JULINDA .N BOYMAU
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA TOINEKE KECAMATAN KUALIN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN JULINDA N.BOYMAU 17411901 Universitas Kristen Artha Wacana Kupang 2021 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Toineke Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian kualitatif dengan mengurai data secara deskriptif. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara, serta dukumentasi dengan arsip dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan: pertama, proses pengelolaan alokasi dana desa meliputi: Perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Pengelolaan alokasi dana desa oleh pemerintah desa Toineke telah mengikuti aturan teknis yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Namun dalam prosesnya belum optimal. Hal ini terlihat dari proses pelaporan dan pertanggungjawaban yang mengalami keterlambatan. Untuk proses peloporan realisasi penggunaan alokasi dana desa belum sesuai dengan jadwal yang telah di tentukan sehingga menyebabkan keterlambatan pencairan dana untuk tahapan berikutnya. Begitupula dengan pertanggungjawaban penggunaan alokasi dana desa sehingga masyarakat tidak dapat mengevaluasi hasil kerja pemerintah desa dan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah yang tidak di laksanakan tepat waktu. Kata Kunci: Pengelolaan Alokasi Dana Desa
ANTONIUS BRIA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Malaka Barat dan Untuk mengetahui kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor Kecamatan malaka Barat. Berdasarkan urain latar belakang maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah pegawai yang ada pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, dan sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Kuesiner yang merupakan sejumlah pertanyaaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.Semantic Differencial scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala pengukuran secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : kuat-lemah, baik-buruk,tidak setuj-setuju. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket tertutup di buat dengan menggunakan skala 1-10 untuk mendapakan data yang bersifat interval dan di beri skor atau nilai sebagai berikut : untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju : sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 sangat setuju. Untuk memudahkan pemecahan masalah, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesiner yang secara mendalam menggunakan analisis regressien SPSS. Hasil penelitian ini menunjukan variabel gaya kepemimpinan (X1) berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari signifikansi gaya kepemimpinan (X1) 0,946 > 0,05 dan nilai thitung 2.240 >2,056 tabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel gaya kepemimpinan (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikansi pada variabel Diketahui nilai signifikansi variabel kepuasan kerja (X2) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka, hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel kepuasan kerja (X2) 0,053 > 0,05 dan t hitung 0,195 2,056 t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Kecamatan malaka barat kabupaten Malaka. Melalui penelitian ini Penulis menyarankan untuk peneliti selanjutnya lebih memperluas populasi, melengkapi dengan teknik pengumpulan data yang lain atau menyertakan variabel dari faktor - faktor lain yang mempengaruhi kinerja pegawai, seperti Motivasi kerja, Kualitas, Kuantitas, pelaksanaan tanggung jawab, dan kondisi fisik pekerjaan. Peneliti selanjutnya dapat menganalisis faktor lain yang memberikan kontribusi terhadap kinerja pegawai. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Kinerja Pegawai.
MARIA INCE FAHIK
2022 · Thesis · Open Access
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG TIMUR ABSTRAKSI Penelitian ini merupakan deskriptif, pada pemerintahk kabupaten kupang dengan judul Analisis efisiensi dan efektivitas pengelolan keuangan daerah di kabupaten kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di pemerintah kabupaten kupang. Penelitian ni dilakukan di Badan pengelolaan Keuangan Daerah Dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data berupa dukumentasi. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada Badan keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Hasil analisis efisiensi pengelolaan keungan menunjukan bahwa perhitungan dari tingkat efisiensi secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 98,76%, ini menunjukan bahwa tingkat efisiensi sangat baik. karena hasil dari 100%. Hal ini menujukan bahwa pemerintah dapat mengunakan uang dengan baik. Hasil analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukan bahwa perhitungan dari tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah kabupaten kupang dari tahun 2017 samapi 2019 dengan tingkat efektivitas sebesar 100,6%. Dengan demikian berarti tingkat efektivias pengelolan keuangan kabupaten kupang adalah efektif , hal ini menujukan dari hasil perhitungan yang menunjukan angka lebih dari 90%. Adapun konsep penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan pencapaian keberhasilan laporan keuangan yang diartikan sebagai hasil yang telah di capai atas berbagai efesiensi yang dilakukan oleh karyawan, dan dapat dijelaskan bahwa laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntasi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja kerja di BKAD tersebut. Ppopulasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang dimiliki badan pengelolaan keuangandan Aset daerah Kabupaten Kupang. Data analisis yang digunakan adalah Rasio Efesiensi dan Efektivitas hasil penelitian menunjukan bahwa rasio efesiensi dan rasio efektivitas selama tiga tahun mengalami tingkat efisiensi dan efektivitas yang baik. Rasio efesiensi tertniggi yang tercapai 98,76%. Dan rasio efektivitas tertinggi yang di capai 100,6%. Kesimpulannya adalah laporan keuangan pada badan keuangan dan Aset daerah kabupaten kupang sudah memilili kriteria yang sangat baik
DAYRS OBE DETHAN
