INDAH LAWATI TAMONOB
2025 · Book · Open Access
Media Audio Visual adalah media instruksional modern sesuai degan perkembangan zaman, meliputi media yang dapat dilihat dan di dengar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui penggunaan media audio visual video pada siswa kelas X IPA 2 di SMA Negeri 2 Kupang Timur. (2) untuk mengetahui penggunaannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan teknik analisis deksriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audio visual dengan materi Roh Kudus Membaharui Gereja mampu meningkatkan motivasi belajar siswa khususnya variabel motivasi belajar dapat dijelaskan dari banyaknya siswa yang menyatakan senang terhadap penggunaan media audio visual video ini dan tumbuhnya motivasi untuk belajar, semangat siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dapat membuat suasana kelas menjadi hidup. Dengan demikian, bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
NANDA M. MBALI
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMA NEGERI 7 KUPANG TAHUN 2022/2023 Mbali M. N. (*) Natonis A. D (**) Timo N. I. E. (**) Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang Tahun 2022/2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X yang beragama Kristen Protestan dengan jumlah siswa 304. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 20 orang dan siswa kelas XB sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 24 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar.Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus uji “t”. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil belajar dari siswa yang menggunakan media video yakni nilai tertinggi 93, nilai terendah 73 dan nilai rata-rata 84,25. Sedangkan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan metode ceramah antara lain nilai tertinggi 86, nilai terendah 40 dan nilai rata-rata 61,29. Hal ini juga dapat dilihat dari uji hipotesis menggunakan uji “t” yakni diperoleh t hitung 11,71 dan t tabel 1,682 dan dapat diketahui bahwa ttabel 11,71 > t hitung 1,682.Dari ketentuan tersebut, maka Ha diterima artinya ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Negeri 7 Kupang. Kata Kunci : Penggunaan Media Video, dan Hasil Belajar Siswa Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (**)
ERNI GRESIANA OLLA
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Bentuk Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak SMP Negeri Bonleu 2023 Erni O)* Pabala, P)** Paulus, T)*** Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk dukungan orang tua dalam prestasi belajar anak di SMP Negeri Bonleu, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dukungan orang tua terhadap prestasi belajar anak SMP Negeri Bonleu. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua anak yang berjumlah 20 orang yang ada di Desa Bonleu. Adapun metode yang dipakai dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah wawancara. Berdasarkan rumusan masalah bagaimana bentuk dukungan orang tua dalam prestasi belajar anak SMP Negeri Bonleu, berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua anak, maka kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perhatian orang tua terhadap prestasi belajar anak SMP Negeri Bonleu kurang b. Saran (1). Bagi anak dapat meningkatkan motivasi belajar agar dapat menunjang nilai disekolah yang mana hal ini diharapkan bisa mendapatkan prestasi yang jauh lebih baik di SMP Negeri Bonleu, (2). Bagi orang tua diharapkan dapat menambahkan pengalaman untuk mendukung anak untu mendapatkan prestasi yang jauh lebih baik. (3). Bagi sekolah juga diharapkan dapat bekerjasama dengan orang tua anak agar terjadinya keseimbangan antara sekolah dan orang tua sehingga anak mampu dalam memiliki motivasi yang sangat tinggi. Kata Kunci : Dukungan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak Keterangan : *Mahasiswa : **Dosen Pembimbing I : ***Dosen Pembimbing II
YUSMINA TABUN
