Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 161 dari 195

PENGARUH MODEL PEMBELAJARANSCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI SATAP MATAWAI IWI

EMILIA URU LANDUPARI
2021 · Thesis · Open Access

Permasalahanutamapadapenelitianiniadalahrendahnyahasilbelajarsiswakelas VII SMP Negeri SatapMatawaiIwi.Tujuandaripenelitianiniadalah untuk mengetahuipengaruhmodel pembelajaran Scrambleterhadaphasil belajar siswa.Metode yang digunakanadalahmetodeeksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasiseluruhsiswakelas VIIberjumlah 50 siswadansampelkelas VIIAdankelas VIIBberjumlah 50 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS16.0. Berdasarkanhasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung9.049lebihbesardarinilaittable2.440dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5, hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelaseksperimen . Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaranScramble memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 75,5 %, C2 77,14 % dan C3 74,28 % dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami dan menerapkan apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran Scramble terhadap hasil belajarsiswa.

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN AIR KELAPA MUDA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.)

YANA NADIA MODOK
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK “ Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Air Kelapa Muda Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L)” (Modok, Y.N)* (Solle, H.R.L)** (Theedens, R.G.P.M)** Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang sangat kaya akan sumber bahan pangan yang sangat tinggi salah satunya adalah terung (Solanum melongena L.). Buah terong memiliki kandungan mineral dan vitamin yang cukup lengkap, namun buah terong memiliki kandungan fosfor yang rendah. Terung memiliki manfaat sebagai obat kanker, hipertensi, dan asma. Terung digunakan sebagai sayur karena mengandung protein, vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) dan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang paling tepat untuk menigkatkan pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Botani Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dari bulan November sampai bulan Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL), faktorial yang terdiri dari 2 faktor 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga memperoleh 48 unit percobaan. Selanjutnya akan dianalisis dengan anova dua jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan hasil yang signifikan dari semua parameter pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberian pupuk organik cair dan air kelapa muda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang daun tanaman terung ungu (Solanum melongena L). Dalam penelitian ini konsentrasi pupuk organik cair dan air kelapa muda yang tepat terdapat pada konsentrasi 150 ml dan konsentrasi 200 ml dengan perlakuan P3A3. Kata kunci : Pupuk Organik Cair NASA, Air Kelapa Muda Keterangan : * Penulis ** Pembimbing

PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS TUMBUHAN CIRI KHAS NTT PADA MATERI DUNIA TUMBUHAN PAKU SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA PGRI KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

MARIA SRI HERLINA SERAN
2021 · Thesis · Open Access

Bahan ajar merupakan segala bahan baik informasi, alat, maupun teks yang disusun secara sistematis untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan bahan ajar dapat menciptakan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku sebagai bahan ajar yang layak digunakan di dalam proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE (analysis,design, development,implementation,evaluation). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data deskriptif kualikatif dan kuantitatif dan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu: analisis deskriptif dan analisis statistik deskriptif. Persentase Hasil penelitian yang diperoleh dari uji ahli materi 96,73%,, uji ahli desain 97,72%, uji ahli media 92,74%, uji kelompok kecil 94,70% dan uji kelompok besar 86,12%. dengan total keseluruhan memperoleh nilai 93,60% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena persentase uji validasi ahli materi, uji validasi ahli desain, uji validasi ahli media, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar ≥ 61%. Persentase penilaian menunjukkan adanya respon positif terhadap handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar karena handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT tersebut sesuai dengan tujuan pembelajaran, Hal ini dikarenakan handout berbasis tumbuhan ciri khas NTT pada materi dunia tumbuhan paku yang dikembangkan memiliki kelebihan tersendiri, dimana gambar yang ada di dalam handout dapat menarik perhatian siswa sehingga materi pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa serta dapat membantu guru untuk mengajar materi klasifikasi pada tumbuhan paku

UJI ANTI BAKTERI PEWARNA ALAMI BIJI BUAH PINANG(Areca catechu L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus SECARA In Vitro

AGRID ARMINTA MARKUS
2021 · Thesis · Open Access

Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan provinsi yang memiliki potensi sumberdaya alam melimpah sehingga menjadi peluang dalam mengembangkan sumberdaya manusianya. Salah satunya adalah pembuatan pewarna alami yang dari bagian tumbuh-tumbuhan. Biji buah pinang adalah salah satu bagian dari tumbuhan pinang (Areca catechu L.) yang dapat dimanfaatkan menjadi pewarna alami karena memiliki kandungan pigmen pewarna dan juga mengandung senyawa kimia sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus dapat ditemukan pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, kain, dan kulit yang mengakibatkan penyakit infeksi kulit. Kandungan senyawa aktif yang bersifat antibakteri pada biji buah pinang yaitu polyphenol, flavonoid, tanin, dan alkaloid (Wael dkk., 2017). Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat pewarna alami biji buah pinang dan konsentrasi hambat minimal pewarna alami biji buah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, pada bulan Oktober – November 2020. Metode penelitian menggunakan difusi cakram dan plate count agar kemudian data dianalisis dengan ANOVA satu arah dengan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F hitung 11,305 dengan nilai sig 0,003 (0,003 0,05). Artinya bahwa pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) berpengaruh signifikan terhadap jumlah koloni Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa kontrol memiliki tingkat perbedaan sangat nyata dengan perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakukan 3. Semakin naik konsentrasi perlakuan pewarna alami biji buah pinang (Areca catechu L.) menyebabkan daya hambat pertumbuhan bakteri makin baik dan jumlah koloni bakteri yang tumbuh semakin menurun.

