Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 141 dari 195

PENGARUH KARAKTERISTIK PEMERINTAH DAERAH DAN TEMUAN AUDIT BPK TERHADAP KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (Pada Pemerintah Kabupaten/Kota Di Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2017-2019)

YUDITH ANITERE MAU
2021 · Thesis · Open Access

From the results of the study using the multiple linear regression method using SPSS Version 2.0, it shows that the size of the area has a negative effect or has the opposite direction of influence on the performance of the local government, meaning that the larger the size of the area, the lower the government's performance. while the level of regional wealth, the level of dependence on the central government and capital expenditures have no effect on the performance of the regional government in the province of East Nusa Tenggara.

Analisis Perkembangan Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang Tahun Anggaran 2015-2019 Menggunakan Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal

MEYLINDA SARI MAMO HOKE
2021 · Thesis · Open Access

Pengelolaan pemerintah daerah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten dan kota memasuki era baru sejalan dengan dikeluarkannya UU No. 22 Tahun 1999 yang mengatur tentang Otonomi Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Desentralisasi Fiskal. Dalam perkembangannya kebijakan ini diperbaharui dengan dikeluarkannya UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagai revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, menetapkan bahwa pemerintahan dilaksanakan berdasarkan atas asas desentralisasi, asas dekonsentrasi, dan asas tugas pembantuan, maka dalam rangka desentralisasi dibentuk dan disusunlah pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan desa sebagai daerah otonom. Selain itu, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004, sebagai revisi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1999 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, yang mengatur mengenai pemberian kewenangan atau otonomi yang luas, nyata dan bertanggungjawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah secara proposional. Peran aktif pemerintah daerah dalam mengelola daerahnya sendiri sebagai perwujudan daerah yang mandiri, merupakan tantangan yang sudah harus diterima oleh pemerintah daerah sebagai penerapan otonomi daerah. Otonomi daerah adalah pemberian kewenangan oleh pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten/kota dalam hal pembuatan keputusan daerah secara lebih leluasa untuk mengelola sumber daya sesuai dengan potensi daerah yang dimiliki dalam rangka membangun, mengelola, mengendalikan dan mengevaluasi segala sumber daya yang ada di daerah. Menurut (Widjaja), Otonomi daerah merupakan salah satu bentuk desentralisasi pemerintahan, pada hakekatnya bertujuan untuk memenuhi kepentingan bangsa secara keseluruhan. Permasalahan yang terjadi terkait dengan diberlakukannya otonomi daerah adalah bagaimana daerah dapat mengatasi ketergantungan terhadap pemerintah pusat dalam hal ketergantungan fiskal untuk kebutuhan segala kegiatan pembangunan daerah (Kuncoro, 2004). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perkembangan Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang Tahun 2015-2019 dilihat dari rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. Rasio ini merupakan tolak ukur kewenangan dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengelola dan mengoptimalkan pendapatan secara mandiri. Peneliti memilih memakai rasio ini karena kemandirian daerah ditunjukkan oleh derajat desentralisasi fiskal. Derajat Desentralisasi Fiskal dihitung berdasarkan rasio PAD terhadap TPD. Rasio Derajat Desentralisasi Fiskal menggambarkan besarnya campur tangan pemerintah pusat dalam pembangunan daerah yang menunjukkan tingkat kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan otonomi daerah, Halim (2007). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu melakukan perhitungan-perhitungan terhadap data keuangan yang diperoleh untuk memecahkan masalah yang ada sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus rasio Derajat Desentralisasi Fiskal. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang dilihat dari rasio Derajat Desentralisasi Fiskal rata-ratanya adalah 15,82% yang termasuk dalam kategori “Kurang”, artinya Kinerja Pemerintah Kota Kupang dalam hal pengelolaan potensi daerah untuk menghasilkan PAD masih kurang dan lebih banyak menerima bantuan dana dari pemerintah pusat untuk membiayai “rumah tangganya”. Menyangkut hal ini, sebaiknya pemerintah daerah Kota Kupang harus berusaha meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya sehingga tidak bergantung lagi dari Dana Perimbangan (Bagi Hasil Pajak, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus) dari Pemerintah pusat.

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS

JOHAN TAMU AMA
2021 · Thesis · Open Access

PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG SUKUN PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK BROWNIES KUKUS Johan Tamu Ama; Melkianus Nuhamara; I. D. A. A. R. R. Adi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat substitusi tepung sukun pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownis kukus dan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung sukun terbaik pada tepung terigu terhadap karakteristik organoleptik brownies kukus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang di cobakan dalam penelitian ini yaitu :P0 (kontrol) = Tepung Terigu 100% tanpa adanya substitusi tepung sukun; P1 = 60% Tepung Terigu + 40% Tepung Sukun; P2 = 55% Tepung Terigu + 45% Tepung Sukun; P3= 50% Tepung Terigu + 50% Tepung Sukun dan P4 = 45% Tepung Terigu + 55% Tepung Sukun. Adapun parameter yang akan diamati dalam penelitian adalah karakteristik organoleptik berupa warna, rasa, aroma, tekstur.Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung kemudian dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Analisis Organoleptik tertinggi terdapat pada perlakuan P4 (55%) Tepung Sukun dengan nilai warna 4.622, Aroma 4.822, Rasa 4.600 dan Tekstur 4.489.

PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM

UMBU TAMU MAHABAR
2021 · Thesis · Open Access

PENGARUH KONSENTRASI SARI SABUT BUAH LONTAR TERHADAP CITA RASA ES KRIM Umbu Tamu Mahabar; A. I. Medeah; Zet Malelak Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Email : [email protected] ABSTRAK Tujuandaripenelitianiniadalah Untuk mengetahui berapakah konsentrasi optimum dalam penambahan sari sabut buah lontar yang dapat meningkatkan penerimaan sensorikkonsumen pada es krim dan untuk mengetahui profil kesukaan masyarakat terhadap es krim dengan konsentrasi sari sabut buah lontar dilihar dari warna, rasa, aroma dan tekstur. Adapunbahan-bahan yang akandigunakandalamkegiatanpenelitianini, yaitu:sari sabutbuah lontar (70 gr), SP (125 gr), santankelapa (300 gr), gulapasir (200 gr)dan susu (1500 gr). Adapunalat yang akandigunakandalampenelitianini, yaitu: Timbangan, blender, freezer, gelasukur, saringan, pisau, mixer, cup ice cream, baskomplastik, pancialuminium dan kompor.Penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 30 orang panelis. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari:P0 = Tanpa penambahan konsentrasi sari sabut buah lontar; P1 = Penambahan sari sabut buah lontar 7 %; P2 = Penambahan sari sabut buah lontar 14 %; P3 = Penambahan sari sabut buah lontar 21%; P4 = Penambahan sari sabut buah lontar 28 %. Adapunvariabel yang akandiamatidalampenelitianadalahCita rasa (warna, rasa, aroma, tekstur).Data yang diperolehdihitungmenggunakanAnalisis of variance (ANOVA). Nilai rata-rata karakteristikaspekwarna (P0 = 1.02; P1 = 1.833; P2 = 2.944; P3 = 3.944; P4 = 4.667), karakteristikaspek rasa (P0 = 2.00; P1 = 2.778; P2 = 3.444; P3 = 4.122; P4 = 4.756), karakteristikaspek aroma (P0 = 1.11; P1 = 2.089; P2 = 3.144; P3 = 3.9; P4 = 4.944) dan karakteristikaspektekstur (P0 = 1.74; P1 = 2.911; P2 = 3.244; P3 = 4; P4 = 4.933). Hasil AnalisisSidikRagam (ANOVA) menunjukkanbahwapembuatan es krim sari sabutbuahlontarmemberikanpengaruh yang nyata pada tarafsignifikan 1% (P>0.01) terhadappenerimaankarakteristikaspekwarna, rasa, aroma dan tekstur. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu : Penambahan sari sabut buah lontar pada pembuatan es krim dengan perlakuan yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata pada taraf 1% (P>0.01) terhadap karakteristik organoleptik dilihat dari aspek rasa, aroma, warna dan tekstur yang dihasilkan, persentase sari sabut buah lontar yang paling baik digunakan pada es krim yaitu persentase 28% terhadap karakteristik organoleptik rasa, aroma, warna dan tekstur dan es krim dengan penambahan sari sabut buah lontar dapat diterima oleh panelis terhadap karakteristik organoleptik warna, rasa, aroma dan tekstur.

PENGARUH LAMA PERENDAMAN BUAH SUKUN (Artocarpus altillis) DALAM LARUTAN KAPUR SIRIH TERHADAP KARAKTERISTIK KERIPIK SUKUN

KURNIWAN CUNG NITBANI
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian tentang pengaruh lama perendaman buah sukun (Artocarpus alltilis) dalam larutankapur sirih terhadap karakteristik keripik sukun. Metode yang digunakan adalah menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 faktorial.Adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah persentase kapur sirih dan lama perendaman larutan kapur sirih. Hasil penelitian menunjukan bahwa uji analisis organoleptik pada. Nilai rata-rata produk keripik sukun yang paling tinggi disukai konsumen yaitu terdapat pada perlakuan D dengan lama perendaman 80 menit menghasilkan nilai rata-rata Tekstur 3,689 (sangat suka) warna 3,756 (sangat suka) ; rasa 3,822 (sangat suka)

An Analysis on Cohesive Devices Found in Students' English Argumentative Essay at Artha Wacana Christian University Kupang

EKARISTA RAJO
2021 · Thesis · Open Access

This research aimed to find out the types and dominant use of cohesive devices in students’ English argumentative essay writing. This study was designed as qualitative study. The subject of this research was taken from students’ argumentative essays at Artha Wacana Christian University Kupang. There were 10 essays in writing course. The instrument of this research used documentary analysis and the data were collected through the document of students’ argumentative writings analyzed using the theory of cohesion by Halliday and Hasan (1976). The analysis was concerned with grammatical cohesion (reference, substitution, ellipsis, conjunction), and lexical cohesion (reiteration and collocation). The results of this study show that the 10 argumentative essays of students produced the five types of cohesive devices. There were reference, substitution, ellipsis, conjunction and lexical cohesion. Among those five types, conjunction most prominently with (44,9%), followed by the reference (37%), lexical cohesion (16%), while substitution (1,18%) and ellipsis (0,79%). Therefore, the researcher concluded that in students' argumentative essay the students still overused and misplaced of certain cohesive device namely conjunction, references and repetition.

