Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 50 dari 195

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENADAHAN MOBIL

ANGGRENI ADIPUTRI LUDJI
· Thesis · Open Access

Judul Skripsi Penulis adalah : DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENADAHAN MOBIL. Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1) Bagaimana motif pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, 2) Bagaimana modus pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, 3) Apa akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: Untuk mengetahui motif pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, Untuk mengetahui modus pelaku melakukan tindak pidana penadahan mobil, Untuk mengetahui akibat hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti. Jenis metode penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian adalah bersifat deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari putusan Hakim serta peraturan perundang- undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dimana diperoleh informasi dari putusan pengadilan. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian penulis maka dapat dikatakan bahwa: 1). Motif pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan mobil: Terdakwa mencari keuntungan,Untuk kebutuhan keluarga, 2) Modus pelaku dalam melakukan tindak pidana penadahan mobil: Terdakwa melakukan penadahan mobil, Terdakwa menghubung korban dengan via telepon dan ia datang lihat mobil, terdakwa membeli mobil dengan harga rendah atau harga pasar, terdakwa menjual kembali mobil tanpa dilengkapi dokumen 3) Akibat Hukum terjadinya tindak pidana penadahan mobil terhadap pelaku, korban dan barang bukti : a) Terhadap pelaku tindak pidana: Terdakwa dikenakan penangkapan dan penahanan,Terdakwa di pidana penjara, Terdakwa dibebankan untuk membayar perkara b) Akibat hukum terhadap korban: Memiliki kerugian sebesar Rp 120.000.000,- (Seratu Dua Puluh Juta Rupiah), Memiliki kerugian sebesar Rp 220.000.000,- (Dua Ratus Dua Puluh Juta Rupiah) c) Akibat Hukum Terhadap Barang Bukti : Dipergunakan dalam penuntutan terpisah An. Terdakwa lain, Dikembalikan kepada saksi korban Ledy Feriandi/Nila Mutiara. Adapun saran penulis adalah :1) Dalam hal ini pemangku kebijakan, bahwa pengawasan terhadap penadahan mobil harus dilakukan secara ketat dan rutin agar kiranya tetap meningkatkan kewaspadaan dalam hal penadahan mobil, 2) Para pelaku penadahan mobil, harus memiliki kesadaran untuk tidak melakukan penadahan mobil. Dan Perlunya komitmen, pengawasan dan pemberian sanksi yang tegas bagi para pelaku yang melanggar aturan dalam kasus penadahan mobil

DASAR PERTIMBANGAN HAKIM AGUNG MEMBATALKAN PUTUSAN PENGADILAN NEGERI DALAM PERKARA PIDANA PENGRUSAKAN BARANG

DIOR VERGERIO MOOY
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Dasar Pertimbangan Hakim Agung Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Dalam Perkara Pidana Pengrusakan Barang. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan Apa dasar pertimbangan hakim Agung membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri dalam perkara pidana pengerusakan barang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim Agung membatalkan putusan hakim Pengadilan Negeri dalam perkara pidana pengerusakan barang. Selanjutnya, manfaat dalam penelitian ini adalah sebagai bentuk harapan guna memberikan masukan bagi perkembangan ilmu hukum khususnya hukum pidana dan guna membantu penulis dalam memperoleh gelar sajara terkhusunya “serjana hukum” di Fakultas Hukum, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim Agung membatalkan putusan Pengadilan Negeri yang menjatuhkan putusan lepas, dikarenakan Hakim Judex Factie salah menerapkan unsur kesalahan terkait subyek yang melaporkan terjadinya tindak pidana pengerusakan barang dan tidak tepat Hakim Judex Factie dalam menerapkan unsur melawan hukum atau melawan hak terkait kepemilikan pohon. Oleh karena itu saran/ rekomendasi penulis terhadap para penegak hukum, terkhususnya, Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri agar tidak lagi salah menerapkan unsur kesalahan didalam suatu pertanggungjawaban pidana, sebab unsur kesalahan sangat menentukan seseorang tersebut patut dijatuhi pemidanaan ataukah patut dilakukan penghapusan pemidanaan bagi seseorang yang diduga melakukan tindak pidana khususnya tindak pidana pengerusakan barang dan diharapkan Jaksa Penuntut Umum tidak lagi salah menerapkan unsur melawan hukum pada tindak pidana pengerusakan barang, sebab unsur melawan hukum merupakan unsur yang paling mendasar didalam suatu pertanggungjawaban pidana. Kata Kunci: Pengerusakan Barang, Putusan Hakim

PENGARUH KEPRIBADIAN DAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAPAP MINAT KEWIRAUSAHA PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UKAW

ALGAN RATU
· Thesis · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisi pengaruh antara kepribadian wirausaha dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa strata-1 manajemen yang telah dan sedang mengambil mata kuliah kewirausahaan pada stambuk 2012-2013 Universitas Sumatera Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah uji asumsu klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis dibantu dengan SPSS for Windows. Pada uji asumsi klasik tidak terjadi masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepribadian Wirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha, dan Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Berwirausaha. Pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Kepribadian Wirausaha dan Pengetahuan Kewirausahaan berpengaruh secara simultan terhadap Minat Berwirausaha