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK Penerapan Metode Bermain Peran Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Dan Budi Pekerti Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Peserta Didik Di Kelas VI Sd Negeri Noenapas Kabupaten Timor Tengah Selatan Tahun Pelajaran 2023/2024. Tabun, Yusmina)* Pellu, Lintje)** Tnunay, Paulus)** Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran merupakan kewajiban bagi seorang pendidik. Berdasarkan latar belakang permasalahan ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen menjadi rendah diantaranya : pemilihan metode yang tidak bervariasi, sehingga siswa merasa jenuh untuk aktif dalam kegiatan pembelajar, banyak peserta didik yang tidak tuntas dalam kegiatan belajarnya yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada SD Negeri Noenapas yaitu 70. sehingga keaktifan siswa dalam pembelajaran yang diinginkan belum tercapai atau sesuai yang ditargetkan, serta siswa belum berani maju kedepan bila ditunjuk oleh gurunya, sehingga siswa belum ada kemauan untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah penerapan metode Bermain Peran dalam pendidikan Agama Kristen untuk meningkatkan Keaktifan belajar pada siswa kelas VI di SD Negeri Noenapas, Kabupaten Timor Tengah Selatan? (2) Apakah ada peningkatan Keaktifan belajar Pendidikan Agama Kristen pada siswa kelas VI setelah penerapan metode Bermain Peran (role playing) di SD Negeri Noenapas, Kabupaten Timor Tengah Selatan?, Tujuan penelitian ini (1) Untuk mengetahui bagaimanakah penerapan metode Bermain Peran (role playing) untuk meningkatkan Keaktifan belajar dalam Pendidikan Agama pada siswa kelas VI di SD Negeri Noenapas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (2) Untuk mengetahui apakah ada peningkatan Keaktifan belajar dalam Pendidikan Agama Kristen pada siswa kelas VI setelah penerapan metode Bermain Peran (role playing) di di SD Negeri Noenapas, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) data yang diperoleh dari data kualitatif, teknik pengumpulan data melalui, Observasi dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa setelah metode bermain peran (Role Playing) diterapkan aktivitas belajar siswa mengalami penin peningkatan, hal ini dapat dilihat dari rata-rata aktivitas guru pada siklus 75% dan siklus II 89,5% sedangkan aktivitas peserta didik pada siklus I 65% dan siklus II 81%. Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II 15% sedangkan aktivitas peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II 16%. Dari analisis data dapat dipahami bahwa metode bermain peran (Role Playing) dapat meningkatkan ativitas guru dan peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Kata Kunci : Metode Bermain Peran (Role Playing), Keaktifan Belajar, Pendidikan Agama Kristen
APRIANI WILLU RADE KAKA
2025 · Book · Open Access
Persepsi Jemaat Terhadap Manfaat dan Kelemahan Persekutuan Doa Di Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah Tahun 2023 Kaka, A .)* Metboki, M.)** Pabala, P.)*** ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan bagaimana persepsi Jemaat terhadap Manfaat dan Kelemahan Persekutuan doa di Jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi jemaat terhadap manfaat dan kelemahan persekutuan doa, Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penulis menggambarkan persepsi jemaat terhadap Persekutuan Doa ditengah-tengah kehidupan jemaat. Yang menjadi informan dalam penelitian ini ialah seluruh jemaat GMIT Bet’el Oesapa Tengah yang berjumlah 3061 orang. Dalam penentuan jumlah responden penulis menggunakan teknik snowball sampling, yaitu sampai pada titik kejenuhan data, maka penulis dapat mewawancarai jumlah responden yaitu 34 orang.Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah wawancara, yakni penulis melakukan wawancara langsung dengan responden tentang apa yang mereka ketahui dari Persekutuan Doa. Dari data yang terkumpul penulis, melakukan analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan wawancara 34 orang jemaat maka dari hasil wawancara, penulis mengetahui Jemaat memahami arti persekutuan doa sebagai tempat atau wadah bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus dengan tujuan untuk berkumpul bersama memuji Tuhan, mendengarkan firman Tuhan, saling mendoakan satu sama lain, dan memberikan kesaksian tentang perbuatan Tuhan yang ajaib dalam kehidupan. Dengan manfaat untuk belajar menafsirkan firman Tuhan dan berdoa. Kelemahan persekutuan doa diantaranya ialah, kesombongan rohani, pelayanan untuk mengejar materi, persepuluhan tidak diberikan kepada Gereja, dalam ibadat kurang melibatkan kehadiran Pendeta dan nyanyian pujian yang digunakan menghilangkan kekhasan GMIT dengan lebih fokus pada