Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 129 dari 177

Analisis Tingkat Erosi Tanah di Desa Niukbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang

LASARUS O. ADO
2021 · Book · Open Access

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS EROSI TANAH DI DESA NAUNU KECAMATAN FATULEU KABUPATEN KUPANG ABSTRAKSI Ado. O. L *) Nainiti. N. P. P. E. **) Lano. L. M**) Penelitian dilaksanakan di lahan milik petani warga desa Naunu kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang lokasi KM.45 Camplong pada bulan April 2021. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis erosi tanah yang terjadi di desa Naunu kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menyelidiki keadaan, kondisi, atau hal-hal lain yang hasilnya di paparkan dalam bentuk laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan ke lingkungan karena penelitian ini mendeskripsikan keterkaitan antara aktivitas manusia dengan erosi yang terjadi di desa Naunu. Berdasarkan hasil observasi pada lahan petani di desa Naunu kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang ada beberapa erosi yang terjadi berdasarkan jenisnya yaitu, erosi percikan, erosi kulit, erosi alur. Sedangkan tingkat bahaya erosi di ukur dan di pengaruhi oleh persentasi fraksi tanah dan klasifikasi kemiringan lereng dari, fraksi persentasi tanah yang ada fraksi tanah yang lebih di dominasi oleh tanah debu berpotensi besar terjadi erosi dan dengan tingkat bahaya erosi yang besar pula. Sebaliknya, lahan yang mempunyai tingkat kemiringan lereng rendah (datar) mempunyai resiko bahaya erosi yang rendah. Kata kunci: Jenis-jenis erosi tanah. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA ( STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI)

ANDRIANA ROSMIATI BRIA
2021 · Book · Open Access

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MEKANISME TATA KELOLA TERHADAP KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN SERTA MANAJEMEN LABA (Studi Kasus Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia ) NAMA : ADRIANA ROSMIATI BRIS NIM : 17191411 PROGDI : AKUNTANSI KEUANGAN FAKULTAS ; EKONOMI ABSTRAKSI Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang mempengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Secara prinsip, tata kelola perusahaan dalam arti sempit meliputi dua aspek, yaitu aspek struktur tata kelola perusahaan atau struktur dewan dimana titik fokusnya adalah bentuk dan aspek proses tata kelola perusahaan atau mekanisme tata kelola perusahaan dimana titik fokusnya adalah cara bekerja. Mekanisme tata kelola perusahaan dapat diproksikan dengan komposisi dewan komisaris, dewan direksi, dan komite audit (Kusumawardhani, 2012).x Kemungkinan kebangkrutan merupakan tahap penurunan kondisi keuangan yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Apabila hal ini tidak segera diselesaikan akan berdampak besar pada perusahaanperusahaan seperti hilangnya kepercayaan dari shareholder, dan bahkan perusahaan akan mengalami kebangkrutan. Kemungkina kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu mengelola dan menjaga kestabilan kinerja keuangan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian operasional dan kerugian bersih untuk tahun yang berjalan. Lebih lanjut, dari kerugian yang terjadi akan mengakibatkan defisiensi modal dikarenakan penurunan nilai saldo laba yang terpakai untuk melakukan pembayaran dividen, sehingga total ekuitas secara keseluruhanpun akan mengalami defisiensi. Apabila perusahaan tidak mampu keluar dari kondisi tersebut, maka perusahaan tersebut akan mengalami kepailitan. Manajemen laba merupakan tindakan manajer untuk mempermainkan angkaangka dan mengatur metode pencataan sesuai dengan kepentingan pribadi. Kebebasan untuk memilih metode pencatatan menjadikan manajer cenderung melakukan tindakan manajemen laba selama masih sesuai dengan prinsip yang berlaku umum. Manajemen laba sering menjadi kontroversi antara berbagai pihak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Indikator yang digunakan untuk mengukur tata kelola perusahaan dalam penelitian ini adalah dewan komisaris,komite audit,ukuran perusahaan dan leverage. Sedangkan kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba sebagai variabel dependen dapat diukur dengan Altman ZScore dan Akrual modal kerja. Penelitian ini mengambil xi sampel pada perusahaan otomotif dan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2017-2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan mengisi kriteria sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 perusahaan, sehingga telah diperoleh 5 sampel yang diteliti. Penelitian ini diuji dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel corporate governance berpengaruh dan tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Dewan komisaris memiliki pengaruh positif yang terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba. Ukuran perusahaan dan leverage memiliki pengaruh terhadap kemungkinan kebangkrutan dan manajemen laba.

