Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

3.533 item publik

Publikasi

Halaman 120 dari 177

Analisis Kebutuhan Modal Kerja pada UD. Mitra Bangunan Alak

MAGDALENA M.S.S GAM
2021 · Book · Open Access

Perusahaan adalah suatu badan usaha yang melakukan kegiatan operasional dengan tujuan utamanya yaitu memaksimalkan laba perusahaan agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Kelangsungan perusahaan dalam mengahasilkan laba selama periode tertentu dapat diukur dengan melihat kemampuan dan kesuksesan perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara efektiv dan efisien untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan. Untuk mencapai tujuannya, perusahaan harus dapat mengendalikan dan mengontrol kegiatan operasional diperusahaannya dengan memanfaatkan pihak-pihak yang berada dalam perusahaan yang memiliki wewenang, tugas dan tanggungjawab dalam pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu manajer harus memiliki pemahaman yang profesional, khususnya para manajer keuangan. Seorang manajer keuangan dituntut untuk mampu memahami sumber-sumber dana yang dapat dipergunakan sebagai pendukung modal kerja (working capital) perusahaan. Dalam mendirikan suatu perusahaan dibutuhkan modal yang memadai karena jika tidak ada dana yang tersedia maka perusahaan tidak akan mungkin bisa membiayai kegiatan operasinya. Dengan begitu menjadi tanggung jawab seorang manajer keuangan untuk me-menage atau mengelola sumber dana yang dianggap potensial tersebut untuk dirubah menjadi nilai tambah yang bersifat suistainable (berkelanjutan) dan profitable (prospek keuntungan). Modal kerja dalam suatu perusahaan digunakan oleh perusahaan untuk membiayai kegiatan oprasional perusahaan, dengan adanya modal kerja perusahaan dapat beroperasi secara ekonomis dan efisien serta tidak mengalami kesulitan keuangan dalam keadaan mendesak. Modal kerja dalam suatu perusahaan selalu dalam keadaan berputar atau beroperasi untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, perputaran modal kerja dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen modal kerja hingga investasi tersebut menghasilkan kas kembali. Apabila perusahaan meremehkan atau bertindak tidak serius dalam mengelola modal kerja, maka perusahaan tersebut diprediksi akan bermaslah dalam berkompetisi di pasar, termasuk memungkinkan perusahaan tersebut tidak mampu memanfaatkan modal kerja yang telah termiliki secara maksimal serta tepat sasaran. Modal kerja tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil dan juga harus dijaga tingkat kestabilannya agar tidak menimbulkan masalah. Kebijakan modal kerja adalah keputusan-keputusan kebijakan dasar yang berhubungan dengan tingkat sasaran untuk masing-masing kategori aktiva lancar dan bagaimana aktiva lancar tersebut didanai. Dari penjelasan tersebut dapat di tafsirkan bahwa kebijakan modal kerja bersifat sangat hati-hati (Prudent), dalam artian jika pihak manajer bertindak gegabah dengan menempatkan dana yang terlalu besar pada salah satu akun atau sebaliknya terlalu kecil maka dampaknya akan mengganggu stabilitas keuangan perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dalam penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengukur kebutuhan modal kerja perusahaan, peneliti menggunakan metode untuk memperkirakan kebutuhan modal kerja secara terpisah, dimana kebutuhan modal kerja merupakan seberapa besar jumlah modal kerja yang dibutuhkan agar perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasinya dengan modal kerja yang cukup, yang artinya tidak berlebihan atau kekurangan. Oleh sebab itu untuk menghitung kebutuhan modal kerja, terlebih dahulu peneliti akan menganalisis dari masing-masing elemen kebutuhan modal kerja yang terdiri dari tiga yaitu Kas, Piutang, Persediaan. Penelitian ini dilakukan Pada PT Astra Otopart Tbk Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2020. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Untuk Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan begitu baik dikarenakan melebihi standar industri yaitu 10 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Kas mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Kas pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan masi berada diatas standar industri yaitu 15 Hari. Untuk hasil Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 fluktuasi. Sedangkan Perolehan Rata-rata Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan tidak baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 15 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Piutang mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Piutang pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan baik dikarenakan masih berada dibawah standar industri yaitu 60 Hari. Untuk Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami penurunan dan peningkatan. Perolehan Rata-rata Perputaran Persediaan pada PT Astra Otoparts Tbk dapat dikatakan tidak baik dikarenakan perolehan perputaran persediaan berada dibawah standar industri yaitu 20 kali. Sedangkan untuk Lamanya Perputaran Persediaan mengalami peningkatan. Perolehan Rata-rata Lamanya Perputaran Persediaan dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan lamanya perputaran persediaan berada diatas standar industri yaitu 20 Hari. Untuk Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Perputaran Modal Kerja pada PT Astra Otoparts Tbk Tahun 2016-2020 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan perolehan perputaran modal kerja berada dibawah standar industri yaitu 6 kali. Untuk Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016- 2020 mengalami peningkatan dan penurunan. Perolehan Rata-rata Kebutuhan Modal Kerja pada PT Astra Otopart Tbk Tahun 2016-2020 dikatakan begitu baik dikarenakan pertumbuhan kebutuhan modal kerja mengalami fluktuasi dalam artian bahwa perusahaan mampu mengontrol kebutuhan modal kerja.

