CONSTANTINA TAVARES
· Thesis · Open Access
Analisis Kinerja Perusahaan sangatlah penting, Analisis Pendahuluan Pada analisis terdahulu akan mendeskripsikan indikator-indikator empirik masing-masing konsep analisis kinerja perusahaan, laporan arus kas dan perubahan modal yang terdaftar di BEI data dikumpulkan menggunakan data sekunder. Data yang diperoleh adalah data dari laporan keuangan Perusahaan Sub Sektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI. Berdasarkan perhitungan rasio yang telah diuraikan, maka dapat diketahui perbandingan kondisi kinerja perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan perusahaan Sub-Sektor Makanan dan Minuman dalam membayar kewajiban lancar belum dikatakan baik.Untuk itu perusahaan harus mampu menambah jumlah arus kas operasi agar perusahaan mampu melunasi kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo. Perubahan modal yang mengalami peningkatan terdapat pada perusahaan Siantar Top Tbk,yaitu pada tahun 2021 sebesar Rp. 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk, pada tahun 2021 sebesar Rp. . 3.300.848.622.529 sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan dialami oleh perusahaan Multi Bintang Indonesia Tbk,
pada tahun 2021 sebesar Rp. 1.099.157, hal ini disebabkan pengeluaran perusahaan lebih besar dibandingkan dengan pemasukan yang diperoleh oleh perusahaan tersebut, Kinerja Perusahaan dilihat dari Rasio Capital Expenditure dan Investasi Berdasarkan hasil kinerja dari 12 perusahaan dengan menggunakan Ratio Capital Expendeture dan Investasi secara umum dikatakan tidak baik. Kinerja Perusahaan dilihat dari Perubahan Modal dapat diketahui kinerja perusahaan dari tahun 2018-2021.
MARIA GORETI NENO
· Thesis · Open Access
Pandemi Covid-19 di Indonesia membuat pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) melalui peraturan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (2020) dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia. penerapan PSBB berdampak pada menurunnya perekonomian terutama pada swasta maupun masyarakat yang penghasilannya bersifat harian lepas, bahkan tidak sedikit pelaku usaha yang menutup usahanya.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kuisioner yaitu dengan memberi pertanyaan tertulis kepada responden.
Mulai tahun 2013, wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kupang mengalami perubahan sehingga meliputi empat wilayah yaitu Kabupaten Kupang dan Kota Kupang (di Pulau Timor), Kabupaten Alor (di Pulau Alor), Kabupaten Rote (di Pulau Rote), dan Kabupaten Sabu Raijua (di Pulau Sabu).
Melalui hasil analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel insentif pajak, digitalisasi pajak dan kepercayaan kepada pemerintah terhadap penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM pada KPP Pratama Kupang yaitu sebesar 43,9% sementara sisanya 46,1% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak diteliti. Melalui hasil juga dapat diketahui bahwa ada hubungan yang positif antara variabel X dan variabel Y. Untuk lebih jelasnya dijelsakan sebagai berikut;
Kebijakan insentif pajak mempunyai dampak yang signifikan terhadap penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel kebijakan insentif pajak (X1) adalah 0,00<0,05 atau 4,259>2,616 sehingga menunjukan bahwa kebijakan insentif pajak (X1) berpengaruh terhadap penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rulyanti Susi (2018), bahwa Kebijakan insentif pajak Covid-19 berpengaruh positif terhadap dampak penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pelaku UMKM yang terdaftar di KPP Pratama Bangka dan telah memanfaatkan insentif pajak cukup mengapresiasi kebijakan insentif pajak yang tertuang dalam PMK No. 86 Tahun 2020 karena kebijakan insentif pajak ini membantu pelaku UMKM untuk dapat bertahan di situasi pandemi Covid-19 dan di sisi lain tetap dapat melaksanakan kewajiban perpajakan nya. Selain itu kas yang seharusnya dipersiapkan untuk membayar pajak dapat dialihkan untuk mengembangkan usaha, seperti dengan membuat atau mengembangkan produk baru.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Digitalisasi Pajak (X2) mempunyai dampak yang signifikan terhadap penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM. Hal ini dibuktikan dengan taraf signifikan pada hasil pengujian yang menunjukan bahwa nilai signifikansi dari variabel digitalisasi pajak (X2) adalah 0,00<0,05 atau 5,141>2,616 sehingga menunjukan bahwa digitalisasi pajak (X2) berpengaruh terhadap penanganan dampak Covid-19 bagi UMKM.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dhiwa Tifa Anggraini, (2022). Hasil penelitiannya menunjukan bahwa variabel digitalisasi pajak memiliki nilai t hitung 3,889 > t tabel 1,665 dengan nilai signifikansebesar 0,000 < 0,05. Sehingga variabel digitalisasi pajak berpengaruh signifikan terhadap penanganan dampak Covd-19.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rulyanti Susi (2018) bahwa Kepercayaan kepada pemerintah memiliki pengaruh positif terhadap penanganan dampak Covid-19. Hal ini mengindikasikan bahwa wajib pajak memberikan respon yang positif terhadap insentif pajak yang diberlakukan selama pandemi Covid-19 dan mempercayai kebijakan pemerintah tersebut dalam penanganan dampak Covid-19.
Selain itu penelitian yang dilakukan oleh oleh Dhiwa Tifa Anggraini, (2022) bahwa variabel kepercayaan kepada pemerintah memiliki nilai t hitung t tabel 1,665<6,168 dengan nilai signifikan sebesar 0,000> 0,05. Sehingga variabel kepercayaan kepada pemerintah t berpengaruh signifikan terhadap penanganan dampak Covid-19.
