Eko Ariwidodo
2021 · Book · Open Access
Buku ini berupaya untuk menyelidiki landasan filosofis yang lebih dalam terkait dengan gerakan ligkungan dan mudah-mudahan buku yang sederhana ini dapat menambah khasanah literatur khususnya di bidang filsafat lingkungan dan ilmu filsafat pada umumnya di masa sekarang dan yang akan datang
Dr. Adian Husaini et al.
2021 · Book · Open Access
Filsafat Ilmu, Perspektif Barat dan Islam karya Dr. Adian Husaini, dkk. ini merupakan kumpulan makalah yang menyeimbangkan dan meluruskan filsafat ilmu yang saat ini banyak mendapat pengaruh dari paham-paham sekularisme –menolak agama–. Menyajikan buku dengan gagasan “Islamisasi ilmu” adalah suatu hal yang sangat menantang, mengingat perkembangan ilmu pada saat ini cenderung menolak campur tangan agama dalam segala aspek kehidupan. Kaum sekularis mengajak pengikutnya untuk menolak “keberadaan dan kehadiran” Tuhan dalam segala aspek kehidupan karena menurut mereka ide tentang Tuhan “mengganggu” kebebasan manusia. Kumpulan makalah ini penting bagi para pencari ilmu. Yaitu, sebagai filter dalam penyerapan ilmu-ilmu yang berkembang di kampus-kampus saat ini, serta memberikan kejernihan dalam berpikir dan ketenangan dalam mengambil keputusan, bukan kegoncangan dan kebingungan. Dalam buku ini juga diuraikan bagaimana perbedaan pola pikir seorang sekular dengan Muslim dalam proses keilmuan. Hal tersebut sangat penting untuk diketahui supaya seorang Muslim dapat mendudukkan ilmu sebagaimana mestinya, bukan justru menyesatkan. Penyajian makalah dalam buku ini tidak terlepas dari worldview Islam dalam tradisi keilmuan. Para penulis yang merupakan pakar-pakar pemikir Islam, yang tak diragukan lagi kefaqihan dalam ilmunya, berupaya mengembalikan ilmu, dalam perspektif yang benar dan mengungkapkan kelemahan metodologi keilmuan Barat melalui sanggahan-sanggahan terhadap teori-teori mereka secara ilmiah.
;
2021 · Book · Open Access
M. A. W. Brouwer
2021 · Book · Open Access
Dr. Nunu Burhanuddin; Lc.; M.A.
2021 · Book · Open Access
Sebagai landasan filosofis bagi tegaknya suatu ilmu, peran Filsafat Ilmu dalam struktur bangunan keilmuan tidakbisa disangsikan lagi. Filsafat ilmu banyak menawarkan pola pikir dengan memperhatikan objek dan subjek ilmu, termasuk pola pikir logika sebagai bagian inheren di dalamnya. Bahkan filsafat ilmu merupakan instrumen dalam proses penggalian suatu ilmu, sekaligus memberikan kerangka pada rangkaian kegiatan keilmuan. Demikian signifikansi filsafat ilmu dalam konteks pengembangan keilmuan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang saya tulis sejak berada di Mesir, saat strata satu, dan secara khusus saat aktif menulis di Jurnal OASE (Media silaturahmi ICMI Kairo).Ê Saat belajar filsafat ilmu di IAIN Bandung, (kini UIN) penulis merilis tema demi tema sesuai judul-judul dalam buku filsafat ilmu. Kemudian saat kuliah program doktoral di UIN Jakarta, tema-tema yang berkaitan kembali satu per satu dirangkai untuk melengkapi keutuhan tematik kajian filsafat ilmu. Dalam buku ini diperkaya penulisannya ketika penulis terlibat mengajar matakuliah filsafat ilmu di IAIN Batusangkar dalam rentang 5 semester. Kekuatan buku ini terletak pada tema pembahasan yang dirilis berdasarkan kebutuhan tematik para mahasiswa pascasarjana. Lewat diskusi-diskusi yang intensif, para mahasiswa memberi sumbangan ide bagi penulisan buku ini yang disampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)
Saidul Amin
2021 · Book · Open Access
Prof.Dr.Sukarno Aburaera;S.H.
2021 · Book · Open Access
Cakupan utama buku ini meliputi: manusia dan pengetahuan; filsafat, hukum, dan filsafat hukum; sejarah perkembangan filsafat; aliran dalam filsafat hukum; hukum dan moral; kerangka ilmiah etika profesi; hukum dan keadilan; serta hukum dan kebenaran. --- Buku persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia)
A. Hanafi
2021 · Book · Open Access
Aquido Adri; Syaiful Hadi
2021 · Book · Open Access
Bacaan tentang bagaimana proses pemikiran filsafat selalu menjadi hal yang menarik untuk dibaca bagi sebagian orang. Dengan kata lain, dapat dilihat bagaimanakan ilmu filsafat itu berkembang. Filsafat dibilang merupakan ilmu dari segala ilmu yang ada, sebab filsafat merupakan pertanyaan tentang keberadaan. Buku ini menelisik bagaimana pemikiran filsafat dai tiga tokoh yang diambil yaitu Descartes, Spinoza, dan Berkeley. Dengan mengambil inti dari pemikiran mereka, buku ini menarik untuk yang ingin mempelajari inti filsafat dasar dari ketiga tokoh di atas tadi.
