Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 167 dari 195

Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.

YOHANES JOU WEEK
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak YOHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran OHANES JOU WEEK (16380851). Karakteristik Sarang Alami Peneluran Penyu di Pantai Riang Dua Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. ALFRED G.O KASE, S.Pi., M.Si., Ph.D. and ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penyu menghabiskan seluruh hidupya di laut akan tetapi induk penyu akan menuju ke daratan ketika waktunya bertelur. Hal ini menyebabkan penyu sangat sulit untuk dikonservasi. Habitat peneluran penyu dipengaruhi oleh lingkungan. Umumnya pemilihan daerah peneluran adalah tempat yang luas dan landai yang terletak di atas pantai yang memiliki butiran pasir tertentu dan mudah digali secara naluriah dianggap aman untuk bertelur. Keberhasilan dalam penetasan telur penyu dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu pasir dalam sarang, struktur pasir yang meliputi ukuran partikel dan tekstur pasir, kadar air atau kelembapan pasir, panjang dan ketinggian pantai, pasang surut air laut, lebar dan kemiringan pantai, serta vegetasi pantai. Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata merupakan salah satu tempat yang menjadi persinggahan penyu untuk melakukan peneluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sarang alami peneluran penyu di pantai Riang Desa Bour Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi langsung di lapangan/survei dan wawancara. Monitoring dan pengamatan parameter fisik dan biologi sarang penyu pada pagi, siang dan malam hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik sarang alami peneluran penyu, dimana didukung oleh paremater fisik yaitu kemiringan pantai sarang peneluran penyu berkisar antara 1,43⁰-2,23⁰ dengan rata-rata kemiringan 1,73⁰, tipe pantai tergolong landai; suhu substrat pada pagi, siang dan malam hari berkisar antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; antara 31-33⁰C sehingga masih tergolong normal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukanmal; Kelembaban tertinggi pada malam (36%) dan pagi hari (33%) dan siang hari (31%), kelembaban ini sesuai untuk sarang peneluran penyu; kedalaman sarang penyu berkisar antara 31-50 cm dengan diameter sarang antara 29-40 cm; Vegetasi pantai lokasi sarang peneluran penyu yang ditemukan umumnya didominasi oleh rumput lari (Spinifex littoralls) dan katang-katang (Impomoea pes-caprae); ukuran panjang track penyu dapat mencapai ukuran 7,3-27 m dan lebar 60-90 cm; tekstur substrat sarang terdiri dari pasir, tanaliat, dan debu. Parameter biologi yaitu panjang karapas penyu lekang antara 57-85 cm dan lebar antara 54,6-80 cm.

ANALISIS USAHA PERIKANAN TANGKAP GILLNET DIKECAMATAN ALOR TIMUR KABUPATEN ALOR

JHON RICHY MAUTUKA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK JHON RICHY MAUTUKA (14380045) Analisis Usaha perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Alfred G. O. Kase S.Pi. M.Si. Ph.D, dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. Sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yaitu Kabupaten Alor memiliki potensi perairan yang sangat besar. Luas wilayah perairan di Kabupaten Alor adalah seluas 10,773 km dengan panjang garis pantai 287,1 Km. Potensi lestari sumber daya ikan di Kabupaten Alor sebesar 45,714,85 ton/ tahun sehingga jumlah tangkapan yang diperbolehkan sebesar 36,571,88 ton. Sementara tingkat pemanfaatan penangkapan sumber daya ikan baru sebesar 17,85% untuk dikembangkan penangkapan sumber daya ikan di Kabupaten Alor. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor yang berlangsung selama 2 bulan yaitu Bulan November- Desember 2020. Dengan Judul Analisis Usaha Perikanan Tangkap Gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor. Metode yang digunakan adalah metode Wawancara (Daftar pertanyaan) dan observasi (Pengamatan secara langsung) Hasil penelitian menujukan bahwa tingkat penerimaan rata-rata nelayan gillnet di Kecamatan Alor Timur Kabupaten Alor sebesar 6.250,000/bulan dalam melakukan penangkapan dan tingkat pendapatan nelayan gillnet sebesar 4.262,666/bulan dalam melakukan penangkapan. Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap gillnet ditinjau dari R/C yaitu sebesar 3,144 berarti usaha perikanan tangkap tersebut layak untuk diusahakan karena lebih besar dari angka 1. Selanjutnya ROI diperoleh dalam usaha penangkapan gillnet sebesar 214,491 %. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan gillnet di Kecamatan Alor Timur.

Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr

IMANUEL MESAKH TAEK
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang

STUDI PERTUMBUHAN ALGA MERAH (Kappaphycus alvarezii) VARIETAS BERBEDA YANG DIBUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI PERAIRAN GORANG FLORES TIMUR

OCTODINATA WUNGA BULU
2021 · Thesis · Open Access

RINGKASAN OCTODINATA WUNGU BULU (14380068), Studi pertumbuhan alga merah Kappaphycus alvarezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar diperairan Gorang, Kecamatan Solor Timur; Alfred G. O. Kase., S.Pi., M.Si.,Ph.D sebagai pembimbing I, Imanuel J. Emola. S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Alga merah Sacol dan tambalang merupakan rumput laut lokal yang sudah lama di budidayakan petani. Straintambalang paling dominan dikembangkan karena memberikan hasil yang baik serta respon pasar pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan alga merah (Kappaphycusalvarezii) varietas berbeda yang dibudidayakan dengan metode lepas dasar di perairan Gorang, Kecamatan Solor Timur. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Maret-April 2019 di perairanPantai Gorang, Kecamatan Solor Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Lepas Dasar. Metode ini dilakukan dengan cara mengikatkan bibit rumput laut pada tali dan di budidayakan di dasar perairan.Alga merah Kappaphycusalvarezii varietas SacolSulama dan Sacol Alor memiliki pertambahan berat yang bervariasi di setiap minggunya, sedangkan pada varietas lainnya mengalami kenaikan dan penurunan berat pada setiap minggunya. Hasil pengamatan dari kelima varietas, terlihat bahwa bibit alga merah varietas Sulamu Sacol memiliki pertumbuhan yang cukup baik jika dibandingkan dengan varietas lainnya. Hasil pengukuran pertumbuhan alga merah selama penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan yang baik terdapat pada Sacol Sulamu. Kata Kunci : Kappaphycusalvarezii, metode lepas dasar, Varietas Pantai Gorang

A DESCRIPTIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF COLLABORATIVE WRITING METHOD

SELSI ORIANCE NABUASA
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT A DESCRIPTIVE STUDY ON THE IMPLEMENTATION OF COLLABORATIVE WRITING METHOD (A Study Of English Teacher Of SMA Negeri Bokong In The Academic Year Of 2020-2021) This thesis is entitled "A Descriptive Study On The Implementation Of Collaborative Writing Method".To improve the skills of the English writing method at SMA Negeri Bokong. This research method is a qualitative method. The subject of this research is the English teacher and students in teaching and learning about the collaborative writing method.The purpose of this study was to determine the collaboration of teachers and students in order to follow the rules and to find out students about the use of collaboration methods in English writers. In this research instrument is to help carry out theory and practice, the research where the data analysis is based on teacher and student responses to questions to obtain data, the author uses several questions to become part of the student and teacher collaboration method following the rules: The results of data analysis show that most of the teachers and students are able and understand writing well, how to write collaborative methods by following the procedures applied and students' perceptions about the use of the method.Collaborative writing means that everyone is able to give ideas to improve writing methods, group work and the learning process that can be evaluated.

A STUDY ON CHARACTERS IN FAMILY DRAMA SERIES AND DRAMA MOVIE OF KELUARGA CEMARA

NOVITA MAROMON
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT The title of this writing is ‘‘A STUDY ON CHARACTERS IN FAMILY DRAMA SERIES AND DRAMA MOVIE OF KELUARGA CEMARA”. The reaearch problems of this study are What are the types of characters found in drama series and drama movie of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’? The aim of this study is to find the types of characters in drama series and drama movie of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’. the writer used qualitative method to describe the types of characters found in both of the movie. After analyzing the data, the writer found that there are five types of characteristic found in drama series and drama movie version of the family drama movie ‘Keluarga Cemara’. namely; protagonist and antagonist, rounded characters, flat characters, dynamic characters and static characters. The writer hopes this research will add more knowledge to the to readers about characters found in drama series and drama movie of keluarga cemara.

Analisis Kualitas Garam Rakyat Menggunakan Alat Masak Modifikasi Dari Plat Drum Pada Kelompok Tiberias Di Kelurahan Oesapa Barat Kota Kupang

MARTINUS YOHANES PAULUS PATI
2021 · Thesis · Open Access

Pembuatan garam di Kelurahan Oesapa Barat umumnya melalui penyaringan dengan mengunakan karung plastik sehingga kualitas garam yang dihasilkan kurang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya yang ingin dilakukan untuk meningkatkan kadar NaCl pada garam rakyat dengan modifikasi teknik penyaringan mengunakan ijuk yang dikombinasikan dengan penyaringan menggunakan sistim berlapis menggunakan ijuk, kerikil dan pasir. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan alat masak yang sudah dimodifikasi dari plat drum. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September-November 2020 bertempat di Kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei, pembuatan garam dan pengambilan sampel. Sedangkan Laboratorium PT. Saraswanti Indo Ganethech, Bogor untuk pengujian Kadar Air, NaCl, iodium, mineral (magnesium dan kalsium). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dan dianalisis menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat yang diproduksi menggunakan alat masak modifikasi dari plat drum pada kelompok Tiberias, Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu kadar air berkisar antara 4,41-5,23%, kadar NaCl 91,02%, kadar iodium 79,69 mg/kg, mineral magnesium 183,70 mg/100 g dan mineral kalsium 503,70 mg/100 g.

KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK STIK RUMPUT LAUT Eucheuma cottoni DENGAN BERAT BUBUR RUMPUT LAUT YANG BERBEDA

EGI YERMIAS LIU
2021 · Thesis · Open Access

Stik merupakan makanan ringan atau jenis kue kering yang sering dikonsumsi pada saat santai atau di sela-sela makan besar. Stik disukai oleh semua umur mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan menjadikan produk olahan yang banyak diproduksi dengan berbagai variasi. Bahan baku utama pembuatan stik adalah tepung terigu. Saat ini stik sudah banyak dimodifikasi dengan penggantian bahan baku tambahan yang digunakan. Bahan baku tambahan yang digunakan untuk pembuatan stik berupa tepung ikan layang, tepung tulang ikan bandeng, tepung sorgum, tepung gayam maupun tepung umbi-umbian dan bubur rumput laut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) dan nilai kadar air pada produk stik rumput laut. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan yaitu dari bulan November sampai bulan Desember 2020 dimana masa pendemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 4 perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 2 kali, sehingga diperoleh 8 unit percobaan. Perlakuan stik rumput laut dengan berat bubur rumput laut yang berbeda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air 7,83%-11,91% dan tingkat penerimaan panelis pada nilai organoleptik stik rumput laut yang di proses dengan berat bubur rumput laut yang berbeda yaitu semua perlakuan disukai.

ANALISIS KUANTITAS DAN KUALITAS GARAM RAKYAT MENGGUNAKAN ALAT MASAK MODIFIKASI PADA KELOMPOK TIBERIAS DI KELURAHAN OESAPA BARAT KOTA KUPANG

YUVENTUS BRIA
2021 · Thesis · Open Access

Garam rakyat merupakan kegiatan pembuatan garam yang dilakukan oleh rakyat yang sebagian besar masyarakatnya membuat garam dan bahkan sudah menjadi rutinitas tahunan dan menjadi mata pencaharian yang menunjang untuk kehidupan setiap harinya. Alat masak yang dimodifikasi menggunakan drum yang telah dibelah secara vertikal menjadi dua bagian dan diberi rangka yang terbuat dari besi dan pada bagian rangkanya ditutupi dengan aluminium. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 bulan, yaitu April-Mei 2021 di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang untuk lokasi survei dan pengambilan sampel, Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang untuk perhitungan rendemen dan pengujian organoleptik (warna dan bau) serta di Loboratorium PT. Saraswanti Indo Genetech (SIG), Bogor untuk pengujian logam berat (Pb, Hg, dan Cu). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif. Hasil penelitian garam rakyat menggunakan alat modifikasi pada kelompok Tiberias, di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang yaitu rendemen 89,50%, organoleptik parameter warna pada pemasakan hari pertama yaitu putih normal 90% dan putih kecokelatan 10%, sedangkan pada pemasakan hari ke lima dan hari ke sepuluh yaitu putih normal 100%, organoleptik parameter bau pada pemasakan hari pertama, ke lima dan ke sepuluh yaitu normal tidak berbau 100% dan logam berat (timbal, merkuri dan tembaga) tidak terdeteksi.

Struktur komunitas mangrove di desa fahiluka kecamatan malaka tengah kabupaten malaka