An Analisys On Body Language In Lamaholot Culture

IGNASIUS NUHO IKUN
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This current research is entitled " BODY LANGUAGE ANALYSIS IN LAMAHOLOT CULTURE ". The writer formulated two research questions, namely: (1) What are the types of body language in Lamaholot Culture? and (2) What are the functions of body language in Lamaholot Culture?. The aims of this research to find out the types of body language in Lamaholot Culture and the functions of body language in Lamaholot Culture. The data was taken from interviewed the Lamaholot community and analyzed the data by using descriptive qualitative method. There are two types of body language in Lamaholot Culture, namely : 1. Part of body, wich include 1). Head ‘Nado geri lodo’. 2). Facial expression, a). Eyebrows ‘Ilo mate’. b). Eyes ‘Mate bohi’ c). Nose ‘Geweru iru’. d). Lips ‘Giki wewe’. e). Tongue ‘Lolo ewel’. and f). Jaw ‘ Bea wewe’. 3). Eye contact ‘Niku weki’. 4). Body posture, a) Body proximity ‘Tobo ire no kerejehe’. b). Shoulder movement ‘Briku geri lodo’. c). Arm placement ‘Teke ale’ d). Leg and feet movement ‘Tili lei’. 5). Hand and finger gesture, a) Hadling and placement object ‘Sedu ewe nawu / Breka ekewai’ b).Finger tapping or druming ‘ Deto lime’ and 2. Intent, 1). voluntary/intentional movement ‘Penuhu lime’ and 2. Involuntary movement ‘Eke melihe’. And find out five function in Lamaholot culture, namely : 1). Affirms ‘Nado geri lodo’. 2). Contradict ‘Geka be’. 3). Substitution ‘Ligu lime’. 4). Complementing ‘Giki wewe’. 5).Accenting ‘Pemela’. And there are thirtieth body language in Lamaholot Culture.

THE SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS ON THE PROCESS OF KAUSNONO RITE IN TIMORESE’ WEDDING CEREMONY

FETI MARLIANI BANAMTUAN
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This Thesis is written under the title The Sociolinguistic Analysis on The Process of Kausnono Rite in Timorese’ Wedding ceremony, with the research question what is the process of Kausnono rite in Timorese’ wedding ceremony especially in Konbaki village, Polen district?. The aim of this study is to find out the process of Kausnono rite in Timorese wedding ceremony, especially in Konbaki village, Polen district. This research is a descriptive qualitative research. The data resource of this research is taken from five native speakers in Konbaki village who know clearly about Kausnono rite. The five informants are all male, consisting of a religious leader, two traditional leaders as Mafefa and also two community leaders. The result of this research shows that there are three processes in Kausnono rite applied by the Konbaki people. The first is the process of bife fomili neman neo atoni ume ‘the bride’s arrival at the groom’s house’, the second process is the process of bife nono masanu ‘reducing the clan’ and the last is the process of atoni nono masaeba ‘raising the clan’. Kausnono rite is needed in Konbaki village because it’s a must that has to be carried out from the generation to generation.

Mendeskripsikan karakter utama dalam novel The Land Of Five Towers oleh Ahmad Fuadi

ROSITA LOBANG
2021 · Thesis · Open Access

ABSTRACT This research is about a descriptive study of main characters in The Land of Five Towers By Ahmad Fuadi.The problems of this study are what are the main of charactersin The Land of Five Towers Novel, and what are the characteristic of main characters in The Land of Five Towers Novel. The aims of study are to find out the main of characters found in The Land of Five Towers Novel, and describe the characteristic of main characters found in The Land of Five Towers Novel. The method used in this study is descriptive qualitative. The data was taken from the novel. In this research, the writer used the documentation technique to collect the data from novel, then analyzed the characters and characteristic of each dialogue that includes to the types of characters and characteristic of the characters. After analyzing the data, the writer found two types of characters, they are major and minor character. Major character is a character is a emphasized to tell the story. This characteris very important in the story. Minor character is a character that support the major character. This character is not too important and is usually only used to support the role of major character. while the characteristic are protagonist and antagonist characteristic.Protagonist is a character who is loved by the reader. The protagonist usually looks likes a hero according the reader. Antagonist is a character that always makes a conflict.

A Descriptive Study on the Problem Encountering in Teaching English as a Foreign Language During Online Learning at SMP Angkasa Lanud Eltari Kupang.

OTNIEL LENGGU
2021 · Thesis · Open Access

This study is about the problem faced by the teachers toward online learning. The writer conducted this study under the title "A Descriptive Study on the Problem Encountering in Teaching Englsih as a Foreign Language During Online Learning at SMP Angkasa Lanud Elatari Kupang. To know what are the problems that faced in online learning and how to solve the problem that faced in online learning. There were three teachers of SMP Angkasa Lanud Eltari Kupang involved in this study. To attain the aims of this study, the data were collected through an online questionnaire uploaded in Google Form. The collected data were analyzed using qualitative descriptive. The findings revealed that theachera had seven problems encountered in teaching english as a foreign language during online learning that classified into understanding on the material, teachers' ability to use technology in online learning, the limitation in the learning controlling, media of online learning, internet access, internet quota, and the last enthusiastic to participate in online learning.

