen yang harmonis dan kokoh dalam konteks pernikahan beda negara. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pelayanan pastoral dan pemahaman teologis terkait fenomena sosial pernikahan campuran antarnegara di lingkungan jemaat GMIT.
GRESTY FELENDY PANDIE
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi berjudul “Gereja Dan Penyandang Disabilitas” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemikiran Nancy Eiesland Tentang Teologi Pembebasan Sebagai Upaya Pemberdayaan Bagi Penyandang Disabilitas Dan Implikasinya Bagi Jemaat Disabilitas di Jemaat GMIT Lelakapa Meoain Klasis Rote Barat Daya” ditulis oleh Gresty Felendy Pandie. Realita pergumulan jemaat GMIT Lelakapa Meoain Klasis Rote Barat Daya, terdapat 12 orang penyandang disabilitas dan dalam realita ini gereja tidak melakukan upaya pemberdayaan terhadap mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tujuannya agar dapat memahami dan menjelaskan fenomena serta dapat mengenal lebih dalam mengenai pikiran tokoh dan dapat memahami pikiran dan ide dari tokoh tersebut. Metode studi tokoh dengan model kualitatif juga berbasis pada metode kepustakaan. Skripsi ini membahas hubungan antara gereja dan penyandang disabilitas dalam perspektif teologis, dengan fokus pada pemikiran Nancy Eiesland mengenai teologi pembebasan disabilitas sebagai sarana pemberdayaan. Studi ini bertujuan untuk meninjau bagaimana pemikiran Eiesland dapat diimplementasikan dalam konteks Jemaat GMIT Lelakapa Meoain, Klasis Rote Barat Daya, khususnya dalam mendobrak stigma dan diskriminasi yang masih kerap dialami oleh penyandang disabilitas dalam kehidupan bergereja. Penelitian ini menawarkan kerangka teologis yang inklusif dan transformatif bagi gereja. Teologi ini menuntut gereja untuk tidak hanya bersikap ramah terhadap disabilitas, tetapi juga menjadi ruang yang aktif dalam memberdayakan dan melibatkan penyandang disabilitas secara setara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun GMIT Lelakapa Meoain telah menunjukkan beberapa upaya positif, namun masih terdapat ruang bagi pengembangan pendekatan teologis yang lebih kontekstual dan memberdayakan, sebagaimana digagas oleh Eiesland.
NOFITRI ADU
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis praktik Ne’oi Lalo (kubur bayangan) yang masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Rote, khususnya di Jemaat GMIT Ebenhaezer Mundek. Praktik ini muncul sebagai bentuk penghormatan terhadap anggota keluarga yang meninggal di perantauan atau yang jasadnya tidak ditemukan, sehingga tidak dapat dimakamkan di kampung halaman. Praktik ini diwujudkan melalui penyusunan batu, pemaknaan pohon tua, dan pelafalan syair adat, yang diyakini sebagai sarana pemanggilan roh dan penyediaan tempat peristirahatan simbolik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teologi kontekstual, berlandaskan tipologi Kristus dan Kebudayaan dalam Paradoks menurut Richard H. Niebuhr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ne’oi Lalo mengandung nilai-nilai sosial dan spiritual yang kuat dalam konteks budaya lokal. Namun, secara teologis, praktik ini menyimpan unsur-unsur yang tidak selaras dengan iman Kristen, khususnya terkait kepercayaan terhadap roh gentayangan dan pemanggilan arwah.
Dengan demikian, diperlukan reinterpretasi dan pemurnian makna melalui pendidikan iman dan pendampingan pastoral. Penelitian ini merekomendasikan agar gereja, lembaga teologi, dan pemerintah bekerja sama membimbing umat secara dialogis, sehingga Praktik budaya tidak dihapus, tetapi ditebus dalam terang Injil. Dalam semangat teologi kontekstual, Ne’oi Lalo dapat dipahami bukan sebagai praktik sinkretis, melainkan sebagai ruang reflektif yang memperkaya spiritualitas lokal yang berpusat pada Kristus.