GAUDENSIANA TANII
· Thesis · Open Access
Berdasarkan judul ini maka persoalan dalam penelitian ini adalah: Seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang? Penelitian ini dilakukan di Badan Pendapatan Daerah kota kupang (Bapenda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kepatuhan wajib pajak berdasarkan realisasi penerimaan Pajak bumi dan bangunan pada Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan realisasi penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan pada Badan pendapatan Daerah Kota Kupang Tahun 2012 – 2021. pengambilan data dalam penelitian ini akan menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya yaitu : Dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil penelitian dari analisis kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang ada pada Badan Pendapatan Daerah kota Kupang, pada tahun 2012 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 106,88% sehingga dapat dikatakan bahwa kepatuhan wajib pajak sangat patuh. Dan tahun 2013 dengan presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 83,53% sehingga dikatakan cukup patuh. pada tahun 2014 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 118,50% sehingga dapat dikatakan sangat patuh. Dan pada tahun 2015 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 108,64% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2016 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 112,24% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2017 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 109,75% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2018 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 104,63% sehingga dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2019 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 100,87% sehingga masih dikatakan sangat patuh. Pada tahun 2020 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.92% sehingga dikatakan patuh. Pada tahun 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak sebesar 90.93% sehingga dikatakan patuh. Namun dapat dikatakan bahwa pada tahun 2014 sampai 2021 presentase tingkat kepatuhan wajib pajak mengalami penurunan terus dari tahunn ke tahun. Hal ini jika dilihat berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh narasumber, diketahui bahwa penurunan ini diakibatkan oleh Pandemi Covid 19, sehingga adanya kebijakan dari pemerintah agar para wajib pajak diberi kelonggaran sementara waktu untuk tidak melakukan pembayaran pajak.
Kepatuhan wajib pajak masyarakat Kota Kupang, tentunya ada aturan-aturan yang mengatur sehingga mengikat masyarakat untuk harus patuh terhadap pembayaran pajak. Aturan ini diatur pada pasal 51 ayat 1, 2 dan 3 Peraturan Daerah Kota Kupang Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Pajak Daerah berbunyi (1) Walikota dapat menerbitkan surat tagihan pajak daerah (STPD) jika: a. pajak dalam tahun berjalan tidak atau kurang dibayar; b. dari hasil penelitian SPTPD terdapat kekurangan pembayaran sebagai akibat salah tulis dan/atau salah hitung; c. wajib pajak dikenakan sanksi administratif berupa bunga dan/atau denda. (2) Jumlah kekurangan pajak yang terutang dalam STPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b ditambah dengan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan untuk paling lama 15 (lima belas) bulan sejak saat terutangnya pajak. (3) SKPD yang tidak atau kurang dibayar setelah jatuh tempo pembayaran dikenakan sanksi administratif berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dan ditagih melalui STPD.
Berdasarkan isi aturan tersebut maka dapat diketahui bahwa, Badan pendapatan daerah Kota Kupang dengan tegas berupaya agar seluruh wajib pajak di Kota Kupang patut untuk membayar pajak agar terhindar dari sanksi pajak yang akan membebani para wajib pajak. Menurut Suandy (2014:12) menjelaskan bahwa pada dasarnya faktor yang menghambat pembayar pajak adalah masalah kesadaran masyarakat, dimana masyarakat perlu diberi pengarahan bahwa pajak merupakan kewajiban dan hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam pembangunan. Kesadaran dalam membayar pajak muncul dari motivasi wajib pajak. Jika kesadaran wajib pajak tinggi yang berasal dari motivasi untuk membayar pajak, maka kepatuhan untuk membayar pajak pun akan tinggi dan pendapatan untuk daerah sektor pajak semakin meningkat. Terdapat salah satu faktor yang mempengaruhi wajib pajak dalam patuh membayar Pajak Bumi dan Bangunan, faktor tersebut adalah sanksi pajak. Fungsi sanksi adalah digunakan sebagai cara untuk mengatur sekelompok populasi untuk memenuhi aturan yang ditentukan. Sanksi ditujukan kepada wajib pajak yang tidak mematuhi aturan perpajakan atau melakukan pelanggaran berupa kecurangan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.
Dari pembahasan dan analisis tentang kepatuhan wajib pajak yang ada di Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) yang meliputi realisasi dan target pajak bumi dan bangunan (PBB) di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang pertahun 2012 sudah tergolong sangat patuh karena jumlah realisasinya melebihi jumlah yang ditargetkan. Dan pada tahun 2013 dapat dikatakan cukup patuh karna realisasi yang diterima tidak sesuai denga target yang diharapkan.Sedangkan pada tahun 2014 sampai 2019 dapat dikatakan sangat patuh karna realisasi penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) selalu melebihi target yang ditetapkan. Dan pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan akibat Covid 19 sehingga jumlah target dan realisasi pada tahun tersebut dikategorikan patuh
ANGELINA NENO
· Thesis · Open Access
Berdasarkan judul ini maka persoalan dalam penelitian ini adalah Bagaimana pelaksanaan SISMIOP yang dilakukan di Badan Pendapatan daerah Kota Kupang (Bapenda) terhadap Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kota Kupang? Penelitian ini dilakukan di Kantor Badan Pendapatan daerah Kota Kupang (Bapenda). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan sistem manajemen informasi objek pajak Terhadap penerimaan pajak Bumi dan bangunan di kota kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan realisasi anggaran tahun 2017-2021. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data diantaranya yaitu : Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan SISMIOP yang dilakukan di Badan Pendapatan daerah Kota Kupang (Bapenda) melalui empat tahapan yaitu 1) Pendaftaran objek dan subjek Pajak, berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa dalam rangka pendaftaran objek dan subjek pajak, wajib pajak wajib mendaftarkan Objek Pajaknya dengan mengisi SPOP. Pendaftaran Subjek dan Objek Pajak Bumi dan Bangunan dilakukan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Objek Pajak (SPOP). Surat Pemberitahuan Objek Pajak harus diisi dengan jelas, benar, dan lengkap serta ditandatangani dan disampaikan kepada Dinas Pendapatan, selambat-lambatnya 30 hari kerja setelah tanggal diterimanya SPOP oleh para wajib Pajak. 2) Pendataan, hasil penelitian menunjukan bahwa mekanisme pendataan pajak bumi dan bangunan yaitu meliputi beberapa tahapan seperti Wajib Pajak mengajukan permohonan pendataan seperti, pendaftaran baru, pembetulan, mutasi, dan pengurangan ke BKD melalui pos pelayanan PBB wilayah setempat. Petugas Pos Pelayanan PBB menerima permohonan pendataan kemudian meneliti kelengkapan persyaratan. 3) Penilaian, Hasil penelitian terlihat bahwa penilaian Objek Pajak Bumi dan Bangunan adalah Kegiatan untuk menentukan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang akan dijadikan dasar pengenaan pajak di Kota kupang, dengan menggunakan pendekatan data pasar, pendekatan biaya, dan pendekatan kapitalisasi pendapatan. 4) Pemeliharaan basis data, Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemeliharaan basis data dalam perpajakan, umumnya dibagi menjadi dua bagian yaitu pemeliharaan basis data secara pasif dan aktif. pemeliharaan basis data secara pasif yaitu kegiatan pemeliharaan basis data yang dilakukan oleh petugas kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan berdasarkan laporan yang diterima dari wajib pajak dan atau pejabat terkait pelaksanaan sesuai prosedur pelayanan satu tempat. Sedangkan pemeliharaan basis data secara aktif yaitu kegiatan pemeliharaan basis data yang dilakukan oleh kantor pelayanan pajak bumi dan bangunan dengan cara mencocokkan dan menyesuaikan data objek dan subjek pajak yang ada dengan keadaan sebenarnya di lapangan atau mencocokkan dan menyesuaikan nilai jual objek pajak dengan rata-rata nilai pasar yang terjadi di lapangan, pelaksanaan sesuai dengan prosedur pembentukan basis data. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, adapun saran yang diajukan adalah sebaiknya Kantor Bapenda lebih rutin dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perpajakan dan peraturan-peraturan yang terkait agar masyarakat lebih mengetahui betapa pentingnya membayar pajak sehingga kesadaran wajib pajak lebih meningkat.
