YOSEF HARIYANTO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
KREATIVITAS GURU PENJASORKES DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN SARANA DAN PRASARANA
YosepHariyanto1*, David Loba2, Pnatmo W. Masi3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikanmempunyaiperan yang sangatpentingdalammemajukansuatubangsa. Pendidikandiharapkandapatmencerdaskangenerasimuda yang mampumengembangkanpotensidalamdiri, sertaberpolapikirsecarakritisdandinamis, bertanggungjawab, berakhlakmulia, berimandanbertaqwakepadaTuhan Yang MahaEsa.
Tujuan penelitian: inibertujuanuntukmengetahui kreativitas guru penjasorkesdalammenyikapiketerbatasansaranadanprasarana.
Metode penelitian: Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniialahjenispenelitiandeskriptifnaturalistik, dimanajenispenelitianiniseringdisebut (natural setting) karenapenelitinya di lakukanpadakondisi yang alamiah. adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi
Hasil dan pembahasan: dalam pembelajaran penjasorkes pada kondisi belajar dengansaranadanprasarana yang kurangmemadai. Hal inisangatbepengaruterhadapperkembangansiswa, karena proses belajarmengajarbelummemenuhistandarpendidikanNamunmasalahiniperlahanbisadiatasimelaluikreativitas guru PJOK.
Simpulan: dalam pembelajaran pendidkanjasmani pada kondisi sebelumdansesudahadanyakreativitassangatbesardampaknyata. Proses belajarmenjadilebihhidupkrenasiswaterlibatlangsungdalampebelajaran. Sebelum di modifikasipembelajaranselaluberpusatpada guru namunsetelahdilakukanmodifikasiprosenyapembelajaranberpusatpadasiswa.
Katakunci: Kreativitas guru;pembelajaran; keterbatasansaranaprasarana
JEBIO MIGUEL PEREIRA PIEDADE
· Thesis · Open Access
Pencemaran pada area mangrove tidak dapat dipandang hanya sebagai permasalahan yang terjadi di laut, karena lautan dan daratan merupakan satu kesatuan ekosistem yang tidak dapat dipisahkan dan terpengaruh satu dengan yang lainnya. laut juga merupakan tempat pembuangan langsung oleh kegiatan manusia atau industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis sampah plastik yang terdapat pada hutan mangrove di Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Penelitian ini telah dilaksanakan di ekosistem mangrove Desa Dualaus Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, kemudian pengamatan terhadap sampah laut dilakukan dengan cara membuat transek sabuk (belt). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis sampah yang terdapat pada stransek 1 (satu) terdiri dari jenis sampah plastik botol air mineral, kemasan sampo dan kosmetik, plastik pembungkus, plastik kemasan, botol bayi, mika, pipa dan sikat gigi, dengan jumlah terbanyak adalah jenis sampah plastik jenis botol air mineral yaitu 18 potongan dan berat 284 gr. Jumlah potongan sampah dan jumlah berat potongan sampah dengan nilai tertinggi terdapat pada hutan mangrove di transek 2 sebanyak 29 potongan, dan kepadatan mutlak dan total berat dengan nilai kepadatan mutlaknya 1,39 dan total beratnya 418 gram.
WILHEMUS GORE
· Thesis · Open Access
Mangrove merupakan suatu komunitas tumbuhan yang terdapat di antara garis pasang surut, pantai berlumpur yang didominasi oleh spesies atau semak yang mampu bertahan dalam perairan payau. Fungsi ekologi mangrove adalah sebagai pelindung garis pantai, dapat mencegah instrusi air laut, sebagai tempat tinggal banyak biota (habitat), tempat mencari makan (feeding ground), tempat asuhan dan pembesaran (nursery ground), tempat pemijahan (spawning ground) bagi aneka biota perairan. Selanjutnya fungsi ekonominya adalah sebagai penghasil keperluan rumah tangga, penghasil keperluan industri, dan sebagai tempat wisata. Desa Tesabela berada di Kecamatan Kupang Barat dan memiliki mangrove yang berada pada daerah pesisir pantai. Masyarakat di Desa Tesabela telah memanfaatkan kawasan pesisir sebagai sumber penghidupan mereka. Bentuk-bentuk pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar hutan mangrove pada daerah pesisir pantai berupa penebangan hutan untuk kayu bakar, aktivitas penangkapan ikan, mencari kerang, kepiting dan sebagainnya.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret 2022 yang bertempat di Pantai Batubao Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa jenis mangrove yang ditemukan di Desa Tesabela terdiri dari Aegialitis annulate, Ceriops tagal, Bruguiera cylindrical dan Sonneratia alba keempat spesies tersebut memiliki habitat yang sedikit berbeda yakni, spesies Rhizophora hidupnya di Pesisir pantai yang Tumbuh pada tanah berlumpur, halus, dalam dan tergenang pada saat pasang normal. Tidak menyukai substrat yang lebih keras yang bercampur dengan pasir.Sedangkan habitat yang cocok buat kehidupan mangrove jenis Aegialitideae dan Sonneratiaceae adalah pada bagian daratan dari perairan pasang surut dan berbatasan dengan darat. Menyukai substrat pasir atau lumpur.