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika setiap kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan memperhatikan kualitas sumber daya manusia pada pegawai. sumber daya manusia merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan pegawai di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan pegawai terhadap peraturan organisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai Analisis Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam upaya meningkatkan keinerja pegawai pada dinas peternakan kabupaten kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi pegawai serta meningkatkan kinerja pegawai. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah Stratengi pengembamgan sumber daya manusi dan kinerja pegawai. Menurut Hasibuan, (2011:68). Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia pada dasarnya tidak hanya melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan, namun ada banyak cara untuk mengembangkannya. Strategi pengembangan Sumber Daya Manusia. Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia merupakan perencanan mengenai cara bagaimana kualitas dari sumber daya manusia yang dimiliki mampu berkembang ke arah yang lebih baik, meningkat kemampuan kerja, skill dan memiliki loyalitas yang baik terhadap organisasi. Pengembangan sumber daya manusia dibutuhkan untuk kelangsungan sebuah organisasi atau organisasi berkembang secara lebih dinamis. Mangkunegara (2005:9) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dapat dipandang sebagai proses maupun hasil pekerjaan. Kinerja merupakan suatu proses tentang bagaimana pekerjaan berlangsung untuk mencapai hasil kerja. Namun hasil pekerjaan itu sendiri juga menunjukkan kinerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 48 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 48 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis des kriptif presentase diketahuai bahwa. Strategi pengembangan sumber daya manusia dalam kategori sedang, dan kinerja pegawai juga berada dalam kategori sedang. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa Strategi pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,713 yang berarti semakin baik Strategi pengembangan sumber daya manusia, semakin tinggi pula kinerja pegawai
FRANSISKUS XAFARIUS TALO
2022 · Thesis · Open Access
Pengaruh Stres Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang Nama : Fransiskus Xaverius Talo Nim : 17412553 Fakultas : Ekonomi Program Studi : Manajemen ABSTRAKSI Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan cara memperhatikan stres kerja pegawai, kepuasan kerja pegawai. Stres Kerja dan Kepuasan Kerja merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu stres kerja dan kepuasan kerja merupakan komponen penting dalam memberikan motivasi bagi pegawai dalam berkerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah stres kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan Apakah kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh stres kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja pegawai pada Kantor UPT Kesatuaan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten Kupang. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah stres kerja, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai. Menurut Mangkunegara (2000:67) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi kerja atau hasil kerja (Output) baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Hasibuan (2011, 204) mengatakan bahwa pengertian stres kerja adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir, dan kondisi seseorang. Menurut Hasibuan (2005), kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Di mana sikap ini dicerminkan oleh kedisiplinan, moral dan prestasi kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang pegawai. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang pegawai. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis mengunakan analisis regresi linear berganda mengunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang mengunkan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa Stres Kerja pada Kantor UPT Kesatuhan Pengelolan Hutan Wilayah Kabupaten Kuang berada dalam kategori rendah. Kepuasan Kerja Pegawai dalam kategori rendah dan Kinerja Pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa stres kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,344 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,064 yang berarti semakin kurang stres kerja, semakin tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya. Kepuasan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,676 yang berarti semakin baik kepuasan kerja semakin tinggi pula kinerja pegawai.
EMERENTIANA SUE
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SUKA ROTI DI KOTA KUPANG Nama : Emerentiana Sue Nim : 17413197 Fakultas : Ekonomi Program Studi/JalurMinat : Manajemen/Pemasaran Penelitianiniberjudul, “ AnalisispengaruhpersepsikonsumendansikapkonsumenterhadapkeputuanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang”. Masalah yang akandibahasdalampenelitianiniadalah :PengaruhpersepsidansikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. Tujuanpenelitianyaitu: untukmengetahuibagaimanpengaruhpersepsikonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota KupangdanuntukmengetahuibagaimanapengaruhsikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang, yang menjadimanfaatakademikdanperusahaanyaitusebagaisumberilmudalammenambahwawasanmengenaifaktor-faktor yang mempengaruhikeputusanpembeliandanbagiperusahaansebagaibahanpertimbangandalammengevaluasikebijakan yang dapatdilakukanuntukmengatasikemungkinanterjadinya proses pemasaran yang dapatmenurunkanpersepsidansikapkonsumen. Yang menjadikonsepdalampenelitianiniyakniAaker (2009:59) menjelaskanpersepsikonsumenterhadapkeseluruhankualitasataukeunggulansuatuprodukataujasaberkaitandengan yang diharapkanolehkonsumen.SelanjutnyaAakermenegaskansatuhalyaitubahwapersepsikualitasmerupakanpersepsiparakonsumen, olehsebabitupersepsikualitastidakdapatditerapkansecaraobyektif.Selainitupersepsikonsumenakanmelibatkanapa yang pentinguntukkonsumenkarenasetiapkonsumenmemilikikepentingan yang berbeda-bedaterhadapsuatuprodukataujasa (Aaker, 2009:6).Menurut Etta MamangSangajidanSopiah (2013 : 176) sikapadalahintidariperasaansukaatautidaksukaseseorangterhadapsuatuobjektertentu. Sikapmerupakantanggapanperasaanseseorangterhadapobjektertentu.Sikapkonsumenadalahtanggapanperasaankonsumen yang