Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

3.893 item publik

Publikasi

Halaman 114 dari 195

Struktur Komunitas Mangrove Di Desa Pante Deera Kecamatan Kabola Kabupaten Alor

YONATAN PADALANI
2022 · Thesis · Open Access

RINGKASAN YONATAN PADALANI (15380102) Struktur Komunitas Mangrove di Desa Pante Deera, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor. Donny M. Bessie, S.Pi, M.Si. dan Wilson L.Tisera, S.Pi, M.Si. Ph.D (sebagai pembimbing I dan II). Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Mangrove atau hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan sub tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut pantai berlumpur. Desa Pante Deera memiliki kawasan pesisir yang ditumbuhi hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di Desa Pante Deera Kecamatan Kabola Kabupaten Alor Metode metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode survey dan metode purpose sampling, pengamtan secara langsung di lapangan. Pengamatan dan pengambilan data ekosistem mangrove dilakukan yaitu menggunakan garais transek. Jumlah transek sebanyak 3 plot. Untuk kategori pohon ukuran 10x10 m2, untuk kategori anakan 5x5 m2 dan untuk kategori semai ukuran 1x1 m2 jarak antar transek adalah 133 meter dan jarak antar plot adalah 16 meter. Data yang dianalais meliputi kerapatan jenis, kerapatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, dominasi jenis, dominasi relatif, indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukan komposisi jenis mangrove yang ditemukan terdiri dari 4 jeneis yaitu Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gimnorrhiza, Exoecaria agallocha. kerapatan jenis dari relative jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Rhizopora apiculata dan terendah Exoecaria agallocha. untuk kategori semai tertinggi Rhizopora apiculata dan terendah Bruguiera gimnorrhiza dan Exoecaria agallocha. keanekaragaman jenuis mangrove tergolong rendah, rendahnya nilai keanekaragaman disebabkan adanya tekanan lingkungan. Dominasi jenis dan dominasi relatif jenis mangrove tertinggi kategori pohon dan anakan Rhizopora apiculata dan terendah Exoecaria agallocha kategori semai tertinggi Rhizopora apiculata dan terendah Bruguiera gimnorrhiza dan Exoecaria agallocha. Kata kunci: Struktur Komunitas, Mangrove, Desa Pante Deera

ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN WAKTU GILIR KERJA SEBAGAI DAMPAK COVID-19 DAN ETOS KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. RAMAYANA LESTARI SENTOSA TBK KOTA KUPANG

YUBLINA INDAH PERMATASARI HAE
2022 · Thesis · Open Access

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah produktivitas kerja karyawan Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh produktivitas kerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas waktu gilir kerja, etos kerja terhadap karyawan. Waktu gilir kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan produktivitas yang baik. Selain itu etos kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempat kerja untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai menganalisis perubahan waktu gilir kerja sebagai dampak covid-19 berpengaruh terhadap produktivitas Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, Untuk menganalisis etos kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja Pada Pt Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat pengaruh waktu gilir kerja. Konsep dalam penelitian skripsi ini adalah yang dimaksud dengan perubahan waktu gilir kerja dalam penelitian ini adalah bentuk perpanjangan waktu dari sistem shif kerja. Dimana merupakan suatu sistem pengaturan kerja yang memberi peluang untuk memanfaatkan keseluruhan waktu yang tersedia untuk mengoperasikan pekerjaan. yang dimaksudkan dengan etos kerja dalam penelitian ini adalah sebagai pandangan dan sikap suatu bangsa atau umat terhadap kerja. Berpijak pada pengertian bahwa etos kerja mengandung makna sebagai aspek evaluatif yang dimiliki oleh individu atau kelompok dalam memberikan penilaian terhadap kegiatan kerja. Yang dimaksudkan dengan produktivitas kerja dalam penelitian ini adalah suatu hubungan yang terjalin antara jumlah output yang dihasilkan dan sejumlah output yang diperlukan untuk membuat output tersebut. Penelitian ini menggunakan metode 3 kotak. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang karyawan dengan menggunakan rumus slovin. Rumus slovin ini digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan metode 3 kotak bahwa Waktu Gilir Kerja pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kriteria rendah. Etos Kerja berada dalam kriteria rendah, Produktifitas Kerja berada dalam kriteria rendah. Dalam analisis lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa waktu gilir kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182. dan nilai koefisien regresi sebesar -0,013 yang berarti semakin baik waktu gilir kerja, semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan, dan sebaliknya. Etos kerja berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10,182 dan nilai koefisien regresi sebesar 0, 667 yang berarti semakin baik etos kerja semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan. Sedangkan produktivitas kerja karyawan berpengaruh positif terhadap waktu gilir kerja dan etos kerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 10, 182

PENGARUH LOYALITAS DAN HARGA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA DEALER MOTOR HONDA NSS DI KOTA KUPANG (Pada Dealer Honda PT Nusantara Surya Sakti)