MERI ADU
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna teologis dan relevansi pastoral dari praktik doa tujuh bulan atau Nenem Teik dalam tradisi masyarakat Rote, khususnya di Jemaat GMIT Petra Lidamanu. Tradisi ini secara turun-temurun dijalankan oleh masyarakat sebagai bentuk ungkapan syukur dan permohonan perlindungan terhadap janin dan ibu yang mengandung. Dalam konteks kehidupan Kristen, praktik tersebut kerap dianggap problematis karena berakar pada kepercayaan adat yang belum sepenuhnya sejalan dengan doktrin iman Kristen. Namun demikian, penelitian ini menggunakan pendekatan teologi kontekstual, khususnya tipologi H. Richard Niebuhr tentang Christ Transforming Culture, yang membuka ruang bagi pemaknaan ulang budaya lokal dalam terang Injil. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan lapangan, ditemukan bahwa jemaat tidak serta-merta mempertahankan praktik ini sebagai bentuk kepercayaan tradisional, tetapi telah terjadi proses integrasi nilai-nilai kekristenan, seperti doa dalam nama Yesus, pembacaan Alkitab, dan pelibatan pelayan gereja dalam pelaksanaannya. Tradisi ini, ketika dimaknai dalam terang Kristus, menjadi sarana penguatan spiritualitas keluarga dan persekutuan umat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nenem Teik memiliki potensi teologis yang signifikan jika ditransformasi dengan hati-hati melalui pendampingan gerejawi dan pendidikan teologis kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Kristus yang mengubah budaya adalah pendekatan yang tepat bagi gereja-gereja lokal di Nusa Tenggara Timur yang bergumul dengan praktik-praktik budaya yang kuat. Nenem Teik bukan sekadar ritus adat, tetapi dapat menjadi bentuk ibadah kontekstual yang bermakna, jika dituntun dan dimurnikan dalam terang Injil. Oleh karena itu, gereja, lembaga pendidikan teologi, dan pemerintah perlu bersinergi dalam mendampingi dan memberdayakan budaya lokal agar menjadi wadah kesaksian iman Kristen yang relevan dan berakar.
ALOYUS ARNOLD NGGADAS
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Pendidikan Kristiani yang Membebaskan: Suatu Tinjauan Pendidikan Agama Kristen terhadap Model Pendidikan Kristiani Orang Tua Generasi X kepada Remaja Generasi Z di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka.” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali model pendidikan Kristiani yang terjadi dalam relasi antara orang tua Generasi X dan remaja Generasi Z, khususnya dalam konteks konflik yang sering muncul, serta bagaimana pendidikan Kristiani yang membebaskan dapat menjadi pendekatan transformatif dalam membangun relasi yang lebih dialogis di tengah kehidupan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara terhadap 20 responden yang terdiri dari 10 orang tua dan 10 remaja di Jemaat GMIT Glorya Tuatuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan dari orang tua terhadap anak belum sepenuhnya membebaskan. Hal ini disebabkan oleh pebedaan generasi sehingga mempengaruhi cara pandang, pola pikir dan pola komunikasi dari orang tua dan remaja. Meskipun demikian, ditemukan adanya upaya dari orang tua dan remaja untuk membangun relasi yang membebaskan dalam keluarga. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori Generasi X, Generasi Z, teori konflik, serta konsep Pendidikan Kristiani yang Membebaskan menurut Paulo Freire. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan nilai-nilai dialogis, kesetaraan, dan kesadaran kritis sebagaimana yang ditawarkan dalam pendidikan yang membebaskan sangat relevan dalam membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan remaja. Refleksi teologis dalam penelitian ini menekankan pentingnya keluarga sebagai ruang pembentukan iman dan karakter Kristen yang kontekstual dan membebaskan. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan baik keluarga maupun gereja, khususnya Jemaat GMIT Glorya Tuatuka, agar mengambil peran aktif dalam memfasilitasi pendidikan keluarga yang membebaskan, melalui pelatihan, pendampingan pastoral, dan pembinaan iman yang kontekstual.