MARYATI MARA LAWA
· Thesis · Open Access
MARYATI MARA LAWA (15380073). AAj: ALFRED G.O. KASE, S.Pi, M.Si, Ph.D dan ROCKIE R.L SUPIT, S.Pi. M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang memiliki potensi budidaya seperti Alga merah. Dari hal tersebut dapat mendukung pengelolaan perikanan dan kelautan, salah satunya adalah budidaya rumput laut (alga merah) perlu dilakukan pengembangan pemanfaatan potensi sumberdaya perikanan budidaya serta pendapatan petani budidaya rumput laut dan tingkat efesiensi usaha tani budidaya rumput laut (alga merah) yang banyak mendapatkan kendala Penelitian ini dilaksanakan di perairan Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang yang berlangsung selama 1 bulan yaitu bulan Maret 2022. Dengan Judul Analisis Ekonomi Pembudidaya Rumput laut di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Kabupaten Kupang. Metode yang di gunakan adalah metode budidaya long line banyak diminati oleh masyarakat Desa Tablolong, karena alat dan bahan mudah untuk didapat dan digunakan lebih tahan lama serta lebih ekonomis. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Tingkat penerimaan rata-rata pembudidaya rumput laut (Kappahycus alvarezii) di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang sebesar Rp 15.030.000/musim tanam dan tingkatpendapatan petani rumput laut (Kappahycus alvarezii) yaitu sebesar Rp 6.164.641/ musim tanam dan Analisis kelayakan usaha budidaya rumput laut (Kappahycus alvarezii) ditinjau dari R/C yaitu sebesar 1,69 berarti usaha budidaya rumput laut tersebut layak diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya BEP(Q) diperoleh hasil sebesar 145,313 Kg Sedangkan ditinjau dari BEP (Rp) dari usaha budidaya rumput laut di Desa Tablolong Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang adalah sebesar Rp 4.360.114/musim tanam.
YERMINITA TALOMANAFE
· Thesis · Open Access
Rumusan masalah adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak,Tujuan Adapun yang menjadi tujuan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-Kuantitatif,Populasi merupakan subjek atau objek yang berada pada suatu wilayah topik penelitian dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian,Sampel adalah sebagian dari populasi yang akan menjadi objek penelitian,Pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya,Teknis analisis data yang digunakan penulis adalah menggunakan rumus korelasi Moment Product dengan angkah kasar.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian di buktikan bahwa terdapat pengaruh antara tingkaat Pendidikan orang tua terhadap hasil belajar anak di SMK Negeri 1 Kota Kupang, dimana uji t membuktikan bahwa untuk taraf signifikan 5% diperoleh nilai t 1,706 dan menyatakan bahwa t hitung t tabel (3,24 1,706)
DAVID DAPAWOLE
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Peran Guru Penjasorkes dalam Proses Pembelajaran di SD GMIT No 7 Oebufu Pada Masa Pandemi Covid-19
David Dapawole1, .Andreas J.F.Lumba, .2 Agustinus J.Nafie,. 3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Peran guru kini sangatlah penting mengingat proses belajar sudah tidak bisa bertatap muka lagi. Guru harus benar-benar berupaya semaksimal mungkin agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan secara online. Peran guru sebagai motivator, inovator, harus dipraktekkan dalam pembelajaran daring.Karena guru adalah orang pertama dan utama sebagai pendidikan negara mengingat pendidikan adalah wadah pencetak generasi bangsa.
Tujuan penelitian: Tujuan dari penelilitian ini adalahuntukmengetahuiPeran guru Penjasorkes dalam PembelajarandiSD GMIT No 7 Oebufu Dimasa Pandemi Covid-19.
Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk melihat suatu apa adanya (Arikunto 2002).
Hasil dan pembahasan:Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi terkait dengan peran guru penjasorkes dalam proses pembelajaran di SD GMIT No. 7 Oebufu. Dalam penelitian ini penggunan media dalam pembelajaran online di SD GMIT No. 7 Oebufu sendiri sudah terbilang berjalan dengan cukup baik, dimana media yang digunakan untuk menunjang jalannya pembelajaran online juga sering digunakan setiap hari sehingga memudahkan siswa dalam proses pembembelajaran online.
Simpulan: Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa peran guru untuk mendukung keaktifan siswa mengikuti pelajaran penjasorkes pada masa pandemi covid-19sangat dibutukan demi keberlangsungan kegiatan belajar siswa.
.
Katakunci: Peran Guru, Penjasorkes Dalam Proses Pembelajaran.
ESRON AMALO
· Thesis · Open Access
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Jasmani pada dasarnya merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani yang dijadikan sebagai media untuk mencapai perkembangan individu secara menyeluruh. Namun, perolehan keterampilan dan perkembangan lain yang bersifat jasmaniah itu juga sekaligus sebagai tujuan. Melalui Pendidikan Jasmani siswa disosialisasikan ke dalam aktivitas jasmani termasuk keterampilan beraktivitas Suherman, ( 2000: 1). Sekolah Dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang salah satunya mengajarkan mata pelajaran Penjasorkes.
