Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 128 dari 177

“AN ANALYSIS OF ENGLISH LESSON PLANS DESIGN AMID COVID 19 PANDEMIC : A DESCRIPTIVE STUDY IN SMP NEGERI 10 KUPANG”

MARNI MARLINCE LAKAPU
2021 · Book · Open Access

ABSTRACT This study of this research is “An Analysis Of English Course Lesson Plans Design Amid Covid-19 Pandemic: A Descriptive Study In SMP Negeri 10 Kupang. The problem of this study are what is the model of the English Lesson Plans design in Covid-19 Pandemic? and how do English teachers design of English Course lesson plans? The objective of this research are To know the model of English Course Lesson Plans, and To explain the way the English teachers design the lesson plan. The subject of this study are five English teacher in SMPN 10 Kupang. The data was taken from documentation ( 10 Lesson Plans or two LP from each teacher ) and the result of interview (with 13 question) the teacher about designing the lesson plan. This study applied Descriptive Qualitative Methode and the instruments used are documentaries and interview. All the data gained are analyzed using descriptive qualitative analysis. The result of this research showed that the models of lesson plans design by the teachers is One sheet lesson plans. The Lesson Plans contains of 3 main components are Learning objective, activities and Assessment. The design process of lesson plans by the teachers are agree with the Standars Process in Designing 1 sheet Lesson Plans and suitable to use in Pandemic covid-19 Pandemic.

STUDI KASUS APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK TANAMAN KUBIS PADA KEBUN DINAS PERTANIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA

SERLY BEBY TANELAPH
2021 · Book · Open Access

STUDI KASUS APLIKASI SISTEM IRIGASI TETES UNTUK TANAMAN KUBIS PADA KEBUN DINAS PERTANIAN KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA ABSTRAKSI Tanelaph. B. S*) Nainiti. P. P. E. N **) Makaborang. M**) Penelitian dilaksanakan di Kebun Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara Lokasi KM 6 Kefamenanu pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah studi kasus aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis pada kebun dinas pertanian kabupaten Timor Tengah Utara. Dan untuk mengetahui rumusan masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana aplikasi sistem irigasi tetes untuk tanaman kubis di kebun Dinas Pertanian Kab.TTU, yang dilakukan oleh pegawai dinas pertanian terutama pada aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai aplikasi sistem irigasi tetes. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan aspek produksi dan beban kerja penyiraman. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, produksivitas tanaman kubis yang menggunakan sistem irigasi tetes. Dalam rincian wawancara dengan responden tersebut, produktivitas tanaman kubis dari lahan seluas 6.250 m2 adalah sebanyak 25.000 buah kol. Selain itu, beban kerja penyiraman menggunakan sistem irigasi tetes jauh lebih ringan dari pada penyiraman konvensional, baik dari segi waktu maupun tenaga. Kata kunci: Studi Kasus Aplikasi Sistem Irigasi Tetes .

Estimasi Kebutuhan Air Irigasi Untuk Tanaman Padi Menggunakan CROPWAT 8.0 (Studi Kasus Pada Daerah Irigasi Persawahan di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur)

THEODORUS LAKUSA
2021 · Book · Open Access

ESTIMASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK TANAMAN PADI MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 (STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI PERSAWAHAN DI KECAMATAN DEMON PAGONG KABUPATEN FLORES TIMUR) Lakusa T*) Nainiti N.P.P.E.**) Haba Bunga F.J**) Kebutuhan air irigasi secara keseluruhan perlu diketahui karena merupakan salah satu tahap penting yang diperlukan dalam perencanaan dan pengelolaan sistem irigasi. Berdasarkan hal tersebut, maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan air irigasi dengan tujuan mendapatkan nilai kebutuhan air irigasi pada daerah studi dalam hal ini Daerah Irigasi di Kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur. Faktor-faktor untuk menentukan kebutuhan air antara lain penyiapan lahan, penggunaan konsumtif, perkolasi dan rembesan, pergantian lapisan air dan curah hujan efektif. Prhitungan kebutuhan air irigasi dilakukan dengan cara yaitu perhitungan dengan menggunakan Software Copwat Version 8.0 Kebutuhan air tanaman padi di kecamatan Demon Pagong Kabupaten Flores Timur berdasarkan data iklimnya diperoleh Evapotranspirasi potensial tertinggi dicapai pada bulan Agustus yaitu 5,40 mm/hari dan terendah pada bulan Januari sebesar 3,45 mm/hari. Rata-rata nilai evapotranspirasi potensial sebesar 4,71 mm/hari. Sedangkan Kebutuhan air irigasi tertinggi yaitu pada bulan juli dekade ke-3 sebesar 62,4 mm/dec dan terendah pada bulan Juni dekade ke-1 sebesar 26,1 mm/dec.