GILLIAN ANTONIUS
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengkaji tentang relasi antara Maramba dan Ata di kampung Raja Prailiu, Sumba Timur. Hubungan antara kedua golongan ini telah menjadi bagian sangat penting dalam struktur sosial adat yang ada di sumba dan diwariskan secara turun-temurun. Dalam pratik kehidupan sehari-hari, relasi ini tampak dalam cara berbicara, pelaksanaan ritus adat, kedudukan sosial, serta kepemilikan lahan. Maramba dipandang sebagai kelompok yang memiliki kekuasan dan kehormatan, Kebalikan dari Maramba, Ata berada pada posisi paling bawah dan memiliki ruang gerak yang sangat terbatas terhadap sumber daya dan peran dalam masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir relasi ini mulai mengalami perubahan, Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan relasi seperti, peran gereja, peningkatan Pendidikan, kemajuan teknologi serta arus migrasi. Peran gereja khususnya GKS Jemaat Payeti Cabang Prailiu sangat memberi dampak besar terhadap cara pandang masyarakat terhadap struktur sosial yang ada. Gereja bukan menjalankan fungsi rohani tetapi gereja juga harus turut berperan sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai-nila kasih, kesetaraan, dan keadilan soial. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif dan teori strukturasi dari Anthony Giddens yang melihat bahwa struktur sosial tidak bersifat kaku dan teori ini menjelasakan bagaimana struktur sosial dan tindakan dari individu mampu membentuk dan mempengaruhi. Teori Giddens juga sangat membatu penulis memahami hubungan antara struktur adat dan tindakan sosial masyarakat. Dalam hasil penelitian menunjukkan meskipun sistem adat masih ada dan kuat, tetapi sudah banyak masyarakat terutama generasi muda yang mulai lebih mengerti dan muncul kesadaraan untuk membangun relasi yang lebih setara dan saling menghormati tanpa memandang status sosial. Dengan demikian, perubahan relasi maramba dan ata di kampung Raja Prailiu merupakan proses yang mengandung dinamika dengan mempertemukan tradisi dan nilai-nilai baru secara berdampingan.
YANE ERLINA BEIS
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi dengan judul “Hospitalitas Bagi Sesama: Suatu Kajian Naratif Terhadap Teks Kejadian 18:1- 15 dan Implikasinya Bagi Pelayanan Hospitalitas di Jemaat Elim Lasiana”, ditulis oleh Yane Erlina Beis. Masalah yang digumuli dalam penelitian ini adalah terhentinya program “beras jempitan” di jemaat GMIT Elim Lasiana, padahal program ini pernah menjadi bentuk nyata kepedulian jemaat terhadap sesama yang membutuhkan. Penulis melihat bahwa ada nilai-nilai iman yang terkandung dalam praktik sederhana tersebut, namun belum digali dan dihidupi secara mendalam. Fokus yang dibahas dalam skripsi ini adalah tindakan hospitalitas dalam Kejadian 18:1-15, khususnya sikap Abraham saat menerima tiga tamu asing. Tindakan Abraham yang penuh kesederhanaan, kesiapan, dan keterlibatan keluarga menjadi dasar untuk memahami makna hospitalitas menurut iman Kristen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali makna hospitalitas dalam teks tersebut secara naratiff, dan menghubungkannya dengan praktik kehidupan jemaat GMIT Elim Lasiana, khususnya dalam pelayanan kasih kepada sesama. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian naratif terhadap teks Kejadian 18:1-15, didukung dengan data lapangan melalui wawancara terhadap jemaat dan pelayanan gereja yang pernah terlibat dalam program “beras jempitan”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan hospitalitas Abraham adalah bentuk iman yang menghadirkan kasih Allah serta menggugah hati Allah untuk hadir dan menyatakan janji-Nya. Hal ini menjadi dorongan bagi gereja untuk melihat kembali nilai-nilai hospitalitas melalui tindakan sederhana namun berdampak nyata, seperti program “beras jempitan” yang pernah dijalankan dan dapat dijadikan motivasi dimasa kini, bukan hanya di jemaat Elim Lasiana, tapi juga untuk gereja-gereja lain.