ANALISIS EFEKTIFITAS PEMUNGUTAN PAJAK DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA KUPANG

SUK MAWATI WARDANI BAPA
· Thesis · Open Access

Efektivitas digunakan untuk mengukur hubungan antara hasil pungutan suatu pajak dengan tujuan atau target yang telah ditetapkan. Efektivitas merupakan hubungan antara keluaran dengan tujuan atau sasaran yang harus dicapai. Dikatakan efektif apabila proses kegiatan mencapai tujuan dan sasaran akhir kebijakan (spendingwisely). Semakin besar ouput yang dihasilkan terhadap pencapaian tujuan dan sasaran yang ditentukan, maka semakin efektif proses kerja suatu unit organisasi. Pajak adalah iuran rakyat kepada Kas Negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran pajak Pendapatan Asli daerah adalah:“pendapatan asli Daerah merupakan pendapatan daerah yang bersumber dari hasi pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli Daerah yang sah., yang bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui untuk realisasi efektivitas pemungutan pajak daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah kota kupang. Populasi dalam penelitian adalah mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2019 dan PAD mulai di pungut di Kota Kupang mulai dari Tahun 2017-2019. Sampel dalam penelitian ini adalah dokumen pajak pendapatan aslidaerahmulai dari tahun 2017-2019. Dalam penelitian ini digunakan Teknik pengumpulan Dokumentasi berupa catatan/dokumen tentang pajak daerah dan pendapatan asli daerah. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis yang bersifat deeskriptif kualitatif Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Efektifitas Pemungutan Pajak Daerah Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Kupang sangat efektif. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Laksim (2014) dengan judul Efektifitasn Pemungutan Pendapatan Asli Daerah Dalam Kontribusi pada Pendapatan Daerah di Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa Tingkat efektifitas Pemungutan Pendapatan Asli Daerah yang diukur dengan rasio efektifitas sangat efektif

PENGARUH STATUS PEMBAYARAN DIVIDEN TUNAI TERHADAP KUALIATAS LABA PADA PERUSAHAAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR MAKANAN DA MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2016-2018

FRANSISKUS ARIYANTO SERAN
· Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh status pembayaran dividen tunai terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2018. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan manufkatur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purpose sampling, yang artinya perusahaan yang memenuhi kriteria-kriteria tertentu, dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 13 perusahaan dari 13 perusahaan. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Sederhana dengan program SPSS. Maka hasil penelitian tersebut menunjukan secara parsial Status Pembayaran Dividen Tunai Berpengaruh Terhadap Kualitas Laba dan perusahaan yang melakukan Pembayaran Dividen Tunai Memiliki Kualitas Laba yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak melakukan Pembayaran Dividen Tunai Kata Kunci : Dividen Tunai, Kualitas Laba

ANALISIS PENGARUH PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG PEGAWAI TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG

YETI ARNI NUFETO
· Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PEMBAGIAN KERJA DAN WEWENANG PEGAWAI TERHADAP KINERJA KERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA KUPANG Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Analisis Pengaruh Pembagian Kerja Dan Wewenang Pegawai Terhadap Kinerja Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang” jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam instansi yakni kepemimpinan dan lingkungan kerja. Suatu organisasi atau instansi dapat berjalan dengan baik apabila dibantu atau didukung oleh pembagian kerja dan wewenang pegawai yang baik agar dapat mencapai kinerja kerja yang efesien. Pembagian merupakan tulang punggung organisasi karena tampa pembagian kerja yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi, bahkan untuk beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi didalam maupun diluar organisasi. wewenang pegawai merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar pekerja dan dapat mempengaruhi dalam bekerja meliputi pengaturan mengordinasikan, pengontrolan, pengaturan kebersihan tempat kerja dan pengaturan keamanan tempat kerja. Selain itu pembagian kerja juga perlu diperhatikan karena untuk xvii mencapai hasil kerja yang efisien pegawai juga membutuhkan dukungan dari para anggota agar mencapai hasil yang tujuan yang ditargetkan instansi. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh antara, pembagian kerja , wewenang pegawai serta mengetahui pengaruh antar pengaruh pembagian kerja, wewenang pegawai Terhadap kinerja pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang . Penelitian ini merupakan deskriptif . Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah setengah dari tenaga pegawai Negri sipil dan Pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang yang berjumlah 60 orang yang terdiri dari Pegawai Negri Sipil Dan Pegawai Kontrak . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesoner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Pembagian kerja, wewenang pegawai Terhadap kinerja Kerja pegawai Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi kuantitaif menggunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bahwa variabel pembagian kerja dan wewenang pegawai memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,296 maka pengaruh pembagian kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang sangat kuat. Dan variabel kedua dimana wewenang pegawai dan kinerja pegawai memiliki nilai signifinkasi sebesar 0,000 dan pearson correlation sebesar 0,296 maka pengaruh xviii pembagian kerja terhadap kinerja pegawai memiliki hubungan yang kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa secara statistik terbukti bahwa pembagian kerja memiliki hubungan positif terhadap kinerja kerja tenaga pegawai PNS dan pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang dan juga lingkungan kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap pembagian kerja pegawai PNS dan Pegawai kontrak pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang Berkaitan dengan pembagian kerja pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang sebaiknya perlu dipertahankan kualitas pembagian kerja. Dan wewenang pegawai perlu diperhatikan agar tugas yang di berikan dapat di selesaikan untuk meningkatkan semangat kerja pegawai PNS Dan Pegawai Kontrak Pada Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Kupang. Kata Kunci : Pembagian Kerja, Wewenang Pegawai, Kinerja kerja