MEMAHAMI TEKS ALKITAB MENURUT PERSEPSI JEMAAT Suatu Studi Teologis Tentang Pemahaman Jemaat GMIT Imanuel Oepura Terhadap Roma 5:18-21

YANI E NEONSAET
2021 · Book · Open Access

Tafsiran merupakan suatu proses untuk memahami suatu maksud. Proses untuk memahami maksud dari isi Alkitab adalah salah satu unsur penting dalam kehidupan umat Kristen. Penafsiran tidak hanya dilakukan oleh umat Kristen, tetapi juga dilakukan oleh penafsir dari agama lain terhadap Alkitab Kristen. Perbedaan penafsiran sering menimbulkan masalah yang tidak dapat dihindari. Dalam hal ini, penafsiran terhadap teks Alkitab dilakukan oleh seorang mantan biarawati, yakni Irene Handono terhadap teks Roma 5:20. Bagi Handono, semakin banyak manusia melakukan dosa, maka semakin dikasihi oleh Allah, sehingga seolah-olah bahwa kasih karunia yang diberikan oleh Allah dipandang remeh. Persoalannya ialah apakah ayat tersebut memiliki maksud yang sama seperti tafsiran yang dilakukan oleh Handono atau bahkan memiliki makna lain dengan yang ditafsir olehnya. Selain penafsiran yang dilakukan oleh seorang mantan biarawati, yang awalnya memeluk agama Katolik, namun berpindah memeluk agama Islam, maka perlu juga mengetahui tentang pemahaman jemaat. Penulis ingin mencari tahu pendapat jemaat GMIT Imanuel Oepura tentang ayat tersebut. Agar mengetahui maksud dari Roma 5:20, maka penulis mengaitkan ayat tersebut dengan ayat sebelum dan sesudahnya, sehingga yang menjadi ayat tafsiran ialah Roma 5:18-21. Pemahaman yang dimiliki oleh jemaat mengenai Roma5:18-21 tentu saja akan mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Jika Jemaat memahami ayat tersebut seperti yang dipahami oleh Irena, bahwa manusia boleh melakukan dosa karena tentu Allah akan mengasihi manusia, maka sikap hidup Jemaat akan memberontak tehadap Allah dan menganggap remeh kasih karunia Allah. Untuk mencari tahu pendapat jemaat mengenai Roma 5:18-21, maka penulis menggunakan metode tanggapan pembaca. Pembaca yang adalah jemaat dan teks tidak dapat dipisahkan. Makna-makna yang diperoleh dari dalam teks tergantung pada bagaimana jemaat mengembangkan ayat tersebut. Pada bagian in, akan diketahui bagaimana jemaat memperoleh makna dari ayat-ayat yang dibaca. Hasil dari penelitian menunjukkan, bahwa penafsiran yang dilakukan oleh jemaat tidak sama dengan penafsiran yang dilakukan oleh Handono. Menurut jemaat, Adam telah berbuat dosa sehingga keturunannya juga masuk ke dalam dosa yang sama, namun melalui kasih karunia Allah yang dinyatakan melalui pengorbanan Yesus Kristus telah menyelamatkan semua manusia dari kuasa dosa.

Analysis Bahasa Kiasan pada lirik lagu kidung jemaat

JOHN MARNES HA'E LAKY
2021 · Book · Open Access

This research was conducted under the title “An Analysis of Figurative Language Found in Kidung Jemaat Lyric Songs”. The research problem of this research that solved by the writer stated as follow: (1) what are the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs?, (2) what are the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs”. The aims of the study are to find out, 1) the types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs, 2) the dominant types of figurative language found in Kidung Jemaat lyric songs. The method used in this study is descriptive qualitative method. The writer focus on the song living in faith every day, it is start from pages 356 up to page 418 consists of 64 songs. The writer is only takes 19 of the song by selected the songs and verses. The writer gets the finding of this research, such as: 1) the writer found nine kinds of figurative language as bellow: Anaphora 8 sentences (8.89%), metaphor 6 sentence (6.67%), simile 2 sentence (2.22%), metonymy 23 sentence (25.56%), synecdoche 1 sentence (1.11%), personification 3 sentence (3.33%), irony 2 sentences (2.22%), allegory 14 sentences (15.56%) and symbol sentence (1.11%). The most dominant type of figurative language found in this research is metonymy with 23 sentences (25.56%).The writer concluding that the Kidung Jemaat or songs of the congregation is very beautiful songs to worship God to express our feeling love to honor our Creator which is created effects and imposing to the worshiper in sing the songs.

’PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS (RESITASI) PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN TEHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMAN 2 AMARASI SELATAN TAHUN AJARAN 2020/2021

GODELFRIDA MUWA
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Metode Pemberian Tugas Resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi selatan tahun ajaran 2020/2021. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menerapkan metode pembelajaran Resitasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Post-test Only Control Desing. Sampel penelitian ini 36 orang siswa kelas X A dan X B dengan jumlah masing –masing kelas 18 orang. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalahdengan soal isian sebanyak 10 butir soal (jenjang kognitif C4,C5 dan C6). Data yang dianalisis menggunakan uji-t berbantuan SPSS menunjukan bahwa nilai thitunglebih besar dari nilai ttabel8.206>2,032), maka H1 diterima H0 ditolak . Artinya terdapat perbedaan dengan menggunakan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa “ Terdapat pengaruh signifikan penggunaan metode pembelajaran resitasi pada materi pencemaran lingkungan terhadap hasil belajar siswa kelas X SMAN 2 Amarasi Selatan Tahun Ajaran 2020/2021”..