nyanyian pop rohani dibandingkan KJ,PKJ dan NKB. Kesimpulannya, Manfaat dari Persekutuan doa adalah untuk menumbuhkan iman setiap anggota jemaat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dengan melibatkan diri dalam pelayanan bersama orang-orang percaya , untuk saling mendukung dalam iman, kelemahan ialah kesombongan rohani bagi hamba Tuhan yang menerima karunia dari Allah, meremehkan aturan-aturan tata tertib organisasi Gereja, Alkitab dipakai untuk membenarkan pendapat, ajaran atau sikap yang dianut, dan adanya kesalahpahaman dan penyalagunaan karunia-karunia roh. Bagi pihak Gereja agar memberikan pemahaman kepada seluruh anggota jemaat agar turut mengambil bagian dalam ibadat persekutuan doa dengan baik tanpa membuat sesuatu hal baru yang tidak diinginkan oleh gereja. Bagi pihak persekutuan doa terus menjadi berkat bagi sesama dalam hal pengajaran firman Tuhan, saling mendukung dan menguatkan dalam doa dan kesaksian nyata sehingga membawa perubahan hidup bagi orang lain. Bagi pihak jemaat, agar dengan sungguh-sungguh mengikuti palayanan dalam persekutuan doa, yang juga merupakan wadah untuk membimbing jemaat untuk bertumbuh dalam iman yang teguh kepada Tuhan dan lebih lagi dekat kepada Tuhan sebagai juruselamat dalam kehidupan setiap orang percaya Kata kunci : Jemaat, Persekutuan Doa, manfaat dan kelemahan persekutuan doa. * Mahasiswa ** Dosen Pembimbing *** Dosen Pembimbing II
NINARTI ROHALIA NDUN
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK PANDANGAN MAJELIS JEMAAT GMIT EBENHAEZER SEDEOEN KLASIS ROTE BARAT MENGENAI PERANAN KELUARGA INTI (NUCLEAR FAMILY) DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI ANAK TAHUN 2023 Ndun Rohalia, N)* Nuban Timo, I E)** Pellu, H L)** Kajian ini dilatarbelakangi sebuah fenomena yakni kurangnya perhatian keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak dan pengaruh keluarga inti (nuclear family) dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan Pandangan Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat mengenai Peranan Keluarga Inti (Nuclear Family) dalam Pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi Anak. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat yang berlangsung selama dua hari. Teknik pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan Pendidikan Agama Kristen bagi anak oleh ayah dan ibu dalam mendoakan, mengasihi, mendidik, mendisiplinkan dan tidak menyakiti anak, telah berjalan meskipun masih terdapat kekurangan yang terkadang dilakukan oleh ayah dan ibu. Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan kognitif dan afektif anak. Ketaatan anak terhadap nasehat didikan orang tua memiliki dampak positif dalam membentuk karakter anak dan sikap hormat terhadap nilai-nilai Kristen. Hal ini juga berpengaruh pada keharmonisan dalam keluarga. Selain itu, tingkat penghormatan anak terhadap orang tua mempengaruhi kehidupan rohani dan moral anak, yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal seperti dorongan dan sikap hormat dari diri anak serta pengaruh orang tua, lingkungan, dan teman-teman. Dalam rangka membentuk generasi yang baik, penting bagi orang tua untuk memberikan nasehat didikan kepada anak-anak untuk patuh dengan penuh hormat. Berdasarkan hasil analisis data dan kesimpulan pada bab pembahasan maka penulis mengajukan saran sebagai berikut: Gereja Ebenhaezer Sedeoen Klasis Rote Barat dapat melakukan penyelenggarakan pembinaan warga gereja khususnya tentang pengasuhan anak atau parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua dalam membimbing anak-anak. Kata Kunci: Majelis Jemaat, Keluarga Inti (Nuclear Family) Pembimbing (**) Penulis (*)
DESMI KENIALDO NAUK
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dengan Kinerja Guru SD Negeri Ngaek Kecamatan Pantai Baru Tahun Ajaran 2023/2024. Dengan menggunakan metode angket untuk memperoleh data yang dapat dipertanggung jawabkan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner/angket. Dari penelitian yang dilakukan, peneliti Terhadap Hubungan negatif antara variabel X ( Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah) dan variabel Y ( Kinerja Guru), dengan perolehan nilai koefisien sebesar 0,02. Dengan perolehan nilai tersebut, hubungan antara kedua variabel dikategorikan sebagai hubungan negatif signifikan dengan kategori yang sangat lemah.
