GRIGORIA .H. DEJESUS
2022 · Thesis · Open Access
Penilitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan perekat pada pembuatan briket arang tempurung kelapa . Bahan yang di gunakan yaitu serbuk arang tempurung kelapa yang diolah menjadi partikel dengan di bakar . Penilitian dilakukan dengan 10% , 15% , 20 % , 25 % perlakuan dengan ukuran ayakan bahan baku 60 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji duncan. Setiap perlakuan mengalami 4 ulangan dengan berat bahan baku 1000 gr. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada perbandingan , lama nyala, massa jenis, dan kadar air.Perlakuan (perekat 25%) adalah perlakuan terbaik dari setiap perlakuan yang menghasilkan nilai massa jenis tertinggi 15% 26,1 gr,lama waktu pembakaran tertinggi 2 j 40 m, massa jenis tertinggi namun berbeda nyata dengan perlakuan (perekat 25 %) kadar air terendah 6 %.
MARSELINA TAMO INYA
2022 · Thesis · Open Access
Hujan adalah salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat diatmosfer,titik-titik air di udara atau awan yang sudah terlalu berat karena kandungan air yang sangat banyak,akan jatuh kembali kepermukaan bumi sebagai hujan.
metode yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah Metode Poligon Thiessen. Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat di simpulkan bahwa terdapat 8 wilayah hujan spasial dengan besar hujan yang bervariasi. Ada kecenderungan pada wilah bagian selatan Kabupaten Timur Tengah Selatan merupakan wilayah dengan curah hujan rendah, yang di wakili oleh pos hujan Panite, dan pos hujan Kualin yang dapat dikategorikan wilayah kering semi arid, sedangkan pada wilayah utara Kabupaten Timor Tengah Selatan memeliki curah hujan tinggi cenderung humid, yang di wakili oleh pos hujan Kapan, Oelbubuk dan pos hujan Ayotupas. Pada bagian Tengah wilayah Kabupaten TTS yang di wakili oleh pos hujan Tetaf, Neonmat dan loli cenderung semi arid yang relative sama.
WINDA YUNITA SAUDALE
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian bertujuan untuk mengetahui hasil kecepatan tetesanpemberian air irigasi pada sistem irigasi tetes untuk pertumbuhan dan produksi cabai keriting dilaksanakan sejak pertengahan desember hingga pertengahan maret 2022 di Lab Mekanisasi Pertanian UKAW Kupang. Penelitian ini merupakan aksperimen yang di atur dalam rancangan acak lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Adapun perlakuan yang di cobakan : perlakuan satu (60) menit, perlakuan II (80) menit, perlakuan III (100) menit, danperlakuan IV dua (120 menit). Hasil penelitian ini di peroleh jumlah pemberian air irigasi tetes dan hasil pengukuran tinggi tanaman cabai keriting. Dari hasil analisis dan pembahasan yang di ketahui bahwa perlakuan terbaik pada tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan D dengan tinggi (63,00 cm), perlakuan terbaik pada jumlah daun tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D dengan jumlah tertinggi (7,55 cm), perlakuan terbaik pada diameter batang tanaman dengan jumlah tertinggi pada perlakuan D (4,05 cm).
GUSTIANUS BHIA
2022 · Thesis · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah mengetahuipengaruh proses suhu fermentasi jerami padi menjadi etanil, dan jumlah etanol yang dihasilkan dari jerami padi. Salah satu cara dengan mengubah jerami padi menjadi bioetanol. Kandungan hemilselulosa dan selulosa pada jerami padi brtpotensi untuk diolah menjadi bioetanil yang difermentasikan. Semakin besar molaritas HCL dan campuran NaOH serta ragi tape membuat kadar etanol yang dihasilkan semakin besar, karena penambahan HCL 2% (70 ml) di peroleh kadar etanol yang tinggi. Setelah difermentasi dimurnikan dengan cara didestilasi pada temperatur 80 C. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang berbanding rurus antara molaritas asam dengan kadar etanol yang dihasilkan. Semakin tinggi konsentrasi asam,maka akan semakin tinggi pula kadar etanolyang didapat. Begitu pula hubungan antara lama waktu fermentasi dengan kadar etano. Kadar etanol tertinggi di hasilkan pada kondisu HCL 0,1 N dengan waktu fermentasi selama 15 hari
ZAINUDIN ADHAM
2022 · Thesis · Open Access
Penelian Kinerja P3A Rukun Tani merupakan suatu indikasi dalam rangka menggambarkan pengolahan sistem irigasi, dewasa ini kemajuan perkembangan irigasi lebih di tunjukan pada pemberian air agar dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien sebagai jawaban di atas meningkatkannya permintaan akan air unuk kebutuhan tanaman maupun air bagi peruntukan lain.