TINGKAT KEPUASAN ATLET TERHADAP KINERJA PANITIA PELAKASANA PADA TURNAMEN SEPAK BOLA WALIKOTA KUPANG CUP 2018

HENDRIKUS R LAKI
2021 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Kinerja atau layanan merupakan suatu jasa penampilan, tidak berwujud dan cepat hilang, lebih dapat dirasakan dari pada dimiliki, serta pelanggan lebih dapat berpartisipasi aktif dalam proses mengkonsumsi jasa. Kurangnya pemahaman akan penyelenggara pertandingan, akan mengakibatkan kualitas yang buruk. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui tingkat kepuasan atlet terhadap kinerja panitia pelaksana pada Turamen Walikota Kupang CUP 2018 Metode penelitian: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dengan Jenis penelitian adalah kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi untuk dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dan pembahasan: (a). Bukti langsung (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi, diperoleh hasil 90,5%. (b). Keandalan (reability), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan, maka diperoleh hasil 83%. (c). Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap, maka diperoleh hasil 87,5%. (d). Keyakinan (confidence) atau jaminan (assurance), mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimilki para staf, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan, maka diperoleh hasil 89%. (e). Emphaty, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan, maka diperoleh hasil 90,5%. Simpulan: Proses pelaksanaan kegiatan turnemen sepak bola Walikota Kupang Cup tahun 2018 dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh sebab adanya kekompakan dan kerja sama tim kepanitiaan dan para atlet

KEMAMPUAN SERVIS BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERTAHAP PADA SISWA KELAS VIII SMP SWASTA TUNAS HARAPAN KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2020/2021

SEFRIT NATONIS
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK KEMAMPUAN SERVIS BAWAH PERMAIANAN BOLA VOLI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERTAHAP PADA SISIWA KELAS VIII SMP SWASTA TUNAS HARAPAN KOTA KUAPANG TAHUN AJARAN 2020/2021 Sefrit Natonis1*, MagdalenaR. P. Wasak2, Fredik Edison Nope3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Kegiatan olahraga pada umumnya dapat dipandang dari empat dimensi yaitu: olahraga rekreatif yang menekankan tercapainya kesehatan jasmani dan rohani dengan tema khas seperti pencapaian kesegaran jasmani dan pelepasan ketegangan hidup sehari-hari. Tujuan penelitian:Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan servis bawah pada permainan bola voli dengan menggunakan model pebelajaran bertahap dengan jarak 3-6 meter pada siswa kelas VIII SMP SwastaTunas Harapan kota kupang Tahun Ajaran 2020/2021. Metode penelitian: motode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif Hasil dan Pembahasan: Pada pengamatan hari kedua ini terlihat peningkatan yang cukup signifikan hal ini dapat mengamati langsung di lapangan saat siswa melakukan servis bawah permainan bola voli. Simpulan: Berdasarkan hasil capaian tingkat kemampuan servis bawah permainan bola voli maka dengan menggunakan model pemebelajaran bertahap pada siswa kelas VIII SMP Swasta Tunas Harapan akan memiliki hasil yang memuaskan. Kata Kunci : Servis bawah, bola voli, model pembelajaran, bertahap

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PASSING BAWAH BOLA VOLI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS IX SMPN 10 KOTA KUPANG

MARIA ADINDA
2021 · Thesis · Open Access

Latar Belakang:Pendidikan jasmani merupakan pendidikan lewat aktivitas-aktivitas jasmani atau pengajaran gerak dalam mencapai tujuan pendidikan. Kemamapuan passing adalah kecakapan dalam mengoper bola kepada teman sendiri dalam suatu regu dengan suatu teknik tertentu, sebagai awal pola serangan kepada lawan Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli pada siswa kelas IX SMPN 10 Kota Kupang. Metode penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMPN 10 Kota Kupang sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi.Teknik analisis datanya mengunakan deskriptif kualitatif Hasil dan pembahasan:Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar passing bawa bola voli siswa dengan nilai rata–rata pada siklus I sebesar 70,45 dengan presentase ketuntasan sebesar 50%. Dan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81,2 dengan presentase ketuntasan sebesar 85%. Simpulan:Berdasarkan hasil penelitian diatas maka penelitian mengambil sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran passing bawah bola voli melalaui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 1X SMPN 10 Kota Kupang selama dua siklus dapat meningkat prestasi belajar siswa yang mencapai nilai KKM 75 bahkan lebih. Sehingga ketuntasan klasikal dalam kelas tersebut sudah lebih dari 75% siswa yang tuntas belajar