Dari pembahasan dan analisis tentang pelaksanaan SISMIOP yang dilakukan di Badan Pendapatan daerah Kota Kupang (Bapenda), maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan SISMIOP telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari sistem yang dapat mengakomodir atau menjalankan seluruh proses alur pajak bumi dan bangunan yang dimulai dari pendaftaran dan pendataan menggunakan SPOP dan LSPOP, penilaian pemberian nilai jual objek pajak (NJOP) dengan proses penetapan untuk mencetak hasil keluaran (berupa SPPT, STTS, DHKP dan sejenisnya) dan pemeliharaan basis data untuk mengetahui perubahan data wajib pajak serta mengetahui informasi tentang jumlah pendapatan pajak dalam waktu satu tahun berjalan. adanya SISMIOP sehingga proses pelaksanaan PBB dan pemantaun pembayaran terselesaikan dengan cepat, akurat dan dapat berjalan dengan baik.
Pelaksanaan SISMIOP Bapenda kota kupang terbukti meningkatkan penerimaan PBB terlihat dari jumlah realisasi penerimaan yang melebihi penetapan target penerimaan setiap tahun terbukti dari tahun 2017 sampai 2021. Hal ini menandakan bahwa proses pelaksanaan SISMIOP sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan dilaksanakan dengan tegas oleh Bapenda Kota Kupang sehingga dapat meningkatkatkan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.
MARIA KRISTINA BARA
· Thesis · Open Access
Kepatuhan perpajakan adalah upayah tanggung jawab wajib pajak kepada Tuhan bagi pemerintah dan rakyat sebagai kegiatan pemenuhan kewajiban dan hak perpajakannya..Kepatuhan wajib pajak memiliki kesediaan untuk memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku tanpa perlu diadakannya pemeriksaan investigasi,peringatan ataupun ancaman dan penerapan sanksi baik hukum maupun administrasi).Kepatuhan wajib pajak menjadi aspek penting mengingat sistem perpajakan Indonesia menganut system self assesment,yang memberikan kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung,membayar,dan melaporkan kewajibannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan pajak dan sanksi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.Penelitian ini meupakan jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi di Kelurahan Fatululi dan sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.
Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan pajak tidak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi sedangkan sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM orang pribadi.
YULINDA MOOY
· Thesis · Open Access
Penulisan ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah adanya perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah merger pada PT. Bank Dinar Indonesia Tbk Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Rasio keuangan pada penelitian ini adalah rasio profitabilitas diproksikan dengan Net Profit Margin, Return On Asset, Return On Equity, rasio aktivitas diproksikan dengan Total Asset Turnover, dan rasio laverage diproksikan dengan Financial Leverage Multipier.
Pengujian dalam hipotesis ini menggunakan uji Parametric Paired Sampel T-Test atau uji T sampel berpasangan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan merger selama periode penelitian dari Tahun 2017-2021 yaitu PT. Bank Oke Indonesia Tbk dengan PT. Bank Dinar Indonesia Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, sehingga dalam penelitian ini diambil laporan keuangan dari masing-masing perusahaan di Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2021.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Dan Total Asset Turnover (TATO), Sedangkan PadaFinancial Leverage Multiplier (FLM) mengalami perbedaan yang signifikan.
RIBKA YANITA LUASE
· Thesis · Open Access
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan daerah Kabupaten Kupang dilihat dari rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian.
Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus : rasio derajat desentralisasi fiskal, rasio kemandirian, rasio efektivitas PAD, rasio efisiensi keuangan daerah, dan rasio keserasian.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dilihat dari (1) Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal dapat dikategorikan sangat kurang, karena rata-ratanya sebesar 6,37% (2) Rasio Kemandirian Daerah pola hubungannya masih tergolong dalam pola hubungan instruktif karena rata-rata besarnya rasio ini sebesar 8,27% (3) Rasio Efektivitas PAD efektivitas kinerja keuangan Kabupaten Kupang kurang efektif karena rata-rata efektivitasnya 78,46% (4) Rasio Efisiensi Keuangan Daerah dapat dikatakan kurang efisiensi karena rata-rata efisiensi keuangan daerah Kabupaten Kupang sebesar 98,51% (5) Rasio Keserasian diketahui bahwa rata-rata belanja operasi daerah masih lebih tinggi yaitu 54,68% dibandingkan rata-rata belanja modal sebesar 44,92% sehingga masih dapat dikatakan bahwa Pemerintah Daerah kurang memperhatikan pembangunan daerah.