Sebagai upaya pendidikan, kita berharap Pendidikan dan Olahraga dilembaga pendidikan formal dapat berkembang lebih pesat lagi, agar mampu menjadi landasan bagi pembinaan keolahragaan nasional. Untuk itu pembentukan sikap dan pembangkitan motivasi mulai dilaksanakan pada setiap jenjang pendidkan formal. Sehubungan dengan manfaat pendidikan jasmani pada anak-anak usia sekolah menjadi komitmen para ahli pendidik, bahwa pendidikan jasmani merupakan bagian dalam mengantar anak–anak didiknya menjadi manusia yang utuh.
Sekolah dasar merupakan pendidikan awal yang dapat digunakan untuk mengembangkan pertumbuhan fisik dan kemampuan gerak siswa. Pada masa di sekolah dasar inilah pembinaan kemampuan fisik dapat dimulai. Siswa
Sekolah Dasar tidak dapat dipisahkan dari aktifitas bermain. Hampir seluruh waktunya digunakan untuk bermain. Sifat bermain merupakan bawaan biologis dalam perkembangan motorik anak. Melalui bermain anak-anak mendapatkan rasa senang dan kepuasan, bahkan dapat meningkatkan nilai- nilai yang terkandung didalam permainan tersebut.
Pendidikan jasmani di sekolah berisi materi-materi yang dapat dikelompokan menjadi aktivitas pengembangan, aktivitas senam, aktivitas ritmik, akuatik, uji diri, pendidikan luar kelas, permainan dan olahraga. Dalam materi permainan dan olahraga terdapat sub materi dasar-dasar bermain bola voli bagi siswa kelas atas di Sekolah Dasar. Cabang olahraga permainan bola voli merupakan suatu cabang olahraga yang sangat memasyarakat. Melihat dari tuntutan yang sangat besar dari masyarakat dan adanya upaya untuk mengenalkan serta mengembangakan olahraga bola voli di sekolah, maka peningkatan keterampilan bermain bola voli pada siswa di suatu sekolah sudah merupakan suatu keharusan.
Dijelaskan oleh Subiman (2012: 16), bahwa pembelajaran Penjasorkes di Sekolah Dasar, melalui modifikasi maka permainan bola voli akan menjadi sebuah permainan yang menarik bagi anak-anak. Modifikasi yang dimaksudkan adalah berkenaan dengan penyederhanaan karakteristik permainan bola voli. Penyederhanaan dapat dilakukan dengan melakukan penyesuaian ukuran lapangan dan peralatan dengan ukuran fisik anak-anak usia Sekolah Dasar. Penyederhanaan juga dapat dilakukan dengan memodifikasi peraturan disesuaikan dengan karakteristik siswa. Dengan
demikian esensi pembinaan olahraga bola voli bagi anak-anak (usia dini) dapat dilakukan dan dikembangkan melalui pembelajaran Penjasorkes di sekolah.
Bola voli adalah salah satu permainan yang dipelajari di sekolah serta tidak diragukan lagi bahwa permainan bola voli sudah menjadi salah satu olahraga yang digemari masyarakat umum. Passing atas merupakan teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bola voli. Karena biasanya digunakan sebagai langkah awal dalam menyusun serangan terhadap tim lawan dengan cara mengoper kepada rekan satu tim. Selain itu passing atas sering juga digunakan sebagai dasar pertahanan ketika mendapatkan serangan dari tim lawan. Oleh karena itu pemain harus benar-benar menguasai teknik ini, karena besarnya peranan passing dalam sebuah permaian bola voli.
Namun pada kenyataannya masih banyak siswa-siswi di sekolah dasar yang belum bisa melakukan teknik dasar passing atas dengan baik dan benar khususnya siswa-siswi Kelas V di SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang. Terutama siswi yang masih merasa takut ketika berhadapan langsung dengan bolavoli. Sehingga siswi tidak dapat menikmati pembelajaran bolavoli dan hasil pembelajaran menjadi tidak optimal.
Media atau alat sangat berperan penting dalam pembelajaran penjas. Dimana dalam pengajarannya memiliki tujuan yang sangat komplek dan menyeluruh untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Guru dituntut untuk mengembangkan kreatifitasnya untuk menemukan dan memilih media atau alat yang bervariasi, dengan pemilihan media atau alat
yang bervariasi akan memberikan dampak positif bagi pembelajaran yang dilakukan dan tujuan yang diharapkan bisa tercapai secara optimal.