PERAN JEMAAT TERHADAP PERKEMBANGAN SD GMIT OEPLIKI (STUDI JEMAAT GMIT EFRATA OEPLIKI, KLASIK AMANUBAN SELATAN

YUNITA M.L. NABUASA
2021 · Thesis · Open Access

Jemaat sebagai perkumpulan orang-orang yang telah ditebus dan mengalami pemulihan sebagai gambar Allah wajib mendidik anggotanya untuk memajukan imannya yang tidak terbatas pada orang-orang dewasa tetapi juga harus dibangun dan di didik sejak dini melalui anak-anak dengan memanfaatkan seluruh potensi yang ada dalam gereja baik dari dalam dirinya maupun diluar dirinya termasuk sekolah-sekolah yang didirikan. Penulisan ini fokus pada analisis peran jemaat terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki, dengan tujuan untuk memahami bagaimana peran Jemaat kususnya Jemaat Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif. Landasan teori yang digunakan dalam menganalisa data penelitian ini adalah teori Teologi Apostolat jabatan atau Tugas seorang rasul memberitakan injil kerajaan Allah ke dalam jemaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran gereja khususnya gereja Efrata Oepliki terhadap perkembangan SD GMIT Oepliki. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara 15 responden dan observasi langsung di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Gereja Efrata Oepliki yang didirikan sejalan dengan SD GMIT Oepliki berkaitan dengan dukungan Moril Jemaat Efrata Oepliki berperan menyediakan bahan-bahan Lokal, terlibat dalam kerja bakti di Sekolah, mendoakan pertumbuhan dan perkembangan SD GMIT Oepliki dan memantau keadaan sekolah menyangkut hubungan Guru dengan murid, hubungan antar guru, hubungan guru dengan orang tua siswa maupun dengan masyarakat. Sedangkan berkaitan dengan peran Materil Jemaat Efrata Oepliki jujur bahwa masih minim dilakukan. Dengan demikian perlu adanya wadah Diakonia bagi sekolah yang masih mengalami kekurangan sarana dan prasarana serta fasilitas, dengan cara mencari donatur agar bisa membantu dalam hal finansial atau keuangan guna memperbaiki mutu pendidikan SD GMIT Oepliki

AN ANALYSIS ON THE IMPLEMENTATION OF ONLINE LEARNING PROCESS BY LECTURERS AT ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM OF ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY DURING COVID-19 PANDEMIC

FINCE YUNITA BALAS
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This research is about the Implementation of Online Learning Process by Lecturers at English Education Study Program of Artha Wacana Christian University during Covid-19 pandemic. The objectives of this research are (1) to find out the implementation on online learning process by lecturers at English Education Study Program of Artha Wacana Christian University during Covid-19 pandemic (2) to find out the problems found in the implementation on online learning process by lecturers at English Education Study Program of Artha Wacana Christian University during Covid-19 pandemic. The method of this research was Qualitative Research with descriptive qualitative method, there is quesionnaire. From the results of this research, the researcher found that the lecturers do four steps in the implementation online learning with several activities, such as: 1) Preparation, send the learning material before the class starts; 2) Activity, create a group discussion, individual presentation, blended learning, and project based learning; 3) Tasks, give some task for students; and 4) Discussion, give comments and correction. From the result of this research, the researcher found that in the implementation of online learning process has four problems faced by lecturers, such as: 1) Internet data, use private internet data; 2) Internet network, bad internet connection; 3) Facilities, laptop or computer and mobile phone; and 4) Students’ participation, less participation and active participation.

An Analysis on Factors Influencing Online English Learning during Covid-19 at Artha Wacana Christian University Kupang in academic year 2019/2020

INDRAWATI BESY
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This study discusses about “An analysis on factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University Kupang in academic year 2019/2020”. The aims of study: to know the factors influencing online English learning during covid-19 at Artha Wacana Christian University. This research used descriptive qualitative method and collecting data by interview (give questionnaires in a manner online). The data were analyzed through stages, namely transcribing the data from the respondent into written data, identifying and classifying data based on the factors influencing online English learning during covid-19, from giving questionnaires and analyzing data. The researcher concludes that there are many factors are facing by students in their daily learning activity or online English learning during covid-19 and those aren’t ensuring students to interest and enjoy the learning nicely. The analysis data that take of factor influencing in online English learning in this current situation covid-19. Therefore, it is become problems for students which is happened during online learning but, the student always enjoy to join the online class. Although in this current situation of covid-19 the researcher showed readers that the English learning are still well even students facing many problems during the Online class, they are challenged and learned new things. Keywords: factors influencing, covid-19, Online Learnig and E-learning.