YORIM MANGGOA
· Thesis · Open Access
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh elastisitas belanja modal dan pendapatan asli daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
Penelitian ini dilaksanakan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dengan rrumus : elastisitas belanja modal, perubahan pendapatan asli daerah dan pertumbuhan ekonomi.
Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Elastisitas belanja modal di Kabupaten Kupang dengan nilai rata-rata sebesar -1,77% berada pada kategori inelastis. Yang berarti bahwa belanja modal di Kabupaten Kupang bertambah 1% tetapi pertumbuhan ekonomi berkurang -7,77%. (2) Laju pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 11,15%, dan laju pertumbuhan ekonomi terendah terjadi pada tahun 2020 sebesar -0,80%. (3) Nilai rata-rata elastisitas belanja modal sebesar -1,77% dengan kategori inelastis, maka belanja modal berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) Nilai rata-rata pendapatan asli daerah sebesar -7,71% dengan kategori inelastis, maka pendapatan asli daerah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kupang.
YUVENTUS MANEK SERAN
· Thesis · Open Access
Penerimaan retribusi berkaitan dengan manajemen pengelolaannya yang di dukung oleh penyediaan fasilitas dan jasa yang di sediakan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat berupa pembangunan terminal angkutan umum lengkap dengan ruang tunggu penumpang yang datang dan pergi, penyediaan fasilitas sarana tersebut selain dalam rangka meningkatkan penerimaan retribusi dari sektor angkutan umum juga berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan kemudahan para pengusaha memperoleh pendapatan yang memadai upaya lain untuk meningkatkan penerimaan retribusi angkutan umum yang secara langsung dapat merangsang para pengusaha angkutan umum yaitu, pembangunan prasarana jalan,jembatan,yang memungkinkan kelancaran beropersinya angkutan umum melakukan aktifitasnya.
Dinas Perhubungan Kabupaten Belu, pada tahun 2017 dan tahun 2020 realisasi penerimaan Retribusi Terminal lebih kecil dari target yang telah direncanakan. Dinas Perhubungan Kota Atambua melakukan pengawasan agar dinilai dapat efektif dengan menetapkan standar, melakukan pengukuran kegiatan, membandingkan kegiatan dengan standar, dan melakukan tindakan koreksi. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan peneliti dapat disimpulkan bahwa tingkat efektifitas pengawasan Dinas Perhubungan Kota Atambua dinilai belum efektif. Hal ini dikarenakan masih terdapat terminal-terminal liar yang ada di Kota Atambua yang mengakibatkan angkutan-angkutan umum yang tidak memarkirkan kendaraan didalam terminal.
1. Tingkat efektifitas pengawasan Dinas Perhubungan Kota Atambua dinilai belum efektif. Hal ini dikarenakan masih terdapat terminal-terminal liar yang ada di Kota Atambua yang mengakibatkan angkutan-angkutan umum yang tidak memarkirkan kendaraan didalam terminal.
2. Kontribusi pembayaran retribusi masuk terminal di Kota Atambua belum mencapai target retribusi yang ditetapkan. Belum tercapainya target retribusi terminal dikarenakan munculnya Covid-19 yang menyebabkan turunnya realisasi penerimaan retribusi terminal dan ditambah lagi munculnya terminal-terminal liar di Kota Atambua.
DEFRINCE KOLMAU MAIFA
· Thesis · Open Access
Dalam perkembangan dunia usaha, perusahaan sangat bergantung pada investasi, perusahaan jugah sebagai pihak yang membutuhkan dana yang dapat memperoleh dana dari para investor yang membeli saham perusahaan melalui pasar modal, karena investor sebagai pihak yang memiliki kelebihan dana yang dapat menginvestasikan dananya pada berbagai macam sekuritas yang ada dengan harapan dapat memperoleh return (keuntungan). pasar modal di Indonesia terbentuk dengan tujuan untuk menghubungkan investor sebagai pemodal dengan suatu perusahaan atau institusi pemerintah. Setiap usaha investasi yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan investasi tersebut, investor tidak akan mendapatkan tingkat keuntungan investasi yang tinggi apabila tanpa menghadapi risiko. dalam berinvestasi pada pasar modal ada dua hal yang akan dihadapi oleh investor, yaitu tingkat keuntungan yang diharapkan dan tingkat risiko, artinya dalam melakukan investasi, jika investor mengalami keuntungan investasi, maka Iapun harus siap untuk menerima risiko tersebut. Dengan demikian dapat diketahui seberapa besar nantinya hasil investasi yang dapat dapat diperoleh dengan tingkat keuntungan dan tingkat risiko yang seminimal mungkin. tujuan dari penilitian ini adalah mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dan tingkat risiko investasi saham pertambangan batu bara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penilitian 2018 sampai dengan 2021. perhitungan tingkat risiko dalam penilitian ini diukur menggunakan VaR (Value at Risk) dan keuntungan diukur menggunakan RAROC (Risk Adjusted Return On Capital). Metode dalam penilitian ini adalah menggunakan analisis kuantitatif. Alat yang digunakan adalah rasio. Objek dalam penilitian ini adalah 5 (lima) perusahaan yang dijadikan sampel, sumber data yang diperoleh yaitu data sekunder yang diperoleh dari web site: idx co id. Berdasarkan hasil penilitian yang dibahas membuktikan bahwa risiko investasi saham pertambangan batu bara yang diketahui cenderung mengalami potensi kerugian. pada tahun 2018 nilai VaR terbaik dimiliki PT.Adaro Energy Tbk, sebesar 26.9857, sedangkan nilai terburuk dimiliki oleh PT.Dian Swastatika sentosa Tbk sebesar 136.6542. Pada tahun 2019 nilai VaR terbaik dimiliki oleh PT.Baramulti Suksesarana Tbk, sebesar 28.4437, sedangkan nilai terburuk dimiliki oleh PT.Dian Swastatika Sentosa Tbk sebesar 85.3250. Pada tahun 2020 nilai VaR terbaik terjadi pada PT.Bukit Asam sebesar 33.4394, sedangkan nilai terburuk terjadi pada PT.Dian Swastatika Sentosa Tbk sebesar 95.3468. Pada tahun 2021 nilai VaR terbaik