KAJIAN PEMANFAATAN AIR BENDUNG SUNGAI DESA TANAH PUTIH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

JULSEL DANIAL BIMUSU
2021 · Book · Open Access

KAJIAN PEMANFAATAN AIR BENDUNG SUNGAI DESA TANAH PUTIH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG ABSTRAKSI Bimusu. D. J*) Nainiti. P. P. E .N **) Lano L. M **) Penelitian dilaksanakan di Bendung sungai desa Tanah Putih, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada bulan April 2022, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Kajian Pemanfaatan Air Bendung Sungai Desa Tanah Putih Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berapa luas pemanfaatan air bendung Tanah Putih untuk tanaman padi dan hortikultura. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai Kajian pemanfaatan air pada sungai desa Tanah Putih. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan pemanfaatan air bendung sungai desa Tanah Putih, dan kebutuhan lahan sawah padi. Hasil penelitian kajian pemanfaatan air bendung sungai desa tanah putih kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Berdasarkan luas lahan yang memanfaatkan air bendung sungai tanah putih, maka presentasi penggunaan air 19 hektar lahan persawah dan dari ketersedian air untuk 50 hektar adalah 38%. Artinya ada sekitar 62% air bendung yang belum termanfaatkan.Walaupun begitu, 62% dari hasil kalkulasi yang demikian, menurut para responden belum seutuhnya dapat diterima sebab jaringan irigasi belum seluruhnya menggunakan irigasi beton atau ada sebagian jaringan irigasi masih secara manual. sebab luas lahan tidak cukup sesuai target pengairan Bendung tersebut, yaitu 50 hektar. Kemampuan garap atau jumlah tenaga hanya mampu menggarap hingga 19 hektar, sehingga air yang setara dengan kebutuhan lahan persawahan 31 hektar sisanya belum dapat termanfaatkan. Presentasinya adalah 38% air Bendung Sungai Desa Tanah Putih Telah dimanfaatkan. Sedangkan 62% sisanya belum dimanfaatkan atau masih dalam tahap mencari cara pemanfaatan yang baik, salah satunya dengan kajian dalam penelitian ini. Kata kunci: Kajian Pemnafaatn Air Bendung. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II

KAJIAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN AIR PADA DAERAH IRIGASI OESAO (SUB IRIGASI BENDUNG DALAM KOM) KELURAHAN BABAU KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

YUAN ELSANDRO BALSOMANG
2021 · Book · Open Access

KAJIAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN AIR PADA DAERAH IRIGASI OESAO (SUB IRIGASI BENDUNG DALAM KOM) KELURAHAN BABAU KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG ABSTRAKSI Balsomang. E. Y*) Lano L. Marten **) Makaborang. M **) Penelitian dilaksanakan di Irigasi Oesao (Sub Bendung Dalam Kom)Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada bulan April 2022, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air Pada Daerah Irigasi Oesao (Sub Irigasi Bendung Dalam Kom) Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Operasi dan Pemeliharaan air irigasi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai Operasi dan Pemeliharaan air Iriga kiiisi (Sub Bendung Dalam Kom) Daerah Irigasi Oesao. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan Operasi dan Pemeliharaan Air Irigasi, Hasil penelitian Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air Pada Daerah Irigasi Oesao (Sub Irigasi Bendung Dalam Kom) Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Tindakan operasipada daerah irigasi Oesao di KelurahanBabau Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang yang dilakukan oleh P3A dalam hal ini meliputi pengaturan pintu-pintu pada bangunan air (membuka dan menutup pintu air)dan menyadap air dari sumber air mengalirkan kedalam jaringan irigasi memasukan kedalam petak-petak sawah dan membuang kelebihan air kedalam saluran pembuangan.operasi jaringan irigasi berjalan dengan baik karena adanya tingkat kesadaran dari setiap anggota pemakai air yang mau bekerja sama dan berpartisipasi dalam kegiata kelompok,namun meskipun demikian upaya yang dilakukan oleh anggota pemaki air tersebut belum maksimal karena kondisi fisik jaringan irigasi pada saat ini terdapat saluran yang mengalami kerusakan seperti retak dan lubang pada bangunan yg di sebabkan oleh faktor usia bangunan.Tindakan Pemeliharaan pada daerah irigasi Oesao di Kelurahan Babau Kecamatan Kupang TimurKabupaten Kupang hal ini meliputi membersihkan sampah atau lumpur yang ada di saluran atau pintu air,menebas rumput di permukaan saluran,awasi hewan peliharaan seperti sapi agar menjauh dari saluran,kegiatan pemeliharaan tersier dilakukan setiap hari Kata kunci: Kajian Operasi dan Pemeliharaan Air. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II