Metathesis found in uab Meto verb of Amanuban and Amfo'an dialects on the Book of Mark

WINDA BIRE
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This study discuss about ”A Metathesis Found in Uab Meto Verb of Amanuban and Amfo’an Dialects on the Book of Mark”. The aim of study is: to find out types of metathesis found in Uab Meto verbs of Amanuban and Amfoa’an dialect on the Book of Mark. The researcher used qualitative method and theory suggested by Sona and Budiarta (2018) explained Uab Meto is unique in its verb construction and also interesting to study in terms of meaning. Those verbs have different forms, same meaning and most importantly metathesis was found there. As in Khafidhoh (2019) metathesis is one of the unique phenomena of language and has divided into five types. Namely; pure metathesis in the same syllable, pure metathesis in different syllable, metathesis followed by addition, metathesis followed by omission, and metathesis followed by addition and omission. The data is taken from the Book of Mark on Amanuban and Amfo’an version and was analyzed with using some procedures such as, selecting chapter to be analyzed, next is reading that chapter, identifying Uab Meto verb, and classifying the types of metathesis. After that, analyzing data and making conclusion. The result of this study showed that there were 45 verbs found in Amanuban and Amfo’an dialects which have metathesis. As the result, 11 verbs found as pure metathesis in the same syllable, 19 verbs found as pure metathesis in different syllables, 9 metathesis followed by addition, no metathesis followed by omission, and 6 metathesis followed by addition and omission. Keywords: Metathesis, Uab Meto verb, dialect, the Book of Mark.

A comparative study between phonemes of Mauponggo Dialect and Maunori Dialect of Nagekeo Language

KRISTINA UTA SAMBU
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT The research entitled “Comparative Study Between Phonemes of Mauponggo Dialect and Maunori Dialect of Nagekeo Language”. The formulation of the problem in this study is what is difference and similarity of the phonemes between the Mauponggo and Maunori dialects. The purpose of this study was to determine the differences between the Mauponggo dialects and the Maunori dialects in Nagekeo language. The subject of this study use a qulitative description method and the research instrument use were record and interviews. From the finding, the researcher found two types of phoneme were changed in them, namely Assimilation and Neutralizazion, as well as sound simmilarities and in a word between the Mauponggo dialect and by Maunori. Showed the similarities are dominant than the differences. Based on the data in the table it is found that there are fewer dialect differencess, is 10 words and 65 words similarities. Differences dialect of data like as podo and pondo which means pot, padu and pandu which means papaya, than similarity from two dialect like as kema and kema which means work, mawe and mawe which means slow

ANALISIS YURIDIS TENTANG ALASAN PERCERAIAN DAN PERBEDAAN PENETAPAN HAK ASUH ANAK DALAM PUTUSAN PERKARA PERCERAIAN (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Kupang)

YETRI YOSINA LAKAPU
2021 · Thesis · Open Access

Judul tulisan iniadalah”Analisis yuridis tentang alasasan perceraian dan Perbedaan penetapan hak asuh anak dalam putusan perkara perceraian”.Rumusan Masalah; Mengapa Terjadinya Perceraian? Dan Mengapa Terjadi Perbedaan Penetapan Hak Asuh Anak? Tujuan yang ingin penulis kaji adalah: untuk mengetahui alasan terjadinya perceraian! Dan perbedaan penetapan perbedaan hak asuh anak! Variabel yang saya gunakan pada penelitian ini adalah Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi penyebab adanya perubahan pada variabel bebas dalam penelitian ini adalah: perkara perceraian pada Pengadilan Negeri Kupang. Variabel terikat adalah alasan perceraian dan perbedaan penetapan hak asuh anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dan bersifat deskriptif untuk mendeskripsikan atau menguraikan masalah aktual terkait alasan perceraian dan perbedaan penetapan hak asuh anak yang berkekuatan Hukum tetap. Sumber data: putusan Pngadilan Negeri Kupang, dan bahan Hukum yang diteliti adalah bahan Hukum sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka yang menjadi kesimpulan sesuai dengan permasalahan penulis yakni : 1. penyebab perceraian : a. Adanya Percecokkan b. Penganiayaan c. Perzinahan 2. Perbedaan penetapan hak asuh anak : a. Hak Asuh anakada pada ayah karenaTidak adanya tanggung jawab sebagai Ibu dalam hal mengurus/memelihara anak, dan Ibu melakukan perbuatan zina dan tidak memiliki pekerjaan. sedangkan b. Hak asuh anak ada pada ayah dan Ibu karena anak-anak telah berusia dewasa dan mandiri, dan karena anak-anak belum dewasa.