NOVANSE MONIQA PRISCILLA RIHI
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul “Gereja dan Abrasi Pantai: Suatu Tinjauan Ekoteologi terhadap Peran Gereja dalam Mengatasi Abrasi Pantai dan Implikasinya bagi Jemaat GMIT Imanuel Wuihebo.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena abrasi pantai yang semakin mengancam ekosistem pesisir di wilayah Wuihebo, Sabu Raijua. Abrasi pantai tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi jemaat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Imanuel Wuihebo dalam mengatasi persoalan abrasi pantai melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ekoteologi digunakan untuk melihat bagaimana iman Kristen memandang tanggung jawab manusia sebagai mitra Allah dalam memelihara ciptaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gereja GMIT Imanuel Wuihebo memiliki potensi besar sebagai agen transformasi sosial dan ekologis. Gereja berperan dalam membangun kesadaran jemaat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir melalui pendidikan, pemberdayaan, dan aksi nyata seperti penanaman mangrove dan pembuatan tanggul penahan abrasi. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti kurangnya pemahaman teologis jemaat mengenai tanggung jawab ekologis dan keterbatasan sumber daya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan ekoteologi dalam kehidupan bergereja di GMIT Imanuel Wuihebo perlu terus ditingkatkan agar gereja dapat menjadi komunitas etis dan profetis yang mampu menjawab tantangan abrasi pantai secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi gereja-gereja lain di wilayah pesisir untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan sebagai wujud nyata iman Kristen.
REZAH ATALIA PADJI
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi ini berjudul “Status dan Peran Perempuan dalam Gereja” dengan sub judul “Suatu Tinjauan Teologis Feminis Terhadap Status dan Peran Perempuan di Jemaat GMIT Paulus Oepoli” ditulis oleh Rezah Atalia Padji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman jemaat tentang status dan peran perempuan, menganalis faktor, dan merefleksikan tinjauan teologis terhadap status perempuan. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif yaitu proses penelitian yang dilakukan pada kondisi yang alamiah sehingga data yang terkumpul dan analisanya dengan cara observasi dan wawancara. Metode yang dipakai memberi hasil pada penelitian, yaitu status dan peran perempuan di jemaat masih dianggap lebih rendah dan masih dinomorduakan. Hal ini tentu terjadi karena adanya faktor-faktor penyebab, seperti: Faktor budaya, pemahaman teologi yang keliru, perkawinan, perempuan yang juga merupakan salah satu faktor, dan minimnya pengetahuan Alkitab. Namun, pada dasarnya, peran perempuan dalam gereja adalah untuk memberi kontribusi yang berharga dan penting dalam kehidupan gereja, serta dapat memperkuat hubungan yang lebih baik lagi dengan Tuhan. Karena itu diperlukan adanya gereja untuk dapat memperhatikan dan juga tentunya memberi solusi terhadap fenomena ini. Gereja sendiri harus terus memberi pemahaman kepada jemaat tentang status dan peran perempuan, agar jemaat lebih peka dan mengerti tentang status dan peran perempuan, bukan hanya sekadar mengerti tetapi juga bisa mengubah pola pikir dan juga perlakuan yang tidak adil itu menjadi lebih baik dan lebih adil bagi status perempuan yang ada di jemaat.