ANDRI MO'E
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH LOYALITAS DAN HARGA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PADA DEALER MOTOR HONDA NSS DI KOTA KUPANG (KASUS PADA DEALER HONDA PT NUSANTARA SURYA SAKTI) Kemajuan dan perkembangan teknologi ini menimbulkan banyaknya produk yang bervariasi. Hal ini dikarenakan oleh munculnya banyak perusahaan￾perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang beranekaragam, baik berupa merek, kualitas, harga dan faktor-faktor lain yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih produk yang diinginkan perusahaan-perusahaan yang memproduksi serta menjual produk yang sama. Perusahaan dalam menghadapi persaingan yang begitu ketat di pasaran perlu memperhatikan banyak hal, seperti mempelajari perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembeliannya. Keputusan pembelian menurutn, sehingga menyebabkan terjadinya persaingan yang begitu ketat di antara perusahaan-perusahaan yang memproduksi serta menjual produk yang sama. Perusahaan dalam menghadapi persaingan yang begitu ketat di pasaran perlu memperhatikan banyak hal, seperti mempelajari perilaku konsumen dalam mengambil keputusan pembeliannya. Perusahaan biasanya sangat berhati-hati sekali mengambil kebijakan dalam penetapan harga jual produk, karena strategi penetapan tingkat harga produk sangat mempengaruhi konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Oleh sebab itu, kepuasan konsumen akan disertai dengan loyalitas pelanggan dengan penetapan harga yang sesuai kondisi pasar pada saat itu. Imbalan dari loyalitas bersifat jangka panjang dan kumulatif , yaitu semakin lama loyalitas seorang konsumen, semakin besar laba yang dapat d iperoleh perusahaan dari konsumen. Di Kota Kupang terdapat banyak dealer motor, yang menjual berbagai macam merek sepeda motor. Merek sepeda motor yang memiliki segmentasi pasar yang luas adalah merek Honda. Guna menunjang kebutuhan serta kepuasan pelanggan sepeda motor Honda, saat ini mengalami penurunan penjualan yang mengikuti tren penurunan penjualan pada seluruh merk kendaraan bermotor, Tahun 2013 penjualan merek Honda kembali mengalami peningkatan jumlah penjualan. Loyalitas adalah pemilihan secara optimum penempatan mesin-mesin, peralatan-peralatan produksi, tempat kerja, tempat penyimpanan dan fasilitas service, bersama-sama dengan penentuan bentuk gudang perusahaannya.Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan unsur lainnya hanya unsur biaya saja. Walaupun penetapan harga merupakan persoalan penting, masih banyak perusahaan yang kurang sempurna dalam menangani permasalahan penetapan harga tersebut. Karena menghasilkan penerimaan penjualan, maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang dapat dicapai oleh perusahaan.Penjualan merupakan tujuan utama dilakukannya kegiatan perusahaan. Perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa, mempunyai tujuan akhir yaitu menjual barang atau jasa tersebut kapada masyarakat. Oleh karena itu, penjualan memegang peran penting bagi perusahaan agar produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat terjual dan memberikan penghasilan bagi perusahaan. Penjualan yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk menjual barang atau jasa yang diperlukan sebagai sumber pendapatan untuk menutup semua ongkos guna memperoleh laba. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai loyalitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh obyek atau subyek tersebut. Dalam penelitian ini populasi yang dipilih peneliti adalah pelanggan yang membeli motor Honda pada PT. Nusantara surya sakti kota Kupang.Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi yaitu pelanggan yang membeli motor Honda Nss pada PT. Nusantara surya sakti kota kupang. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam meningkatkan harga sepeda motor honda data yang diperoleh dari penelitian ini adalah jumblah pegawai yang bekerja pada PT Dealer motor honda NSS yang menjadi objek penelitian ini adalah pegawai yang bekerja dalam PT motor honda surya sakti sebanyak 30 orang. xvi

ANALISIS PENGARUH KUALITAS KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (STUDI KASUS PADA PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK DI KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN KUPANG)

MARSELINUS HAOBENU
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI Dalam paradigma organisasi pemerintahan terdapat sejumlah aparatur yang diangkat dan ditugaskan untuk menjalankan tugas-tugas publik, sehingga aparatur harus dibina dan dikembangkan serta diatur penempatannya agar dapat bekerja secara optimal. Pengaturan dan penempatan aparatur tersebut marupakan bagian dari manajemen sumber daya manusia Menurut Flippo (2005:28) kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektifitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh sumber daya manusia atau sumber daya lainnya dalam pencapaian tujuan atau sasaran perusahaan denga baik dan berdaya guna. Karena pada dasarnya untuk melihat sampai sejauh mana peranan sumber daya manusia dalam suatu perusahaan, maka dapat dilihat dari hasil kerja seorang pegawai yang ada dalam perusahaan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan pegawai pihak manajemen harus senantiasa memperhatikan faktor-faktor yang mendorong pegawai bekerja dengan produktif, salah satunya yaitu memperhatikan motivasi kerja pegawai. Motivasi itu penting karena motivasilah yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias mencapai hasil yang diinginkan. Hal itu dapat dilihat dari pendapat Siagian (2003:138) yang menyatakan bahwa motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Menurut Hasibuan (2006) mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Penelitian terdahulu yang di lakukan oleh Savira Yenni (2020) dalam penelitian yang berjudul Pengaruh Kualitas Kerja, Pengembangan karir dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegwai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya, Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya yang bererti semakin tinggi kualitas kerja maka semakin meningkat kinerja pegawai. dan Penelitian terdahulu yang di lakukan Lisanapoati Madoing (2014) dalam penelitiannya yang berjudul Motivasi Kerja Pegawai Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Bone Bolango.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Motivasi Kerja Di Kantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil masih kurang efektif hal ini disebabkan karena tidak adanya keterbukaan antara pimpinan dan bawahan, serta adanya kecemburuan sosial antara pegawai yang satu dengan yang lainnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai. Penelitian ini melatar belakang data pemohon dan percetakan KTP di Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang dari bulan Januarai sampai dengan Bulan Desember Tahun 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebanyak 27 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sama dengan Populasi yakni berjumlah 27 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesiner, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Menyebarkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kupang sebagai responden pada penelitian ini. Analisis pendahuluan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memasukan hasil pengolahan data dalam angket responden kedalam data distribusi frekuensi. Dengan menggunakan kriteria tiga kotak (theree box method). Analisi lanjutan dalam penelitian ini menggunakan persamaan regresi linear berganda, uji koefisien regresi secara parsial (Uji t), uji hipotesis (uji F) dan Koefisien determinasi (R2) Hasil penelitian menunjukan teori bahwa secara parsial menununjukkan Variabel Kualitas Kerja (X1) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan bahwa variabel Motivasi kerja (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Kata Kunci : Kualitas Kerja, Motivasi Kerja Dan Kinerja Pegawai

ANALISIS PENGARUH KEBUTUHAN FISIOLOGIS DAN KEBUTUHAN SOSIAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK PROVINSI NTT

FARIDAH KASIM
2022 · Thesis · Open Access

Faridah Kasim. 16418266. Skripsi ini berjudul “ Analisis Pengaruh Kebutuhan Fisiologis dan Kebutuhan Sosial Terhadap Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT”. Kupang 2022. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT ? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Survey Kuesioner. Peneliti melakukan survey dengan cara menyebar kuesioner atau angket sebagai instrumen penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berstatus PNS yang berjumlah 49 orang. Untuk penentuan sampel peneliti menggunakan rumus slovin sehingga berjumlah 44 orang. Teknik analisis lanjjutan dalam penelitian ini menggunakan Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Sedangkan untuk uji hipotesisnya peneliti menggunakan Uji Parsial (uji t), Uji Simultan (Uji F) dan Uji Koefisien Determinasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa Secara parsial kebutuhan isiologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Sedangkan secara simultan kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil pengujian didapati hasil analisis regresi linier berganda dengan Nilai konstanta sebesar 1.970 artinya jika nilai kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) sama dengan nol, maka kinerja pegawai (Y) memiliki nilai sebesar 1.970, sedangkan koefisien regresi (b1) sebesar 0.610 dan koefisien regresi b2 sebesar sebesar 0,825. Dengan demikian persamaan regresi linear berganda yang memperlihatkan pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) dan kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) adalah sebagai berikut : Y= 1.970 + 0,610 X1 + 0,825 X2 + e. Uji hipotesis pertama ada pengaruh kebutuhan fisiologis (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan fisiologis (X1) ditemukan t hitung = 2.599 lebih besar t table = 1,219 dan tingkat Sig. = 0,013. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh kebutuhan sosial (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). Diketahui bahwa untuk variabel kebutuhan sosial (X2) ditemukan t hitung = 3.408 lebih besar t table = 1.219 dan tingkat Sig. = 0,001. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja pegawai (Y). Untuk uji Simultan didapat hasil F hitung = 22.321 lebih besar F tabel = 3,23 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel kebutuhan fisiologis (X1) dan variable kebutuhan sosial (X2) berpengaruh positif secara simultan terhadap kinerja pegawai(Y). Untuk hasil uji determinasi didapat nilai besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0.521 atau 52,1%. Hal ini berarti besarnya pengaruh kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial terhadap kinerja pegawai adalah 52,1%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,9% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil ini maka peneliti menyimpulkan bahwa kebutuhan fisiologis dan kebutuhan sosial memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT.