Deskripsi Tentang Motif Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Memberikan Keterangan Tidak Benar Pada Surat Pemberitahuan Pajak

DEBORA DATA
· Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul :“ Deskripsi Tentang Motif Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Memberikan Keterangan Tidak Benar Pada Surat Pemberitahuan Pajak”.Permasalahannya adalah :1) Apa motif terdakwa melakukan tindak pidana memberikan keterangan tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT)?. 2) Bagaimana modus terdakwa dalam melakukan tindak pidana memberikan keterangan tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT)? 3) Bagaimana akibat hukum dari tindak pidana memberikan keterangan tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT) terhadap terdakwa dan negara?.Jenis penelitian dalam penulisan ini menggunakan penelitian normatif, variabel bebas dalam penelitian ini adalah motif, modus dan akibat hukum tindak pidana memberikan keterangan yang tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tindak pidana memberikan keterangan yang tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka: 1.Motif dari tindak pidana memberikan keterangan tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT) adalah (a) Menghindari pembayaran pajak, (b) mencari kuntungan, 2.Modus dari tindak pidana memberikan keterangan tidak benar pada surat pemberitahuan pajak (SPT) adalah: (a) Sengaja tidak melaporkan dan menjelaskan selisih antara SPT PPh orang Pribadi dan SPT Masa PPN, (b) Membuat faktur pajak yang palsu dan tranksaksi fiktif, (c) Tidak menyetor PPN ke kas negara, 3.Akibat hukumnya adalah Terhadap Terdakwa (a)Terdakwa Dikenakan Penahanan,(b) Terdakwa Dijatuhi Pidana Penjara dan Denda, (c) Terdakwa mengganti Kerugian Keuangan Negara, (d) Terdakwa Dibebankan Biaya Perkara dan Terhadap Negara : Negara Mengalami Kerugian Keuangan. Sarannya adalah Agar tidak terjadi kejahatan faktur pajak fiktif maka diperlukan pihak pemerintah dalam memperbaiki pengawasan intern dan tatakelola administrasi, dalam hal ini melakukan pengontrolan dan lebih teliti dalam memeriksa penomoran dan harus tercatat di sistem secara elektronik atas faktur pajak.

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENJATUHAN PEMIDANAAN KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA PERIKANAN

REN ADI SAPUTRA REDEBIRE
· Thesis · Open Access

INTI SARI Judul penelitian ini ialah Analisis Yuridis Terhadap Penjatuhan Pemidanaan Korporasi Dalam Bidang Perikanan. Masalah pokoknya diteliti penulis ialah mengapa Mahkamah Agung menjatukan putusan lebih rendah dari putusan Pengadilan Negeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan lebih rendah dari putusan Pengadilan Negeri. Jenis penelitian hukum yang digunakan ialah jenis penelitian Normatif dan sifat penelitian yang digunakan penulis bersifat Deskriptif.Teknik pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumen atau bahan pustaka. Hasil peneilitian yang dilakukan oleh penulis selanjutnya dirumusakan dan di tarik kesimpulan sebagai berikut: mengapa Mahkamah Agung menjatukan putusan lebih rendah dari putusan Pengadilan Negeri, maka penulis menarik kesimpulan antara lain: Pertama, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi menjatukan pemidanaan terhadap korporasi karena: a, perbuatan korporasi merupakan tindak pidana korporasi. b, perbuatan korporasi memenuhi unsur yang didakwakan. Kedua, alasan Mahkamah Agung menjatukan putusan pemidanaan lebih rendah dari Judex Facti karena: a, Mahkamah Agung mempertimbangkan hal-hal yang meringankan korporasi dan b, Judex Facti tidak mempertimbangkan hal-hal yang meringankan terdakwa. Berdasarkan hasil penelitian penulis di sarankan kepada hakim yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dengan sengaja menggunakan alat penangkapan ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang menggangu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan, agar memperhatikan fakta yang terungkap dipersidangan serta bukti-bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa dan kepada Jaksa Penuntut Umum agar lebih teliti dalam menyususn dakwaan maupun tuntutan sehingga dapat dibuktikan unsur-unsur pidana yang terdapat dalam suatu dakwaan. Kata kunci: Putusan, Pemidanaan, Korporasi, Bidang Perikanan

PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. (Studi kasus pada konsumen pembelian tiket online )