bisaberupaperasaansukaatautidaksukaterhadapobjektertentu, misalnyabagaimanasikapkonsumenterhadapkinerjaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapmerekperusahaan, bagaimanasikapkonsumenterhadaphargaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapiklanprodukperusahaan. Y= 7.653+0.210+0.675+e. Nilaikonstanta =7.653 artinyaapabilanilaivariabelpersepsikonsumen (X1), sikapkonsumen (X2), samadengannolmakakeputusanpembelian (Y) =7.653 poinNilaikofisienpersepsi (X1) =0.210 artinyanilaivariabelpersepsikonsumen (X1) mengalamipengurangan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanberkurangsebesar0.210.Nilai koefisiensikapkonsumen (X2) = 0.675 artinyajikavariabelsikapkonsumen (X2) mengalamikenaikan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanmeningkatsebesar 0.675. Diketahuinilaisignifikanuntukpengaruhvariabelpersepsikonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0.017>0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1= (0,05/2;60-3-1) =(0,025;56) =1.672. Berartinilai t hitung>t tabel(2,459 >1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandamekiandapatdisimpulkanbahwapersepsikonsumen (X1) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian (Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Nilaisignifikanuntukpengaruhvariabelsikapkonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0,000 0,05 , dan t tabel= t (α/2; n-k-1)=(0,05/2;60-3-1)=(0,025;60)=1.672. Berartinilai t hitung> t tabel (5,512>1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandemikiandapatdisumpulkanbahwasikapkonsumen (X2) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian(Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Berdasarkanlandasanteoridandisertaidenganhasilpenelitian yang telahdibahaspadababsebelumnyadapatdisimpulkanyaitu: bahwapersepsikonsumendansikapkonsumenmemilikipengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. DisarankanBagipenelitiselanjutnya, hasilpenelitianinibisadigunakansebagaibahanperbandingandanreferensiuntukpenelitian, dansebagaibahanpertimbanganuntuklebihmemperdalampenelitianselanjutnyadenganmenggunakanvariabel yang sama. Kata Kunci; Persepsikonsumen (X1), SikapKonsumen (X2), Dan KeputusanPembelian (Y)
IMA ROSNI OLLA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK "PENGARUH MODAL SENDIRI DAN MODAL PINJAMAN TERHADAP RENTABILITAS PADA KSP. KODIT SOLIDARITAS STA MARIA ASUMPTHA KUPANG". Koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat sebagai pendorong tumbuhnya perekonomian nasional sekaligus sebagai soko guru dalam perekonomian di Negara Indonesia. Menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Pasal 1 koperasi adalah” Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Di dalam koperasi tidak dikenal istilah “keuntungan”, karena kegiatan usaha koperasi tujuan utamanya bukan berorientasi mencari untung (non profit oriented) melainkan berorientasi pada manfaat (benefit oriented). Pada dasarnya koperasi dikelola dengan tujuan mensejahterakan anggotanya dan masyarakat pada umumnya, bukan mengejar keuntungan semata. Sekalipun koperasi tidak mengutamakan keuntungan, akan tetapi usaha-usaha yang dikelola oleh koperasi harus tetap memperoleh penghasilan yang layak demi menjaga kelangsungan hidup dan meningkatkan kemampuan usaha, bukan untuk memupuk kekayaan. Sehingga pada setiap akhir periode ushanya diharapkan/ ditargetkan menghasilkan sisa Hasil Usaha. Dalam menyelenggarakan usaha sebagai organisasi ekonomi, koperasi memerlukan adanya modal. Peranan modal didalam operasional koperasi mempunyai konstribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup maka usaha koperasi tidak akan berjalan lancar. Modal koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman, sehingga koperasi harus dapat memanfaatkan modalnya dengan sebaik-baiknya yang artinya dalam pengelolaan modal tersebut koperasi harus memberi manfaat yang sebesar-besarnya untuk pemenuhan kebutuhan anggotanya. Dalam pengelolaan modal atau keuangan, maka pihak koperasi harus mampu mengalokasikan sumber daya keuangan yang dimilikinya secara efisien untuk meningkatkan laba atau yang sering disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). Jadi setiap modal koperasi yang dikeluarkan untuk membiayai kegiatan koperasi harus diarahkan untuk memperoleh laba, terutama modal pinjaman harus diperhitungkan dengan benar antara beban bunga yang harus dibayar dengan perolehan keuntungan dari pinjaman tersebut. Pemanfaatan modal sendiri dan modal pinjaman salah satunya yaitu pembiayaan operasional usaha untuk memperoleh profit (keuntungan). Oleh karena itu untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi koperasi diperlukan beberapa tolak ukur, salah satunya yaitu analisis rasio keuangan yang menghubungkan data-data keuangan yang satu dengan lainnya. Rasio yang digunakan pada dasarnya adalah untuk mempelajari bagian relatif antara modal pinjaman yang diberikan kreditor dan modal sendiri dari pemegang saham. Rasio yang digunakan untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal yang digunakan dalam operasi disebut rasio rentabilitas. Pieter Linenpun (2002: 143) menjelaskan bahwa besar kecilnya nilai rentabilitas tergantung dari keuntungan yang diperoleh dan modal yang dimiliki dalam menjalankan usaha koperasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pada KSP Kopdit Solidaritas Sta. Maria Asumphta Kupang yang usahanya adalah meminjamkan dana dan menerima dana dari anggota atau pihak lainnya. Koperasi ini dengan sendirinya harus mempunyai modal atau dan auntuk dipinjamkan yang bersumber dari iuran anggota/ simpanan anggota dan iuran dari lembaga lainnya. Walaupun tujuan utama koperasi meningkatkan kesejahteraan anggota, namun koperasi harus memperoleh laba agar koperasi dapat hidup terus namun bunga dana yang dipinjamkan kepada anggota/ peminjam dalam hal ini haruslah wajar dengan prosedur yang mudah. Laba tersebut dapat menjadi salah satu sumber dana/ modal koperasi dengan cara membentuk cadangan dan menyisihkan sebagian dari laba. Penghasilan dari koperasi simpan pinjam adalah bunga atau balas jasa dari dana yang dipinjam oleh anggotanya atau pihak lain. Berdasarkan penjelasan tersebut maka berikut ini adalah data laba usaha KSP. Kopdit Solidaritas Sta Maria Asumta Kupang dari tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh positif dan signifikan Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Rentabilitas Pada Ksp.Kodit Solidaritas Sta Maria Asumptha Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan variabel independen modal sendiri menghasilkan nilai sig 0,0150,05 dan nilai Thitung 8.210>2,920 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial H1 diterima atau X1 berpengaruh dan signifikan terhadap Y. sedangkan variabel independen modal pinjaman menghasilkan nilai sig 0,0190,05 dan nilai Thitung 7.232>2,920 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial H2 diterima atau X2 berpengaruh dan signifikan terhadap Y. Kata Kunci : Rentabilitas, Modal Sendiri, dan Modal Pinjaman