Analisis Pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvaresezii varietas berbeda yang dibudidayakan dengan menggunakan metode long line di Perairan Aitaman, Kabupaten Timor Tengah Utara

YULIUS BANA
2021 · Book · Open Access

Desa Aitaman terletak di Kecamatan Biboki Ainleu Kabupaten Timor Tengah Utara dan wilayah pesisirnya bisa di manfaatkan untuk budidaya rumput laut. Rumput laut yang dibudidaya masih dalam tahap ujicoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii varietas berbeda. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2020. Metode yang digunakan yaitu metode ujicoba langsung di lapagan dengan menggunakan metode long line dan analisis data yang digunakan yaitu pertumbuhan mutlak, pertumbuhan harian, dan pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa berat akhir rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (495,2 gram) berasal dari sacol sulamu dan berat terendah berasal dari tablolong dengan nilai (188,4 gram). Kisaran pertumbuhan mutlak rumput laut Kappaphycus alvarezii degan nilai tertinggi yakni (277,54 gram) dari sacol sulamu sedangkan terendah berasal dari sacol Tablolong dengan nilai (104,34 gram), pertumbuhan harian tertinggi rumput laut Kappaphycus alvarezii (3,57-12,1 gram/hari) dari sacol Sulamu dan terendah (3,72-1,33 gram/ hari) dari sacol Tablolong. Pertumbuhan relatif rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan nilai tertinggi (2,68%) dari sacol Sulamu dan terendah dari sacol Tablolong dengan nilai (0,69%).

PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP LAMA PENGURAIAN LIMBAH SAYURAN MENJADI BIOGAS

YUSTINUS ANAO MANEK
2021 · Book · Open Access

PENGARUH PENAMBAHAN EM4 TERHADAP LAMA PENGURAIAN LIMBAH SAYURAN MENJADI BIOGAS Manek A.Y. *) Nainiti N.P.P.E **) Abineno J.C **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan EM4 terhadap lam penguraian limbah sayuran menjadi biogas dan jumlah EM4 yangbtepat dalam proses penguraian sayuran menjadi biogas. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium keteknikan pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan yaitu dengan penambahan EM4 15 ml,30 ml,45 ml,60,ml dan 75 ml pada proses fermentasi limbah sayuran 3 kilo pergalon dan menggunakan 10 liter air bersih. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai F hitung adalah 25,58 dan nilai F table 5% adalah 3,06 dan 1% 4,89. Maka niali F hitung >F table yang artinya terdapat pada masing-masing perlakuan penambahan EM4. Kata Kunci : Stater EM4 (Effective Microorganisme-4) Limbah sayuran biogas. Keterangan : * peneliti ** pembimbing

