Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 74 dari 177

ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN KUPANG

MARIA INCE FAHIK
2022 · Book · Open Access

ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI PEMERINTAH KABUPATEN KUPANG TIMUR ABSTRAKSI Penelitian ini merupakan deskriptif, pada pemerintahk kabupaten kupang dengan judul Analisis efisiensi dan efektivitas pengelolan keuangan daerah di kabupaten kupang. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah di pemerintah kabupaten kupang. Penelitian ni dilakukan di Badan pengelolaan Keuangan Daerah Dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Teknik pengumpulan data berupa dukumentasi. Masalah yang diambil dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada Badan keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang. Hasil analisis efisiensi pengelolaan keungan menunjukan bahwa perhitungan dari tingkat efisiensi secara keseluruhan rata-rata adalah sebesar 98,76%, ini menunjukan bahwa tingkat efisiensi sangat baik. karena hasil dari 100%. Hal ini menujukan bahwa pemerintah dapat mengunakan uang dengan baik. Hasil analisis efektivitas pengelolaan keuangan daerah menunjukan bahwa perhitungan dari tingkat efektivitas pengelolaan keuangan daerah kabupaten kupang dari tahun 2017 samapi 2019 dengan tingkat efektivitas sebesar 100,6%. Dengan demikian berarti tingkat efektivias pengelolan keuangan kabupaten kupang adalah efektif , hal ini menujukan dari hasil perhitungan yang menunjukan angka lebih dari 90%. Adapun konsep penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan pencapaian keberhasilan laporan keuangan yang diartikan sebagai hasil yang telah di capai atas berbagai efesiensi yang dilakukan oleh karyawan, dan dapat dijelaskan bahwa laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntasi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja kerja di BKAD tersebut. Ppopulasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan yang dimiliki badan pengelolaan keuangandan Aset daerah Kabupaten Kupang. Data analisis yang digunakan adalah Rasio Efesiensi dan Efektivitas hasil penelitian menunjukan bahwa rasio efesiensi dan rasio efektivitas selama tiga tahun mengalami tingkat efisiensi dan efektivitas yang baik. Rasio efesiensi tertniggi yang tercapai 98,76%. Dan rasio efektivitas tertinggi yang di capai 100,6%. Kesimpulannya adalah laporan keuangan pada badan keuangan dan Aset daerah kabupaten kupang sudah memilili kriteria yang sangat baik

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN PROFESIONALISME KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SINODE GEREJA MASEHI INJILI TIMOR DI KUPANG

YENS POLINTO PASSU
2022 · Book · Open Access

Penelitian ini berjudul “Pengaruh komitmen organisasi dan profesionalisme Kerja terhadap kinerja pegawai pada kantor sinode gereja masehi injili timor di kupang”. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Profesionalisme kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang.. Serta Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penulis dapat merumuskan persoalan penelitian sebagai berikut: 1. Apakah Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang?. 2. Apakah Profesionalisme Kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang? Konsep Pemikiran dalam penelitian ini sebagai adalah (1). Komitmen Organisasional dalam penelitian ini adalah bentuk sikap dimana individu merasa menjadi bagian dari organisasi dan merasa ingin tetap menjadi bagian dari organisasi serta dengan sungguhsungguh memberikan waktu, kesempatan yang dimiliki dan mencurahkan segala potensi diri yang dimilikinya tanpa adanya perasaan terpaksa untuk tetap berusaha mewujudkan apa yang menjadi tujuan organisasi dan memiliki kebanggaan menjadi bagian dari organisasi tersebut. (2).Komitmen profesional dalam penelitian adalah tingkat loyalitas individu pada profesinya seperti yang dipersepsikan oleh individu. (3).Kinerja dalam penelitian ini adalah hasil yang dicapai oleh pegawai menurut ukuran yang berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2014). Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai pada kantor Sinode Gereja Masehi Injili Timor di Kupang yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian yang diambil adalah sebanyak 20 orang pegawai. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel xi probabilitas/acak dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling) karena jumlah pegawai yang bekerja lebih dari 3 tahun. Dalam pengorganisasian penelitian, Pada tahap pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket (kuisioner). Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Semantic Differential Scale merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penelitian secara verbal dua kutub (bipolar) penelitian yang ekstrim, misalnya : Kuat–lemah, baik–buruk, tidak setuju – setuju. Data yang dihasilkan dari pengukuran tersebut bersifat interval. Pertanyaan – pertanyaan dalam angket tertutup dibuat dengan menggunakan skala 1- 10 untuk mendapatkan data yang bersifat interval dan diberi skor atau nilai Pada tahap analisis pendahuluan merupakan langkah awal yang dilakukan dalam penelitian dengan cara memasukkan hasil pengolahan data angket responden ke dalam data tabel distribusi frekuensi. Pada tahap ini akan dideskripsikan indikator empirik dari konsep-konsep penelitian berdasarkan data yang diperoleh melalui kuisioner.teknik analisis yang digunakan adalahtabel distribusi frekuensi. Pada tahap Analisis lanjutan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda adalah hubungan secara linear antara dua variabel atau lebih variabel independen (X1,X2) dengan variabel (Y).Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu, Pengaruh Komitmen Organisasi dan Profesionalisme Kerja terhadap Kinerja pegawai pada kantor Sinode GMIT kupang, Persamaan regresi linear berganda Berdasarkan hasil pengujian, sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya, maka penulis menyajikan kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Dari hasil pengujian Komitmen Orgasisasi mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,416 dengan tingkat signifikansi 0.020. xii 2. Dari hasil pengujian Profesionalisme Kerja mempunyai pengaruh terhadap Kinerja, hal ini dibuktikan dengan koefisien regresi sebesar 0,048 dengan tingkat signifikansi 0,037. Berdasarkan hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa masukan Sebagai berikut: 1. Bagi Pihak Sinode Gmit harus lebih kinerja pegawai, atasan perlu melakukan upaya peningkatan kualitas kerja. Agar pegawai dapat dituntut bekerja dengan baik. 2. Pihak Sinode Gmit perlu meningkatkan komitmen organisasi agar memecahkan masalah perusahaan bersama karyawan yang lain serta perlu mempelajari atau membaca litelatur agar lebih berwawasan, mengaktualisi diri, mengerti tugas yang dikerjakan. 3. Bagi peneliti selanjutnya, dianjurkan untuk menganalisis lebih dalam lagi dan lebih spesifik, sehingga hasil yang didapatkan juga lebih maksimal.

RITUS KAOS MAFENA "SUATU TINJAUAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP RITUS KAOS MAFENA DI JEMAAT GMIT YAGAR SYAHADUTA NOATETA"

