2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Konsep kepemimpinan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Seiring dengan berbagai tantangan global dewasa ini, kepemimpinan harus dinamis dan berorientasi jauh ke depan. Suatu organisasi akan “semakin tak berdaya” jika kepemimpinan yang diterapkan tidak adaptif. Era industry 4.0 semua pemimpin harus berpikir besar dan melakukan langkah besar, namun etika kepemimpinan tetap menjadi jiwa dalam praktik kepemimpinan apalagi dalam kepemimpinan pendidikan, tentu merupakan keniscayaan. Buku ”Manajemen Kepemimpinan Pendidikan Kontemporer” ini merupakan buku bunga rampai yang berisi 13 artikel. Buku ini sengaja disusun dengan mengundang para akademisi lintas perguruan tinggi, lintas budaya dan agama untuk mendapatkan perspektif yang beragam terkait bagaimana menjadi pemimpin ideal di era sekarang ini. Artikel pertama dalam buku ini mengupas "Konsep Dasar Manajemen Kepemimpinan." Artikel yang ditulis oleh Suhardi tersebut menjadi pijakan konseptual dalam buku ini. Penulis menghadirkan berbagai pendapat terkait dengan manajemen dan kepemimpinan dengan cukup mendalam. Artikel kedua "Kepemimpinan dalam Perspektif Agama Islam." Artikel yang ditulis oleh Muhammad Imanuddin . Penulis memberikan pemahaman bagaimana konsep kepemimpinan dalam Islam, mulai dari istilah konseptual ulil amri, imamah, khalifah, dengan merujuk pada sumber data otoritas umat Islam yaitu, Al-Qur'an. Penulis juga memberikan pemahaman asas apa saja yang harus dipegang dalam kepemimpinan Islam. Adapaun artikel ketiga berjudul "Kepemimpinan dalam Perspektif Agama Buddha." Artikel ini ditulis oleh Kunarso. Penulis menjelaskan bahwa dalam beberapa literatur Buddhis padanan kata pemimpin adalah raja. Seorang raja/pemimpin hendaknya memerintah dengan penuh kejujuran, keadilan, serta mengembangkan dasa raja dhamma. Dalam menulis wawasan perspektif agama Buddha, penulis juga menggunakan sumber-sumber otoritatif, sehingga ini dapat memberikan wawasan bagi pemeluk agama lain. Selanjutnya artikel keempat "Konsep Kepemimpinan Pendidikan Ideal." Artikel yang ditulis oleh Rofiq Hidayat. Penulis menguraikan konsep-konsep kepemimpinan ideal dan pemahaman pendidikan di era 5.0. Bagi seorang pemimpin pemahaman konseptual adalah yang tidak bisa ditinggalkan agar dapat mengambil keputusan, menentukan kebijakan. Artikel kelima berjudul "Kepemimpinan Berbasis Pendidikan Nilai dan Karakter." Artikel tersebut ditulis oleh Sulaiman. Dalam artikelnya penulis menawarkan praktik berkesadaran penuh (mindful leadership). Praktiksadar penuh menuntun seorang pemimpin memiliki nilai dan karakter yang kuat dalam konteks kepemimpinan. Praktik dasar yang dibawa dari dunia timur ke dunia modern ini diklaim mampu membentuk nilai dan karakter kepemimpinan yang stabil secara emosional. Kemudian artikel keenam yang berjudul "Kepemimpinan Pendidikan Transformasional." Artikel yang ditulis oleh Yohanes Umbu Lede. Penulis mengungkapkan beberapa perkembangan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Menurut penulis gaya kepemimpinan seorang kepala lembaga pendidikan tentu sangat bervariasi tergantung pada setiap individu dan organisasi yang dipimpinnya.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FORTIFIKASI TEPUNG KELOR PADA TEPUNG JAGUNG UNTUK MENINGKATKAN NILAI GIZI BUBUR JAGUNG Sesun B. Derikson*) , Nubatonis M. Lesybeth**)Malelak Zet**) Abstrak Penelitian ‘’Fortifikasi Tepung Kelor Pada Tepung Jagung Untuk Meningkatkan Nilai Gizi Bubur Jagung” dilakukan dengan empat perlakuan. Perlakuan A: kontrol 150% tanpa tepung kelor , B: 45% tepung kelor, C: 50% tepung kelor, D: 55% tepung kelor. Penelitian ini dilaksanakan pada 8-22 Juni 2021 bertempat di Laboratorium Procecing Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa persentase dan perlakuan terbaik dalam penambahan tepung kelor terhadap karakteristik organoleptik bubur jagung. Metode yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 12 unit percobaan dengan presentase 150% Tepung Jagung (tanpa Tepung Kelor), 45% Tepung Daun Kelor, 50% Tepung Daun Kelor dan 55% Tepung Daun Kelor. Hasil uji organoleptik menunjukkan tingkat kesukaan panelis terhadap Rasa bubur jagung dengan skor rata-rata: 3,306 (agak suka), tingkat kesukaan rata-rata terhadap Aroma Bubur Jangung adalah 4,444 (suka). Sedangkan tingkat kesukaan terhadap Warna bubur jagung adalah 4,389 (suka).Hasil penelitian menunjukan tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung dari hasil fortifikasi tepung kelor pada tepung jagung, baik dari segi warna, aroma dan rasa adalah semakin sedikit penambahan tepung kelor dalam pembuatan bubur jagung, maka semakin tinggi tingkat kesukaan panelis terhadap bubur jagung tersebut. Kata Kunci: Fortifikasi, Tepung Jagung, Tepung Kelor, Bubur