Melihat dari uraian diatas maka penulis berencana mengupayakan minat siswa SDN Oesapa Kecil 2 Kota Kupang melakukan teknik dasar passing atas dalam pembelajaran bola voli menggunakan media modifikasi bola plastic spon. pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan gerak dasar passing atas dalam permainan bola voli dan untuk meningkatkan peran aktif siswa serta partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. dengan permainan ini pembelajaran penjasorkes yang dilakukan dapat memecahkan atau memberi jalan keluar yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran passing atas bola voli.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas dapat diidentifikasi beberapa masalah, yaitu sebagai berikut:
1. Kemampuan pasing yang tidak baik, kurang mendukung dalam penyerangan atau smash dalam permainan bola voli untuk kelas V SD.
2. Terdapat beberapa siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 yang sulit dalam melakukan belajar dasar-dasar pasing atas dalam permainan bola voli.
3. Masih ada siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 yang terlihat pasif dankurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Penjasorkes materi pasing atas permainan bola voli.
4. Belum diketahui meningkatkan minat belajar siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang
5. Masih kurang percaya diri siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 dalam memahami dasar-dasar bermain bola voli.
C. Batasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, maka dalam penelitian ini dibatasi pada”maka rumusan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan batasan masalah, maka rumusan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik?
E. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini adalah untuk meningkatkan Minat Belajar Siwa Kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang dalam Pembelajaran Modifikasi Bola Voli Pasing Atas Menggunakan Bola Plastik.
F. Manfaat Penelitian
1. Manfaat akademis
Penggunaan modifikasi permainan bola voli plastik memberikan sumbangan pada khasanah pengembangan metode pembelajaran Pendidikan Jasmani materi pasing atas pada siswa kelas V SDN Oesapa Kecil 2 Kupang
2. Manfaat praktis
a. Membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan kinerja sebagai Guru Penjasorkes di Sekolah .
b. Sebagai salah satu contoh dalam membantu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar, sehingga mampu mencapai tujuan prestasi yang diharapkan.
c. Meningkatkan minat siswa dalam praktek melakukan gerakan passing atas dalam permainan bola voli.
KRISTOFORUS AJE
· Thesis · Open Access
CHRISTOPHORUS AJE ( 16380461) . Socio-Economic Analysis of Mobile Fish Traders in Wolotopo Village, Ndona District,Ende District. Wilson L. Tisera, S. Pi. M.Si., Ph. D., Adi N.T. Langga, S. Pi. M.Sc as supervisor I and II of Aquatic Resources Management Study Program, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Artha Wacana Christian University Kupang.
Itinerant fish traders are traders who sell around the village from house to house through village roads that they can pass. The phenomenon of traveling fish traders is another marketing strategy in the fish trade. The people of Wolotopo Village have different dominant groups of workers, some working as farmers, laborers, motorcycle taxi drivers, teachers, employees, traveling fish sellers, and so on. The number of mobile fish sellers in Wolotopo Village is 28 people, where their business is only to meet the needs of their families.
This study aims to analyze the socio - economic aspects of traveling fish traders which include R / C ( Revenue - Cost Ratio ) , Profit ( profit ) in Wolotopo Village . This research uses observation and survey methods .
The results showed that the largest number of respondents was 26-37 years old, namely 42.9%, followed by 39-51 years old, namely 39.3% and the lowest was 53-73 years, namely 17.9%. This shows that most of the respondents in the age range of 26-37 are of productive age, which means that they are physically and physically strong enough to work and are still able to be directly involved in selling fish. The education level of the respondents, on average, was the highest with elementary school graduation (53.6%). It can be seen that the largest number of dependents is 4 people, 9 respondents (32.14%) and the smallest range is 2 family dependents, 2 respondents (7.14%). The results showed that the business involved was the main business and it was seen that most of the largest fish traders had worked above 0-10 years of 11 people (39.29%), and the smallest range was 31-40 years of 1 person with total ( 3.57) .
ANDERIAS ATAMAI
· Thesis · Open Access
Latar belakang: Belajar mengajar merupakan suatu proses yang dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa dalam kegiatan pendidikan. Pendidikan olahraga pun tidak terlepas dari pendidikan yang memafaatkan sumber daya manusia baik itu secara formal dan non formal yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan serta kesegaran jasmani manusia. Melalui pendidikan olahraga, manusia dapat mengembangkan kompetensi serta keahlian yang dimilikinya sehingga mendapatkan prestasi yang diinginkannya Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 Metode penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI, dan guru penjasorkes di SD Inpres Oepura 1 Kota Kupang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi, guna melengkapi data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan: Adanya efektifitas belajar mengajar Penjasorkes dimana siswa kelas VI secara keseluruhan dapat menghadiri dan mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes dengan penuh semangat dan senang. Terjadinya efektifitas proses belajar mengajar Penjasorkes tentunya tidak terlepas dari faktor pendukung yang diantaranya adalah:1) Siswa, 2) Guru, 3) Lingkungan Simpulan: Dengan adanya kemauan belajar yang dimiliki siswa dan kemampuan guru dalam membimbing siswa, serta lingkungan belajar yang kondusif pada proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemic covid-19 hal ini membuat siswa menjadi bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar Penjasorkes pada masa pandemi Covid-19.