STUDI EFISIENSI PEMBERIAN AIR IRIGASI di desa loofoun Kab:Malak

YULIUS NAHAK BEREK
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK EFISIENSI PEMBERIAN AIR IRIGASI MT2 PADA PETAK TERSIER BLO.4 SALURAN SEKUNDER KANAN DAERAH IRIGASI BENENAI DI KECAMATAN MALAKA BARAT KABUPATEN MALAKA Berek.N. Y*) Nainiti. P. P. E. N **)) LANO. L. M ***))) Skripsi yang berjudul Efisiensi Pemberian Air Irigasi MT2 pada Petak Tersier BLO.4 Saluran Sekunder Kanan Daerah Irigasi Benenai di Kecamatan Malaka Barat Kabupaten Malaka ini ditulis berdasarkan standar dan ketentuan penulisan skripsi pada umumnya. Skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana di Prodi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Studi atau kajian dalam skripsi ini adalah menghitung pemberian air irigasi musim tanam 2 pada petak Tersier BLO.4 saluran sekunder kanan daerah irigasi Benenai di Kecamatam Malaka Barat Kabupaten Malaka. Perhitungan pemberian air diperoleh apabila ketersediaan dan kebutuhan air pada daerah irigasi tersebut telah di ketahui. Oleh karena itu, tujuan penelitian dalam Skripsi ini untuk mengetahui berapa banyak pemberian air pada petak Tersier Sub BLO.4 dan bagaimana efisiensi penggunaan air tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dan untuk memenuhi tujuan penelitian, kebutuhan air dalam saluran irigasi yang menjadi objek penelitian ini adalah 128,13 liter per detik untuk tersier kanan Lo.4 dan 295,11 liter per detik untuk tersier kiri Lo.4. sedangkan efisiensi pemberian air pada petak tersebut adalah 102 % pada Lo.4 kanan dan 94 % pada Lo.4 kiri.

KAJIAN JENIS-JENIS EROSI DAN KONSERVASI TANAH PADA LAHAN PERTANIAN DI DESA WADUMADDI KECAMATAN HAWU MEHARA KABUPATEN SABU RAIJUA

JEFRIANTO TUKA
2021 · Book · Open Access

Erosi dan Konservsi tanah adalah masalah dan penyelesaian masalah kerusakan tanah yang komplit di bidang ilmu pertanian secara umum. Perpindahan tanah dari suatu tempat ke tempat lain secara alamiah maupun karena tindakan manusia secara tidak langsung merupakan pengertian erosi secara umum. Sedangkan Konservasi tanah merupakan metode atau cara mencegah maupun mengatasi terjadinya erosi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji jenis-erosi dan konservasi tanah di Desa Wadumaddi Kecamatan Hawu Mehara yang dilaksanakn pada tanggal 10 Maret sampai tanggal 01 April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengamatan langsung dan teknik wawancara. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di desa Wadumaddi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis erosi dan konservasi tanah pada lahan petani di desa Wadumaddi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa secara umum, semua jenis erosi terjadi pada lahan petani di wadumaddi yang didominasi oleh Erosi Tebing Sungai (Stream Bank). Sedangkan konservasi yang di terapkan petani di desa wadumaddi sebagai upaya atau metode penanggulangan erosi didominasi oleh metode metode mekanik (Teras Batu) dan metode vegetatif seperti Pekarangan dan penghutanan kembali. Selain itu dari sisi mekanik, ada beberapa lahan yang diterapkan metode Drainase sebagai upaya konervasi tanah.

PENGARUH UKURAN BUTIRAN SERBUK BATANG Gewang (Corypha utan Lamarck) TERHADAP KUALITAS BRIKET

DEBORA SELLO
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK PENGARUH UKURAN BUTIRAN SERBUK BATANG GEWANG (Corypha utan Lamarck) TERHADAP KUALITAS BRIKET S. D*) Bunga Haba. F **)) Dethan S. J. J***))) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Suatu penilitian telah dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh ukuran butiran serbuk batang gewang (Chorypha utan Lamacrk) terhadap kualitas briket. Bahan yang di gunakan yaitu serbuk batang gewang. Batang gewang diolah menjadi partikel dengan pengilingan. Penilitian dilakukan dengan 6 perlakuan yaitu ukuran butiran 40 mesh, rancangan yang di gunakan adalah rancangan acak lengkap dan di lanjutkan dengan uji Duncan. Setiap perlakuan mengalami 5 pengulangan setiap briket di buat dengan bahan dasar 500 gr. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa perlakuan penambahan perekat memberikan pengaruh pada pengamatan kerapatan dan nilai kalor bahan. Perlakuan A (ukuran butiran 10 mesh) adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nilai kalor tertinggi 1404.06 kg/m3, kerapatan tertinggi 746.41 kg/m3, pengembangan diameter Tertinggi 40.74% dan kadar air terendah 13.48%. Kata kunci : Serbuk Batang Gewang dan Briket.