dimiliki oleh PT.Bukit Asam Tbk sebesar 40.5396, sedangkan nilai terburuk terjadi pada PT.Baramulti Suksesarana Tbk, sebesar 517.1245. Diketahui bahwa nilai VaR tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana sebesar 517.1245. dan Nilai RAROC yang dimiliki maka PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai tertinggi pada tahun 2018 sebesar 0.0008, dan PT.Adro Energy Tbk memiliki nilai terrendah sebesar -0.0022, sedangkan pada tahun 2019 PT.Adaro Energy Tbk memiliki nilai tertinggi sebebsar 0.0004 dan PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai terrendah sebesar -0.0012, sedangkan pada tahun 2020 PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai tertinggi sebesar 0.0008, dan PT.Baramulti Suksesarana Tbk memiliki nilai terrendah sebesar 0.0000, dan pada tahun 2021 PT. Baramulti Suksesarana memiliki nilai tertinggi sebesar 0.0024, dan PT.Bukit Asam Tbk memiliki nilai terrendah sebesar 0.0003. Berdasarkan hasil penilitian penulis menarik kesimpulan bahwa Nilai VaR tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana sebesar 517.1245 pada tahun 2021, sedangkan Nilai RAROC tertinggi selama periode penilitian dialami oleh PT.Baramulti Suksesarana Tbk sebesar 0.0024. Hal ini berarti perusahaan pertambangan batu bara mencerminkan adanya kerugian yang tinggi terhadap pemanfaatan dan ptoduktivitas usaha investasi.implikasi penilitian ini bagi investor, dalam menggamil keputusan investasi sebaiknya investor dapat mempertibangkan risiko dan keuntungan terlebih dahulu agar dapat mengoptimalkan return dan risiko yang akan diperoleh..
FEBRIANA ANJELINE HAKI
· Thesis · Open Access
Tujuan dari pemerintah daerah adalah mengembangkan potensi yang dimiliki guna dapat menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan efisien yang sesuai dengan kemampuan melalui diberlakukannya otonomi daerah. Dengan adanya otonomi, daerah dipacu untuk dapat berkreasi mencari sumber penerimaan daerah yang dapat mendukung pembiayaan pengeluaran daerah. Dari berbagai alternatif sumber penerimaan yang mungkin dipungut oleh daerah, Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah menetapkan pajak dan retribusi daerah sebagai salah satu sumber penerimaan yang berasal dari dalam daerah dan dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Kemandirian dalam pengelolaan keuangan daerah sangatlah dibutuhkan untuk pengembangan suatu daerah yang dituangkan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dari latar belakang diatas maka penelitian ini tertujuan untuk mengetahui Potensi Pendapatan Asli Daereh Kabupaten Kupang Tahun 2017-2021 dilihat dari : Rasio Efektifitas, Rasio Pertumbuhan dan Rasio Kontribusi.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kantor BAPENDA Kabupaten Kupang. Pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan rumus: Rasio Efektifitas, Rasio Pertumbuhan, dan Rasio Kontribusi dari menghitung pertumbuhan dan kontribusi maka dapat menganalisis potensi PAD terkhususnya pajak daerah dan retribusi daerah.
Hasil analisis menunjukan pada rasio efektifitas yang masih kurang efektif dengan rata-rata rasio efektifitasnya kurang dari 100%, pada rasio pertumbuhan menunjukan bahwa keuangan daerah tergolong tidak berhasil karena terjadi fluktuasi angka yang naik turun dari tahun ke tahun dan memiliki nilai rata-rata < 30%, pada analisis kontribusi menunjukan bahwa analisis kontribusi tergolong kurang baik karena memiliki nilai rata-rata 10-20%, pada matriks potensi pajak daerah masuk dalam kriteria potensial sedangkan matriks potensi retribusi daerah masuk dalam kriteria prima.
Berdasarkan hasil penelitian, maka hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan menjadi saran peneliti adalah sebagai berikut :
1. Dengan diketahuinya Rasio Efektifitas pada Kabupaten Kupang yang kurang efektif. Hal ini perlu diperhatikan bagi Pemerintah Daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatan yang telah ada.
2. Lebih ditingkatkan lagi fungsi kontrol dari pemerintah daerah terhadap instansi terkait demi terciptanya kinerja yang lebih baik lagi sehingga untuk tahun-tahun selanjutnya dapat memberikan hasil dari penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang lebih optomal.
3. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus lebih digalakkan agar terciptanya kesadaran kolektif sehingga masyarakat menjalankan penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Kabupaten Kupang.
JOLLY MARNI MARIA NGGIRI
· Thesis · Open Access
Sumber daya manusia dalam sebuah koperasi adalah seluruh individu mulai dari bawahan sampai dengan atasan, yang bekerja dan menjadi anggota dalam koperasi. Manusia merupakan penggerak setiap proses pekerjaan yang ada didalam koperasi. Keberadaan manusia merupakan sumber daya yang paling istimewah, keistimewaan yang ada pada manusia adalah satu-satunya sumber daya didalam koperasi yang mempunyai pikiran, perasaan, dan kepribadian yang berbeda-beda.
Moeheriono (2012:95) menyetakan kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis organisasi.
Murty dan Hudiwinarsih (2012) mengemukakan motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, motivasi merupakan dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu atau tindakan yang mengarah pada tujuan.
Menurut Mangkunegara (2010 : 67) mengatakan bahwa kinerja pegawai adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang di capai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal, yaitu kinerja yang sesuai standar organisasi dan mendukung tercapainya tujuan organisasi. Karakteristik individu adalah ciri-ciri khusus, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pakerti yang dimiliki seseorang yang membedakannya dengan orang lain.
Menurut Umi Narimawati (2008:161) populasi adalah unit yang menjadi target penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini seluruh pegawai ksp. Kopdit swasti sari oeba yang berjumlah 38 orang.