DISPARITAS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DI PENGADILAN NEGERI BATU RAJA

YANPITER UMBU EDA
2021 · Thesis · Open Access

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah :Disparitas Putusan Hakim Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Di Pengadilan Negeri Baturaja. Hakim dalam hal ini juga harus dapat me mberi putusan yang bijaksana dan bertanggung jawab penuh kepada Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam putusannya hakim dituntut tidak boleh sekedar melaksanakan undang undang, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek moral dan sosial. Putusan hakim sangat berpengaruh atas suatu perkara karena keadilan menjadi hal yang sangat diharapkan. Putusan hakim tersebut mencerminkan proses penegakan hukum yang erat kaitannya dengan sosial kemasyarakatan yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Putusan hakim seperti inilah yang banyak menuai persoalan dari masyarakat, misalnya terkait dengan putusan yang berbeda Judul adalah: Disparitas putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan di pengadilan Negeri Baturaja. Masalah dalam penelitian ini dalah: Bagaimana dasar pertimbanagan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadapa Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Tujuan penelitan yaitu: Untuk mengetahui dasar Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Baturaja sehingga terjadi disparitas putusan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum penelitian terdiri dari peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian, penelitian menemukan 4 alasan yang menjadi dasar prtimbangan hakim Pengadilan Negeri baturaaja sehingga terjadinya disparitas putusan terhadap pelaku Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekeasan . 1. Tuntutan Yang Berbeda Dari Jaksa Penuntut Umum 2. Indenpedensi Hakim 3. Kualitas Perbuatan Terdakwa 4. Hal-Hal Yang Memberatkan Dan Meringankan

EFEKTIVITAS PEMBINAAN “Pendekatan Komunitas Iman Terkait Peran Fasilitator Dalam Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo Dan Implikasinya Bagi Jemaat GMIT Yegar Sahaduta Osmo, Klasis Kota Kupang”

PRITA OLIVIA NDOEN
2021 · Thesis · Open Access

Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo merupakan salah satu persekutuan jemaat Tuhan yang berada di wilayah Klasis Kota Kupang. Ketika penulis diundang untuk mengikuti Sidang Majelis Jemaat GMIT Yegar Sahaduta, ada keluhan dari anggota jemaat terkait pelayanan pembinaan jemaat yang dijalankan oleh gereja atau pelayan. Dalam penelitian penulis menemukan bahwa pemimpin atau pelayan yang ada dalam Jemaat GMIT YegarSahadutaOsmo, belum secara penuh memberdayakan anggota jemaatnya atau anggota komunitasnya dalam hal mendampingi dan saling mendukung di dalam upaya untuk menemukan makna hidup mereka. Terlihat dari perkunjungan yang dilakukan tidak secara rutin dan dikemas dalam bentuk ibadah oleh gereja serta peran pemimpin dalam mendampingi UPP dan BP untuk menjalankan program-program yang direncanakan masih kurang terlihat. Pemimpin atau pelayan memberi tugas dan membiarkan setiap UPP dan BP untuk menjalankan tugas atau programnya tanpa adanya pendampingan. Pelayan akan mengevaluasi program yang telah dijalankan ketika UPP atau BP memasukkan laporan pertanggung jawabannya. Pemimpin harus menyadari akan keterpanggilannya untuk menjalankan perintah dari Yesus. Dalam Matius 28:19-20, Yesus memerintahkan para murid untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid-Nya. Perintah ini juga ditujukan bagi pemimpin yang melayani di dalam jemaat. Pemimpin harus memaknai akan keterpanggilannya dalam melakukan pembinaan di jemaat. Pimpin harus mampu menjadikan semua anggota jemaat menjadi murid Yesus. Cara yang digunakan untuk menjadikan anggota jemaat murid Yesus ialah membaptis dan mengajar. Kedua cara ini harus dijalankan secara maksimal oleh gereja sehingga adanya perubahan di dalam diri anggota jemaat untuk mengikuti apa dikehendaki oleh Allah. Selain dari itu, untuk menjawab akan permasalahan jemaat, penulis menawarkan model PWG pendekatan komunitas iman. Pendekatan komunitas iman memiliki tujuan untuk membangun komunitas yang mendorong perkembangan autentik manusia dan menolong orang-orang untuk menjadi bagian dari komunitas. Disinilah dibutuhkan peran seorang pemimpin, dalam pendekatan komunitas iman, pemimpin atau pelayan memiliki peran sebagai fasilitator bagi kehidupan anggota jemaat atau warga gereja agar dapat mencapai misi gereja.