Metode yang digunakan adalah metode deskripsi, yang artinya penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi untuk mempertahankan fungsi jaringan irigasi daerah irigasi manikin secara baik. Setelah dilakukan penelitian dilapangan yang dilaksanakan sesuai dengan metode yang digunakan maka didapatkan hasil penelitian yang dapat di simpulkan bahwa penilaian kinerja P3A di Manikin kabupaten kupang menunjukkan bahwa kinerja P3A di Manikin sudah berjalan dengan baik.
RUPERTO MEO NGAI
2022 · Thesis · Open Access
Traktor merupakan salah satu penerapan teknologi di bidang pertanian. Tujuan adanya pengalihan teknologi tersebut yaitu untuk meringankan beban dalam melakukan pengolahan lahan pertanian, terutama dengan luas lahan yang tidak sedikit dan jenis tanah yang cukup sulit untuk diolah. Pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa bisa berjalan sesuai yang diharapkan demi mewujudkan tanam padi serentak pada musim tanam pertama apabila kebutuhan traktor terpenuhi dan menejemen pengoperasiannya dibuat dengan baik..Tujuandaripenelitian di iniadalah : Untuk mengetahui kebutuhan traktor pada pengolahan tanah guna mewujudkan jadwal tanam padiserentak pada musim tanam pertama di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air Kecamatan Kupang Tengah..Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani sawah di daerah P3A Dahulu Rasa Desa Mata Air. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari:Petani pemilik traktor, petani pemakai traktor operator traktor dan pengurus P3A. Tingkat kebutuhan traktor untuk pengolahan tanah di daerah P3A Dahulu Rasa untuk pengolahan tanah pertama menggunkan traktor roda 4 dan traktor tangan sedangankan untuk pengolahan tanah kedua semua masih menggunakan traktor tangan. Pada pengolahan tanah dengan menggunakan traktor dari pengolahan tanah pertama dan kedua membutuhkan waktu 8 hari dan juga membutuhkan 1 unit traktor roda 4 dan 10 unit traktor tangan.Sedangkan untuk tingkat kecukupan traktor di daerah P3A Dahulu Rasa sudah sangat melebihi dari apa yang dibutuhkan namun masih kurang dalam manajemen pengoperasian traktor bagi petani pemilik dan juga operator sehingga sering terjadi keterlambatan dan juga kendala dalam pengolahan tanah bagi petani...
RIZAL CHARLOS ELUAMA
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A saluran irigasi Dalam Kom Kelurahan Oesao Kecamatan kupang Timur Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Dalam Kom.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Dalam Kom yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerja sama antar petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama, masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran dan pembagianan air pada petak tersier masih belum dapat dilakukan secara maksimal
SONI O. A. SALUKH
2022 · Thesis · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang ada di masyarakat dengaan mengolahnya menjadi briket.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas briket arang tempurung kelapa yang baik untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. pembatasan dalam masalah penelitian ini yaitu arang dan tepung tapioka dengan perbandingan komposisi 90:10. Suhu pengeringan yaitu 100°c menggunakan panas matahari selama 7 hari, tempurung kelapa 20 kilo, perbandingan perekat 100 gram 0,5 liter air. proses pembakaran menggunakan tungku pembakaran terbuka, pengayakan menggunakan ayakan dengan ukuran 60 mesh, 40 mesh, 20 mesh. selanjudnya pengujian kualitas briket yaitu kadar air briket (%) nilai kalor (%) berat briket( gram) panjang briket (cm) diameter briket (cm) hasil pengujian kulitas briket arang tempurung kelapa didapatkan nilai rata-rata kaadar air3,06%, nilai rata-rata nilai kalor3,74 %, nilai rata rata berat briket 23,7 gram, nilai rata-rata panjang briket 70,50 cm nilai rata-rata diameter briket 21,15 cm.
FEBRIANI K. SAILANA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Mahasiswa Fakultas Teologi merupakan anak-anak yang ada dalam proses pembentukkan diri untuk menjadi pelayan Tuhan (pendeta) kedepannya. Namun dalam proses pembentukkan itu, terdapat beberapa orang mahasiswayang mengalami dampak dari tidak tinggal di asrama yang membuat mereka mengalami krisis dalam spiritual. Dampak yang dialami oleh Mahasiswa Teologi, membawa berbagai dampak negatif bagi kehidupan mereka dan juga orang lain. Persoalan mengenai layak mendapat perhatian serta peran secara Teologis untuk menolong mahasiswa yang mengalami dampak dari tidak terbentuk di dalam pola kehidupan asrama.