DESRI YANTI PETHAN
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini membahas tentang Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah Bagaimana Proses Konseling Pastoral Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan konseling pastoral serta kekuatan dan kelemahan konseling pastoral di jemaat GMIT Diaspora Danau Ina-Oesapa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengacu pada konsep Mudju Raharjo yang mengklasifikasikan analisis dalam enam langkah yaitu: pengumpulan data, penyempurnaan data, pengolahan data, analisis data, proses analisis data dan simpulan hasil penelitian. Berdasarkan hasil olahan dan analisis data yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) antara lain faktor cemburu, faktor ketidakpercayaan terhadap pasangan, faktor ekonomi dan pengaruh minuman alkohol serta berjudi dapat menyebabkan konflik yang tidak kian usai, sehingga perlu dipayungi atau diperhatikan serius oleh pihak gereja melalui pendampingan berupa konseling pastoral dengan demikian korban merasa dibimbing, damai, didukung, diasuh/diayomi sehingga perlahan-lahan korban bisa sembuh dari luka fisik/psikis, dan juga pulih secara holistik.
INTAN SISKA DIANA TAE
2025 · Book · Open Access
PENGARUH METODE SCRAMBLE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA KUPANG TAHUN AJARAN 2023/2024 Tae, I** Tnunay, P** Manu, L** Latar belakang dalam penelitian ini adalah hasil pembelajaran masih kurang efektif karena guru tidak menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mengajar. Guru tetap menggunakan metode ceramah, yang berarti mereka hanya membahas topik pelajaran di depan kelas tanpa mengetahui apakah siswa sudah memahaminya atau tidak. Akibatnya, pelajaran tidak menarik dan siswa menjadi pasif. Selain itu, siswa tidak banyak berinteraksi dengan gurunya dan tidak terlalu memperhatikan kegiatan pembelajaran. Sebagian besar siswa senang bermain dan berbicara sendiri dengan temannya di kelas, tetapi hanya sebagian kecil yang mendengarkan penjelasan guru. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah dirumuskan “apakah terdapat pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 10 Kota Kupang?” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar siswa di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Metode Penelitian yang digunakan adalah eksperimen post tes only control group design, dalam desain eksperimen ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari pengujian dua sampel yang menggunakan uji-t, data membuktikan bahwa nilai thitung = 5,34 > ttabel 2,042 pada taraf signifikan 0,05 (5%). Rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas eksperimen adalah 1025 dan rata-rata skor hasil belajar siswa pada kelas kontrol adalah 656. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kerangka berpikir dalam penelitian ini adalah sebelum menggunakan metode scramble hasil belajar kognitif siswa rendah, dibandingkan menggunakan metode scramble hasil belajar kognitif siswa meningkat. Kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh metode scramble terhadap hasil belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di SMP Negeri 10 Kota Kupang. Saran bagi sekolah, adanya kerja sama dalam hal perizinan pembelajaran scramble, adanya buku sumber untuk menunjang proses pembelajaran dan adanya fasilitas untuk mempermudah siswa dalam proses pembelajaran.
OMA DEMARIS PANIE
2025 · Book · Open Access
Skripsi bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya kehadiran jemaat dalam mengikuti ibadah minggu di jemaat Imanuel Onanbalu. Rumusan masalah dalam skripsi ini adalah Faktor apa saja yang menyebabkan rendahnya kehadiran jemaat dalam ibadah minggu pagi di jemaat Imanuel Onanbalu?. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptis teks dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Jemaat Imanuel Onanbalu Klasis Semau dengan jumlah sampel 12 informan. Teknik pengumpulan data dengan pedoman wawancara. Teknik analisis data dengan Reduksi Data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa faktor penyebab tingkat kehadiran jemaat sangat bervariasi dan tingkat kehadiran juga dipengaruhi oleh persiapan khotbah, liturgi, jam ibadah, jemaat lanjut usia dan sakit serta konflik. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa, Ibadah minggu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan jemaat, baik dari segi spiritual, emosional, maupun sosial. Ibadah minggu bukan hanya merupakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga sebagai momen untuk memperbaharui diri, serta menemukan solusi untuk berbagai masalah melalui mendengarkan khotbah. Serta perlunya penyesuaian waktu ibadah liturgi serta khotbah dan juga kunjungan pastoral bagi jemaat lanjut usia dan sakit serta penyelesaian konflik.