ALBERTUS WASA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Melempar Dan Menangkap Bola Basket Pada Siswa Kelas V SD Inpres Oeletsala Baumata
Albertus Wasa1*, Dr Andreas J. F. Lumba, M.Pd2, Christin P. M. Rajagukguk, S.Pd.,M.Pd3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
email. [email protected]
Latar belakang: Model pembelajaran Melempar dan Menangkap adalah digunakan untuk permasalahan mengenai sikap tanggung jawab, sebagaimana model pembelajaran ini diterapkan disekolah untuk membina siswa agar mengerti mengenai sikap tanggung jawab saat mengikuti pembelajaran dan berlatih rasa tanggung jawab pribadi yang dikemas dalam pendidikan jasmani.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui seberapa besar upaya guru untuk meningkatkan pembelajaran melempar dan menangkap bola basket pada siswa kelas V Sd Inpres Oeletsala.
Metode penelitian: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam bentuk siklus berulang dengan di dalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
Hasil dan pembahasan: Berdasarkan hasil pengamatan pada siklus I, masih terdapat beberapa kekurangan yang menyebabkan hasil tes pada siklus 1 belum mencapai kriteria dengan angka keberhasilan mencapai rata-rata 71% dari jumlah keseluruhan dari nilai rata-rata kelas belum mencapai standar ketuntasan minimum sebasar 75 sehingga penelitian dilanjutkan ke siklus berikutnya, diketahui bahwa dari 14 siswa yang mengikuti tes pada siklus II terdapat 13 siswa yang dinyatakan tuntas dan 1 siswa yang dinyatakan tidak tuntas. Dengan demikian, ketuntasan kelas yang diperoleh dari hasil analisis pada sikus II ini mencapai rata-rata sebesar 84%.
Simpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa :Upaya Guru Meningkatkan Kemampuan Melempar dan Menangkap Bola Basket Pada Siswa Kelas V Sd Inpres Oeletsala mengalami peningkatan.
Katakunci: Kemampuan Melempar dan Menangkap Bola Basket
.
EDMANDUS NGONGO MALO
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD
EdmandusNgongoMalo*, M. RambuP.Wasak, MelvianusSelan3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
Email. [email protected]
Latar belakang:Pendidikanjasmanimerupakanpendidikanlewataktivitas-aktivitasjasmaniataupengajarangerakdalammencapaitujuanpendidikan. Kemamapuanpassingadalahkecakapandalammengoper bola kepadatemansendiridalamsuaturegudengansuatutekniktertentu, sebagaiawalpolaserangankepadalawan.
Tujuan penelitian:Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanpassingbawah bola volimelalui model pembelajarankooperatiftipestaddalammeningkatkankemampuanpassing bawah bola volipadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan.
Metode penelitian:Penelitianinimerupakanpenelitiantindakankelas (PTK). SubjekdalampenelitianiniadalahsiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatan.
Sebanyak 25siswa.Teknikpengumpulan data yang digunakanyaituteknikobservasi.Teknikanalisisdatanyamengunakandeskriptifkualitatif
Hasil dan pembahasan:Hasilpenelitianmenunjukanadanyapeningkatankemampuan passingbawa bola volisiswadengannilai rata–rata padasiklus I sebesar 79,33denganpresentaseketuntasansebesar 72%. Dan padasiklus II nilai rata-rata sebesar 96denganpresentaseketuntasansebesar 92%.
Simpulan:Berdasarkanhasilpenelitiandiatasmakapenelitianmengambilsebuahkesimpulanbahwapembelajaranpassingbawah bola volimelalaui model pembelajarankooperatiftipestadpadasiswakelasVIII SMPN I Wewewa Selatanselamaduasiklusdapatmeningkatkemampuansiswa yang mencapainilai KKM 75. Sehinggaketuntasanklasikaldalamkelastersebutsudahmencapaidari 75% siswa yang tuntaspassingbawah Bola Voli
Katakunci: Metode pembelajaran kooperatif tipestad, Passing bawah bola voli
OKTOVIANUS BANAFANU
· Thesis · Open Access
Latar belakang permasalahan dalam penelitian ini adalah pembelajaran penjaskes tentang gerak dasar, saat pembelajaran menunjukan bahwa siswa belum terampil dan menguasai untuk gerak lokomotor, non lokomotor, dan manipulatif tentunya akan membatasi keterampilan dan kemampuan gerak dasar siswa yang akan berpengaruh pada pencapaian hasil pembelajaran. Salah satu penyebabnya adalah model pembelajaran yang tidak sesuai, sehingga tujuan pengajaran yang telah dirumuskan oleh pendidik belum mencapai hasil yang maksimal.
Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pola gerak dasar menggunakan model permainanmenjala ikan Pada Siswa Tk Dharwasi Nonbes.
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari II siklus.Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat terlihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan peneliti/kolaborator (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II). Pada siklus I ketuntasan hasil belajar mencapai 31,25% sedangkan pada siklus II ketuntasan hasil belajar mencapai 87,5%. Hal ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa sebesar 56,25%.