RIZAL RAYNOLD LEO KADJA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI “ANALISIS KINERJA KEUANGAN DAERAH KOTA KUPANG TAHUN ANGGARAN 2010 – 2019 Masalahyang diambildalampenelitian iniadalah “Bagaimana kinerja keuangan Kota Kupang Tahun anggaran 2010-2019. Sertayang menjadipersoalan penelitian ini adalah : Bagaimana mengukur kinerja keuangan daerah Kota Kupang menggunakan rasio keuangan daerah? Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio keuangan yang dimiliki suatu pemerintah daerah tertentu dengan daerah lain yang terdekat maupun yang potensi daerahnya relatif sama untuk dilihat bagaimana rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terhadap pemerintah daerah lainnya. Penelitian inibertujuan untuk mengetahuikinerja keuangan daerah Kota Kupang melalui rasio keuangan daerah . Konsep dalampenelitian ini adalahmenggunakan Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kota Kupang tahun 2010-2019 sebagai sumber infomasi utama yang bermanfaat meniIai kinerja keuangan pemerintah daerah, penelitian ini hanya dibatasi pada perhitungan analisis rasio keuangan terhadap Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010-2019, analisis rasio keuangan ini hanya untuk mengukur kinerja keuangan daerah dan kemapuan keuangan daerah. Padaanalisis pendahuluandigunakanmetodedeskriptifkuantitatif, artinya data yang diperoleh di lapangan diolah menggunakan rumus dan perhitungan sehingga memberikan data yang sistematis dan akurat mengenai permasalahan yang diteliti. Berdasarkan hasilpenelitian mengenai “Analisis Kinerja Keuangan Daerah Kota Kupang Tahun Anggaran 2010-2019”.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaKota Kupang sebagai Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur belum mampu melaksanakan Otonomi Daerah (dalam hal ini Kinerja Keuangan) dengan baik.
JEANE WADU
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DI MEDIA SOSIAL DAN ATRAKSI WISATA TEHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE WISATA ALAM FATUMNASI (Survei Pada Pengguna Facebook dan Instagram) Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dan pengaruh atraksi wisata terhadap keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini dilatar belakangi Dengan adanya media sosial online yang memiliki jangkauan luas seluruh dunia, masyarakat mulai mengubah cara promosi mereka dari yang bersifat konvensional menjadi bersifat modern yaitu mempromosikan menggunakan sosial media online berupa facebook. Salah satu kegiatan promosi yang sering dilakukan para pengguna facebook saat ini yaitu promosi wisata. Promosi objek wisata yang dilakukan melalui media sosial tersebut adalah cara yang bersifat baru dan dapat mendorong perkembangan wisatawan (Fatanti & Suyadnya, 2015). Selain itu, media sosial juga mampu memberikan dampak positif dalam media pemasaran objek wisata suatu daerah dilihat dari segi biaya, efektivitas serta kemudahan dalam menjalankan promosi melalui media ini sehingga menjadikan facebook semakin diminati banyak pihak dalam melakukan promosi dan Berdasarkan data dari tabel 1.1 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun 2016 sampai tahun 2019 dan terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada tahun 2020. . Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu e-wom, atraksi wisata, dan keputusan berkunjung. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang diambil sampel sebanyak 100 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah para pengguna media sosian Facebook dan Instagram yang pernah berkunjung ketempat wisata alam Fatumnasi. Dari hasil pengolahan data yang dikumpulkan tersebut diuji berdasarkan persamaan regresi linear berganda dengan uji hipotesis pertama yaitu bahwa untuk e-wom (X1) ditemukan t hitung = 4.664 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig 0,05 maka Ho (b1>0) diterima yaitu variable e-wom (X1) berpengaruh positif secara parsial teerhadap keputusan berkunjung (Y). dan uji hipotesis kedua yaitu bahwa untuk variable atraksi wisata (X2) ditemukan t hitung = 4.134 lebih besar dari t tabel = 1.660 dan tingkat sig = 0,000. Oleh karena nilai sig > 0,05, maka Ho (b2 = 0) ditolak dan H2 (b2>0) diterima yaitu variabel atraksi wisata (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap keputusan berkunjung (Y). dan dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 53,489 > F tabel 3,09 dengan sig = 0,000.oleh karena nilai sig0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel e-wom (X1) dan atraksi wisata (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap keputusan berkunjung (Y). sedangkan nilai koefisien determinasi dalam penelitian ini adalah diketahui bahwa pengaruh e-wom terhadap keputusan berkunjung dengan nilai sebesar 0,006 dan hubungan yang terjadi antara lingkungan keluarga dengan minat berwirausaha juga sangat lemah dengan nilai sebesar 0,022. Penelitian ini menunjukan secara teori terbukti bahwa e-won berpengaruh positif terhadap keputusan berkunjung pada tempat wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin baik pemanfaatan dan pengelolaan e-wom maka akan semakin meningkat pula keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Penelitian ini juga menunjukan bahwa secara teori atraksi wisata memiliki pengaruh positif terhadap keputussan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi. Dengan demikian semakin banyak atraksi wisata yang ada maka dapat meningkatkan keputusan berkunjung pada wisata alam Fatumnasi Kata kunci : e-wom, atraksi wisata, keputusan berkunjung