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan spiritual serta dampak yang dialami Mahasiswa Teologi UKAW Kupang tahun angkatan 2019-2021 yang tidak tinggal di asrama dan merefleksikan persoalan ini secara teologis dan serta bagaimana upaya melalui pola yang dapat menolong dan melengkapi mahasiswa Fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama dalam proses pembentukan spiritualitas agar dapat bertumbuh. Tujuan ini dapat dicapai dengan penelitian lapangan dan metode yang akan digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini dipilih untuk memperoleh data yang akurat dan mengandung kebenaran yang mendalam mengenai dampak dari mahasiswa Teologi yang tidak tinggal di asrama yang mengalami krisis spiritual. Hasil penelitian lapangan menunjukan bahwa, para narasumber, yakni mahasiswa Fakultas Teologi tahun angkatan 2019-2021 ada di usia transisi antara remaja akhir menuju dewasa awal sehingga masih dalam proses pencarian jati diri. Sehingga, mengalami dampak dari tidak mengalami pembentukan spiritual dalam pola kehidupan di asrama, sehingga ada beberapa dampak buruk bagi pembentukan spiritual yakni masalah pada relasi antara satu dengan yang lain atau solidaritas, masalah pada membangun relasi dengan Allah melalui saat Teduh, membaca Alkitab dan ibadah.
Secara jelas Alkitab memberitahukan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu. Sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm. 12:12)”. Berdasarkan bagian Alkitab ini, kata yang paling penting adalah “berubahlah” (transformed). Fakultas Teologi merupakan wadah pembentukan mahasiswa untuk menjadi pelayan Tuhan kedepannya, sehingga peranan dosen dalam pembentukan spiritual dan karakter sangat dibutuhkan. Dalam upaya menolong dan melengkapi mahasiswa fakultas Teologi yang tinggal di luar asrama diperlukan penerapan tipe atau model spiritual agar dapat mengurangi dampak yang dialami. Dalam menjawab kebutuhan demikian, penulis menawarkan beberapa pembentukan spiritual bagi mahasiswa di luar asrama, yakni: Hidup dalam keheningan, hidup dengan hati yang ramah (Hospitaslitas), hidup dalam doa, dan memiliki pergaulan yang teratur dengan Alkitab.
ERIT ROMANTI MALAIFANI
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap anak usia dini, serta pemahaman orang tua mengenai pentingnya pembentukan karakter anak usia dini dalam keluarga. Masalah ini di angkat oleh penulis dalam Jemaat Ebenhaezer Moramam, sebab banyaknya orang tua yang kurang memahami pentingnya membentuk karakter anak usia dini, dan pola asuh orang tua yang keliru selama mendidik anak dalam keluarga yang membuat anak saat beranjak dewasa menjadi pribadi yang tidak baik, pembangkang, dan memiliki sikap yang buruk. Dalam menganalisis masalah ini, penulis menggunakan teori dari Horace Bushnell yang mengatakan bahwa: “penanaman bibit iman Kristen dalam diri seseorang yaitu khususnya sejak kanak-kanak supaya ia memeluk nilai-nilai Kristiani secara wajar dan semakin mengabdikan diri kepada Allah”. Teori ini memberikan pengertian kepada orang tua agar lebih memperhatikan pola asuh dalam rumah, terlebih khusus dalam memberikan pengajaran mengenai iman Kristen dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Metode yang digunakan penulis ialah metode penelitian kualitatif yakni metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball.
Dari hasil penelitian, penulis menemukan banyak orang tua yang kurang memperhatikan pola asuh mereka terhadap anak-anak saat proses pendidikan di rumah. Sikap memanjakan anak serta bertindak keras terhadap anak saat berusia dini dapat membentuk pribadi mereka menjadi anak yang pembangkang dan suka membantah. Selain itu, orang tua juga membiarkan anak tinggal bersama dengan keluarga dan tidak memantau perkembangan mereka sehingga anak memiliki kebebasan untuk bertindak sesuai keinginan mereka sendiri. Penulis melihat bahwa orang tua sangat berusaha untuk membuat anaknya merasa bahagia, akan tetapi orang tua sangat keliru dalam menerapkan pola asuh di dalam rumah yang pada akhirnya membuat anak memiliki karakter yang tidak sesuai dengan keinginan orang tuanya.