Berdasarkan hasil uji t hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai statistik t menunjukan -1.510 dengan tingkat signifikansi 0,140 > dari 0,05 maka hipotesis pertama dalam penelitian ini ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karakteristik individu Tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai .
Berdasarkan hasil uji F hitung pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai Fhitung sebesar 21.341 dengan nilai Ftabel adalah 3,27 sehingga nilai Fhitung>Ftabel atau 21.341>3,27 dan tingkat signifikan 0,000<0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel karakteristik individu (X1) danmotivasi kerja (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada KSP.Kopdit Swasti Sari Oeba.
dengan besarnya koefisien determinasi (R2) totalnya. Hasil hitung menggunakan SPSS di peroleh nilai R adalah 0,549 atau 54,9%. Hal ini karakteristik individu dan motivasi kerja terhadap Kinerja Pegawai adalah 54,9%.Sedangkan pengaruh sebesar 45,1% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
SERLIN OEMATAN
· Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel perilaku kewirausahaan berpengaruh terhadap pendapatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data yang di gunakan yaitu : analisis regresi linear berganda, Uji t, Uji F, dan Uji kofisien determinasi (R2). Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44. Teknik pengumpulan data dengan cara menyebar koesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku kewirausahaan berpengaruh positif terhadap pendapatan pada Kelurahan Oesapa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis di bawah ini : 1. Perilaku kewirausahaan dan pemasaran berpengaruh terhadap pendapatan dengan uji Analisis Regresi Linear Beranda Y = 12.329 X1 + 0,03 X2 +e 2. Perilaku kewirausahaan berpengaruh singnifikan terhadap Pendapatan di Kelurahan Oesapa dengan hasil uji t hitung = 0,515 3. Pemasaran berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan dengan hasil uji t hitung = 0,028 dan signifikasi sebesar 0,978 5%. 4. Perilaku kewirausahaan dan Pemasaran tidak berpengaruh secara simultan terhadap pendapatan. Rumus untuk F tabel =F(k:2= n-k-1)= F=(2:41) jadi F tabel = 3,22. F hitung = 0,133 lebih kecil dari F tabel = 3,22 dan tingkat sig.= 0,876. 5. Uji koefisien determinasi (R2) 0,006 atau 0,6 % dan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain.
EMILIANA LURUK BRIA
· Thesis · Open Access
Perkembangan usaha merupakan suatu bentuk usaha kepada usaha itu sendiri agar dapat berkembang menjadi lebih baik dan agar mencapai pada satu titik atau puncak menuju kesuksesan. Perkembangan dalam usaha dilakukan oleh usaha yang sudah mulai dan terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju lagi. Perkembangan usaha dapat diukur dengan melihat pertumbuhan penjualan, bertambahnya karyawan, peningkatan laba, dan peningkatan nilai asset.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah rasio keuntungan. Objek dalam penelitian ini adalah 10 orang pedagang di pasar Beiabuk Kota Betun. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh langsung dari narasumber dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kredit mikro memiliki dampak yang efektif dalam perkembangan usaha. Hal ini dibuktikan dari hasil analsis penelitian oleh Maxi Andreas Taneo memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 10.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 15.000.000. Lalu usahanya berkembang sehingga terjadi peningakatan pendapatan sebesar 20.850.000 (39,43%). Marselinus Roma memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 5.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 10.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 6.000.000 (16,68%). Adelia memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 3.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 2.100.000 (10,74%). Darna Haviza memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 10.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 20.000.000. lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 8.350.000 (20,29%). Nurhalima memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 3.000.000 kemudia melakukan kredit sebesar Rp. 5.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pedapatan sebesar 2.900.000. (17,6%). Ivonia memulai usaha dengan modal sendiri sebesar Rp 3.000.000 kemudian melakukan kredit sebesar Rp 5.000.000. Lalu usahanya mengelami perkembangan sehingga terjadi peningkatan pendapatan sebesar Rp 6.900.000 (42,71%). Kemudian 4 orang pelaku usaha yang memulai usaha dengan modal kredit juga mengatakan bahwa kredit mikro sangat mmbantu perekonomian keluarga.
Berdasarkan hasil peneltian dan analisis data penulis menarik kesimpulan bahwa dengan adanya pemberian kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berdampak efektif dalam perkembagan usaha. Hal ini ditinjau dari perbedaan variabel modal dan pendapatan yang mengelami peningkatan setalah menerima kredit mikro.
DEMETRIANA ADELINA TAEK
· Thesis · Open Access
Penelitian ini berjudul :”Analisis Trend Atas Kontribusi Laba Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus Pada BUMD PD Pasar Kota Kupang)”
Kemandirian daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal menjadi isu yang dihadapi oleh setiap Pemerintahan Daerah, karena kebutuhan daerah (fiscal need) yang tidak seimbang dengan kapisitas fiskal (fiscal capacity) akan menimbulkan kesenjangan fiskal (fiscal gap). Pemerintah Daerah dituntut harus dapat meningkatkan PAD tanpa harus melanggar norma-norma dengan cara mengoptimalisasi potensi yang ada.
Pemerintah Daerah harus berusaha melakukan pengelolaan penerimaan daerah secara cermat, tepat dan hati-hati. Pemerintah Daerah harus menjamin bahwa semua potensi penerimaan telah terkumpul dan dicatat ke dalam sistem akuntansi pemerintahan daerah. Aspek utama dalam manajemen penerimaan daerah yang perlu mendapat perhatiaan serius adalah pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
PAD harus menjadi bagian sumber keuangan terbesar bagi pelaksanaan otonomi daerah. Hal ini menunjukkan bahwa PAD merupakan tolak ukur terpenting bagi kemampuan daerah dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi daerah, sehingga PAD mencerminkan kemandirian suatu daerah. Untuk menciptakan penerimaan PAD melalui hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tersebut, dilakukan antara lain melalui pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di berbagai provinsi.