NOVIANTI DESILFA SABUNA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALISIS PENGELOLAAN DANA TAHUN ANGGARAN 2020 (Studi kasus pada Desa Naileu, Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan) NOVIANTI DESILFA SABUNA 17413622 Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan dana desa di Desa Naileu Kecamatan Kie, Kabupaten TTS. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana desa, faktor penghambat dan pendukungnya pengelolaan dana desa, dan strategi mengatasi faktor penghambat pengelolaan dana desa didesa Naileu, Kecamatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Teori yang digunakan adalah teori pengelolaan keuangan desa yang dikemukakan oleh Umar Nain, S.Sos., M.Si dan karena kebutuhan untuk membangun termasuk perencanaan, pelaksanaan, usaha pengelolaan, pelaporan termasuk laporan pertanggungjawaban. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa belum sepenuhnya efektif, dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Dana Desa tahun 2020 di desa Naileu Kecamatan kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Penelitian ini secara khusus mengkaji atau fokus pada pengelolaan Dana Desa untuk penanganan pandemi COVID-19. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis praktik pengelolaan Dana Desa dalam penanganan pandemi COVID-19 dibandingkan dengan kebijakan/peraturan yang berlaku. Temuan penelitian ini adalah bahwa secara umum praktik pengelolaan dana desa dalam penanganan pandemi COVID-19 belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Prosedur untuk pengalokasian penggunaan dana Desa mengikuti proses perencanaan dan penganggaran desa. Perubahan dalam Fokus kegiatan penanganan pandemi COVID-19 dilakukan melalui Musyawarah Desa dalam RKP Desa. Perubahan RKP Desa diikuti dengan perubahan APBD Desa dengan memaksimalkan bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat, dan Mendesak Desa. Prioritas penggunaan dana Desa untuk penanganan COVID-19 berdasarkan Permendes No 6 tahun 2020 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Faktor-faktor yang menghambat pengelolaan dana desa dan upaya dalam mengatasi pengelolaan dana desa. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawaban tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. (2) Faktor penghambat dalam pengelolaan dana desa di Desa Naileu yaitu, sumber daya manusia, keterlambatan pelaporan, perubahan APBDesa, internet dan pemahaman masyarakat. (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut yaitu, peningkatan sistem transparansi pengelolaan dana desa terhadap masyarakat dan Peningkatan kinerja kerja pada Pemerintah Desa Naileu. Prioritas penggunaan Dana Desa untuk penanganan COVID-19 adalah melalui Program Tanggap Darurat COVID-19, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan Padat Karya Tunai (PKT). Kata kunci: Analisis Pengelolaan Dana Desa, Covid-19.
JUMIATI GETROWIDA BISTOLEN
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan perusahaan atau organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar perusahaan atau organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Perusahaan atau organisasi semakin dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang memiliki, ketrampilan, kemampuan dan sikap yang baik dalam bekerja. Karyawan merupakan salah satu faktor yang harus di perhatikan dalam suatu perusahaaan karena mereka adalah kunci utama kesuksesan perusahaan dimasa sekarang maupun dimasa mendatang dan merupakan asset sebuah perusahaan untuk membuat perusahaan terus maju dan bertahan dalam perkembangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk mengetahui hubungan pengalaman kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk mengetahui hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan dan Untuk memgetahui hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan sempel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang berjumlah 65 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0,0610,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan pada PT.Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pengalaman Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik dan juga terlihat dari nilai pearson correlation sebesar 0,654 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan . Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pelatihan kerja dan kinerja karyawan adalah sebesar 0,081 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05 (0.0810,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pelatihan kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. Pelatihan Kerja dengan Kinerja karyawan pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pelatihan kerja sebesar 90% dan kinerja kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 95%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pelatihan kerja dan kinerja kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik. Terlihat juga nilai pearson correlation sebesar 0,926 yang berarti kekuatan hubungan antara pelatihan kerja dengan kinerja karyawan termasuk dalam kategori korelasi sempurna. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pelatihan kerja maka semakin tinggi kinerja karyawan. Maka sebaliknya jika pelatihan kerja tidak baik maka kinerja karyawan pun menurun. Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja adalah sebesar 0,061 dimana nilai ini lebih besar dari 0.05(0.061,0,05) yang berarti terdapat korelasi atau hubungan pengalaman kerja dengan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang Kupang. terlihat nilai pearson correlation sebesar 0,667 yang berarti kekuatan hubungan antara pengalaman kerja dengan pelatihan kerja termasuk dalam kategori korelasi kuat. Karena pearson correlation bernilai positif, maka arah hubungan searah yang berarti semakin baik pengalaman kerja maka semakin tinggi pelatihan kerja. Maka sebaliknya jika pengalaman kerja tidak baik maka pelatihan kerja pun menurun. Pengalaman Kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia cabang kupang tergolong dalam kategori sangat baik, yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase pengalaman kerja sebesar 92% dan pelatihan kerja yang terlihat dari hasil analisis deskriptif persentase 90%, meskipun dari hasil analisis deskriptif keduannya terlihat berbeda dalam hal persentase akan tetapi pengalaman kerja dan pelatihan kerja pada PT. Telkom Indonesia Cabang kupang tergolong sangat baik.