ANALISIS KANDUNGAN PIGMEN PADA ALGA COKLAT PADINA SP DI PERAIRAN PANTAI BOLOK NUSA TENGGARA TIMUR

REYNALD ADYTHYA KIA
2021 · Book · Open Access

REYNALD ADHITHYA KIA (14380076). Analisis Kandungan Pigmen Alga Coklat Padina Australis Di Perairan Pantai Bolok Nusa Tenggara Timur: Alfred G. O. Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D sebagai pembimbing I dan Imanuel J. Emola, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing II. Program studi manajemen sumberdaya perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Padina australis merupakan spesies alga dari divisi Phaeyophyta (ganggang coklat) yang pada umumnya tersebar di perairan laut, mulai perairan laut dangkal hingga perairan dalam. Ganggang ini memiliki bentuk lembaran yang lebar berwarna coklat transparan. Ganggang ini berwarna coklat karena di dalam thalusnya terkandunga pigmen fikosantin dan xantofil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi pigmen yang diekstrak pada alga coklat P. australis yang diambil di perairan pantai Bolok. Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium Biologi, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei, metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan metode Spektrofotometer. Berdasarkan hasil penelitian, jenis pigmen yang teridentifikasi pada alga coklat P. australis yaitu klorofil a, klorofil b, karotenoid (karoten dan xantofil) dan feofitin a. Melalui uji KLT di temukan delapan fraksi warna, yang dihitung nilai Rf-nya, (Retention faktor): fraksi pertama warna kuning dengan nilai Rf 0,98, fraksi kedua warna kelabu dengan nilai Rf 0,48, fraksi ketiga warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,4, fraksi keempat warna hijau kecoklatan dengan nilai Rf 0,32, fraksi kelima warna hijau dengan nilai Rf 0,26, fraksi keenam warna hijau dengan nilai Rf 0,24, fraksi ketujuh warna hijau dengan nilai Rf 0,2 dan fraksi kedelapan warna kuning-orange dengan nilai Rf 0,16. Hasil spektofotometer kedelapan fraksi bekisar pada 200-350 nm dan hasil spektrofotometer ekstrak total ada pada kisaran 270-500 nm. Kata kunci: Padina australis, Kromatografi Lapis Tipis, Spektrofotometer, Pigmen, Pantai Bolok.

ANALISIS TOTAL KOLONI KAPANG DAN PROFIL ORGANOLEPTIK PRODUK IKAN TIBU YANG DIBUAT DARI IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) YANG DIKEMAS SECARA BERBEDA DAN DISIMPAN PADA SUHU KAMAR

IMELDA AEK
2021 · Book · Open Access

Ikan tibu merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Manggarai Timur, yang memiliki kesamaan dengan ikan pepes namun, cara pengolahan ikan tibu masih tradisional yaitu dimana ikan tibu dilumuri dengan bumbu-bumbu dan garam serta menggunakan batang bambu muda sebagai wadah dan bagian atas batang bambu ditutup menggunakan daun serei. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021, bertempat di Laboratorium Eksakta Universitas Kristen Artha Wacana Kupang untuk pembuatan produk, pengujian total koloni kapang, kadar air, pH, dan pengujian organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang dicobakan adalah kemasan dan lama penyimpanan. Variabel yang diuji yaitu total koloni kapang, kadar air, pH dan pengujian organoleptik seperti warna, aroma, tekstur dan rasa. Berdasarkan hasil penelitian terhadap produk ikan tibu tongkol dapat disimpulkan bahwa: Nilai rata-rata total koloni kapang selama penyimpanan suhu kamar berkisar antara 0-2,3 x103 koloni/gram. Produk ikan tibu tongkol selama penyimpanan pada suhu kamar memiliki nilai pH berkisar antara 6,45-6,95 (kemasan bambu) dan 7,05-7,55 (kemasan plastik polietilen). Kadar air berkisar antara 57,82-65,56 % (kemasan bambu) dan 61,15-67,66% (kemasan plastik polietilen). Penerimaan panelis masih diterima sampai penyimpanan 3 hari untuk produk yang dikemas menggunakan bambu dan 2 hari untuk kemasan plastik polietilen.