SELESTINA LUSIA
· Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARA DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TIKET PESAWAT SECARA ONLINE DI KOTA KUPANG. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “pengaruh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang “ jenis penelitian ini adalah berjenis deskriptif kuantitatif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membeli tiket pesawat secara online yakni strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan. Tiket pesawat dapat berjalan dengan baik apabila di bantu atau didukung oleh strategi komunikasi pemasaran dan kepuasan pelanggan yang baik agar dapat mencapai kepuasan kerja yang efesien. Kepemimpinan merupakan tulang punggung organisasi karena tampa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan organisasi. Strategi komunikasi pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan dalam memberikan informasi, mempengaruhi, promosi suatu kegiatan pemasaran agar tercapainya keberhasilan perusahaan. Sedangkan Menurut Kotler dan Keller (2012:476), komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen baik secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Tujuan penelitian untuk penelitian ini dilakukan dengan tujuan adalah Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online, Untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online. penelitian ini merupakan deskripsif kuantitatif. Populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah semua masayarakat kota kupang yang berjumlah 100 0rang. Tenik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara online pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan teknik uji regresi linear berganda menggunakan SPSS. Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan dan terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang dan pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis mengunakan regresi linear berganda dengan hipotesis pertama diketahui bawah variable strategi komunikasi pemasaran dan loyalitas pelanggan memiliki nilai signifikan sebesar0,000. Karena t hitung > dari t tabel dan tingkat signifika < 0,05 maka dapat disimpulkan startegi komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan Maka Ha diterima Ho ditolak. Dengan demikian hipotesis penelitian terbukti kebenarannya. Berdasarkan hasil uji t tabel pada aplikasi SPSS dapat diketahui bahwa nilai t hitung sebesar 3,034 dan nilai t tabel 1.98397 dengan tingka t signifikan sebesar 0,05 karena nilai t hitung > dari nilai t tabel dan tingkat signifikan > 0,05 yaitu 0,02. Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, kepuasan pelanggan tidak berpengaruh terhadap loyalitas pelanngan. Dengan demikian hipotesis tidak terbukti kebenarannya. Strategi komunikasi pemasaran tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang serta kepuasan pelanggan tidak memiliki pengaruh terhadap loyalitas pelanggan tiket pesawat secara online di kota kupang. Kata kunci : Strategi komunikasi pemasaran, kepuasan pelanggan, loyalitas pelanggan.

DESKRIPSI TENTANG MOTIF, MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA USAHA PANGAN TANPA IZIN EDAR

NI KETUT SHINTIA ANANDA PRATIWI
· Thesis · Open Access

Skripsi ini berjudul : “Deskripsi Tentang Motif, Modus Dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar. 2. Bagaimana modus pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar, 3. Bagaimana akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Tujuan penelitian adalah : 1. Untuk mengetahui motif pelaku tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 2. Untuk mengetahui modus tindak pidana melakukan usaha pangan tanpa izin edar 3. Untuk mengetahui akibat hukum tindak pidana usaha pangan tanpa izin edar terhadap pelaku dan barang bukti. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel yang digunakan adalah variable bebas dan variable terikat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa : 1. Motif Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Untuk mendapatkan keuntungan b. Menghindari pembiayaan c. Keinginan menjual secara bebas. 2. Modus Pelaku Tindak Pidana Melakukan Usaha Pangan Tanpa Izin Edar a. Memproduksi b. Memperdagangkan bahan olahan pangan tanpa izin edar c. Membeli dan menjual kembali bahan olahan pangan tanpa izin edar 3. Akibat Hukum Tindak Pidana Usaha Pangan Tanpa Izin Edar Terhadap Pelaku Dan Barang Bukti a. Terhadap Pelaku 1) Pelaku ditahan 2) Pelaku dikenakan pidana penjara 3) Pelaku dibebankan biaya perkara. b. Terhadap Barang Bukti. Barang bukti dirampas untuk dimusnahkan atas perintah hakim pengadilan. Saran yang penulis berikan adalah pemerintah diharapkan lebih aktif melakukan pengawasan keamanan mutu dan gizi, pelaku usaha pangan harus memiliki izin edar usaha.

DISPARITAS PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MEMPRODUKSI ATAU MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI

YANDRES NDETA LANGGA
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi penulis adalah: Disparitas Pemidanan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Mengapa Terjadinya Disparitas Pemidanaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi. Untuk mengetahui mengapa Terjadinya Disparitas Pemidaan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi dan untuk memperoleh gelar Sarjana Huku. Jenis penelitian yang di gunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriftif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang terdiri dari Peraturan Perundang-Undangan, Putusan Hakim dan Kaidah Dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas Tindak Pidana Memproduksi Sediaan Farmasi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi dan variabel terikat Disparitas Putusan Hakim Hasil penelitian ini penulis menemukan 4 (empat) alasan yang menyebab terjadinya Disparitas Pemidanan Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sediaan Farmasi karena: 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum berbeda 2. Indepedensi/Kemandirian Hakim dalam memeriksa dan memutuskan perkara 3. Kualitas perbuatan terdakwa berbeda 4. Hal-hal yang meringankan dan memberatkan perbuatan terdakwa Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk para Jaksa Penuntut Umum agar sebelum melakukan penuntutan melakukan musyawarah dan koordinasi antara Jaksa Penuntut Umum, guna terwujud keadilan dan kepastian hukum 2. Untuk para Majelis Hakim dalam memeriksa dan memutuskan harus konsisten, guna terwujudnya Keadilan dan Kepastian Hukum Kata Kunci: Disparitas, Tindak Pidana Memproduksi Atau Mengedarkan Sedian Farmasi