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN, TINGKAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN KABUPATEN MALAKA

NATALIA DIANA MADEIRA BARROS
2021 · Book · Open Access

Setiap organisasi baik organisasi perusahaan, organisasi sosial maupun organisasi pemerintah mempunyai tujuan yang dapat dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan tertentu, dengan mempergunakan seluruh sumber daya yang ada didalam organisasi tersebut, dan yang paling berperan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi adalah sumber daya manusia. Berhasil tidaknya suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan sumber daya manusia dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Manusia selalu berperan aktif dan paling dominan dalam setiap aktifitas organisasi karena manusia menjadi perencana, pelaku dan sekaligus penentu terwujudnya tujuan organisasi. Menurut Badeni (2013:2) kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mempengaruhi suatu kelompok ke arah tercapainya tujuan . Menurut Suradinata dalam Larius (2003:4) pendidikan dan pelatihan (Diklat) merupakan proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka peningkatan pelatihan pegawai yang meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap dan prilaku yang di perlukan dalam melaksanakan Tugasnya. Menurut Lijan Poltak Sinambela (2018:481) kinerja pegawai merupakan kemampuan pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja xiv merujuk pada pencapaian tujuan pegawai atas tugas yang diberikan kepadanya. Kinerja pegawai sejauh mana pegawai tersebut dapat melaksanakan tugas dengan baik dalam arti kata pelaksanaan tersebut sesuai dengan rencana, sehingga diperoleh hasil yang memuaskan agar tercapainya kinerja pegawai yang baik.Pegawai dituntut untuk memiliki SDM yang berkualitas yang mampu melaksanakan tugas sebagai aparatur sesuai dengan tugas yang dibebankan.Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Tujuan Peneliti ini adalah untuk mengetahui apakah kinerja pegawaiYang dimaksud dengan kinerja pegawaipenelitian iniadalah tingkat dimana para pegawai mencapai persyaratan-persyaratan pekerjaan. Hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan salah satu instansi pemerintah yang melayani administrasi publik. Pelayanan publik ini meliputi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Pendaftaran penduduk meliputi pembuatan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), dan Surat Pindah, sedangkan pencatatan sipil meliputi pembuatan kutipan akta kelahiran, kutipan akta kematian, kutipan akta perceraian, pencatatan pengakuan anak dan pengesahan anak, pencatatan perubahan nama, dan pencatatan perubahan kewarga negaraan. xv Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel kepemimpinan sebesar 2,720sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung > t tabel (2,720>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variable kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka. Nilai t hitung untuk variabel tingkat pendidikan sebesar 4,090sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 2,014. Karena nilai t hitung < t tabel (2,720 t tabel (2,295>2,014), maka Ha diterima dan H0 ditolak atau dapat disimpilkan bahwa variabel pelatihan berpengaruh terhadap kinerja Pegawai pada Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Malaka.

PENGARUH PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA KUPANG)

KRESNA BAYU RIHI HERE
2021 · Book · Open Access

Penelitian dalam skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha dan pengaruh lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana Kupang. Penelitian ini dilatar belakangi Pengangguran dan kemiskinan yang masih menjadi permasalahan diIndonesia. Pengangguran dan kemiskinan terjadi karena perbandingan antara jumlah penawaran kesempatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lulusan atau penawaran tenaga kerja baru disegala level pendidikan. Cara untuk menumbuhkan kesadaran berwirausaha diantaranya adalah dengan mengembangkan minat berwirausaha. Dengan minat yang ada pada mahasiswa, maka mahasiswa akan terdorong untuk mempelajari pengetahuan yang berkaitan dengan kewirausahaan lebih serius. Sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di NTT, Universitas Kristen Artha Wacana Kupang pun mendukung terciptanya wirausaha-wirausaha muda dengan mengajarkan mata kuliah kewirausahan, bahkan langsung mempraktekkannya dilapangan, ini merupakan suatu bukti bahwa UKAW Kupang ikut memperhatikan perkembangan entrepenuer yang ada. Karena pada dasarnya kewirausahaan sangat berperan penting dalam meminimalisir pertumbuhan pengangguran yang ada. Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu pengetahuan kewirausahaan, lingkungan keluarga dan Minat berwirausaha. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 185 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 65 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis regresi linear berganda. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Artha Wacana xv Kupang. Dari hasil pengolahan data berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,531 + 0,165 X1 + 0,720 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh pengetahuan kewirausahaan (X1) terhadap minat berwirausaha (Y). Diketahui bahwa untuk variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) ditemukan nilai tingkat Sig. = 0,076. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap minat berwirausaha (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh lingkungan keluarga (X2) terhadap minat berwirausaha (Y).Diketahui bahwa untuk variabel lingkungan keluarga (X2) nilai Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel lingkungan keluarga (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap minat berwirausaha (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 72,808 lebih besar dari f tabel 3,14 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengetahuan kewirausahaan (X1) dan lingkungan keluarga (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha (Y) pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang .Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,701 atau 70,1% menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 70,1% variabel minat berwirausaha (Y) dapat dijelaskan oleh variabel pengetahuan berwirausaha (X1) dan lingkungan keluarga (X2). Sedangkan selisihnya 29,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa lingkungan keluarga berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa fakultas ekonomi UKAW Kupang.

Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Terdakwa Sebagai Kontraktor Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Pengadilan Tipikor

YANUARIA NAHAK
2021 · Book · Open Access

Judul Skripsi Penulis adalah: Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Terdakwa Sebagai Kontraktor Dalam Tindak Pidana Korupsi Di PengadilanTipikor. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah mengapa terjadi disparitas putusan pemidanaan terhadap Terdakwa Sebagai Kontraktor dalam tindak pidana korupsi di pengadilan Tipikor. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap terdakwa sebagai kontraktor dalam tindak pidana korupsi dan untuk memperoleh Gelar Sarjana Hukum. Jenis penelitian hukum yang digunakan adalah jenis penelitian normatif dan sifat penelitian ini bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer yang tediri dari putusan hakim serta peraturan perundang-undangan, traktat, kaidah dasar dan norma-norma peraturan dasar. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas yakni Disparitas Putusan Pemidanaan Terhadap Terdakwa Sebagai Kontraktor Dalam Tindak Pidana Korupsi Di Pengadilan Tipikor. Dan variabel terikat yakni Putusan Hakim Tindak Pidana Korupsi. Hasil penelitian, menemukan 3 (tiga alasan) yang menjadi penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadapTerdakwa sebagai Kontraktor dalam tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor yaitu karena: 1. Alasan Sosiologis berupa: a. Adanya Perbedaan Kualitas Perbuatan Terdakwa b. Hal-Hal Yang Memberatkan dan Meringankan Pada Terdakwa 2. Alasan Yuridis berupa: Independensi Hakim atau Kemandirian Hakim Saran dalam penilitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk Para Majelis Hakim dalam mengadili perkara harus ada konsistensi Guna Terwujudnya Keadilan dan Kepastian Hukum 2. Untuk para Jaksa Penuntut Umum agar sebelum melakukan penuntutan, perlu adanya musyawarah dan koordinasi antara Jaksa Penuntut Umum, Guna Terwujudnya Keadilan dan Kepastian Hukum

PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH

MARIA VINSENSIA MEO
2021 · Book · Open Access

INTISARI Judulskripsipenulisadalah: PEMBATALAN PUTUSAN KASASI OLEH HAKIM PENINJAUAN KEMBALI DALAM SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH. Rumusanmasalah yang Penuliskajiadalah: mengapahakimPeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah? Tujuan yang inginPenuliskajiadalah: alasan hakim PeninjauanKembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanah. Jenismetodepenelitian yang Penulisgunakanadalahjenispenelitiannormatifdansifatpenelitianadalahbersifatdeskriptifyaknipenulisakanmemaparkansecaralengkap, rinci, jelasdansistematishasildalambentukkaryailmiah. Bahanhukum yang digunakanadalahbahanhukum primer yang terdiridariputusan hakim sertaperaturanperundang-undangan, traktat, kaidahdasarataunormasertaperaturandasar. BerdasarkanHasilPenelitian yang penulislakukanmaka yang menjadikesimpulansesuaimasalah yang penuliskajiyaitumengapa hakim peninjauankembalimembatalkanputusanKasasidalamsengketakepemilikantanahkarena: menurutPenggugattanahsengketaterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang, sedangkanmenurutTergugattanahsengketaterlatak di KampungBege, DesaTongko, KecamatanBaroko, KabupatenEnrekang. Berdasarkanhasilpemeriksaansetempat, diketahuibahwatanahsengketatersebutterletak di DusunTirowali, DesaTongkonanBasse, KecamatanMassale, kabupatenEnrekang.SehinggasesuaidenganketeranganndariPenggugat. Tanah sengketasudahmasukdalamdaftarobjekpajakatasnamaAla bin Duma (Penggugat). Tergugattidakmampumembuktikandalil-dalilnya.KeterangansaksiTergugattidaksesuaidenganapa yang dilihatataudialamilangsungsehinggaterkesansudahdiatur. KeterangansaksiTergugat yang menyatakanbahwaiaseringmelewatitanahsengketadenganmenggunakansepeda motor harusdiabaikankarenaberdasarkanhasilpenelusuransetempattanahsengketatersebutdikelilingiolehkebundanselokansehinggatidakadajalan. Berdasarkankesimpulandalampeniltianinni, makaPenulismemberikanbeberapa saran.Untuk hakim, dalampersidanganseorang hakim harusmampumemberikanputusan yang tepat, memperhatikankepastianhukumdankeadilan. Kata Kunci: Pembatalan Putusan Hakim, Sengketa Tanah

ANALISIS HUBUNGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL BUDAYA ORGANISASI TERHADAPA KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA KSP. KOPDIT SWASTI SARI KUPANG

MARIA L FOBIA
2021 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan komitmen organisasional budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang. Adapun objek penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah KSP. Kopdit Swati Sari Kupang. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah kuesioner yang diisi secara mandiri oleh 30 orang responden dengan menggunakan angket tertutup. Alat analisis yang digunakan adalah uji korelasi dengan skala ordinal. Hasil dari penelitian ini membuktikan dan memberi kesimpulan bahwa: (1) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (2) budaya organisasi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang, (3) komitmen organisasional memiliki hubungan positif dan singnifikan dengan budaya organisasi pada KSP. Kopdit Swasti Sari Kupang