ARVAN PRADIANSA NDUN
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KREATIVITAS SISWA PADA JAM PEMBELAJARAN DI SMA SWASTA KRISTEN TARUS TAHUN AJARAN 2023/2024 Ndun, P. A.)* Natonis, A. D.)** Pellu, H. L.)** Penelitian ini membahas tentang faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas siswa pada jam pembelajaran di SMA Swasta Kristen Tarus Tahun Ajaran 2023/2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas siswa pada jam pembelajaran di SMA Swasta Kristen Tarus dengan menggunakan metode kualitatif yakni bersifat deskriptif. Sampel atau sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni data primer (Siswa kelas X IPA dan IPS) 17 siswa dan data sekunder (RPP, foto dan arsip arsip lainnya). Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini dengan dua cara yakni observasi dan wawancara. Dan teknik analisis data dalam penelitian ini terdapat tiga tahap yakni; reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan, Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi kreativitas belajar siswa di SMA Swasta Kristen Tarus sudah cukup baik , dan terus untuk ditingkatkan setiap kreativitas belajar yang akan diterapkan di kelas agar meningkatkan ide-ide dan dapat di ekspresikan di dalam kelas saat proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua faktor dominan yang mempengaruhi kreativitas, yaitu keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kreativitas belajar siswa dipengaruhi oleh keadaan saat pembelajaran dan rangsangan dari lingkungan Kata kunci: Kreativitas Belajar Siswa.
ADITYA CORVIL SAUDALE
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan agama kristen. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VI di SD GMIT Kuanino 1 Kupang Tahun Pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 10 siswa. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel terikat berupa penerapan gaya mengajar kepada siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan tes soal, gaya mengajar guru dan prestasi belajar siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian kuesioner, tes soal dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk persentase dan analisis korelasi dengan chi square. Berdasarkan hasil tes yang di hitung mengunakan SPSS hasil post-test yang diberikan kepada 10 orang siswa mendapatkan hasil bahwa yang memiliki kategori sedang sebanyak 6 orang, dan siswa dengan kategori Tinggi sebanyak 4 orang, sehingga dapat dikatakan bahwa ada perubahan nilai pendidikan agama kristen siswa kelas 6 setelah diberikan penerapan gaya mengajar. Sehingga dapat di simpulkan bahwa gaya mengajar guru dapat membuat kontribusi terhadap prestasi belajar siswa.
HANNA LEBE KARI
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model think pair share terhadap motivasi belajar siswa kelas VII di SMP Negeri I Kupang Tengah Tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas VII yang beragama Kristen Protestan dan diambil dari dua kelas yang terbagi dari kelas VII A berjumlah 36 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VII B berjumlah 33 orang sebagai kelas kontrol sampel dalam penelitian ini berjumlah 69 sampel, Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner,studi pustaka/dokumentasi,analisis data bersifat kuantitatif /statistik. Hasil penellitian ini menunjukkan bahwa variabel Model Think Pair Share (X) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Motivasi Belajar (Y). Hal tersebut juga ditunjukkan dengan hasil uji koefisien determinasi, diperoleh angka R (koefisien korelasi) sebesar 0,830. Dari output tersebut diperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,689, yang berarti bahwa Motivasi Belajar dipengaruhi oleh variabel Model Pembelajaran Think Pair Share sebesar 68,9% dan sisa 31,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penulis.
SELVIANA MAKANLEHI
2025 · Book · Open Access
MARLINCE APRIANA MONE
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK “MAKNA RITUAL DABBA ANA (BAPTIASAN ANAK) PADA MASYARAKAT JINGITIU DI DESA DJADU KABUPATEN SABU RAIJUA” Mone. M) Timo. E.)* Pellu L.)** Ritual adat dabba ana merupakan kegiatan rutinitas yang termasuk dalam siklus kehidupan masyarakat Sabu Raijua yang beragama suku atau yang masih beraliran kepercayaan Jingitiu . Ritual adat dabba ana dalam budaya Sabu Raijua bisa dikatakan kegiatan Baptisan anak bagi anak-anak yang baru lahir. Ritual adat ini akan dilaksanakan pada bulan adat waru dabba sesuai dengan kalender adat masyarakat Sabu Raijua. Tujuan untuk mendiskripsikan makna ritual dabba ana (baptisan anak), manfaat dari ritual dabba ana adalah untuk menghormati, memohon Berkah perlindungan, kesehatan kepada Deo ama (para leluhur) bagi bayi, menjaga kelestarian Budaya. Metode penulisan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan maksud untuk dapat mengetahui lebih dalam makna ritual dabba ana bagi masyarakat Jingitiu Di Desa Djadu Kabupaten Sabu Raijua. Berdasarkan analisa data dan pembahasan data maka diperoleh hasil penelitian bahwa makna ritual dabba ana adalah rutinitas yang termasuk dalam kehidupan masyarakat Sabu Raijua yag beragama Suku. Hasil Penelitian Menemukan bahwa pelaksanaan ritual dabba ana (Baptisan anak) menurut Kepercayaan Jingitiu Di Desa Djadu Kabupaten Sabu Raijua melalui beberapa tahap yakni : 1) TahapPersiapan pelaksanaan ritual, 2) tahap Pelaksanaan dan 3) tahap terakhir. Ritual Dabba ana memiliki makna Budaya, makna Riligius dan makna Sosial. Dapat disimpulkan bahwa bahwa ritual Dabba ana (Baptisan anak) merupakan upacara yang wajib Dilakukan dan dilestarikan oleh masyarakat Jingitiu Di Djadu agar semakin erat relasi antara masyarakat Jingitu dan Deo Ama dan juga mempererat persaudaraan.