Dengan adanya BUMD diyakini mampu memberikan dampak dan manfaat yang sangat besar untuk perkembangan perekonomian bagi masyarakat didaerah. Tujuan utama dibentuknya BUMD adalah guna membantu melaksanakan pembangunan daerah, dan mendorong kegiatan ekonomi daerah, menciptakan kesempatan kerja, menyediakan jasa pelayanan sosial dan memberikan kontribusi terhadap PAD.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kontribusi laba BUMD dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang menggunakan analisis trend. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah bagaimana potensi kontribusi laba BUMD dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang menggunakan analisis trend.
Kontribusi ialah suatu bentuk sumbangan berupa material (uang) yang dapat berupa sokongan atau sumbangan. Kontribusi keuntungan BUMD adalah sesuatu yang diberikan oleh BUMD baik dalam bentuk sumbangan atau dana untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang berguna untuk membantu mendorong pembangunan daerah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD), yaitu pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan. PAD bertujuan memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.
Populasi pada penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang. Sampel pada penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Penerimaan laba BUMD Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang dan Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan wawancara. Dokumentasi berupa Laporan Realisasi Anggaran Kota Kupang tahun 2019-2022 dan dokumen lainnya yang memuat informasi mengenai BUMD, sedangkan wawancara dilakukan dengan kepala bagian keuangan BUMD di Kota Kupang.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini data yang dianalisis adalah Laporan Realisasi Anggaran Penerimaan laba BUMD Pemerintah Daerah Pasar Kota Kupang dan Laporan Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang tahun anggaran 2019-2022. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif pada analisis pendahuluan dimana analisis deskriptif tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada dilapangan. Pada analisis lanjutan data analisis deskriptif dihitung menggunakan rumus analisis kontribusi dan analisis trend.
Berdasarkan pembahasan hasil analisis diatas peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
Retribusi pelayanan pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang tahun 2023-2027 tergolong cukup berkontribusi dengan persentase 2,8%. kontribusi ini menunjukan keaktifan yang diberikan oleh PD Pasar dalam menyetorkan laba perusahaan tersebut kepada PAD yang menandakan bahwa perusahaan tersebut masih produktif dalam pengelolaan kinerjanya meskipun belum secara maksimal.
Estimasi penerimaan retribusi pelayanan pasar melalui analisis trend untuk tahun 2023-2027 mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar Rp 656.344.000 diestimasikan menjadi Rp 902.066.167,8 pada tahun 2023 yang kemudian diikuti dengan peningkatan kontribusi laba PD Pasar terhadap PAD yang ikut mengalami peningkatan dari tahun 2022 sebesar Rp 229.720.400 diestimasikan menjadi Rp 315.723.159.
Berdasarkan pada kesimpulan dan keterbatasan penelitian maka saran dari penulis untuk penelitian selanjutnya adalah membuat peraturan yang mengatur perencanaan/perumusan potensi dan target pendapatan asli daerah . Pemerintah daerah harus terus mengoptimalkan penerimaan dari potensi pendapatannya yang telah ada melalui peningkatan fasilitas bagi para pedagang agar mereka nyaman saat berjualan. Selain itu, Pemerintah daerah sebaiknya melakukan penyuluhan atau pemberitahuan tentang pentingnya membayar retribusi daerah seperti retribusi pelayanan pasar, sehingga diharapkan dengan adanya hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan membayar retribusi. Selain itu di harapkan pemerintah daerah untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan kegiatan perdagangan, pariwisata, perindustrian agar dapat bersama-sama memikirkan langkah-langkah yang tepat demi memajukan penerimaan pendapatan asli daerah Kota Kupang.
LYDIANTARI STYELLA BORU
· Thesis · Open Access
Salah satu hal yang dapat meningkatkan Indonesia adalah dengan adanya literasi keuangan dimana sangat membantu masyarakat Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan dalam melakukan pengelolaan keuangan pribadi dengan baik dan bijak. Oleh karena itu pemerintah Indonesia berusaha untuk meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia melalui OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk membantu dan mendorong masyarakat dalam melakukan pengelolaan keuangan pribadinya. Literasi keuangan memiliki hal paling penting bagi mahasiswa dengan adanya literasi keuangan untuk dapat membantu mahasiswa dalam mengatur keuangan pribadinya, apalagi untuk mahasiswa yang merantau yang jauh dari orangtua sangat diperlukan untuk dapat mengontrol keuangan pribadinya dengan bijak. Keberhasilan mahasiswa dalam literasi keuangan tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung seperti pengelolaan keuangan pribadi.
Dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku mahasiswa Fakultas Ekonomi Univesitas Kristen Artha Wacana dalam pengelolaan keuangan pribadi. Secara terperinci yang menjadi persoalan penelitian adalah: Apakah Literasi keuangan berpengaruh terhadap perilaku mahasiswa fakultas ekonomi UKAW dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi keuangan dan perilaku mahasiswa fakultas ekonomi UKAW.
Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian ini bersumber dari data primer atau data yang diperoleh melalui kuesioner yang sebarkan kepada mahasiswa fakultas ekonomi semester 6 dan semester 8. Indikator dalam penelitian ini adalah: Literasi keuangan dan perilaku mahasiswa dalam pengelolaan keuangan pribadi untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi sederhana untuk dapat mengetahui pengaruh antara variabel X (Independen) terhadap variabel Y (Dependen) dan dibantu alat uji statistik yaitu program SPSS versi 25 dan Ms.Excel 2016.
Populasi yang dipakai oleh peneliti ini adalah mahasiswa aktif semester 6 dan semester 8 di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana. Sampel dari jumlah mahasiwa aktif Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana sebanyak 2.100 dengan menggunakan rumus roa purba sehingga peneliti mendapatkan 100 sampel. Dengan mahasiswa yang berpartisipasi semester 6 berjumlah 39 mahasiswa dan mahasiswa semester 8 berjumlah 61 orang dan terdapat 2 program studi yaitu mahasiswa program studi manajemen sejumlah 39 orang dari semester 6 dan semester 8 dan mahasiswa program studi akuntansi sebanyak 61 orang dari semester 6 dan semester 8. Penentuan sampel menggunakan metode random sampling adalah pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu yang dimana dianggap cocok oleh peneliti untuk dijadikan sebagai sampel atau responden menurut sugiyono (2019).