ANALISIS PENGARUH KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.ANGKASA PURA I PERSERO

TARSIUS SAINGO
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini dilatar belakangi proses perubahan ekonomi pada akhirnya tergantung pada orang yang menyebabkan dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan tidak lepas dari komunikasi dengan sesama rekan sekerja, dengan atasan dan dengan bawahan. Komunikasi yang baik dapat menjadi sarana yang tepat dalam meningkatkan kinerja karyawan. Melalui komunikasi, karyawan dapat meminta petunjuk kepada atasan mengenai pelaksanaa kerja. Dalam organisasi dan keseharian kita tidak pernah lepas dari komunikasi, komunikasi dalam perusahaan juga harus diperhatikan karena komunikasi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pencapaian tujuan, dengan komunikasi akan terjadi hubungan timbal balik dari tiap-tiap orang dalam perusahaan baik berupa saran, pendapat, maupun kritik. Untuk meningkatkan sumber daya manusia atau kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan bisa dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Menurut Robert dalam (Muhammad,2007:90) menyatakan terdapat hubungan kualitas dan kuantitas komunikasi dalam organisasi terhadap kinerja perusahaan atau organisasi. Menurut Sutrisno (2009:109) mengatakan bahwa motivasi adalah faktor yang mendorong sesorang untuk melakukan sesuatu aktifitas tertentu, oleh karena itu sering di artikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarakan daya dan potensi bawahan agar mau bekerja sama produktif sehingga akan mencapai suatu keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Untuk menciptakan peningkatan kinerja yang tinggi , maka di butuhkan adanya motivasi kerja yang baik, Menurut Fahmi (2014:107) “motivasi adalah aktifitas perilaku yang bekerja dalam usaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan” dan berdasarkan data penilaian kinerja karyawan PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang pada tabel 1.1 di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2020 kinerja karyawan mengalami penurunan atau kurang maksimal, sehingga dapat menghambat setiap pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan dalam perusahaan tersebut..Dalam hal ini peneliti mengangkat 3 variabel yaitu komunikasi, motivasi xvi kerja dan kinerja karyawan. Dalam penelitian ini data yang digunakan yaitu data primer yang didapat dari 101 populasi kemudian diambil sampel sebanyak 50 responden. Kemudian data diproses menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Sampel yang digunakan adalah karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Dan hasil pengumpulan data tersebut diuji berdasarkan analisis regresi dan didapati persamaan regresi linier berganda Y = 6,631 + 0,153 X1 + 0,523 X2. Selain itu, berdasarkan uji t ditemukan uji hipotesis pertama yaitu ada pengaruh komunikasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y). Diketahui bahwa untuk variabel komunikasi (X1) ditemukan t hitung = 2,358 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,015. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b1 = 0) ditolak dan Ha (b1≠0) diterima yaitu variabel komunikasi (X1) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan uji hipotesis kedua yaitu ada pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).Diketahui bahwa untuk variabel motivasi kerja (X2) ditemukan t hitung = 9,919 lebih besar t tabel = 2,009 dan tingkat Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. < 0,05 maka Ho (b2 = 0) ditolak dan Ha (b2≠0) diterima yaitu variabel motivasi kerja (X2) berpengaruh positif secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Dan dilihat bahwa nilai f hitung sebesar 204,234 lebih besar dari f tabel 2,79 dengan Sig. = 0,000. Oleh karena nilai sig. <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2) secara simultan memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan pada (Y) pada PT. Angkasa Pura I (Persero) Kupang . Pada hasil uji didapati juga nilai R Square sebesar 0,897 menunjukkan angka koefisien determinasinya (R2). Artinya bahwa sebesar 9% variabel kinerja keryawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel komunikasi (X1) dan motivasi kerja (X2). Sedangkan selisihnya 91% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini. Penelitian ini menunjukkan secara statistik terbukti bahwa komunikasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang. Penelitian ini juga menunjukkan secara statistik terbukti bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan pada PT. Angkasa Pura I (persero) Kupang

PENGARUH LDR (loan to deposit ratio) DAN CAR (capital adequacy ratio) TERHADAP ROA (return on asset) PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2015-2019

JANITO DE CARVALHO MIGUEL
2021 · Book · Open Access

Hasil uji Durbin-Watson menunjukkan besaran nilai d sebesar 1.941 Nilai ini dibandingkan dengan nilai Durbin-Watson (k,n) dengan k menunjukkan jumlah variabel independen, yaitu 2, dan n adalah jumlah sampel yangberjumlah 50 buah. Apabila nilai d yang didapat tergolong pada jarak nilai du<d<4-du, dikatakan tidak terjadi autokorelasi. Nilai du tabel menunjukkan 1.6283 sehingga 1,6283 < 1.941 < (4 - 1,6283). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model yang digunakan terbebas dari autokorelasi.