AYU YUSVIANDA TAIFA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Jemaat GMIT Yagar Syahaduta Noateta adalah salah satu jemaat yang berada dalam lingkup pelayanan wilayah Bosen, Klasis Mollo Utara, yang berlokasi di Desa Sebot, kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sampai saat ini, Jemaat di tempat tersebut meskipun telah menerima Injil dan menganut agama Kristen, tetapi masih memelihara dan melakukan ritual-ritual agama suku. Salah satunya adalah ritus Kaos Mafena yang penulis kaji dalam karya ilmiah ini. Ritus Kaos Mafena dilakukan kepada orang sakit, yang penyakitnya disebabkan oleh dosa turunan, sumpah leluhur maupun penyakit turunan. Ritus Kaos Mafena dilakukan dengan tujuan untuk melepaskan atau membebaskan diri dari sakit-penyakit, dosa turunan, penyakit turunan maupun sumpah leluhur yang yang menjadi beban dan mengikat kehidupan jemaat. Dalam menyelesaikan karya ini, penulis menggunakan pendekataan teologi kontekstual dari Richard Niebuhr, yaitu Kristus Pembaharu Kebudayaan. Model pendekatakan ini menekankan bahwa kebudayaan yang awal yang diciptakan oleh Allah adalah baik, namun karena ulah manusia, sehingga kebudayaan telah tercemar. Oleh karena itu, salah satu tujuan kehadiran Kristus dalam dunia adalah untuk memperbaharui dan mengubah kebudayaan menjadi baik. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menemukan bahwa ritus Kaos Mafena umumnya dilakukan oleh Akasut (pemimpin ritus) kepada orang sakit dengan tujuan untuk memperoleh kesembuhan. Ritus Kaos Mafena Ritus tersebut ditujukan kepada Uis Neno, Uis Pah dan para leluhur. Ritus ini dilakukan di suangai maupun di pertigaan jalan. Ritus tersebut membuat jemaat terjerumus dalam sinkritisme. Namun di sisi lain, ritus Kaos Mafena juga memiliki dampak positif, yaitu melalui pelaksanaan ritus tersebut jemaat sadar akan dosa yang telah mereka maupun leluhur mereka lakukan, sehinggga jemaat melakukan penyelesaian atau pelepasan. Berdasarkan pada model pendekatan yang digunakan, penulis melihat bahwa pelaksanaan ritus Kaos Mafena adalah suatu kebiasaan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan dan ajaran Kekristenan. Kebiasaan tersebut menjadi sebuah bagi gereja dan mempengaruhi pertumbuhan iman jemaat. Kebiasaan tersebut menjadi tantangan bagi gereja saat ini. Peran gereja tidak akan diutamakan oleh jemaat dan Yesus tidak dianggap sebagai satu-satunya Juruselamat dan pembebas yang sebenarnya. Oleh karena itu, peran gereja sangat penting untuk meyakinkan kembali jemaat bahwa satu-satunya Penyelamat dan Pembebas yang sejati adalah Yesus Kristus. Kata kunci: Ritus Kaos Mafena, dosa, penyakit, Uis Neno, Uis Pah, leluhur, kutukan

SYARAT-SYARAT MENJADI SEORANG PENATUA

PAULINA OKTAVINA KALE
2022 · Book · Open Access

A B S T R A K Panggilan Tuhan terjadi dalam kehidupan masa kini. Panggilan secara umum adalah untuk semua orang percaya agar selalu dekat dengan Tuhan. Panggilan khusus ini terjadi dalam kehidupan para pejabat gereja. Secara umum dalam zaman reformasi panggilan selalu dikaitkan dengan pekerjaan yang digeluti oleh setiap orang. Panggilan pelayanan Firman Tuhan yang ada dalam diri pelayan-pelayan masa kini seperti Pendeta, Penatua, Diaken dan Pengajar yang ada dalam GMIT, harus dilaksanakan dengan baik. Panggilan tersebut harus dijawab, agar menunjukkan keaktifan dari orang yang dipanggil. Tuhan memanggil manusia, tidak hanya untuk hidup yang enak, Dia memanggil orang untuk melayani dengan selalu memikul salib seperti yang Ia telah lakukan. Banyak tantangan yang akan dihadapi oleh setiap orang yang dipanggil, tetapi yang dituntut adalah bagaimana sikap orang yang dipanggil terhadap tantangan tersebut. Semua tantangan yang dihadapi akan dilalui dengan baik, jika hanya berharap pada Tuhan. Dalam Akitab tertulis tentang bagaimana orang yang terpanggil berperan dan memimpin umatnya dengan berbagai cara, gaya serta metode. Sehingga dalam surat Titus diberitahukan bahwa persyaratan yang diberikan oleh Paulus kepada Titus sebagai seorang pemimpin jemaat di Kreta. Ada beberapa jabatan yang bertugas didalam gereja. Salah satunya adalah penatua. Penatua merupakan dasar yang dipakai oleh gereja. Penatua terpilih bukan atas pilihan jemaat saja tetapi juga penentuan Allah untuk menggenapai pekerjaan Tuhan yang belum teratasi dengan baik. Mereka dipilih dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan seperti yang terdapat dalam Titus 1:5-9. Mereka bertatap muka dan berhubungan langsung dengan jemaat yang dipercayakan kepadanya. Di mata Tuhan dan jemaat, penatua memiliki wewenang untuk memimpin dan mengajar, melayani Firman, menggembalakan dan memerintah. Penatua memikul tanggung jawab ini dan bertanggung jawab untuk memperlengkapi jemaat untuk pelayanan-pelayanan yang ada. Jabatan ini diberikan untuk mereka yang pantas mendapatkannya dan memenuhi persyaratan, disertai dengan kesadaran dan doa. Sebagai pemimpin, penatua juga menjadi gembala harus berwawasan luas, berdedikasi, sabar, rendah hati, penuh kasih dan mencintai Tuhan.Ketika seorang penatua menjalankan tugas pelayanannya, ia juga harus mengurus keluarga, karena ia juga dapat menjadi pemimpin keluarga, dan ia mencintai istri dan anak-anaknya. Di sisi lain, penatua juga diharapkan menjadi panutan bagi masyarakat, berkah bagi lingkungan sekitar, dan garam dan terang dunia. Menjadi panutan bagi lingkungan memang tidak mudah, namun penatua harus berani tampil, apapun resikonya. Kata kunci : Penatua, Pemimpin, Panggilan

Pelaksanaan Panca Pelayanan GMIT

RIDAMITA JUHALEN TEFA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Gereja hadir di tengah dunia bukan dirinya sendiri, melainkan untuk mengemban sebuah tugas atau amant kerasulan. Dalam merumuskan pemahaman mengenai misi atau tugasnya sebagai gereja, GMIT menuangkan amanat kerasulan dalam Panca Pelayanan GMIT yakni koinonia, marturia, diakonia, liturgia, dan oikonomia. Jemaat GMIT Nazaret Oeekam juga melakukan tugas dan panggilannya sebagai gereja di dunia dengan melaksanakan panca pelayanan GMIT. Namun di dalam pelaksanaannya, teori tidak sejalan dengan praktek yang ada. Dalam menulis karya ilmiah ini penulis menggunakan metode deskripsi-analisis-refleksi, yaitu dengan mendeskripsikan jemaat yang menjadi lokus bagi penulis untuk meneliti, menganalisis masalah berdasarkan realita yang ada. Melalui sidang majelis jemaat yang dilaksanakan pada tahun 2020, laporan mengenai hasil pelaksanaan program pelayanan baik dalam bidang pelayanan koinonia, marturia, diakonia, liturgia dan oikonomia tidak terlaksana dengan baik. Beberapa program pelayanan di antaranya berjalan sesuai harapan dan beberapa di antaranya tidak terlaksana. Gereja disebut juga sebagai alat untuk melaksanakan visi Kerajaan Allah di dunia. Karena itu gereja harus mampu melayani dengan baik. Untuk melaksanakan visi Kerajaan Allah di dunia, maka gereja-gereja khususnya Jemaat GMIT Nazaret Oeekam sebagai gereja mewujudkannya dalam panca pelayanan.

KAJIAN YURIDIS PEMBATALAN KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM TENTANG PENETAPAN PASANGAN CALON KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH OLEH HAKIM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN TATA USAHA NEGARA KUPANG

MARIA KRISTINA BETE TES
2022 · Book · Open Access

INTISARI Judul skripsi ini: Judul Skripsi Penulis adalah Kajian Yuridis Pembatan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Oleh Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara. ,rumusan masalah dari skripsi ini adalah: Bagaimana “Pertimbangan Majelis Hakim dalam membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim dalam membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. jenis penelitian ini adalah:Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif, sedangkan variable penelitian adalah variable bebas, yakni Pertimbangan Majelis Hakim dalam membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa alasan atau pertimbangan Majelis Hakim dalam membatalkan surat keputusan Komisi Pemilihan Umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah adalah Keputusan Komisi Pemilihan Umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertentangan dengan Peraturan Perundang- undangan, dan Keputusan Komisi Pemilihan Umum tentang Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bertentangan dengan Asas-asas Umum Pemerintah Yang Baik. Sehingga dengannya hasil penelitian yang penulis temukan tersebut, adapub beberapa saran penulis dalam menunjang sebuah keputusan yang nantinya diterbitkan oleh Komisi Pemilihan Umum, yakni diharapkan bagi Komisi Pemilihan Umum baik dari KPU Kabupaten TTU dan Kabupaten Lembata, maupun Kabupaten lainnya, sebelum menerbitkan suatu keputusan tata usaha negara harus memperhatikan bahwa keputusan tersebut tidak bertentangan dengan Peraturan Perundang-Undangan Yang Berlaku, serta Komisi Pemilihan Umum baik dari KPU Kabupaten TTU dan Kabupaten Lembata, maupun Kabupaten lainnya, sebelum menerbitkan suatu keputusan tata usaha negara harus memperhatikan bahwa keputusan tersebut tidak bertentangan dengan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (Good Government). Kata Kunci: Komisi Pemilihan Umum, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pengadilan Tata Usaha Negara