Hasil penelitian ini menunjukkan variabel literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana dalam pengelolaan keuangan pribadi. Dengan hasil t hitung > r tabel dengan hasil 8,844 > 1,984 dari data ini menunjukkan besarnya pengaruh variabel literassi keuangan sebesar 44,4% diperoleh dari hasil analisis koefisien determinasi.
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi kepentingan keilmuan yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan maupun referensi untuk penelitian mendatang.
AGUSTINHO BLAO FLORES
· Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh good corporate governance dan free cash flow terhadap manajemen laba. Good corporate Governance diekur dengan proporsi komisaris independen terdapat positif signifikan terhadap manajemen laba di perusahaan Tekstil yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Free cash flow diukur dengan NOPAT dan investasi modal operasi bersih terdapat positif singifikan terhadap manajemen laba di nperusahaan Tekstil yang terdaftar di bursa efek Indonesia
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini di lakukan melalui studi dokumentasi ataupun studi pustaka yakni pengumpulan data pendukung literatur, penelitian terdahulu, laporan laporan yang di publikasikan untuk mendapatkan gambaran dari masalah yang akan di teliti serta melalui pengumpulan data sekunder yang di perlukan berupa laporan – laporan yang di publikasikan oleh Bursa Efek Indonesia yang berasal dari situs https://www.idx.co.id.
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proposive sampling dengan total sampel sebanyak yang terdaftar di bursa efek Indonesia data dari tahun 2018-2021. Data di analisis menggunakan regresi liniear berganda. Berdasarkan hasil pengujian bahwa Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh positif terhadap manajemen laba, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 48.896. Pengaruh Good Corporate Governance terhadap manajemen laba tersebut tidak signifikan, ditunjukan dengan nilai sig=0,237 > 0.05.
Penelitian ini juga bahwa membuktikan bahwa Free Cash Flow (FCF) berpengaruh positif terhadap manajemen laba, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 6.085E-5. Pengaruh Free Cash Flow terhadap manajemen laba tersebut tidak signifikan ,ditunjukan dengan nilai sig=0.128 > 0.05.
DO SANTOS FABI ASTEN
· Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pajak dan beban pajak tangguhan terhadap manejemen laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.perencanaan pajak dan beban pajak tangguhan sebagai variabel independen dan manejemen laba sebagai variable dependen.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek Indonesia dan jumlah sampel 7 perusahaan.Teknik pengumpulan data adalah dokumentasi dengan cara penelitian kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis pendahulaun berdasarkan indikator-indikator empirik, regresi linear berganda uji hipotesis(uji t),uji koefisien determinasi(uji R2).
Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa variabel X1 (Perencanaan pajak),berpengaruh terhadap manejemen laba. variabel X2 (beban pajak tangguhan) berpengaruh terhadap manejemen laba.laba (net income) menjadi dasar pengambilan keputusan mengenai keberlangsungan perusahaan kedepan.Tindakan manejemen laba mempengaruhui total laba dalam satu tahun,dengan mengunakan berbagai cara untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan.
TUNVINTUS PAJI BELANG
· Thesis · Open Access
Perencanaan dan anggaran daerah merupakan suatu realitas pembangunan daerah yangb kaya interaksi sosial yang sarat dengan berbagai kepentingan, baik politik, budaya maupun agama. Hal ini menandakan aspek perilaku sangat menonjolkan dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan didaerah , pendekatan kualitatif digunakan dalam riset ini untuk mengesplomasi pemahaman atas fenomena perencanaan dan penganggaran organisasi sektor publik dengan fokus pengamatan pada bagaimana proses perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah pada tingkat satuan kerja perangkat daerah ﴾SKPD) yang bertanggung jawap dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui proses Perencanaan dan Penganggaran dan upaya pemerintah dalam menangani kendala-kendala yang mereka temukan dalam proses perencanaan dan penganggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur Khususnya Pada Kecamatan Solor Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yang bersifat Deskriptif Kualitatif, tekni8k yang digunakan yaitu melalui, pengamatan, wawancara dan dokumentasi.
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah kantor kecamatan solor selatan periode 2019–2021. Data penelitian yang digunakan dari tahun 2019–2021. Populasi dalam penelitian ini adalah Perencanaan dan penganggaran, RKPD dan renja kecamatan solor selatan yang didirikan pada tahun 2010–2023. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perencanaan dan penganggaran dalam dokumen RKPD dan renja tahun 2019–2021.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif Kualitatif dengan menggunakan matriks konsolidasi, indikator emperik dan skala pengukuran konsistensi. Hasil dari penelitian ini adalah minimnya penganggaran dan adanya program kengiatan yang tidak sesuai dengan dokumen RKPD. Penelitian ini juga dilakukan dengan mendeskriptikan konsep berdasarkan indikator emperik.
Dari hasil matriks konsolidasi dapat disimpulkan bahwa konsistensi perencanaan pada kantor kecamatan solor selatan mengalami fluktuasi dimana tahun 2019 hasil penilaian persentasenya 67,64% dengan konsistensi baik, pada tahun 2020 persentase 100% dengan konsistensi sangat baik dan tahun 2021 persentasenya 73,91% dengan konsultasi sangat baik.
SERENA LISHAN TIARA LUBALU
· Thesis · Open Access
Modal kerja merupakan hal yang utama dalam menjalankan suatu usaha, termasuk berdagang. Modal adalah semua bentuk kekayaan yang digunakan dalam proses produksi atau menghasilkan output. Modal merupakan kekayaan yang dapat menghasilkan keuntungan pada waktu yang akan dating. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya). Sedangkan pendapatan dalam akuntansi adalah penghasilan yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenal dengan sebutan berbeda seperti penjualan, imbalan, bunga, dan dividen.
Peraturan UMKM 2021 tertuang dalam PP Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh modal kerja terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja berpengaruh besar dan positif terhadap pendapatan UMKM di Pasar Oesak Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi kepentingan akademik yang kemudian dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi untuk penelitian kedepannya.