PENGARUH BRAND IMAGE DAN BRAND AWARENESS TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PADA GEPREK BENSU KUPANG

ANTONITHA FARANI ABOLA
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, pertama pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang, kedua pengaruh brand awareness tterhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang ,dan terakhir pengaruh brand image dan brand awarenessterhadap keputusan pembelian pada Geprek Bensu Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan populasi seluruh konsumen pada Geprek Bensu Kupang, dengan sampel sebanyak 96 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam menjawab hipotesis adalah Regresi Linear Berganda. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa , pertama brand image berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 1,760dengan nilai signifikan sebesar 0.007< 0,05 dan koefisien regresi mempunyai positif sebesar 0,073. kedua Brand Awareness berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Geprek Bensu Kupang, dibuktikan dari t Hitung sebesar 4,030 dengan tingkat signifikan0,000

Pengaruh Citra Merek dan Keputusan Pembelian Ban FDR pada Bengkel Citra Motor di Kota Kupang

DEVIYANUS MARTIN AKEU
2021 · Book · Open Access

Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya termasuk barang dan jasa lainnya ditukarakan agar memperoleh hak kepemilikan atau pengguna suatu barang dan jasa. Harga (Price) adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek terhadap keputusan pembelian dan untuk mengetahui pengaruh harga terhadap keputusan pembelian, penelitian merupakan penelitian kuantitatif dimana penulis melakukan tabilasi data hasil penelitian guna diuji dengan alat SPSS. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan teknik mentabulasi data kuesioner dan kemudian diuji menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa Citra Merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Bengkel Citra motor di Kota Kupang dengan nilai Thitung > Ttabel 2,957 > 1,985, dan Harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Bengkel Citra motor di Kota Kupang dengan nilai Thitung > Ttabel 6,556 > 1,985, Sedangkan nilai koefesien determinasi dalam penelitian ini adalah 0,314 artinya bahwa variansi variabel Y dapat dijelaskan oleh variabel X1 dan X2 sebesar 31,4% dan sisanya 68,6% berasal dari variabel lain. Penelitian ini menunjukkan bahwa xv secara teori terbukti bahwa citra merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian ban FDR pada Bengkel Citra Motor di Kota Kupang, dengan demikian, jika citra merek yang ditawarkan oleh ban FDR semakin baik maka akan turut meningkatkan keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara teori terbukti bahwa harga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian ban FDR pada Bengkel Citra Motor Di Kota Kupang, dengan demikian, jika harga yang diwarkan semakin terjangkau maka keputusan konsumen untuk membeli produk ban FDR pada Bengkel Citra Motor Di Kota Kupang

ANALISIS HUBUNGAN SIKAP KERJA DAN LOYALITAS PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KINERJA TENAGA MEDIS PADA PUSKESMAS TARUS KECAMATAN KUPANG TENGAH KABUPATEN KUPANG

ARINTO LEDE
2021 · Book · Open Access

Manajemen sumber daya manusia merupakan tatanan yang menghimpun berbagai upaya perencanaan, pendidikan, dan pelatihan, serta pendayagunaan tenaga kesehatan secara terpadu dan saling mendukung guna mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggih-tinggihnya Era globalisasi berpengaruh terhadap berbagai bidang dan organisasi manapun yang semakin meningkatnya persaingan baik antar organisasi yang sejenis maupun bukan, antar individu dalam organisasi itu sendiri memiliki aspek yang positif dan negatif. Salah satu aspek positif tersebut yaitu organisasi atau bahkan individu dalam organisasi semakin dituntut untuk meningkatkan kinerjanya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang adalah faktor loyalitas kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab tiga persoalan yaitu Untuk menganalisis hubungan antara sikap kerja dengan kinerja tenaga medis dan untuk menganalisis hubungan antara hubungan loyalitas pegawai dengan kinerja tenaga medis dan untuk menganalisis hubungan antara sikap kerja dengan loyalitas pegawai. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga medis pada puskesmas tarus berjumlah 66 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 39 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis korelasi. Berdasarkan tabel 4.17 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) sikap kerja dan kinerja tenaga medis adalah sebesar 0,039< 0.05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dan nilai pearson correlationsebesar 0,593,Berdasarkan tabel 4.18 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) loyalitas pegawai dan kinerja xvi tenaga medis adalah sebesar 0,039< 0.05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dan nilai pearson correlationsebesar 0,659 Berdasarkan tabel 4.19 terlihat dari hasil uji korelasi tersebut,diketahui nilai signifikansi sig.(2-tailed) loyalitas pegawai dan kinerja tenaga medis adalah sebesar 0,039< 0.05 yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dan nilai pearson correlationsebesar 0,685.Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan yang positif antara sikap kerja dengan kinerja tenaga medis pada Puskesmas Tarus, dan ada hubungan yang positif antara loyaalitas pegawai dengan kinerja tenaga medis pada Puskesmas Tarus, dan ada hubungan yang positif antara sikap kerja dengan loyalitas pegawai pada Puskesmas Tarus.

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MEDIA GAMBAR TERHADAP HASILB ELAJAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI

YOHANIS LOHING
2021 · Book · Open Access

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PERMAINAN BOLA VOLI Yohanis Lohi1*, Agustinus J. Nafie2, Yahya J. Palinata3 1,2,3Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Artha Wacana, Kupang, Indonesia email. [email protected] Latar belakang: Permasalahan penelitian ini adalah penerapan metode yang belum tepat dalam proses belajar mengajar dan fasilitas yang digunakan kurang memadai sehingga menurunnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe jigswa berbasis media gambar terhadap hasil belajar bola voli. Metode penelitian: Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar passing bawah bola voli melalui kerja kelompok dan tes tertulis pada sikklus I yaitu berdampak positif, hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus 1 ke siklus 2 sebesar 25,93% yaitu dari 76,08% (siklus 1) menjadi 78,6% (siklus 2). Simpulan: Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah di terapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis media gambar terhadap hasil belajar siswa.