Analisis strategi pemasaran melalui pemanfaatan media sosial Facebook dalam meningkatkan penjualan produk online shop di kota Kupang

DESI MARIANDA MAMALEY
2021 · Thesis · Open Access

Latar belakang penulis melakukan penelitian yaitu Perkembangan ekonomi yang semakin pesat membuat persaingan antar pengusaha-pengusaha semakin ketat dimulai dari berkembangnya teknologi yang menyebabkan pengusaha akan menghadapi berbagai kendala didalam perkembangan bisnisnya sehinga pengusaha membutuhkan suatu strategi untuk meningkatkan penjualan, meraih keunggulan yang diharapkan dan mampu memenangkan persaingan. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu bagaimana hubungan antara strategi pemasaran terhadap penjualan produk, bagaimana memanfaatkan media sosial facebook sebagai media pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk. Kemdian penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara strategi pemasaran terhadap penjualan produk di kota Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan mendeskripsikan data kualitatif tentang strategi pemasaran dan penjualan produk dengan komposisi variabel dan indikator yang terdapat dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di kota Kupang dan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi linear sederhana. Dari hasil penelitian yang dilakukan strategi pemasran dan penjualan produk menununjukan bahwa strategi pemasran dan penjualan produk mempunyai hubungan yang signifikan sebesar 0,000>0,05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan. Terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,421 dari nilai output di atas diketahui bahwa nilai Persen Correlation yang dihubungkan antara masing-masing variabel mempunyai tanda bintang, yang mengartikan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara variabel yang dihubungkan Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik strategi pemasaran maka semakin meningkat penjualan produk, sebaliknya jika strategi pemasaran tidak baik maka penjualan produk akan menurun. Melalui penelitian ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat membantu parah Pengusaha yang berjualan menggunakan media sosial facebook dijadikan sebagai input yaitu dengan diketahui bahwa strategi pemasaran dan penjualan produk dalam korelasi tidak ada hubungan. Hal ini perlu diperhatikan, bahkan ditingkatkan agar strategi pemasaran dapat mempengaruhi penjualan produk dan dapat tetap terjaga dengan baik.

ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN KABUPATEN ALOR

RIZKY WILLIAN PRATAMA LAUFRA
2021 · Thesis · Open Access

Budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian bagian organisasi Munandar (2001:263) mengemukakan bahwa motivasi merupakan faktor-faktor yang mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha yang keras.Kondalkar (2007:54) Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja kpegawai, penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pegawai pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kab. Alor Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi hasil penyebaran kuesioner dan menganalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu spss. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya organisasi berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai sedangkan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dengan nilai konstanta sebesar 8,883 yang menunjukan bahwa ketika semuah jika variabel bebas 0 maka besar kinerja Y adalah 8,883 ditambah dengan variance yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas. Koefesien regresi X1 sebesar -0,038 menyatakan bahwa apabila penurunan variabel Budaya Organisasi (X1) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan penunuran kinerja sebesar -0,038 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. Koefesian regresi Motivasi kerja (X2) sebesar 0,551 menyatakan bahwa apabila peningkatan variabel Motivasi kerja (X2) sebesar satu satuan maka akan menyebabkan kenaikan kinerja sebesar 0,551 satuan dengan asumsi semua variabel konstan. dan nilai thitung < ttabel (t-hitung -0.210 < t-tabel 1.70113) untuk variabel budaya organisasi (X1) atau Ha ditolak dan H0 diterima, dan nilai sig. 0,835>0,05 dan nilai thitung > ttabel (2,542>1,70113) untuk variabel motivasi kerja (X2) atau H0 ditolak dan Ha diterima. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi instansi maka perusahaan harus memperhatikan dan meningkatkan motivasi kerja karyawan diantaranya gaji, hubungan kerja, pengakuan atau penghargaan, dan peluang untuk maju karena berdasarkan hasil penelitan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai.

Efisiensi Pengelolaan Keuangan Desa (Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu)

DESI FILOMENA MALI
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul “ Efisiensi Pengelolaan keuangan Desa ( Studi Kasus Di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu). Skripsi ini ditulis oleh DESI FILOMENA MALI, NIM 17411666 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen ,Jalur Minat Keuangan Daerah,Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ( UKAW ) Penelitian ini memiliki tujuan yang ingin di capai adalah mengetahui bagaimana tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Karena sering kali yang kita lihat realisasi tidak sesuai dengan target maka pengoptimalan pengelolaan keuangan daerah yang efisien perlu dilakukan. Berdasarkan hal ini tentang pentingnya mengoptimalkan anggaran secara efisien dalam pengelolaan keuangan desa, penulis tertarik untuk menganalisis bagaimana efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu APBD Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu periode anggaran 2016 hingga 2018. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode Dokumentasi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efisiensi pengelolaan keuangan desa di Desa Tialai Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu berada pada tingkat manajemen keuangan desa yang kurang efisien. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dan hasil kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat disampaikan yaitu Agar belanja Desa Tialai lebih efisien, maka Pemerintah Desa dalam hal ini perlu mengkaji antara sektor yang produktif dengan sektor yang kurang produktif dan membuat perencanaan yang matang, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan, penganggaran yang sesuai dengan standar harga/biaya yang berlaku.