DESKRIPSI TENTANG PENJATUHAN PUTUSAN HAKIM TERHADAP ANGGOTA TNI DI PENGADILAN MILITER

POLCE THAIBOKO
2021 · Book · Open Access

INTISARI Judul skripsi adalah “Deskripsi Tentang Penjatuhan Putusan Hakim Terhadap Anggota TNI Di Pengadilan Militer”. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu mengapa penjatuhan putusan hakim ada yang bebas dan ada pemidanaan dalam tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota TNI .Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui alasan penjatuhan putusan hakim ada yang bebas dan ada pemidanaan dalam tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota TNI. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian hukum Normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan kepustakaan atau (data sekunder) berupa putusan pengadilan. Data sekunder dalam penelitian ini terdiri dari tiga bahan hukum yaitu : 1. Bahan Hukum Primer, 2. Bahan Hukum Sekunder, 3. Bahan Hukum Tersier. Hasil Penelitian ini membuktikan bahwa adapun pertimbangan hakim sehingga pelaku tindak pidana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh anggota TNI, memutus ada yang bebas dan ada yang menjalani pemidanaan adalah sebagai berikut 1. Terdakwa diputus bebas karena : a. Salah satu unsur dalam dakwaan Pasal 310 ayat (2) jo pasal 229 ayat (3) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas tidak terpenuhi. b. Tidak terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa telah melakukan tindak pidana. 2. Terdakwa diputus pemidanaan karena : a. Melakukan tindak pidana yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Seperti yang diatur dalam Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Umum. b. Melakukan tindak pidana yang menyebabkan korban luka ringan serta telah mengakibatkan kerusakan kendaraan milik korban. Seperti yang diatur dalam Pasal 331 ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkatan Umum. c. Tidak ditemukan adanya alasan pemaaf atau alasan pembenar yang dapat melepaskan terdakwa dari tuntutan pidana. d. Semua unsur-unsur dalam Pasal 310 ayat (4) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan telah terpenuhi Kata Kunci : Tindak Pidana, Lalu Lintas, Tentara Nasional Indonesia (TNI)

A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO

SINCE CAROLINA KASE
2021 · Book · Open Access

ABSTRACT This research is about “A NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE ANALYSIS ON VERB TO TAKE IN AMANUBAN DIALECT OF UAB METO". The problems of this study are what are the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how does the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of Amanuban dialect. The aims of this research are to find out the kinds of ‘verb to take’ in Uab Meto of Amanuban dialect and how the ‘verb to take’ are using in Uab Meto of amanuban dialect. Descriptive qualitative method is used in doing this research. The writer applies the Natural Semantic Metalanguage (NSM) approach of Goddard’s (2002) theory to find out the results with picture through interview. The ‘verb to take’ in Uab Meto has same meaning but different action. Based on the data analysis it was found that in Uab Meto of Amanuban dialect, the ‘verb to take’ can be expressed in fourteen lexicon, namely naiti, ntet, nabak, nloti, nseki, nhel, nau, nbok, naheun, nkui, nseu, nhetu, nbuti, nlefi. The semantic structure based on the argument show; if someone ‘take’ then the component can be mapped to ‘X do something to Y’ and because of this ‘Y move to X’ at the same time, X wants this , X do something like this.

Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr

IMANUEL MESAKH TAEK
2021 · Book · Open Access

Abstrak IMANUEL MESAKH TAEK (14380042), Analisis Spasial Dan Temporal Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil Menggunakan Alat Tangkap Mini Purse Seine Di Perairan Teluk Kupang Nusa Tenggara Timurr; Donny M. Bessie., S.Pi., M.Si., sebagai pembimbing I, Rockie R. L. Supit, S.Pi., M.Si sebagai pembimbing II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisa daerah penangkapan ikan berdasarkan tempat (spasial) dan waktu (temporal) penangkapan ikan melalui informasi kondisi faktor oseanografi perairan mengunakan alat tangkap mini purse seine di perairan Teluk Kupang. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan November 2019 sampai dengan Januari 2020 bertempat di Perairan Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi kegiatan penangkapan ikan pelagis kecil, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur tentang informasi kondisi spasial dan temporal berdasarkan kondisi faktor oseanografi perairan. Observasi lapangan yang dilakukan selama mengikuti operasi penangkapan ikan meliputi posisi dan waktu yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan. Sebaran data spasial dan temporal perairan Teluk Kupang berdasarkan titik koordinat pengambilan sampel yaitu jenis ikan hasil tangkapan yang diperoleh terdiri dari jenis ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.). Kata Kunci : Spasial, Temporal, ikan pelagis kecil seperti tongkol (Euthynus affinis) dan tembang (Sardinella sp.), mini purse seine, Teluk Kupang

Analisa usaha perikanan tangkap bagan apung di desa magekapa kecamatan maukaro kabupaten ende