PENGARUH PENERAPAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 23 TAHUN 2018 TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK BAGI PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) (Studi Kasus di KOTA KUPANG)

IDA FARIANTI GIRI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK “Pengaruh Penerapan Peraturan Pemerintah nomor 23 Tahun 2018 Terhadap Kepatuhan Pembayaran Pajak Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)” Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari variabel Penerapan PP No 23 Tahun 2018 terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di daerah Kota Kupang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survey dengan memberikan sejumlah kuesioner kepada wajib pajak UMKM yang ada di Kota Kupang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling untuk menentukan sampel wajib pajak yang akan di teliti. Selanjutnya data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan regresi linear sederhana, uji F (simultan), uji t (parsial), dan uji koefisien determinasi (R). Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 40 responden dari keseluruhan populasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan PP No 23 Tahun 2018 berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kupang. Pengujian yang telah dilakukan ini menunjukkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya Penerapan PP No 23 Tahun 2018 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak nilai t-hitung 5,740 sedangkan t-tabel 3,606, t-hitung > dari t-tabel dengan tingkat signifikasi 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Penerapan PP No 23 Tahun 2018 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak Usaha Mikro Kecil Menegah di daerah kota kupang. Kata Kunci :PP No 23 Tahun 2018, Kepatuhan Wajib Pajak, UMKM

Analisis Efektivitas Kontribusi Pajak Reklame Terhadap Pendapatan Asli Daerah

NACAR O. METKONO
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “ANALISI EFEKTIVITAS KONTRIBUSI PAJAKREKLAMETERHADAPPENDAPATANASLIDAERAHDIKOTAKUPANG” Penelitianinibertujuanuntukmengetahui(1)EfektivitasPenerimaanPajakReklame(2)KontribusiPajakReklameterhadapPendapatanAsliDaerah. Teknikpengumpulandatayangdigunakanyaitudenganteknikdokumentasi. Data yang diteliti adalah data realisasi penerimaan Pajak Reklametahun 2016 sampai 2020 , Data target Pajak Reklame tahun 2016 sampai 2020,dandatarealisasipenerimaanPendapatanAsliDaerahtahun2016sampai2020.Teknik analisis data uuntuk menjawab masalah yang pertama dengan analisis datakuantitatifdankualitatif,umtukmasalahyangkeduadengananalisisdatakuantitatif. Berdasarkanhasilpenelitianmenunjukanbahwa(1)PenerimaanPajakReklamepadatahun2016sampaidengantahun2020kurangefetif.(2)Kontribusi Pajak Reklame pada tahun 2016 sebesar Rp. 2.326.447.989.00, tahun2017Rp.2.440.949.152,00,tahun2018Rp.2.337.227.839,00,tahun2019Rp. 2.855.138.302,00, dan tahun 2020 sebesarRp. 3169.283.163,00. Kata kunci : Efektivitas Kontribusi Pajak Reklame, Pendaptan AsliDaerah.

ANALISIS PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUMBA BARAT

DELVI DONGU LABA
2021 · Book · Open Access

Meningkatkan kinerja pegawai, diantaranya dengan memperhatikan pengawasan dari atasan kepada pegawai. Pengawasan pimpinan merupakan tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk mengetahui apakah jalannya pekerjaan dan hasilnya sesuai dengan rencana Tercapainya tujuan suatu lembaga atau organisasi tidak hanya tergantung pada peralatan modern, sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Oleh karena itu, pada lingkungan instansi, pegawai yang berkualitas adalah pegawai yang melaksanakan pekerjaannya dan mampu memberikan hasil kerja yang baik atau mempunyai prestasi kerja yang tinggi yang dibutuhkan oleh instansi untuk mencapai tujuan. Kinerja pegawai merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya Dan juga gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi dan Pendukung utama untuk mencapai tujuan organisasi yaitu menunjukkan kerapihan dan ketelitian hasil kerja dengan tidak mengabaikan volume pekerjaan, menunjukkan banyaknya jumlah jenis pekerjaan yang dilakukan dalam suatu waktu sehingga efisien dan efektifitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan, ketersediaan pegawai untuk berpartisipasi dengan pegawai yang lain baik di dalam maupun di luar pekerjaan sehingga pekerjaan akan semakin baik, menunjukkan seberapa besar pegawai dalam menerima melaksanakan pekerjaannya dan mempertanggung jawabkan hasil kerja, dan adanya inisiatif dari dalam diri anggota organisasi untuk melakukan pekerjaan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan tanpa menunggu perintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab dua persoalan yaitu Untuk menganalisis pengaruh pengawasan pimpinan terhadap kinerja pegawai dan kedua. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat berjumlah 70 orang sehingga ditarik jumlah sampel dari penelitian ini dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 41 orang sebagai responden. Sedangkan di dalam pembahasannya menggunakan alat analisis regresi linear berganda Untuk menguji pengaruh variabel independen yaitu variabel pengawasan pimpinan, variabel displin kereja dan variabel kinerja pegawai terhadap dependen kinerja pegawai mengugunakan alat analisis statistic regresi liner berganda,uji T,uji F,uji . Analisis lanjutan sedangkan analisis pendahuluan digunakan analissi deskriptif yaitu untuk mengetahui jawaban responden atas indikator indikator dari variabel independen dan dependen. Hasil penelitian diketahui jumlah pegawai 41 orang jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 orang orang atau sebesar 63,41% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang atau sebesar 36,55%. Maka jumlah jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada jenis kelamin perempuan. Jumlah responden berdasarkan umur bahwa dari 41 orang responden yang berumur 23-29 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20% , sedangkan 30-35 tahun sebanyak 9 orang atau 21% sedangkan 35-40 tahun sebanyak 8 orang atau sebesar 20%, sedangkan 41-46 sebanyak 6 orang atau sebesar 15% dan 47-52 sebanyak 7 orang atau sebesar 17% dan 53-60 sebanyak 3 orang atau 7%. Jumlah responden berdasarkan lama bekerja dari 41 orang responden dengan masa kerja 0-4 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 5-8 tahun berjumlah 10 orang atau sebesar 24,39 % dan masa kerja 9-11 tahun berjumlah 8 orang atau sebesar 19,51 % dan masa kerja 12-15 tahun berjumlah 6 orang atau sebesar 14,63 % dan masa kerja 16-20 tahun berjumlah 7 orang atau sebesar 17,07 %, dan masa kerja 21-25 berjumlah 2 orang atau sebesar 4,87 %. Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat . Hal ini dibuktikan dengan nilai thitunglebih besar (15,911) dari nilai ttabel(2,021) dan pengujian hipotesis yaitu tingkat signifikan sebesar 0,001. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpegaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. Hal ini dibuktikan dengan nilaithitung lebih besar 51,857 dari nilai t tabel(2,021) dan tingkat signifikan sebesar 0,000 Dalam hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadapkinerja pegawai pada kantor dinas pendidikan kabupaten sumba barat. . Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung lebih besar (747.500) dari nilai Ftabel(3,23) dan hasil pengujian hipotesis dengan tingkat signifikannya adalah sebesar 0,000 Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengawasan pimpinan berpengaruh pada bahwa berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai, pengawasan pimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai uji f menunjukkan bahwa secara bersama-sama (simultan ) pengawasan pimpinan dan disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dan uji uji . Secara bersama-sama (simultan) antara variabel pengawasan pimpinan (X1), disiplin kerja (X2), terhadap kinerja pegawai (Y).