MONAYA LILIAN VALERI MANAFE
2025 · Book · Open Access
Manafe, Monaya L V*) Manu, Lukas**) Natonis, Dina**) Perilaku moral adalah hasil dari semua bentuk pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang ditampilkan melalui pengetahuan, sikap dan Tindakan. Maka penelitian ini di lakukan bertujuan untuk menganalisis perilaku moral siswa SMA kristen tarus dengan melihat pada tiga aspek utama diantaranya, Pengetahuan tentang moral (Moral knowing), Perasaan tentang moral (Moral Feeling), dan Tindakan moral (Moral Action). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan perilaku moral siswa Pengetahuan tentang moral (moral knowing) dengan kategori “cukup baik” dan nilai interval (45%), perasaan moral (moral feeling) dengan kategori “baik” nilai interval (65%), perbuatan moral (moral action) dengan kategori “sangat baik” nilai interval (75%). Kesimpulan dari kombinasi ketiga aspek tersebut maka korelasi Perilaku Moral siswa SMA swasta kristen tarus memiliki Pengetahuan tentang moral (moral knowing) yang harus lebih diperhatikan juga perasaan moral (moral feeling) dan perbuatan moral (moral action) perlu ditingkatkan, supaya Perilaku moral siswa di SMA Kristen tarus ini dapat memberikan (outcome) perilaku moral yang positif.
YULIANA APRIANI RABU ULLY
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini membahas tentang Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agam Kristen Siswa Kelas VIII Di UPTD SMP Negeri 20 Kupang Tahun Ajaran 2024/2025 . Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas VIII Di UPTD SMP Negeri 20 Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas VIII Di UPTD SMP Negeri 20 Kupang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Sampel pada penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VIII E berjumlah 18 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian pada siklus I menunjukan penerapan model pembelajaran belum maksimal dan masih pada kategori cukup, hasil belajar siswa juga masih 33,33% yang belum mencapai standar KKM. Dilanjutkan dengan hasil penelitian pada siklus II yang mengalami perubahan dari penerapan model pembelajaran CTL yang mencapai kategori baik (B) dan hasil belajar siswa yang meningkan menjadi 94,44%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berhasil dilaksanakan karena dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa kelas VIII di SMP Negeri 20 Kupang.