Dari analasis tersebut, penulis berefleksi bahwa anak merupakan harapan bagi orang tuanya. Keluarga memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Anak perlu ditanamkan nilai-nilai baik sesuai ajaran Kristen saat ia masih berusia dini, yang akan menjadi pegangan dalam perjalanan hidup kedepan. Selama proses didikan dalam rumah, orang tua harus memiliki sikap peduli dan peka terhadap persoalan yang anak alami dan berusaha untuk memberikan pemahaman yang baik sehingga anak tidak merasa sendiri dan lebih percaya diri.
ROKA AGUSTINA NAFIE
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Setiap manusia dibesarkan dalam budaya tertentu, yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi suatu kekhasan ketika terjadi pertemuan dengan budaya lain. Salah satu unsur budaya yang penting yaitu penggunaan bahasa. Jemaat Ndolusue Fulakmoan adalah komunitas persekutuan yang dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa Dengka sebagai media komunikasi, termasuk dalam menyebut nama Yesus Kristus sebagai Lamatuak.
Penelitian mengenai penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui makna dari penyebutan tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, melakukan observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian mengemukakan bahwa penyebutan Lamatuak dahulu dipakai oleh masyarakat penganut kepercayaan tradisional dinitiu di Nusak Dengka, untuk menyebut dewa teluk aman lai londa sebagai penguasa tertinggi di alam semesta. Dewa teluk aman lai londa berdiam di alam gaib atas (langit), yang kekuasaan dan kekuatannya terletak pada pohon-pohon dan batu-batu besar. Masyarakat penganut kepercayaan tradsional dinitiu percaya bahwa pohon-pohon besar yang menjulang tinggi menunjukkan kebesarannya dan batu-batu besar menunjukkan kekuasaanya.
Penyebutan Yesus Kristus sebagai Lamatuak memiliki makna bahwa Lamatuak Yesus adalah Tuhan atas alam semesta, tetapi kekuasaan dan kebesaran-Nya tidak terbatas pohon-pohon dan batu-batu besar. Ia adalah Allah yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Pohon-pohon besar hanyalah ciptaan dan Ia melebihi segala ciptaan tersebut. Ia juga adalah Allah yang oleh karena kasih-Nya, menyelamatkan umat-Nya dari dosa dengan rela menderita dan mati, tetapi Ia bangkit dalam kemuliaan-Nya, untuk membuktikan bahwa Lamatuak Yesus bukan allah yang mistis, melainkan Allah yang hidup yang diimani oleh Jemaat Ndolusue Fulakmoan.
MARIA EFAYANA BANA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Salah satu kisah Alkitab yang berbicara tentang pelayanan ialah pelayanan rasul Petrus dan Yohanes dalam Kisah Para Rasul 3:1-10. Kitab Kisah Para Rasul ditulis agar Teofilus mengetahui bahwa pelayanan para rasul pada waktu lampau dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka terus bertumbuh dan diperlengkapi, sehingga mereka mampu untuk melayani secara holistik: melayani tanpa memandang orang serta memperhatikan segala aspek kehidupan umat yang dilayani. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Bukit Kasih Baumata Barat; ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan ada juga program pelayanan yang tidak berjalan. Sehingga, program-program pelayanan yang telah dirancangkan kurang memberi dampak yang baik bagi jemaat. Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Bagaimana model pelayanan dari rasul Petrus dan Yohanes? Apa indikator yang dilihat untuk memberikan sumbangsih bagi jemaat terkait dengan pelayanan yang berdampak di jemaat GMIT Bukit Kasih? Untuk mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif dan metode penafsiran Historis Kritis. Selanjutnya untuk mendaratkan pada konteks, tulisan penulis didukung dengan observasi dan wawancara guna melihat realita masalah yang ada di dalam jemaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat, ada tantangan tersendiri di dalam pelayanan yang dijalankan. Ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan di sisi lain program pelayanan yang holistikpun disusun bagi kehidupan di dalam jemaat, baik untuk rohani maupun jasmani. Berkaitan dengan pelayanan tersebut, kemudian timbul beberapa hal: ada beberapa program yang tidak berjalan sebab keuangan jemaat yang minim, sehingga ada program yang tidak berjalan dan memberi dampak bagi jemaat. Selain itu, ada juga program yang tidak berjalan juga memberi dampak sebab tidak adanya peminat di dalam jemaat akan hal tersebut. Bertolak dari hal tersebut, maka pemberdayaan bagi jemaat menjadi hal penting dan yang harus diusahakan. Melihat dari pelayanan rasul Petrus dan Yohanes, segala hal yang ada yang hendaknya diusahakan oleh para pelayan Tuhan masa kini bagi pelayanan yang bisa memberi dampak. Kata Kunci: pelayan, pelayanan, holistik, berdampak, jemaat.