DEANNA RESA DOKO
2025 · Thesis · Open Access
Realitas penderitaan tidak dapat terlepas dalam kehidupan manusia yang bergumul dengan pengalaman hidup. Salah satunya adalah penderitaan akibat bencana longsor yang terjadi di Desa Kuatae, sehingga berdampak pada wilayah pelayanan Jemaat GMIT Efata SoE. Bencana tersebut menyebabkan ketakutan, putus asa dan hilang harapan dari jemaat. Ditemukan banyak jemaat yang terpaksa harus mengungsi karena rumah yang rusak. Mereka cenderung mempertanyakan tentang tujuan hidup, makna penderitaan dan peran Tuhan dalam peristiwa yang dialami. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana jemaat memahami kehadiran Tuhan sebagai gembala dalam peristiwa bencana longsor dan bagaimana Tuhan sebagai gembala yang diyakini Daud dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan bagi jemaat dalam proses pemulihan akibat bencana longsor. Tulisan ini disajikan menggunakan metode kritik historis dengan pendekatan tafsir pada Mazmur 23:1-6, yang melibatkan analisis konteks sejarah, kritik sastra, latar belakang konsep gembala Israel, bidang kehidupan dan tafsir ayat per ayat. Tiga kerygma yang ditemukan: 1) Tuhan sebagai Gembala yang Sejati dan Penyedia Hidangan. 2) Penyertaan Tuhan dalam Lembah Kekelaman dan Marabahaya. 3) Tinggal di dalam Rumah Tuhan Sepanjang Masa sebagai Tanda Syukur. Kesimpulannya bahwa keyakinan Daud pada Tuhan sebagai gembala yang membaringkan, menuntun, membimbing, memulihkan dan menyediakan hidangan mampu menjawab kebutuhan jemaat. Dari penyertaan-Nya dalam situasi bencana dan persekutuan dengan-Nya. Penelitian ini bermanfaat bagi pemulihan dan penghiburan jemaat untuk menyakini Tuhan sebagai gembala dalam bencana yang dialami. Selain itu, agar gereja dapat memaknai peran mereka selaku gembala.
JESSYCA VELOVECYA. MASU
2025 · Thesis · Open Access
Penelitian ini mengangkat tarian Tebe sebagai objek kajian teologi kontekstual dalam kehidupan bergereja Jemaat GMIT Imanuel Maktihan, Klasis Malaka. Di tengah arus modernisasi dan meningkatnya sikap individualisme dalam kehidupan jemaat, tarian Tebe hadir sebagai media budaya lokal yang memiliki daya integratif, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan persekutuan dalam komunitas Kristen. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, penelitian ini menggali makna spiritual dan sosial dari tarian Tebe melalui observasi, wawancara, serta studi pustaka dan dokumentasi. Teori teologi kontekstual Stephen B. Bevans menjadi landasan utama dalam menafsirkan hubungan antara budaya lokal dan ekspresi iman Kristen dalam liturgi dan kehidupan bergereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian Tebe tidak hanya merupakan warisan budaya masyarakat Tetun di Malaka, tetapi juga telah diadopsi secara kreatif dalam berbagai bentuk ibadah dan perayaan gerejawi di GMIT Imanuel Maktihan. Gerakan ritmis dan pantun dalam Tebe yang dilakukan dalam formasi lingkaran mencerminkan makna kolektif, solidaritas, serta penghormatan terhadap sejarah dan spiritualitas lokal. Melalui penerapan Tebe dalam kehidupan liturgis, gereja berhasil menjembatani kesenjangan antara ekspresi iman dan konteks budaya masyarakatnya.Tarian Tebe dipahami sebagai respons iman yang kontekstual terhadap krisis persekutuan akibat meningkatnya individualisme dalam jemaat. Dalam praktiknya, Tebe menjadi sarana profetik yang mengembalikan kesadaran umat akan pentingnya relasi sosial yang saling menopang. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal seperti Tebe dapat menjadi wahana penyalur pesan teologis yang transformatif, membentuk spiritualitas yang membumi dan relevan dalam konteks kehidupan bergereja di tengah masyarakat yang terus berubah.