VINSENSIUS DE PAULO SAPO
2021 · Book · Open Access

RINGKASAN Vinsensius De Paulo Sapo (1530097) “ Analisa Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Desa Magekapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende. Alfred G.O Kase, S.Pi, M.Si, Ph.D dan Rockie R.L. Supit, S.Pi, M.Si sebagai pembimbing I dan II. Program Studi Manajamen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Artha Wacan Kupang. Usaha penangkapan merupakan satu unit ekonomi yang diperhatikan dalam pelaksanaan dengan memperhitungkan biaya-biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang diperoleh, khusunya usaha penangkapan bagan apung di Desa Magekapa agar dapat berjalan terus. Suatu usaha dikatakan layak apabila usaha tersebut dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usaha tersebut. Aspek finansial memiliki peran yang strategis dalam membuat keputusan penilaian kinerja sebuah unit usaha. Aspek finansial diperoleh melalui penelusuran jumlah biaya yang digunakan dan penerimaan yang dihasilkan untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha tersebut. Dengan alasan ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisa Usaha Perikanan Tangkap Bagan Apung di Desa Magekapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende”. Sehingga dapat diketahui apakah perikanan tangkap bagan apung di Desa Magekapa dapat menghasilkan keuntungan baik bagi nelayan serta solusi yang tepat sehingga olahan dapat dikembangkan secara optimal. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisa usaha perikanan tangkap bagan apung di Desa Magekapa Kabupaten Ende. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis revenue cost ratio (R/C). penelitian ini menggunakan metode survei dengan tenik wawancara (daftar pertanyaan) yang dibagikan ke 11 responden dan obsevasi (pengamatan langsung). Pengumpulan data meliputi data primer (data yang di peroleh dari hasil wawancara labgsung) dan data sekunder (data yang di peroleh dari instansi terkait). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai revenue cost ratio ( R/C) yang diperoleh dalam usaha penangkapan ikan dengan menggunakan alat tagkap bagan apung pada musim puncak adalah sebesar 4,353, pada musim sedang sebesar 3,794 dan pada musim peceklik sebesar 1,071. Angka ini menunjukan secara ekonomi usaha penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan apung di Desa Magekapa Kecamatan Maukaro Kabupaten Ende dapat dijalankan karena hasilnya menguntungkan. Kata Kunci: Analisa usaha, Bagan apung, Desa Magekapa

EVALUASI KINERJA P3A IRIGASI NUNBAUN DI DESA FATUMETAN KEC.AMFOANG SELATAN KAB.KUPANG

ALDI NOPE SAPAI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK “ EVALUASI KINERJA P3A DAERAH IRIGASI NUNBAUN DI DESA FATUMETAN KECAMATAN AMFOANG SELATAN , KABUPATEN KUPANG ’’ Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Sapay N. Aldi*) Lano. M L.**) Nainiti N. P. P. E **) Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kinerja P3A Nunbaun di Desa Fatumetan Daerah Irigasi Nunbaun, Kecamatan Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dekriptif untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan dan kondisi fisik jaringan irigasi pada Daerah Irigasi Nunbaun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja P3A sudah berjalan dengan baik. Sedangkan kegiatan operasi dan pemeliharaan saluran irigasi pada daerah irigasi Nunbaun yang telah dilakukan oleh P3A belum berjalan dengan baik yang dipengaruhi karena kurangnya kerjasama antara petani, Sehingga masih ditemukan sampah pada pintu saluran utama dan masih ditemukan juga rumput yang tumbuh pada saluran. Kerusakan fisik berupa kebocoran, salauran yang retak dan pecah pada bagian dinding saluran Pemeliharaan secara rutin jarang dilaksanakan baik oleh petani maupun petugas P3A. Kata kunci: kinerja, operasi dan pemeliharaan Saluran Irigasi Nunbaun *) = peneliti **) = Pembimbing 1 ***) = Pembimbing 2

STUDI OPTIMASI JENIS TANAMAN PADA MUSIM TANAM II JARINGAN IRIGASI DI DESA OELOLOT KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO

JOFRID JOHANIS PANDIE
2021 · Book · Open Access

STUDI OPTIMASI JENIS TANAMAN PADA MUSIM TANAM II JARINGAN IRIGASI DI DESA OELOLOT KECAMATAN ROTE BARAT KABUPATEN ROTE NDAO ABSTRAK Program Studi Mekanisasi Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Kristen Artha Wacana Kupang Pandie .J.J*)    Nainiti, N.P.P.E.**)    Lano . L.M.**) Tujuan Untuk mengetahui bagaimana pola tanam yang optimum pada daerah irigasi di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao Dari hasi penelitian dapat di simpulkan bahwa manfaat dari air Irigasi Oelolot untuk pertanian sangatlah menguntungkan karena para petani dapat melakukan 2 kali musim tanam dengan musim tanam pertama di mulai dari bulan Desember – Februari pada bulan – bulan ini persediaan air meningkat, sedangkan pada musim tanam dua yakni bulan April – Juni dimana ketersediaan air semakin berkurang. Rancangan penelitian ini menggunakan Model matematika dalam program linier dengan Persamaan fungsi tujuan yang ingin dicapai dengan rumus Musim Tanam I : Z = C1,X1a. Musim Tanam II : Z = C2,X2a dengan membatasi kegunaan utama sebagai fungsi kendala pada kebutuhan air tiap luas lahan tanaman Padi. Hasil penelitian menunjukan pada musim tanam II terhitung bulan April hingga bulan Juni, luas area tanaman jagung sebesar 3,2 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 5,885,000 )dan holtikultural dengan luas arel tanam 2,14 ha dengan menghasilkan keuntungan sebesar (Rp2,395,000). Untuk fungsi kendala pada musim tanam I dan musim tanam II luas areal tanaman padi sebesar 8,34 ha dan menghasilkan keuntungan sebesar(Rp. 12.680.000) Volume air yang diserap untuk musim tanam II adalah 1,75M3/Detik dari total volume air yang berjumlah 10,00 M3/detik. Kata Kunci: Pemanfaatan Air Irigasi, Optimasi, jenis tanaman Keterangn: * Peneliti ** Pembimbing