Simpulan:penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatkan hasil belajar pola gerak dasar melalui model permainan menjala ikan pada TK Dharwasi Nonbes termasuk kategori baik.
SARA RINDI MALIOY
· Thesis · Open Access
Ikan merupakan salah satu jenis pangan yang memiliki kandungan air 80% dan kadar protein 57,3%. Kadar air yang tinggi membuat daging ikan lebih mudah dan cepat mengalami kemunduran mutu. Untuk mencegah proses penurunan mutu maka salah satu metode pengawetan yang dilakukan yaitu dengan proses pengeringan ikan. Salah satu jenis ikan yang terdapat diperairan Nusa Tenggara Timur adalah ikan baronang. Ikan baronang tergolong ikan laut yang bisa dimakan dan memiliki kandungan vitamin B1, Omega-3 dan Zinc yang berkhasiat membantu menambah nafsu makan, selain itu kandungan kalsium dan fosfor yang terdapat dalam ikan baronang juga dapat mencegah keroposnya tulang dan gigi secara alami. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui karakteristik proksimat (kadar air dan kadar protein), asam amino dan organoleptik pada produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April 2022 di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk pembuatan produk dan pengujian kadar air, kadar protein dan pengujian organoleptik serta di Laboratorium PT. Saraswanti Indo Genetch Bogor (SIG) untuk uji asam amino. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Ada satu faktor yang diuji yaitu faktor lama pengeringan terdiri atas 3 taraf perlakuan yaitu A= pengeringan 2 hari (selama 8 jam/hari), B= pengeringan 3 hari (selama 8 jam/hari), C= pengeringan 4 hari (Selama 8 jam/hari). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diuji yaitu kadar air, kadar protein, asam amino dan organoleptik meliputi kenampakan, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air 41,29-17,28%, kadar protein 14,01-14,85%, produk fillet ikan asin baronang dengan lama pengeringan berbeda terdapat 15 jenis asam amino serta tingkat penerimaan panelis berkisar antara netral hingga suka. Kesimpulan dari karakteristik produk fillet ikan baronang asin dengan lama pengeringan berbeda menggunakan rumah pengering untuk proksimat nilai kadar airnya 22,43% dan nilai kadar protein 14,70% untuk asam amino terdapat 15 jenis yang terdiri dari 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non esensial. Berdasarkan hasil uji organoleptik, produk fillet ikan baronang asin masih di terima panelis dengan kriterian untuk nilai parameter kenampakan yaitu utuh, bersih, kurang rapi, mengkilap menurut jenis, aroma yaitu kurang harum tanpa bau tambahan, tekstur yaitu padat, kompak, lentur, cukup kering sedangkan rasa berkisar yaitu sangat enak, spesifik jenis, tanpa rasa tambahan.
SELVIANA KURNIA HONIN
· Thesis · Open Access
Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Amarasi Barat Desa Tunbaun mengenai tradisi kosu.tempat penelitian dilaksanakan di Desa Tunbaun, Amarasi Barat dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Tunbaun yang mengerti dengan tradisi kosu dengan sample dalam penelitian ini berjumlah 6 orang yang terdiri dari 3 tokoh adat, 1 guru, 1 ibu rumah tangga dan 1 mahasiswa dengan menggunakan pengambilan sample secara probality sampling dengan cara sampel random sampling. Teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara dan hasil observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat Tunbaun mempersepsikan kosus sebagai salah satu harta kebudayaan orang Amarasi yang harus dijaga untuk generasi-generasi selanjutnya agar kedepannya tidak hilang.. Harapannya pada tradisi kosu ini bisa dilestarikan dan dipertahankan turun-temurun sampai generasi-generasi beikutnya.
YESAYA OKA
· Thesis · Open Access
ABSTRAK
TINGKAT PEMAHAMAN MURID KELAS XI TERHADAP TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA VOLI DI SMA NEGERI 2 KUPANG TENGAH
Yesaya Oka1*, Jusuf Blegur2, Julian J. Leko3
1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia
Email. [email protected]
Latar belakang:Bola volimerupakansalahsatucabangolahraga bola yang dimainkansecaraberkelompokolehduatim.Padapermainan bola volitentunyasiswaharusbisamemahamimaupunmenguasaiteknikdasarpermainan bola voli.Berdasarkanhasilobservasi di SMA Negeri 2 Kupang Tengah penelitimenemukankurangnyatingkatpemahamansiswaterhadapteknikdasarpermainan bola voli.
Tujuan penelitian:Untukmengetahuipemahamanmuridkelas XI terhadapteknikdasarpermainan bola volipada SMA Negeri 2 Kupang Tengah.
Metode penelitian:Metodepenelitianinimenggunakanmetodekualitatifdeskriptif, subyek yang digunakanpadapenelitianialah guru PJOK dansiswakelas XI IS. Teknikpengumpulan data dalampenelitianinimenggunakan 1).Observasi, 2).Wawancara, 3).Dokumentasi.