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN OLEH HAKIM TERHADAP TERDAKWA KECELAKAAN LALULINATAS

MATILDE MARIANCE DA COSTA
2022 · Book · Open Access

INTISARI Judul Skripsi Penulis adalah Disparitas putusan pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas. Permasalahan pokok dalam penelitian ini, penulis lebih memfokuskan dengan permasalahan: Megapa terjadinya disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas? Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui alasan terjadi disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas. Selanjutnya, Penelitian ini berjenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif artinya bahwa sifat penelitian ini berusaha mendeskripsikan atau menguraikan suatu gejala sosial atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat dengan penerapan suatu norma (peraturan perundang-undangan) yang berlaku. Sumber data dan jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang jenisnya berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan bahan hukum melalui Studi pustaka atau dokument.Analisis bahan hukum yang diperoleh dari hasil wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi disparitas pemidanaan oleh hakim terhadap terdakwa kecelakaan lalulintas, dapat dikategorikan dalam beberapa pertimbangan mendasar yaitu: Kekuatan Mengikat Alat Bukti Yang Diajukan Oleh Jaksa Penuntut Umum, Tuntutan Penuntut Umum Berbeda-beda, Kualitas Perbuatan Pidana Terdakwa Anak, Hal Memberatkan dan Meringankan, Indepedensi Hakim, dan Tidak Adanya Pedoman Pemidanaan Oleh Hakim. Oleh sebab itu penulis menyarankan bahwa, diharapakan Terdakwa supaya tertib berlalulintas dijalan, jangan buru-buru dalam mengendarai kendaraan bermotor dijalan, diharapkan penuntut umum harus mempelajari perkara-perkara yang lain sehingga dapat menuntut terdakwa dalam kasus lakalantas tidak terjadinya disparitas.Diharapkan hakim dalam menjatuhkan putusan harus mempelajari tentang kualitas perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sehingga tidak terjadinya disparitas,diharapkan hakim dapat memeriksa perkara-perkara terdahulu yang berkaitan dengan tindak pidana lakalantas tentang hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa sehingga hakim tidak menimbulkan suatu putusan disparitas yang terlalu melebar, diharapkan dengan kewenangan indepedensi ini hakim harus mempelajari perkara-perkara terdahulu sehingga dapat mengurangi terjadinya disparitas putusan hakim, dan diharapkan harus adanya pedoman pemidanaan sehingga tidak terjadinya disparitas yang terlalu melebar, dan juga dalam penjatuhan harus pula mempelajari putusan-putusan terdahulu agar tidak terjadinya disparitas putusan terlalu jauh. Kata Kunci : Disparitas,Putusan,Tindak Pidana Lalulintas

DESKRIPSI TENTANG MODUS DAN AKIBAT HUKUM TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGANGKUTAN HASIL HUTAN ILEGAL

BREIGGER ZHACRIAS PUTRA FIAH
2022 · Book · Open Access

Judul skripsi ini adalah Deskripsi Tentang Modus dan Akibat Hukum Terjadinya Tindak Pidana Pengangkutan Hasil Hutan Ilegal. Permasalahan yang diteliti adalah modus yang digunakan oleh para pelaku tindak pidana pengangkutan hasil hutan dan akibat hukum dari tindak pengangkutan hasil hutan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui modus dan akibat hukum dari tindak pidana pengangkutan hasil hutan sehingga menghasilkan manfaat teoritis dan praktis. Manfaat teoritis dari penulisan ini adalah dapat berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum pidana pada kalangan akademisi sedangkan manfaat praktis dari penulisan ini adalah dapat menjadi bahan masukan bagi para penegak hukum dalam proses penegakan hukum terhadap tindak pidana pengangkutan hasil hutan. Variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dari penulisan ini adalah modus operandi yang digunakan oleh pelaku tindak pidana pengangkutan hasil hutan sedangkan variabel terikat dari penulisan ini adalah terjadinya tindak pidana pengangkutan hasil hutan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif dengan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan dan pengolahan data menggunakan studi kepustakaan yang dianalisis menggunakan metode analisis kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukan modus operandi yang digunakan dalam tindak pidana pengangkutan hasil hutan antara lain : 1. Pelaku mengelabui petugas dengan membawa dokumen yang bukan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. 2. Pelaku mengangkut hasil hutan kayu menggunakan alat angkut (Kapal Motor, Mobil Dump Truck dan Sepeda Motor yang telah dimodifikasi) tidak dilengkapi SKSHH. Akibat hukum yang timbul dari tindak pidana pengangkutan hasil hutan antara lain : 1. Terhadap pelaku : a. Pelaku ditahan. b. Pelaku dipidana penjara dan denda serta dibebankan untuk membayar biaya perkara. 2. Terhadap alat angkut : a. Alat angkut disita untuk kepentingan pemeriksaan perkara terdakwa lainnya. b. Alat angkut dirampas untuk negara. 3. Terhadap negara : a. Merugikan negara dari sektor PNBP. b. Merusak eksosistem hutan.

AMMU AE NGA RUKOKO

ROSINTA LOGO BUKE
2022 · Book · Open Access

Rumah orang Sabu dibedakan menjadi dua jenis yakni rumah asli Sabu (Ammu Hawu) dan juga rumah asing (Ammu Jawa). Rumah asli Sabu berbentuk panggung dan mempunyai dua jenis yaitu Ammu Ae Nga Rukoko serta Ammu Taga ‘Batu. Rumah jenis pertama ini kedua ujung bubungannya menonjol ke luar yakni ke barat dan ke timur (hal ini dikarenakan rumah asli Sabu memanjang barat-timur) dengan bagian atap yang disebut rukoko (daun leher). Rumah jenis kedua yakni Taga ‘Batu dua batang baloknya melengkung dan salah satu ujungnya dihubungkan sehingga membentuk setengah lingkaran pada kedua sisi melebar rumah. Orang Sabu meyakini bahwa warga dalam sebuah rumah sama seperti halnya penumpang dalam sebuah perahu. Pandangan orang Sabu mengenai rumah ialah rumah bukanlah sebagai tempat tinggal saja tetapi juga rumah memiliki sebuah makna yang lebih dari itu. Rumah orang Sabu pada saat pembuatan sudah diberi posisi dengan makna tersendiri yang melambangkan sebuah kehidupan. Hingga kini, ammu ae nga rukoko merupakan salah satu budaya orang Sabu yang masih terpelihara hingga saat ini, meskipun sudah terjadi modernisasi. Modernisasi yang terjadi saat ini membuat sebagian masyarakat Sabu memilih untuk membangun rumah sesuai dengan gaya yang modern yang tidak sesuai lagi dengan rumah asli orang Sabu (ammu ae nga rukoko).             Jemaat GMIT Yeruel Seba Kota merupakan jemaat yang berada di tengah perkotaan Seba. Sebagai jemaat yang berada di tengah perkotaan, tentunya pengaruh modernisasi sangat bisa dirasakan oleh jemaat ini. Namun, masih ada juga sebagian jemaat yang lebih memilih untuk tetap menjaga dan melestarikan rumah ini dengan cara masih tetap tinggal di rumah ini. Hal inilah yang ingin dikaji oleh penulis yaitu apakah modernisasi memberikan pengaruh terhadap pemaknaan rumah bagi orang Kristen Sabu, dan juga mengapa ada sebagian masyarakat yang sangat menjaga sekali agar bangunan rumah ini tetap terjaga dengan dilestarikan. Apakah karena ada nilai-nilai dari rumah ini yang nyaris tidak terjaga karena adanya modernisasi sehingga sebagian orang tetap memilih untuk melestarikan rumah ini? Penulis berharap tulisan ini dapat membantu jemaat Kristen