Analisis Hubungan Budaya Organisasi Dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT. Nindya Karya (Persero) Cabang Kupang

RUNITA RAWA MANDAPU
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul “Analisis Hubungan Budaya Organisasi dan Pemberdayaan Karyawan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada PT.Nindya Karya (Persero) Cabang Kupang. Skripsi ini ditulis oleh RUNITA RAWA MANDAPU, NIM 17412139 Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalur Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Latar belakang dalam penelitian ini yaitu rasa berdaya dan tanggung jawab tidak dimiliki anngota tim maka tidak akan pernah menyadari potensinya untuk berkembang,selain itu juga kurang mendapatkan pengalaman atas masalah dan kurang menyadari bahwa tugas tersebut sangat berarti bagi tim dalam sebuah organisasi. Jika rasa penguatan dan kewajiban terkandung dalam suatu kelompok kerja, maka kemampuan dalam menyelesaikan siklus kerja akan meningkat dan kesadaran berkembang menjadi bagian penting dalam kerja sama, dan pergaulan juga akan lebih berhasil. Oleh karena itu sesuai dengan perkembangan zaman,tidak dapat dihindari bahwa semua komponen latihan ,termasuk organisasi, harus menjaga standar atau bahkan harus mengimbangi adanya upaya perubahan yang diakibatkan globalisasi. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu apakah budaya organisasi mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja karyawan dan Apakah pemberdayaan karyawan mempunyai hubungan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kemudian penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan budaya organisasi,pemberdayaan karyawan terhadap kepuasan kerja pada PT.Nindya karya (persero) Cabang Kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah persentase. Penelitian ini dilakukan di PT.Nindya Karya (persero) Cabang Kupang dan populasi dari penelitian ini sebanyak 102 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian inidengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 45 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi linear sederhana. Dari hasil penelitian yang dilakukan hasil output/uji korelasi dimana nilai signifikansi lebih besar dari tingkat alpha ( 0,070>0,05), maka kesimpulannya adalah menolak Ha dan menerima H0 yang berarti bahwa tidak terdapat korelasi atau hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja karyawan pada PT.Nindya Karya (persero) cabang kupang. Terlihat nilai pearson correlationsebesar 0,273 yang berarti kekuatan hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja termasuk dalam kategori korelasi lemah. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik budaya organisasi maka semakin tinggi kepuasan kerja karyawan. Maka sebaliknya jika budaya organisasi tidak baik maka kepuasan kerja karyawan pun menurun. Sedangkan dari hasil output/uji korelasi dimana nilai signifikansi lebih besar dari tingkat alpha ( 0,418>0,05), dimana nilai ini lebih besar dari 0,05 ( 0,418>0,05) maka kesimpulannya adalah menolak Ha dan menerima H0 yang berarti tidak terdapat korelasi atau hubungan antara pemberdayaan karyawan dengan kepuasan kerja karyawan pada PT.Nindya Karya (persero) cabang kupang. Terlihat nilai pearson correlationsebesar -0,124 yang berarti kekuatan hubungan antara pemberdayaan karyawan dengan kepuasan kerja termasuk dalam kategori korelasi sangat lemah. Karena pearson correlation bernilai negatif, maka arah hubungan dari keduanya adalah hubungan tidak searah yang berarti semakin tinggi pemberdayaan karyawan maka semakin rendah kepuasan kerja karyawan. Dan sebaliknya jika pemberdayaan karyawan rendah maka kepuasan kerja karyawan akan semakin tinggi. Melalui penelitian ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat membantu pihak PT.Nindya Karya yang dijadikan sebagai input yaitu dengan diketahui bahwa budaya organisasi dan kepuasan kerja dalam korelasi lemah. Hal ini perlu diperhatikan, bahkan ditingkatkan agar budaya organisasi dapat mempengaruhi kepuasan kerja dan dapat tetap terjaga dengan baik. Dan dengan diketahui bahwa Pemberdayaan karyawan berada dalam korelasi lemah, maka perlu diperhatikan agar pemberdayaan karyawan yang dialami karyawan tidak semakin tinggi, terutama pada indikator pertanggunggjawaban. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak berlarut-larut dengan pendekatan pemberdayaan karyawan yang telah dijelaskan dalam landasan teori.