ERLIN EKO
2025 · Book · Open Access
ABSTRAK “Persepsi Jemaat Pos PI Nunpo Tentang Tradisi Ziarah Ke Makam Di Desa Haumeniana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Tahun 2024” Eko E)* Timo N.E)** Metboki M)** Persepsi adalah pemahaman, pandangan atau kesan yang dimiliki oleh seseorang tentang suatu hal. Persepsi ini mencakup aspek pemahaman, sikap, perilaku, praktik, makna dan tujuan serta harapan terkait dengan ziarah ke makam. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah beragam persepsi atau pemahaman Jemaat Pos PI Nunpo tentang tradisi ziarah ke makam. Tradisi ziarah ke makam dianggap sebagai salah satu tradisi yang harus dilestarikan secara turun temurun karena merupakan suatu kebiasaan yang berasal dari nenek moyang atau leluhur. Identifikasi masalah utama yaitu terdapat perbedaan persepsi di kalangan Jemaat Pos PI Nunpo mengenai praktik ziarah ke makam yang dipengaruhi oleh pandangan teologis atau budaya. Rumusan masalahnya yaitu bagaimana persepsi Jemaat Pos PI Nunpo tentang tradisi ziarah ke makam.. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan persepsi Jemaat Pos PI Nunpo tentang tradisi ziarah ke makam di Desa Haumeniana Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu Jemaat Pos PI Nunpo. Data di peroleh melalui wawancara dengan 7 informan, yang terdiri dari 2 majelis, 4 jemaat biasa dan 1 pemuda. Hasil wawancara kemudian dianalisis secara kualitatif untuk menemukan masalah-masalah utama. Hal ini menunjukan bahwa persepsi Jemaat Pos PI Nunpo tentang tradisi ziarah ke makam beragam. Berdasarkan hasil wawancara menunjukan bahwa ziarah ke makam adalah sebuah kebiasaan tetapi tidak diimani. Hal itu ditunjukan melalui praktik yang dilakukan saat berada dimakam atau kuburan. GMIT tidak memiliki aturan yang melarang jemaat untuk pergi melakukan ziarah. Namun, dalam pelaksanaannya tidak boleh menyimpang dari iman Kristen. Namun, di daerah minoritas seperti dilokasi penelitian, maka peluang untuk terpengaruh dengan budaya dan tradisi Katholik tidak bisa dihindari. Kata Kunci : Persepsi, Tradisi Ziarah Ke Makam Keterangan : Penulis (*) Pembimbing (*)
RITNO YUNANDRES ROTTE
2025 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Program Kampus Mengajar dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini melibatkan 9 responden mahasiswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria pernah terlibat langsung dalam pelaksanaan program Kampus Mengajar. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Kampus Mengajar efektif meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa, terutama dalam menguasai karakteristik peserta didik; menguasai teori dan prinsip-prinsip pembelajaran; mengembangkan kurikulum dan rancangan pembelajaran; menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran; memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik; berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik; menyelenggarakan evaluasi dan penilaian proses serta hasil belajar; memanfaatkan hasil evaluasi dan penilaian untuk kepentingan pembelajaran; dan melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Analisa hasil wawancara peningkatan kompetensi mahasiswa memiliki presentase 91,98% pada peningkatan Kompetensi Pedagogik dengan kualifikasi pada kategori Sangat Baik. Kesimpulannya, peneliti menemukan bahwa dengan banyaknya pelaksanaan kegiatan dalam program Kampus Mengajar sangat berperan secara signifikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa calon guru.
ERLYN EDA RIJA
2025 · Book · Open Access
Dalam penelitian bertujuan untuk mengetahui peranan majelis jemaat kaka pahwanu, klasis wanukaka, gereja kristen sumba dalam mencegah kaum muda yang hamil di luar nikah. Pada dasarnya orang tua memiliki peranan penting dalam pertumbuhan remaja. Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya perhatian penuh dari orang tua terhadap remaja dalam masa pertumbuhan mereka. Pada kenyataannya, terkadang orang tidak memperhatikan dan bertanggung jawab terhadap pertumbuhan spiritual remaja. Remaja yang diperhatikan oleh orang tua dan keluarga lebih memilih untuk menghabiskan waktunya bersama dengan orang di luar lingkungan keluarga seperti teman/sahabat serta jemaat dan masyarakat secara umum. Kurangnya didikan, perhatian dan dampingan dari orang tua membuat mereka tidak berhati-hati dalam bertindak, bahkan terlibat perilaku menyimpang yaitu seks bebas. Seks bebas yang mengakibatkan remaja khusus remaja hamil yang di luar nikah, hal ini juga terjadi pada para remaja di Gereja Kristen Sumba (GKS), Jemaat Kaka Pahwanu. Mencengah kehamilan di luar nikah menjadi sulit karena budaya yang masih kental, orang tua cenderung ingin mengurus anak-anak mereka. Ada bukti bahwa sebelumnya, ketika anak-anak melahirkan, harus ada bukti yang disetujui oleh pihak orang tua. memang itu tuntutan dari pihak orang tua. Jika belum ada bukti tersebut, anak-anak belum tentu mendapatkan dukungan dari orang tua