ANALISIS PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk KOTA KUPANG

SUMIYATI JATI ATAHAU
2021 · Book · Open Access

Salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap karyawan adalah kinerja karyawan. Suatu perusahaan dapat bertahan jika setiap kegiatan karyawan didukung oleh kinerja karyawan. Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan memperhatikan kualitas motivasi kerja, lingkungan kerja dan disiplin kerja pada karyawan. Motivasi kerja merupakan salah satu hal penting yang mendorong karyawan untuk menghasilkan kinerja yang baik. Selain itu lingkungan kerja merupakan salah satu komponen penting dalam menumbuhkan kenyamanan karyawan di tempatkerja. Selain itu disiplin kerja juga merupakan komponen penting untuk meningkatkan ketaatan karyawan terhadap peraturan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuai analisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, analisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dan analisis pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang, karena penulis menemukan bahwa terdapat kenaikan tingkat absensi karyawan serta menurunya tingkat volume penjualan. Konsep penelitian dalam skripsi ini adalah motivasi kerja, lingkungan kerja displin kerja, dan kinerja karyawan. Menurur Karen etal (2011:128) mengungkapkan kinerja adalah tingkat prestasi seseorang atau karyawan dalam suatu organisasi atau perusahaan yang dapat meningkatkan produktifitas. Prestasi dan kesanggupan harus dibuktikan dalam sikap dan tingkah laku sehari-hari serta pembuatan tugas. Vethzal Rivai (2005:189) mengatakan bahwa pengertian motivasi kerja adalah serangkaian sikap dan nilai-nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spefisik sesuai dengan tujuan individu. (Nitisemito,2002:15) Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi diri individu dalam menjalankan tugas yang dibebankan. Siswanto (2008:64) mengemukakan disiplin kerja sebagai suatu sikap menghormati, menghargai patuh, dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis serta sanggup menjalankanya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila ia melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan jumlah populasi sebanyak 74 orang karyawan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 42 orang karyawan. Dengan menggunakan rumus RAO Purba. Rumus Rao Purba digunakan apabila populasi dalam penelitian merupakan populasi yang tak hingga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pada responden, kemudian data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian, dalam analisis pendahuluan yang menggunakan analisis deskriptif presentase diketahuai bahwa motivasi kerja pada PT.Ramayana Lestari Sentosa Tbk Kota Kupang berada dalam kategori rendah. Lingkungan kerja karyawan dalam kategori rendah, disiplin kerja berada dalam kategori rendah dan kinerja karyawan juga berada dalam kategori rendah. Dalam analisi lanjutan yang menggunakan teknik analisis regresi linear berganda diketahui bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,507 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,096 yang berarti semakin baik motivasi kerja, semakin tinggi pula kinerja karyawan, dan sebaliknya. Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang ditunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,692dan nilai koefisien regresi sebesar 0,015 yang berarti semakin baik lingkungan kerja semakin tinggi pula kinerja karyawan. Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan yang di tunjukan dengan nilai signifikan sebesar 0,000 dan nilai koefisien regresi sebesar 0,831 yang berarti semakin baik disiplin kerja maka semakin tinggi pula kinerja karyawan .