SUSANA BETSEIDA MAILANG
2025 · Thesis · Open Access
Skripsi berjudul ―Persekutuan Doa Yang Berdiakonia: Tinjauan Pembangunan Jemaat Terhadap Pelayanan
Diakonia Oleh Persekutuan Doa Efraim Soe Dan Implikasinya Di Jemaat GMIT Efata Soe‖. Masalah yang
digumuli dalam penelitian ini tentang Persekutuan Doa Efraim di Jemaat GMIT Efata Soe yang melakukan
pelayanan diakonia, namun pelayanan ini lebih fokus pada aktivitas karitatif, bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang, hanya mampu memenuhi kebutuhan sesaat, sehingga banyak aspek penting dalam
pelayanan diakonia yang belum terjangkau. Tujuan dari penelitian ini yakni penulis hendak mengetahui peran
dan dampak pelayanan diakonia oleh Persekutuan Doa Efraim. Penelitian di Persekutuan Doa Efraim Soe
menggunakan metode penelitian kualitatif dan dokumentasi dengan teknik observasi partisipatif, wawancara
dan dokumentasi. Metode pengambilan sampel, penulis menggunakan teknik purposive sampling dan metode
penulisannya yakni deskriptif, analisis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan hanya
memfokuskan perhatian pada bantuan barang habis pakai dan tidak menyentuh akar masalah dan juga harapan
terhadap bantuan yang holistik. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang bersifat spontan dan tanpa
perencanaan yang matang. Pelayanan diakonia yang benar adalah pelayanan yang berdasarkan pada kasih
Allah, diakonia perlu dimaknai sebagai pelayanan yang holistik dan mewujudkan pembangunan jemaat sebagai
tujuan pelayanan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan teologi terkait
makna diakonia sebagai wujud pembangunan jemaat serta memberi sumbagsih praktis kepada gereja (anggota
persekutuan doa) dan masyarakat tentang pentingnya peran dan dampak diakonia bagi kehidupan masa kini.
GERDA DETRYWANY LONOWATA
2025 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Skripsi ini mengkaji tentang kekerasan seksual berdasarkan kitab 2 Samuel 13:1-22 , dengan tujuan untuk memahami gambaran konteks kisah perkosaan Tamar, Menerapkan metode tafsir feminis dan memberikan refleksi dan sumbangan bagi perempuan yang mengalami kekerasan seksual di jemaat GMIT Sonhalan Usapimnasi. Metode yang digunakan adalah metode tafsir feminis Elisabet Schüssier Fiorenza yaitu : hermeneutika dominasi dan lokasi sosial, hermeneutika kecurigaan, dan hermeneutika transformasi. Hasil tafsiran menunjukkan tiga kerygma utama yaitu: 1) Kekerasan Seksual Bertentangan dengan Kehendak Tuhan, 2) Membangun Hubungan di atas dasar Ketulusan, 3) Menjalin Kehidupan dengan penuh Kewaspadaan. Dari kerygma teologi yang didapatkan ini, dapat menjadi sumbangan implikasi bagi jemaaat GMIT Sonhalan Usapimnasi dalam menjaga kewaspadaan diri dan menjalin hubungan dengan dasar cinta. Kisah ini, dapat menjadi inspirasi bagi gereja-gereja dalam menyikapi kasus-kasus kekerasan seksual. Gereja sebagai lembaga persekutuan juga harus dapat lebih terbuka dalam memberi perhatian bagi korban kekerasan seksual. Karena kesadaran akan banyaknya kasus kekesaran seksual saja tidak cukup , namun lebih jauh perlu adanya tindakan untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan. Perempuan-perempuan korban kekerasan seksual tidak boleh menutup diri, merasa tidak berharga, merasa berdosa dan menanggung kepahitannya sendiri. Karena sejatinya, Allah berpihak bagi orang-orang yang tertindas.