Frederick Copleston
2021 · Book · Open Access
Santo Agustinus yang juga dikenal dengan Agustinus dari Hippo adalah seorang uskup sekaligus filsuf yang membawa pembaruan. Dia mengembangkan pendekatan dalam filsafat dan teologi dengan mengakomodir berbagai metode dan sudut pandang. Pemikirannya mampu memengaruhi perkembangan filsafat Barat dengan signifikan. Untuk memahami arus pemikiran Abad Pertengahan, pengetahuan seputar Agustinianisme sangatlah penting. Ketika Kekaisaran Romawi Barat mulai pecah, dia mengembangkan sebuah konsep tentang Kota Tuhan yang spiritualis, berbeda dengan kota duniawi yang materiil. Dia juga membantu merumuskan konsep-konsep pelik dalam teologi dan dianggap sebagai pembawa teologi reformasi karena ajarannya tentang rahmat Ilahi dan keselamatan. Dalam Kekristenan Timur, sejumlah ajarannya diperdebatkan dan secara khusus pada abad ke-20 mendapat serangan dari sebagian teolog, sementara sebagian lain memanfaatkan karya-karya tulisnya. Ajaran-ajaran lain yang diperdebatkan mencakup pandangannya mengenai dosa asal, doktrin mengenai rahmat atau anugerah, kehendak bebas, predestinasi, dan lain sebagainya. Karya-karyanya masih terus diperbincangkan sampai sekarang. Buku Seri Tokoh Filsafat diterjemahkan dari karya termasyhur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang sebelumnya diterbitkan dalam sembilan jilid antara tahun 1946 dan 1975. Sebagaimana dicatat oleh The Encyclopedia Britannica, karya ini adalah “teks dasar pengantar filsafat untuk ribuan siswa universitas, khususnya dalam edisi paperback AS-nya.”
Abu Hanifah
2021 · Book · Open Access
Abu Hanifah
2021 · Book · Open Access
Kees Bertens
2021 · Book · Open Access
Universitas Gadjah Mada. Fakultas Filsafat
2021 · Book · Open Access
Afifuddin Harisah
2021 · Book · Open Access
Majid Arsan al-Kailani, dalam pengantar bukunya Falsafat al-Tarbiyah al-Islamiyah, mengibaratkan dunia pendidikan sebagai samudera luas tak bertepi. Untuk mengarunginya tentunya seorang pelaut membutuhkan alat petunjuk (kompas), pandangan yang luas tentang kelautan dan pengalaman yang akan menuntunnya mencapai tujuan. Demikian halnya dengan pendidikan Islam, seorang pendidik sangat dituntut untuk memiliki wawasan dan pemahaman yang mendalam tentang batasan, lingkup serta tujuan pendidikan Islam. Salah satu faktor utama ketertinggalan pendidikan, khususnya pendidikan agama, adalah ketidakmampuan institusi dan pelaksana pendidikan menetapkan tujuan pendidikan yang jelas serta menerapkan prinsip, materi dan metode yang tepat bagi peserta didik. Hal ini berakhir pada bentukan out put pendidikan yang tidak matang. Di sinilah diperlukan upaya-upaya pemikiran yang filosofis dalam merancang suatu bangunan paradigma pendidikan Islam yang utuh dan ideal. Dari sinilah dirasakan bahwa filsafat tidak dapat dilepaskan dari pendidikan, bahkan filsafat merupakan bagian integral dari pendidikan. Ini terutama ketika pendidikan pada umumnya, dan pendidikan Islam pada khususnya, memainkan peran penting dalam membangun pribadi muslim yang pada akhirnya menentukan terciptanya masyarakat madani. Menyandarkan pendidikan Islam pada filsafat Barat yang pastinya tidak keseluruhannya sejalan dengan nilai-nilai Islam itu sendiri, akan menjauhkan peserta didik dari tercapainya tujuan di atas.
Fuad Hassan
2021 · Book · Open Access
Abu Hanifah
2021 · Book · Open Access
;
2021 · Book · Open Access
Dr Zainal Abidin
2021 · Book · Open Access
M. Subhi-Ibrahim
2021 · Book · Open Access
Filsafat lahir karena manusia bertanya. Filsafattidak akan punah sampai manusia berhenti bertanya. Sejarah filsafat sendiri merupakan akumulasi dari pertanyaan tentang apa (ontologi), mengapa (epistemologi), dan bagaimana (aksiologi) kenyataan. Pada awalnya adalah pertanyaan, dan pada akhirnya adalah pertanyaan. Itulah Filsafat, yang dianggap sulit dan menyesatkan. Filsafat itu sulit bagi siapa saja yang tidak mau dan tidak mampu atau malas berfikir! Filsafat itu menyesatkan bagi orang yang tak pernah mempertanyakan keyakinan, pendapat, dan minat pribadinya di hadapan mahkamah akal! Buku Asas-Asas Filsafat mencoba memandu secara sistematis bagaimana seseorang mulaibelajar bertanya a la para filosof. Seperti layaknya buku panduan, buku yang dikemas secara populer ini berupaya memberi peta awal bagaimana seseorang belajar filsafat sekaligus berfilsafat dengan mengarungi tema-team seputar: makna hakiki filsafat, cabang-cabang utama filsafat, sejarah singkat filsafat (Barat dan Islam), dan sejumlah diskursus filsafat.Buku Asas-Asas Filsafat berguna: bagi masyarakat umum, pembelajar filsafat yang mencari dan mencintai kebenaran dan kebijaksanaan; Bagi akademisi, baik dosen, mahasiswa maupun peneliti yang belajar filsafat. Secara khusus, dengan materi-materi yang penah diujicoba dan dipakai oleh penulis di beberapa perguruan tinggi, buku ini cocok dijadikan sebagai buku ajar dan rujukan padamata kuliah Pengantar Filsafat, Epistemologi (Filsafat Pengetahuan), dan Filsafat Ilmu.