PENYEMBUH YANG TERLUKA “Suatu Studi Teologis Terhadap Pemikiran Henri Nouwen Tentang Penyembuh Yang Terluka dan Implikasinya Bagi Pelayanan Pendeta di Jemaat GMIT Pniel Sikumana”
Penderitaan dan luka batin dirasakan oleh semua manusia. Pendeta sebagai pelayan juga tidak luput dari luka. Pendeta harus tampil sebagai sosok yang kuat dalam keadaan terluka. Henri Nouwen menawarkan suatu pemikiran tentang penyembuh yang terluka. Penderitaan dan luka tidak boleh dipandang sebagai kelemahan. Henri Nouwen merupakan seorang imam Katolik Belanda yang mempunyai pengaruh dalam bidang spiritualitas Kristen dengan banyak karya selama hidupnya. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara detail pemikiran Henri Nouwen tentang Penyembuh yang Terluka. Konsep ini kemudian diimplikasikan bagi pelayanan Pendeta di GMIT Pniel Sikumana. Dalam penelitian ini Penulis menggunakan metode kepustakaan dengan mengumpulkan, membaca, menganalisis dokumen, buku dan karya yang berkaitan dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis juga melakukan penelitian lapangan guna melihat relevansinya dengan konsep penyembuh yang terluka. Penulis menemukan beberapa hal yang dapat menjadi sumbangsi bagi kehidupan pelayanan seorang pendeta berdasar dari Lukas 22:47-53. Bahwa seorang pelayan perlu meneladani Yesus. Pertama, Yesus adalah penyembuh sejati yang merujuk pada pribadi Yesus yang dapat memberikan kedamaian di tengah kekacauan. Kedua, Penderitaan Yesus sebagai sumber penyembuhan yakni bicara soal penderitaan Yesus untuk menebus umat manusia. Ketiga, Kehadiran Yesus yang menyembuhkan melalui kehadirannya dapat memberikan kedamaian. Keempat, Kerentanan Yesus sebagai teladan bahwa Yesus tidak pernah menyembunyikan kelemahan dan sisi manusiawinya.