MAKNA INTEGRITAS

HORI YUSLINDA MASAE
2022 · Book · Open Access

Seorang pemimpin dalam memakai kekuasaannya untuk keuntungan bagi diri sendiri, tanpa memperhatikan orang lain adalah pemimpin yang gagal. Injil Markus 6:14-29, menggambarkan dengan jelas tentang kekuatan seorang pemimpin (raja Herodes Antipas) yang perbuatannya melanggar hokum Yahudi. Ketika Herodes Antipas ditegur oleh seorang nabi yang disegani oleh banyak orang termasuk dirinya, dengan keangkuhan ia membalas teguran itu dengan memasukkan Yohanes Pembaptis kedalam penjara. Pada masa itu karena rajalah yang memiliki kekuasaan berhak melakukan hal tersebut. Meskipun pada Yohanes Pembaptis tidak ada tindakan kejahatan yang dilakukan. Yohanes Pembaptis mengetahui benar situasi kekuasaan seorang pemimpin pada saat itu. Yohanes Pembaptis menyadari bahwa tegurannya kepada Herodes Antipas akan menghasilkan suatu kemalangan bagi dirinya. Tetapi, karena keteguhannya sebagai seorang yang memiliki tanggungjawab dalam menyampaikan kebenaran, ia mampumenunjukkan integritas dirinya sebagai seorang yang diutus Allah. Yohanes Pembaptis tidak takut kepada kekuasaan raja Herodes Antipas, ia hanya takut apa bila suara Tuhan tidak disuarakan. Kesetiaannya kepada kebenaran (FirmanTuhan) membuat terus memahami arti panggilan kehadirannya. Yohanes Pembaptis dipilih dan diutus Allah untuk mempersiapkan umat menyambut kedatangan sang Mesias. Situasi kehidupan sekarang ini membuat seseorang memilih diam ketika melihat perbuatan ketidakdilan terjadi. Hal ini mempengaruhi integritas dari seseorang itu hilang, akan berbahaya jika seseorang itu ialah pendeta. Pendeta yang kehilangan integritas dirinya sebagai pelayan Tuhan, akan membuatnya kehilangan kepercayaan dari jemaat. Nilai-nilai pada citra seorang pendeta akan menurun. Karena itu, dengan mendalami teks injil Markus 6:14-29 tentang Yohanes Pembaptis dibunuh, dengan menggunakan metodologi historis kritis untuk memperoleh kerygma. Dan dari kerygma dapat memberikan sumbangsih untuk menemukan makna dari integritas seorang pelayan.

ANALISIS PENGARUH SUASANA TOKO DAN LOKASI TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN DE MART ATAMBUA

APRIANA KARTINI SERAN PALA
2022 · Book · Open Access

MINAT BELI KONSUMEN DI SWALAYAN DE MART ATAMBUA Oleh : APRIANA KARTINI SERAN PALA NIM : 17411621 ABSTAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Suasana Toko, dan Lokasi Terhadap Minat Beli Konsumen Di Swalayan De Mart Atambua.Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan menggunakam kuesioner sebagai instrumennya.Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen Di Swalayan De Mart Atambua.Sampel yang digunakan adalah konsumen Di Swalayan De Mart Atambua yang berjumlah 100 orang dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Metode angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara member seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Uji validitas instrumen menggunakanuji T (uji persial) , uji F (Pengujian secara simultan) dan koefisien determinasi(R2) . Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis mengenai adanya pengaruh suasana toko (X1) lokasi (X2) terhadap minat beli (Y) persamaan regresi berganda secara umum adalah Y= a + β1x1 + β2x2+e. Hasil analisis dengan menggunakan aplikasi SSPS diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut Y=2,179 + 0,849X1 + -0,066 X2+e. Diketahii t hitung lebih besar dari t tabel (2,067>1,984 ),maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suasana toko (X1)berpengaruh terhadaap minat beli (Y) pada Swalayan De Mart Atambua.Variabel lokasi (X2) terhadap minat beli (Y) adalah :0,080>0,05 dan t tabel = t (0,05:100-3-1 ) =(0,05:96) =1,984.Berarti nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (-0,1561,984 ),maka Ho diterima dan Ha ditolak dengan demikian dapat disimpulkan bahwa lokasi (X2) tidak berpengaru terhadaap minat beli (Y) pada Swalayan De Mart Atambua, nilai F hitung sebesar 102. 352 dan tingkat signifikan 0,000 0,05 makaHoditolak dan Ha diterima dapat disimpulkan bahwa suasana toko dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap minat beli konsumen di sawlayan De mart Atambua. Hasil penelitian menemukan bahwa :(1) Suasana Toko tidakberpengaruh positif terhadap minat beli. (2) Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap minat beli. (3) Suasana Toko, Lokasi tidak berpengaruh positif terhadap minat beli. Besarnya pengaruh Suasana Toko, dan Lokasi terhadap Minat Beli Dari hasi penelitian yang dilakukan, saran penelitiadalah perusahaan perlu memperhatikan factor-faktor dalam menciptakan suasan toko karena salah satu usaha yang dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pelanggannya adalah dengan memberi pelayanan dan fasilitas yang baik.Perusahaan perlu lebih mampu memvariasikan dan menyesuaikan musik dengan suasana toko karena musik yang menyenangkan akan membuat keputusan konsumen sadar dan membuat dampak konsumen pada niat pembelian.Diharapakan ada juga penelitian lebih lanjut mengenai suasana toko dan lokasi yang dilakukan sehingga dapat membuat inovasi teori baru dibidang usaha lainnya. Menurut Engeldkk (2005:123) minat membeli merupakan suatu kekuatan pendorong atau sebagai motif yang bersifat intrinsik yang mampu mendorong seseorang untuk menaruh perhatian secara spontan, wajar, mudah, tanpa paksaan, danselektifpada suatuprodukuntukkemudianmengambilkeputusanuntukmembeliatautidak. Selain itu menurut schiffman dan kanuk(2004)bahwa pengaruh eksternal,kesadaran akan kebutuhan,pengenalan produk dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen.Pengaruh eksternal ini terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya.Adapun usaha pemasaran yang dimaksud adalah bauran komunikasi pemasaran,yaitu iklan,promosi penjualan,acara dan pengalaman,hubungan masyarakat dan publistas,pemasaran langsung,pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut,dan penjualan personal. Minat beli merupakan rasa ketertarikan yang di alami oleh konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa) yang dipengaruhi oleh sikap di luar konsumen dan di dalamnya konsumen itu sendiri. Kata Kunci: Suasana Toko, Lokasi. Dan Minat Beli