WEDELTRUDIS UDUK
2021 · Thesis · Open Access

RINGKASAN WEDELTRUDIS UDUK (15380016). Struktur Komunitas Mangrove di Desa Fahiluka Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Donny M. Bessie, S.Pi,M.Si., Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si Sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem wilayah pesisir yang sangat potensial bagi kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan hidup, namun sejalan dengan pertambahan pemukiman di wilayah pesisir memberikan dampak terhadap ekosistem mangrove yakni berkurangnya luasan hutan karena mengalih fungsian kawasan ekosistem mangrove menjadi lahan pertambakan dan pemukiman. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui Struktur Komunitas hutan mangrove di Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, yaitu melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, sedangkan pengambilan contoh menggunakan“metode petak contoh”, dimana unsur-unsur populasinya atau vegetasi mangrove digolongkan berdasarkan tingkat kerapatan atau ketebalan mangrove. Metode pengambilan contoh dilakukan mengikuti pendekatan petak contoh yang berada pada garis transek yang ditarik melewati wilayah ekosistem mangrove. Data yang di ambil jenis jenis mengrove antara pohon, anakan dan semai dengan substrat dan kondisi lingkungan. Data yang dianalisis menggunakan analisisi komunitas (kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nilai penting). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 4 jenis mangrove pada lokasi pengamatan yaitu Rhizopora mucronata, Sonaratia alba, Avecenia alba, Bruguiera cylindrica. Dari ke empat jenis tersebut jenis Rhizopora mucronata yang memiliki nilai tertinggi dari tingkat kerapatan jenis, kerapatan relaif jenis, frekuensi jenis, frekuensi relatif jenis, penutupan jenis, penutupan relatif jenis dan indeks nila penting.

AN ANALYSIS ON SLANG WORDS USED IN WHATSAPP BY THE GROUP MEMBERS OF THE TEN SEMESTER STUDENTS OF ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY

MARYATY RAIMANU
2021 · Thesis · Open Access

The writer conducted the research entitled “An Analysis on Slang Words Used in Whatsapp by the Group Members of the Ten Semester Students of Artha Wacana Christian University”.The research problems of this study were what are the types of slang words found in whatsapp by the group members of the ten semester students and what are the reasons of group members whatsapp chat using slang words?. The aims of this study were to categorize the types of slang found in whatsApp and to explain the reason of slang in WhatsApp. The method of this research was a descriptive qualitative method.The subjects of this research were the English students of Class F in academic year 2015. The instrument of this research were questionnaire and documentation.The result of this research found that there are two types of slang words, in-group slang and common slang. There are 17 slang words of in-group slang, they are Dun, G’monin, Abt, Idk, R u, Dunno, IC, Ofc, Ma, Bombed, Freaking funny, Crash it away, Freak out, Cz, Ya, Temme, Gotcha, Yup, Lmao, Gee. And there are 41 slang words of common slang, they are Guys, Gws, Kay, Wht, Otw, pissed, Hoax, Kinda, Wanna, Imma, Lol, Nope, Buddy, Hbd, Bro, Wth, Prank, Btw, Hip, Fatty, Whaddya, Yikes, X-mass, Omg, Sis, Lemme, Shit, Whacha, Hang around, Kitsch, Mom, Fav, Babe, Wtf, Thx, Nite, Congrat, Datz. The most dominant reason of using slang was 1) Just for fun; 2) To be different; 3) to enrich the language; 4) to reduce the excessive seriousness of a conversation

Analysis Bahasa Kiasan pada lirik lagu kidung jemaat

JOHN MARNES HA'E LAKY
2021 · Thesis · Open Access

This research was conducted under the title “An Analysis of Figurative Language Found in Kidung Jemaat Lyric Songs”. The research problem of this research that solved by the writer stated as follow: (1) what are the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs?, (2) what are the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs”. The aims of the study are to find out, 1) the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs, 2) the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs. The method used in this study is descriptive qualitative method. The writer focus on the song living in faith every day, it is start from pages 356 up to page 418 consists of 64 songs. The writer is only takes 19 of the song by selected the songs and verses. The writer gets the finding of this research, such as: 1) the writer found nine kinds of figurative language as bellow: Anaphora 8 sentences (8.89%), metaphor 6 sentence (6.67%), simile 2 sentence (2.22%), metonymy 23 sentence (25.56%), synecdoche 1 sentence (1.11%), personification 3 sentence (3.33%), irony 2 sentences (2.22%), allegory 14 sentences (15.56%) and symbol sentence (1.11%). The most dominant type of figurative language found in this research is metonymy with 23 sentences (25.56%).The writer concluding that the Kidung Jemaat or songs of the congregation is very beautiful songs to worship God to express our feeling love to honor our Creator which is created effects and imposing to the worshiper in sing the songs.

ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS PADA VEGETASI MANGROVE DI PERAIRAN OESAPA BARAT

NATALIA DEBYANTI MANO
2021 · Thesis · Open Access

RINGKASAN NATALIA DEBYANTI MANO (16383325). Analisis Struktur Komunitas Makrzoobentos pada Vegetasi Mangrove di Perairan Oesapa Barat. WILSON L. TISERA, S.PI, M.SI, PH.D, M.Si sebagai Pembimbing I dan DONNY M. BESSIE, S.Pi., M.Si sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Ekosistem hutan mangrove adalah suatu sistem yang terdiri dari oragisme ( vegetasi, satwa dan mikroorganisme) yang berinteraksi dengan sistem lingkungannya pada suatu habitat hutan mangrove. Makrozoobentos adalah hewan invertebrate yang hidup di dasar perairan. Oleh karena itu, komposisi dan struktur komunitas makrozoobentos yang hidup dalam perubahankualitas air. Makrozoobentos sering dipakai untuk menduga ketidak seimbangan lingkungan fisik, kimia, dan biologi perairan. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobentos yang meliputi kelimpahan dan keanekaragaman, keseragaman dan dominansi pada vegetasi mangrove di Perairan Oesapa Barat. Penelitian ini telah dilaksanakn pada bulan November 2020 bertempat di Pantai Paradiso dan Ekowisata Mangrove. Data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua jenis yaitu data primer dan sekunder. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel yang berdasrkan atas suatu pertimbangan tertentu seperti sifat-sifat populasi ataupun ciri-ciri yang sudah diketahui. Pengambilan sampel mangrove menggunakan metode Garis Transek dan Plot sedangkan pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan Garis Transek dan Kuadran pada 2 stasiun. Hasil penelitian menunjukkan komposisi mangrove pada Pantai Paradiso dengan jumlah tegakan 38 dan pada Ekowisata Mangrove dengan jumlah tegakan 48. Komposisi jenis makrozoobentos yang terdiri dari 96 spesies yang terbagi dalam 3 kelas yaitu, Gastropoda 73 spesies, 23 famili dan 43 genus dengan jumlah 68 individu, Bivalvia 11 spesies, 6 famili dan 6 genus dengan jumlah 6 individu sedangkan Crustacea 6 spesies, 7 famili dan 9 genus dengan jumlah 11 individu. Kelimpahan makrozoobentos dengan jumlah tertinggi adalah Gastropoda 2151 individu. Nilai Keanekaragaman yang diperoleh di Pantai Paradiso 0.45 dan Ekowisata Mangrove 0.47. Sesuai kriteria keanekaragaman makrozoobentos di Pantai Paradiso dan Ekowisata Mangrove tergolong keanekaragaman rendah. Kata Kunci : Mangrove, Makrozoobentos, Kelimpahan, Keanekaragaman, Oesapa Barat

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DI EKOSISTEM MANGROVE PANTAI BAKAU TESABELA DESA TESABELA KECAMATAN KUPANG BARAT KABUPATEN KUPANG

LEWIN RICARD BUAN
2021 · Thesis · Open Access

LEWIN RICARD BUAN (16381220). Struktur Komunitas Gastropoda Di Ekosistem Mangrove Pantai Bakau Tesabela Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Wilson L. Tisera, S.Pi,. M.Si,. Ph.D dan Donny M. Bessie, S.Pi,. M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ekosistem mangrove merupakan habitat dari berbagai jenis biota laut, termasuk biota penempel. Salah satu biota adalah gastropoda. Desa Tesabela mempunyai potensi hutan mangrove yang cukup baik untuk kehidupan gastropoda, karena keadaan substratnya yang berpasir dan berlumpur, sangat mendukung kehidupan gastropoda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda meliputi Kerapatan, Kelimpahan, Indeks Keanekaragaman, dan Indeks Dominasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2020. Pengambilan data mangrove dilakukan dengan metode transek plot/petak dengan ukuran 10 m x 10 m. Pengambilan data gastropoda dilakukan dengan menempatkan plot 10 m × 10 m mangrove, dimana pada plot tersebut terdapat sub plot ukuran 1m×1m yang diletakkan untuk mengamati dan mengidentifikasi biota gastropoda. Pengukuran parameter secara langsung di lokasi. Parameter lingkungan yang diukur pada penelitian ini adalah suhu, salinitas, pH, DO dan substrat dilihat secara visual. Hasil penelitian menunjukan di daerah bakau 5 spesies mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Soneratia alba, Rhizophora stylosa, Obsornia octodonta dan Scyphiphora hydrophyllaeae. Kerapatan jenis mangrove tertinggi adalah spesies Rhizophora mucronata dengan nilai kerapatan 0,11 ind/m² dan kerapatan jenis terendah adalah spesies Scyphiphora hydrophyllaeae dengan nilai 0.01 ind/m² sedangkan ditemukan 12 spesies gastropoda yaitu Nerita balteata,Nerita articulate, Terebralia palustris,Terebralia sulcata, Cerithium coralium, Clypeomorus pellucida, Nassarius olivaceus, Semiricinula muricoides, Monodonta sp, Nerita picea, Lataxiena blosvillei dan Littoraria scabra. Kelimpahan jenis tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 10.19 ind/m². Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.11 ind/m². kelimpahan relatif tertinggi adalah spesies Terebralia sulcata dengan nilai kelimpahan sebesar 35.85%. Kelimpahan terendah adalah jenis Lataxiena blosvillei dan jenis Littoraria scabra dengan nilai kelimpahan sebesar 0.39 %, Keanekaragaman Gastropoda tertinggi mencapai 0.7 pada transek I, keanekaragaman terendah 0.6 pada transek II dan transek II. Nilai indeks dominansi gastropoda mencapai 0,3 pada transek I dan II, serta sebesar 0.23 pada transek III. Nilai indeks dominansi termasuk dalam kategori yang rendah karena nilai mendekati kriteria 0 ( Nol ). Parameter kualitas perairan yang ukur yaitu suhu, DO, pH dan substrat