“ALLAH MENOPANG DI MASA KRISIS” Suatu Tinjauan Pastoral Mengenai Pendampingan Pastoral Gereja Bagi Kaum Lansia Dalam Masa Pandemi Covid-19 Di Jemaat Gmit Bait El Kampung Baru Penfui

RICHARD A MENNO
2021 · Thesis · Open Access

Lansia sering dipandang sebagai kaum rentan yang segala sesuatunya harus diperhatikan, mulai dari makan, minum, bersosialisasi dan lain-lain. Dari pandangan itulah yang akhirnya membuat lansia seakan semakin tak berdaya sehingga membutuhkan orang lain dalam mengurus segala kebutuhan mereka. Terlebih lagi di masa pandemi, lansia dianggap sebagai kaum rentan yang harus terus diperhatikan. Perhatian terhadap kaum lansia dimasa pandemi menjadi pertanyaan, apakah lansia mendapatkan kebebasan dan kepuasan yang seharusnya mereka terima? Ataukah justru lansia seakan mengalami tekanan mental akibat aturan-aturan yang harus mereka patuhi, seperti pola makan, bersosialisasi dan lain sebagainya. Keterbatasan dalam segala hal yang dialami oleh lansia membuat mereka kehilangan kebebasan dalam menikmati masa tua, masa yang seharusnya dipenuhi dengan kebersamaan dan refleksi hidup, kini menjadi ketakutan tersendiri bagi mereka. Orang-orang yang seharusnya berperan dalam membantu mereka membangun hidup di masa tua justru menghilang. Kebutuhan rohani mereka tidak tercukupi dengan baik sehingga perkara iman menjadi sesuatu yang tidak lagi diperhatikan bagi lansia. Dalam masa pandemi, lansia dihadapkan dengan masa krisis yang menerpa kehidupan mereka. Krisis yang menjadi pergumulan lansia berkaitan dengan kondisi fisik, mental, dan spiritual. Secara fisik, lansia bergumul dengan kesehatan di masa pandemi untuk tetap bisa menjaga kesehatan mereka dengan baik, meskipun lansia termasuk ke dalam kategori yang rentan terkena dampak pandemi COVID-19. Dari segi mental, lansia dihadapkan dengan kenyataan bahwa COVID-19 adalah jenis virus yang dapat menyebabkan kematian. Lansia yang termasuk ke dalam kategori kaum rentan dan dengan kondisi fisik yang mulai melemah mulai merasakan takut kehilangan dan takut dengan sebuah kematian. Lalu, dari segi spiritual, dengan adanya pandemi COVID-19 yang membuat gereja memberhentikan sementara kegiatan ibadah. Lansia yang selalu ada dalam setiap ibadah baik ibadah Minggu, ibadah rumah tangga dan ibadah kategorial merasa bahwa ada sesuatu yang kurang. Menurut para lansia, ibadah bukan hanya sekedar rutinitas, tapi menjadi sebuah bentuk kerinduan untuk bertemu Tuhan dalam setiap doa yang mereka panjatkan dan jika tidak beribadah rasanya ada yang kurang. Peran gereja diperlukan oleh lansia di Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru Penfui untuk bisa menyentuh pergumulan yang dirasakan oleh lansia di masa pandemi COVID-19. Kondisi fisik, mental dan spiritual lansia menjadi hal yang harus diperhatikan oleh presbiter Jemaat GMIT Bait El Kampung Baru agar dapat menguatkan lansia sehingga dapat menguatkan keadaan fisik, mental, serta iman dan spiritualitas kepada Tuhan

FENOMENA GAME ONLINE

MERYANTI NONI Y. DULLI
2021 · Thesis · Open Access

Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami adiksi terhadap game online. Adiksi yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai adiksi terhadap game online layak mendapat perhatian serta peran pastoral untuk menolong mahasiswa yang mengalami adiksi,agar keluar dari situasi tersebut. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Mahasiswa Fakultas Teologi mengalami adiksi terhadap game online, dampak yang ditimbulkan dari adiksi dan merefleksikan persoalan ini menurut teologi pastoral serta bagaimana pendampingan pastoral yang tepat bagi Mahasiswa Fakultas Teologi yang mengalami adiksi. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai persoalan adiksi terhadap game online yang dialami oleh Mahasiswa Fakultas Teologi Kupang. Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa, para narasumber memiliki beberapa kebutuhan dasar yang harus dipenuhi yakni: physical needs (kebutuhan fisik), safety needs (kebutuhan rasa aman), social needs (kebutuhan sosial), esteem needs (kebutuhan penghargaan) dan self actualizatione (kebutuhan aktualisasi diri). Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu, mereka menggunakan game online, sehingga mengakibatkan adiksi. Adapun beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adiksi terhadap game online yakni: gangguan relasi sosial, gangguan akademik, gangguan kesehatan, gangguan psikologis, dan konsumtif. Sebagaimana yang telah disaksikan oleh Alkitab bahwa, tugas dari orangtua ialah memberi pengajaran bagi anaknya untuk mengasihi Allah yang Esa dengan melakukan segala perintahNya, dalam hal ini tidak mengikuti keinginan duniawi dan menduakan Allah. Orangtua yang dimaksud dalam tulisan ini ialah orangtua kandung dan dosen Fakultas Teologi yang memerankan peran, sebagai orangtua bagi mahasiswa di kampus.Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan membebaskan Mahasiswa dari adiksi terhadap game online, maka, Fakultas Teologi perlu menerapkan fungsi pendampingan pastoral yakni: fungsi membimbing, fungsi memulihkan dan fungsi memelihara.