Kepemimpinan Petrus

ESTHI MIRMA SISILIA BABIS
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Kepemimpinan yang terjadi di awal abad Masehi menunjukkan sikap kepemimpan yang tidak mensejahterakan kehidupan umat Kristen. Kehidupan orang Kristen pada saat itu diperhadapkan dengan system kepemimpinan dengan berbagai aturan-aturan yang mengatur sehingga menyebabkan kehidupan orang Kristen hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. Keadaan ini membuat Kekaisaran Romawi menguasai seluruh daerah bangsa Yahudi. Hal-hal kepemimpinan yang diterapkan oleh pemerintah sangat tidak stabil sehingga rakyat semakin menderita. Yang diakibatkan oleh pemerintahan secara bergantian dari para kaisar sampai pada puncak pemerintahan Kaisar Nero rakyat semakin menderita karena tindakannya yang mengharuskan orang Kristen untuk menyembah patung Kaisar. Bahkan seluruh kehidupan baik itu bahasa, bangunan-bangunan dan Pendidikan pun diatur oleh system pemerintahan dengan gaya dan corak kebudayaan Yunani. Sistem pemerintahan yang sangat kejam juga membuat yang kaya semakin berkuasa sedangkan yang miskin semakin tertindas. Kehidupan keagamaanpun dikuasai oleh para penguasa. Bahkan dalam pemerintahan pun system patriakhi diterapkan dalam hidup sehari-hari. Yang mengharuskan para kaum perempuan untuk tunduk dan taat kepada para penguasa yaitu kaum laki-laki. Perempuan dianggap tidak mempunyai kekuatan untuk dapat memimpin karena sifatnya yang lemah. Tugas perempuan bukan untuk memimpin melainkan mengurus rumah tangga dan anak. Sedangkan kaum laki-laki berhak memimpin karena dianggap memiliki kekuatan yang besar yang mampu untuk berdiri sebagai pemimpin. Berdasarkan kisah kepemimpinan yang terjadi di awal abad Masehi Injil Lukas memberikan gambaran cerita menarik terkait kepemimpinan yang sangat penting. Petrus dengan latar belakang yang sederhana dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk melayani. Kehidupan seorang nelayan yang sederhana, diubah Tuhan dari seorang penjala ikan menjadi penjala manusia. Gelar yang baru diberikan oleh Tuhan kepada Petrus untuk membawa atau menangkap orang-orang kepada Yesus. Petrus dipilih sebagai murid yang pertama untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan misi Allah. Petrus menunjukkan sikap keberanian dalam menerima tugas dan panggilannya untuk membawa orang-orang kepada Yesus Kristus. Seiring berjalannya waktu, ia akhirnya menyangkal mengenal Tuhan. Jawaban ini diberikan dengan alas an karena takut terhadap orang-orang yang telah menangkap Yesus. Terkadang dalam kehidupan ini, sebagai manusia yang berdosa kita pun melakukan hal yang sama dengan dilakukan oleh Petrus. Banyak pemimpin-pemimpin baik itu pemerintah maupun pemimpin gereja seringkali menyangkal dalam tugas dan pelayanan untuk membela diri agar tidak jatuh kepada hal-hal yang menjatuhkan diri sendiri. Dengan demikian, untuk mencapai maksud tersebut, penulis menggunakan kajian teologi murni agar dapat mengkaji maksud dalam teologi Injil Lukas yang sekiranya dapat diterapkan dalam konteks. Kata kunci: Kepemimpinan, Panggilan, Tanggungjawab

AN ANALYSIS ON FIGURATIVE SPEECH INSEPUTAR WARISAN ADAT OF SIKKA REGENCY

APOLINARIUS HARYANTO
2022 · Book · Open Access

ABSTRACT This research presents An analysis on figurative speech in seputar warisan adat of Sikka regency . The aim of researchare to describe the type of figurative speech in Seputar Warisan Adat of Sikka regency.The method research used descriptive qualitative method. This is a documentation researchfound out seven types of figurative language namely : 1) Simile like ata meng belarganuroho ,ganutole or another one’s daughterfeelslike delicious as roho and tole fruits. It means It is good to take the girl than the wife of someone because the girl is still single and virgin.2) Metaphor such as wai lemaganuri’i, la’i tubukganurotanla’Itubukganurotan,ianaterietinbenu,Amangkobekrewukamak, It means they will have alot of children.3)Hyperbole such as : Ina niang tana nawa, apa lero wilang reta .Itmeans they magnify parents like sum and moon.4)Personification such as wolo blolopahouk, Horimetiganuladothat means battle nut refers to man and his family. Sirih refers to woman’s 5) Irony like meguoramitangmanis, juganglauriporapong, tukusesung‘ora wutung, abogarengora uneng . It means the couple that has dark color but they are very impressive ,even difficult procedure but they will take it. 6) allusionsuch as detu sai ganuinan no tiong, deposai ama aungnangbelang, saiganuwunga. It means listen to parents advicewrapit as the treasure7) imagery such as : e’I nele’ a , regang ‘uilolokelang, sayang ‘ui, lolokelang, kelangbetanoranarang.It means the man find his girl as his wife destiny. Thus, it is important for Sikka people to keep their way to talk by showing off the beauty of their mother tongue. Key words: figurative , speech , Seputar Warisan Adat , Sikka regency ABSTRAK Penilitian ini berjudul Analisa ungkapan Perumpamaan dalam buku seputar warisan adat dari Kabupaten Sikka . Tujuan penilitian adalah untukmenjelaskan tipe dalam buku seputar warisan adat dari Kabupaten Sikka. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif.Ini adalah penlitan dokumentasi. Hasilnya menunjukan bahwa 1) Gambaran,seperti ata mengbelarganuroho , ganutole.Artinya,sangatlah baik untuk mengambil gadis sebagai istri dari pada istri orang karena dia masih gadis .2)Metafor, seperti wai lema ganu ri’I, la’I tubuk ganu rotan, la’i rubuk ganu rotan, fara tari etn benu, Anang kobek rewuk anak , artinya mereka akan mepunyai banyak anak.3) Hiperbola, seperti Ina niang tana nawa, apa lero wilang reta mereka sangat memuja oranf tua mereka.4)Personifikasi, seperti : wolo blolopahouk, Horimetiganuladoyang artinya sirinh menunjukan ke keluarga laki laki dan pinag menunjukan kelurga perempua.5)Ironi, seperti megu ora hitang manis, jugo lao ripi rapong, tuku sesung ‘ora wutung, abo garang ora uneng. Artinya, perempuan atau laki – laki berkulit hitam tapi menarik, karena itu walaupun susah prosesnya tapi mereka akan hadapi. 6) Alusi.seperti Deta sai ganu inan no tiong, depo sai ama yatung nang belang, buta meti sai ganu wunga. Artinya ikuti nasehat orang tuamu, bungkuslah itu sebagai harta karun.7)Imaginasi, seperti E’I ne le’a , regang ‘ui lolo kelang, sayang ‘ui , lolo kelang,kelang beta nora narang artinya si pria menemukan wanitanya atau calon istrinya. Kesimpulannya, ungkapan figurative sangat penting bagi orang Sikka agar tetap menjaga cara mereka berbicara dengan menunjukan keindahan dari bahasa daerah mereka. Kata kunci: figuratif , ucapan , seputar warisan adat , kabupaten Sikka

RELASI KELUARGA

ANGMINENG ELISABET LANBUY
2022 · Book · Open Access

Keluarga adalah lembaga yang pertama yang ada di dunia. Setiap keluarga  sejati dan bahagia merupakan suatu komunitas yang melandaskan cinta kasih. Kehidupan keluarga yang baik ditandai dengan relasi yang harmonis, selaras, dan seimbang di antara anggota keluarga. Tetapi dalam kenyataannya, relasi dalam keluarga cenderung banyak yang rusak dengan berbagai persoalan. Hal ini dikerenakan, anggota keluarga belum memahami peran dan fungsinya masing-masing sehingga relasi yang terjalin dalam keluarga tidak berjalan dengan baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa masih banyak relasi keluarga kristen masa kini yang rusak. Hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk membahas pemahaman pemikiran Paulus dalam surat Kolose tentang relasi dalam keluarga. Kajian Ilmiah ini bertujuan untuk menyampaikan interpretasi yang benar dan alkitabiah tentang relasi keluarga menurut Paulus dalam surat Kolose. Kemudian, melalui karya ilmiah ini keluarga-keluarga Kristen dapat menemukan apa yang menjadi prinsip, tujuan serta aspek-aspek dalam mempertahan keutuhan rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa relasi yang benar dalam keluarga, yang menuntut adanya sikap tunduk, mengasihi, dan menaati. Serta menjadikan kasih Kristus sebagai dasar kehidupan rumah tangga memiliki dampak yang sangat kuat untuk menentukan keutuhan rumah tangga Kristen. Dengan kata lain, rumah tangga tanpa kasih Kristus, maka rumah tangga itu akan mengalami kehancuran. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga Kristen dapat melakukan peran dan fungsi dengan baik demi mewujudkan keluarga yang harmonis.