ANALISIS EKOLOGI IKAN TARGET YANG TERDAPAT DI PERAIRAN PULAU-PULAU KECIL TAMAN WISATA ALAM LAUT TELUK KUPANG

WAHYUNI YENI HORO
2021 · Book · Open Access

WAHYUNI YENI HORO (15380003). Analisis Ekologi Ikan Target Yang Terdapat di Perairan Pulau-pulau Kecil TWAL Teluk Kupang. Ir. IZAAK ANGWARMASSE, M.Si dan ROCKIE R. L. SUPIT, S.Pi, M.Si sebagai Pembimbing I dan II. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Perairan Teluk Kupang dan sekitarnya merupakan salah satu daerah konservasi laut di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan status sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang.Ikan target adalah ikan yang merupakan target untuk penangkapan atau lebih dikenal juga dengan ikan ekonomis penting atau ikan konsumsi seperti Seranidae, Lutjanidae, Kyphosidae, Lethrinidae, Achanturidae, Mulidae, Siganidae, Labridae dan Haemulidae (Rembet, dkk., 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi dari ikan target di daerah terumbu karang pulau-pulau kecil TWAL Teluk Kupang. Pulau kecil adalah pulau dengan luas wilayah lebih kecil atau sama dengan 2.000 Km². Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 dan bertempat di perairan pulau-pulau kecil TWAL Teluk Kupang yang meliputi tiga stasiun penelitian yaitu: Pulau Kambing, Pulau Kera dan Pulau Tikus. Pengambilan data ikan dilakukan dengan teknik sensul visual, menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT) pada 3 stasiun pengambilan data di kedalaman 5-10 m dengan menggunakan 2 transek pada tiap stasiun penelitian. Transek sepanjang 50 m diletakan sejajar dengan garis pantai meliputi permukaan ekosistem terumbu karang dan pengamatan ikan dilakukan 2,5 m ke samping kiri dan 2,5 m kesamping kanan sehingga luas area pengambilan data pada setiap transek adalah 250 m2 (English, et al., 1994). Komposisi jenis ikan target yang ditemukan di perairan Pulau Kambing terdiri dari 1 famili dan 3 spesies; lokasi Pulau Kera terdiri dari 6 famili dan 12 spesies; dan lokasi Pulau Tikus terdiri dari 8 famili 17 spesies. Famili Acanthuridae adalah salah satu ikan target yang mendominasi di perairan Pulau Kambing, Pulau Kera dan Pulau Tikus. Kelimpahan ikan target di perairan Pulau Kambing hampir sama, dengan jenis yang paling mencolok adalah jenis ikan Zebrasoma scopas sebanyak 0,012 ind/m²; kelimpahan tertinggi ikan target yang ditemukan di perairan Pulau Kera adalah jenis Pterecasio tile sebanyak 0,20 ind/m², diikuti oleh Naso sp dan Lutjanus kasmira sebanyak 0,18 ind/m², Gnathodentex aurolineatus sebanyak 0,17 ind/m² dan Ctenochaetus striatus sebanyak 0,16 ind/m², kelimpahan tertinggi jenis ikan target di perairan Pulau Tikus adalah Pterocasio tile sebanyak 0,22 ind/m². Keanekaragaman jenis ikan target di perairan Pulau Kambing tergolong rendah, Nilai keanekaragamn ikan target yang diperoleh di perairan Pulau Kera sebesar 2,431 dan Pulau Tikus sebesar 2,478. Sesuai kriteria keanekaragaman ikan di perairan Pulau Kera danTikus juga tergolong keanekaragaman sedang.

Analisis Kandungan Pigmen Yang Di Ekstrak Dari Alga Hijau Caulerpa racemosa Di Perairan Bolok, Kabupaten Kupang