MARI BERSAAT TEDUH Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Pemahaman dan Pelaksanaan Saat Teduh serta Implikasinya bagi Jemaat GMIT Lahairoi Tuaksabu Lasiana

EBIT GILBERD BULE LOGO
2021 · Thesis · Open Access

Dalam kehidupan umat Kristen, beribadah kepada Allah melalui Yesus Kristus merupakan salah satu bentuk ucapan syukur atas karya penyelamatan yang dilakukan bagi umat manusia dan dunia ini. Selain itu, beribadah juga dapat membantu umat Kristen agar dapat membangun hubungan yang erat dengan sang pencipta. Salah satu hal yang dapat membantu umat kristen membangun hubungan yang erat dengan sang pencipta ialah saat teduh dalam liturgi kebaktian. Namun dalam realitas yang terjadi, saat teduh masih sering diabaikan dalam liturgi kebaktian. Contohnya ialah pada pelaksanaan saat teduh di Jemaat GMIT Lahairoi Tuaksabu Lasiana. Melihat masalah yang terjadi diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih dalam untuk mengetahui gambaran umum jemaat, pemahaman jemaat terhadap saat teduh, realita pelaksanaan saat teduh jemaat, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman dan pelaksanaan saat teduh tersebut. Dari point-point di atas, penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih dengan tujuan agar dapat menolong dalam mencari pengertian yang mendalam tentang suatu gejala, fakta atau realita masalah, serta peristiwa yang dapat dipahami. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan narasumber kunci. Dalam penyajian hasil penelitian, penulis menggunakan metode penulisan deskripsi, analisis, dan reflektif. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa Jemaat GMIT Lahairoi Tuaksabu Lasiana memiliki pemahaman mengenai saat teduh yang beragam. Pemahaman yang beragam itu kemudian mempengaruhi pelaksanaan saat teduh di jemaat tersebut. Bahkan ada jemaat yang mengakui dirinya sering melalaikan pelaksanaan saat teduh tersebut. Alkitab yang diyakini sebagai sentral dalam ibadah, juga diyakini menjadi dasar refleksi teologis dalam berbagai aspek. Salah satunya ialah untuk merefleksikan saat teduh di dalam pelaksanaan kebaktian jemaat. Selain melihat pendasaran Alkitab, pemahaman teologis tentang saat teduh juga dapat dilihat dari buku-buku dan narasumber ahli berkaitan saat teduh. Dengan demikian dapat membantu jemaat memahami pentingnya saat teduh untuk mengingat penyertaan Tuhan dalam kehidupan jemaat, serta menyadari kerapuhan dalam diri tiap jemaat yang membutuhkan Allah merengkuh kerapuhan tersebut.

Menjadi Gereja Yang Hidup Suatu Tinjauan Teologis Pembanguan Jemaat Terhadap Pemahaman dan Praktik Ibadah di Pos pelayanan GMIT Silo Fetomone Mata Jemaat Pniel Noelaku, Klasis Mollo Barat