ANALISIS PROFIL PELAKU EKONOMI PADA JARINGAN GRABFOOD KOTA KUPANG

WENDELINA KOLO LAE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PROFIL PELAKU EKONOMI PADA JARINGAN GRABFOOD KOTA KUPANG Makanan sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, yang menjadi sasaran para pelaku bisnis dan terus mengalami perkembangan yang pesat dari waktu ke waktu hari demi hari sehingga membuat pelaku bisnis yang bergerak di bidang kuliner selalu bersaing dengan ketat begitupun dalam segi kuliner itu sendiri, para pelaku bisnis tidak akan kalah dalam menciptakan rasa disetiap menu-menu yang mereka tampilkan, sehingga membuat para penikmat wiskul (wisata kuliner) selalu tertarik dengan rasa penasaran inginmencoba segala macam menu yang disajikan. Dan dengan itu pula para pelaku bisnis selalu mengikuti perkembangan setiap saat, serta melakukan pembaharuan, dan melakukan inovasi baru sebagai upaya peningkatan daya tarik bagi para pembeli.Inovasi yang dilakukan berupa beberapa varian rasa seperti snack. Selanjutnya varian menu buat kuliner itu sendiri seperti: Rumah Makan, PKL dan UMKM. Dan itu semua tidak luput dari sistim penjualan yang bersifat ONLINE dengan menggunakan seperti: FB, INSTAGRAM, TWITER, serta media sosial yang lainnya yang mampu menjangkau semua wilayah geografis Indonesia yang tentunya memiliki akses INTERNET. Hal ini dilihat dari Fitur layanan yang tersedia pada aplikasi Grab didalamnya tersedia layanan Grab-Food, yaitu layanan pesan antar (delivery) yang diberikan perusahaan Grab untuk membelikan dan mengantarkan pesanan makanan kepada penggunanya, layanan Grab-Food melibatkan tiga pihak, yaitu pengguna, pihak driver dan restoran. Mekanisme di dalam layanan pada aplikasi Grab pengguna membuka fitur Grab-Food sehingga keluar daftar rumah makan dan restoran serta harga makanan yang kemudian pengguna dapat memilih menu makanan yang ingin dipesan, setelah itu pihak driver membeli dan mengantar makanan kepada pengguna, kemudian pengguna membayar harga makanan bisa secara tunai maupun non-tunai. Jika semua sudah selesai dengan yang dipesan, grab akan mencarikan pengemudi yang berada di sekitar tempat pesanan tersebut. Kegunaan grabfood membantu dan memudahkan pelanggan dalam melakukan pembelian makanan dan minuman dan memudahkan pelanggan tidak perlu ketempat makan untuk membeli makanan dan minuman tentunya tidak menyita banyak waktu pelanggan untuk mendapatkan pesanan yang diinginkan. Masalah ini penting karena: a. Karena sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk mendukung usaha/bisnis mereka. b. Dijaman sekarang ini, pemasaran produk dengan menggunakan sistem Online seperti Grabfood akan semakin berkembang, karena kemampuannya untuk menjangkau konsumen lebih besar dibanding pemasaran yang bersifat konvensional (biasa) menjual pada tempat tertentu. c. Dengan mengetahui profil Pelaku Ekonomi maka dapat membantu pemerintah meyiapkan pembinaan yang tepat untuk mendorong pelaku ekonomi terlibat dalam sistem penjualan ONLINE khususnya dan ekonomi digital umumnya. Dari penjelasan diatas tersebut maka dalam penelitian ini peneliti akan meneliti para pelaku ekonomi yang memasarkan produknya di aplikasi grabfood. Perlu diketahui bahwa Pelaku ekonomi merupakan pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi. Secara garis besar, pelaku-pelaku kegiatan ekonomi ini pelaku kegiatan ekonomi tersebut antara lain rumah tangga keluarga, perusahaan, koperasi, masyarakat, dan Negara. Setiap pelaku ekonomi tersebut mempunyai peran yang berbeda, kegiatan ekonomi dan aktivitas yang berbeda-beda. Perlu diketahui bahwa Pelaku ekonomi dapat didefenisikan sebagai individu atau kelompok yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi, baik itu produksi, distribusi, atau konsumsi. Sehingga berdasarkan penjelasan tersebut maka perlu diketahui banyaknya pelaku ekonomi yang terdaftar di grabfood kota kupang yang berpartisipasi dalam jaringan Grab Food Kota Kupang yaitu berjumlah sebanyak 300 orang penjual yang terdaftar di Grab Food Kota Kupang namun yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 23 pelaku ekonomi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh penelitian maka dapat disimpulkansebagai berikut mengenai karateristik responden mengenai jenis kelamin pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak yaitu jenis kelamin perempuan dengan jumlah 13 orang dengan persentase sebesar 56.5%. sedangkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 10 orang dengan nilai persentase sebesar 43.5%. Selanjutnya mengenai Karakteristik responden mengenai Umur pada pelaku ekonomi jaringan grabfood Kota Kupang yang paling bnyak yaitu pada umur lebih dari 46 Tahun didapati jumlah responden sebanyak 7 orang dengan presentase 30.4%. sedangkan yang paling sedikit yaitu pada umur 32 – 38 Tahun dan umur39-45 Tahun didapati jumlah responden sebanyak 3 orang dengan presentase 13%. Selanjutnya mengenai karakteristik responden berdasarkan pendidikan formal pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak tingkat pendidikan yaitu SLTA sederajat berjumlah 15 orang dengan presentase sebesar 65.2%, sedangkan yang paling sedikit yaitu SLTP berjumlah 2 orang dengan presentase sebesar 8.7%. Selanjutnya mengenai karateristik responden mengenai Jenis Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak pelaku ekonomi yaitu jenis usaha kuliner sebanyak 19 pelaku usaha dengan nilai persentase sebesar 82.6%. Sedangkan jenis usaha rumah makan berjumlah 4 pelaku usaha dengan persentase sebesar 17.4%. Selanjutnya mengenai karateristik responden mengenai jumlah tenaga kerja pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota yang paling banyak yaitu jumlah tenaga kerja sebanyak 1 Orang-5 Orang terdapat 17 pelaku ekonomi dengan presentase sebesar 74%. sedangkan yang paling sedikit yaitu jumlah tenaga kerja sebanyak 6 Orang-10 Orang dan 11 Orang-15 Orang yang masing-masingnya terdapat 3 pelaku ekonomi dengan presentase sebesar 13%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Skala Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling bnyak skala usaha yaitu pada skala usaha kecil sebanyak 19 pelaku usaha dengan nilai persentase sebesar 82.6%. Sedangkan skala usaha menengah berjumlah 4 pelaku usaha dengan persentase sebesar 17.4%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Lama Kerja Sama pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak lama kerja sama yaitu 1 Tahun 1 Bulan - 2 Tahun sebanyak 12 pelaku ekonomi atau dalam presentase sebesar 52.3%. Sedangkan yang paling sedikit lama kerja sama yaitu 3 Tahun 1 Bulan – 3 Tahun Lama kerja sama yaitu sebanyak 3 pelaku ekonomi atau dalam presentase sebesar 13%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Modal Usaha pada pelaku ekonomi jaringan Grabfood Kota Kupang yang paling banyak yaitu modal usaha Rp.1.000.000-Rp10.000.000 yaitu sebanyak 14 pelaku usaha dengan persentase sebesar 60,9%. Sedangkan yang paling sedikit yaitu modal usaha dari Rp.21.000.000-Rp30.000.000 yaitu sebanyak 1 pelaku usaha dengan persentase sebesar 4,3%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan Pendapatan Usaha pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang yang paling banyak yaitu pelaku ekonomi yang memiliki pendapatan usaha sebesar Rp.16.000.000-Rp.30.000.000 berjumlah 10 pelaku usaha dengan persentase sebesar 43,5%. Sedangkan yang paling sedikit yaitu pelaku ekonomi yang memiliki pendapatan usaha sebesar Rp.46.000.000-Rp.60.000.000 berjumlah 2 pelaku usaha dengan persentase sebesar 8,7%. Selanjutnya mengenai karateristik responden berdasarkan jumlah produksi pada pelaku ekonomi jaringan grabfood kota Kupang Untuk Jumlah produksi pelaku usaha yang paling tinggi yaitu ada pada 30/hari – 45/hari yaitu sebanyak 14 pelaku usaha atau dalam persentase sebesar 60,9%. Sedangakan jumlah produksi pelaku usaha yang paling sedikit yaitu ada pada 105/hari - 120/hari yaitu sebanyak 1 pelaku usaha atau dalam persentase sebesar 4.3%. Kata Kunci : Profil Pelaku Ekonomi

ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SUKA ROTI DI KOTA KUPANG

EMERENTIANA SUE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PERSEPSI DAN SIKAP KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA TOKO SUKA ROTI DI KOTA KUPANG Nama : Emerentiana Sue Nim : 17413197 Fakultas : Ekonomi Program Studi/JalurMinat : Manajemen/Pemasaran Penelitianiniberjudul, “ AnalisispengaruhpersepsikonsumendansikapkonsumenterhadapkeputuanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang”. Masalah yang akandibahasdalampenelitianiniadalah :PengaruhpersepsidansikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. Tujuanpenelitianyaitu: untukmengetahuibagaimanpengaruhpersepsikonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota KupangdanuntukmengetahuibagaimanapengaruhsikapkonsumenterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang, yang menjadimanfaatakademikdanperusahaanyaitusebagaisumberilmudalammenambahwawasanmengenaifaktor-faktor yang mempengaruhikeputusanpembeliandanbagiperusahaansebagaibahanpertimbangandalammengevaluasikebijakan yang dapatdilakukanuntukmengatasikemungkinanterjadinya proses pemasaran yang dapatmenurunkanpersepsidansikapkonsumen. Yang menjadikonsepdalampenelitianiniyakniAaker (2009:59) menjelaskanpersepsikonsumenterhadapkeseluruhankualitasataukeunggulansuatuprodukataujasaberkaitandengan yang diharapkanolehkonsumen.SelanjutnyaAakermenegaskansatuhalyaitubahwapersepsikualitasmerupakanpersepsiparakonsumen, olehsebabitupersepsikualitastidakdapatditerapkansecaraobyektif.Selainitupersepsikonsumenakanmelibatkanapa yang pentinguntukkonsumenkarenasetiapkonsumenmemilikikepentingan yang berbeda-bedaterhadapsuatuprodukataujasa (Aaker, 2009:6).Menurut Etta MamangSangajidanSopiah (2013 : 176) sikapadalahintidariperasaansukaatautidaksukaseseorangterhadapsuatuobjektertentu. Sikapmerupakantanggapanperasaanseseorangterhadapobjektertentu.Sikapkonsumenadalahtanggapanperasaankonsumen yang bisaberupaperasaansukaatautidaksukaterhadapobjektertentu, misalnyabagaimanasikapkonsumenterhadapkinerjaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapmerekperusahaan, bagaimanasikapkonsumenterhadaphargaproduk, bagaimanasikapkonsumenterhadapiklanprodukperusahaan. Y= 7.653+0.210+0.675+e. Nilaikonstanta =7.653 artinyaapabilanilaivariabelpersepsikonsumen (X1), sikapkonsumen (X2), samadengannolmakakeputusanpembelian (Y) =7.653 poinNilaikofisienpersepsi (X1) =0.210 artinyanilaivariabelpersepsikonsumen (X1) mengalamipengurangan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanberkurangsebesar0.210.Nilai koefisiensikapkonsumen (X2) = 0.675 artinyajikavariabelsikapkonsumen (X2) mengalamikenaikan 1 poinmakavariabelkeputusanpembelian (Y) akanmeningkatsebesar 0.675. Diketahuinilaisignifikanuntukpengaruhvariabelpersepsikonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0.017>0,05, dan t tabel = t (α/2; n-k-1= (0,05/2;60-3-1) =(0,025;56) =1.672. Berartinilai t hitung>t tabel(2,459 >1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandamekiandapatdisimpulkanbahwapersepsikonsumen (X1) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian (Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Nilaisignifikanuntukpengaruhvariabelsikapkonsumen (X1) terhadapkeputusanpembelian (Y) adalah 0,000 0,05 , dan t tabel= t (α/2; n-k-1)=(0,05/2;60-3-1)=(0,025;60)=1.672. Berartinilai t hitung> t tabel (5,512>1,672), maka Ha diterimadan Ho ditolakdengandemikiandapatdisumpulkanbahwasikapkonsumen (X2) berpengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelian(Y) padatokosuka roti di Kota Kupang. Berdasarkanlandasanteoridandisertaidenganhasilpenelitian yang telahdibahaspadababsebelumnyadapatdisimpulkanyaitu: bahwapersepsikonsumendansikapkonsumenmemilikipengaruhpositifdansignifikanterhadapkeputusanpembelianpadatokoSuka Roti di Kota Kupang. DisarankanBagipenelitiselanjutnya, hasilpenelitianinibisadigunakansebagaibahanperbandingandanreferensiuntukpenelitian, dansebagaibahanpertimbanganuntuklebihmemperdalampenelitianselanjutnyadenganmenggunakanvariabel yang sama. Kata Kunci; Persepsikonsumen (X1), SikapKonsumen (X2), Dan KeputusanPembelian (Y)

ANALISIS KESESUAIAN BELANJA DESA DENGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DESA DI DESA MATA AIR KABUPATEN KUPANG

ARDI OKTAVIANUS BABA
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK ANALISIS KESESUAIAN BELANJA DESA DENGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DI DESA MATA AIR KABUPATEN KUPANG Belanja Desa merupakan salah satu komponen penting yang tidak terpisahkan dari APBDes. Belanja Desa adalah semua pengeluaran yang merupakan kewajiban Desa dalam satu tahun anggaran yang tidak akan diterima kembali oleh desa. Belanja Desa ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Pasal 100, menjelaskan bahwa Belanja Desa 70% dari jumlah anggaran Belanja Desa digunakan untuk mendanai penyelenggaraan Pemerintah Desa, pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa. sedangkan 30% anggaran Belanja Desa digunakan untuk penghasilan tetap dan tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa, operasional Pemerintah Desa, tunjangan dan operasional BPD, insentif RT dan RW yang dibiayai dengan menggunakan sumber dana dari Alokasi Dana Desa. sedangkan penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atau penyelesaian masalah, perembukan, atau perundingan. Dalam musyawarah juga terdapat istilah mufakatyang artinya sepakat, persetujuan atau kata sepakat. Mufakat adalah output dari sebuah musyawarah. Dalam musyawarah di rundingkan solusi atas setiap permasalahan hingga tercipta persetujuan. Musyawarah Desa dilaksanakan paling kurang sekali dalam 1 (satu) tahun.Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas pembangunan di Desa Mata Air Kabupaten Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa Mata Air tahun 2015-2020 dihitung sejak berlakunya belanja pembangunan di Desa Mata Air. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas pembangunan Desa di Desa Mata Air tahun 2017-2019. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data dengan mengunakan Dokumentasi dan wawancara. Dalam hal ini bahwa studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode abservasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Dengan cara mengumpulkan, menyajikan data menyimpulkan hingga menarik kesimpulan yang didalamnya akan mendeskripsikan secara lengkap, konsep variabel atau variabel yang akan diuji yakni Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas Pembangunan Desa. Hasil penelitian menunjukan Analisis Kesesuaian Belanja Desa dengan Prioritas Pembangunan Desa di Desa Mata Air sudah sesuai dan sangat efektif, Kesapakatan Musyawarah Desa di Desa Mata Air membahas tentang prioritas pembangunan desa yang akan dilaksanakan yang kemudian dituangkan dalam RPJM Desa sebagai landasan penyusunan RPJM Desa, RKP Desa di Desa Mata Air membahas secara detail mengenai biaya yang diperlukan dengan mencermati skala prioritas usulan rencana kegiatan pembangunan Desa untuk 1 (satu) tahun anggaran sebagaimana teercantum dalam dokumen RPJM Desa, Penyusunan APB Desa di Desa Mata Air berawal dengan Pelaksana Kegiatan menyampaikan usulan anggaran kegiatan kepada Sekretaris Desa berdasarkan RKP Desa yang telah ditetapkan kemudian Sekretaris Desa menyusun rancangan Peraturan Desa tentang APB Desa dan menyampaikan kepada Kepala Desa.