DISPARITAS PUTUSAN PEMIDANAAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMALSUAN SURAT

APRIANUS KEHI SERAN
2021 · Book · Open Access

:“Disparitas Putusan PemidanaanTerhadap Pelaku Tindak Pidana Pemalsuan Surat”.. Masalah penelitian dalam tulisan ini, “ Mengapa terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat?”.Tujuan penelitan Untuk Mengetahui penyebab terjadinya disparitas putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat? Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Hukum Normatif. Sifat Penelitian ini Bersifat Deskripsi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Hakim menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat. Berdasarkan hasil penelitian maka yang menjadi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana yang berbeda-beda terhadap pelaku tindak pidana pemalsuan surat antara lain : 1. Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Berbeda-beda 2. Indenpendisi Hakim 3. Hakim Yang Memutus Perkara Berbeda Beda 4. Kualitas Perbuatan Terdakwa berbeda 5. Keadaan Memberatkan Dan Meringankan Dalam Persidangan Saran Setelah penulis memaparkan beberapa kesimpulan terhadap skripsi ini, maka penulis akan memberikan saran sebagai berikut: 1. Diharapkan kepada para penegak hukum khususnya kepada jaksa Penuntut Umum harus lebih berhati-hati dalam merumuskan surat dakwaan sehingga benar-benar dapat menggambarkan secara nyata mengenai tindak pidana yang dapat didakwakan kepadapelaku tindak pidana pemalsuan surat 2. Diharapkan agar Hakim dalam menjatuhkan putusan yang adil berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, serta memberikan pertimbangan hukum yang adil mengenai hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa,dan merumuskan keyakinannya yang lebih teliti melihat kualitas perbuatan terdakwa sehingga nampak konsistensi antara pidana yang dijatuhkan dengan penalaran hukum oleh Hakim tentang berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa.

ANALISIS TINGKAT TREND KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN SABU RAIJUA

MEGA ALFIANA PUTRI JOHANA DJARA
2021 · Book · Open Access

Berdasarkan penjelasan teresebut maka dalam hasil analisis penelitian ini peneliti dapat memberikan kesimpulan bahwa Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2010-2019 mengalami peningkatan setiap tahunnya, akan tetapi perolehan rata-rata keseluruahan kemandirian keuangan daerah dapat dikatan rendah sekali, Ini berarti Perolehan kemandirian xii Pemerintah daerah kabupaten sabu raijua, dikategorikan memiliki pola hubungan instruktif dengan pemerintah pusat, yang artinya peran pemerintah pusat lebih dominan dari pada kemandirian Pemerintah Daerah atau Daerah tidak mampu melaksanakan otonomi daerah. Selain dari pada itu Berdasarkan analisis Tigkat Trend Kemandirian Keuangan Daerah pada tahun 2010-2019 mengalami fluktuasi setiap tahunnya, Hal ini dilihat dari perolehan trend Kemandirian Keuangan Daerah Kabupaten Sabu Raijua dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2017 dapat dikatakan semakin baik dikarenakan terjadinya peningkatan dan perolehan tingkat trend kemandirian keuangan daerah masi diatas 100%, Sedangkan perolehan trend kemandirian keuangan daerah pada tahun 2016, 2018 dan 2019 dapat dikatakan belum begitu baik dikarenakan terjadinya penurunan tingkat trend kemandirian keuangan daerah dan perolehan hasilnya juga masi di bawa 100%.

ANALISIS YURIDIS PENJATUHAN VERSTEK TENTANG SAHNYA JUAL BELI TANAH

ERNI KORANG
2021 · Book · Open Access

INTISARI Judul Skripsi Analisis Yuridis Penjatuhan Verstek Tentang Sahnya Jual Beli Tanah,dengan rumusan masalah bagaimakah pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan verstek tentang sahnya jual beli tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan verstek tentang sahnya jual beli tanah dan, instansi terkait. Varibel yang digunakan terdiri dari 2 (dua) variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah putusan verstek, variabel terikat dalam penelitian ini adalah putusan verstek tentang sahnya jual beli tanah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini normatif. Jenis data yang digunakan melalui sumber data primer adalah bahan-bahan hukum yang mengikat yaitu putusan-putusan Pengadilan Putusan Nomor 4/Pdt.G/2015/PN.Mrb, Putusan Nomor 294/Pdt.G/2017/ PN.Sby, Putusan Nomor 536/Pdt.G/ 2017/PN.Sby.Putusan Nomor 06/Pdt.G/2011/PN.Prob dan Putusan Nomor 186/Pdt.G/2017/PN.Byw, Sumber data sekunder adalah yaitu bahan yang memberikan penjelasan mengenai sumber data primer seperti rancangan undang-undang hasil-hasil penelitian,atau pendapat para pakar hukum jurnal dan buku-buku referensi lainnya. Sumber data tersier adalah bahan hukum yang memberi petunjuk maupun penjelasan terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, seperti kamus (hukum), ensiklopedia yang kemudian di analisis dan ditarik kesimpulanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa Analisis Yuridis Pertimbangan Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Verstek Tentang Sahnya Jual Beli Tanah, maka pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan vertek karena tergugat dipanggil secara sah dan patut tetapi tidak menghadap dan tergugat tidak mengirimkan wakil atau kuasa untuk menghadap dan Pertimbangan hakim menyatakan sahnya jual beli tanah karena : gugatan penggugat beralasan hukum dan jua beli tanah dapat dibuktikan oleh penggugat. KataKunci:Gugatan, Penggugat, Jual beli tanah dan verstek