STUDI DESKRIPTIF KENDALA ORANG TUA DALAM MENGHADAPI BELAJAR ONLINE SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA TANAH PUTIH KABUPATEN KUPANG

BERTHO PAULUS BOY
· Thesis · Open Access

This researchentitles ‘’Descriptive Study On Parents Obstacles Of Online Learning During Covid-19 Pandemic In The Village Of Tanah Putih In Kupang Regency.The research problem of this study is,what are the parents obstacles of online learning during covid-19 pandemic?The purpose of study was describe parents obstacles of online learning during covid-19 pandemic. This study uses a qualitative descriptive method and data collection is done by interview. The main theory used in this study is the obstecles during online learning theory from Amelia et al., (2020). This findings shows 10 types of parents obstacles in online learning during covid-19 pandemic. While proposed by Wardani, Anita & Ayrisa (2020) are 6 types obstacles of parents.The result proves that the obstacles of parents in online learning during covid-19 pandemic makes parents difficult to accompanying childrens in online learning. There are the general obstacles, limitation materials of parents, parents difficult to motivate childrens in learning, parents limitation in operating gedgets, parents difficult in devide time, emotional of childrens make probelm when learning online, difficult internet network, level focus of childrens, the way parents upgrade the quality of childrens to learn, problem of phone, parents are not patients with emotional with childrens.

A STUDY ON GRAMATICAL COHESION FOUND IN JOE BIDEN’S VICTORY SPEECH

YABES AKLISTOHERMIN MONTEIRO LIAN
· Thesis · Open Access

This thesis is about grammatical cohesion in Joe Biden’s speech text. The purposes of the research are to find out what are the types of grammatical cohesion used in the speech text and to find out the type of grammatical cohesion used dominantly in the speech text. The method is descriptive qualitative. It is classified as documentary analysis. Through counting the percentage of every grammatical cohesion devices that appear in the speech text by Scinto’s formula. Based on the observe and analysis, it is find out that the devices in grammatical cohesion are found in the speech text. It can be concluded that four types of grammatical cohesion which are used in the speech text are reference, for example “I must admit it surprised me”, the subject I, it, and me as personal reference refers to Joe Biden. Substitution for example “Is that Ruth Ann? Yes, it is!”, it substitute Ruth Ann, the word it as nominal substitute. Ellipsis for example “I’ll work as hard for those who didn’t vote for me as those who did”, the word who did in this sentence refers to people that vote for him (Joe Biden), it is classified as nominal ellipsis. And conjunction for example “I pledge to be a president who seeks not to divide but unify”, the word but as adversative conjunction which used to give more the opposite idea of previous idea. Then the dominant type of grammatical cohesion is reference, especially personal reference, the percentage reaches 92.57%. Based on the findings, the suggestions are recommended to further researcher in order they can use different genre in the object of study. Therefore, the content of the data is different and they will find the different findings. Lastly, hopefully this research can be used as the example for readers and other researcher to understand more about grammatical cohesion.

STUDI DESKRIPTIF HUKUMAN DAN HADIAH POSITIF GURU PADA SISWA DALAM MEMPELAJARI KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS PADA SMP N 1O KOTA KUPANG

FALEN NDENGU REAMA
· Thesis · Open Access

ABSTRACT This research was conducted under the title “TEACHERS POSITIVE PUNISHMENT AND REWARD IN LEARNING ENGLISH SKILL AT SMP N 10 KOTA KUPANG “ This study aimed to find out: (1) the kinds of Punishment used by the Teachers at the SMP N 10 Kota Kupang (2) the kinds of reward used by the Teachers at the Smp N 10 Kota Kupang. This study used Descriptive Qualitative Research Design. The instrument which was used to collect the data was indepth interview. The data was collected from all of the English Teacher at Smp N 10 Kota Kupang. The result of the interview showed that there were three kinds of punishment that were used by the Teacher in the classroom, namely physical punishment,word and sentence,inconvenient punishment Meanwhile, reward used by Teacher were praise, privileges,gift and sign of appreciation .The results of the interview show that the reward and punishment from teachers bring the positive impact through the students in learning English . moreover, it also can increase their motivation and interest in learning.