Pengaruh Deskripsi Pekerjaan Dan Spesifikasi Pekerjaan Terhadap Kinerja Pegawai Di Bagian Tata Pemerintahan Pada Kantor Walikota Kupang

NATALIA J. O. KONO
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh Deskripsi Pekerjaan Dan Spesifikasi Pekerjaan terhadap Kinerja Pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang” jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif. Adapun beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yakni deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Kinerja pegawai dapat berjalan dengan baik apabila dibantu dan didukung oleh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan agar dapat mencapai kinerja pegawai yang efisiensi. Deskripsi pekerjaan merupakan hasil analisis pekerjaan sebagai rangkaian proses menghimpun dan mengelola informasi mengenai suatu pekerjaan sesuai dengan tanggung jawab pegawai.keseluruhan kajian ringkasan informasi pekerjaan dan syarat-syarat pelaksanaan seorang pegawai sebagai hasil analisis tugas pokok dari uraian pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan merupakan syarat-syarat atau kualifikasi dan persyaratan minimum yang harus dimiliki oleh seorang pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan. Spesifikasi pekerjaan dijadikan informasi dasar untuk memulai proses rekruitmen, seleksi dan penempatan pegawai dalam menentukan posisi atau jabatan seorang pegawai. Selain itu kinerja pegawai juga perlu diperhatikan guna mencapai hasil kerja yang dicapai oleh setiap aparatur sipil negara pada unit/organisasi sesuai dengan sasaran kinerja pegawai dan perilaku kerja. Penilaian kerja dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi dengan memperhatikan target, capaian, hasil dan manfaat yang dicapai, serta perilaku aparatur sipil negara. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang. Penelitian ini merupakan analisis deskriptif, populasi dan sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi liniear berganda uji t, uji F, dan uji R2 menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis lanjutan menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, dan kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang berada dalam kategori baik. Indikator dari masing-masing variabel tersebut juga dideskripsikan dengan rekapitulasi jawaban responden. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan analisis regresi linier berganda diketahui bahwa deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekejaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dibagian Tata Pemerintahan pada Kantor Walikota Kupang.

Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Intensif Terhadap Semangat Kerja Karyawan (Pada CV. Willy Karya Kupang)

DOMIS TRIANUS BOKI
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian dalam tugas akhir ini bertujuan Untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Pelatihan danPemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV.Willy Karya. Dan Untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhiPelatihan dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan pada CV. Willy Karya.. Dengan latar belakang dari penelitian ini adalahSemangat Kerja digunakan untuk menggambarkan suasana keseluruhan yang dirasakan para karyawan dalam perusahaan. Apabila karyawan merasa bergairah, bahagia, optimis menggambarkan bahwa karyawan tersebut mempunyai semangat kerja tinggi dan jika karyawan suka membantah, melakukan kesalahan, kelihatan tidak tenang maka karyawan tersebut mempunyai semangat kerja yang rendah. Dalam suatu pekerjaan baik itu berat maupun ringan pasti akan mengalami yang namanya kejenuhan dalam bekerja, dan kebanyakan orang yang putus asa jika bertemu dengan kejenuhan, memang untuk menghadapi hal tersebut semua harus mencari solusinya dengan mencari inspirasi agar semangat kerja mampu tercapai. Pada dasarnya karyawan mempunyai peranan penting dalam perusahaan, karena setiap karyawan akan membantu pekerjaan di perusahaan cepat selesai dengan hasil yang baik. Akan tetapi setiap karyawan mempunyai kemampuan yang berbeda–beda, hal itu bergantung kepada semangat dan kegairahan kerja setiap karyawan itu sendiri, didalam melaksanakan kegiatan kerja karyawan tidak akan terlepas dari semangat dan kegairahan kerja sehingga dengan demikian karyawan tersebut akan selalu mampu melaksanakan pekerjaan dengan baik. Secara umum karyawan bekerja karena didorong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut maka karyawan secara fokus dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, untuk itu dibutuhkan suatu dorongan bagi pegawai dalam suatu organisai. Adapun objek atau lokasi dari penelitian ini adalah CV. Willy Karya Kupang. Objek yang akan diteliti merupakan perusahaan dibidang kontruksi. Dalam rangka mendayagunakan Sumber Daya Manusia khususnya di lingkungan objek penelitian tidak lepas dari pembinaan yang bertujuan tercapainya tujuan organisasi yang terbaik dalam operasional perusahaan dan tercapainya keberhasilan karyawan dalam bekerja. Namun berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan 2 karyawan (YN dan PS) mengatakan bahwa kondisi yang terjadi di objek penelitian dalam kenyataan ada beberapa permasalahan yang dapat diidentifikasi. Masih ditemukan karyawan yang sering datang terlambat, pulang sebelum waktunya, atau ada yang tidak hadir dikantor (absen) tanpa alasan yang jelas. Selain itu kurangnya rasa saling mendukung terhadap beban pekerjaan masing-masing karyawan menyebabkan konflik sering terjadi terutama dikarenakan sikap saling menjatuhkan hanya untuk sekedar menguatkan posisi di depan pimpinan. Dalam proses meningkatkan semangat kerja karyawan, perusahaan juga selalu memperhatikan insentif karyawan yang diberikan diluar gaji berupa pemberian fee bila dalam mengerjakan atau memenangkan setiap hasil lelang proyek, pemberian biaya makan dan tunjangan hari raya bagi karyawan. Selain itu dalam rangka meningkatkan mutu karyawan maka perusahaan melaksanakan pelatihan-pelatihan misalnya pelatihan manajemen proyek, pelatihan mandor, pelatihan manajemen bangunan, pelatihan pengawasan dan pekerjaan bangunan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Pelatihan Kerja Dan Pemberian Insentif Terhadap Semangat Kerja Karyawan”. Pada Cv. Willy Karya Kupang. adalah sebagai berikut Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pelatihan kerja (X1) diperoleh koefisien sebesar 0.005 t hitung 3,244 dan niali signifikan 0,002 yang berarti jika variabel pelatihan kerja sesuai dengan harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang sebesar 0,005 satuan. Dengan kata lain pelatihan kerja akan sesuai dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya. Ini dibuktikan dengan t-hitung > t- tabel (3.244 > 1.697) hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho ditolak maka membuktikan bahwa ada pengaruh pelattihan kerja terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan ini menyimpulkan bahwa analisis regresi linear berganda dengan pengujian secara parsial diketahui variabel pemberiaan insentif (X2) diperoleh koefisien sebesar 0.059, t hitung 0.340 dan niali signifikan 0.734 yang berarti jika variabel pemberiaan insentif sesuai harapan maka akan meningkatkan semangat kerja karyawa CV Willy KaryaKupang sebesar 0.737satuan. Dengaan kata lain pemberiaan insentif akan meningkat sejalan dengan semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pelatihan Kerja bepengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy Karya Kupang Berdasarkan pengujian yang dilakukan, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemberian insentif mempunyai pengaruh terhadap semangat kerja karyawa CV Willy Karya Kupang. Ini dibuktikan dengan dengan t hitung < t tabel (0.071< 1.691 ) yang berarti t hitung pada variabel pemberian insentif adalah lebih kecil dari t tabel hal ini menunjukan bahwa hipotesis dari Ho1 diterima maka ini membuktikan bahwa tidak ada pengaruh pemberiaan insentif terhadap semangat kerja karyawan CV Willy Karya Kupang. Hasil perhitungan uji hipotesis t diketahui bahwa Pemberian Insentif berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada CV. Willy KaryaKupang