A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO

SINCE CAROLINA KASE
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This research is about “A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO". The problems of this study are what are the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how does the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of Amanuban dialect. The aims of this research are to find out the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of amanuban dialect. Descriptive qualitative method is used in doing this research. The writer applies the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach of Goddard’s (2002) theory to find out the results with picture through interview. The ‘verb to take’ in Uab Meto has same meaning but different action. Based on the data analysis it was found that in Uab Meto of Amanuban dialect, the ‘verb to take’ can be expressed in fourteen lexicon, namely naiti, ntet, nabak, nloti, nseki, nhel, nau, nbok, naheun, nkui, nseu, nhetu, nbuti, nlefi. The semantic structure based on the argument show; if someone ‘take’ then the component can be mapped to ‘X do something to Y’ and because of this ‘Y move to X’ at the same time, X wants this , X do something like this.

STUDI KARAKTERISTIK PAMPIS SE’I CAKALANG YANG DIPROSES DENGAN ASAP CAIR PADA pH YANG BERBEDA

YERNIS HOMA GALLA
2021 · Thesis · Open Access

Pengasapan merupakan pengolahan tradisional yang bertujuan untuk mengawetkan, membentuk warna dan menghambat kerusakan pada produk olahan. Asap cair merupakan salah satu alternatif yang di gunakan dalam upaya perbaikan pengolahan tradisional karena mudah diaplikasikan sehingga konsentrasinya dapat dikontrol, memberikan cita rasa dan warna yang seragam pada olahan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai kadar air, pH dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tektur) pada produk pampis se’i cakalang. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2021 dimana masa pandemi covid 19 sehingga penelitian ini dilaksanakan secara terbatas pada lingkup Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Laboratorium, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan metode yang di desain dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 2 ulangan sehinggga diperoleh 6 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kadar air dengan nilai pH 5 36.77%, pH 7 38.05% dan pH 9 45.93%, nilai pH dengan nilai( pH 5) 6.2, (pH 7) 7.0, dan (pH 9) 7.2, dan tingkat penerimaan panelis dapat diterima oleh panelis dengan taraf suka menuju taraf sangat suka. Kesimpulan Pampis se’i cakalang yang diproses dengan asap cair pada pH yang berbeda terhadap tingkat penerimaan panelis pada setiap pengujian organoleptik baik warna, aroma, tekstur dan rasa dapat diterima oleh panelis dengan taraf suka menuju taraf sangat suka.

TINJAUAN TENTANG PERSIAPAN ATLET PON NTT CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI JARAK MENENGAH MENUJU PON XX TAHUN 2021 DI PAPUA

TEODORUS H. MBETE
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK TINJAUAN TENTANG PERSIAPAN ATLET NTT CABANG OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI JARAK MENENGAH MENUJU PON XX TAHUN 2021 DI PAPUA Teodorus Hardinus Mbete1*, Andreas J. F. Lumba2, Christin P. M. Rajagukguk3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Istilah atletik berasal dari kata “athlon” (bahasa Yunani) yang berarti lomba atau perlombaan”. Atletik merupakan olahraga yang terdiri dari nomor lari, nomor lompat, dan nomor lempar. Tujuan penelitian: Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan bagaimana persiapan yang di lakukan oleh atlet dan juga pelatih atletik PON NTT. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik tringulasi dengan teknik pengumpulan data: dokumentasi, wawancara, dan observasi. Langkah menganalisis data adalah dengan data reduction (reduksi data), data display dan verivication. Untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian ini mengungkapkan delapan temuan yaitu: 1) Persiapan pelatih atletik pon lari jarak menengah, 2) Persiapan hingga lolos ke PON, 3) Dukungan gizi yang diberikan kepada alet dalam masa persiapan, 4) persiapan atlet pon lari jarak menengah, 5) Perbedaan pola latihan sebelum dan sesudah lolos PON, 6) Psikologi atlet, 7) Peran penting medis dalam masa persiapan, 8) kebutuhan dalam tahap persiapan baik atlet maupun pelatih. Simpulan: Pelatih yang di ambil untuk melatih atlet dalam masa persiapan ini merupakan para pelatih- pelatih yang senior dan berpengelaman, atlet- atlet yang sekarang ini sedang mengikuti latihan persiapan PON merupaka atlet yang sudah lolos pra PON. Latihan persiapan tersebutpun sudah berjalan selama 1 tahun lamamnya dan hingaa saat ini berjalan dengan aman dan lancar meskipun masih memiliki kekurangan dalam hal sarana dan perasarana tetapi itu semua tdak menjadi kendala dalam berlatih, begitupun dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini yaitu covid 19, tidak menjadi halangan bagi mereka dalam berlatih. Kata kunci: Persiapan atlet PON atletik lari jarak menengah.