JENITA LURUK
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Semangat kerja merupakan suatu keadaan yang timbul dari dalam diri individu yang menyebabkan individu tersebut dapat melakukan pekerjaan tersebut dalam suasana senang sehingga bekerja dengan giat, cepat, dan lebih baik. Semangat kerja adalah sikap mental yang menunjukan kegairan unruk melaksanakan pekerjaanya sehingga mendorong untuk mampu bekerja sama dan dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya dengan rasa tanggu jawab tergadap pekerjaan yang diberikan. Semangat kerja adalah keiginan kesanggupan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisplin untuk mencapai prestasi kerja yang maksimal (Hasibuan, 2009:75). Menurut Siangan (2003:57) mengartikan bahwa semangat kerja pegawai menunjukan sejauh mana pegawai bergairah dalam melakukan tugas dan tanggung jawab di dalam kantor. Semangat kerja dalam sebuah kantor merupakan suatu masalah yang sangat penting untuk di bahas. Setiap permasalahan yang terkait dengan semangat juga merupakan isu strategi bagi kantor yang memprogram masalah sumber daya manusia. Menurut Kadarisma (2014:278) motivasi pimpinan adalah penggeak atau pendoronG sebagai seseorang untuk melalukan pekerjaanya dengan lebih baik. Menurut Rizal dan Radiman (2019) pengawasan pimpinan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mentapkan pekerjaa apa yang sudah dilaksanaan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksaan pekerjaan sesuai rencana semula. Menurut Semangat kerja adalah keingginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaanya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai produktivitas yang maksimal, semangat kerja adalah tingkat laku pengawai yang bekerja dengan kondisi lebih optimal sehingga mencerminkan keadaan dimana kantor dapat mencapaii tujuan yang diharapkan. Dengan semangat kerja yang tinggi merupakan suatu reaksi yang positif dengan kata lain dapat menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang lebih baik, maka semangat kerja mempunyai pengaruh terhadap aktivitas kantor, sehinga kantor atau organisasi mengingikan pengawai yang mempunyai semangat kerja yang tinggi (Hasibuan,2009:94) Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah semamgat kerja pegawai Yang dimaksud dengan semangat kerja pegawai penelitian ini adalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi (X1), sangat berpengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. . Hal ini terlihat dari signifikan motivasi (X1) 0,132 > 0,05 dan nilai thitung 1,069>2,014 tabel. Sehigga dapat disampulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan variabel motivasi (X1) terhadap semangat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel diketahaui nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Hal ini terlihat dari nilai signifikan variabel pengawasan pimpinan (X2) 0,289 > 0,05 dan thitung 0,1,884 2,014 t-tabel, sehigga dapat disampulkan bahwa H0 terima dan Ha ditolak yang berarti berpengaruh signifikan terhadap variabel pengawasan pimpinan (X2) terhadap semanagat kerja pegawai (Y) pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka Kata Kunci: Motivasi Pegawai, Dan Pengawasan Pimpinan Terhadap Semangat Kerja
DENTY C.A. LAKAPU
2022 · Thesis · Open Access
Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran student facilitator and explaining terhadap pemahaman konsep siswa pada kelas VII SMPN Fautmolo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VII berjumlah 50 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan test tertulis. Teknik analisis data menggunakan Uji t, dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada hasil post test siswa kelas VIIA (kelas Eksperimen) menunjukan bahwa nilai dari 77-83 terdapat 11 siswa dengan persentase 44%. Dari nilai 84-89 terdapat 6 siswa dengan persentase 24%. Dari nilai 90-95 terdapat 12 siswa dengan presentase 32%. Pada hasil post test siswa kelas VIIB menunjukan bahwa nilai dari 70-75 terdapat 18 siswa dengan persentase 72%. Dari nilai 76-80 terdapat 5 siswa dengan persentase 20% dan dari rentang nilai 81-85 terdapat 8 siswa dengan persentase 8%. Dari hasil pengamatan pemahaman konsep siswa dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, terlihat bahwa adanya peningkatan yang terlihat pada kelas eksperimen, dimana pemahaman konsep siswa mendapat persentase sebesar 84%, dan kelas kontrol 73 %. Pengaruh pemahaman konsep siswa ini karena pada saat guru menjelaskan materi siswa kelas eksperimen lebih aktif memperhatikan penjelasan guru karena siswa tertarik dengan suasana belajar yang baru yaitu dengan menggunakan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining. Sedangkan pada kelas kontrol guru menjelaskan dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menggunakan rumus uji t dimana hasil analisis data pada perhitungan Indenpendent Samples Test menunjukkan pada sig (2-tailed) diperoleh nilai P= 0,000 0,05, maka dapat dikatakan H1 diterima dan Ho ditolak.
ANITA SOMBO
2022 · Thesis · Open Access
Rendahnyaminatbelajarsiswapada proses pembelajaranbiologi di SMANegeri 2 Fatuleudapatdiatasidenganmenggunakan metode pembelajaran yang dapatmeningkatkansemangatbelajarsiswa.UntukitudapatdilakukanpemilihanmetodepembelajaransepertimetodeGallery walk.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipengaruh metode pembelajaran Gallery Walk terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran biologi.Penelitianinimerupakanpenelitianeksperimen.Populasidalampenelitianiniadalahseluruhkelas X IPA yang berjumlah 38 siswa , Sampeldalampenelitianiniterdiridari 2 kelasyaitu X IPA 1 dan X IPA 2 setiapkelasterdiriatas 19 siswa. Desainpenelitian yang digunakanadalahPosttest Only Control Design.Teknikpengumpulan data yang digunakanadalahlembarobservasidandokumentasi.Teknikanalisis data diolahmenggunakanteknikuji T. Berdasarkanpenelitianinihasil yang didapatkanadalah t-hitungsebesar 26.619 denganangkasignivikan 0,000 < 0.05.Artinyaterdapatperbedaan yang signivikanterhadapkemampuanminatbelajarantarasiswa yang diajarkandenganmenggunakanmetodeGallery Walk padamatapelajaranbiologi SMA Negeri 2 Fatuleu.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanbahwapenggunaanmetodegallery walkberpengaruhterhadapminatbelajarsiswapadamatapelajaranbiologikelas X di SMA Negeri 2 Fatuleu.