MARLIANTI CORLINE TAKESAN
2021 · Thesis · Open Access

Partisipasi jemaat GMIT Pos Pelayanan Silo Fetomone dalam beribadah masih sangat kurang. Kehadiran warga jemaat dalam ibadah-ibadah terkadang diwakilkan oleh salah satu atau dua anggota keluarga. Ibadah terkadang tidak berjalan oleh karena jemaat ataupun majelis jemaat lebih mementingkan pekerjaan dan kesibukan pribadi mereka dibandingkan dengan melibatkan diri dalam beribadah. Penulis mengangkat topik ini menjadi bahan penelitian dengan tujuan untuk menganalisa sejauh mana pemahaman jemaat tentang makna ibadah dan menghayati makna tersebut melalui tindakan nyata. Dengan demikian, ibadah yang seringkali dilakukan oleh jemaat tidak hanya dianggap sebagai sebuah rutinitas belaka yang menjadi sebuah kewajiban untuk dilakukan, tetapi jemaat dapat mengetahui makna ibadah yang sesungguhnya. Ibadah merupakan suatu tanggapan manusia atas kasih Allah yang telah dianugerahkan kepada kita. Artinya, jika kita melakukan ibadah entah berdoa, entah bertindak karitatif (berbuat kasih) kepada sesama. Ibadah menekankan dimensi vertikal pelaksanaan misi gereja. Gereja yang mengabaikan kehidupan spiritualnya akan kehilangan daya dalam melaksanakan misinya. Misi adalah aksi kontemplatif dan kontemplasi yang aktif pada saat yang bersamaan. GMIT melaksanakan ibadah sebagai akta iman dan penyembahan kepada Allah dalam roh dan kebenaran di segala tempat dan waktu. Ibadah merupakan perwujudan relasi yang benar dengan Allah Tritunggal dan tanda syukur atas pimpinan, pemeliharaan, dan perlindungan-Nya. Penelitian ini berfokus pada persepsi warga jemaat Pos Pelayanan Silo Fetomone terhadap pemahaman dan pratik ibadah yang dilakukan. Meneliti pandangan mereka tentang ibadah menjadi penting karena dalam kenyataan, warga jemaat lebih mementingkan kesibukan pribadi dari pada menghadiri ibadah. Dengan mengetahui alasan-alasan ketidakaktifan mereka di kebaktian Minggu, gereja bisa mengatur strategi pelayanan yang tepat bagi mereka. Untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan praktik ibadah dalam Pos Pelayanan Silofetomone, digunakan metode penelitian kualitatif dan metode penulisan berupa deskripsi, analisis, dan reflektif. Kata kunci: Ibadah, Warga Jemaat, Partisipasi, Pemahaman dan Praktik Ibadah, GMIT

“BERDUKACITA DI TENGAH PANDEMI COVID-19” Suatu Tinjauan Pastoral Terhadap Dampak Pembatasan Sosial Selama Pandemi Covid-19 Bagi Keluarga Yang Berduka Di Jemaat GMIT Imanuel Kefamenanu

RICHARD SOEMARDI L KARIMON
2021 · Thesis · Open Access

Jemaat Imanuel Kefamenanu Klasis Timor Tengah Utara merupakan salah satu anggota GMIT yang sangat merasakan dampak Pandemi Covid-19 khususnya yang dialami dalam sebuah kedukaan. Kedukaan ditengah Pandemi dirasakan sangat berbeda dari kedukaan-kedukaan yang dialami sebelum adanya pandemi. Berbagai dampak positif dan negatif muncul pada saat adanya kedukaan. Kedukaan di masa Pandemi sangat berbeda karena waktu yang dipersingkat, kontak fisik, jaga jarak serta dampak lainnya harus dirasakan dan mengakibatkan kesedihan yang mendalam kepada setiap keluarga yang berduka. Pembatasan sosial menjadi sebuah dampak yang pada akhirnya sangat berpengaruh terhadap kematian ditengah Pandemi. kedukaan yang dialami ditengah Pandemi ini mengharuskan setiap keluarga dan jemaat untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam menghadapi kedukaan. Melihat permasalahan di atas, penulis kemudian tertarik untuk meninjau lanjut dalam sebuah penulisan skripsi. Metode yang penulis gunakan adalah sebuah tinjauan pastoral terhadap dampak pembatasan sosial kepada keluarga duka selama adanya Pandemi Covid-19. Tinjauan pastoral ini sangat menolong keluarga duka dan jemaat dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi. Dalam menghadapi kedukaan ditengah Pandemi Covid-19 fungsi pelayanan pastoral sangatlah membantu. Fungsi-fungsi itu terdiri dari: membimbing, menopang, mendamaikan dan mengasuh. Dengan kehadiran pelayanan pastoral ditengah kedukaan seharusnya dapat memberikan kontribusi dan menolong setiap keluarga yang mengalami kesedihan dikarenakan kedukaan. Fungsi pastoral juga merupakan salah satu jalan mendewasakan setiap keluarga yang berduka. Peranan gereja sebagai gembala juga sangatlah dibutuhkan untuk membimbing setiap keluarga yang berduka ditengan Pandemi Covid-19. Ditengah Pandemi Covid-19 mengharuskan gereja bekerja secara lebih efektif dan kreatif, karena dalam masa ini segala bentuk pelayanan harus dibatasi oleh waktu. Pertolongan yang diberikan oleh gereja sebagai gembala mesti dilakukan secara terus menerus meskipun hanya melalui sebuah kontak dengan jarak yang jauh. Otoritas Tuhan tidak bisa dibatasi oleh pemikiran manusia. Dan ketika manusia mengalami penderitaan khususnya menghadapi covid-19 ini, seharusnya tanggung jawab diletakan kepada manusia sebagai “pewaris” dari alam ciptaan Tuhan. Ia menginginkan agar manusia tidak menjadi manusia yang cengeng dengan sedikit-sedikit meletakan seluruh tanggung jawab kepada Tuhan ketika menghadapi malapetaka dan penderitaan. KATA KUNCI: Kedukaan, Pandemi Covid-19, Pembatasan Sosial, Pastoral, Gembala.