ORLANDO Y RADJA
2021 · Book · Open Access

Alga termasuk salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Alga dari kelas alga merah (Rhodophyceae) menempati urutan terbanyak dari jumlah jenis yang tumbuh di perairan laut Indonesia yaitu sekitar 452 jenis, setelah itu alga hijau (Chlorophyceae) sekitar 196 jenis dan alga coklat (Phaeophyceae) sekitar 134 jenis. Alga biasanya hidup di dasar yang dapat tertembus cahaya matahari seperti layaknya tanaman di darat pada umumnya, alga juga memiliki klorofil atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis alga. Alga termasuk dalam golongan tanaman tingkat rendah yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dan memiliki manfaat untuk manusia seperti anti oksidan, anti kanker, anti obesitas, anti diabetes, anti inflamasi dan anti bakteri. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi pada bulan April 2021 dengan pengambilan sampel dari perairan Bolok. Dengan judul analisis kandungan pigmen yang diekstrak dari alga hijau Caulerpa racemosa, dengan Metode Survei, Metode Kromatografi Lapis Tipis, dan Metode Spektrofotometri serta pengambilan sampel Caulerpa racemosa dengan sampling secara acak. Hasil penelitian dengan proses ekstrak pigmen total berada pada panjang gelombang 200-800 nm,memiliki tiga nilai puncak serapan panjang gelombang 353, 361, dan 378 nm dan nilai absorban 4,61, 4,28, 4,64. Untuk analisis Kromatografi Lapis Tipis mendapatkan tujuh spot pigmen dengan pigmen klorofil b, klorofil a, klorofil b sedangkan pigmen berikutnya pigmen tipe feofitin a, tipe diatoxanthin, xantofil dan karoten. Dalam analisis spektrofotometer tujuh spot pigmen diisolasi lalu di spektro pada panjang gelombang 200-350 nm untuk menghasilkan spektrogram dengan nilai puncak dan nilai absorbannya berbeda.

Inventarisasi Jeni-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang

IBRAHIM D. PINAT
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Inventarisasi Jenis-Jenis Tumbuhan Paku Di Kawasan Air Terjun Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang Pinat,I) * Bullu,N) ** Meha,A) ** Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati tumbuhan yang sangat beragam. Salah satu kelompok tumbuhan yang kaya akan jenisnya adalah tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang masih ada saat ini diperkirakan mencapai 10.000 jenis, di mana 3.000 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia. waktu penelitian ini telah di lakukan pada tanggal 21 Desember 2020 sampai tanggal 21 Januari 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang ada di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan untuk mengetahui parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Desa Oesusu Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode jelajah. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Terdapat 5 Tumbuhan Paku (Pteridophyta) yang Ditemukan diKawasan Air Terjun Oesusu yakni paku uban ( Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr), paku pakis (Christella dentata), paku suplir (Adiantum lunulatum Burm. f.), paku pedang (Nephrolepis chordifolia) dan paku rem cina (Pteris vittata L.). Hasil pengukuran parameter lingkungan di Kawasan Air Terjun Oesusu bagian timur yaitu suhu 28,20C, kelembaban 67,3 %, pH tanah 6,4 dan intensitas cahaya 1293,3 cd. dari bagian barat yaitu suhu 28 0C, kelembaban 77,4 %, pH tanah 6,3, dan intensitas cahaya 999,3 cd. Kata kunci : Inventarisasi Tumbuhan paku di Kawasan Air Terjun Oesusu Keterangan : *) Peneliti **) Pembimbing

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit dilingkungan pemerintahan daerah ( studi kasus diInspektorat kota kupang )

CINDY JUWITA REINNATI
2021 · Book · Open Access

Setiap pemerintahan wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban berupa laporan keuanga selama satu periode. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2014, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merupakan suatu institusi yang dipercaya dapat mewujudkan tata kelola keuangan negara baik, transparan, dan akuntabel (good governance). Untuk mendukung terwujudnya good governance dalam pengelolaan keuangan negara maka dibutuhkannya seorang yang profesional dalam bidang akuntansi untuk mengaudit laporan keuangan agar dapat menghasilkan audit yang berkualitas. Istilah audit itu sendiri berasal dari bahasa laitin “audire” yang artinya mendengarkan, mengontrol, memeriksa, dan merevisi. Audit merupakan suatu tindakan yang membandingkan antara fakta atau keadaan sebenarnya (kondisi) dengan keadaan yang seharusnya ada. Pada dasarnya audit bertujuan untuk menilai apakah pelaksanaan yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan Standar Profesional Akuntansi Publik (2001) tujuan audit atas laporan keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajara, dalam semua hal material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan entitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia (SA seksi 110). Berdasarkan uraian diatas maka faktor-fakto yang mempengaruhi kualitas hasil audit dilingkungan pemerintahan daerah antara lain indepedensi, objektifitas, dan integritas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena dalam diri seorang auditor harus menjunjung tinggi kejujuran agar dalam mengaudit laporan keuangan sesuai dengan fakta yang ada dan tidak terpengaruh terhadap pihak lain. Ada pun faktor lain seperti pengalaman kerja juga mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang auditor yang semakin berpengalaman dalam mengaudit maka semakin sedikit kesalahan yang dilakukan saat mengaudit. Jika terjadi kesalahan yang dilakukan maka auditor tersebut dapat mengatasinya tanpa mempengaruhi kualitas hasil audit tersebut. Kompetensi dan motivasi juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit karena seorang yang akan melakukan audit harus memiliki kompetensi (keahlian) khusus dalam bidang tersebut, sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai yaitu menghasilkan audit yang berkualitas Penelitian ini dilaksanakan di Inspekorat Kota Kupang. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu independensi (X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5), dan motivasi (X6). Variabel dependen yaitu kualitas hasil audit (Y). Data yang digunakan merupakan data primer. Responden dalam penelitian ini adalah auditor yang bekerja di Inspektorat Kota Kupang. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan 33 responden. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Skala pengukuran data dengan skala ordinal. Data dianalisis dengan mengggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian terdapat indepedensi dan objektifitas tidak berpengaruh terhadap kualitas audit sedangkan integritas, pengalaman kerja, kompetensi, dan motivasi berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit pada auditor Inspektorat Kota Kupang.Berdasarkan hasil analisis Koefisien Determinasi maka dapat diketahui bahwa persentase sumbangan pad pengaruh variabel indepedensi(X1), objektifitas (X2), integritas (X3), pengalaman kerja (X4), kompetensi (X5) dan Motivasi (X6) terhadapa kualitas hasil audit (Y) adalah 76,2% sedangkan sisanya 23,8% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah disajikan maka kiranya dapat memberikan manfaat pada pihak-pihak lain yang terkait atas penelitian ini. Maka dari itu seorang auditor harus lebih meningkatkan indepedensi,objektivitas, integritas , pengalaman kerja, kompetensi dan motivasi agar dapat lebih meningkatkan lagi kualitas audit yang dihasilkan