ANALISIS KOMPOSISI JENIS DAN KEPADATAN MAKROEPIFIT PADA RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii (DOTY) DOTY YANG DI BUDIDAYAKAN DENGAN METODE LEPAS DASAR DI DESA HUNDIHUK KECAMATAN ROTE BARAT LAUT KABUPATEN ROTE NDAO

MARSEN MARADONA TON
2022 · Thesis · Open Access

Alga epifit merupakan salah satu pesaing yang dapat menghambat pertumbuhan rumput laut yang dibudidaya serta menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dan kepadatan makroepifit pada budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di Desa Hundihuk Kecamatan Rote Barat Laut. Metode budidaya yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Lepas Dasar. Pengamatan dilakukan terhadap Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit dan yang tidak. Parameter utama yang diambil adalah jenis dan jumlah individu epifit dalam rangka mengatahui komposisi jenis dan kepadatan mikroepifit. Pengambilan sampel dilakukan setiap minggu sebanyak tujuh minggu. Selain itu, diambil juga data pertumbuhan harian, pertumbuhan spesifik serta parameter fisik-kimia perairan yang meliputi suhu, salinitas, arus, pH dan DO. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan berat akhir pada minggu ketujuh yang lebih rendah (184,47 gram) dibandingkan tanpa epifit (260,09 gram). Untuk pertumbuhan spesifik dan pertumbuhan harian, Kappaphycus alvarezii yang ditempeli epifit menunjukan pertumbuhan yang lebih rendah (rata-rata 4,675% dan 1,36 gram per hari) dibandingkan tanpa epifit (rata-rata 4,868% dan 2,37 gram per hari). Kepadatan Jenis epifit spesies Ceramium boydenii dan Neosiphonia sp yang menempeli Kappaphycus alvarezii berfluktuasi setiap minggunya. Rata-rata Kepadatan Jenis dan relatif Ceramium boydenii lebih tinggi (2,370 ind/m2, dan 54,09%) lebih tinggi dibandingkan Neosiphonia sp (2,317 ind/m2 dan 45,91%). Nilai pengukuran faktor fisik-kimia perairan berada pada kisaran normal untuk pertumbuhan Kappaphycus alvarezii yang dibudidaya.

PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

APRIANI LAGA HAE
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PENGARUH KONFLIK KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG Setiap perusahaan pasti memiliki target tertentu yang harus dicapai. Dalam pencapaian targetnya, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang dapat diandalkan. Sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mendayagunakan manusia atau proses memperoleh, memajukan, mengembangkan, dan memelihara tenaga kerja sampai sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien, Fauji (2013). Tugas manajemen sumber daya manusia adalah mengelola unsur manusia dengan baik supaya mendapatkan karyawan yang puas akan pekerjaannya. Menejemen yang telah dipercaya oleh perusahaan dituntut untuk memperhatikan semangat kerja karyawan agar mendapatkan hasil yang diharapkan oleh perusahaan. Menurut Nitisemito (2002: 160) semangat kerja adalah Melakukan pekerjaan secara lebih giat, sehingga dengan demikian pekerjaan akan lebih diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Semangat kerja dapat diartikan sebagai suatu iklim atau suasana kerja yang terdapat didalam suatu organisasi yang menunjukkan rasa kegairahan dalam melaksanakan pekerjaan dan mendorong mereka untuk bekerja secara lebih baik dan lebih produktif. Semangat kerja merupakan hal penting yang harus dijalani oleh setiap karyawan di perusahaan manapun karena semangat kerja menggambarkan perasaan senang individu atau kelompok terhadap pekerjaannya. Menurut Utari (2020: 2) menjelaskan bahwa upaya meningkatkan semangat kerja karyawan pada sebuah perusahaan, tidak hanya kesejahteraan berupa gaji yang layak atau fasilitas yang memadai yang perlu diperhatikan, melainkan perlu memperhatikan kondisi psikologis karyawan. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis karyawan yaitu stress kerja dan konflik kerja. Sehingga faktor yang paling dominan menyebabkan turunnya semangat kerja adalah konflik kerja dan stres kerja. Objek yang akan peneliti teliti dalam penelitian ini adalah Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang merupakan Bank Perkreditan yang didirikan oleh Yayasan TLM pada tahun 2008 untuk melayani pinjaman kredit kecil, menengah dan simpanan. Demikian halnya BPR TLM (Tanaoba Lais Manekat) dengan jumlah karyawan total sebanyak 73 orang, yang terdiri dari 70 karyawan dengan 3 direktur (direktur utama, direktur kredit, direktur kepatuhan). Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh Negatif variabel Konflik Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai t hitung = -0.868 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.388. Oleh karena nilai sig > 0,05. Sedangkan variabel independen stres kerja berpengaruh negatif Kerja terhadap Semangat Kerja Karyawan pada Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat Kupang. Hal ini dibukikan dengan perolean nilai t hitung sebesar = -0.642 lebih kecil dari t tabel = 1,668 dan tingkat Sig. = 0.523. Oleh karena nilai sig >0,05. Kata Kunci :Semangat Kerja, Konflik Kerja, Stres Kerja.

STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA ZONA INTERTIDAL DI PERAIRAN PANTAI SULAMU KABUPATEN KUPANG

MARSELUS R. TAHU
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAKSI MARSELUS REMIGIUS TAHU (17382377). Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang; WILSON L. TISERA, S.Pi., M.Si., Ph.D sebagai Pembimbing I dan ADI N. T. LANGGA, S.Pi, M.Sc sebagai Pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana-Kupang. Gastropoda merupakan hewan moluska yang berjalan dengan bagian kaki perut. Nama gastropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu (gaster = perut dan podas = kaki) artinya hewan yang memiliki kaki perut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda yang meliputi kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, serta indeks dominansi di Perairan Pantai Sulamu, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui observasi dan pengukuran di lapangan. Lokasi penelitian dibagi ke dalam 3 stasiun. Pengamatan gastropoda dilakukan dengan mengunakan line transek sepanjang 50 meter ke arah laut dan diletakkan kuadran/petak dengan ukuran 1 x 1 meter dengan jarak antara kuadran/petak 10 meter dan jarak antara transek 50 meter per stasiun, Jarak antara stasiun 100 meter per stasiun. Hasil penelitian gastropoda di Perairan Pesisir Pantai Sulamu ditemukan sebanyak 43 jenis gastropoda dari 22 famili dengan total 532 . stasiun I terdapat 25 spesies dari 12 famili, stasiun II terdapat 32 spesies dari 19 famili dan stasiun III terdapat 15 spesies dari 12 famili. Struktur Komunitas Gastropoda pada Zona Intertidal di Perairan Pantai Sulamu Kabupaten Kupang memiliki nilai kelimpahan jenis dan relatif berbeda-beda yakni stasiun I yang trtinggi yaitu jenis Urosalpinx cinerea yakni 2,47 ind/m², 15,55 %, stasiun II yaitu jenis Canarium mutabile yakni 2,07 ind/m², 24,60 %, dan stasiun III yaitu jenis Nassarius pullus yakni 3,00 ind/m², 26,79 %. indeks keanekaragaman jenis yang berbeda-beda yakni stasiun I memperoleh nilai sebesar 1,21 stasiun II memperoleh nilai sebesar 1,24 tergolong keanekaragaman sedang, pada stasiun III yakni 0,95. tergolong kategori keanekaragaman rendah (1 ≤ H ≤ 3). nilai indeks keseragaman pada stasiun I sebessar 0,87, stasiun II sebesar 0,82 dan stasiun III sebesar 0,80 memiliki nilai antar spesies merata/stabil (0,74 < E < 1,00) dan nilai dominansi pada stasiun I yakni sebesar 0,08, stasiun II yakni sebesar 0,10, dan pada stasiun III yakni sebesar 0,15 tergolong rendah (0,00 ≤ C ≤ 0, 30).

PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. SAMPURNA KUPANG

TONI T. A. FINIT
2022 · Thesis · Open Access

Finit, 2022. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang, Skripsi Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Dibimbing oleh Jusuf Aboladaka, SE,.M.Si selaku pembimbing I dan Zet Ena, SE., MM, selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner,observasi dan studi kepustakaan terkait sesuai tujuan penelitian. Teknik analisisnya menggunakan regresi linear berganda dengan sampel sebesar 40 responden. Pada Uji T menunjukkan bahwa hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh Motivasi Kerja (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel Motivasi Kerja (X1) ditemukan t hitung = 4,394 lebih besar t tabel = 2.021 dan tingkat Sig. = 0,00 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama yaitu adanya hubungan pengaruh Disiplin Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Hal ini dibuktikan bahwa variabel kemampuan kerja (X2) ditemukan t hitung = 5,360 lebih besar t tabel = 2.021 dan tingkat Sig. = 0,030 lebih kecil dari 0,05 Dan terakhir berdasarkan pada hasil uji koefisien determinasi (R2) diketahui besarnya koefisien determinasi R2 adalah 0. 527 atau 52,7%. Hal ini berarti besarnya pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan 52,7%. Sedangkan pengaruh sebesar 47,3% disebabkan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Motivasi dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap Kinerja Karyawan Pada CV.Sampurna Kupang.

ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT

YUSAK NINEF
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH BUDAYA KOMUNIKASI DAN KARATERISTIK INDIVIDU TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GMIT Penelitian dalam tugas akhir ini mengkaji tentang Analisis pengaruh Budaya Komunikasi Dan Karakteristik Individu Terhadap Prestasi kerja Pada Kantor Sinode GMIT. Dengan latar belakang dari penelitian ini,sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dan berkaitan langsung dengan permasalahan yang dihadapi. Dalam penlitian ini,teknik pengumpulan data dengan cara pertanyaan dan pernyataan kepada responden(Kuesioner).Dalam penelitian ini ada tiga permasalahan yang di kaji yaitu Budaya komunikasi,Karakteristik individu,Prestasi kerja. budaya komunikasi telah memperoleh penerimaan luas sebagai cara untuk memahami sistem manusia. Dari sistem tersebut terbuka "perspektif", setiap aspek budaya komunikasi dapat dilihat sebagai kondisi lingkungan yang penting yang mempengaruhi sistem dan subsistem tersebut.Pemeriksaan budaya komunikasi juga merupakan alat analisis yang berharga dalam dirinya sendiri.hidupnya. Dengan demikan perlu ada pengakuan pandangan yang akan berguna untuk pencapaian misi dan tujuan organisasi tersebut, agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Disamping itu dalam dimensi peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Sinode GMIT, karakteristik individu juga merupakan hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pegawai yang terdiri dari kemampuan, persepsi, sikap dan pengalaman serta motivasi. Dalam lingkungan Organisasi budaya komunikasih sangatlah diperlukan untuk memberikan informasi.oleh sebab itu antara pemimpin dan bawahannya perlu menjalin hubungan komunikasi yang baik.Dengan adanya jalinan komuniksa yang baik,maka interaksi antara pemimpin dan bawahannya pun akan terjalin dengan baik pula sehingga dalam penyampaiaan informasi-informasi dalam organisasi berjalan dengan baik.Penggunaan istilah Budaya komunikasi mengacu pada budaya yang berlaku,bukan saja padaperusahaan akan tetatapi berlaku juga pada pendidikan karna pada umumnya pendidikan itu dalam bentuk organisasi,yaitu bekerja sama antara beberapa orang yang membentuk kelompok atau satuan kerja kerja sama tersendiri.dalam budaya komunikasi terjadi sosialisasi nilai-nilai dan menginternalkan dalam diri para anggota organisasi sehingga tidak dapat dipisahkan karna telah menyatu didalam diri seseorang dan menjadi perilaku para anggota organisasi. Budaya komunikasi berperan penting karna akan merubah sikap dan perilaku sumber daya manusia untuk mencapai prestasi kerja yang tinggi dalam menghadapi tantangan masa depan.Prestasi kerja dapat ditingkatkan melalui budaya komunikasi dan kompensasi,karna dengan budaya komunikasi dan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawan,semangat,kemauaan,dan ketelitian pegawai saat bekerja akan lebih maksimal,focus dan disiplin.pemberian kompensasi dapat dalam bentuk uang atau barang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mereka.kompensasi yang akan diterima oleh mereka merupakan cermin dari apa yang telah mereka berikan atau kerjakan pada organisasi.kompensasi yang tidak sesuai dengan prestasi kerja sering menyebabkan karyawan ,sebagai manusia tidak merasa puas,tidak betah dan memutuskan untuk mencari yang lebih baik lagi Hasil dari penelitian ini adalah responden pegawai Kantor Sinode GMIT menunjukan pernyataan yang baik terhadap setiap item jawaban yang diberikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel budaya komunikasi (X1) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja .hal ini terlihat dari signifikan budaya komunikasi (X1) 0,0000.05 dan nilai thitung 4.767>0,05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak Ha diterima yang berarti terdapat pengaruh positif budaya komunikasai (x1) terhadap prestasi kerja (Y). Hasil uji regresi secara parsial signifikan pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y) 0100,05 dan thitung 2.633>0,05 sehingga dapat disimpulakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti terdapat oengaruh pada variabel karakteristik individu (X2) terhadap prestasi kerja (Y), maka dapat diindikasikan bahwa semakin baik karakteristik individu maka akan memberikan kontribusi yang positif terhadap prestasi kerja pada kantor Sinode GMIT.

ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb - Douglas PADA PABRIK ROTI UD. RADJA BAKERY KUPANG

MELKIANUS NOMLENI
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul ”ANALISIS FUNGSI PRODUKSI Cobb Douglas PADA PABRIK ROTI UD RADJA BAKERY KUPANG”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh tenaga kerja, bahan baku dan peralatan secara bersama-sama terhadap produksi roti pada UD. Radja Bakery di kota Kupang.? tujuan penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan mahasiswa dalam menganalisa faktor penyebab produksi tertentu, dan untuk perusahaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mensiasati produksi roti UD Radja Bakery. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisi Cobb-Douglas, karena mempunyai beberapa sifat yang sangat bermanfaat dalam seriap produksi secara empitis. Dari hasil ini penulis kemudian dapat menggambil kesimpulan. Dari hasil penelitian inidapat disimpulkan bahwa faktor produksi secara bersama-sama berpengaruhi sangat nyata terhadap produksi roti. Nilai return to scale = 1,257 < 1, maka disebut increasing return to scale. Artinya bila semua input ditambah 1% secara bersama-sama maka output akan meningkat sebesesar 1,26%. Jika dilihat dari segi produktifitas faktor maka terdapat variabel yang harus ditambah atau dikurangi jika faktor lain dianggap konstan yaitu: 1. Jam kerja orang menunjukan angka positif yang berarti akan meningkatkan produksi roti. Pengunaan tenaga kerja masih efisien sehingga tidak dibutuhkan tambahan jumlah tenaga kerja. 2. Bahan baku juga bernilai positif, ini berarti ada pengaruh yang nyata antara bahan baku dengan produksi roti. Penambahan atau pengunaan bahan baku harus proporsional sehingga tidak melampaui batas optimal yang akan menurunkan produksi roti. 3. Jam mesin bernilai negatif, berarti jika jam mesin (mixer dan oven) ditambah maka produksi roti akan menurun. Penggunaan jam mesin telah melampaui batas optimal sehingga tidak efisien lagi, sehingga dibutuhan pengurangan jumlah jam penggunaan peralatan (mixer dan oven) yang proporsional untuk meningkatkan produksi roti.

ANALISIS KESEHATAN BPR TLM DENGAN METODE RGEC

VICTORIA EMILIA OLY LI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK “ANALISIS KESEHATAN BPR TLM DENGAN METODE RGEC” Tingkat kesehatan suatu bank sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat untuk menjadi nasabah bank tersebut khususnya BPR TLM, sebab itu membutuhkan analisis yang tepat didalam melakukan penilaian terhadap suatu bank yaitu dengan menggunakan Metode RGEC (Risk Profile, God Corporate Governance, Earning, Capital) dan hal itu sesuai dengan Surat Edaran OJK No.39/SEOJK.3/2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek profil resiko bank., tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek tata kelola bank yang baik., tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek pendapatan bank dan tingkat kesehatan BPR TLM ditinjau dari aspek permodalan bank. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah : Dokumentasi yaitu pengambilan data dilakukan dengan menalaah dokumen laporan keuangan terutama neraca dan laporan laba rugi. Wawancara yaitu penganbilan data dilakukan dengan wawancara berakitan dengan Good Corporate Governance (GCG). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat kesehatan PT. BPR TLM ditinjau dari aspek profil resiko yang dinilai berdasarkan rasio NPL dan LDR. Pada tahun 2016-2017, rasio NPL berada pada kriteria sehat. Tahun 2018, rasio NPL berada pada kriteria sangat sehat dan tahun 2019-2020 berada kriteria sehat. Rasio LDR dari tahun 2016-2020 berada pada kriteria cukup sehat. Dari aspek GCG pada PT. BPR TLM selama tahun 2016-2020 berada pada kriteria baik. Dari aspek pendapatan. Rasio ROA tahun 2016-2018 berada pada kriteria sangat sehat. Tahun 2019 dengan kriteria sehat dan pada tahun 2020 dengan kriteria sangat sehat. Rasio BOPO pada tahun 2016-2017 berada pada dengan kriteria sehat. Tahun 2018 dengan kriteria sangat sehat, tahun 2019 kriteria kurang sehat dan pada tahun 2020 dengan kriteria sangat sehat. Serta ditinjau dari aspek permodalan. Rasio KPMM pada tahun 2016 berada kriteria kurang sehat, tahun 2017 dengan kriteria sehat dan pada tahun 2018-2020 berada kriteria sangat sehat. Hasil penelitian Penilaian tingkat kesehatan pada PT. BPR TLM dengan metode RGEC menunjukan predikat kesehatan tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. erdasarkan hasil analisis rasio keuangan disesuiakan dengan kriteria peringkat RGEC dimana standar bank dengan kategori sehat dengan nilai komposit diatas 71% maka tingkat kesehatan bank PT. BPR TLM dari tahun 2016-2020 berada pada kriteria SEHAT bahkan SANGAT SEHAT. Kata Kunci : RGEC, Kesehatan Bank.

PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN RESIKO KREDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG

TRIFORSA ARYANI FEBRINY AMALO
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK “PENGARUH PENYALURAN KREDIT TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN RESIKO KREDIT SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT TANAOBA LAIS MANEKAT KUPANG” Lembaga keuangan yang erat kaitannya dengan perekonomian negara adalah bank. Bank merupakan salah satu pelaku ekonomi yang berperan sebagai lembaga intermediasi yang perantara antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang kelebihan dana. Peran bank sebagai lembaga keuangan tidak terlepas dari jasa kredit. Dapat dikatakan bahwa kedit merupakan kegiatan utama dalam bidang perbankan. Tingkat kredit yang disalurkan menjadi indikator bagi bank dalam menghasilkan keuntungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas dan mengetahui dan menganalisis pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas dengan resiko kredit sebagai variabel moderasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder berupa dokumentasi. Pokok permasalahan dalam penelitian ini berupa penyaluran kredit berpengaruh terhadap profitabilitas pada BPR TLM, dan penyaluran kredit berpengaruh terhadap profitabilitas dengan resiko kredit sebagai variabel moderasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penyaluran kredit berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Serta resiko kredit tidak dapat memoderasi pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel X1 tidak dapat memodersi pengaruh variabel X2 terhadap variable Y. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi penyaluran kredit (X1) 0.091>0.05 dan nilai thitung 3.088>0.05ttabel sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan H0 diterima yang berarti resiko kredit tidak dapat memoderasi pengaruh penyaluran kredit terhadap profitabilitas. Kata Kunci : Kredit, Resiko kredit, Profitabilitas.

ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR PERSONAL, FAKTOR ORGANISASIONAL DAN NON ORGANISASIONAL DALAM MENGUKUR KOMITMEN ORGANISASI (Studi Kasus Pada PT.Telkom Witel NTT Kupang)

MARIA METRIANA DAHU MALI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ Analisis Hubungan Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional Dalam Mngukur Komitmen Organisasi Pada PT. Telkom Witel NTT Kupang”.Skripsi ini ditulis oleh Maria Metriana Dahu Mali, NIM 17412205, Fakultas Ekonomi, Program Studi Manajemen, Jalus Minat Manajemen Sumber Daya Manusia, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang (UKAW). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Faktor Personal (X1), Faktor Organisasional (X2), dan Faktor Non Organisasional (X3) terhadap Komitmen Organisasi (Y) Karyawan PT Telkom Witel NTT Kupang. Penelitian yang penulis lakuka disini adalah Penelitian Lapangan (Field Research) dengan menggunakan Statistik Deskriptif dengan bantuan tabel dalam jumlah presentase. Penelitian ini dilakukan di PT. Telkom Witel NTT Kupang dan Sampel dari penelitian ini sebanyak 65 orang sebagai responden. Dalam mengumpulka Data Penulis menggunakan Kuesioner. Sedangkan didalam pembahasannya menggunakan alat analisis Koefisien Korelasi. Hasil dari penelitian yang ini menunjukan bahwa Variabel Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Organisasional berhubungan positif dan Signifikan terhadap Komitmen Organisasi yakni Semakin baik Faktor Personal, Faktor Organisasional dan Faktor Non Organisasional maka semain baik juga Komitmen Organisasi. Faktor Personal merupakan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi Individu sangat memperngaruhi tingkat Komitmen Individu. Karyawan yang lebi bekerja lama dan tua tingkat Komitmennya lebih tinggi dibandingkan dengan Karyawan yang belum Lama bekerja dan usianya Masih muda. Jenis kelamin juga mempengaruhi Komitmen seseorang terhadap Organisasi, Karyawan Perempuan cenderung Lebih komit Terhadap Organisasional dibandingkan dengan Karyawan Laki-Laki. Menurut Larson (2005) bahwa pegawai yang mempunyai komitmen yang tinggi akan berusaha lebih dari pada mereka yang mempunyai komitmen yang rendah. Dalam bekerja disebuah organisasional atau perusahaan, seorang pekerja setidaknya pernah mengalami masalah, bahkan terkadang masalah yang dihadapi bisa mengancam perasaan untuk berkomitmen dengan organisasional atau perusahaan tersebut, misalnya ditegur dengan keras akibat kurang tanggap dalam menjalankan tugas, dipindah tugaskan dan diberikan beban pekerjaan yang melebihi deskripsi pekerjaan. Kata Kunci: Faktor Personal, Faktor Organisasional, Faktor Non Organisasional, dan Komitmen Organisasi

ANALISIS PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN DAN KEADILAN PROSEDURAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK KOTA KUPANG

HERI SWARNO MANIK
2022 · Thesis · Open Access

Dalam setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam pengelolaan manajemen sumber daya manusia untuk mencapai visi organisasi. Keberhasilan dalam setiap rencana organisasi merupakan satu ukuran tersendiri didalam diri masing masing individu yang ada dalam organisasi, Hal ini akan memberikan konsekuensi bahwa setiap organisasi harus merespon dan menghadapi semua tantangan yang terkait dengan perubahan lingkungan strategis. Agar tercapainya tujuan organisasi yang baik dimasa yang akan datang maka sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting untuk diperhatikan. Hal ini dikarenakan Sumber Daya manusia mempunyai peran yang sangat penting seperti yang diketahui bahwa kinerja organisasi dipengaruhi dengan kualitas sumber daya manusianya. Kinerja yang baik merupakan hal yang tentunya diinginkan pencapaiannya oleh setiap perusahaan atau organisasi. Oleh sebab itu Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaanya yaitu sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya dan merupakan hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang sesuai dengan standar yang telah ditentukan, dengan standar tersebut diharapkan kinerja seseorang dalam sebuah organisasi mampu menghasilkan mutu pekerjaan yang baik serta jumlah pekerjaan yang sesuai dengan standar (Siti Hidayah dan Haryani, 2013). Menurut Viethzal (2004: 309) kinerja pegawai adalah suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan pelaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Kinerja pegawai merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Aspek yang paling mendasar dalam pengelolaan pegawai dalam organisasi adalah berkaitan dengan pengelolaan sikap kearah yang positif, sehingga karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural pegawai dapat mencapai hasil yang positif pula dalam peningkatan kinerja pegawai tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah karakteristik pekerjaan. Membahas masalah karakteristik tidak lepas dari membahas rancangan pekerjaan. Menurut Handoko (2012: 155) menjelaskan bahwa karakteristik pekerjaan sangat mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini dikarenakan karakteristik pekerjaan adalah keberadaan suatu pekerjaan dalam organisasi yang disusun mulai dari design pekerjaan yaitu penetapan kegiatan-kegiatan individu atau kelompok karyawan secara organisasi. Selain itu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai adalah keadilan prosedural. Hal ini dikarenakan Perlakuan adil secara prosedur telah didemonstrasikan dapat meningkatkan kinerja pegawai (Rakhmawati Hijiyanti, 2013). Oleh sebab itu, keadilan dikatakan ada apabila karyawan merasa imbalan yang mereka terima sama dengan apa yang karyawan lain terima dengan kinerja dan pekerjaan yang sama. Menurut Rakmawati Hajiyanti (2013) menyatakan bahwa keadilan prosedural adalah persepsi yang ditujukan oleh karyawan ketika melihat perusahaan dalam menjalankan aturan-aturan yang ada. Dengan demikian, apabila aturan dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan maka pegawai merasa diperlakukan secara adil dan sebaliknya. Jadi individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya keadilan prosedural pada saat aturan prosedur yang ada dalam organisasi dapat dilaksanakan dengan baik oleh para pengambil kebijakan. Sebaliknya apabila prosedur tersebut dilanggar maka individu dalam organisasi akan mempersepsikan adanya ketidak-adilan. Oleh karena itu, keputusan dibuat secara konsisten tanpa adanya pengaruh kepentingan pribadi di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di Badan Pusat Statistik yaitu Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Badan Pusat Statistik memiliki visi, misi dan tujuan yang harus dicapai oleh setiap pegawainya. Dalam pencapaian visi, misis dan tujuan maka, dibutukan kinerja dari pegawai. Hal ini perlu dilihat dari sisi karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural agar dapat mencapai hasil maksimal. Sehingga yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang yang berjumlah 30 orang pegawai. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Secara Parsial Terdapat pengaruh karakteristik pekerjaan dan keadilan prosedural terhadap kinerja pegawai pada Badan Pusat Statistik Kota Kupang. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persamaan regresi linier berganda .yaitu Y = 4.012 + 0.337X1+ 0.263X2+e . Dari hasil tersebut menunjukan bahwa Koefisien bernilai positif yang artinya bahwa terjadi hubungan positif karakteristik pekerjaan dan Keadilan Prosedural terhadap Kinerja Pegawai. Hal lain dilihat juga dari perolehan uji T (Secara Parsial) dengan nilai signifikan karakteristik pekerjaan sebesar 0.0190,05 dan nilai 2.505>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Karakteristik Pekerjaan (X1) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Sedangkan keadilan prosedural memperoleh nilai signifikansebesar 0.0040,05 dan nilai 3.135>1.703 sehingga dapat disimpulkan bahwa, hasil uji stastistik menunjukan secara parsial Ha diterima dan Ho ditolak atau variabel Keadilan Prosedural (X2) berpengaruh dan signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y). Selain dari pada itu perolehan koefisien determinasinya (R2) adalah sebesar 0.557. Sehingga 55.7% variabel kinerja pegawai (Y) dapat dijelaskan oleh variabel karakteristik pekerjaan (X1), dan variabel keadilan prosedural (X2) Sedangkan selisihnya 44.3% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BALAI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KOTA KUPANG