Hasil dan pembahasan:Hasilpenelitianmenunjukkanbahwatingkatpemahamansiswakelas XI terhadapteknikdasarpermainan bola voli di SMA Negeri 2 Kupang Tengah telahmemenuhi 7 indikatorpemahamansiswayaitumenafsirkan, memberikancontoh, mengklasifikasikan, menyimpulkan, menduga, membandingkandanmenjelaskan.
Simpulan:Padaproses pembelajaranteknikdasarpermainanbola voli, guru harusberperanpentingdan guru jugasebagaifasilitatordalammendorongsemangatsiswamencapaiindikator yang telahdiberikanolehsekolah.
Katakunci: Tingkat pemahamanteknikdasarpermainan bola voli.
OCTOFIANUS MATA IE
· Thesis · Open Access
Latar belakang: Senam lantai merupakan cabang olahraga yang kurang begitu popular di masyarakat, sehingga kurang diminati oleh anak-anak sekolah dalam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Gerakan dalam senam lantai membutuhkan keberanian, kelentukan tubuh serta teknik yang benar, di samping itu olahraga ini sangat membosankan bagi anak sekolah khususnya SMP karena anak usia Sekolah Menengah Pertama sangat menyukai olahraga yang mengandung permainan dibanding senam lantai. Pembelajaran senam lantai yang diberikan di sekolah menengah pertama atau anak usia remaja. Dalam hal ini peneliti ingin mengambil satu pokok bahasan penelitian yaitu Guling depan (Forward roll).
Tujuan penelitian: adalah untuk mengetahui apakah dengan tinjauan keterampilan dapat meningkatkan keterampilan guling depan senam lantai pada siswa kelas VII SMP N 10 Kota Kupang.
Metode penelitian: adalah Pedekatan dalam penelitian ini adalah metode Tindakan Kelas.
Hasil dan pembahasan: Keterampilan Guling Depan Siswa Kelas VII di SMP Negeri 10 Kota Kupang, hasil pra siklus terdapat 3 siswa yang tuntas (20%) sedangkan 12 orang siswa yang tidak tuntas (80 %), hasil siklus I terdapat 9 orang siswa yang tuntas (60%) dan 6 orang siswa tidak tuntas (40%) dan pada siklus II terdapat 13 orang siswa yang tuntas (83%), 2 orang siswa tidak tuntas (13%).
Simpulan: Kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan pada pra siklus yang presentase ketuntasannya sebesar 20% (3 siswa) namun setelah diterapakan model pembelajaran explicit instruction pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan Guling Depan dengan presentase ketuntasannya sebesar 60% (9 siswa).
NENI S. E. TOISPAY
· Thesis · Open Access
ABSTRACT This thesis is entitled "A STUDY ON ROLE OF PARENTS ON CHILDREN’S ACHIEVEMENT IN ONLINE LEARNING PROCESS" The research problem of this study is what are parents role towards their children achievement in online learning process, and what are influence factors by parents towards their children achievement in online learning process. The purpose of this study is to find out parents’ role towards their children achievement in online learning process, and the influence factors by parents towards their children achievement in online learning process. This research is a qualitative research using descriptive approach. The subjects in this study were parents in blocks D and D1. Data collection were taken through interviews and observations. The writer acts as a direct interviewer to explore data through parents in blocks D and D1. The results showed that parents’ role towards their children achievement in online learning process that is parents carry out two roles at once, the first to be a parent and the second to be a home teacher; provide facilities and infrastructure for children; give spirit; motivation; directing children according to their talents and interests each child has. The influence factors by parents towards their children achievement in online learning process that is background parental education affects the level of ease and difficulty of parents in educating children; The economic level of parents affects the online learning process, especially in terms of facilitating online learning child; difficulty dividing time between children and work; number of family members also influences parents in providing guidance to children in learning at home.
MARIUS MARIO DIAZ
· Thesis · Open Access
Marius Mario Diaz (NIM 15380090). Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Wilson L. Tisera, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Rockie R. L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikaran dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang.
Kabupaten Flores Timur merupakan salah satu sentra pendaratan ikan pada wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis ikan pelagis yang didaratkan misalnya, tuna sirip kuning, baby tuna, cakalang dan tongkol. Sektor Perikanan merupakan potensi yang paling diunggulkan di Kabupaten Flores Timur. Sektor ini diharapkan akan menjadi salah satu penggerak dan penopang perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan september 2020 bertempat di Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode ini peneliti ikut secara langsung ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kejadian dilapangan. Pada penelitian ini peneliti meneliti sembilan (9) orang sebagai responden dalam usaha perikanan bagan apung.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa hasil tangkapan ikan nelayan bagan apung yakni ikan tembang (Sardinella sp) tiap satu kali trip memperoleh hasil tangkapan 5-7 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan teri (Engraulidae) tiap satu kali trip 7-10 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, ikan layang (Decapterus sp) tiap satu kali trip 4-5 ember dengan harga satuan per ember Rp. 500.00, dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) tiap satu kali trip 3-5 ember dengan harga satuan perkilo gram Rp. 18.000. Pendapatan responden perbulan terbanyak pada ikan teri (Engraulidae) dengan jumlah pendapatan Rp. 15.000.000, terbanyak kedua pada ikan layang (Decapterus sp) Rp. 12.000.000, terbanyak ke tiga pada ikan tembang (Sardinella sp) Rp. 10.000.000 dan terendah pada ikan tongkol (Euthynnus affinis) Rp. 9.000.000. Profil usaha nelayan bagan apung di Kecamatan Larantuk Kabupaten Flores Timur berdasarkan hasil penelitian pemasaran ikan yang dilakukan oleh nelayan sebagai berikut: 1.)Bagan apung → Nelayan Pole and Line 2.) Bagan apung → Papalele → Pengecer → Konsumen 3.) Bagan apung → PPI Amagarapati → Papalele → Antar Kabupaten → Konsumen 4.) Bagan apung → Konsumen.