DESKRIPSI TENTANG PUTUSANHAKIM DALAM SENGKETA JUAL BELI TANAH

YUSUP HARYANTO MOPIA
· Thesis · Open Access

INTISARI JudulSkripsipenulis“ Deskripsi Tentang Putusan HakimDalamSengketaJualBeli Tanah. Dari judultersebutdapatdirumuskanbahwa yang menjadimasalahdalampenelitianiniadalahMengapa hakim Pengadilan Negeri dan Peninjauan Kembalimenolak gugatan konvensi dan mengabulkan gugatan rekonvensi.? dan mengapa hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi.? Untukmenjawab permasalahan tersebut adapun TujuandariPenelitianini adalah untuk mengetahui hakim Pengadilan Negeri dan Peninjauan Kembali menolak gugatan konvensi dan mengabulkan gugatan rekonvensi. Dan untuk mengetahui hakim Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung mengabulkan gugatan konvensi dan menolak gugatan rekonvensi. Sedangkan metodepenelitian yang dipakaidalampenelitianiniadalah bersifatNormatif, Menurut Soerjono Soekanto dan jenispenelitian yang penulisgunakanialahmendeskripsi, ataugambarantentang “AlasanPengadilanNegeridanPeninjauanKemabalimenolakgugatankonvensidanmengabulkangugatanrekonvensi.AlasanpengadilanTinggidanMahkamahAgungmengabulkangugatankonvensidanmenolakgugatanrekonvensi. Dan data yang penulis gunakan yaitu; bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier yang sesuai dengan permasalahan tersebut.Hasilpenelitianterhadap 4 putusaniniadalah: Berdasarkanhasilpenelitiantersebutmakadapatdisimpulkanbahwa yang menjadialasan hakim PengadilanNegeridanPeninjauanKembalimenolakgugatankonvesidanmengabulkangugatanrekonfensidan hakim PengadilanTinggidanMahkamahAgung mengabulkangugantankonvensidanmenolakgugatanrekonfensiadalahsebagaiberikut a. PertimbanganHakim pengadilanbahwaadanyabukti-bukti yang di ajukan oleh penggugat maupun tergugat I dan II Majelis hakim tidak menemukan data-data mengenai status hukum dari objek sengketa. b. DasarpertimbanganhakimPeninjauanKembaliadalah bahwahakim tingkat kasasi dalam pertimbangannya tersebut telah bertantangan dengan fakta-fakta dan peraturan perundang-undang serta hukum yang berlaku. c. Berdasarkanalasan-alasan yang telahdipertimbangkan di atasmenurutPengadilanTinggigugatanPenggugatcukupberalasanhukumuntukdikabulkanSebagian. d. MahkamahAgungdalampertimbanganberkesimpulanbahwaputusanJudexFactidalamperkarainitidakbertentangandenganhukumdan/atauundang-undang, makapermohonankasasi yang diajukanoleh Para PemohonKasasitersebutharusditolak. Untuk itu yang menjadi saran penulis adalahUntukitupenulisdapatmenyarankan agar hakim apabilamemutuskanperkara-perkara yang akanditanganipatutlahmelihatakanpertimbangan-pertimbangandaripihakpenggugatmaupuntergugatsehinggadalammemutuskanperkaratersebutdenganseadil-adilnya. Kata kunci: Putusan Hakim JualBeli Tanah, Gugatan

DESKRIPSI TENTANG MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA TANPA HAK MENGAKSES INFORMASI DAN DOKUMEN ELEKTRONIK

DINA NATALIA SUNI
· Thesis · Open Access

INTISARI Skripsi ini berjudul: “Deskripsi tentang modus dan akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik”. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimana modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik? 2) bagaimana akibat hukum dari tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik?. Tujuan penelitian adalah 1) Untuk Mengetahui Modus Terjadinya Tindak Pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik. 2) Untuk Mengetahui Akibat Hukum Terhadap Tindak Pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik. Penelitian ini bersifat deskriptif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian normatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik dan akibat hukum terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik. Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan pengadilan terkait tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik. Berdasarkan hasil penelitian pada putusan pertama sampai putusan ke lima, maka penulis menarik kesimpulan modus terjadinya tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik : a.Para terdakwa membentuk kelompok yang terdiri dari 4 tim. b.Para terdakwa menggunakan 5 unit cpu dan 23 unit monitor. c. Terdakwa membobol kartu kredit secara online. d. Terdakwa memperoleh data kartu kredit orang lain dengan cara spam. e. Terdakwa megunakan data kartu kredit untuk membeli aplikasi. Dari modus tersebut adapun akibat hukumnya yaitu : 1)Para terdakwa ditahan. 2) Para terdakwa dipidana dan denda. 3)Para terdakwa dibebankan membayar biaya perkara. 4) Korban dirugikan dengan jumlah tagihan dari Bank. Mengacu pada kesimpulan tersebut saran penulis adalah 1. Bagi penegak hukum diharapkan agar lebih meningkakan penanganan terhadap media social. 2. Bagi seluruh masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menjaga identits pribadi. Kata kunci : Modus, Akibat Hukum, Tindak pidana tanpa hak mengakses informasi dan dokumen elektronik

Semiotika Budaya Tanda Visual pada Batu Megalitik di Kampung Uma Bara, Kabupaten Sumba Timur