Tangi Pali

ELISABET GRASIA MONE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Skripsi ini berjudul: Tangi Pali, dan sub judul: Suatu Tinjauan TeologI Kontekstual terhadap makna Tangi Pali saat kematian Orang Sabu dan implikasinya bagi Jemaat GMIT Betel Gelanalalu, Klasis Sabu Barat-Raijua.Praktik Tangi Pali oleh Orang Kristen Sabu di Jemaat GMIT Betel Gelanalalu dan makna yang terkandung dalam tuturan Tangi Pali merupakan alasan penulisan skripsi ini. Kebudayaan telah menjadi bagian hidup manusia sejak lama. Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya yang dijadikan milik dari mansuia dengan belajar. Kebudayaan juga diidentifikasikan sebagai suatu yang mengintegrasikan kepercayaan, nilai, kebiasaan, dan sebagainya. Berdasarkan pernyataan tersebut maka Orang Kristen Sabu tentunya tidak bisa terlepas dari kebudayaan mereka. Salah satu praktik kebudayaan yang lazimnya terjadi saat kematian Orang Sabu adalah Tangi Pali. Tangi Pali merupakan sebuah tradisi meuutur sambil meratap yang dilakukan dalam peristiwa dukacita karena kematian.Tangi Pali mengandung makna yang terdapat dalam setiapkalimat tuturannya dengan gambaran keyakinan Orang Sabu terhadap keberadaan mansuia setelah kematian dan sebagainya. Untuk hal ini, model pendekatan kontekstual yaitu antropologis digunakan untuk meninjau praktik Tangi Pali. Model ini menekankan nilai budaya dan revansinya bagi iman Kristen. Praktik Tangi Pali masih dilakukan hingga sekarang oleh Kristen Sabu, khususnya di Gelanalalu oleh karena beberapa faktor. Lingkungan keberadaan jemaat tersebut selalu berdampungan dengan orang-orang yang beragama suku. Artinya dalam segala tatanan hidup dan kebersamaan, mereka selalu berdampingan. Adapun, jemaat setempat adalah orang-orang yang awalnya menganut agamma suku Jingitiukemudian menjadi Kristen. Faktor budaya juga turut memperngaruhi hal ini. Dalam kajian ini terdapat nilai-nilai yang muncul, takni nilai mistis, nilai hormat kepada leluhur, ruang untuk mengolah duka, kepercayaan atau keyakinan dan nilai soledaritas. Adapun dua tema dominan dalam praktik ini, yaitu relasi antara yang hidup dan yang mati serta tema keberlanjutan hidup setelah kematian. Model antropolgis, menekankan nilai-nilai dan jati diri budaya oleh seseorang yang beriman Kristen. Tetapi model ini tidak serta merta mengabaikan kitab suci dan tradisi Kristen. Nilai-nilai budaya tentang kematian dapat ditinjau dalam refleksi teologis. Kematian dan keberadaan manusia setelah kematian merupakan daulat Allah sepenuhnya. Penghakiman ataupun pengampunan setelah kematian tidak dapat dilakukan oleh leluhur karena tentang hal ini adalah daulat Allah yang telah yang telah mengalahkan maut lewat kematian Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah kebangkitan dan hidup. Orang yang mati di dalam Dia tidak akan binasa (Yohanes 11:25-26). Kata kunci:Tangi Pali, kematuian, kehidupan, kedaulatan Allah.

Kelompok Tumbuh Kembang Bersama

FEBY WELMINCE TAY KAAT
2022 · Book · Open Access

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yakni (1) Bagaimana konteks KTKB dalam Fakultas Teologi UKAW? (2) Bagaimana peran dan dampak KTKB Fakultas Teologi UKAW bagi Mahasiswa Fakultas Teologi UKAW Kupang? (3) Bagaimana refleksi Teologis terhadap peran KTKB dan implikasinya bagi Fakultas Teologi UKAW? Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 7 (tujuh) KTKB yang dipilih secara acak, hanya 1 (satu) KTKB yang sementara berjalan dengan sangat baik, 5 (lima) KTKB berjalan dengan kurang baik, sedangkan 1 (satu) KTKB lainnya sama sekali tidak berjalan. Pada dasarnya KTKB cukup berperan penting bagi tumbuh kembang mahasiswa teologi walaupun KTKBnya secara keseluruhan banyak yang tidak berjalan dengan baik bahkan ada yang tidak berjalan sama sekali. Dampak KTKB bagi mahasiswa teologi belum terlalu menonjol karena jumlah KTKB yang berjalan dengan baik sangat sedikit. Namun, KTKB ini diperkirakan akan menjadi kelompok yang berperan penting bagi mahasiswa teologi sebagai calon pemimpin gereja di masa mendatang. Mahasiswa Fakultas Teologi yang terbagi dalam beberapa kelompok sel (KTKB) merupakan bagian dari orang-orang muda atau remaja (mahasiswa) yang terpanggil oleh Allah untuk menjadi pemimpin gereja di masa depan (2 Raja-Raja 11, 15, 16, 21, 24) dan (Lukas 2:46-47). KTKB dibentuk agar mahasiswa dapat saling mendukung, seia sekata, seperasaan dan ikut serta aktif dalam menyumbangkan tenaga, pikiran serta bakat yang dimiliki masing-masing bagi kegiatan-kegiatan baik di dalam KTKB sendiri, kegiatan pelayanan gerejawi maupun pelayanan di lingkungan dimana mereka berada (1 Petrus 3:8).  KTKB juga berperan untuk menjaga dan memelihara kehidupan mahasiswa dari awal sehingga mereka mengetahui jalan kebenaran melalui firman Tuhan setiap hari di dalam kehidupannya (Amsal 22:6, 2 Timotius 1:2). Pergaulan teman sebaya dalam hal ini mahasiswa Fakultas Teologi yang merupakan anggota KTKB memiliki pengaruh yang kuat dalam pembangunan karakter religius. Karakter religius ini dibuktikan dengan kebiasaan yang dilakukan anggota KTKB untuk saling mendukung, saling memotivasi, saling mengingatkan, saling berbagi dan saling mendoakan dalam segala hal baik yang berkaitan dengan kegiatan kampus maupun kegiatan keagamaan.

Praktek panat li'ana

LENI MARIANA KALE
2022 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada praktek Panat Li’ana yang masih dilakukan oleh jemaat GMIT Betel Haulasi. Praktek Panat Li’ana adalah bentuk dan upaya untuk melindungi, memelihara dan menjaga kehidupan anak mulai dari dalam kandungan hingga sesudah dilahirkan. Dipercaya bahwa ada kuasa roh-roh jahat yang mampu merusak janin. Namun perlu diketahui bahwa iman Kristen mengajarkan kepada umat kristen untuk mempercayai bahwa kekuasaan Allah melebihi segala kuasa yang ada di bumi. Untuk mencapai tujuan dari penulisan ini, penulis menggunakan metode penelitian lapangan atau metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif/. Dalam hal ini juga penulis menggunakan metode penulisan deskripsi, analisis dan refleksi teologis. Metode ini penulis pilih untuk mendapatkan data yang akurat dan baik serta mengandung kebenaran mengenai praktek yang masih dilakukan oleh Jemaat GMIT Betel Haulasi. Sehingga dari penelitian yang dilakukan didapati fakta bahwa masyarakat masih melakukan praktek ini. Realita yang ditemukan oleh penulis di lokasi penelitian adalah jemaat masih mempercayai bahwa ada kuasa roh-roh jahat yang mampu merusak manusia . Melihat alasan-alasan yang telah disampaikan maka penulis akan meninjau masalah ini dari sudut pandang teologi kontekstual Alasanya adalah karena teologi kontekstual merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang budaya dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dipelihara hingga saat ini. Menanggapi masalah ini gerja hadir dan berperan sebagai lembaga yang dapat membina spiritual jemaat. Kata kunci: Tradisi, melindungi, dan gereja