MARTEN L. NGONGO
2022 · Thesis · Open Access

Analisis Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat Kota Kupang ABSTRAK Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap pegawai adalah kinerja pegawai. Suatu organisasi dapat bertahan jika kegiatan pegawai didukung oleh kinerja pegawai. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan cara memperhatikan pengembangan sumber daya manusia pegawai, kepuasan kerja pegawai. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan merupakan hal penting yang mendorong pegawai untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu pengembangan sumber daya manusia dan kinerja pegawai merupakan komponen penting dalam memberikan motivasi bagi pegawai dalamberkerja. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah pengembangan sumber daya melalui pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat Kota Kupang Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah , pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan, dan kinerja pegawai. Menurut Simamora (2003:45), kinerja adalah ukuran keberhasilan organisasi dalam mencapai misinya. Sedangkan Riniwati (2011:50) mendefinisikan kinerja adalah unsur pencatatan hasil kerja SDM dari waktu kewaktu sehingga diketahui sejauh mana hasil kerja SDM dan perbaikan apa yang harus dilakukan agar di masa mendatang lebih baik. Untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, organisasi disusun dalam unit-unit kerja yang lebih kecil, dengan pembagian kerja, sistem kerja dan mekanisme kerja yangjelas. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang mengunkan analisis deskriptif presentase diketahui bahwa pengaruh pengembangan sumberdayamanusia melalui pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja pegawai Pada Kantor Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat Kota Kupang berada dalam kategori rendah. pengembangan sumber daya manusia Pegawai dalam kategori rendah dan Kinerja Pegawai juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisis lanjutan yang mengunakan teknik analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,073 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,083 yang berarti sema tinggi pula kinerja pegawai, sebaliknya. pengembangan sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,083 yang berarti semakin baik pengembangan sumber daya manusia kinerja pegawai semakin tinggi pula kinerjapegawai.

ANALISIS PENGARUH DIGITAL MARKETING DAN CUSTOMER RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN ( STUDI PADA CV. SINAR BINTANG ABADI KOTA RUTENG )

TIMOTIUS TITUS MADU
2022 · Thesis · Open Access

Salah satu hal yang penting yang harus dimiliki oleh perusahaan adalah Digital marketing suatu perusahaan dapat bertahan jika kegiatan marketing didukung oleh loyalitas konsumen. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas konsumen adalah dengan cara memperhatikan digital marketing dan customer relationship marketing. Digital marketing dan customer relationship marketing merupakan hal penting yang mendorong konsumen untuk membeli produk yang di jual. Penulis melakukan penelitian ini bertitik tolak dari permasalahan yang sering ditemukan dilokasi penelitian yaitu apakah digital marketing berpengaruh terhadap loyalitas konsuemn dan apakah customer relationship marleting berpengaruh terhadap loayalitas konsumen. Penelitian ini mempunyai tujuan guna mengetahui pengaruh digital marketing terhadap loyalitas konsumen. Penelitian berikut merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian berjumlah 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument penelitian yaitu kuisioner yang diberikan kepada Cv. Sinar Bintang Abadi Kota Ruteng. Metode analisis yang dipakai ialah analisis regresi linear, korelasi, koefisien determinasi, uji t, serte uji F. hasil penelitian secara simultan variabel independen yaitu Digital marketing bepengaruh terhadap loyalitas konsumen, secara parsial membuktikan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen pemasasran hubungan dengan pelanggan mempunyai pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen. Diketahui nilai uji ANOVA atau Ftest, dengan Fount 6,640 dan memiliki tingkat signifikan 0,002, disimpulkan bahwa digital marketing (X1), Customer relationship marketing (X2) secara bersama sama berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (Y) pada Cv. Sinar Bintang Abadi Kota Ruteng

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GEREJA MASEHI INJILI TIMOR DI KUPANG

YENS POLINTO PASSU
2022 · Thesis · Open Access

Penelitian ini berjudul “Pengaruh komitmen organisasi dan profesionalisme Kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor sinode gereja masehi injili timor di kupang”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Profesionalisme kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang.. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang?. 2. Apakah Profesionalisme Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1). Komitmen Organisasional dalam penelitian ini adalah bentuk sikap dimana individu merasa menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta dengan sungguhsungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari organisasi tersebut. (2).Komitmen profesional dalam penelitian adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu. (3).Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh pegawai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 20 orang pegawai. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel xi probabilitas/acak dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling) karena jumlah pegawai yang bekerja lebih dari 3 tahun. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuisioner). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Semantic Differential Scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penelitian secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat–lemah, baik–buruk, tidak setuju – setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1- 10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai Pada tahap analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam data tabel distribusi frekuensi. Pada tahap ini akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner.teknik analisis yang digunakan adalahtabel distribusi frekuensi. Pada tahap Analisis lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (X1,X2) dengan variabel (Y).Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu, Pengaruh Komitmen Organisasi dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja pegawai pada kantor Sinode GMIT kupang, Persamaan regresi linear berganda Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian Komitmen Orgasisasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,416 dengan tingkat signifikansi 0.020. xii 2. Dari hasil pengujian Profesionalisme Kerja mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,048 dengan tingkat signifikansi 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak Sinode Gmit harus lebih kinerja pegawai, atasan perlu melakukan upaya peningkatan kualitas kerja. Agar pegawai dapat dituntut bekerja dengan baik. 2. Pihak Sinode Gmit perlu meningkatkan komitmen organisasi agar memecahkan masalah perusahaan bersama karyawan yang lain serta perlu mempelajari atau membaca litelatur agar lebih berwawasan, mengaktualisi diri, mengerti tugas yang dikerjakan. 3. Bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk menganalisis lebih dalam lagi dan lebih spesifik, sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.

i STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BERBASIS EKONOMI KREATIF PADA SEKTOR PARIWISATA DI KOTA KUPANG (Studi Pada Kawasan Wisata Pantai Warna Oesapa)

GUSTI E.KONIS
2022 · Thesis · Open Access

xiv ABSTRAKSI Ekonomi kreatif merupakan konsep ekonomi baru yang memadukan informasi dan kreatifitas yang mengandalkan ide, gagasan dan pengetahuan dari sumberdaya manusia sebagai faktor produksi. Ekonomi kreatif sebenarnya adalah wujud dari upaya mencari pembangunan yang berkelanjutan bagi suatu iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumberdaya yang terbarukan. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah : Untuk mengetahui dan menganalisis faktor internal maupun faktor eksternal serta strategi baru dalam rangka pengembangan usaha ekonomi kreatif yang dimiliki oleh kawasan wisata Pantai Warna Oesapa sehingga dapat dikembangkan menjadi strategi baru dalam pengembangan usaha ekonomi kreatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Pantai Warna Oesapa berjumlah 32 Orang Sedangkan untuk pengelola sebanyak 6 Orang Sedangkan Sampel pada penelitian ini adalah menggunakan seluruh jumlah populasi pelaku UMKM di Pantai Warna Oesapa yaitu berjumlah 32 Orang Sedangkan untuk pengelola sebanyak 6 Orang Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara internal meliputi Adanya peraturan pemerintah tentang ekonomi kreatif pada sektor pariwisata, terdapatnya instansi yang menangani tentang pengembangan usaha berbasis ekonomi kreatif, Lokasi yang strategis untuk usaha, Adanya beberapa program dalam pengembangan usaha, Memiliki sistem keamanan yang baik, Setiap usaha memiliki ciri khas Kota Kupang, Adanya program pengembangan sumber daya manusia dan Memiliki aksebilitas yang baik dengan nilai 3,48 sedangkan kelemahan yaitu Kejelasan kepemilikan tempat masih belum ada dalam pendirian usaha, Kurangnnya kerja sama antara pemerintah dengan swasta, akademisi dan masyarakat, Kurangnya pengetahuan dalam hal pengelolaan hasil produksi, Masih kurangnya dalam hal promosi atau pemasaran hasil produksi dengan nilai 1,56 sehingga hasilnya adalah 3,48 – 1,56 = 1,92 tetap berada pada kuadran I xv Secara eksternal meliputi Kebijakan dan program yang dapat medorong penataan dan pemberdayaan masyarakat, Perkembangan lokasi usaha, Infrastruktur yang sangat mendukung. Hasil produksi yang berkembang dengan nilai 2,76 sedangkan ancaman meliputi Banyaknya minat masyarakat dalam membuka usaha di sekitar kawasan pariwisata mengakibatkan tidak teraturnya usaha-usaha yang ada di sana, Masih ada beberapa aksebilitas yang sulit di tempuh dengan nilai 1,20 sehingga hasilnya adalah 2,76 – 1,20 = 1,56 tetap berada pada kuadran I Strategi pengembangan Pantai Warna Oesapa yang digunakan oleh pengelola Pantai Warna Oesapa memilih menggunakan strategi fokus atau kombinasi antara cos tleadership dan diferensia

Gereja Di Tengah Badai

JANTER EFRATA RANO BAKI
2022 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Jemaat GMIT Galed Kelapa Lima merupakan hasil pemekaran dari Jemaat GMIT Talitakumi Pasir Panjang sejak tahun 1963, yang merupakan wilayah pelayanan Jemaat GMIT Ebenhaezer Oeba, yang terbentuk pada tahun 1952. Jemaat yang mula-mula dominasi dari suku Rote dan belakang suku lainnya, karena itu, jemaat ini terdiri dari berbagai etnik, yang tergolong jemaat pinggiran kota bukan tergolong jemaat kota. Dalam sejarah dan sampai saat ini, jemaat ini sudah dilayani 12 pendeta, namun belum selesai dalam pergumulan sosial jemaat, seperti badai yang sudah ada namun kini masih dilanda jemaat. Badai demikian, yakni tantangan secara ekonomi, moral, dan keutuhan persekutuan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui seluk beluk jemaat ini dan dampaknya bagi pelayanan masa kini. Tujuan ini dapat tercapai dengan penelitian lapangan dan metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat terkait topik yang diangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, badai yang dihadapi sejak semula seperti perzinahan dan mabuk telah mengalami perubahan bentuknya pada masa kini, yakni Pijit Tradisional (Pitrad), Bar di Hotel Sasando dan Hotel Citra, serta juga pergumulan penyelewengan keuangan jemaat dan dampaknya masih dirasakan dalam persekutuan ini. Badai ini berasal dari dalam jemaat, yang telah membuka ruang bagi Pitrad, minim relasi karena konflik internal jemaat, minimnya manajemen dan pengawasan. Badai ini berdampak beberapa anggota jemaat memilih bergereja ke tempat lain atau denominasi lain dan terjadi krisis kepercayaan. Persoalan demikian belum diatasi atau dikurangi, sebab dalam sejarah bahkan saat ini, pelayanan gereja lebih berfokus pada konsolidasi internal, sehingga belum memperhatikan pola pelayanan terhadap persoalan sosial di jemaat. Maka dari itu pelayanan gereja belum ada dampak terhadap pergumulan jemaat. Peran yang harus dihidupi oleh Galed ialah kehadirannya diimani hasil karya Roh Kudus perlu merengkuh persekutuan secara utuh. Dalam menjalankan misi-Nya di tengah kehidupan jemaat, maka para pelayan Galed perlu meneladani sikap pastoral Yesus untuk merangkul jemaat, termasuk di dalamnya pemilik dan pekerja Pitrad. Galed mempunyai peran sebagai lingkungan pembentukkan moral, peran manajemen gereja (Galed) bagi kelangsungan pelayanan jemaat, dan persekutuan Galed sebagai tubuh Kristus yang mempersatukan setiap etnik.