JERIMUNSEN TUNGGUL
· Thesis · Open Access

Judul penelitian ini adalah Semiotika Budaya Tanda Visual pada Batu Megalitik di Kampung Uma Bara, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif sesuai dengan teori Ferdinand de Saussure dan berbasis pada studi semiotika khususnya yang berkaitan dengan semiotika budaya. Sumber data diambil dari batu megalitik dan seorang wunangu (praktisi budaya) dengan melakukan observasi dan wawancara. Rumusanmasalah penelitian adalah: (A) Apa saja tanda-tanda visual yang ditemukan pada batu megalitik di kampung Uma Bara, dan (B) Apa saja makna konotatif yang terdapat dalam tanda-tanda visual pada batu megalitik di kampung Uma Bara. Dan temuan berdasarkan pertanyaan penelitian yang pertamaadalah: (1) ukiran dua orang yang sedang berdoa ‘Hamayangu’, (2) ukiranayam jantan ‘manu wulu’, (3) ukirankampung tradisional‘Paraingu’, (4) ukiran kura-kura & buaya‘kara-wuya’, (5) ukiran anting ‘mamuli’, (6) ukiran kakatua ‘kaka’, (7) ukiran tugu tengkorak‘andungu’, (8) patung tarian bergandengan tangan ‘pai palonda lima’, (9) ukiran pengawal‘papanggangu’, (10) ukiran rusa‘ruha’, (11) ukirantarian tradisional‘ningguharama’, (12) patungkerbau‘karambua’, (13) ukiranbulan & matahari ‘wulangu-lodu’, (14) ukiranudang ‘kurangu’, (15) patung kuda ‘njara’, (16) patung ayam & babi‘manu-wei’, dan berdasarkanpertanyaankeduaadalah: (1) rasa syukur, (2) penghormatan, (3) harapan kepada Tuhan, (4) kebesaran jiwa manusia, (5) pusat pemujaan, (6) kebesaran, (7) ningrat, (8) kekuasaan, (9) kepemimpinan yang bijaksana, (10) penghormatan terhadap wanita, (11) kesuburan, (12) pusaka, (13) mas kawin, (14) musyawarah-mufakat, (15) persatuan, (16) kemenangan dalam perang, (17) keberanian, (18) kepahlawanan, (19) penyesalan dosa, (20) permohonanmaaf, (21) kebangsawanan, (21) mediator, (23) liar, (24) orang yang ketakutan, (25) semangat, (26) kepahlawanan, (27) penyambutan, (28) mahar, (29) persembahan untuk Tuhan, (30) kebijaksanaan seorang perantara, (31) ningrat, (32) pemuda, (33) reinkarnasi, (34) ketidakjujuran, (35) cita-cita yang ingin dicapai, (36) orang kaya, (37) kepahlawanan, (38) keperkasaan, (39) mahar, (40) kendaraan Marapu (arwah) menuju Prai Marapu (surga), (41) negeri yang jaya, dan (42) persembahan. Setiap tanda visual memiliki beberapa makna konotatif. Contohnya: ukiran hamayangu sebagai rasa syukur, ukiran manu wulu sebagai kebesaran jiwa manusia, dan ukiran paraingusebagai kebesaran. Penulis menyimpulkan bahwa makna konotatif dari tanda-tanda visual yang terdapat di desa Uma Bara memiliki hubungan yang erat dengan sosial budaya masyarakat Sumba khususnya di kampung Uma Bara.

Tinjauan Yuridis Penjatuhan Putusan Hakim Dalam Sengketa Asuransi

DANNIELLA MARIA MAGDALENA RIHI
· Thesis · Open Access

Judul Skripsi Penulis adalah: Tinjauan Yuridis Penjatuhan Putusan Hakim Dalam Sengketa Asuransi (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 3079 K/PDT/2019),Rumusan masalah yang penulis kaji adalah 1. Apa dasar pertimbangan Judex Facti Menyatakan Gugatan Tidak Dapat Terima 2. Apa dasar Pertimbangan Judex Juris Membatalkan Putusan Judex Facti dan Mengabulkan Gugatan Dalam Sengketa Asuransi. Tujuan yang ingin Penulis kaji adalah: 1.Untuk Mengetahui dasar pertimbangan judex facti menyatakan gugatan tidak dapat diterima 2. Untuk mengetahui dasar pertimbangan judex juris membatalkan putusan judek facti dan mengabulkan gugatan dalam sengketa asuransi. Jenis penelitian adalah penelitian normatif dan sifat penelitian adalah deskriptif. Pengumpulan data dalam penulisan ini menggunakan studi dokumnen atau bahan pustaka, Analisis Data yang digunakan adalah menggunakan analisis secara kualitatif yaitu analisis yang bersifat deskriptif. Berdasarkan Hasil penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan yaitu dasar pertimbangan Judex Facti menyatakan gugatan tidak dapat diterima: a).gugatan kurang pihak (plurium litis consortium) b).gugatan penggugat kabur (obscuur libelrum), sedangkan Dasar Pertimbangan Judex Juris Membatalkan Putusan Judex Facti dan mengabulkan gugatan dalam sengketa asuransi : a). Judex Facti Salah Menerapkan Hukum sehingga putusan dibatalkan b).Penggugat Dapat Membuktikan Dalil Gugatan sehingga putusan hakim mengabulkan gugatan. Saran dari penulis terkait dengan penulisan ini adalah1).Majelis Hakim judex facti dalam memutuskan perkara perlu memperhatikan secara cermat mengenai fakta-fakta yang dimuat dalam gugatan dan penerapan hukum dalam memutus perkara yang diperiksanya dan 2).majelis hakim judex juris penulis mengharapkan agar pertahankan pertimbangan tersebut agar kedepan jika ada kasus yang sama dapat diselesaikan dengan memperhatikan secara cermat mengenai fakta-fakta yang dimuat dalam gugatan