RINI ARIANCE SIPA
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Salah satu kisah Alkitab yang berbicara tentang pelayanan ialah pelayanan rasul Petrus dan Yohanes dalam Kisah Para Rasul 3:1-10. Kitab Kisah Para Rasul ditulis agar Teofilus mengetahui bahwa pelayanan para rasul pada waktu lampau dipimpin oleh Roh Kudus. Mereka terus bertumbuh dan diperlengkapi, sehingga mereka mampu untuk melayani secara holistik: melayani tanpa memandang orang serta memperhatikan segala aspek kehidupan umat yang dilayani. Dalam realitas kehidupan berjemaat di GMIT Bukit Kasih Baumata Barat; ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan ada juga program pelayanan yang tidak berjalan. Sehingga, program-program pelayanan yang telah dirancangkan kurang memberi dampak yang baik bagi jemaat.
Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang hal ini. Bagaimana model pelayanan dari rasul Petrus dan Yohanes? Apa indikator yang dilihat untuk memberikan sumbangsih bagi jemaat terkait dengan pelayanan yang berdampak di jemaat GMIT Bukit Kasih? Untuk mengkaji hal tersebut, penulis menggunakan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif dan metode penafsiran Historis Kritis. Selanjutnya untuk mendaratkan pada konteks, tulisan penulis didukung dengan observasi dan wawancara guna melihat realita masalah yang ada di dalam jemaat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat, ada tantangan tersendiri di dalam pelayanan yang dijalankan. Ada majelis jemaat yang tidak aktif melayani, dan di sisi lain program pelayanan yang holistikpun disusun bagi kehidupan di dalam jemaat, baik untuk rohani maupun jasmani. Berkaitan dengan pelayanan tersebut, kemudian timbul beberapa hal: ada beberapa program yang tidak berjalan sebab keuangan jemaat yang minim, sehingga ada program yang tidak berjalan dan memberi dampak bagi jemaat. Selain itu, ada juga program yang tidak berjalan juga memberi dampak sebab tidak adanya peminat di dalam jemaat akan hal tersebut. Bertolak dari hal tersebut, maka pemberdayaan bagi jemaat menjadi hal penting dan yang harus diusahakan. Melihat dari pelayanan rasul Petrus dan Yohanes, segala hal yang ada yang hendaknya diusahakan oleh para pelayan Tuhan masa kini bagi pelayanan yang bisa memberi dampak.
Kata Kunci: pelayan, pelayanan, holistik, berdampak, jemaat.
YOSUA LERI ALANG
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Judi merupakan permainan yang dilakukan dengan mempertaruhkan uang serta benda yang dianggap berharga. Banyak orang yang sangat suka melakukan permainan tersebut karena ingin menggandakan uang menjadi banyak. Uang yang didapatkan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Permainan judi akhirnya menjadi kebiasaan di dalam kehidupan beberapa orang. Penulis menemukannya di dalam kehidupan Jemaat Imanuel Maktihan. Terdapat cukup banyak anggota jemaat yang menganggap permainan tersebut sebagai hal yang biasa. Permainan judi dijadikan sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tindakan tersebut merupakan bentuk penyimpangan di hadapan Allah. Uang seharusnya didapatkan lewat cara yang halal. Bermain judi adalah cara yang tidak halal. Penulis tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut secara lebih mendalam melalui karya ilmiah dengan melakukan studi eksegetis dari teks Kisah Para Rasul 1:16-20. Teks tersebut adalah pidato yang disampaikan Petrus kepada saudarasaudaranya mengenai kemurtadan Yudas yang menyebabkan kekosongan jabatan di dalam kelompok para rasul. Pidato tersebut menunjukan bahwa apa yang dinubuatkan pada waktu lalu telah digenapi melalui kemurtadan Yudas. Ia mendapatkan akibat atas perbuatan yang dilakukannya. Ia mengalami kematian yang mengerikan karena menjual Yesus untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Akibat perbuatannya juga kelompok para rasul menjadi tidak lengkap. Penulis ingin Jemaat GMIT Imanuel Maktihan belajar dari peristiwa yang menimpa Yudas. Penulis mencari tahu Mengapa uang yang didapatkan Yudas tidak pantas untuk digunakan? Mengapa cara mendapatkan uang begitu berpengaruh bagi kehidupan? Akibat-akibat apa saja yang akan timbul dari cara pemanfaatan uang yang salah? Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk melihat konteks kehidupan jemaat. Hal itu dilakukan melalui penelitian lapangan. Untuk menyelesaikan tulisan ini penulis menggunakan metode penulisan deskriptif, analitif, reflektif. Penulis menggunakan metode penafsiran Historis Kritis untuk menjangkau teks asli dalam konteks agar menemukan kerygmanya, kemudian bisa dihubungkan dengan konteks masa kini. Jemaat Imanuel Maktihan melakukan permainan judi karena mereka dikuasai oleh hasrat negatif dari dalam diri. Hal tersebut membuat mereka mengabaikan peringatan yang disampaikan melalui firman Tuhan. Akibatnya tindakan yang dilakukan dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja. Mereka seharusnya belajar dari peristiwa yang menimpa Yudas. Tindakan penyimpangan yang dilakukannya telah membuatnya mendapatkan ganjaran dari Allah. Peristiwa tersebut menunjukan bahwa Allah sangat membenci segala tindakan kejahatan. Semua tindakan yang dilakukan pasti akan mendapatkan upah. Tindakan kejahatan akan mendapatkan hukuman atau ganjaran dari Allah. Kata Kunci: Judi, Yudas, Hasrat Negatif, Upah.
ISMAN YABESRI BANAWENG
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Perselingkuhan menurut Kamus Besar bahasa Indonesia, merupakan perilaku dan perbuatan suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak jujur, dan curang. Perselingkuhan tidak hanya mengurangi kebahagiaan pernikahan, tapi secara sosial juga merupakan aib dalam masyarakat, serta menghilangkan kekudusan pernikahan. Pandangan keluarga Kristen terhadap perseligkuhan adalah perzinahan, suatu tindakan yang dilarang Tuhan dan perbuatan yang tidak mendatangkan berkat dalam keluarga. Perselingkuhan juga terjadi dalam berbagai konteks bermasyarakat, termasuk konteks bergereja. Misalnya, perselingkuhan yang terjadi di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui, yang menimbulkan dampak negatif bagi keluarga. Dampak perselingkuhan yang dialami oleh jemaat dan warga Apui adalah penyakit Nakawang. Nakawang merupakan penyakit yang dialami oleh salah pasangan suami atau istri dari pasangan yang berselingkuh. Orang yang mengalami Nakawang akan menderita secara fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Penyakit Nakawang juga menimbulkan kematian. Tujuan pelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan dampak dari Nakawang terhadap kehidupan rumah tangga Kristen, serta mengetahui bagaimana tindakan pasatoral terhadap Nakawang.
Metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni mengumpulkan data-data dengan menggunakan wawancara. Sampel yang digunakan oleh penulis adalah orang-orang yang terlibat secara langsung dalam penyelesaian masalah Nakawang, yakni majelis jemaat, tua-tua adat dan anggota jemaat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nakawang sudah ada sejak dahulu kala dan masih terjadi sampai sekarang dan secara turun-temurun. Penderita Nakawang akan sembuh kecuali suami atau istrinya yang berselingkuh mengakui dosa yang mereka lakukan di hadapan majelis jemaat, orang tua adat dan keluarganya, serta membayar denda.
Pendampingan pastoral dari gereja sangat penting bagi rumah tangga di jemaat GMIT Ebenhaezer Apui. Setiap keluarga perlu punya pemahaman dasar tentang kehidupan keluarga yang dikehendaki oleh Allah. Keutuhan keluraga harus tetap terjaga sama seperti Allah yang mencintai persekutuan. Pengakuan dari pasangan yang melakukan tindakan perselingkuhan akan menolong serta memulihkan kehidupan rumah tangga mereka, sebab Allah adalah Allah yang yang mengampuni. Dan gereja juga berperan pentingdalam mewujudkan keutuhan keluarga, yakni gereja menjadi sarana pemulihan bagi keluaraga yang berselingkuh, sehingga dampak buruk perselingkuhan tidak terjadi bagi keluarga Kristen.