GODEFRIDUS AFRINO
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis, keanekaragaman dan kerapatan tumbuhan paku di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Kabupaten Manggarai. Pengamatan membagi lokasi penelitian menjadi 5 stasiun, antara lain ekosistem pepohonan dengan ekosistem semak. Ekosistem pepohonan terdiri atas 3 stasiun.Ekosistem semak terdiri atas 2 stasiun. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan memasang plot berukuran panjang 40 m dan lebar 40 m. Di dalam plot 40X40 meter terdapat 5 sub plot yang berukuran 10X10 meter. Setiap jenis tumbuhan paku yang ditemukan dicatat mengenai keterangan lokasi, jenis, jumlah, dan dicatat pula hasil pengukuran faktor abiotik. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis kelimpahan menggunakan rumus analisis vegetasi dan keanekaragaman menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada ekosistem pepohonan ditemukan 13 jenis tumbuhan paku antara lain: Chyateaceae Sp, Angiopteris evecta, Chyathea contaminans, Davalia solida, Davalia denticulate, Pteris biaurita, Vittaria elongate, Vittaria graminifolia, Adiantum cuninghamii, Asplenium nidus, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Lygodium circinatum. Pada ekosistem semak ditemukan 9 jenis tumnuhan paku antara lain: Christella dentate, Lycopodium candesis, Glechenia linearis, Pteridium aquilinum, Adiantum cuninghami, Nephrolepis cardifolia, Selaginella intermedia, Dipteris conjungatedan Chyathea contaminans. Berdasarkan hasil penelitian di lakukan di Taman Wisata Alam Ruteng dapat disimpulkan bahwa jenis tumbuhan paku yang mendominasi kawasan ekosistem pepohonan yaitu Nephrolepis cardifolia dengan jumlah sebanyak 137 individu dengan nilai kerapatan relatif 44,480%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem pepohonan termasuk kategori sedang dengan nilai sebesar H’=1,934. Tumbuhan yang mendominasi pada ekosistem semak yaitu Glechenia linearis dengan jumlah sebanyak 216 individu dengan nilai kerapatan relatif 49,655%. Nilai keanekaragaman pada ekosistem semak termasuk kategori sedang dengan total nilai sebesar H’=1,464.
YUNITA ENJELINA BULU
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK UJI COD DAN MIKROBIOLOGI PADA SUMBER MATA AIR NIFUESU DESA BAUMATA UTARA KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG. Bulu, Y.E.*) Ngginak. J**) Bire, Rohi. L.O.W**) Air merupakan suatu senyawa kimia yang sangat istimewa, yang dalam kandungannya terdiri dari senyawa hidrogen (H) dan senyawa oksigen(O). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan air, air harus memenuhi kriteria dari tiga parameter yaitu parameter fisika, parameter kimia dan parameter Mikrobiologi (Total Coliform). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di mata air Nifuesu desa Baumata Utara Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berdasarkan parameter kimia (COD) dan parameter Mikrobiologi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen dengan membandingkan data hasil pengukuran dari masing-masing parameter air dengan nilai baku mutu PP No. 82 Tahun 2001. Data ini menunjukan bahwa hasil uji parameter COD dan Mikrobiologi pada Sumber Mata Air Nifuesu diperoleh nilai COD pada titik I 7,86 mg/L dan pada titik II yaitu 6.13 mg/L. Sedangkan nilai Mikrobiologi pada titik I dan titik II diperoleh hasil yang sama yaitu 2400/100 ml. Sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa Mata Air Nifuesu memenuhi kriteria baku mutu air kelas II sesuai PP No. 82 Tahun 2001. Kata Kunci: COD, Mikrobiologi, Mata air Nifuesu, Kualitas Air. Keterangan: * ) : Peneliti
MARIANA SANGA MAKING
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur Pada Tahun 2016 -2020. Alat untuk menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah menggunakan rasio keuangan yaitu rasio kemandirian keuangan daerah, rasio efektivitas, rasio efisiensi, rasio keserasian dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Badan Keuangan Daerah Dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur.pengumpulan data berupa Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah tahun anggaran 2016-2020 yang didapatkan dari Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah Kabupaten Flores Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur belum baik. Hal ini ditunjukan dengan rata-rata rasio kemandirian keuangan daerah sangat rendah dengan pola hubungan instruktif, rasio efektivitas pajak daerah cukup efektif, rasio efesiensi pajak daerah cukup efisien, rasio belanja operasi terhadap total belanja mendominasi alokasi belanja dibandingkan rasio belanja modal terhadap total belanja, rasio pertumbuhan pendapatan asli daerah dan rasio pertumbuhan pendapatan mengalami pertumbuhan yang negatif, rasio pertumbuhan belanja operasi,dan belanja modal. Dari hasil analisis yang dilakukan, Saran penelitian penyerapa anggaran belanja yang maksimal setiap tahun dengan dilaksanakannya program dan kegiatan secara efektif, pengelolaan dan pendayagunaan aset yang kurang baik dan efektif, pemerintah daerah belum bisa berorientasi untuk infrastruktur publik daerah dalam rangka perbaikan pelayana publik, Menarik investor dan menggerakkan perekonomian daerah Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dibandingkan dengan periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi. Selain itu dapat pula dilakukan dengan cara membandingkan dengan rasio keuangan yang dimiliki suatu pemerintah daerah tertentu dengan daerah lain yang terdekat maupun yang potensi daerahnya relatif sama untuk dilihat bagaimana rasio keuangan pemerintah daerah tersebut terhadap pemerintah daerah lainnya. Halim (2021:230) Salah satu cara untuk mengeanalisis kinerja keuangan pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangannya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Penilaian kinerja pemerintah berdasarkan berbagai rasio keuangan. Diantaranya Rasio Kemandirian Keuangan Daerah, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, Rasio Keserasian dan Rasio Pertumbuhan Puspitasari (2013: 6) pengukuran kinerja keuangan penting dilakukan untuk dapat menilai akuntabilitas pemerintah daerah dalam pengelolaan keuangan daerahdan dituangkan dalam bentuk laporan keuangan yang bertujuan untuk menyajikan informasih mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, serta kinerja keuangan pemerintah daerah Kabupaten Flores Timur yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan untuk menunjukan akuntabilitas pelaporan atas sumber daya yang dikelola pemerintah.Bentuk dari penilaian kinerja tersebut berupa analisis rasio keuangan yang berasal dar unsur Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah berupa perhitungan APBD. Kinerja adalah kemampuan kerja yang ditunjukan dengan hasil kerja. Kinerja keuangan dapat disimpulkan merupakan gambaran kondisi keungan sebuah intansi yang dapat diukur dengan cara tertentu yang dapat berupa realisasi pendapatan dan belanja yang disusun berdasarkan basis akrual yang menghasilkan sebuah kesimpulan akan keberhasilan perusahaan atau dalam mengelola keuangan. Kunci:kinerja keuangan daerah, APBD dan rasio keuangan.