PROFIL MUTU RUMPUT LAUT KERING Kappaphycus alvarezii DI DESA LOBOHEDE, KECAMATAN HAWU MEHARA, KABUPATEN SABU RAIJUA

IRWAN RICTOSON LEDE
2021 · Thesis · Open Access

IRWAN RICTOSON LEDE (14390024). Profil Mutu Rumput Laut Kering Kappaphycus alvarezii di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Di bawah bimbingan : UMBU P.L. DAWA. S.Pi.M.Sc sebagai pembimbing I dan DEWI S. GADI. S.Pi.M.Si sebagai Pembimbing II, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Desa Lobohede adalah Desa pesisir disisi barat daya pulau sabu yang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensial penghasilan rumput laut kering pada tahun 2019 yang cukup tinggi.Kabupaten Sabu Raijua yang telah digunakan masyarakat sebagai kawasan budidaya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii diperairan Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara.Dalam upaya untuk mendapatkan hasil yang baik, perlunya penanganan pasca panen yang lebih baik, terutama mulai dari penyediaan bibit, perawatan selama pemeliharaan dan pemanenan. Rumput laut dapat dipanen bila usia pemeliharaan mencapai 45-60 hari (sekitar 2 bulan). Sebelum proses pemanenan perlu adanya sarana dan prasarana dalam upaya untuk memperlancar pemanenan seperti perahu untuk menyangkut rumput laut yang akan dipanen, serta waring dan kayu untuk penjemuran. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan teknik penanganan pascapanen rumput laut oleh petani rumput laut di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara Kabupaten Sabu Raijua dan untuk mengetahui nilai organoleptik (kenampakan dan tekstur) dan kimiawi (kadar air) rumput laut yang diproduksi di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua. Penelitian telah dilaksanakan pada bulanDesember 2020 di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua untuk pengamatan teknik penanganan dan pengambilan sampel, serta Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pengujian organoleptik, sedangkandi Laboratorium Politani Negeri Kupang untuk pengujian kadar air.Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian rumput laut kering di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua untuk pengujian organoleptik parameter kenampakan metode waring yaitu 7,53 dan metode gantung 7,45, parameter tekstur metode waring yaitu 7,23 dan metode gantung 7,41 dan kadar air metode waring yaitu 41,93% dan metode gantung 39,31%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu teknik penanganan rumput laut kering di Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua meliputi pemanenan, pengangkutan, penjemuran, pengemasan, penimbangan, penyimpanan dan distribusi dan pengujian rumput laut kering di Desa Lobohede metode penjemuran waring dan gantung untuk organoleptik parameter parameter kenampakan dengan deskripsi sedikit kurang bersih warna kurang cerah dan spesifik jenis dan parameter tekstur dengan deskripsi kering kurang merata dan tidak mudah dipatahkan, kadar air melebihi Standar Nasional Indonesia (SNI 2690-2015).