MESAK DERMI JUANG WOLLA RATO
· Thesis · Open Access
EFEK SUHU DALAM PENYANGRAIAN KOPI BUBUK ASAL SUMBA (Robusta) SERTA SIFAT ORGANOLEPTIKNYA SETELAH DITAMBAHKAN GULA LEMPENG DALAM PENYAJIAN
Mesak D.J. Wolla Rato*), BanoEt M.I Regina SP,MP** )Malelak Zet Ir.M.Si**)
ABSTRAK
Kopi merupakan minuman yang memiliki cita rasa khas dan memberikan pengaruh fisiologis menyegarkan setelah diminum. Berdasarkan Pusat Data dan Sistem Informasi Kementrian Pertanian, konsumsi kopi nasional mencapai 250 ribu hingga 276 ribu ton pada tahun 2016. Orang Indonesia umumnya terbiasa minum kopi yang dibubuhi gula, susu, atau tambahan lain seperti creamer, madu dan lainnya. Penambahan gula lontar dianggap dapat memberikan rasa manis dan menambah aroma yang berbeda dari gula pasir yang selama ini biasa digunakan untuk minum kopi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh suhu penyangraian pada kopidan penggunaan gula lontar (lempeng) pada minuman Kopi Robusta. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Prosesing Fakultas Teknologi Pertanian pada Bulan Desember 2021 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Dan Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW) Pada bulan Februari 2022. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan variabel pengamatan perlakuan gula lontar (lempeng) pada minuman kopi. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga terdapat
12 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan penambahan gula lempeng yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata pada konsentrasi aroma kopi robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata
3,667 (sangat suka), dan perlakuan a dengan skor 3,311 (sangat suka) tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,978 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata-rata 1,756, (tidak suka). Perlakuan yang menghasilkan nilai tingkat pengaruh nyata yang sangat signifikan robusta paling tinggi terdapat pada perlakuan B dengan skor rata-rata 3,800 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311(suka), dengan
perlakuan D dengan skor 2,222 tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C dengan skor rata-rata 2,311 (suka) dan perlakuan D yang berbeda nyata dengan skor rata- rata 2,222, (tidak suka). Analisis kadar air tertinggi terdapat pada Perlakuan A dengan skor 7,262 dan kadar air terendah terdapat pada perlakuan D dengan skor
5, 116.
Kata Kunci : Kopi robusta, gula lempeng.
Peneliti*
Pembimbing**
ARNOLUS LAKAPELANG
· Thesis · Open Access
INTISARI Judul skripsi adalah, “DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN ANTARA HAKIM JUDEX FACTI DAN JUDEX JURIS TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA” Masalah pokok yaitu Mengapa Terjadi Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Antara Hakim Judex Facti Dan Judex Juris Terhadap Terdakwa Narkotika?Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Terjadinya Disparitas Penjatuhan Putusan Pemidanaan Antara Hakim Judex Facti Dan Judex Juris Terhadap Terdakwa Narkotika.Penelitian ini bersifat deskriptif, jenis penelitian yaitu penelitian normatif dan menggunakan 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat.Variable bebas dalam penelitian ini adalah disparitas putusan pemidanaan sedangkan variable terikat adalah putusan hakim terhadap tindak pidana Narkotika.Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer, data sekunder dan data tersier.Analisis data ini menggunakan metode analisis Deskriptif. Berdasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis sehingga terjadinya disparitas putusan pemidanaan antara hakim judex facti dan judex juris terhadap pelaku tindak pidana Narkotika antara lain karena: a. Disparitas pertimbangan hakim terhadap kualitas perbuatan Terdakwa b. Disparitas penerapan hukum oleh hakim judex facti dan hakim judex juris Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas untuk mengatasi masalah tersebut maka saran dari penulis yaitu sebagai Sebagai Hakim dalam menjatuhkan pidana agar selalu memperhatikan tujuan pemidanaan yang bukan hanya sebagai pembalasan, melainkan untuk memperhatikan unsur-unsur keadilan, asas kemanfaatan dan kepastian hukum di Indonesia. Kata Kunci : .Disparitas, Putusan Hakim, Tindak Pidana Narkotika