INGQIRADA ANDARCSATI NOMTANIS
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK Jemaat Maranatha Matiki sebagian besarnya adalah petani. Pekerjaan utama mereka adalah sebagai petani rumput laut karena hasil dari rumput laut yang cukup besar dapat menjamin kebutuhan perekonomian mereka. Tetapi, dalam beberapa tahun terakhir penghasilan mereka menurun dan mereka mengalami kerugian karena gagal panen rumput laut yang mereka alami. Karena itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk meneliti lebih lanjut tentang pentingnya diakonia trasnformatif bagi petani yang gagal panen rumput laut di Jemaat GMIT Maranatha Matiki. Dari penelitian itu, penulis menemukan bahwa ternyata palayanan diakonia transformatif di Jemaat GMIT Maranatha Matiki belum berjalan dengan baik, khususnya pelayanan diakonia bagi jemaat atau petani yang gagal panen. Hal itu, dilihat oleh gereja bahwa jemaat bukan hanya menekuni suatu pekerjaan tetapi ada pekerjaan lain yang juga dikerjakan. Perintah Tuhan untuk menyampaikan kabar baik bagi orang-orang miskin serta pembebasan bagi orang-orang yang tertindas menjadi pedoman bagi gereja sebagaimana Yesus telah memberikan teladan kepada umat-Nya untuk melakukan misi pembebasan yang komprehensif secara holistik. Oleh sebab itu, gereja harus misinya sesuai dengan misi yang Yesus ajarkan untuk membawa pembebasan kepada umat manusia secara holistik. Gereja juga harus mendorong jemaat-jemaatnya dan diajar supaya memiliki kepedulian dan kesetiakawanan terhadap orang-orang miskin. Kata Kunci: Maranatha Matiki, Petani Rumput Laut, Gagal Panen, Diakonia Transformatif, Pembangunan Jemaat
NINU ROSIANA PENUAM
2022 · Thesis · Open Access
ABSTRAK
Guru sekolah minggu adalah orang yang dipilih dan ditetapkan Allah untuk menjadi kawan sekerja Allah dalam melayani anak-anak dan memelihara anak-anak serta memberikan pengajaran yang baik kepada anak-anak. Dalam menjalankan peran guru sekolah minggu di masa pandemi Covid-19, seharusnya memberitakan Firman Tuhan dengan menggunakan banyak variasi sehingga menarik minat anak-anak sekolah minggu. Namun pada realita guru sekolah minggu di masa pandemi Covid-19 belum secara maksimal melakukan pembelajaran yang memotivasi anak-anak sekolah minggu. Saat mengajar di masa pandemi membuat banyak guru tidak aktif dalam mengajar, karena selama masa pandemi beberapa kegiatan dan program kerja tidak terlaksana dengan baik. Misalnya tidak adanya PA bersama para guru sekolah minggu, tidak adanya alat peraga yang digunakan, kesulitan bertemu dengan anak-anak sekolah minggu, dan lain-lain. Hasil penelitian, penulis juga menemukan bahwa masing banyak guru sekolah minggu yang masih mengabaikan tugas dan tanggung jawab mereka dalam mengajar dan memberikan pelayanan bagi anak-anak sekolah minggu. Hal ini menjelaskan bahwa penting bagi gereja untuk memberikan pendampingan pastoral bagi mereka. Penelitian ini berfokus pada pendampingan pastoral oleh pendeta bagi guru sekolah minggu GMIT Gunung Sinai Naikolan di rayon I sampai rayon IX di masa pandemi covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sekolah minggu di masa pandemi covid-19, dengan menggunakan landasan teori pastoral bagi guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan di masa pandemi covid-19. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dari penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara dan sampel dalam penelitian ini adalah pendeta, orang tua dan para guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa penting bagi guru sekolah minggu untuk secara sadar memahami peran dan tanggung jawab mereka sebagai pengajar yang mengikuti teladan Yesus Kristus, yang mampu menghadapi tantangan pelayanan di masa pandemi covid-19. Pemahaman dan pemaknaan ini didapatkan dalam gereja yang memberikan pelayanan pastoral bagi guru-guru sekolah minggu di Jemaat GMIT Gunung Sinai Naikolan.