DESKRIPSI TENTANG PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA MEMBAWA SENJATA API

PETMUS PATI WUNDANG
· Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi penulis adalah:Deskripsi Tentang Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Membawa Senjata Api Rumusan masalah penelitian penulis adalah: 1. Mengapa Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung memperbaiki putusan Pengadilan Negeri terhadap lamaya pemidanaan? 2. Mengapa Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan unsur pasal dakwaan alternatif ke 2 pasal 365 (1) jo. Pasal 55 tetapi hakim menjatuhkan putusan berdasarkan pasal 1 (1) Undang undang darurat? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: 1. Untuk mengetahui alasan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung memperbaiki putusan Pengadilan Negeri terhadap lamaya pemidanaan 2. Untuk mengetahui alasan Jaksa Penuntut umum menuntut terdakwa dengan unsur pasal dakwaan alternatif ke 2 pasal 365 (1) jo. Pasal 55 tetapi hakim menjatuhkan putusan berdasarkan pasal 1 (1) Undang undang darurat. Jenis Metode Penelitian yang penulis gunakan adalah : Jenis Penelitian Normatif dan Sifat Penelitian adalah bersifat Deskriptif yakni penulis akan memaparkan secara lengkap, rinci, jelas dan sistematis hasil dalam bentuk karya ilmiah. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan Hukum Primer yang terdiri dari putusan hakim serta peraturan Perundang-undangan, traktat, kaidah dasar atau norma serta peraturan dasar. Berdasarkan Hasil Penelitian yang penulis lakukan maka yang menjadi kesimpulan sesuai masalah yang penulis kaji yaitu: 1. Alasan Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung memperbaiki putusan Pengadilan Negeri terhadap lamaya pemidanaan adalah: a. Putusan Judex Facti sudah tepat dan benar b. Kepemilikan senjata api oleh terdakwa hanya untuk menjaga diri bukan untuk melakukan kejahatan 2. Alasan Jaksa Penuntut umum menuntut terdakwa dengan unsur pasal dakwaan alternatif ke 2 pasal 365 (1) jo. Pasal 55 tetapi hakim menjatuhkan putusan berdasarkan pasal 1 (1) Undang undang darurat. a. Karena terdakwa dipaksa untuk memberikan keterangan b. Tidak ada bukti terdakwa melakukan pencurian dengan kekerasan c. Terdakwa terbukti melanggar pasal 1(1) Undang undang Darurat Kata Kunci : Putusan Hakim, Tindak Pidana Membawa Senjata Api.

analisis kesesuaian dan daya dukung dalam pengembangan wisata pantai teluk gurita kecamatan kakuluk Mesak kabupaten belu

YANUARIUS TABORA
· Thesis · Open Access

RINGKASAN Yanuarius Tabora (16381911). Analisis Potensi dan Daya Dukung Dalam Pengembangan Wisata Pantai Teluk Gurita Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Pembimbing 1 Dr. Beatrix M. Rehatta, S.Pi, M.Si dan Pembimbing 2 Adi N. T. Langga, S.Pi., M.Si, M.Sc. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara daratan dan lautan yang mempunyai fungsi seperti: sarana transportasi, pelabuhan, rekreasi pantai dan sarana industri agrobisnis. Suatu wilayah pesisir terdapat satu atau lebih sistem lingkungan (ekosistem dan sumber daya pesisir). Wilayah pesisir dan lautan memiliki potensi sumberdaya energi yang cukup besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain sumberdaya energi, sumberdaya alam pesisir memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi Informasi tentang pengembangan wisata Pantai Teluk Gurita sebagai objek wisata bahari dan menganalisa potensi serta daya dukung yang digunakan sebagai faktor penentu dalam pengembangan di kawasan pariwisata Pantai Teluk Gurita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau langsung dari objek/subjek yang diamati. Hasil penelitian kesesuaian kawasan menunjukan bahwa wilayah yang dimaksud berpotensi untuk pengembangan wisata pantai kategori rekreasi pantai karena termasuk dalam kategori sangat sesuai yakni tidak memiliki faktor-faktor pembatas yang besar dalam pengelolaan sumberdaya alam namun tidak ada pembatas yang kurang signifikan atau tidak signiffikan sama sekali. Daya dukung kawasan wisata berdasarkan hasil analisa aktifitas wisata yang dilakukan yaitu sebanyak 779 orang per harinya dan khusus pada hari libur. Hal ini berarti kawasan wisata pantai Teluk Gurita mempunyai daya dukung yang besar sehingga dapat dikembangkan lagi dalam penggunaan kawasannya. Kata kunci: potensi, daya dukung,Pantai Teluk Gurita