Pengaruh pengiklanan dan Kualitas Produk dimasa pandemi covid-19 terhadap peningkatan Volume Penjualan ayam Geprek Pada Geprek Bensu Kupang

AGUSTINUS KAHEWA ROMU
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama pengaruh pengiklanan terhadap volume penjualan Geprek Bensu Kupang, kedua pengaruh kualitas produk terhadap volume penjualan Geprek Bensu Kupang ,dan terakhir pengaruh pengiklanan dan kualitas produk terhadap volume penjualan Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh karyawan Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 21 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam menjawab hipotesis adalah Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa , pertama pengiklanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 2,637 dengan nilai signifikan sebesar 0.007 0,05 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,216. kedua Kualitas Produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 2,334 dengan tingkat signifikan 0020,05 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,036. Ketiga pengiklanan dan Kualitas Produk berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Volume Penjualan Geprek Bensu Kupang, hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar Dari hasil pengujian diperoleh nilai F hitung sebesar 3,614 dengan signifikan sebesar 0,009 ( 0,0000,05). Peneliti memilih Rumah makan siap saji dengan Brand terkenal seperti Bensu dibandingkan merek lain adalah karena kuatnya pengiklanan yang dilakukan oleh perusahaan dan merupakan makanan siap saji Ayam Geprek yang sangat terkenal apalagi CEO adalah seorang pablic figur terkenal. Kualitas produk yang dimiliki perusahaan melibatkan keyakinan pelanggan pada suatu produk sehingga timbul rasa percaya diri atas kebenaran tindakan yang diambil. Rasa percaya diri pelanggan atas keputusan pembelian yang diambilnya mempresentasikan sejauh mana pelanggan memiliki keyakinan diri atas keputusannya memilih suatu produk. Faktor yang perlu diperhatian oleh Perusahaan seperti pengiklanan dan kualitas produk agar dapat mempengaruhi konsumen untuk meningkatkan volume penjualan. Faktor pertama yang mempengaruhi volume penjualan adalah pengiklanan. Pengiklanan juga merupakan hal terpenting dalam perusahaan, karena pengiklanan mempromosikan produk dari perusahaan. Selain itu Kualitas Produk merupakan salah satu faktor penentu konsumen dalam memilih produk atau jasa, kualitas produk yang baik akan menciptakan kepuasan pada konsumen.

Pengaruh Kepuasan Kerja Dan Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Di PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang

FALERINA JANUM
2021 · Thesis · Open Access

Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai kesuksesan tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang merupakan faktor utama atau yang dominan bagi perusahaan. Perusahaan harus mampu membangun dan meningkatkan semangat didalam lingkungan perusahaan. Keberadaan sumber daya manusia dalam perusahaan sangat penting karena akan menunjang keberhasilan perusahaan. Perusahaan memiliki visi dan misi yang harus dicapai,salah satunya untuk memperoleh profit (profit oriented). Agar bisa mencapai tujuan dalam perusahaan,dan menciptakan semangat kerja sehingga mampu meningkatkan kinerja karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Robbins (2008;170) kepuasan kerja merupakan sikap umum seseorang individu terhadap pekerjaannya. Jadi kepuasan kerja yang diperoleh oleh individu merupakan gambaran pekerjaan yang dilakukan. Kompensasi merupakan hasil penjual tenaga sumberdaya manusia (SDM) terhadap organisasi. Namun dalam hal ini terkadang pula bahwa para karyawan telah memberikan segala kemampuan kerjanya pada organisasi, maka organisasi sewajarnya menghargai jeripaya karyawan itu dengan cara memberi balas jasah atau kompensasi yang setimpal kepada mereka ,Saydam(2000:232). Melihat salah satu fungsi kompensasi adalah untuk memotivasi karyawan maka perusahaan sebagai pihak yang memberikan kompensasi mengenai hal ini.Setiap karyawan yang memberikan kemampuaan terbaiknya tentunya harus dibalas dengan hal yang sepandan. Dalam meningkatkan semangat kerja karyawan perusahaan harus melakukan beberapa cara misalnya melalui tindakan disipliner,memberikan motivasi, pemberian kompensasi yang layak dan lain-lain. Dengan adanya disiplin dari karyawan yang baik maka semangat kerja karyawan juga akan terlakasana dengan baik, guna untuk meningkatkan produktivitas serta pencapaian tujuan dari perusahaan atau organisasi. Sehingga suatu pekerjaan akan mengalami kelancaran dalam penyelesaian tugas oleh karyawan. Menurut Malayu S.P. Hasibuan (2003.94) bahwa semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kepuasan Kerja dan Kompensasi terhadap Semangat Kerja Karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Jenis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan. Teknik pengambilan data berupa menyebarkan kuisioner kepada seluruh karyawan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 karyawan PT. Sapta Sari Tama Kupang. Nilai thitung1.584> ttable 1,739 maka H0 di Tolak dan Ha di terima yaitu variabel kepuasan kerja (X1) yaitu berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan (Y). Nilai thitung 6.224 > ttabel 1.739 maka H0 di tolak dan Ha di terima yaitu variabel kompensasi (X2) berpengaruh positif dan sugnifikan terhadap semangat kerja karyawan. nilai F hitung sebesar 28.936 dengan nilai F tabel adalah 3,20 sehingga nilai F hitung >F tabel atau 28,936 > 3,20 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, dapat disimpulkan bahwa variabel pengaruh kepuasan kerja (X1) dan kompensasi (X2) secarah bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja karyawan karyawan pada PT Sapta Sari Tama Kota Kupang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kepuasan kerja dan Kompensasi kerja secara simultan dapat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Semangat kerja karyawan pada PT. Sapta Sari Tama Kota Kupang. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, dapat dilihat Nilai Adjusted R Square sebesar 0,746. Angka tersebut menunjukan bahwa sebesar 74,6%. Semangat kerja (Variabel terikat) dapat dijelaskan oleh variabel faktor kepuasan dan kompensasi kerja. Sisanya 25,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

PENGARUH SEGMENTASI PSIKOGRAFIS DAN PERILAKU TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MIE INSTAN MEREK SEDAP DI KOTA KUPANG

MARIA NOFRIDA HOAR
2021 · Thesis · Open Access

Latar belakang dalam penelitian ini yaitu keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari dalam diri konsumen maupun luar konsumen. Faktor segmentasi psikografis dan perilaku konsumen merupakan indikator yang mempengaruhi terbentuknya keputusan pembelian konsumen untuk membeli sebuah produk. Kemampuan perusahaan dalam menciptakan produk yang inovatif dan sesuai keinginan dan perilaku konsumen. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemui dilokasi penelitian yaitu apakah segmentasi psikografis dan perilaku berpengaruh terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang. Kemudian penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah segmentasi psikografis dan perilaku berpengaruh terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang. Penelitian yang penulis lakukan disini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di kos-kosan sekitaran oesapa kota kupang, dan sampel dari penelitian ini sebanyak 100 orang sebagai responden. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan persoalan penelitian tersebut, maka hipotesis dirumuskan sebagai berikut: 1. Segmentasi psikografis berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang. 2. Segmentasi perilaku berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang. 3. Segmentasi psikografis dan perilaku secara serempak berpengaruh terhadap keputusan pembelian mie instan merek sedaap dikalangan mahasiswa oesapa kota kupang.

ANALISIS HUBUNGAN BELANJA MODAL DAN BELANJA PEMELIHARAAN PADA ANGGARAN DINAS PEKERJAAN UMUM DN PERUMAHAN KABUPATEN BELU TAHUN 2018-2020

AHAD ARISTHO RAGA
2021 · Thesis · Open Access

Hasil ini juga didukung dengan angka koefisien determinasi sebesar 0,280 atau 28%. Angka ini menunjukkan bahwa variabel belanja modal tahun xv anggaran (2020) dapat mempengaruhi variabel belanja pemeliharaan tahun anggaran (2020), sedangkan sisanya sebesar 72% perubahan pada belanja pemeliharaan dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Hasil lain yang ditemukan dalam penelitian ini yang menunjukkan adanya hubungan antara belanja modal dan belanja pemeliharaan adalah angka signifikansi pada uji t di mana diperoleh nilai t hitung sebesar 1.324. Angka ini lebih besar dibandingkan dengan nilai t tabel pada derajat signifikansi (α) sebesar 0,05.