Studi Komposisi Jenis Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang

HERMAN OKTOVIANUS TASOIN
2021 · Thesis · Open Access

HERMAN OKTOVIANUS TASOIN (14380041). Studi Komposisi Jenis Ikan Pelagis Kecil Berdasarkan Alat Tangkap Berbeda di Perairan Teluk Kupang. Ir Izaak Angwarmasse M.Si dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan pelagis kecil adalah sumberdaya ikan ekosnomis penting dan sebagai komponen utama secara ekologis di ekosistem laut. Sumberdaya ikan ini termasuk sumberdaya neritik yang dominan ditemukan di sekitar pantai. (neritic population). Pemanfaatan sumberdaya ikan pekagis kecil di perairan Teluk Kupang dengan berbagai jenis alat tangkap. Dua jenis alat tangkap yang berperan sebagai penghasil ikan pelagis kecil adalah bagan apung dan mini purse seine. Penelitian ini berertjuan untuk mengetahui studi komposisi ikan pelagis kecil yang tertangkap berdasarkan alat tangkap berbeda di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode deskritif survey. Metode deskritif survei yaitu melalui teknik eksplorasi dan eksperimental fishing terhadap ikan pelagis kecil pada alat tangkap mini Purse seine dan bagan apung yang beroperasi di perairan Teluk Kupang. Komposisi hasil tangkapan pada alat tangkap Bagan apung, jenis ikan yang memiliki proporsi dominan pada alat tangkap mini Purse seine yaitu jenis ikan kembung (Rastrelliger kanagurta.) sebesar 55,50% (545 kg), diikuti jenis ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 32,08% (315 kg) jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 11,10% (109 kg) dan jenis ikan tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 1,32% (13 kg). Sedangkan komposisi jenis ikan pada alat tangkap bagan apung yaitu jenis ikan teri (Stolephous indicus), sebesar 72,21% (932 kg), diikuti jenis ikan Peperek (Leiognathus equulsu.) 15% (191 kg ) jenis ikan tembang (Sardinellla fimbriata) sebesar 11,78% (150 kg). Pada alat tangkap mini Purse seine diperoleh jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) sedangkan pada bagan apung tidak mendapatkan hasil tangkapan kedua jenis ikan tersebut. Hal ini karenakan pada sifat dari alat tangkap bagan apung yaitu pasif atau tidak bergerak untuk mengejar ikan, sedangkan sifat jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) yaitu perenang aktif. Selain itu habitat dari jenis ikan kembung (Rastreliger kanagurta) dan ikan tongkol (Euthynnus affinis) cenderung ke daerah lepas pantai (Oceanik), sedangkan daerah penangkapan alat tangkap bagan cenderung ke daerah teluk atau daerah perairan dekat pantai (neritik). Pada alat tangkap mini Purse seine tidak memperoleh jenis ikan teri dikarenakan ukuran mata jaring yang digunakan yaitu 1 inchi dan 1,5 inchi sedangkan untuk mendapatkan jenis hasil tangkapan ikan teri harus menggunakan ukuran mata jaring yg lebih kecil yaitu 0,2 inchi. Selain itu juga dipengaruhi oleh habitat dari ikan teri yaitu lebih cenderung ke daerah dekat pantai sedangkan daerah penangkapan alat tangkap mini Purse seine di daerah lepas pantai (Oceanik

Analisis bioekonomi sumberdaya ikan tembang (sardinela fimbriata) yang di tangkap di teluk kupang

MATRISNO RAJA
2021 · Thesis · Open Access

MATRISNO RAJA (15380013). Analisis Bioekonomi Sumberdaya Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Yang di Tangkap di Teluk Kupang: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) merupakan salah satu jenis ikan pelagis yang memiliki nilai ekonomi karena permintaan yang semakin meningkat untuk konsumsi maupun sebagai umpan untuk menangkap ikan ekonomis penting. Hal ini memiliki dampak positif bagi nelayan karena pendapatannya semakin bertambahtetapi juga berdampak negatif karena akan membuat pola penangkapan nelayan menjadi lebih intensif hingga dapat terjadi over fishing. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengetahui tingkat pemanfaatan sumber daya ikan tembang (Sardinella fimbriata)yang ditangkap di Teluk Kupang dan Untuk mengetahui upaya pengelolaan selanjutnya meliputi CPUE, MSY dan MEY. Penelitian ini telah dilaksanakan di TPI Oeba dan Pantai Oesapa Kota Kupangpada bulan Juli2020. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.Berdasarkan hasil penelitian di ketahui bahwa hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata)yang tertangkap menggunakan 3 jenis alat tangkap yaitu: bagan perahu, bagan tancap dan lampara di Teluk Kupang memiliki nilai yang berfluktuatif setiap hari yakni bagan perahu total jumlah hasil tangkapan yaitu 2.970 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 600 kg/trip dan terendah yaitu 100 kg/trip. Bagan tancap total jumlah hasil tangkapan yaitu 150 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 50 kg/trip dan terendah yaitu 20 kg/trip. Lampara total jumlah hasil tangkapan yaitu 17.000 kg dengan hasil tangkapan tertinggi yaitu sebanyak 1.000 kg/trip dan terendah yaitu 100 kg/trip.hubungan antara effort dan prediksi hasil tangkapan ikan tembang (Sardinella fimbriata) yang dilakukan oleh nelayan di Teluk Kupang menggunakan alat tangkap bagan apung, bagan tancap dan lampara mulai mendekati titik maksimum yaitu pada nilai effort mencapai 150 maka prediksi tangkapan mencapai 2 ton per harinya