IDENTIFIKASI DAN PENGKAJIAN EFEKTIFITAS MESIN POMPA AIR UNTUK IRIGASI PADI SAWAH DI BPTP NAIBONAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR

MUHAJIRIN ISKANDAR
2021 · Book · Open Access

ABSTRAKSI IDENTIFIKASI DAN PENGKAJIAN EFEKTIFITAS MESIN POMPA AIR UNTUK IRIGASI PADI SAWAH DI BPTP NAIBONAT KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR Iskandar. M*) Nainiti. P. P. E.N **) Lano L. M **) Penelitian dilaksanakan di BPTP Naibonat Kupang Nusa Tenggara Timur pada bulan April 2021, Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana para petani di BPTP Naibonat menggunakan pompa air untuk irigasi padi sawah.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan mengenai efektifitas penggunaan mesin pompa air untuk irigasi padi di BPTP Naibonat. Dan observasi lapangan bertujuan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan data debit mesin pompa air pada air embung di BPTP Naibonat, dan luas lahan irigasi dari instansi terkait. Hasil penelitian Bagaimana Para Petani di BPTP Naibonat Menggunakan Pompa Air Untuk Irigasi Padi Sawah di lakukan pengukuran dengan tiga kali pengulangan dengan 4 unit mesin pompa. Penggunaan mesin pompa air pada lahan sawah di BPTP Naibonat berdasarkan hasil penelitian, ada 4 unit pompa air yang terdiri dari 3 unit dengan type dan kemampuan pompa yang sama, yaitu Type NS-100 dengan Debit pompa 20 liter/detik dan dari ketiga unit pompa tersebut, 1 unit mengairi lahan seluas 4 hektar selama 10-12 jam/hari/minggu . Dan 1 unit pompa lainnya adalah type NS-80 dengan debit pompa sebesar 15 liter/detik. 1 unit pompa tersebut mengairi lahan seluas 3 hektar selama 13-15 jam/hari/minggu. Kata kunci: Identifikasi dan Pengkajian Mesin Pompa Air Padi Sawah. *) Peneliti **) Pembimbing I **) Pembimbing II

ANALISIS PENGELOLAAN KINERJA IRIGASI PADA DAERA IRIGASI PUMANG,DESA TANGLAPUI KECAMATAN ALOR TIMUR,KABUPATEN ALOR.

SIMSON LUPUIKONI
2021 · Book · Open Access

STUDI PENGELOLAAN KINERJA IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI PUMANG DESA. TANGLAPUI, KECAMATAN ALOR TIMUR, KABUPATEN, ALOR. ABSTRAKS Lupuikoni S.,* Lano M. L.,** Haba Bunga F. J.,*** Suatu Penelitian tentang Pengelolaan Kinerja Irigasi pada Daera Irigasi Pumang telah di laksanakan sejak awal Mei 2021 hingga awal Juni 2021 di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. penelitian ini Merupakan penelitian survei dengan objek adalah sarana Irigasi dan P3A yang ad di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor. Metode yang di gunakan adalah deskritif kuantitatif dengan menguraikan nilai nilai berdasarkan standar Irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum, hasil penelitian menunjukan bahwa daerah Irigasi Pumang di Desa Tanglapui, Kecamatan Alor Timur, menujukan bahwa sarana yang ada kurang terawat bahkan tida ada air yang mengalir meskipun demikian fasilitas yang mendukung seperti Pintu Sadap dan Kantong Lumpur masih lengkap walau ad yang sudah rusak dan tida berfungsi lagi. Irigasi pumang di bangun bersamaan dengan bendung Pumang di manfaatkan untuk mengairi 92 hektar lahan Pertanian di Desa Tanglapui. Saran, perlu di lakukan rehabilitas saluran-saluran yang rusak dan memperlancar pelaksanaan kinerja P3A yang ad di Desa Tanglapui. Kata Kunci : Studi pengelolaan Kinerja Irigasi Pada Daera Irigasi Pumang Keterangan : * ) Peneliti **) Pembimbing I ***) pembimbing II