Kata Kunci: Guru Sekolah Minggu, Covid-19, Pastoral
DIKI ESRON NDUN
2022 · Thesis · Open Access
Penlitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik Rancang Bangun Alat Pengupas Kulit Kacang Tanah Tipe Dinamo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode perancangan alat pengupas kulit kacang tanah dan melakukan uji truktural dan fungsional alat pengupas kulit kacang tanah untuk mengetahui performansi atau pengupasan kulit kacang tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan kacang tanah kering sebagai bahan untuk menguji kapasitas dan keefektifan kinerja alat pengupas kulit kacang tanah Dari hasil analisis penelitian tersebut menunjukan bahwa secara struktural dan fungsional semua komponen alat dapat berfungsi sesua desainnya. Dari hasil uji kinerja alat menunjukan bahwa kapastas kerja alat pengupas kulit kacang tanah dengan kapasitas kerja 11,823 gram/detik dengan presentasi biji utuh sebesar 61,49%, biji rusak sebesar 0,56% dan presentasi biji tak terkupas sebesar 37,91%. Dengan menggunakan mesin pengupas kulit kacang tanah dengan sistim gesek, jarak gesekan antara silinder pengupas ke saringan dengan ukuran tinggi 2 cm.
NICODEMUS BILI
2022 · Thesis · Open Access
Air dalampertanianmerupakankebutuhanpokokterutamadalambudidayapadisawah. Air dalambudidayapadisawahdigunakanuntukpengolahantanahdanpertumbuhantanaman. Air dalampertumbuhandanperkembangantumbuhansebagaibahanbakutanamandalam proses fotosintesisdan juga dapatmenjagakelembabantumbuhan agar tidaklayu. Air diserapolehakartumbuhandandikirimkankedauntempatmelakukanfotosintesis. PenelitianinimenggunakanmetodeRancanganAcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 5 kali ulangansehinggamenghasilkan 20 unit percobaan. Adapunperlakuan yang di cobakanyaitu A= tinggigenangan 2 cm, B= tinggigenangan 3 cm, C= tinggigenangan 4, D= tinggigenangan 5 cm. Perlakuanterbaikdalampenelitianiniterdapatpadaperlakuan D denganpemberianketinggiangenangan air padisawah 5 cm mendapatnilai rata-rata tertinggipadatinggitanamanpadisawahdengannilai rata-rata 89.760cm, nilai rata-rata pertumbuhanjumlahanakan/rumpun 15.600 yang terbuktidapatmeresponpengaruhketinggiangenangan air padisawahterhadappertumbuhantanamanpadisawah
DOMINGGUS DETA PENU
2022 · Thesis · Open Access
Jemaat GMIT Paulus Nadega merupakan salah satu Gereja yang ada di Raijua Klasis Sabu Barat-Raijua. Jemaat Paulus Nadega merupakan jemaat yang nota benenya hidup berbaur dengan budaya adat istiadat setempat. Penelitian ini berfokus pada pemahaman jemaat terkait dengan ritus Sabung Ayam (Pe’iu Manu) yang terus terpelihara hingga kini dan warga jemaat Paulus Nadega pun ikut turun mengambil bagian dalam praktik tersebut.
Meneliti pemahaman jemaat berkaitan dengan praktik ritus Sabung Ayam menjadi penting karena ritus Sabung Ayam mulai dipraktikan dengan pemahaman bahwa praktik Sabung Ayam itu sendiri merupakan bagian dari jati diri atau simbol perdamaian, pemersatu, bagi setiap orang Raijua, kususnya warga Jemaat Paulus Nadega. Namun dalam praktinya orang tidak lagi menjalankan Praktik sabung ayam sebagai mana mestinya, orang memanfaatkan ajang ini untuk berupaya untuk mendatangkan keberuntungan dalam bentuk nilai rupiah atau melakukan perjudian. Ada yang memahami praktik ritus sabung ayam sebagai bagian dari cara mengenang atau menghormati para leluhur dan juga melihat kembali sejarah dibalik prakti sabung ayam yang melambangkan perdamaiaan dan persekutuan, namun ada yang menolak dikarenakan praktik tersebut bagian orang Jingitiu dan yang sudah menjadi Kriten tidak boleh mengikuti praktik tersebut.
Gereja ada untuk memberikan pemahaman teologis kepada Warga Jemaat, maka gereja bisa merawat, memelihara dan melestarikan teologis yang ada, agar jemaat tidak menyimpang dari Iman Kristen. Pada kenyataannya tujuan dari ayam yang di adu dan pertumpahan darah merupakan simbol perdamaian dan itu sudah digenapi lewat karya salib, sehingga tidak ada lagi korban-korban yang lain. Untuk mengetahui ritus Sabung Ayam yang masih dipraktikkan oleh warga jemaat GMIT Paulus Nadega, maka penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode penulisan deskriptif-analisis-reflektif.
Kata Kunci: Ritus Sabung Ayam, Perdamaian, Judi.