DELFRIDA MANEK
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian ini meneliti mengenai analisis sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas untuk perencanaan dan pengendalian keuangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada Gereja Santo Andreas Lasiana Kupang. Dalam menjalankan aktivitasnya memerlukan informasi yang akurat, cepat, relevan, dan lengkap. Penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan wawancara. Hasil analisa pada penelitian ini yaitu tidak ada pembagian tugas antara pihak suport dan accounting yang akan menyebabkan penyalahgunaan keuangan Gereja, penyisihan uang untuk pengeluaran kebutuhan gereja hanya diproses oleh pihak accounting. Saran pada hasil penelitian ini yaitu fungsi akuntansi yang ada dalam gereja agar melaksanakan aktivitas sesuai pembagian tugas, lebih meningkatkan efektivitas dalam pembuatan laporan keuangan dan pengeluaran kas, melakukan kelengkapan dokumen dalam sistem penerimaan kas.
LEON ADITIA PUTRA HENUKH
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAKSI
Leon Aditia Putra Henukh “Analisis Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA-BMD) Pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao” dibawah bimbingan Mesri W.N. Manafe, SE.,M.Sc selaku pembimbing I dan Herry A. Manubulu,S.Sos.,M.Si selaku pembimbing II. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah: Penerapan sistem informasi manajemen daerah (SIMDA-BMD) Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao. Dengan mengacu pada persoalan penelitian Bagaimana penerapan sistem informasi manajemen daerah Pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao? Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini untuk mengatahui penerapan sistem informasi manajemen daerah (SIMDA-BMD).
Konsep penelitian yang diangkat dalam penelitian ini adalah penerapan sistem informasi manajemen daerah dan yang menjadi populasi pada penelitian ini adalah pegawi di badan pengelola keuangan dan aset daerah Kabupaten Rote Ndao dan yang menjadi sampel pada penlitian ini adalah kabid aset dan operator simda. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara dengan pegawai di bagian aset terkhususnya operator simda. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Dengan melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh saya maka Penerapan Sistem Informasi Manajemen Daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Rote Ndao sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengelola barang milik daerah, dan juga SIMDA memberikan kelengkapan penjelasan yang terlihat dalam output seperti daftar kebutuhan barang dan pemeliharaan, daftar rencana pengadaan barang daerah, daftar rencana pemeliharaan barang daerah, daftar hasil pengadaan barang, daftar kontrak pengadaan, kartu inventaris barang, kartu inventaris ruangan, buku inventaris, daftar mutasi barang daerah, dan rekap hasil sensus, dan label barang yang dihasilkan serta cepat dalam menghasilkan laporan keuangan.
SIMDA–BMD ini pada dasarnya digunakan untuk melakukan proses pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) secara otomatis dengan memanfaatkan pengolahan data elektronik. Menu-menu yang terdapat dalam Aplikasi Pengolahan BMD digunakan untuk mencatat dan mengadministrasikan mutasi barang daerah atau aset tetap daerah sesuai ketentuan. Diharapkan program aplikasi ini akan dapat memenuhi kebutuhan Pemerintah Daerah, baik di Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah Daerah, yang dalam hal ini selalu berhubungan dengan administrasi semua barang milik daerah.
Ada juga kekurangan SIMDA yaitu aplikasi SIMDA belum kompatibel apabila dibuka dalam Windows 10, jadi pada windows 10 SIMDA harus dibuka secara online. Dalam BPKAD sendiri juga menggunakan aplikasi SIMDA ver. 2.0.7
Oleh karena itu badan pengelola keuangan dan aset daerah atau terkhususnya bidang aset harus mengupdate SIMDA, sehingga dapat menghasilkan output yang dibutuhkan dengan SIMDA ver. Terakhir.
EDDY HERLIANTO TSE
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Setiap daerah memiliki kemampuan keuangan yang tidak sama dalam mendanai kegiatan-kegiatannya, hal ini menimbulkan ketimpangan fiscal antara satu daerah dengan daerah yang lain. Oleh karena itu untuk mengatasi ketimpanga fiscal pemerintah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD untuk mendanai daerah dalam pelaksanaan kegiatan. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Pasal 10 menyatakan bahwa sumber-sumber pembiayaan untuk pembangunan daerah antara lain berasal dari PAD yang diterima oleh daerah-daerah dari pemerintah pusat.
Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 menyebutkan pengertian kinerja sebagai berikut, kinerja adalah keluaran atau hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 adalah yaitu sumber keuanga daerah yang digali dari wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan keuangan daerah yang dipisahan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.
Menurut Erlina dan Omar Sakti dkk (2015:158) belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.kelompok belanja langsung dari suatu kegiatan dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari: belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi Pendapatan Asli daerah terhadap Belanja Langsung dan implikasinya terhadap Kinerja.Penelitian ini menggunakan Pendekatan kuantitatif.Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD tahun 2017-2020).Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan data Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan.Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa PAD tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel PAD dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah dan hasil penelitian ini membuktikan bahwa belanja langsung tidak ada hubungan kinerja dan derajat hubungan antara variabel belanja langsung dengan kinerja termasuk dalam kategori sangat rendah.