THE EFFECT OF THE AMOUNT OF WATER ADMINISTRATION ON THE CULTIVATION OF GREEN STEM PLANTS ( Brassica Juncea L) WITH DRIP IRRIGATION METHOD

MARICE SAI'ELE
2021 · Book · Open Access

THE EFFECT OF THE AMOUNT OF WATER ADMINISTRATION ON THE CULTIVATION OF GREEN STEM PLANTS ( Brassica Juncea L) WITH DRIP IRRIGATION METHOD SaieleMarice*)MakaborangMarthen**) LanoL.Marten**) ABSTRACT A study on the effect of the amount of drip irrigation water on the cultivation of mustard green stems has ben carried out from early April to mid-May 2020, at the Technical Laboratory of the UKAW Agricultural Technology Faculty. This study is an experimental study arranged in a completely randomized design (CRD), with five treatments and five replications, so there are twenty-five experimental units. The drip irrigation treatments that were tried were : Treatment A: 100 ml/day, B: 200ml/day, C: 300ml/day, D: 400ml/day and the treatment E: 500ml/day. The results were analyzed of variance (Anova) to determine the effect and continued with Duncan’s multilple-distance test to find out the best treatment being tried. From the results of the study, it was found that the amount of water given to drip irrigation for the cultivation of mustard greens had a significant effect on plant height growth, production and soil water content in soil planting media in polybags. The best treatment in this study was given by the treatment of 500ml/day of water (treatment E), which could provide the highest plant heigh growth of 28.92 cm, the highest wet weight production of 211 grams, and the final moisture content of soil planting media in polybags of 40,96%. Keywords : Mustard Green Stem, Drip Irrigation.

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI DAERAH IRIGASI NUNBAUN DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG

ISASKAR BATES
2021 · Book · Open Access

ANALISIS EFISIENSI PENYALURAN AIR PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI DAERAH IRIGASI NUNBAUN DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN KABUPATEN KUPANG ABSTRAK Efisiensi irigasi adalah angka perbandingan dari air irigasi nyata yang terpakai untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman dengan jumlah air yang keluar dari pintu pengambilan. Efesiensi irigasi di dasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang di ambil akan hilang baik di saluran maupun petak sawah. Besarnya kehilangan air tersebut di pengaruhui oleh panjang saluran, luas permukaan saluran, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi dalam memperkirakan kebutuhan air pengairan, diantaranya jenis dan sifat tanah, macam dan jenis tanaman, keadaan iklim, keadaan topografi, luas areal pertanaman, kehilangan air selama penyaluran. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Efisiensi pada Musim Tanam Pertama di Daerah Irigasi Nunbaun Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan. Penelitian dilakukan pada saluran primer, sekunder, dan saluran tersier. Anslisiss Efisiensi dengan menggunakan metode Debit Masuk – Debit Keluar. Data – data yang dipakai dalam analisis ini adalah data primer berupa data kecepatan aliran dengan Bolla pelampung untuk saluran primer dan sekunder serta tersier. Kehilangan air yang terjadi akibat evaporasi sangat kecil, sehingga air yang hilang lebih disebabkan oleh faktor fisik saluran dengan kehilangan yang banyak terjadi pada saluran sekunder , dan saluran tersier .Kesimpulan Efisiensi rata – rata secara keseluruhan pada jaringan irigasi Nunbaun adalah 51,62% dengan efisiensi saluran primer sebesar 86.86%, saluran sekunder sebesar 78,57%, dan saluran tersier sebesar 75,63%.Saran untuk meningkatkan Efisiensi irigasi Nunbaun di Desa Fatumetan yang efektif dan efisien sebaiknya memperbaiki saluran – saluran yang mengalami kerusakan. Kata kunci : Efisiensi,penyaluran air irigasi Primer, Sekunder, Tersier.

KAJIAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI NUNBAUN PADA MUSIM TANAM 1 DI DESA FATUMETAN, KECAMATAN AMFOANG SELATAN, KABUPATEN KUPANG

