PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA DI SMP NEGERI BOKONG KECAMATAN TOIANAS KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021
Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri Bokong. Salah satu faktor yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah adalah metode mengajar ceramah yang selama ini digunakan cenderung membuat siswa pasif dan berpusat pada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran The Power Of Two terhadap hasil belajar kognitif siswa . Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Posstest-Only Control Design. Populasi seluruh siswa kelas VIII berjumlah 29 siswa dan sampel kelas VIIIA dan kelas VIIIB berjumlah 29 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Cluster Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar. Data hasil belajar siswa yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t, dengan bantuan SPSS 25.0. Berdasarkan hasil uji homogenitas diperoleh nilai f sebesar 3,097, dan uji normalitas data diperoleh nilai 0,885 serta hasil uji hipotesis nilai t 13,501 dengan signifikan 0,000 atau kurang dari 0,5 hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan eksperimen. Hal ini dapat dilihat dari bertambahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya belajar membuat siswa menyadari bahwa untuk mendapatkan keberhasilan perlu adanya ketertarikan dalam memahami suatu konsep dalam pembelajaran, selain itu juga dilihat dari sikap siswa yang berantusias dalam belajar, memiliki rasa ingin tahu, dan berani menyampaikan pendapat saat proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan model pembelajaran The Power Of Two memiliki potensi yang cukup besar yaitu dapat mengembangkan ide siswa tentang suatu masalah dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat persentase hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu C1 78,33 %, C2 86,66% dan C3 66,66% dibandingkan dengan hasil belajar siswa pada kelas kontrol yaitu C1 62,24%, C2 66,32% dan C3 65,75%. Hal ini dikarenakan pada kelas eksperimen siswa lebih aktif mencari tahu sendiri tentang konsep-konsep penting dalam pembelajaran sehingga siswa lebih mudah mengingat, memahami dan menerapkan apa yang ditemukan dalam pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan dalam penggunaan model pembelajaran The Power Of Two terhadap hasil belajar kognitif siswa.