YANCE PHANAEL
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK KAJIAN EFISIENSI SALURAN IRIGASI DAERAH IRIGASI NUNBAUN PADA MUSIM TANAM 1 DI DESA FATUMETAN, KECAMATAN AMFOANG SELATAN, KABUPATEN KUPANG Pahanael. Y*) N. P. P. E. **)) Lano. M. L ***))) Efesiensi irigasi merupakan faktor penentu utama dari system lerja jaringan irigasi. Efesiensi irigasi didasarkan asumsi sebagian dari jumlah air yang diambil akan hilang baik disaluran maupun di petak sawah. Kehilangan air yang diperhitungkan untuk efessiensi meliputi kehilangan air ditingkat tersier dan sekunder, keliling basah saluran dan kedudukan air tanah. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah menghitung besran nilai efesiensi pada saluran sekunder dan tersier kawasan Nunbaun di Desa Fatumetan Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei sampai 1 Juni 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik pengamatan langsung dilapangan. Sampel dalam penelitian ini adalah petani di Desa Fatumetan. Tujuan dari penelitia ini adalah untuk mengetahui efesiensi saluran irigasi Daerah Irigasi Nunbaun, DesA Fatumetan, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Dari hasil tersebut disimpulkan Efesiensi saluran primer 89, 70 , Efesiensi saluran sekunder 19, 615 , efesiensi saluran tersier 21, 087 . Kata – kata kunci Daerah Irigasi Nunbaun, Efesiensi Saluran.

PENILAIAN KINERJA IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BATU MERAH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG

APRIANA LUDJI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK PENILAIAN KINERJA IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI BATU MERAH KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG 1. Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UKAW 2. Program Studi Mekanisasi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Ludji Apriana*) Nainiti N.P.P.E **) Dethan J.J.S **) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Metode Deskriptif kualitatif. Hasil penelitian kinerja irigasi pada daerah irigasi Batu merah Kecamatan Kupang timur Kabupaten Kupang menunjukan bahwa. Jaringan irigasi batu merah mendistribuskan air sebesar 2.187 Ha area lahan persawahan yang telah di fungsikan. Sedangkan total pendistribusian air irigasi pada jaringan irigasi batu merah sebesar 2.712 Hakinerja jaringan irigasi dari aspek Kondisi Prasarana fisik, Produktifitas Tanaman, Sarana Penunjang Organisasi Personalia, Dokumentasi dan Kondisi P3A menunjukan bahwa kinerja jaringan irigasi sebesar80%. Kondisi eksisting pada jaringan irigasi telah mengalami kerusakan pada saluran sehingga air tidak mengalir secara baik. Kata Kunci: Penilaian,Kinerja Irigasi Batu Merah Keterangan: * Peneliti ** Pembimbing

pengaruh perbandingan air dan feses ayam terhadap biogas yang dihasilkan

TONI IBRAHIM BAUN
2021 · Book · Open Access

PENGARUH PERBANDINGAN AIR DAN FESES AYAM TERHADAP BIOGAS YANG DIHASILKAN ABSTRAK BAUN I. T* DETHAN S. J. J. ** BUNGA HABA J. F** Penelitian ini mengkaji pengaruh perbandingan air dan feses ayam terhadap biogas yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh perbandingan air dan feses ayam terhadap biogas yang dihasilkan dan untuk mengetahui perbandingan air dan feses ayam yang tepat untuk produksi biogas. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dalam bentuk pola Rancang Alat Lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan 4 kali ulang menghasilkan 20 percobaan percobaan yang di maksud adalah P1= 1500vs 8500 ml, P2= 2500 ml vs 7500 ml, P3= 5000 ml vs 5000 ml, dan P4= 7500 ml vs 2000 ml, p5= 8500 ml vs 1000 ml Dari hasil penelitian perlakuan terbaik terjadi pada perlakuan P3 dengan 1 : 1 sebanyak 1,72 liter. Kata kunci : pengaruh, air, feses ayam Peneliti :* Pembimbing :**

pengujian campruran serbu dan serat gergaji pohon gewang (corypha utan lamarck) terhadap kualitas brket

INDRAWAN BASKARA BENU
2021 · Book · Open Access

PENGAJIAN CAMPURAN SERBUK DAN SERAT GERGAJI POHON GEWANG (GORIPHA UTAN LAMERCK) TERHADAP KUALITAS BRIKET ABSTRAK Inrawan Benu*) Ir. Jimmy.J.S. Dethan **) Ir.Fredik haba Bunga**) Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengujian campuran serbuk dan serat barang gewang (gorypha utan lamarck) terhadap kualitas briket teteap terhadap pertumbuhan tanaman gewang. Penelitian ini di laksanakan di kelurahan babau kecamatan kupang tengah dan kabupaten kupang dan merupakan peenlitian lapangan dimana percobaan menggunakan alat lengkap sebagai pencetak biobriket dasar dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulanagan. Perlakuan yang dicobakan adalah perlakuan pengamatan yang di lakukan selama 1 minggu, hasil pengamatan untuk mengetahui perlakuan pencetakan biobriket bahwa perlakuan terbaik untuk hasil yang terdapat perlakuan D campuran serbuk adalah perlakuan terbaik yang menghasilkan nikai kolor tertinggi, pengembanagan diameter terendah dan kadar air terendah. Disarankan perlu di lakukan penelitian lanjut untuk meneliti komponen penyusun bahan agar dapat menghaasilkan briket lebih baik. Kata kunci: pengujian campuran serbuk dan serat batang gewang Keterangan *) Alumni fakultas teknologi pertanian Universitas Artha Wacana Kupang *) Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Artha Wacana Kupang

STUDI EFISIENSI SALURAN INDUK PADA DAERAH IRIGASI KAMBANIRU KABUPATEN SUMBA TIMUR

YOHANA BABANG NOTI
2021 · Book · Open Access

STUDI EFISIENSI PENYALURAN IRIGASI DI SALURAN INDUK PADA DAERAH IRIGASI KAMBANIRU KABUPATEN SUMBA TIMUR Noti B.Y. *) Makaborang M. **) Lano L.M **) Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan untuk menggali data-data primer serta melakukan pengukuran langsung di lapangan untuk mendapatkan nilai efisiensi irigasi total pada saluran induk Daerah Iirigasi Kambaniru. Pengukuran di lakukan secara over all setiap pintu sadap di saluran induk Daerah Irigasi Kambaniru. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data di ketahui bahwa efisiensi penyaluran air rata-rata pada saluran primer kiri adalah 96.05%. Sementara itu efisiensi rata-rata pada saluran primer kiri dan kanan adalah 81.42%. Dari perhitungan itu maka di dapat efisiensi penyaluran air irigasi total pada saluran induk Kambaniru adalah 75.50%. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa factor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah kondisi fisik saluran , dimana terdapat endapan lumpur di sepanjang saluran , sadap liar di sepanjang saluran ,tumbuhan liar di seapnjang saluran sehingga menyebabkan efisiensi penyaluran air irigasi menjadi berkurang. Keterangan : * peneliti ** pembimbing

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KACANG HIJAU (Vigna radiata) TYPE SELINDER DRUM

MARIA NOVITA EVIANA TES
2021 · Book · Open Access

RANCANG BANGUN ALAT PENGUPAS KACANG HIJAU (Vigna radiata) TYPE SELINDER DRUM Tes M. N. E *) Makaborang M. **) Haba Bunga F.J. **) ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang dengan judul Rancang Bangun Alat Pengupas Kacang Hijau (Vigna radiata) Type Selinder Drum. Kacang Hijau adalah jenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal luas didaerah tropika. Sebagai bahan makanan, kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai olahan makanan yang bergizi tinggi. Proses pengolahan kacang hijau menjadi makanan selama ini membutuhkan waktu yang cukup lama yang disebabkan oleh proses pengupasan polong kacang hijau yang dilakukan secara manual. Sehingga diperlukan rancangan alat pengupas yang dapat mempercepat proses tersebut. Rancang bangun yang telah dilakukan meliputi penentuan putaran Poros As, daya motor penggerak yang digunakan, diameter gigi pemukul, ukuran pulley, dan jenis sabuk. Hasil rancang bangun alat pengupas kacang hijau type selinder drum diperoleh dimensi dan spesifikasi alat dengan menggunakan diameter drum lebar 30cm dan panjang 37cm, gigi pemukul yang dilapisi karet ban dengan panjang gigi pemukul 10cm dan lebar 0,8cm dan ukuran panjang karetnya 16cm, daya motor penggerak (dynamo) ¼ HP dengan putaran 147,7 RPM. Sehingga dapat dihasilkan alat pengupas polong kacang hijau dengan kapasitas 25,93 kg/jam. Kata kunci : kacang hijau, pengupas Keterangan *) Peneliti **) Pembimbing

PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN BIJI KOPI ARABIKA

GREGORIUS GAJA
2021 · Book · Open Access

“PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN TERHADAP RENDEMEN BIJI KOPI ARABIKA” Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** MAHASISWA PROGRAM STUDY MEKANISASI PERTANIAN, FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN, UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG ABSTRAK Mutu kopi bisa ditingkatkan dengan salah satu proses penanganan pasca panen yang sangat penting yaitu proses penyangraian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penyangraian terhadap rendemen biji kopi arabika. Penelitian ini menggunakan biji kopi arabika yang berasal dari Kabupaten Manggarai yang sudah siap untuk disangrai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan perlakuan dengan menggunakan lama penyangraian 2200C, 2350C dan 2500C dengan waktu penyangraian 14 menit, 17 menit dan 20 menit. Analisa data dilakukan dengan Analysis of Variance (ANOVA) Parameter analisis meliputi rendemen, kadar air,warna, aroma, dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mutu kopi arabika dipengaruh oleh lama penyangraian. Rendemen tertinggi diperoleh pada perlakuan 2200C dengan waktu penyangraian 14 menit yaitu 90% sedangkan yang terendah pada Perlakuan 2500C dengan waktu penyangraian 20 menit yaitu 65%. Kadar air pada kopi arabika memenuhi standar SNI yaitu maksimal 7% ,Berdasarkan uji penelitian ini menunjukkan bahwa kopi arabika yang paling disukai panelis adalah kopi yang mendapat perlakuan penyangraian 2350C dengan waktu penyangraian 20 menit. Kata Kunci : Kopi, Mesin Penyangrai *Peneliti **Pembimbing "EFFECT OF TEMPERATURE AND ROASTING ON THE YIELD OF ARABICA COFFEE BEANS" Gaja Gregorius* Bunga Haba. F.J.** Dethan J.J.S*** STUDENTS OF AGRICULTURAL MECHANIZATION STUDY PROGRAM, FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY, ARTHA WACANA CHRISTIAN UNIVERSITY KUPANG ABSTRACT Coffee quality can be improved by one of the most important post-harvest handling processes, namely the roasting process. The purpose of this study was to determine the effect of roasting time on the yield of Arabica coffee beans. This study uses Arabica coffee beans originating from Manggarai Regency which are ready to be roasted. This study used a factorial Completely Randomized Design (CRD) with treatment using a roasting time of 2200C, 2350C and 2500C with a roasting time of 14 minutes, 17 minutes and 20 minutes. Data analysis was performed by Analysis of Variance (ANOVA). Parameters of analysis included yield, moisture content, color, aroma, and taste. The results of this study indicate that the quality of Arabica coffee is influenced by the roasting time. The highest yield was obtained at treatment 2200C with a roasting time of 14 minutes, which was 90%, while the lowest was at Treatment 2500C with a roasting time of 20 minutes, which was 65%. The water content in Arabica coffee meets the SNI standard, which is a maximum of 7%. Based on this research test, it shows that the Arabica coffee that the panelists prefer is coffee that gets roasted treatment at 2500C with a roasting time of 20 minutes. Keywords: Coffee, Roasting Machine *Researcher **Supervisor

PENGARUH DIAMETER PULLEY PADA MESIN PENGGERAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENGUPAS KACANG HIJAU

SELFIANA GORETI YOS NANI
2021 · Book · Open Access

PENGARUH DIAMETER PULLEY PADA MESIN PENGGERAK TERHADAP UNJUK KERJA MESIN PENGUPAS KACANG HIJAU ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian dengan judul pengaruh diameter pulley pada mesin penggerak terhadap unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diameter pulley dan untuk mengetahui ukuran diameter pulley pada mesin penggerak yang tepat. Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap) 3 perlakuan 6 kali ulangan dan 18 unit percobaan. Perlakuan yang dicoba yaitu: A (Pulley diameter 80 mm), B (Pulley diameter 70 mm), dan C (Pulley diameter 40 mm). Parameter yang diamati adalah kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau dan presentasi hasil terkupas. Berdasarkan hasil penelitian pengaruh diameter pulley pada mesin pengupas kacang hijau terhadap kapasitas kerja mesin dapat disimpulkan bahwa diameter pulley yang berbeda pada mesin penggerak berpengaruh pada kapasitas kerja mesin pengupas kacang hijau, diameter pulley mesin penggerak yang tepat untuk unjuk kerja mesin pengupas kacang hijau adalah diameter 80 mm. Kata kunci: Pulley, Kacang Hijau.